Tag: minim perawatan

  • 5 Tips Bangun Kos-kosan Hemat & Minim Perawatan Supaya Makin Cuan


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan cukup digemari masyarakat Indonesia, terlebih sebagai usaha semasa pensiun. Bangunan kos-kosan pun menjadi komponen utama untuk menjalankan bisnis ini.

    Pemilik yang menginginkan untung lebih perlu memutar otak bagaimana membuat kos-kosan yang hemat. Beberapa upayanya bisa dengan menekan biaya pembangunan dan perawatan rumah kos-kosan.

    Arsitek Andy Rahman dari Andyrahman Architect mengungkapkan caranya membangun rumah kos-kosan yang minim perawatan seperti dalam proyek Biophilic Boarding House di Surabaya. Ia membagikan testimoni kliennya setelah beberapa tahun menjalankan bisnis kos-kosan dengan bangunan tersebut.


    “Dari semua kos-kosan yang dia punya, lima di situ, beliau menyampaikan bahwa yang paling menguntungkan dari semua kos-kosan yang sudah dibangun dan kami desain itu adalah Rumah Kos Keputih kecil itu (Biophilic Boarding House),” ujar Andy kepada detikcom belum lama ini.

    Ia menyebut rumah kos-kosan tersebut memiliki lahan paling kecil, tetapi jumlah kamarnya melebihi ekspektasi, yaki 13 kamar. Kemudian, konsep rumah dibuat low maintenance atau minim perawatan, sehingga menjadi lebih menguntungkan dari segi bisnis.

    Lalu, seperti apa rumah kos-kosan minim perawatan ini? Simak ulasan berikut ini.

    Tips Bikin Kos-kosan Hemat

    1. Memilih Material Terjangkau

    “Kos-kosan ini sebetulnya memakai material biasa, jadi bata exposed (yaitu) bata biasa yang harganya juga murah kita biarkan exposed. Kemudian, kita juga memakai teknik semen, (seperti) semen roll, semen plester, (dan) semen aci untuk finishing interiornya, sehingga tidak perlu dicat,”

    Kita juga memakai beberapa elemen seperti besi expanded metal sheet, kemudian besi metal perforated, lalu besi pipa air untuk railing, untuk partisi dan lain sebagainya, jadi begitu

    2. Meminimalisir Pengecatan

    “Kita memakai raw material, exposed material, jadi tidak memakai cat sama sekali kecuali plafon yang kita cat warna putih. Selain itu, semuanya warna material (asli),” katanya.

    Andy mengaku tidak banyak mengecat rumah dan furniture, tetapi hanya bagian plafon saja. Hal ini membuat bangunan kos-kosan tidak perlu banyak dirawat, sehingga menghemat biaya perawatan.

    “Rumah ini jadinya nggak perlu di-maintenance, karena material-material dengan warna alami tadi itu semakin kena panas (dan) hujan semakin eksotis. Nggak perlu setiap 2-3 tahun dicat ulang,” tuturnya.

    Bahkan, cat putih pada plafon sejak berdiri pada tahun 2015 hingga sekarang belum pernah dicat ulang.

    3. Manfaatkan Semua Ruang

    Andy mengungkapkan salah satu tantangan membangun kos-kosan tersebut karena lahan terbatas berukuran 8×15 meter atau seluas 120 meter persegi. Ia memastikan untuk memaksimalkan penggunaan setiap ruang.

    “Kami coba mengoptimalkan semua space yang ada. Jadi di bawah tangga itu kita pakai untuk kamar mandi sama gudang. Kemudian, di lantai atas kita optimalkan untuk area service sekaligus tempat duduk-duduk,” jelasnya.

    Mengingat kebutuhan ruang sangat banyak, maka tidak memungkinkan membuat atap. Ia cenderung memfungsikan atap dengan cara membuatnya berupa dak beton.

    4. Kamar Mandi Luar

    Dengan keterbatasan ruang dan kebutuhan kamar tidur yang banyak, Andy mendesain kos-kosan dengan kamar mandi luar. Terdapat dua kamar mandi di lantai satu dan dua kamar mandi di lantai atas.

    5. Hemat Energi

    Kemudian, desain kos-kosan dibuat agar sirkulasi udara dan sinar matahari bisa masuk dengan lebih optimal. Mulai dari penggunaan roster, jendela di setiap kamar, dan ruang terbuka. Hal ini akan membantu mengurangi penggunaan AC di kos-kosan.

    “Kos-kosan ini punya banyak bukaan, dindingnya bernapas, sirkulasi udaranya berjalan di tiap kamar, dan lebih hemat energi sebetulnya,” pungkasnya.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Pakai Ribet! Ini Jenis Tanaman Hias yang Minim Perawatan di Rumah


    Jakarta

    Tanaman hias sering menjadi pilihan dekorasi karena membuat suasana rumah lebih cantik dan asri. Namun kalau tidak dirawat dengan baik, tanaman bisa layu dan justru merusak estetika rumah.

    Hal ini sangat mungkin terjadi kalau penghuni rumah kurang rajin atau terlalu sibuk untuk merawat tanaman. Jika khawatir kesulitan merawat tanaman hias, kamu bisa pilih tanaman yang minim perawatan lho.

    Lalu, tanaman apa saja yang mudah dirawat dan nggak pakai ribet, sehingga tak mudah layu atau mati? Yuk, simak daftarnya berikut ini.


    Jenis Tanaman Hias yang Minim Perawatan

    Inilah deretan tanaman hias yang mudah dirawat seperti yang dikutip dari The Plan Collection.

    1. Kaktus

    KaktusKaktus Foto: (istimewa)

    Kaktus adalah tanaman hias yang sempurna untuk orang yang sibuk karena kaktus hanya membutuhkan sedikit perhatian dan perawatan. Kaktus terbiasa bertahan hidup di iklim kering, sehingga bisa bertahan hidup sampai empat bulan di dalam ruangan tanpa disiram.

    Saat menyiram kaktus, siramlah dari bawah dan pastikan pot memiliki drainase yang baik. Kamu juga bisa memasukkan kaktus ke dalam bak air sebulan sekali dan membiarkannya menyerap sedikit air dari bawah. Simpan kaktus di ruangan dengan banyak cahaya alami agar kaktus dapat tumbuh subur.

    2. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Banyak orang yang menanam lidah buaya di rumah karena tanaman ini mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Akan tetapi, selain manfaatnya yang sangat banyak, lidah buaya juga merupakan tanaman hias yang mudah dirawat.

    Lidah buaya tidak perlu sering disiram dan ia juga menyukai sinar matahari tidak langsung. Kamu bisa menyimpan tanaman di tempat yang terang, tetapi hindari meletakkannya di ambang jendela.

    3. Tillandsia (Tanaman Udara)

    Indoor house plant decoration for Living roomIndoor house plant decoration for Living room Foto: Getty Images/iStockphoto/Johann Jaducana

    Tillandsia atau biasa dikenal dengan air plants (tanaman udara) adalah tanaman yang cukup unik. Pasalnya tanaman ini tidak memiliki akar, melainkan menyerap air melalui daunnya yang berbentuk seperti tentakel. Tanaman ini mudah untuk dirawat karena tidak perlu sering untuk disiram.

    Kamu cukup mengumpulkan tanaman udara seminggu sekali dan memasukkannya ke dalam bak cuci, kemudian rendam sepenuhnya di dalam air selama dua puluh menit. Tillandsia ini tumbuh subur di bawah sinar matahari tidak langsung yang terang dan tampak menakjubkan baik ditempatkan sendiri di rak atau di dalam terarium kaca.

    4. Spider Plant (Lili Paris)

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider Plant atau lili paris adalah tanaman hias yang cukup populer di kalangan masyarakat. Selain bentuknya yang cantik, tanaman ini juga susah mati. Tanaman ini juga menjadi salah satu tanaman terbaik untuk menghilangkan polusi udara dalam ruangan.

    Kamu hanya perlu menyiramnya seminggu sekali di musim kemarau jika menginginkan tanaman sehat yang tumbuh dengan kecepatan stabil. Jika kamu lupa menyiramnya, daunnya tidak akan layu dan bisa dihidupkan kembali. Tanaman ini lebih menyukai cahaya terang tetapi juga senang berada di tempat teduh.

    5. Tanaman Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Tanaman lidah mertua ini hanya memerlukan sedikit perawatan, dan tumbuh dengan baik dengan penyiraman yang sangat moderat. Selama musim hujan atau cuaca dingin, tanaman ini hampir tidak membutuhkan penyiraman sama sekali.

    Pada musim kemarau atau cuaca panas, lidah mertua hanya perlu disiram dua kali dalam sebulan. Tanaman lidah mertua bisa bertahan hidup di ruangan yang minim cahaya, meski akan tumbuh lebih besar jika ditempatkan di tempat yang lebih terang.

    6. Echeveria

    Kaktus EcheveriaKaktus Echeveria Foto: Getty Images/Warunporn Thangthongtip

    Sama seperti kaktus, echeveria hanya membutuhkan sedikit penyiraman karena terbiasa dengan kondisi gurun yang ekstrim. Tanaman ini menyukai cahaya, jadi pastikan untuk menempatkan nya di tempat yang terang dan di dalam pot yang memiliki drainase yang baik.

    Kamu hanya perlu menyiram echeveria sekitar sebulan sekali, atau saat tanahnya sudah benar-benar kering.

    7. Tanaman Ivy

    Epipremnum Aureum plant in a garden.Common names including Golden pothos,Ceylon creeper,Hunter's robe,Ivy arum,Money plant and Silver vine.Epipremnum Aureum plant in a garden.Common names including Golden pothos,Ceylon creeper,Hunter’s robe,Ivy arum,Money plant and Silver vine. Foto: Getty Images/iStockphoto/Alohapatty

    Tanaman ivy sangat bagus untuk ditempatkan di rak yang lebih tinggi dan membiarkan batangnya menjuntai ke bawah. Tanaman ini biasanya ditempatkan di dapur, atau di atas nakas.

    Meskipun ivy membutuhkan penyiraman secara teratur, mereka lebih menyukai tanah yang kering dan hanya perlu disiram sekitar seminggu sekali. Ivy menyukai sinar matahari tidak langsung dan tidak boleh ditempatkan di sudut yang teduh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com