Tag: microwave

  • 7 Langkah Mudah Bersihkan Microwave di Dapur


    Jakarta

    Microwave merupakan alat dapur yang sangat praktis untuk memanaskan makanan dalam sekejap. Kalau kamu sering menggunakan microwave, sebaiknya rajin membersihkannya secara berkala.

    Minimal bersihkan microwave sebulan sekali dan mengelap eksterior microwave sembari membersihkan dapur. Sebab, microwave yang jarang dibersihkan bisa meninggalkan sisa makanan serta bau yang tidak sedap.

    Untungnya menjaga kebersihan microwave tidak sulit. Yuk, ikuti 7 langkah mudah membersihkan microwave berikut ini, dikutip dari Real Simple, Jumat (19/4/2024).


    1. Semprotkan Cairan pada Noda dan Tumpahan

    Buatlah cairan pembersih dengan mencampurkan 1:1 cuka putih dan air. Semprotkan campuran cairan tersebut ke noda membandel dan tumpahan di dalam microwave.

    2. Siapkan Mangkuk Berisi Cairan Pembersih

    Isi sebuah mangkuk dengan dengan dua gelas air dan dua sendok makan cuka putih. Jika tidak ada cuka putih, kamu juga bisa menggunakan perasan lemon segar.

    Tip: Tambahkan sendok kayu kecil ke dalam mangkuk atau masukkan tusuk gigi ke dalam campuran tersebut. Hal ini akan membuat gelembung-gelembung menempel pada kayu saat air memanas, sehingga mencegah air menjadi terlalu panas dan ‘meledak’.

    3. Panaskan Cairan dengan Microwave

    Masukan mangkuk berisi cairan itu ke microwave untuk dipanaskan dengan tenaga tinggi selama tiga menit. Lalu, diamkan selama 15 menit tanpa membuka pintu microwave. Cara ini akan membantu menghilangkan noda membandel di dalam microwave.

    4. Keluarkan Mangkuk dan Turntable

    Gunakan sarung tangan untuk mengeluarkan mangkuk berisi cairan tersebut, tapi jangan buang cairannya. Kemudian, keluarkan juga turntable dari dalam microwave. Simpan dulu kedua barang ini.

    5. Bersihkan Interior

    Gunakan kain mikrofiber yang sudah dibasahi dengan campuran air cuka putih untuk mengelap interior microwave. Jika masih ada noda membandel, kamu bisa menggunakan bagian kasar pada spons untuk menggosok noda.

    6. Cuci Turntable

    Cuci turntable di wastafel dapur menggunakan sabun cuci piring, air panas, dan spons. Lalu, keringkan turntable menggunakan lap dan taruh kembali ke dalam microwave.

    7. Bersihkan Eksterior Microwave

    Semprotkan cairan pembersih serbaguna ke kain, lalu lap permukaan luar microwave. Untuk microwave dari stainless steel, kamu bisa mengelap dengan kain yang sudah dibasahi campuran air dan sabun cuci piring.

    Demikian langkah-langkah mudah membersihkan microwave di dapur. Semoga membantu!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 3 Tips Pilih Furniture buat Rumah Kecil Biar Nggak Sempit


    Jakarta

    Rumah kecil mempunyai ruang yang terbatas, sehingga tidak bisa diisi dengan banyak barang, termasuk furniture. Pemilik rumah kecil perlu memilih furniture dengan lebih selektif lagi agar tidak memakan banyak tempat di dalam rumah.

    Lalu, pemilik rumah kecil juga perlu membatasi pembelian furniture. Lalu, bagaimana cara memilih furniture yang tepat buat rumah kecil?

    Melansir dari The Spruce, Selasa (9/7/2024), berikut ini tips memilih furniture untuk rumah kecil.


    Tips Pilih Furniture buat Rumah Kecil

    1. Utamakan Kegunaan

    Kalau punya rumah kecil, kamu perlu furniture yang fungsional dan tidak memakan tempat. Misalnya pada kamar mandi, cukup ada shower dan kloset saja. Bahkan terkadang di dalam kamar mandi tak ada wastafel karena fungsinya sama seperti wastafel di dapur.

    Desainer Ruangan Terbatas, Penulis, Konsultan, dan Blogger dari Tiny Canal Cottage, Whitney Leigh Morris mengatakan, menambahkan kaca dan cahaya di kamar mandi bisa membuat ruangan tampak luas.

    Sementara itu, untuk bagian dapur, sebaiknya tidak menyimpan terlalu banyak peralatan masak. Cukup membeli peralatan masak yang akan sering digunakan.

    “Misalnya, saya tidak memerlukan oven di rumah mungil saya karena saya jarang membuat kue. Selain itu, oven memakan banyak ruang dan menggunakan banyak listrik,” kata Pendiri blog Tiny House Giant Journey Jenna Spesard, dikutip dari The Spruce, Selasa (9/7/2024).

    “Saya juga tidak memiliki pembuat kopi atau microwave karena alasan yang sama. Saya merasa yang saya butuhkan hanyalah beberapa kompor, kulkas mini, wastafel, dapur kering, dan banyak ruang di meja dapur,” tambahnya.

    2. Pilih furniture yang Mudah Disimpan

    Sebaiknya memilih furniture yang dapat dilipat, digulung, diperluas, maupun ditarik, sehingga tidak memakan banyak tempat. Misalnya, meja makan yang digunakan adalah meja lipat. Jadi setelah digunakan, meja bisa dilipat dan ditaruh di sisi ruangan.

    3. Pilih Tempat Tidur Multifungsi

    Tempat tidur adalah salah satu furniture yang memakan banyak tempat. Hal ini bisa diatasi dengan cara yang kreatif, misalnya memilih tempat tidur yang bagian bawahnya terdapat lemari penyimpanan. Kamu bisa menyimpan pakaian di bawahnya, sehingga kamu tidak perlu membeli lemari lagi.

    Contoh lainnya, kamu bisa menggunakan sofabed. Pada rumah yang sempit, sofabed bisa menjadi pilihan yang solutif. Pada pagi hingga siang hari bisa menggunakan sofa ketika ada tamu, lalu pada malam hari, sofa tersebut bisa digunakan sebagai tempat tidur.

    Di sisi lain, Spesard menyebutkan bahwa mendekorasi rumah mungil bisa menjadi sebuah tantangan dan terkadang hal yang terbaik adalah berinvestasi pada furnitur khusus atau built-in furniture. Hal yang paling penting adalah kamu siap beradaptasi sesuai dengan kebutuhan.

    “Kamu tidak akan tahu apa yang sebenarnya kamu butuhkan di rumah mungil sampai kamu tinggal di dalamnya. Jadi saya sarankan mulailah dengan jumlah yang sedikit dari yang kamu pikir kamu butuhkan,” katanya.

    “Kamu selalu bisa menambahkan lebih banyak atau meningkatkan furniture selama tinggal di sana,” tambahnya.

    Itulah beberapa tips memilih furniture untuk rumah kecil. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya, Begini Cara Memilih Perabotan yang Cocok Untuk Rumah Kecil


    Jakarta

    Setelah membeli rumah, kamu pasti mulai memikirkan perabotan apa saja yang akan mengisi rumah tersebut. Kebetulan rumah yang kamu beli tidak begitu besar sehingga kamu harus memilih dengan cermat agar ruang geraknya masih leluasa.

    Pilihannya antara kamu membeli perabotan ukuran kecil atau mengurangi perabotan di rumah. Namun, terlepas dari dua pilihan itu sebenarnya kamu harus mengutamakan perabotan yang fungsional. Dengan begitu tidak perlu banyak barang di rumah, kamu tetap bisa hidup dengan nyaman.

    Untuk lebih jelasnya, melansir dari The Spruce, Sabtu (27/7/2024), berikut beberapa cara memilih barang untuk rumah yang kecil.


    1. Pilih Barang yang Fungsional

    Saat mengambil keputusan, pasti kamu harus mendahulukan yang prioritas. Begitu pula dengan perabotan, kamu bisa mengurutkan suatu barang prioritas dari yang paling banyak akan digunakan. Misalnya pada kamar mandi, cukup ada shower dan kloset saja. Bahkan terkadang di dalam kamar mandi tak ada wastafel karena fungsinya sama seperti wastafel di dapur.

    Desainer Ruangan Terbatas, Penulis, Konsultan, dan Blogger dari Tiny Canal Cottage, Whitney Leigh Morris menyarankan adanya kaca dan cahaya di kamar mandi bisa membuat ruangan tampak luas.

    Lalu, untuk bagian dapur, sebaiknya tidak menyimpan terlalu banyak peralatan masak. Cukup membeli peralatan masak yang akan sering digunakan.

    “Misalnya, saya tidak memerlukan oven di rumah mungil saya karena saya jarang membuat kue. Selain itu, oven memakan banyak ruang dan menggunakan banyak listrik,” kata Pendiri blog Tiny House Giant Journey, Jenna Spesard, dikutip dari The Spruce.

    “Saya juga tidak memiliki pembuat kopi atau microwave karena alasan yang sama. Saya merasa yang saya butuhkan hanyalah beberapa kompor, kulkas mini, wastafel, dapur kering, dan banyak ruang di meja dapur,” tambahnya.

    2. Pilih Perabotan yang Mudah Disimpan

    Rumah kecil harus memiliki tempat penyimpanan yang rapih dan bisa muat banyak agar ada ruang yang tersisa. Selain penyimpanan yang besar, kamu juga harus memilih perabotan yang ‘fleksibel’ seperti bisa dilipat, digulung, diperluas, maupun ditarik sehingga tidak memakan banyak tempat. Misalnya, meja makan yang digunakan adalah meja lipat. Jadi setelah digunakan, meja bisa dilipat dan ditaruh di sisi ruangan.

    3. Pilih Perabotan Besar yang Multifungsi

    Saat ini sudah banyak inovasi pada tempat tidur, sofa, meja yang cocok untuk rumah kecil. Mereka dibuat fleksibel dan bisa untuk beberapa fungsi. Salah satu contohnya adalah tempat tidur, kamu bisa memilih tempat tidur yang bagian bawahnya terdapat lemari penyimpanan. Kamu bisa menyimpan pakaian di bawahnya, sehingga kamu tidak perlu membeli lemari lagi.

    Contoh lainnya, kamu bisa menggunakan sofabed. Pada rumah yang sempit, sofabed bisa menjadi pilihan yang tepat dan tidak makan tempat. Pada pagi hingga siang hari bisa menggunakan sofa ketika ada tamu, lalu pada malam hari, sofa tersebut bisa digunakan sebagai tempat tidur.

    Di sisi lain, Spesard menyebutkan bahwa mendekorasi rumah mungil bisa menjadi sebuah tantangan dan terkadang hal yang terbaik adalah berinvestasi pada furnitur khusus atau built-in furniture. Hal yang paling penting adalah kamu siap beradaptasi sesuai dengan kebutuhan.

    “Kamu tidak akan tahu apa yang sebenarnya kamu butuhkan di rumah mungil sampai kamu tinggal di dalamnya. Jadi saya sarankan mulailah dengan jumlah yang sedikit dari yang kamu pikir kamu butuhkan,” katanya.

    “Kamu selalu bisa menambahkan lebih banyak atau meningkatkan perabotan selama tinggal di sana,” tambahnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Alasan Rumah Harus Pasang Aliran Listrik Terpisah Tiap Lantai



    Jakarta

    Rumah harus memiliki kapasitas listrik yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, apa pun perangkat elektronik yang akan digunakan dapat berfungsi. Salah satu yang bisa dilakukan agar aliran listrik sesuai dengan kebutuhan adalah dengan memasang MCB atau Miniature Circuit Breaker di beberapa tempat.

    Sebagai informasi, MCB merupakan komponen listrik yang dapat memutuskan aliran listrik di rumah. Biasanya aliran listrik yang mati disebabkan penggunaan yang berlebihan. Dengan satu tombol di MCB ini, kamu bisa mematikan dan menghidupkan lagi listrik di rumah. MCB ini letaknya di luar rumah.

    Menurut Produk Manager Produk Manager Schneider Electric Ivan Desian Kaulika, sebuah rumah yang memakai banyak perangkat elektronik, sebaiknya MCB-nya ditopang oleh beberapa MCB yang bekerja terpisah.


    Hal ini dikarenakan, rumah yang memiliki beberapa MCB dapat mencegah listrik di rumah mati seluruhnya apabila ada kerusakan. Jika masalah berada di lantai pertama, misalnya karena kebocoran listrik, maka yang perlu diperbaiki hanya lantai 1 saja. Listrik di lantai atas dapat beroperasi secara normal karena tidak terpengaruh.

    Cara ini juga dinilai cukup efektif karena biasanya perbaikan listrik memerlukan beberapa hari untuk datang ke rumah. Dengan hanya sebagian yang rusak, penghuni rumah tetap bisa beraktivitas seperti biasa, meskipun terbatas.

    “Jadi nggak satu rumahnya mati listriknya. Jadi kalau misalnya kita tahu matinya di situ, jadi tunggal listrik perbaikinya hanya di bagian itu saja. Jadi nggak perlu bongkar listrik satu rumah,” kata Ifan kepada detikProperti usai acara Innovation Talk: Rumah Nyaman Listrik Aman di Jakarta pada Rabu (2/10/2024).

    Lalu, alasan kedua adalah mencegah terjadinya korsleting listrik dan kebakaran di rumah.

    “Dengan makin banyak MCB, artinya dia kondisi korsletingnya lebih kecil kemungkinan terjadinya,” ujarnya.

    Cara menentukan jumlah MCB di rumah ditentukan dari jumlah kapasitas listrik yang dipakai di rumah. Semakin banyak perangkat listrik yang dipakai sebaiknya dipisah.

    Apabila rumah terdiri dari 2 lantai dan pemakaian listrik cukup besar dayanya, maka MCB sebaiknya dipisahkan. Dia menegaskan penentuan jumlah MCB per zona ini tidak ditentukan dari luas rumah.

    Lebih lanjut, dia menuturkan perangkat elektronik yang membutuhkan daya listrik yang besar adalah yang harus menghasilkan panas. Sebagai contoh water heater elektrik dan microwave. Selain itu, AC juga bisa menguras banyak daya listrik di rumah.

    “Elektronik yang paling banyak sebenarnya yang berhubungan dengan apa yang membuat panas. Water heater atau microwave, itu pasti pakai listrik aja. Atau yang membutuhkan gerak yang besar seperti AC,” pungkasnya.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Simpan 9 Barang Ini di Atas Kulkas, Bahaya!


    Jakarta

    Kulkas merupakan salah satu barang elektronik yang memiliki permukaan rata pada bagian atasnya sehingga tak jarang ada berbagai benda yang diletakkan di sana. Namun, jangan asal menaruh benda di atas kulkas ya detikers.

    Ada beberapa benda yang tidak dapat ditaruh di atas kulkas karena akan menimbulkan masalah, mulai dari potensi adanya kerusakan kulkas, merusak barang yang ditaruh di atasnya, hingga mengancam keselamatan.

    Mengutip dari situs Southern Living, berikut beberapa benda yang bahaya apabila ditaruh di atas kulkas


    Minyak Goreng

    Ahli sekaligus supervisor pembersihan rumah dari Fantastic Service, Petya Holevich menyebut bahwa minyak goreng tidak boleh ditaruh di atas kulkas karena minyak goreng sensitif terhadap panas dan cahaya. Selain itu, panas yang ditimbulkan dari permukaan atas kulkas dapat memengaruhi kualitas dan rasa minyak.

    Roti

    Roti yang ditaruh di atas kulkas akan lebih cepat basi karena suhu panas yang menyebabkan roti lebih cepat mengembun dan menumbuhkan jamur dalam kemasan roti. Supaya roti tetap aman, simpan roti di tempat yang sejuk dan kering serta jauhkan dari sinar matahari atau sumber panas.

    Keripik

    Keripik memiliki tekstur yang garing dan renyah, sehingga bila ditaruh di atas kulkas akan terkena suhu panas yang membuat tekstur keripik jadi cepat lunak dan alot. Selain itu, minyak yang ada di keripik juga perlahan bisa hilang dengan cepat karena suhu yang panas, membuat rasa dan aroma keripik jadi berubah.

    Benda Pembersih

    Manajer Operasional Two Maids, Kathy Cohoon, menyebut bahwa alat pembersih harus disimpan di tempat yang memiliki ventilasi baik dan jauh dari panas, sehingga jangan menaruh benda pembersih di atas kulkas.

    Benda Berat

    Bagian atas kulkas biasanya terbuat dari logam atau plastik yang mudah tergores atau penyok sehingga hindari menaruh benda berat di atas kulkas. Selain itu, benda berat dapat memberi tekanan yang terlalu besar pada kulkas. Ditambah lagi, menaruh benda berat dapat membahayakan orang karena kemungkinan jatuh dan melukai orang tersebut.

    Microwave dan Panggangan Roti

    Menempatkan microwave atau pemanggang roti adalah hal yang tidak boleh dilakukan karena ventilasi panas dari kulkas dapat merusak alat tersebut.

    Wadah Plastik

    Walau wadah plastik pada umumnya bersifat tahan lama, tetapi dapat cepat rusak juga jika ditaruh di atas kulkas karena terpapar panas yang dapat menyebabkan lengkungan atau keretakan pada wadah plastik.

    Benda Mudah Terbakar

    Hindari menaruh benda mudah terbakar seperti lilin dan korek api karena panas dari kulkas dapat menimbulkan bahaya seperti kebakaran.

    Obat-obatan

    Obat-obatan biasanya wajib disimpan pada suhu yang stabil dan jika ditaruh di atas kulkas akan terkena panas yang berlebih sehingga dapat mengurangi keefektifan obat. Sebaiknya simpan obat di tempat kering seperti yang direkomendasikan pada kemasannya.

    Demikian daftar benda-benda yang bahaya jika ditaruh di atas kulkas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! Benda Ini Seharusnya Tidak Dibersihkan Terlalu Sering



    Jakarta

    Membersihkan rumah dan isinya merupakan rutinitas yang dilakukan untuk menjaga agar tetap bersih dan tahan lama. Namun, ternyata ada beberapa benda di rumah yang tidak perlu dibersihkan secara rutin atau terlalu sering.

    Membersihkan barang-barang di rumah memang bertujuan untuk menyingkirkan kuman dan bakteri. Akan tetapi, terdapat beberapa benda dengan bahan tertentu yang tidak bisa sering dibersihkan karena akan membuat kualitas benda tersebut menjadi lebih buruk.

    Melansir dari situs Southern Living, berikut deretan benda di rumah yang tidak boleh dibersihkan terlalu sering.


    Perabotan Kayu

    Perabotan kayu yang harganya mahal membuat kamu rajin membersihkan untuk menjaga kualitasnya. Namun, ternyata menurut CEO AspenClean, Alicia Sokolowski, membersihkan perabotan kayu secara berlebihan justru dapat merusak bahan tersebut.

    “Kayu merupakan material alami yang memerlukan penanganan hati-hati agar tetap dalam kondisi terbaiknya. Membersihkan perabotan kayu terlalu sering terutama dengan air atau bahan kimia yang kuat mengakibatkan pengurangan minyak alami pada kayu sehingga kayu menjadi kering. Sebaiknya, bersihkan debu pada kayu menggunakan kain mikrofiber seminggu sekali sesuai kebutuhan.” kata Sokolowski.

    Jendela

    Sokolowski juga menyarankan tidak terlalu sering membersihkan jendela sebab dapat menimbulkan goresan, bercak, dan kerusakan pada lapisan jendela. Selain itu, bisa juga mengikis lapisan pelindung UV atau film yang dirancang untuk menghalangi panas dan silau.

    Penggunaan air yang berlebihan atau pembersih kimia yang sifatnya terlalu keras dapat menyebabkan penumpukan kelembapan di jendela yang berpotensi tumbuhnya jamur dan kerusakan rangka. Sokolowski menyarankan bersihkan jendela setiap 3 sampai 6 bulan sekali.

    Lantai Kayu

    Hindari membersihkan lantai kayu terlalu sering terutama dengan air atau bahan kimia keras karena air dapat meresap ke dalam kayu dan menyebabkan pembengkakan. Pembersih juga dapat menghilangkan lapisan pada kayu sehingga lebih rentan rusak. Cukup disapu atau disedot debu nya dan pel setiap 1 – 2 bulan sekali menggunakan pembersih yang aman dan lembut untuk kayu.

    Kipas Angin Gantung

    Kipas angin gantung memang menyimpan tumpukan debu yang banyak. Akan tetapi, cukup bersihkan sebulan sekali. Mulailah sebulan sekali dulu untuk melihat seberapa parah debunya kemudian sesuaikan dengan kebutuhan.

    Microwave dan Kulkas

    Microwave adalah perabotan rumah yang cepat bau dan kotor akibat cipratan makanan. Namun, jika makanan ditutup selama dipanaskan, maka noda dapat cipratan dapat diminimalisir. Dengan demikian, pembersihan secara menyeluruh hanya perlu dilakukan setiap 1 sampai 3 bulan sekali.

    Sama dengan kulkas yang cukup dibersihkan satu bulan sekali untuk menjaganya agar tetap higenis. Perhatikan wadah makanan saat disimpan di kulkas agar menghindari tumpahan yang membuat kulkas berjamur dan berbau.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Begini Cara Bersihkan Microwave Pakai Cuka Putih


    Jakarta

    Microwave menjadi alat yang diandalkan buat memanaskan makanan. Setelah digunakan berulang kali, bekas minyak dan makanan bisa menumpuk di dalam microwave.

    Oleh karena itu, sebaiknya penghuni rumah membersihkan microwave secara berkala. Minimal bersihkan microwave sebulan sekali dan mengelap eksterior microwave setiap kali membersihkan dapur.

    Menjaga kebersihan microwave nggak susah kok. Berikut ini cara mudah membersihkan microwave, dikutip dari Real Simple.


    Cara Bersihkan Microwave

    Inilah langkah-langkah untuk menghilangkan bekas makanan dan bau pada microwave.

    1. Semprotkan Cairan pada Noda dan Tumpahan

    Semprotkan cairan pembersih ke noda membandel dan tumpahan di dalam microwave. Cairan pembersih bisa dibuat sendiri dengan mencampurkan 1:1 cuka putih dan air.

    2. Siapkan Mangkuk Berisi Cairan Pembersih

    Isi mangkuk dengan dengan dua gelas air dan dua sendok makan cuka putih. Kalau nggak punya cuka putih, penghuni rumah bisa menggantinya dengan perasan lemon segar.

    Tip: Tambahkan sendok kayu kecil ke dalam mangkuk atau masukkan tusuk gigi ke dalam campuran tersebut. Hal ini akan membuat gelembung-gelembung menempel pada kayu saat air memanas, sehingga mencegah air menjadi terlalu panas dan ‘meledak’.

    3. Panaskan Cairan dengan Microwave

    Selanjutnya, masukkan mangkuk berisi cairan itu ke microwave untuk dipanaskan dengan tenaga tinggi selama tiga menit. Lalu, diamkan selama 15 menit tanpa membuka pintu microwave. Cara ini akan membantu menghilangkan noda membandel di dalam microwave.

    4. Keluarkan Mangkuk dan Turntable

    Keluarkan mangkuk berisi cairan tersebut menggunakan sarung tangan, tapi jangan buang cairannya. Keluarkan juga turntable dari dalam microwave, lalu simpan kedua barang itu.

    5. Bersihkan Interior

    Gunakan kain mikrofiber yang sudah dibasahi dengan campuran air cuka putih untuk mengelap interior microwave. Jika masih ada noda membandel, penghuni rumah bisa menggunakan bagian kasar pada spons untuk menggosok noda.

    6. Cuci Turntable

    Cuci turntable di wastafel menggunakan sabun cuci piring, air panas, dan spons. Kemudian, keringkan turntable menggunakan lap dan taruh kembali ke dalam microwave.

    7. Bersihkan Eksterior Microwave

    Untuk bagian luar microwave, semprotkan cairan pembersih serbaguna ke kain, lalu lap permukaannya. Khusus microwave berbahan stainless steel, penghuni rumah bisa mengelap dengan kain yang sudah dibasahi campuran air dan sabun cuci piring.

    Itulah langkah-langkah mudah membersihkan microwave di dapur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahaya! Jangan Colokkan Benda Elektronik Ini ke Stopkontak Ekstensi


    Jakarta

    Stopkontak ekstensi punya kabel panjang untuk menambah jangkauan ke sumber listrik. Kabel ini memudahkan penghuni mengalirkan listrik ke benda elektronik yang berjarak jauh dari stopkontak pada dinding.

    Namun, stopkontak ekstensi tidak cocok digunakan untuk benda elektronik yang membutuhkan banyak listrik. Menyalakan benda berdaya tinggi dengan kabel ekstensi berisiko menyebabkan kabel kelebihan beban, terlalu panas, bahkan berpotensi menyebabkan kebakaran.

    Lalu, benda elektronik apa saja yang tidak cocok dicolokkan ke stopkontak ekstensi? Simak penjelasannya berikut ini dilansir dari Tom’s Guide, Selasa (9/9/2025).


    Benda yang Tak Boleh Dicolokkan ke Stopkontak Ekstensi

    Inilah benda-benda berdaya tinggi yang sebaiknya tidak dicolokkan ke stopkontak ekstensi.

    1. Kulkas

    Perangkat besar seperti kulkas dan freezer membutuhkan aliran listrik yang stabil langsung dari stopkontak pada tembok. Kalau dicolokkan ke stopkontak ekstensi, bakal terjadi fluktuasi voltase yang bikin kulkas rusak.

    Jika terpaksa harus pakai stopkontak ekstensi, disarankan untuk memilih yang kabelnya tebal dan besar. Pastikan daya listriknya berada di atas daya kulkas.

    2. Oven Microwave

    Oven microwave juga menyedot daya yang cukup besar. Mencolokkan microwave ke stopkontak ekstensi bisa menyebabkan panas berlebih. Pasokan daya pun tidak stabil sehingga memengaruhi kinerja microwave.

    3. AC

    AC atau pendingin ruangan tidak disarankan untuk dicolokkan ke stopkontak ekstensi. Hal ini dapat menimbulkan panas berlebih dan berisiko kebakaran. Belum lagi arus listrik yang rendah membuat motor unit AC bekerja berlebihan dan rusak.

    4. Mesin Cuci

    Mesin cuci dan mesin pengering pakaian harus disambungkan langsung ke stopkontak tembok. Barang elektronik ini membutuhkan daya listrik yang tinggi sehingga tidak cocok menggunakan stopkontak ekstensi. Penggunaan kabel ekstensi bisa bikin komponen mesin lebih cepat rusak.

    Itulah penjelasan soal benda elektronik yang tidak boleh dicolokkan ke stopkontak ekstensi. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com