Tag: mesin cuci

  • 10 Tips Mencuci Pakaian yang Tak Banyak Orang Tahu



    Jakarta

    Mencuci merupakan aktivitas membersihkan pakaian dengan air dan sabun, kadang ditambah pewangi, lalu dijemur, dan setelah kering baru disetrika. Namun, pada kenyataannya ada kesalahan mencuci entah pakaian yang rusak, pakaian malah jadi bau, noda pakaian tidak hilang, atau bahkan bisa merusak mesin cuci.

    Dilansir dari situs Real Simple, pada Selasa (06/05/2025), berikut 10 tips mencuci yang harus diketahui agar mencegah kesalahan-kesalahan yang bisa menimbulkan kerugian.

    Jangan Pakai Pelembut Untuk Handuk

    Faktanya, handuk tidak perlu memakai pelembut pakaian. Hal ini dikarenakan pelembut pakaian dapat meninggalkan lapisan yang menahan bau dan menghambat penyerapan. Selain handuk, pakaian yang tidak perlu memakai pelembut adalah pakaian olahraga.


    Air Hangat dan Minyak Zaitun untuk Baju Wol

    Jika sweater atau baju rajutan mengalami penyusutan, sebetulnya pakaian tersebut bisa kembali ke bentuk semula setelah direndam pada wadah yang berisi air hangat serta ditambah satu sendok makan minyak zaitun. Rendam sweater selama dua hingga tiga jam, lalu letakkan di permukaan datar, kemudian tarik perlahan kembali ke ukuran semula.

    Suhu Air yang Tepat untuk Noda

    Ternyata suhu air adalah kunci untuk menghilangkan noda membandel pada pakaian. Gunakan air panas untuk noda yang sudah menempel karena air panas dapat melonggarkan serat pakaian.

    Cuci Jins Baru Supaya Tidak Luntur

    Jika punya pakaian berbahan denim atau jins yang baru saja dibeli, maka pakaian itu wajib dicuci terlebih dahulu. Cuci jins menggunakan air dingin agar warnanya tidak luntur dan mengotori pakaian lain. Untuk perlindungan ekstra, tambahkan ½ cangkir cuka putih pada pencucian pertama untuk menjaga warnanya tetap utuh.

    Pemanis Buatan untuk Noda Minyak

    Pakaian yang terkena noda minyak bisa hilang dengan pemanis buatan. Caranya cukup gosok pada noda, diamkan selama beberapa menit, lalu sikat dan bilas. Pemanis akan menyerap minyak sehingga ketika dicuci seperti biasa bisa dengan mudah hilang.

    Cuka dan Soda Kue untuk Bau pada Pakaian Olahraga

    Pakaian olahraga cenderung lebih beraroma tidak sedap karena banyak kuman dan bakteri akibat campuran kotoran dan keringat. Cara yang bisa dilakukan adalah siapkan ember berisi air dingin lalu tambah secangkir cuka dan secangkir soda kue. Kemudian, rendam pakaian semalaman. Pilihan lainnya adalah tambahkan cuka ke pelembut kain di mesin cuci.

    Sabun Cuci Piring untuk Noda Minyak

    Sama seperti pemanis buatan, sabun cuci piring juga bisa dipakai untuk menghilangkan noda minyak yang membandel pada pakaian. Sebelum dicuci seperti biasa, oleskan sabun cuci piring pada noda lalu biarkan selama 10 menit.

    Pakai Kantong Jaring

    Menggunakan kantong jaring untuk mencuci pada pakaian yang halus dan kecil, seperti kaus kaki dan topi akan sangat bermanfaat. Hal ini untuk mencegah serat halus kain yang terlepas dan dapat membuat saluran air mampet.

    Jangan Terlalu Banyak Memasukkan Cucian ke Pengering

    Memasukkan terlalu banyak pakaian ke dalam pengering dapat membuat pengering menjadi rusak. Drum pengering yang terlalu penuh menyebabkan pakaian tidak dapat bersirkulasi dengan baik. Sebaiknya cucian yang dimasukkan ke dalam pengering tidak lebih dari ⅔ muatan drum.

    (zlf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Benda yang Harus Dibersihkan Setiap Bulan Menurut Ahli


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan hal yang wajib dilakukan. Saat membersihkan rumah, ada barang-barang yang harus dibersihkan setiap bulan.

    Barang-barang tersebut harus sering dibersihkan karena beberapa hal, misalnya cepat berdebut. Lantas, barang apa saja yang harus dibersihkan setiap bulan?

    Dilansir dari Southern Living berikut ini informasinya.


    1. Tempat Sampah

    In de zorgIlustrasi tempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Jangan salah ya, tempat sampah juga harus dibersihkan lho! Saat membersihkannya juga jangan asal, bagian dalam dan luarnya harus dibersihkan dengan baik.

    “Bahkan dengan pelapis, tempat sampah tetap bau. Kami menyarankan untuk membilas dan menggosoknya setiap bulan. Isi air panas, tambahkan sedikit sabun cuci piring, dan semprotkan disinfektan untuk mengusir bau dan mencegah bakteri,” kata ahli kebersihan di Sparkly Maids San Antonio, Jessica Gonzalez, dikutip dari Southern Living, Senin (14/7/2025).

    Sementara itu, ahli kebersihan di CottageCare Scott Schrader menyarankan untuk mengeringkan tempat sampah di bawah sinar matahari untuk membantu menghilangkan bau.

    2. Lemari Dapur

    lemari dapur panel terangkat atau Raised Panel Kitchen Cabinetlemari dapur Foto: via Kitchen Cabinet Kings

    Lemari dapur ternyata bisa menjadi tempat perkembangbiakan bakteri tanpa kamu sadari. Maka dari itu, Gonzalez menyarankan untuk membersihkannya sebulan sekali.

    “Bersihkan area ini dengan pembersih lemak yang lemah atau cuka encer, lalu keringkan sepenuhnya. Ini akan menjaga dapur Anda tetap bersih di antara pembersihan mendalam,” ungkapnya.

    3. Mesin Cuci

    Ilustrasi Tips Memilih Mesin CuciIlustrasi Mesin Cuci Foto: iStock

    Mesin cuci juga harus dibersihkan setiap bulan lho detikers. Schrader mengatakan poin utama bagian mesin cuci yang harus dibersihkan adalah tempat detergen dan gasket atau karet mesin cuci.

    “Jamur dan kotoran deterjen menumpuk di sini cukup cepat. Bersihkan laci deterjen dengan larutan cuka hangat, dan periksa karet gasketnya untuk melihat apakah ada kotoran. Pembersihan bulanan akan mengurangi bau dan mesin cuci Anda akan berfungsi dengan baik,” jelas Schrader.

    Sementara Gonzalez mengingatkan untuk tidak melupakan bagian seperti tutup, kenop, serta bagian atas mesin cuci.

    4. Gagang Pintu

    Ilustrasi gagang pintu rumahIlustrasi gagang pintu rumah Foto: via Pixabay

    Gagang pintu disarankan untuk dibersihkan sebulan sekali karena bisa terdapat banyak bakteri. Sebab, bagian tersebut yang paling sering dipegang oleh orang rumah.

    “Gunakan larutan disinfektan atau pembersih berbahan dasar alkohol lainnya, bersihkan titik-titik ini sebulan sekali. Ini hanya membutuhkan sedikit waktu, tetapi dapat meningkatkan kesehatan ruangan Anda secara signifikan,” kata Shcrader.

    5. Baling-baling Kipas

    kipas angin gantungkipas angin gantung Foto: kipas angin gantung

    Kalau di rumah memakai kipas angin, jangan lupa bersihkan baling-balingnya setiap bulan. Sebab, debu rentan menumpuk pada baling-baling kipas apalagi kalau sering digunakan.

    Cara membersihkannya bisa dengan lap atau sarung bantal yang sudah tidak dipakai untuk mengumpulkan debu.

    “Selipkan sarung bantal bekas di atas baling-baling dan tarik perlahan ke bawah, debu akan menempel di sarung bantal. Lalu, lap baling-baling dengan kain mikrofiber lembap. Melakukan hal ini setiap bulan akan sangat membantu menjaga kualitas udara di rumah Anda, terutama di kamar tidur,” ujar Schrader.

    Itulah beberapa benda yang harus dibersihkan setiap bulan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Jangan Nyalakan 4 Elektronik Ini Barengan, Bisa Bikin Korslet!


    Jakarta

    Ada banyak barang elektronik di rumah yang perlu dicolok ke stopkontak agar bisa menyala, seperti AC, kipas angin, TV, mesin cuci, dan kulkas. Barang-barang tersebut juga memiliki daya listrik yang besar agar bisa beroperasi.

    Sayangnya, masih banyak pemilik rumah yang mencolok barang-barang elektronik tersebut pada satu stopkontak yang sama. Lebih parahnya lagi, barang elektronik itu digunakan dalam waktu bersamaan.

    Sebenarnya, sah-sah saja jika kamu menyalakan AC, lemari es, atau menggunakan vacuum cleaner di waktu yang bersamaan. Namun, masalah bisa muncul jika benda tersebut dicolok pada satu stopkontak yang sama dan daya listrik di rumah tidak terlalu besar.


    Perlu diketahui, ada sejumlah barang elektronik yang sebaiknya tidak dicolok ke stopkontak dan dinyalakan secara bersamaan. Apa saja? Simak dalam artikel ini.

    Barang Elektronik Ini Jangan Menyala Secara Bersamaan

    Sejumlah pakar di bidang kelistrikan menyebut ada barang-barang elektronik yang jangan dinyalakan secara bersamaan. Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut daftarnya:

    1. Mesin Cuci dan Dishwasher

    Mesin cuci dan dishwasher (mesin pencuci piring) sebaiknya tidak dinyalakan dalam waktu yang sama. Sebab, kedua alat ini dapat mengonsumsi daya listrik yang sangat besar.

    Jika mesin cuci dan dishwasher dicolok pada satu stopkontak dan dinyalakan secara bersamaan, maka bisa merusak kedua barang elektronik tersebut seiring waktu.

    “Menyalakan dishwasher sambil mencuci pakaian di mesin cuci dapat memengaruhi kinerja mesin. Bisa jadi pakaian tidak akan bersih atau air yang keluar di dishwasher sangat kecil,” kata pakar listrik Glenn Lewis.

    2. Peralatan Dapur

    Jika kamu memiliki peralatan dapur seperti microwave, pemanggang roti, atau ketel listrik, sebaiknya tidak dinyalakan secara bersamaan. Ketiga alat itu memiliki daya listrik yang besar dan jika dihidupkan bersamaan dapat membebani sirkuit, sehingga berpotensi memicu korsleting.

    Untuk mencegah hal itu terjadi, hindari mencolok ketiga barang tersebut pada satu stopkontak. Cek juga besaran watt-nya untuk mengetahui mana peralatan dapur yang paling besar dan rendah daya listriknya.

    3. Pengering Rambut

    Meski ukurannya kecil, tapi ternyata pengering rambut atau hair dryer memiliki daya listrik yang besar. Pada umumnya hair dryer memiliki daya listrik sekitar 400-1.000 watt.

    Jika daya listrik di rumah kamu tidak terlalu besar, sebaiknya jangan menggunakan pengering rambut sambil menyalakan AC, TV, atau mesin cuci. Sebab, arus listrik yang terlalu besar bisa memicu kelebihan beban pada sirkuit dan berisiko terjadi arus pendek listrik.

    4. Barang Elektronik yang Menyala dalam Waktu Lama

    Ada sejumlah barang elektronik yang terus menyala dalam waktu lama, seperti lemari es, AC, dan dispenser air. Selain terus menyala setiap waktu, barang elektronik itu juga memiliki daya listrik yang besar.

    Sebaiknya hindari mencolok barang-barang elektronik, terutama yang menyala dalam waktu lama dan punya daya besar pada satu stopkontak. Langkah ini dilakukan untuk mencegah bahaya pada arus listrik yang berisiko menyebabkan terjadinya korsleting.

    Itulah empat barang elektronik di rumah yang sebaiknya jangan menyala dan dicolok pada satu stopkontak yang sama. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Barang Ini Jangan Dicuci Pakai Mesin Cuci, Bisa Cepat Rusak!


    Jakarta

    Mesin cuci berfungsi untuk mencuci pakaian agar lebih bersih dan wangi. Namun, beberapa orang mengandalkan mesin cuci untuk membersihkan segala barang yang ada di rumah.

    Padahal, tidak semua barang dapat dicuci dengan mesin cuci. Alih-alih jadi bersih dan wangi, barang tersebut malah cepat rusak dan akhirnya tidak bisa digunakan lagi.

    Ingin tahu apa saja barang-barang yang jangan dicuci menggunakan mesin cuci? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Barang-barang Ini Jangan Dicuci Pakai Mesin Cuci

    Walau berfungsi untuk mencuci pakaian, tetapi tidak semua pakaian ataupun barang di rumah dapat dicuci di mesin cuci. Dilansir situs Better Homes & Gardens, Senin (17/11/2025), berikut sejumlah barang yang jangan dicuci menggunakan mesin cuci.

    1. Sepatu Kulit dan Suede

    Tidak masalah jika mencuci sepatu di mesin cuci, tetapi ada beberapa jenis bahan sepatu yang dilarang, seperti sepatu kulit dan suede. Sebab, sepatu jenis ini bisa rusak jika direndam dalam air sehingga perlu metode yang tepat untuk mencucinya.

    Sedangkan jenis sepatu yang terbuat dari kanvas, katun, nilon, atau poliester masih aman dicuci pakai mesin cuci. Namun, tetap disarankan mencucinya secara manual menggunakan tangan.

    2. Sweater Kasmir

    Secara umum, banyak sweater yang aman dicuci dengan mesin cuci. Namun, sweater berbahan kasmir (bulu halus kambing) sebaiknya dicuci menggunakan tangan. Jika mencucinya pakai mesin cuci maka bisa merusak bahan sweater.

    3. Pakaian yang Hanya Bisa Dicuci Tangan

    Setiap pakaian memiliki care label atau label perawatan pakaian untuk mengetahui cara merawat baju dengan tepat. Nah, ada beberapa jenis pakaian yang tidak bisa dicuci menggunakan mesin cuci karena pakaian tersebut bisa mudah rusak.

    Agar pakaian lebih awet dan bisa digunakan dalam waktu lama, disarankan untuk mencucinya secara manual menggunakan tangan. Beberapa jenis pakaian juga disarankan untuk dicuci tanpa air atau dry cleaning.

    4. Pakaian Berbahan Sutra dan Satin

    Pakaian yang menggunakan bahan sutra, satin, renda, atau sifon akan cepat rusak jika dicuci menggunakan mesin cuci. Sebab, bahan pakaian ini rentan tersangkut di mesin cuci atau menyusut.

    Pertimbangkan untuk mencuci pakaian secara manual daripada berisiko merusak baju. Kalau ragu, pakaian bisa dibawa ke penatu (laundry).

    5. Pakaian Berukuran Sangat Kecil

    Beberapa pakaian berukuran sangat kecil seperti kaus kaki bayi tidak disarankan dicuci menggunakan mesin cuci. Sebab, pakaian yang terlalu kecil berisiko dapat menyumbat saluran pembuangan air.

    Solusinya, masukkan pakaian berukuran kecil ke dalam kantong jaring agar bisa dicuci di mesin cuci. Selain lebih aman, cara ini juga dapat mencegah pakaian mudah rusak.

    6. Selimut Tebal dan Besar

    Mencuci selimut yang tebal dan besar sebaiknya jangan menggunakan mesin cuci di rumah. Sebab, beban yang berat dapat menghambat motor mesin cuci untuk bekerja secara optimal sehingga lebih cepat panas dan berpotensi rusak.

    Selain itu, beban yang berat membuat mesin cuci tidak mampu berputar secara maksimal sehingga selimut akan tetap kotor. Disarankan membawa selimut tebal ke laundry agar bisa dicuci secara bersih.

    Demikian enam barang yang sebaiknya jangan dicuci di mesin cuci. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Akhirnya Ketahuan Juga Alasan Mesin Cuci Bergetar Hebat dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Mesin cuci umumnya sedikit bergetar saat digunakan. Namun, jika mesin cuci kamu bergetar hebat, itu bukanlah hal yang wajar.

    Mesin cuci yang bergetar tak cuma membuat suara yang berisik tetapi juga bisa merusak mesin cuci lho!

    Namun, kamu tak perlu panik. Sebelum kamu tahu cara mengatasi mesin cuci bergetar kencang, cari tahu dulu penyebabnya.


    Mengutip dari The Spruce, Senin (29/1/2024), berikut penyebab mesin cuci bergetar kencang dan cara mengatasinya.

    Penyebab Mesin Cuci Bergetar Kencang

    Mesin cuci memiliki dua model bukaan, ada bukaan atas dan depan. Jika kamu mendapati mesin cuci dengan model tersebut bergetar dengan kencang, bisa jadi terjadi karena hal ini. Berikut beberapa hal dapat menyebabkan mesin cuci bergetar dan kamu dapat menemukan cara untuk memperbaiki masalah tersebut.

    1. Tidak Berada Pada Permukaan yang Rata

    Mesin cuci punya kaki dengan bantalan karet yang berguna agar tidak bergerak atau bergeser. Saat pertama kali menyetel mesin, penting untuk memastikan bahwa keempat kaki mesin cuci menapak dengan baik dan berada dalam permukaan lantai yang rata.

    Jika mesin cuci kamu sering bergetar kencang, kamu dapat mengatasinya dengan sedikit mengangkat mesin hingga rata dan kaki yang salah dapat menyesuaikan diri pada permukaan lantai.

    2. Beban Cucian yang Tak Seimbang

    Untuk jenis cucian yang punya ukuran besar selimut atau seprai dapat membebani satu sisi mesin cuci, sehingga membuat mesin cuci kehilangan keseimbangan dan menyebabkannya bergetar. Untuk mengatasinya, kamu dapat menambahkan satu atau lebih handuk secara bersamaan untuk menyeimbangkan kembali berat beban di dalam mesin cuci.

    3. Penyangga Lantai Tak Cukup Kuat

    Agar mesin cuci dapat berdiri dengan lebih kokoh, stabil, dan meminimalkan getaran, kamu dapat menambahkan penyangga. Jika tidak memungkinkan untuk menambahkan penyangga, kamu dapat menaruh papan kayu lapis berukuran 2,5 cm di bawah kedua peralatan untuk meningkatkan stabilitas lantai.

    Jika cara ini tidak ampuh, kamu dapat menggunakan bantalan anti-getaran ukuran kecil untuk mesin cuci yang dijual di pasaran. Dengan cara tersebut, diharapkan mesin cuci akan berhenti bergetar kencang.

    Demikian penyebab mesin cuci bergetar kencang dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Pembuangan Air Mesin Cuci Mampet dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Pernahkah kamu mengalami pembuangan air mesin cuci yang mampet atau tersumbat. Tentunya, hal ini sangat mengganggu dalam proses mencuci pakaian dan bahan kain lainnya.

    Penyebab Pembuangan Mesin Cuci Macet

    Penyebab pembuangan air mesin cuci mampet bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, ada baiknya kamu memahami apa saja yang dapat menyebabkan pembuangan air mesin cuci mampet agar tahu bagaimana cara mengatasinya.

    Dilansir dari Aqua Elektronik, Selasa (13/2/2024), berikut ini adalah beberapa penyebab pembuangan air mesin cuci mampet dan cara mengatasinya.


    Penyebab pembuangan air mesin cuci mampet bisa karena saringan kotoran mesin cuci yang berfungsi menyaring kotoran pada saat proses pencucian. Agar dapat berfungsi dengan maksimal, kamu perlu rajin membersihkan saringan kotoran mesin cuci. Namun, apabila saringan kotoran mesin cuci tidak pernah dibersihkan, kotoran dapat menumpuk dan menyebabkan air mampet.

    2. Selang Pembuangan Air Tersumbat

    Penggunaan mesin cuci yang terus-menerus dapat membuat kotoran dari pakaian mengendap di bagian dalam selang.

    Jika tidak pernah dibersihkan, maka selang pembuangan air mesin cuci dapat tersumbat. Selain kotoran, kebiasaan menggulung selang pembuangan air juga dapat menyebabkan pengeluaran air jadi terhambat.

    3. Terdapat Benda Kecil yang Menyumbat Saluran Pembuangan Air

    Sebelum mencuci pakaian menggunakan mesin cuci, pastikan tidak ada barang padat seperti uang koin yang belum dikeluarkan dari saku atau kantong baju maupun celana. Sebab, barang-barang kecil tersebut dapat menyumbat saluran pembuangan air mesin cuci.

    Klep atau katup pada mesin cuci berfungsi untuk menguras (drain). Oleh karena itu, bagian ini harus selalu terjaga kebersihannya.

    Jika terdapat tumpukan kotoran di klep atau katup, pengurasan tidak bisa berlangsung secara maksimal dan menyebabkan pembuangan air mesin cuci mampet.

    Tips Mengatasi Pembuangan Air Mesin Cuci Mampet

    Untuk mencegah pembuangan air mesin cuci mampet kamu dapat melakukan perawatan secara rutin. Berikut tips yang dapat kamu lakukan.

    Langkah pertama yaitu melakukan pemeriksaan, jika kamu melihat air yang keluar melalui saluran pembuangan hanya sedikit atau sebaliknya, air justru mengalir keluar dari mesin cuci. Sebelum itu, kamu matikan dulu arus listrik ke mesin cuci terlebih dahulu demi keamanan.

    Kemudian, bersihkan klep atau katup mesin cuci secara berkala agar terhindar dari kotoran yang menumpuk. Kalau karet klep sudah keras, sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Hal ini penting dilakukan agar karet dapat menutup saluran air dengan baik.

    Jangan lupa untuk mengganti per atau pegas klep yang sudah berkarat atau rusak. Dengan begitu, fungsi per untuk menekan karet klep sehingga dapat menutup saluran air dapat tetap optimal.

    Bersihkan saringan kotoran mesin cuci secara rutin, pastikan pakaian yang akan dicuci sudah bebas dari benda-benda seperti tisu, koin, pulpen, struk, dan benda kecil serta padat lainnya yang bisa berpotensi menyumbat saluran pembuangan mesin cuci.

    Jika pakaian yang akan dicuci sangat kotor, sebaiknya direndam terlebih dahulu untuk mengangkat kotorannya. Dengan demikian, risiko penyumbatan akibat kotoran dari pakaian bisa dikurangi.

    Demikian penyebab dan cara mengatasi pembuangan air mesin cuci bisa mampet atau tersumbat. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisakah Mesin Cuci Dicuci? Begini Tutorial Lengkapnya


    Jakarta

    Bisakah mesin cuci dicuci? Pertanyaan itu bisa saja muncul di benak detikers saat menggunakan mesin cuci.

    Jawabannya, bisa. Justru mesin cuci harus dicuci atau dibersihkan agar pakaian yang dicuci di dalamnya tetap bersih. Namun, perlu diingat yang dimaksud dicuci di sini bukan berarti mesin cuci dibersihkan dengan diguyur air ya detikers, ada caranya tersendiri untuk mencucinya.

    Membersihkan mesin cuci bisa mencegah penumpukan kotoran, jamur, sisa detergen hingga endapan mineral dari air yang digunakan. Sebagai informasi, mesin cuci yang memiliki pintu di bagian atas harus dibersihkan setidaknya 2 kali dalam setahun.


    Apabila kamu tinggal di daerah dengan air sadah, maka kamu harus membersihkannya setiap 3 bulan sekali untuk mencegah adanya endapan mineral. Sementara itu, jika kamu menggunakan mesin cuci dengan pintu depan harus membersihkannya setiap bulan.

    Mesin cuci harus lebih sering dibersihkan apabila pakaian yang dicuci sangat kotor atau kamu tinggal di daerah yang panas dan lembab di mana jamur akan lebih sering menjadi masalah. Selain membersihkan tabung mesin cuci, setiap dispenser atau tempat menaruh sabun juga harus dibersihkan setiap 4-6 minggu sekali agar tetap berfungsi dengan baik.

    Lantas bagaimana cara membersihkan mesin cuci? Dilansir dari The Spruce, Kamis (15/2/2024) berikut ini caranya.

    Bahan yang Dibutuhkan

    1. Untuk mesin cuci pintu atas

    – 1 liter pemutih klorin

    2. Untuk mesin cuci pintu depan

    – 1/2 cangkir pemutih klorin

    – Hidrogen peroksida (opsional)

    3. Untuk dispenser mesin cuci

    – 1 cangkir cuka putih

    Alat-alat yang dibutuhkan

    1. Untuk Mesin Cuci Pintu Atas

    – Air panas

    – Gelas pengukur

    2. Untuk Mesin Cuci Pintu Depan

    – Kain lembut

    – Gelas pengukur

    – Air hangat

    3. Untuk Dispenser Mesin Cuci

    – Gelas pengukur

    – Sikat botol kecil (opsional)

    Cara Membersihkan Mesin Cuci Pintu Atas

    Untuk membersihkan mesin cuci pintu atas, pastikan tidak ada cucian maupun detergen di dispenser mesin cuci. Perlu diperhatikan, pastikan tidak menambahkan pemutih dan cuka dalam waktu bersamaan karena bisa menghasilkan gas klorin beracun yang sangat berbahaya. Buka pintu atau jendela atau nyalakan exhaust fan agar memiliki ventilasi yang baik.

    1. Isi Air Panas ke dalam Mesin Cuci

    Gunakan pengaturan mesin cuci untuk mengisi tabung mesin cuci dengan air panas, hentikan sebelum masuk proses penggilingan. Gunakan pengaturan suhu terpanas di mesin cuci kamu.

    2. Tambahkan Klorin Pemutih

    Tambahkan 1 liter klorin pemutih ke dalam air panas tanpa detergen.

    3. Jalankan Siklus Cuci Lengkap

    Biarkan mesin cuci menjalankan siklus pencucian dan putaran terlama sehingga mesin dapat membilas dan mengeringkan sepenuhnya. Pastikan pemutih telah hilang seluruhnya sebelum langkah berikutnya.

    4. Isi Lagi dengan Air Panas

    Gunakan pengaturan mesin cuci untuk mengisi tabung mesin cuci dengan air panas, hentikan sebelum masuk proses penggilingan.

    5. Jalankan Siklus Cuci Lengkap

    Biarkan mesin cuci menjalankan siklus pencucian dan putaran terlama sehingga mesin dapat membilas dan mengeringkan sepenuhnya.

    Cara Membersihkan Mesin Cuci Pintu Depan

    1. Tambahkan Klorin Pemutih ke Dispenser

    Tambahkan 1/2 cangkir pemutih ke wadah detergen pada laci dispenser mesin cuci. Lalu, isi kompartemen dispenser pemutih dengan pemutih klorin hingga tingkat tertinggi.

    2. Jalankan Siklus Normal Mesin Cuci

    Atur mesin cuci untuk menjalankan siklus normal dengan air hangat.

    3. Lap Segel dan Pintu

    Setelah siklus selesai, gunakan kain lembut yang dapat menyerap untuk mengeringkan sekitar bukaan pintu mesin cuci, paking fleksibel, dan kaca pintu. Ini akan membantu memastikan sisa jamur (yang mungkin terbunuh oleh pemutih) dapat dihilangkan.

    Cara Membersihkan Dispenser Mesin Cuci

    Dispenser mesin cuci perlu dibersihkan secara teratur. Terlalu banyak detergen menyebabkan busa meluap sementara terlalu banyak cairan pelembut bisa meninggalkan noda biru atau berminyak pada pakaian dan pemutih justru bisa merusak pakaian berwarna. Berikut ini cara membersihkan dispenser mesin cuci.

    1. Pastikan tidak ada pakaian di dalam mesin cuci

    2. Panaskan 1 cangkir cuka putih di dalam microwave atau panci kecil

    3. Bersihkan dispenser mesin cuci

    Tuang cuka yang sudah dipanaskan ke dalam dispenser dan dimakan beberapa menit. Kamu juga bisa menggunakan 1 cangkir hidrogen peroksida yang tidak dipanaskan alih-alih cuka putih yang dipanaskan.

    4. Jalankan siklus normal pada mesin cuci

    Selanjutnya, jalankan mesin cuci dengan siklus normal. Cuka akan masuk ke dalam air cucian dan akan membantu menghilangkan penumpukan kotoran sebelum dibilas.

    5. Bersihkan dispenser yang bisa dilepas

    Jika kamu punya dispenser yang bisa dilepas, rendam di dalam cuka hangat dan bersihkan dengan air bersih. Lalu taruh kembali di dalam mesin cuci. Jika dispenser tidak bisa dilepas, bersihkan dengan sikat botol.

    Selain dengan cara di atas, kamu juga bisa membersihkan mesin cuci dengan larutan cuka dan air. Dilansir dari Cleanipedia, berikut ini caranya.

    Membersihkan Mesin Cuci dengan Larutan Cuka

    Siapkan Alat dan Bahan Pembersih

    Ada beberapa alat dan bahan yang perlu Kamu siapkan untuk membersihkan mesin cuci secara berkala ini di antaranya seperti cuka, soda kue, kain mikrofiber, dan sikat gigi bekas.

    Isi Tabung dengan Air Panas

    Langkah pertama, kamu dapat membersihkannya dengan mengosongkan bagian tabung lalu isi dengan air panas. Nyalakan mesin cuci seperti proses mencuci biasa, kemudian buang air di dalamnya.

    Beri Larutan Cuka

    Setelah proses pembersihan dengan air panas selesai, kamu bisa gunakan bahan khusus berupa campuran satu liter cuka dengan air.

    Sesuaikan jumlah denda yang bisa masuk ke mesin cuci. Cuka sangat dianjurkan untuk menjadi pembersih mesin cuci karena efektif membersihkan residu sabun dan kotoran di dalam tabung mesin cuci tanpa merusak bagian dalam tabung.

    Biarkan mesin cuci terisi larutan cuka sekitar satu jam, kemudian kamu bisa menyalakan mesin cuci seperti kegiatan mencuci biasa. Jika sudah selesai kamu bisa buang sisa larutan cuka.

    Bersihkan sudut dan sela tabung mesin cuci

    Kamu juga perlu membersihkan tiap sudut dan sela tabung guna pembersihan yang optimal. Kamu bisa menggunakan sikat gigi bekas untuk membersihkan area tepian yang sulit dibersihkan.

    Lap Menggunakan Kain Mikrofiber

    Setelah membuang larutan cuka dan menunggu sampai bagian dalam tabung kering, kamu dapat mengelapnya menggunakan kain mikrofiber. Selain bagian dalam tabung, pastikan juga Kamu mengelap bagian permukaan luar mesin cuci agar terlihat tetap kinclong.

    Itulah cara membersihkan mesin cuci. Semoga bermanfaat!

    (abr/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Praktis Membersihkan Mesin Cuci


    Jakarta

    Setelah pemakaian jangka panjang, pasti kamu akan menemukan kotoran menumpuk di dalam mesin cuci. Kotoran tersebut tidak lain berasal dari noda atau debu dari handuk, pakaian, dan sprei kamu yang tadinya kotor.

    Tidak hanya sisa deterjen yang bisa menumpuk, tapi juga endapan air sadah dan jamur atau lumut di sekitar tutupnya. Faktor ini membuat pakaian yang keluar dari mesin cuci berbau apek.

    Agar pakaian tetap bersih dan tidak berbau, kamu bisa coba cara berikut. Langkah ini bisa untuk mesin cuci penutup atas dan penutup depan.


    Langkah Pertama

    Lap bagian dalam mesin cuci dengan kain lembab setiap selesai dipakai, agar tidak terjadi penumpukan deterjen. Setiap beberapa bulan sekali, bersihkan bagian dalam mesin cuci dengan air panas dan sabun lalu biarkan sampai mengering.

    Langkah Kedua

    Dilakukan pencucian dengan air panas (60°C atau lebih tinggi) tanpa pakaian atau deterjen di dalam mesin sebulan sekali. Hal ini guna menghindari bakteri dan jamur. Dilansir dari Good Housekeeping, Senin (11/3/2024) direkomendasikan menggunakan pembersih mesin cuci khusus setiap tiga sampai enam bulan, ini memastikan kotoran yang bisa dan tidak bisa terlihat akan hilang, sehingga mesin cuci kamu tetap higienis dan tidak berbau.

    Langkah Ketiga

    Rutin membersihkan dan memeriksa saringan pembuangan mesin cuci. Terkadang, air juga bisa mengendap di dasar mesin cuci dan menimbulkan bau tak sedap. Gunakan selang pembuangan bawaan yang disediakan dan turunkan ujungnya ke dalam ember untuk menampung airnya.

    Langkah Keempat

    Lap segel drum dengan larutan pemutih. Langkah ini bisa dipraktekan setiap selesai mencuci agar bakteri dan jamur tidak menumpuk. Kamu harus memastikan drumnya kering sebelum memasukkan cucian lainnya biar tidak menyisakan pemutih di pakaianmu.

    Langkah Kelima

    Saat tidak dipakai, biarkan penutup mesin cuci sedikit terbuka. Hal ini dilakukan agar tetap ada sirkulasi udara dan menghindari adanya pertumbuhan bakteri.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencuci Bantal dengan Mesin Cuci


    Jakarta

    Bisakah bantal dicuci? Pertanyaan tersebut biasanya sering keluar ketika kita sedang membersihkan kasur di kamar. Hal yang umum dilakukan ketika membersihkan kasur adalah cukup dengan mengganti/mencuci sprei dan menjemur bantalnya saja.

    Masih banyak orang yang khawatir ketika ingin mencuci bantal, dengan alasan bantalnya akan rusak atau bahkan mesin cucinya yang akan rusak.
    Alasan tersebut menjadi dilema hampir semua orang ketika sedang membersihkan kasur, sehingga banyak orang yang lebih memilih untuk mengganti bantal dengan yang baru ketika terasa sudah kotor.

    Melansir dari consumerreports.org, bantal juga sebaiknya dicuci sebanyak 2 kali setiap tahunnya. Seiring berjalannya waktu, rambut, sel kulit mati, keringat, dan air liur akan menumpuk pada bantal, Hal ini akan memancing pertumbuhan bakteri dan kutu kecil yang akan mengganggu kesehatanmu.


    Cara Merawat Bantal

    Tentunya, tidak hanya dengan mencucinya saja, bantal juga perlu perawatan rutin. Bila kamu ingin mempunyai bantal yang awet dan sehat, kamu bisa menepuk-nepuk bantal tersebut setiap harinya dengan tujuan untuk menjaga agar bantal tetap empuk dan bersih dari debu.

    Selanjutnya, kamu juga bisa menjemur bantal tersebut minimalnya sebulan sekali di tempat yang berangin dan dibawah sinar matahari langsung.

    Bila kamu menggunakan bantal tipe latex atau memory foam, kamu bisa menggunakan mesin pengering tanpa pemanas, tujuannya agar angin sejuk menembus pori-pori bantal tersebut dan menjadikannya kembali mengembang.

    Cara Mencuci Setiap Tipe Bantal Tertentu

    – Bantal Bulu Unggas

    Hampir semua bantal tipe bulu unggas bisa dicuci dengan mesin cuci, air yang digunakan adalah air dingin yang dicampur sedikit detergen. Pastikan kamu mengeringkan bantal di tempat yang berangin dan bersuhu rendah, karena suhu tinggi bisa merusak bantal bulu unggas.

    – Bantal Memory Foam atau Latex

    Beberapa bantal latex bisa dicuci dengan mesin cuci, tetapi sebaiknya kamu tidak menggunakan cara tersebut. Untuk mencuci bantal latex, kamu cukup membersihkannya dengan penyedot debu, dan mengelapnya dengan kain yang dibasahi dengan air yang dicampur sedikit detergen saja.

    Untuk mengeringkannya kamu hanya perlu meletakkannya di tempat yang berangin, dan jauhkan dari panas dan sinar matahari langsung.

    – Polyester

    Bantal polyester adalah tipe yang umum digunakan masyarakat Indonesia. Cara mencucinya bisa dengan mesin cuci, gunakan air hangat dan satu sendok detergen cair. Cara mengeringkannya cukup dengan menjemurnya di tempat berangin.

    – Bantal Biji Buckwheat

    Yang terakhir adalah bantal biji buckwheat. Untuk membersihkan bantal ini kamu perlu memisahkan isi biji buckwheat ke tempat lain, biji ini nantinya cukup kamu jemur dibawah sinar matahari langsung saja. Sedangkan sarung bantalnya bisa kamu cuci bersama dengan pakaian lain.

    Cara Mencuci dan Mengeringkan Bantal dengan Mesin Cuci

    Ketika mencuci dengan mesin cuci, hal pertama yang perlu kamu perhatikan adalah keseimbangan mesin cuci.

    Bila kamu ingin mencuci bantal dengan mesin cuci, kamu bisa menambahkan isi mesin cuci tersebut dengan selimut atau sprei untuk menyeimbangkan mesin cuci. Sedangkan untuk jumlah air, suhu dan banyaknya detergen bisa kamu sesuaikan dengan poin diatas.

    Begitu juga bila kamu ingin menggunakan pengering mesin cuci agar bantal bisa kering lebih cepat.

    Saat menggunakan pengering mesin cuci, kamu juga perlu menyeimbangkan isinya. Selain itu, kamu juga perlu menyesuaikan suhunya sesuai dengan poin diatas. Untuk bantal bulu unggas, kamu tidak boleh menggunakan pemanas.

    Seberapa Sering Kamu Bantal Harus Dicuci?

    Menurut para ahli, kamu harus mencuci bantal seminimalnya 2 kali dalam setahun, lebih baik lagi bila kamu mampu untuk mencucinya sebanyak 4 kali dalam setahun.

    Itu dia jawaban mengenai dilema kamu untuk mencuci bantal. Sekarang kamu seharusnya sudah tahu ya kalau bantal itu sebenarnya bisa dan bahkan harus dicuci. Semoga bermanfaat ya!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Mencuci Baju Supaya Tetap Awet Nggak Cepat Rusak


    Jakarta

    Pengin baju kamu tahan lama? Sebaiknya perhatikan cara cuci baju yang benar supaya bahannya nggak cepat rusak. Sayang sekali kalau baju sampai rusak akan rugi uang, apalagi kalau itu pakaian favoritmu.

    Ada berbagai cara mencuci baju tergantung pada tipe bahan yang digunakan. Kalau sampai salah, baju bisa berubah bentuk atau warna.

    Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan saat mencuci baju agar tahan lebih lama, dilansir dari TCL, Minggu (19/5/2024).


    Tips Cuci Baju dengan Benar

    1. Cek Label Baju

    Pastikan membaca label pakaian untuk mengetahui cara cuci baju yang tepat. Kamu bisa menemukan informasi tentang metode pencucian, temperatur, sabun, hingga larangan.

    2. Mesin Cuci Jangan Kepenuhan

    Jika menggunakan mesin cuci, sebaiknya jangan mengisinya terlalu penuh. Banyak orang masih melakukan ini untuk menghemat waktu. Padahal mesin cuci yang kepenuhan lama-lama bisa merusak baju dan mesin cuci.

    Mesin cuci yang penuh berarti pakaian memiliki ruang gerak yang sempit, sehingga proses pencucian mungkin kurang maksimal. Lebih dari itu, baju akan akan cepat rusak karena lebih banyak gesekan.

    3. Pakai Deterjen Secukupnya

    Gunakan takaran deterjen yang tepat setiap kali cuci baju dengan membaca label pada kemasan. Terlalu banyak deterjen akan meninggalkan residu di pakaian dan mesin cuci. Sedangkan terlalu sedikit deterjen akan membuat baju masih kotor dan tidak awet.

    4. Pakai Air Dingin

    Terkadang orang-orang menggunakan air panas untuk mencuci baju dengan lebih higienis. Cara ini sebenarnya dapat membuat pakaian menyusut.

    Akan lebih baik kalau mencuci baju dengan air dingin yang tidak merusak kualitas pakaian. Namun, kamu bisa saja menggunakan air hangat untuk sebagian besar pakaian, tapi hindari air panas atau mendidih.

    5. Lindungi Pakaian Halus

    Saat mencuci baju berbahan halus, sebaiknya pisahkan dari pakaian lain menggunakan kantong jaring atau mesh bag. Hal ini bisa membantu melindungi baju agar tidak berubah bentuk.

    Pakaian halus itu seperti pakaian dalam, kaus kaki, dan stocking atau pakaian yang bahannya rawan rusak seperti sutra dan wol.

    6. Jemur Pakaian

    Meskipun sebagian orang tidak masalah menggunakan pengering, ada banyak manfaat menjemur pakaian. Selain hemat energi dan uang, kamu bisa mengurangi kerutan, mencegah pemudaran warna, dan menjaga umur pakaian. Namun, jangan menjemur baju yang berat seperti sweater hanya dengan satu gantungan ya.

    Itulah cara mencuci baju dengan benar agar bisa tahan lama. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com