Tag: mesin cuci piring

  • Untung-Rugi Pakai Mesin Cuci Piring, Wajib Tahu!


    Jakarta

    Mencuci piring merupakan tugas harian yang kerap kali dihindari oleh banyak orang. Mulai dari panci kotor hingga gelas berserakan, proses mencuci piring dianggap melelahkan dan memakan waktu.

    Berkat kemajuan teknologi, sekarang terdapat mesin yang bisa membantu kita dalam mencuci piring. Namun, sebelum memutuskan untuk memakai mesin cuci piring, kamu harus mengetahui keuntungan dan kerugiannya. Hal ini penting untuk mengetahui apakah kamu harus memakai mesin cuci piring atau tidak.

    Melansir situs Wellingtons Home Electrical, Jumat (19/1/2024), berikut untung-rugi memakai mesin cuci piring yang wajib kamu ketahui.


    Keuntungan Memakai Mesin Cuci Piring

    1. Hemat Waktu

    Di era modern ini, waktu adalah aset berharga. Mencuci piring setiap hari mungkin bukan penggunaan waktu yang efisien. Mesin cuci piring mengubah paradigma ini dengan proses pembersihan yang lebih cepat. Hal ini memungkinkan kamu menghemat banyak waktu saat mencuci piring.

    2. Kebersihan Maksimal

    Mesin cuci piring membuat piring yang benar-benar bersih. Berkat teknologi modern, mesin ini mencuci dan membilas piring dan peralatan makan lainnya dengan cermat dan menghasilkan piring berkilau tanpa kuman dan kotoran yang tersisa.

    3. Hemat Air

    Meskipun terdengar paradoks, mesin cuci piring seringkali bisa menghemat air. Hal ini terutama jika kamu terbiasa mengalirkan air saat mencuci untuk membilas piring. Teknologi terbaru membantu mengurangi konsumsi air dan listrik sehingga menjadikannya solusi yang efisien.

    4. Keamanan

    Pecahnya gelas atau luka tangan saat mencuci piring bukanlah hal yang asing. Mesin cuci piring menjadi pilihan yang lebih aman untuk meminimalisasi potensi kecelakaan saat mencuci dan menggosok piring.

    5. Perlindungan untuk Tangan

    Air panas, cairan pencuci piring, dan bakteri bisa merusak kulit tangan. Mesin cuci piring membuatmu tidak perlu menyentuh air secara langsung saat mencuci piring sehingga bisa menjaga tangan tetap aman.

    Kerugian Memakai Mesin Cuci Piring

    1. Konsumsi Listrik

    Satu-satunya kerugian dari penggunaan mesin cuci piring yang paling mencolok adalah penggunaan energi listrik. Mesin cuci piring membutuhkan daya setiap kali dijalankan. Namun, dengan pilihan perangkat yang semakin hemat energi, kerugian ini bisa diminimalkan.

    2. Kebutuhan Ruang

    Meskipun hadir dalam berbagai ukuran, mesin cuci piring tetap memerlukan ruang. Beberapa dapur mungkin tidak memiliki ruang yang cukup untuk menampungnya.

    Apakah Kamu Memerlukan Mesin Cuci Piring?

    Dengan segala untung-rugi yang telah diuraikan, pertanyaan kunci adalah apakah kamu memerlukan mesin cuci piring? Mesin cuci piring bisa menghemat waktu dan meminimalisasi kegiatan harian yang melelahkan. Di sisi lain, mesin cuci piring juga memerlukan energi listrik dan ruang yang cukup untuk diletakkan di dapur. Pilihan antara perlu atau tidaknya mesin cuci piring tergantung dari tingkat urgensi yang kamu miliki setelah mengetahui untung-rugi tersebut.

    Demikianlah untung-rugi memakai mesin cuci piring di rumah yang wajib kamu ketahui. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Dishwasher? Kenali Jenis dan Cara Pemakaiannya Dulu


    Jakarta

    Memiliki dapur modern akan lebih keren jika peralatannya juga modern. Salah satunya adalah dishwasher atau alat pencuci piring otomatis. Mencuci piring bisa lebih mudah menggunakan alat ini.

    Tapi sebelum membeli dishwasher, kamu sebaiknya membaca artikel ini terlebih dahulu untuk tahu jenis dan cara pemakaiannya.

    Jenis-jenis Dishwasher

    Jenis dishwasher bisa dibedakan berdasarkan sistem instalasinya. Pada jenis standar, biasanya dishwasher disambungkan secara permanen ke pipa air. Tapi kini juga ada dishwasher portabel yang hanya membutuhkan keran wastafel.


    Berikut ini jenis-jenis dishwasher yang dikutip dari situs Whirlpool:

    1. Permanen atau Bawah Meja

    Mesin pencuci piring built-in (permanen) atau under counter (bawah meja) adalah jenis dishwasher yang paling umum. Jenis ini biasanya ada dua ukuran berbeda, yaitu berukuran 24 inci dan 18 inci.

    Dishwasher ini memiliki kelebihan, yaitu tidak membutuhkan ruang konter dan ruang lantai yang digunakan pun minimal. Fitur dishwasher ini biasanya lebih banyak, seperti pengaturan pencucian, pengeringan khusus, dan kapasitas yang lebih besar.

    Karena tidak tersambung dengan keran wastafel, maka keberadaannya tidak mengganggu fungsi wastafel jika digunakan bersamaan.

    2. Portabel

    Dishwasher portabel sangat cocok buat kalian yang tinggal di tempat tinggal kecil, seperti apartemen, kos, atau RV (rumah mobil).

    Mesin ini tidak memerlukan sambungan pipa sendiri, melainkan mengandalkan adaptor keran yang terhubung ke wastafel. Biasanya tersedia beberapa ukuran, dari 24 inci, 18 inci, hingga yang lebih kecil.

    Kelebihannya, kamu bisa membawa dishwasher ini ke mana pun. Tipe permukaan dishwasher seperti balok kayu, menjadikan dishwasher bisa digunakan sebagai meja atau fungsi lain. Selain itu, harga mesin cuci piring portabel biasanya lebih murah daripada built-in.

    3. Terintegrasi atau Siap Pakai

    Tipe ketiga juga mirip built-in. Dishwasher ini memungkinkan kamu menambahkan tampilan lebih personal ke dapur. Mesin ini siap dipasang di panel kompatibel dengan eksterior khusus yang dapat disesuaikan dengan lemari kabinet.

    Kelebihan tipe ini adalah kamu bisa menciptakan tampilan yang kohesif dengan kabinet yang ada. Model dishwasher ini membuat tampilan dapur lebih halus karena tidak berbentuk industrial. Fiturnya juga cukup banyak seperti tipe built-in.

    Cara Pemakaian Dishwasher

    Cara pemakaian dishwasher bisa dibagi menjadi tiga, yaitu cara memasukkan piring ke dishwasher, cara menjalankan mesin, dan cara membersihkan dishwasher. Berikut ini cara pemakaian dishwasher yang dikutip dari situs IFB:

    Memuat Piring ke Dishwasher

    Yang pertama, kalian harus tahu bagaimana cara memasukkan atau memuat piring dan peralatan lain ke dishwasher.

    1. Bilas Peralatan

    Sebelum memasukkan ke dishwasher, buang terlebih dahulu sisa makanan dan bilas sedikit dengan air untuk memastikan tidak ada makanan yang menempel. Sisa makanan nantinya bisa menyumbat, seperti sisa makanan di saluran wastafel.

    2. Masukkan ke Rak Bawah

    Rak dishwasher bagian bawah sebaiknya digunakan untuk peralatan yang lebih besar, seperti wajan, panci, dan piring besar.

    Letakkan piring di tempat piring. Letakkan secara terbalik agar air bisa terbuang habis, dan hadapkan ke nosel semprotan agar lebih optimal.

    Piring baja tahan karat India (yang ujungnya lebih besar) harus ditempatkan di rak bergantian agar air bisa mengalir di kedua sisinya.

    Peralatan perak dan baja tahan karat jangan sampai bersentuhan, karena bisa menimbulkan reaksi kimia selama pencucian piring.

    3. Masukkan ke Rak Atas

    Rak dishwasher bagian atas digunakan untuk peralatan yang lebih kecil, seperti mangkuk, mug, cangkir, gelas, dan piring kecil. Peralatan ini juga harus diletakkan terbalik dan miring agar terkena air secara menyeluruh.

    Jika ada tempat khusus sendok dan garpu, letakkan di sana. Namun jika tak ada, letakkan di rak paling atas.

    4. Pakai Deterjen dengan Benar

    Gunakan deterjen khusus yang direkomendasikan. Gunakan dengan takaran yang pas sesuai petunjuk pemakaian. Jangan menambahkan takaran meskipun piring lebih kotor dari biasanya, karena dikhawatirkan menyisakan residu di piring.

    Pakai juga garam pencuci piring sesuai petunjuk. Jika menggunakan tablet dishwasher, gunakan hanya satu tablet untuk setiap kali pencucian. Jangan pernah memakai sabun cuci piring biasa di dishwasher.

    5. Tips

    • Baca petunjuk pemakaian tentang bahan-bahan peralatan yang tidak boleh dipakai, misalnya kayu, plastik casserole, aluminium, tembaga, perak, emas, dan perunggu.
    • Masukkan alat-alat ringan dengan hati-hati karena bisa bergeser dan merusak alat lain.
    • Jangan memasukkan peralatan masak antilengket, kecuali ada label bahwa peralatan tersebut aman untuk dicuci di dishwasher.
    • Jangan membebani dishwasher secara berlebihan.

    Menjalankan Dishwasher

    Setelah memasukkan piring dan peralatan lain dengan benar, sekarang adalah cara menjalankan dishwasher.

    1. Pilih Siklus Paling Ringan

    Sebisa mungkin, gunakan siklus pencucian paling ringan, seperti mode pencucian ramah lingkungan atau pencucian cepat. Siklus ringan lebih menghemat energi dan membutuhkan lebih sedikit air.

    2. Jalankan Siklus Intens untuk Peralatan Kotor

    Untuk mencuci peralatan lebih kotor, gunakan siklus pencucian piring yang lebih intensif agar lebih optimal. Piring dengan noda membandel mungkin memerlukan program pencucian berat atau pencucian dengan suhu tinggi.

    3. Program Kering

    Program kering digunakan jika peralatan harus segera digunakan. Tapi jika tidak terburu-buru, lebih baik diamkan agar kering sendiri agar hemat listrik.

    4. Tips

    • Gunakan opsi ‘Half Load’ jika mesin berisi sedikit piring.
    • Peralatan akan mengering lebih baik di dalam dishwasher jika menggunakan rinse aid.
    • Tidak menggunakan rinse aid dapat menyebabkan noda air/bekas putih pada peralatan dan pengeringan kurang baik.
    • Salah memilih program bisa mempengaruhi hasil pencucian dan pengeringan.

    Membersihkan Dishwasher

    Kamu harus membersihkan dishwasher secara teratur. Caranya adalah seperti ini:

    1. Bersihkan Bagian Luar Dishwasher

    Yang pertama, bersihkan dulu bagian luar dishwasher. Bersihkan noda makanan, bekas jari, noda air, dll. Gunakan air sabun dan spons atau pembersih peralatan serbaguna.

    Namun, jangan semprotkan pembersih peralatan/pembersih kaca langsung ke arah dishwasher agar tidak merusak komponen elektronik. Semprotkan ke kain, handuk lap atau tisu, baru usap ke mesin.

    2. Bersihkan Filter

    Bersihkan juga filter. Bagian ini sangat penting untuk menghindari penyumbatan pada saluran pembuangan. Filter bawaan ini biasanya terletak di dekat rak bawah yang berfungsi mencegah sisa makanan besar menyumbat saluran.

    Jika dishwasher digunakan teratur, kamu harus membersihkan filter setidaknya 1-2 kali sebulan. Kotoran di filter bisa menimbulkan bau tak sedap.

    3. Bersihkan Aksesori dan Komponen

    Lepas komponen yang dapat dilepas, lalu cucilah di wastafel. Jika cukup kotor, bersihkan dengan sikat atau spons agar minyak dan lemak hilang.

    4. Bersihkan Secara Keseluruhan

    Gunakan kain atau tisu basah untuk menyeka sisa makanan, kotoran, dan debu dari bagian dalam dan bawah dishwasher.

    Kemudian letakkan cuka putih ke dalam cangkir atau mangkuk yang aman untuk dishwasher di rak paling atas, jalankan siklus terpanas dengan program pengeringan, biarkan mengering dengan sendirinya.

    Setelah siklus pembersihan berakhir dan mesin pencuci piring dikeringkan dengan udara, seka bagian dalamnya dengan kain lembut atau tisu dapur.

    5. Tips

    • Gunakan pengharum dishwasher berbahan alami dan aman untuk menghindari dan menghilangkan bau tak sedap.
    • Jika paking karet berjamur atau berlumut, lihat buku petunjuk untuk membersihkannya.
    • Beberapa pembersih dapat merusak paking.
    • Jangan gunakan pemutih untuk membersihkan dishwasher baja tahan karat karena akan merusaknya.

    Itulah tadi hal-hal yang harus kamu ketahui sebelum membeli dishwasher, mulai dari jenis, cara pemakaian, serta tipsnya.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com