Tag: meredam

  • Kanopi Spandek dan Alderon, Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Ada banyak jenis lembaran kanopi yang dijual di pasaran. Yang paling terkenal adalah kanopi spandek dan kanopi alderon. Kedua kanopi ini dinilai tahan lama dan punya kualitas yang cukup baik/.

    Meskipun bisa diganti, kita harus betul-betul mempertimbangkan jenis kanopi apa yang cocok dan jadi pilihan kita. Oleh karena itu, kita harus mengetahui kelebihan dan kekurangan kanopi spandek dan alderon.

    Apa saja kelebihan dan kekurangan kanopi spandek dan alderon?


    Kanopi Spandek

    Kanopi atap spandek merupakan salah satu jenis kanopi yang terbuat dari campuran bahan alumunium dan seng. Beberapa produsen juga menambahkan beberapa bahan tambahan seperti silikon ke dalam campurannya untuk meningkatkan tingkat kelenturan produk atap. Dari komposisi bahan-bahan tersebut maka akan terciptalah produk kanopi atap rumah yang awet, kokoh dan ringan.

    Kelebihan

    1. Daya tahan yang baik dan awet
    2. Warna yang variatif
    3. Anti pecah, keropos serta anti rayap
    4. Pemasangan mudah
    5. Harganya terjangkau

    Kekurangan

    1. Daya serap panas tinggi
    2. Bising ketika hujan

    Kanopi Alderon

    Kanopi alderon terbuat dari baja ringan yang kuat. Tak hanya itu, kanopi alderon juga mampu meredam panas lebih baik dari kanopi spandek. Selain itu, kanopi alderon baja ringan juga dapat mendongkrak estetika dari rumah karena bentuknya yang menarik.

    Kelebihan

    1. Ramah lingkungan
    2. Mudah dibersihkan
    3. Tidak mudah terbakar
    4. Kedap suara
    5. Tahan dengan berbagai cuaca
    6. Meredam panas

    Kekurangan

    1. Harga relatif mahal
    2. Pilihan warna yang terbatas, hanya terdapat warna biru dan putih

    Berikut kelebihan dan kekurangan dari kanopi spandek dan alderon. Semoga dapat membantu detikers dalam memilih jenis kanopi yang sesuai dengan preferensi dan budget.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Jenis Ubin buat Lantai Rumah, Mana yang Paling Kuat?



    Jakarta

    Lantai adalah permukaan yang terekspos di dasar bangunan bangunan. Bagian ini biasanya dilapisi dengan ubin agar permukaan lebih kuat, estetik, dan bersih.

    Kontraktor sekaligus CEO Sobat Bangun Taufiq Hidayat mengatakan penghuni rumah tentu menginginkan lantainya rata dan keras. Nah, ada berbagai jenis material ubin buat melapisi lantai yang bisa dipilih sesuai dengan konsep arsitektur rumah.

    “Lantai rumah itu nanti akan terpengaruh sama tingkat kekuatan, tingkat kerataan, ke-level-an. Kan penginnya rata itu ya kalau pakai ubin, pakai keramik, pakai marmer itu maunya rata dan tingkat kekuatan keras,” ujar Taufiq kepada detikProperti, Senin (7/7/2025).


    Apa saja jenis-jenis ubin lantai untuk rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Ubin Lantai

    Inilah beberapa jenis ubin yang dapat digunakan buat lantai rumah.

    1. Kayu

    Salah satu jenis material untuk melapisi lantai adalah kayu. Ubin kayu dapat memiliki beragam motif alami dan bisa disesuaikan bentuknya.

    Kelebihan

    • Warnanya alami
    • Tekstur lembut
    • Mudah dibentuk
    • Meredam panas

    Kekurangan

    • Tidak tahan cuaca
    • Tidak tahan rayap

    2. Keramik

    Ubin keramik sering digunakan di rumah. Ubin ini terbuat dari tanah liat yang melewati proses pembakaran.

    Kelebihan

    • Keras
    • Kuat terhadap benturan
    • Relatif murah

    Kekurangan

    • Memantulkan panas
    • Bentuk sesuai pabrik tidak dapat diubah

    3. Marmer

    Ubin marmer terbuat dari bongkahan batu alam dengan motif serat alami. Ubin ini sering digunakan di rumah-rumah mewah.

    Kelebihan

    • Adem
    • Tampilan estetik
    • Menyerap kelembapan

    Kekurangan

    • Sangat mahal
    • Pengerjaan sulit

    4. Granit

    Ubin granit mirip seperti marmer yang terbuat dari batu dan disertai motif. Namun, ubin ini terbuat dari batu granit.

    Kelebihan

    Kekurangan

    • Pemasangan sangat presisi
    • Harganya mahal

    Itulah informasi seputar jenis ubin lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Meredam Amarah Menurut Rasulullah SAW


    Jakarta

    Amarah adalah sifat manusiawi yang bisa muncul dalam berbagai situasi, terutama ketika seseorang merasa tertekan, tersinggung, atau diperlakukan tidak adil. Namun, Islam memberikan panduan yang sangat jelas tentang bagaimana menghadapi dan mengendalikan amarah.

    Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam hal kesabaran dan pengendalian diri, termasuk dalam menghadapi kemarahan.

    Dalam Islam, setiap muslim dianjurkan untuk menahan marahnya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Ali ‘Imran ayat 134, Allah SWT berfirman,


    ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Artinya: “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

    Mengutip buku Aqidah Akhlaq karya Taofik Yusmansyah, dalam berbagai penelitian dan buku ilmu kejiwaan (psikologi) modern, amarah itu perlu diungkapkan jangan dipendam karena akan melahirkan penyakit. Namun, psikologi positif menyatakan, berdasarkan penelitian, orang yang memaafkan hidupnya lebih sehat. Jadi, selaras dengan ayat Al-Qur’an tersebut.

    Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kamu marah dalam keadaan berdiri, hendaklah duduk. Jika belum juga reda, hendaklah berbaring.”

    Mengutip buku Terapi Menguasai Rasa Marah: Self Healing Menurut Al-Qur’an Dan Hadis Biar Hidup Lebih Bahagia Tanpa Banyak Beban karya Noerillahi, berikut beberapa cara meredam marah sesuai anjuran Rasulullah SAW yang dijelaskan dalam hadits.

    1. Lebih Baik Diam

    Salah satu reaksi alami saat marah adalah ingin berbicara atau membalas, tetapi ini bisa memperburuk keadaan. Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika salah seorang dari kalian marah, maka hendaklah ia diam.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

    Diam dalam keadaan marah adalah bentuk pengendalian diri dan mencegah keluar kata-kata kasar. Selain itu, dengan diam, seseorang dapat sejenak memberi ruang pada pikiran dan hati agar dapat berpikir jernih dalam berucap dan bertindak.

    2. Mengucapkan Ta’awwudz

    Langkah selanjutnya yang dianjurkan Rasulullah SAW saat marah adalah membaca ta’awwudz, yaitu:

    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    Bacaan latin: A’udzubillaahi minassyaithoonirrajim

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

    Doa tersebut berdasarkan hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda,

    “Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat yang apabila diucapkan oleh orang yang marah, maka amarahnya akan hilang. Jika ia berkata: A’ūdzu billāhi minasy-syaithānir-rajīm, maka amarah itu akan reda.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

    Amarah sering kali datang karena bisikan setan yang mendorong manusia melakukan keburukan. Maka, dengan mengucapkan ta’awwudz, kita memutus bisikan tersebut dan mengingat Allah SWT.

    3. Mengubah Posisi Fisik

    Rasulullah SAW juga mengajarkan perubahan posisi tubuh sebagai cara meredam amarah. Beliau bersabda,

    “Jika salah seorang di antara kalian marah dalam keadaan berdiri, maka hendaklah ia duduk. Jika kemarahan belum hilang, hendaklah ia berbaring.” (HR Abu Dawud dan Ahmad)

    Perubahan posisi ini memiliki efek psikologis. Berdiri menunjukkan kesiapan untuk bertindak atau menyerang, sementara duduk atau berbaring membantu menenangkan diri dan menghilangkan ketegangan fisik.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com