Tag: metabolisme tubuh

  • Daftar Minuman yang Bantu Luruhkan Lemak, Cocok Diminum di Pagi Hari

    Jakarta

    Mengurangi lemak-lemak yang ada di perut tentunya membutuhkan kombinasi kebiasaan yang baik. Salah satunya adalah rutin mengonsumsi minuman sehat di pagi hari sebelum melakukan aktivitas harian.

    Beberapa minuman alami yang rutin dikonsumsi ketika pagi hari ternyata dapat memberikan efek yang baik bagi kesehatan, salah satunya adalah bisa membakar lemak. Dikutip dari India Times, berikut adalah beberapa kumpulan minuman alami yang bisa membantu mengecilkan pinggang.

    1. Air Lemon

    Minuman ini terbilang sederhana, namun memiliki khasiat yang luar biasa. Antioksidan dan vitamin C dalam lemon selain dapat memperkuat tubuh dan mendukung kesehatan kulit, ternyata mampu memperlancar detoksifikasi hati. Hal ini dapat meningkatkan kapasitas tubuh dalam metabolisme lemak.


    2. Teh Hijau

    Tak jauh berbeda dengan lemon, teh hijau juga dikenal dengan khasiatnya yang mampu meningkatkan metabolisme. Teh hijau mengandung catechins, terutama epigallocatechin gallate (EGCG) yang dapat meningkatkan laju pembakaran kalori dan lemak. Selain itu, teh hijau juga memiliki kafein yang mampu membantu meningkatkan energi dan konsentrasi seseorang.

    3. Cuka Apel

    Apple cider vinegar (ACV) dikenal mampu menurunkan gula darah, menekan rasa lapar, meningkatkan metabolisme tubuh, dan menurunkan berat badan. Asam asetat pada cuka apel diketahui dapat meningkatkan pembakaran lemak dan mengurangi penyimpanan lemak di perut.

    4. Teh Jahe

    Kandungan termogenik dalam jahe dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak dalam tubuh. Selain itu, teh jahe mampu mengatur rasa lapar dan mempercepat metabolisme seseorang. Sehingga, teh jahe akan berperan dalam proses ‘melelehkan’ lemak yang ada di perut.

    Teh jahe juga mampu mengurangi peradangan dan memperlancar pencernaan jika dikonsumsi rutin pada pagi hari. Selain itu, minuman ini dapat mengatasi perut yang kembung.

    5. Air Timun dan Daun Mint

    Minuman ini kaya akan serat dan kalori, sehingga dapat membantu menghidrasi dan mendetoksifikasi tubuh. Serat dan kalori dalam timun juga membantu seseorang merasa kenyang lebih lama. Ditambah dengan mint, yang berperan dalam memperlancar pencernaan dan menenangkan perut, sehingga mengurangi kembung dan mengecilkan perut bagian tengah.

    (dpy/dpy)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Jangan Asal Diet, Ini 3 Tanda ‘Red Flag’ Berat Badan Turun Terlalu Cepat

    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal tentu merupakan keinginan banyak orang. Tak heran, akhirnya masyarakat melakukan berbagai macam hal untuk bisa menurunkan berat badan.

    Penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat mengakibatkan hilangnya massa otot dan lemak secara signifikan. Penurunan massa otot ini bisa memperlambat metabolisme tubuh yang berdampak pada kemampuan untuk mempertahankan berat badan dalam jangka panjang.

    Berikut ini adalah beberapa tanda penurunan berat badan terjadi terlalu cepat dikutip dari Science Alert:


    1. BB Turun Lebih dari 1 Kg Tiap Minggu

    Kehilangan berat badan dengan cepat merupakan salah satu tanda diet yang dilakukan terlalu ekstrem dan membuat tubuh kehilangan terlalu banyak otot. Penurunan berat badan dengan cepat atau lebih dari 1 kg dalam seminggu menghasilkan penurunan massa otot yang lebih besar.

    Penurunan berat badan yang lambat dapat mempertahankan massa otot dengan lebih baik dan seringkali justru memberikan manfaat tambahan berupa hilangnya massa lemak lebih besar.

    Sebuah penelitian dilakukan pada dua kelompok orang dengan obesitas melakukan diet 500 kalori per hari selama lima minggu dan 1.250 kalori per hari selama 12 minggu.

    Pada akhir penelitian, kedua kelompok tersebut mendapatkan jumlah penurunan berat badan yang sama, namun kelompok diet 500 kalori per hari kehilangan massa otot secara signifikan.

    2. Muncul Rasa Kelelahan

    Ketika berat badan turun terlalu cepat, tubuh akan mulai merasa kelelahan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan masalah lain seperti lesu, sulit beraktivitas, sulit berolahraga, atau sekedar menyelesaikan pekerjaan rumah. Itu merupakan beberapa hal yang bisa menunjukkan tubuh mulai mengalami penurunan massa otot.

    Penelitian menunjukkan penurunan massa otot dapat berdampak negatif terhadap kinerja fisik tubuh.

    3. Suasana Hati Hancur

    Perubahan suasana hati juga dapat menjadi tanda tubuh mulai kehilangan massa otot. Perubahan ini meliputi perasaan cemas, stres, hingga risiko depresi.

    Sebuah penelitian yang dilakukan untuk melihat hilangnya otot akibat penuaan menemukan adanya dampak negatif terhadap kesehatan mental dan suasana hati. Hal ini diduga berasal dari hubungan antara massa otot yang rendah dan protein yang disebut neurotropin.

    Neurotropin yang membantu mengatur suasana hati dan perasaan sejahtera.

    Dikutip dari Healthline, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hilangnya massa otot ketika menurunkan berat badan:

    – Perbanyak konsumsi protein sehat.

    – Kurangi konsumsi lemak tak sehat.

    – Memperbanyak olahraga, utamanya angkat beban.

    – Hindari rencana makan dan olahraga yang terlalu ketat.

    – Jadwalkan waktu istirahat untuk berolahraga.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Kesalahan Saat Diet yang Malah Bikin Perut Makin Buncit, Segera Hentikan

    Jakarta

    Diet merupakan salah satu cara paling umum dan efektif untuk menurunkan berat badan. Namun, diet tidak bisa dilakukan asal-asalan loh.

    Pasalnya, mengadopsi kebiasaan diet yang salah justru dapat menghambat penurunan berat badan. Kebiasaan yang dikira ‘sehat’ malah membuat berat badan semakin membengkak.

    Dikutip dari Livestrong, berikut kesalahan paling umum saat diet yang bisa membuat berat badan tak kunjung turun.


    1. Asal-asalan minum smoothie

    Smoothie adalah salah satu minuman yang kerap dikonsumsi saat diet. Smoothie biasanya terbuat dari campuran buah, sayur, susu, biji-bijian, hingga gandum.

    Smoothie memang bisa menjadi tambahan yang sehat untuk diet. Namun jika dikonsumsi sembarangan, smoothie malah memberikan dampak buruk pada penurunan berat badan.

    Ahli gizi Amy Gorin, RDN mengungkapkan kesalahan saat membuat smoothie adalah menambahkan terlalu banyak bahan, sehingga menambah jumlah kalorinya.

    “Smoothie bisa menjadi makanan yang lezat dan seimbang. Di sisi lain, smoothie bisa saja mengandung hingga setengah kalori harian” ujarnya.

    Agar kandungan kalori dalam smoothie tetap terkendali, Gorin menyarankan untuk menggunakan satu jenis lemak sehat per porsi. Misalnya, menambahkan sepertiga alpukat, satu sendok makan selai kacang, atau seperempat cangkir kacang-kacangan.

    2. Terlalu membatasi makanan yang disukai

    Diet kerap ‘mewajibkan’ seseorang untuk tidak mengonsumsi makanan yang disukai. Namun, terlalu membatasi diri justru bisa memberikan dampak negatif terhadap penurunan berat badan.

    “Ini adalah pendekatan yang sering menjadi bumerang. Jika Anda menyukai kentang goreng, tetapi tidak boleh memakannya, akan sangat sulit untuk mengatasi larangan ini selamanya,” kata ahli diet dan nutrisi Samantha Cassetty, RD.

    Cassetty mengatakan sebenarnya tidak masalah untuk makan kentang goreng atau makanan apapun yang digemari. Menurutnya, hal terpenting dalam diet adalah konsistensi.

    “Jadi setelah makan burger atau kentang goreng pada hari Selasa, kembalilah ke kebiasaan sehat Anda pada waktu makan berikutnya,” imbuhnya.

    3. Mengkompensasi kelebihan makan dengan olahraga

    Godaan untuk mengonsumsi makanan yang tidak menyehatkan memang sulit dilawan, apalagi ketika sedang diet. Beberapa orang mungkin berpikir olahraga bisa mengenyahkan kalori usai bablas melahap makanan yang tidak sehat, akan tetapi faktanya tidak demikian.

    “Sebenarnya, olahraga hanya (berkontribusi) sekitar 20 persen dalam menurunkan berat badan. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, hasilnya akan jauh lebih efektif dengan membuat perubahan pada apa yang Anda makan,” kata Cassetty.

    Cassetty menambahkan olahraga juga bisa meningkatkan nafsu makan pada sebagian orang. Alhasil, mereka malah makan lebih banyak sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

    4. Mengurangi kalori secara drastis

    Defisit kalori memang menjadi salah satu metode paling efektif untuk menurunkan berat badan. Namun, penurunan asupan kalori yang terlalu drastis bisa memicu sejumlah gangguan kesehatan.

    “Anda membutuhkan kalori yang cukup untuk mendukung tingkat aktivitas harian Anda, termasuk olahraga. Saya yakin merasa sengsara, lapar, dan kekurangan energi bukanlah cara ideal untuk mencapai tujuan Anda,” tutur Gorin.

    Mengonsumsi terlalu sedikit kalori juga dapat berdampak buruk pada metabolisme tubuh. Hal ini dapat mempersulit penurunan berat badan, dan bahkan menyebabkan kegemukan.

    5. Mengadopsi tren diet yang salah

    Sekarang ini, ada banyak tren diet yang diklaim ‘manjur’ menurunkan berat badan. Akan tetapi, metode diet yang efektif untuk satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain.

    “Saya mengingatkan orang-orang bahwa hanya karena sahabat Anda berhasil menurunkan berat badan dengan mengikuti program tertentu, bukan berarti program itu tepat untuk Anda,” ucap Cassetty.

    Penelitian menunjukkan tidak ada metode diet terbaik yang berlaku untuk semua orang. Cassetty menyarankan orang-orang untuk memilih diet yang sesuai dalam hal jadwal, selera makan, dan preferensi agar mereka bisa menikmati proses penurunan berat badan tersebut.

    “Jadi sebaiknya ketahui apa yang penting bagi Anda dan apa saja pengorbanan yang mungkin ingin Anda lakukan, serta temukan cara menurunkan berat badan yang sejalan dengan nilai-nilai tersebut,” pungkas Cassetty.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 6 Cara Simpel Tingkatkan Metabolisme Biar Cepat Kurus, Termasuk Sering Berdiri

    Jakarta

    Metabolisme memainkan peran yang sangat penting dalam penurunan berat badan. Laju metabolisme yang tinggi dapat membakar kalori lebih cepat dan banyak, sehingga mencegah kalori disimpan sebagai lemak dalam tubuh.

    Sebaliknya, metabolisme yang lambat membuat tubuh membakar lebih sedikit kalori. Akibatnya, kelebihan kalori disimpan dalam bentuk lemak dan menyebabkan kenaikan berat badan.

    Maka dari itu, seseorang yang ingin menurunkan berat badan perlu meningkatkan laju metabolismenya untuk membakar kalori dan mencegah penumpukan lemak.


    Dikutip dari Healthline, berikut cara meningkatkan metabolisme tubuh agar cepat kurus.

    1.⁠ ⁠Konsumsi Makanan Tinggi Protein

    Saat makan, metabolisme tubuh akan meningkat selama beberapa jam. Ini disebut juga sebagai efek termal makanan (thermic effect of food), yaitu kondisi ketika tubuh membakar kalori ekstra menjadi energi untuk memproses makanan yang dikonsumsi.

    Dibandingkan karbohidrat dan lemak, protein dapat memicu peningkatan metabolisme lebih besar. Protein meningkatkan laju metabolisme 20-30 persen. Sementara, karbohidrat meningkatkan laju metabolisme 5-10 persen, dan lemak 0-3 persen.

    Mengonsumsi lebih banyak protein juga dapat mencegah kehilangan massa otot yang kerap terjadi saat sedang diet.

    2.⁠ ⁠Jajal HIIT

    HIIT atau High-intensity interval training belakangan semakin sering digandrungi oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan. HIIT biasanya menggabungkan gerakan dari beberapa olahraga, seperti kardio, angkat beban, push up, burpee, dan lain sebagainya.

    Karena HIIT melibatkan gerakan yang cepat dan intens, olahraga ini mampu mendongkrak laju metabolisme. Saat beristirahat, sel otot akan membakar energi, yang kemudian membantu mengurangi lemak dan membentuk otot.

    3.⁠ ⁠Lakukan Angkat Beban

    Otot tubuh lebih dari sekadar estetika saja. Faktanya, otot-otot tersebut dapat membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak.

    Tubuh perlu membakar energi untuk mempertahankan massa otot. Semakin banyak otot yang dimiliki, tentu semakin banyak pula kalori dan energi yang dibakar untuk menjaga massa otot tersebut, sehingga mencegah terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh.

    Bahkan, latihan kekuatan dapat memicu metabolisme dan pembakaran kalori meski tubuh sedang beristirahat.

    4.⁠ ⁠Tidur yang Cukup

    Kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan berat badan. Pasalnya, kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar (ghrelin) dan kenyang (leptin).

    Hal ini membuat seseorang yang kurang tidur cenderung mudah lapar dan makan berlebihan, yang kemudian meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

    Studi pada 2019 juga menunjukkan kurang tidur dapat memperlambat metabolisme lemak dalam tubuh.

    5.⁠ ⁠Minum Kopi

    Penelitian menunjukkan kafein dapat memicu tubuh melepaskan neurotransmiter, seperti epinefrin, yang membantu tubuh memproses lemak.

    Namun, efek ini bisa bervariasi berdasarkan beberapa faktor. Misalnya, salah satu studi menemukan kafein lebih aktif meeningkatkan pembakaran lemak selama berolahraga pada individu dengan gaya hidup kurang aktif (sedentary) dibandingkan atlet terlatih.

    6.⁠ ⁠Sering-sering Berdiri

    Duduk dalam jangka waktu yang lama membuat tubuh membakar lebih sedikit kalori, sehingga menyebabkan penambahan berat badan.

    Sebuah tinjauan pada 2018 menemukan berdiri dapat menurunkan risiko kardiometabolik, berat badan, lemak tubuh, lingkar pinggang, tekanan darah sistolik dan diastolik, trigliserida, dan kolesterol total.

    Lebih lanjut, berjalan kaki dapat menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan resistensi insulin.

    Cobalah untuk berdiri dan berjalan kaki di sela-sela pekerjaan guna mengurangi waktu yang dihabiskan untuk duduk.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Jarang Diketahui, Kebiasaan Makan Ini Bisa Bantu Turunkan BB dengan Cepat

    Jakarta

    Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan, termasuk dengan menerapkan metode diet dan rencana olahraga konvensional. Namun, bagi sebagian orang untuk konsisten melakukan dua hal tersebut mungkin terasa menyulitkan.

    Meskipun begitu, nyatanya dengan mengubah kebiasaan cara makan dapat membantu untuk mencapai tujuan tersebut dengan lebih mudah. Dikutip dari Healthline, berikut merupakan cara makan berdasarkan sains yang dapat membantu untuk menurunkan berat badan:

    1. Mengunyah Makanan Perlahan

    Organ otak membutuhkan waktu untuk memproses bahwa tubuh sudah cukup makan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengunyah makanan secara menyeluruh dan lebih lambat dikaitkan dengan faktor yang mungkin terkait dengan penurunan berat badan, termasuk:


    • Penurunan asupan makanan
    • Perut terasa penuh
    • Ukuran porsi lebih kecil

    Kecepatan dalam menghabiskan makanan dapat memengaruhi berat badan. Sebuah tinjauan tahun 2021 melaporkan bahwa seseorang yang tidak makan dengan cepat memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang jauh lebih rendah dibandingkan orang yang makan dengan cepat.

    2. Porsi Kecil

    Menggunakan piring yang lebih kecil dapat membantu tubuh untuk mengonsumsi porsi makanan yang lebih keci. Karenanya lebih sedikit kalori dengan membuat porsi tampak lebih besar. Di sisi lain, piring yang besar dapat membuat porsi terlihat lebih kecil, menyebabkan keinginan untuk menambahkan lebih banyak makanan.

    Sebuah tinjauan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa piring pengontrol porsi juga dapat membantu untuk mengurangi berat badan, BMI (body mass index), lingkar pinggang, dan penanda lipid darah. Pertimbangkan untuk menyajikan makanan padat nutrisi dan rendah kalori di piring yang lebih besar serta makanan tinggi kalori di piring yang lebih kecil.

    3. Mengonsumsi Banyak Protein

    Protein dapat berkontribusi terhadap penurunan berat badan dan manajemen kalori dalam beberapa cara, termasuk:

    • Meningkatkan perasaan kenyang
    • Mengurangi rasa lapar
    • Meningkatkan termogenesis makanan (proses tubuh menghasilkan panas atas respon terhadap makanan yang dikonsumsi)
    • Meningkatkan metabolisme tubuh

    Sebuah studi tahun 2020 menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi sarapan berprotein tinggi dengan telur dan roti panggang mengalami lebih sedikit rasa lapar dan mengonsumsi lebih sedikit kalori di kemudian hari daripada mereka yang mengonsumsi sarapan rendah protein dengan sereal.

    4. Menyiapkan Makanan di Rumah

    Memasak makanan di rumah merupakan sebuah cara yang bagus untuk memasukkan lebih banyak makanan yang bergizi dan seimbang. Hal tersebut dapat membantu untuk menurunkan berat badan.

    Sebuah tinjauan tahun 2020 menunjukkan bahwa seseorang yang menyiapkan lebih banyak makanan di rumah cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang rutin menyantap makan di luar atau menyantap makanan siap saji.

    5. Banyak Minum Air Putih

    Mengonsumsi air putih dapat membantu tubuh untuk menurunkan berat badan, termasuk apabila meminumnya sebelum makan. Studi tahun 2018 menunjukkan bahwa mengonsumsi air putih sebelum makan dapat mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi, tanpa memengaruhi rasa kenyang secara signifikan.

    Akademi Nutrisi dan Dietetika merekomendasikan untuk mengonsumsi air putih setidaknya 15,5 gelas atau 3,7 liter untuk pria dewasa dan 11,5 gelas atau 2,7 liter untuk wanita dewasa per hari.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Ada Benarnya, Bukti Ilmiah Sebut Makan Pakai Tangan Lebih Menyehatkan


    Jakarta

    Makan menggunakan tangan seringkali dianggap kuno atau kurang higienis di era modern yang serba praktis. Padahal, tradisi ini telah dilakukan berabad-abad pada berbagai budaya, termasuk Indonesia. Menariknya, sejumlah ahli menilai kebiasaan sederhana ini justru punya manfaat kesehatan, baik dari pencernaan hingga metabolisme tubuh.

    Penjelasan ahli bedah NHS di Inggris, Dr Karan Rajan, makan menggunakan tangan mendorong kita untuk lebih pelan dan sadar ketika menikmati makanan. Sentuhan jari pada makanan dapat merangsang indera peraba, penglihatan, hingga penciuman, sehingga proses makan terasa lebih utuh. Hal ini dapat membuat otak lebih cepat mengenali rasa kenyang, mengurangi risiko makan berlebihan, sekaligus meningkatkan kesehatan cerna.

    Tak hanya itu, paparan mikroba dalam jumlah kecil yang tidak berbahaya dari tangan yang bersih diyakini dapat melatih sistem imun. Dengan kata lain, praktik sederhana ini dapat memberi latihan alami pada usus untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Hasilnya tubuh tidak hanya mendapat asupan nutrisi yang lebih baik, tetapi juga daya tahan yang lebih kuat.


    Tapi benarkah klaim tersebut punya bukti ilmiah? Mari ditelusur satu persatu.

    Bukti Ilmiah yang Mendukung

    Beberapa klaim Dr Rajan ternyata punya dasar ilmiah. Salah satunya terkait kebiasaan mengunyah lebih lama.

    Penelitian Department of Food Science and Technology, University of California menunjukkan mastikasi atau proses mengunyah dapat meningkatkan aliran air liur dan sekresi enzim amilase yang penting untuk memecah karbohidrat. Artinya, makan dengan ritme lebih lambat memang membantu kerja pencernaan lebih maksimal.

    Selain itu, studi terbaru di Journal Eating Behaviors menemukan bahwa makan dengan tempo lambat bisa menurunkan jumlah asupan kalori sekaligus meningkatkan rasa kenyang. Hal ini mendukung klaim bahwa makan dengan penuh kesadaran dapat membantu mencegah makan berlebihan.

    Selain itu, tahun 2021 dalam European Journal of Nutrition melaporkan bahwa kecepatan makan mempengaruhi metabolisme. Mengunyah lebih lama dan memperlambat proses makan terbukti membantu respon insulin lebih baik dan menstabilkan lonjakan gula darah setelah makan, serta rasa kenyang

    Namun, perlu diketahui bahwa pernyataan makan dengan tangan secara alami memperlambat mengunyah makanan lebih lama, belum ada penelitian ilmiah yang mendukung. Bisa jadi makan dengan alat makan juga bisa memperlambat proses mengunyah makanan. Maka diperlukan studi yang membandingkan kedua hal tersebut.

    Hipotesis yang Perlu Diteliti Lebih Lanjut

    Meski begitu, tidak semua klaim Dr Rajan sudah terbukti secara ilmiah. Ada beberapa yang masih berupa hipotesis dan perlu adanya riset lebih lanjut.

    Misalnya, klaim bahwa makan dengan tangan bisa memberi “latihan kecil” pada sistem imun karena adanya paparan mikroba tidak berbahaya. Hingga kini, belum ada penelitian yang secara khusus meneliti pengaruh makan pakai tangan terhadap keseimbangan mikrobiota usus atau imunitas tubuh.

    Lebih Baik Mana, Makan Pakai Tangan atau Alat Makan?

    Perdebatan tentang lebih baik makan pakai tangan atau menggunakan alat makan seperti sendok dan garpu sebenarnya tidak mempunyai satu jawaban pasti. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, jika dilihat dari aspek kesehatan, kebersihan, maupun budaya.

    Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menggunakan alat makan cenderung lebih higienis, terutama ketika fasilitas cuci tangan terbatas. Pentingnya kebersihan tangan dalam mencegah penyakit diare dan infeksi pencernaan sebelum makan. Beberapa studi menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia soal mencuci tangan sebelum makan, terutama pada praktik cuci tangan yang benar. Sehingga dalam konteks ini, alat makan bisa berfungsi sebagai “pelindung” antara mikroba yang ada di tangan dengan makanan yang akan dikonsumsi.

    Sementara itu, makan dengan tangan memiliki nilai budaya yang kuat di Indonesia serta dipercaya meningkatkan pengalaman sensorik dan kedekatan emosional dengan makanan. Dari sisi psikologis, riset tentang mindful eating juga mengaitkan keterlibatan kesadaran penuh saat makan dengan konsumsi yang lebih lambat, meski belum ada penelitian yang secara langsung membandingkan tangan dan sendok.

    Melihat kondisi di Indonesia, pilihan yang paling efektif dan bermanfaat bergantung pada kondisi. Dalam tradisi atau acara keluarga, makan pakai tangan bisa memperkuat kebersamaan sekaligus menghadirkan pengalaman makan yang lebih personal.

    Namun, di tempat umum atau lingkungan dengan sanitasi kurang terjamin, penggunaan alat makan jelas lebih disarankan. Intinya tetap sama yaitu menjaga kebersihan tangan, mencuci dengan sabun, dan memastikan makanan dalam kondisi higienis.

    (mal/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • 5 Minuman Terbaik untuk Hempaskan Lemak Perut dengan Cepat

    Jakarta

    Ada banyak cara untuk menghempaskan atau menghilangkan lemak perut. Mulai dari menjalani diet harian hingga mengonsumsi minuman tertentu yang dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mempercepat pembakaran lemak.

    Bila diet yang sehat dikombinasikan dengan olahraga teratur, tentu dapat menghempaskan lemak perut lebih cepat. Berikut beberapa minuman yang dapat membantu menghilangkan lemak di tubuh dan membantu program penurunan berat badan:

    1. Air Lemon dan Madu

    Dikutip dari Times of India, salah satu minuman yang populer untuk menurunkan berat badan adalah air lemon. Minuman ini bermanfaat untuk mengurangi lemak di lingkar pinggang.


    Lemon membantu membersihkan tubuh, yang meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak. Jika terlalu asam, dapat ditambahkan madu sesuai selera dan dapat membantu menurunkan berat badan.

    Campurkan setengah sendok teh madu dan satu sendok teh air jeruk lemon ke dalam secangkir air hangat dan minumlah pagi dan sebelum tidur.

    2. Teh Kayu Manis (Cinnamon Tea)

    Teh kayu manis atau cinnamon juga dapat bermanfaat untuk menghilangkan lemak di tubuh. Tambahkan kayu manis ke dalam segelas air mendidih, tunggu hingga hangat dan bisa diminum pagi atau malam hari.

    Jika diminum di malam hari, teh kayu manis ini membantu mempercepat metabolisme tubuh. Kayu manis juga memiliki banyak kualitas antibakteri dan antioksidan.

    Campuran ini bermanfaat seperti minuman detoksifikasi. Untuk memberikan rasa manis, bisa ditambahkan dengan madu.

    Teh hijau terkenal karena kemampuannya membakar lemak dan kandungan antioksidannya yang tinggi. Mengonsumsi minuman ini setelah makan sangat baik untuk membantu membakar kalori karena menjadi sumber berbagai nutrisi dan antioksidan yang bermanfaat.

    Namun, manfaat ini sangat eksklusif terkait dengan olahan teh hijau dengan kandungan katekin tinggi, antioksidan yang dapat mempercepat metabolisme dan mendorong pembakaran lemak.

    4. Air Chia Seed

    Air chia seed adalah minuman sederhana dan efektif untuk menurunkan berat badan. Biji-bijian yang kaya serat ini membantu pencernaan, membantu tubuh memproses nutrisi secara efisien dan mencegah kembung.

    Tambahkan sesendok chia seed ke dalam secangkir air hangat dan biarkan terendam selama beberapa menit, lalu minum. Saat direndam dalam air, chia seed akan membesar dan membentuk tekstur seperti gel, sehingga membuat kenyang lebih lama dan menahan keinginan untuk makan.

    5. Teh Hijau dengan Irisan Lemon

    Ini adalah perpaduan yang kuat antara dua komponen yang kaya antioksidan. Teh hijau mengandung katekin, terutama EGCG, yang membantu meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak.

    Irisan lemon juga membantu meningkatkan asupan vitamin C, yang mendukung pencernaan dan detoksifikasi. Kombinasi ini dapat merangsang pembakaran lemak, pencernaan, dan detoksifikasi untuk menurunkan berat badan.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Catat Waktu Makan yang Tepat Agar Berat Badan Turun

    Jakarta

    Mengatur waktu makan ternyata bukan hanya soal kebiasaan, tetapi juga berdampak pada metabolisme tubuh yang berhubungan dengan keberhasilan menurunkan berat badan. Lalu, kapan waktu terbaik untuk makan agar berar badan bisa turun?

    Dikutip dari Eating Well, meskipun tidak ada panduan waktu makan yang pasti dan cocok untuk semua orang, beberapa penelitian menunjukkan bahwa waktu makan tertentu dapat mendukung usaha penurunan berat badan.

    Sarapan

    Saat tidur, tubuh berada dalam kondisi “berpuasa,” dan banyak orang mendapat manfaat kesehatan dari memperpanjang periode puasa ini.


    Para ahli merekomendasikan agar jeda antara makan malam dan makan pertama keesokan harinya berlangsung setidaknya 12 jam untuk mendukung kesehatan, termasuk mengurangi peradangan, meningkatkan fungsi sel, mengurangi stres, dan memperbaiki kesehatan pencernaan, sebagaimana disampaikan dalam tinjauan tahun 2019 pada jurnal Nutrients.

    Ada beberapa cara untuk menerapkan hal ini. Misalnya, jika makan malam selesai pukul 19.00, sarapan bisa dimulai sekitar pukul 07.00.

    Namun, bagi yang menjalani puasa intermiten atau kurang menyukai sarapan, makan malam dapat berakhir pukul 19.00, dan makan pertama hari berikutnya dilakukan setelah pukul 11.00.

    Kedua hal ini dapat membantu penurunan berat badan, baik dengan sarapan rutin maupun dengan puasa intermiten yang melewatkan sarapan. Namun, dua hal penting yang perlu diperhatikan:

    • Pastikan jeda 12 jam antara makan malam dan waktu makan berikutnya tetap terjaga
    • Pastikan untuk memilih makanan yang bergizi dan mengenyangkan

    Makan Siang

    Waktu makan siang mungkin tidak berpengaruh sebesar sarapan atau makan malam terhadap penurunan berat badan.

    Namun, idealnya, makan siang menjadi waktu makan terbesar bersama dengan sarapan (jika dilakukan), sejalan dengan ritme sirkadian tubuh yang lebih efektif dalam mencerna dan mengolah makanan pada awal hari.

    Mengonsumsi sebagian besar kalori di pagi hingga siang hari secara biologis lebih menguntungkan karena tubuh membutuhkan energi untuk aktivitas fisik dan mental pada saat-saat ini.

    Pandangan umum di kalangan ahli kesehatan mendukung makan siang besar untuk membantu memenuhi kebutuhan energi harian yang dibutuhkan saat aktivitas sedang berlangsung.

    Makan Malam

    Waktu makan malam disarankan lebih awal, setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur.

    Menghindari makan larut malam membantu mengurangi keinginan ngemil dan memberi tubuh waktu yang cukup untuk mencerna makanan sebelum beristirahat, sehingga tidur bisa lebih berkualitas.

    Tidur dengan perut yang terlalu kenyang dapat mengurangi kualitas tidur dan mempengaruhi hormon yang berkaitan dengan penurunan berat badan, terutama jika kekurangan tidur terjadi terus-menerus.

    Bagi pengidap asam lambung, tidur dengan perut kenyang juga dapat memperburuk kondisi ini dan mengganggu tidur.

    Menurut penelitian tahun 2021 dalam Current Opinion in Biotechnology, ritme sirkadian tubuh memungkinkan proses pembakaran kalori, pengaturan glukosa, dan pencernaan berjalan lebih efisien di pagi hari.

    Maka dari itu, makan malam lebih awal, misalnya pada pukul 17.00 daripada pukul 20.00, bisa membantu menurunkan berat badan dengan lebih baik melalui penyesuaian waktu makan terhadap jam internal tubuh.

    Mengatur waktu makan malam lebih awal juga memperpanjang periode tanpa makanan di malam hari, yang dapat membantu pembakaran lemak serta mengatur hormon yang mempengaruhi nafsu makan, keinginan makan, dan kadar gula darah.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com