Tag: muda

  • Panduan buat Pasangan Muda yang Mau Beli Rumah, Begini 10 Tipsnya



    Jakarta – Bagi beberapa pasangan muda yang baru menikah, membeli rumah merupakan sebuah impian. Membeli rumah untuk pertama kali bukanlah perkara mudah. Kamu perlu sering berdiskusi dengan pasangan, juga mengumpulkan banyak informasi sebelum memutuskan untuk membeli rumah yang diinginkan.

    Jangan sampai karena kurangnya perencanaan, perhitungan, dan informasi, kamu tidak bisa membeli rumah idaman kamu. Melansir dari Kristal Garden, berikut beberapa tips membeli rumah yang perlu kamu perlu ketahui.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Warna Cat Terbaik, Agar Ruangan Sempit Terlihat Lebih Besar



    Jakarta

    Memilih warna terbaik untuk membuat ruang kecil terasa lebih besar merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan. Warna dapat memainkan psikologi dan ilusi seseorang saat berada di ruangan tersebut.

    Salah satu cara utama untuk membuat ruangan terasa lebih besar adalah dengan memaksimalkan cahaya alami dan cat terang untuk memantulkan cahaya. Namun, mengecat warna lebih gelap menciptakan ilusi bahwa ruangan terlihat lebih besar.

    Melansir The Spruce, Senin (4/11/2024), berikut beberapa pilihan warna untuk ruangan kecil agar terlihat besar.


    Putih Murni

    Menggunakan cat putih murni tanpa rona warna apapun akan menunjukkan langit-langit yang tinggi dan memaksimalkan cahaya di kamar mandi yang sempit.

    Kamu bisa menggunakan sentuhan akhir bernuansa emas, aksen kayu, dan lantai keramik berpola biru mencolok untuk membuatnya tidak tampak steril.

    Krem Dengan Sentuhan Hijau

    Warna cat krem dengan sentuhan hijau yang nyaman diaplikasikan dari dinding ke dapur kecil yang terpasang untuk menciptakan tampilan yang menyatu dan serasi di ruang yang sempit.

    Tirai hijau tanah dari lantai hingga ke langit-langit, membuat ruangan terasa lebih luas yang menjadi pelengkap sempurna.

    Abu-abu Hangat

    Cat coklat dengan abu-abu memiliki nuansa menenangkan dengan warna sedang yang kehangatannya ditingkatkan dengan aksen kaca dan emas, serta aksesoris kaca kuning untuk menciptakan nuansa yang kaya dan mengundang di ruangan kecil.

    Abu-Abu Tua

    Warna abu-abu tua yang langsung menurunkan tekanan darah dan menambah dimensi pada ruangan. Detail yang cermat membuat terasa mewah, seperti cermin besar di atas wastafel yang dicat abu-abu menggandakan pemandangan dan memantulkan cahaya.

    Kuning Cerah

    Warna kuning cerah yang kontras dengan langit kelabu dan warna yang memberi energi untuk membuat ruang tamu terasa lebih menarik.

    Meskipun mungkin tampak menjadi pilihan yang berani untuk ruangan kecil, warna kuning cocok dengan warna lain, seperti aksen merah dan hijau di seluruh ruangan. Hal ini membuat warna kuning cerah menjadi pilihan yang serbaguna.

    Hijau Mint

    Jika kamu ingin warna dan tampilan yang berani, hijau menjadi pilihan yang sangat baik yang akan terlihat hampir seperti warna netral di ruangan kecil.

    Biru Muda

    Cat biru muda yang kusam cocok untuk dinding maupun lemari modern di dapur yang tidak lekang oleh waktu. Dengan mengecat warna putih pucat menjaga warnanya agar tidak terlalu mencolok dan ruangan tidak terasa terlalu sempit.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Alasan Penting Kenapa Gen Z Harus Mulai Memikirkan Punya Rumah



    Jakarta

    Banyak yang bilang hunian bukan menjadi prioritas utama dari gen z. Mereka lebih memilih untuk sewa kos, kontrakan ataupun apartemen karena dianggap lebih praktis dan memudahkan.

    Tak heran jika saat ini kos-kosan, kontrakan ataupun apartemen yang disewakan di tengah kota kebanyakan diisi oleh gen z. Meski sudah mapan memiliki penghasilan yang cukup, mereka tetap memilih untuk tidak membeli rumah apa lagi jika lokasinya jauh dari pusat kota.

    Padahal punya rumah sendiri bukan sekadar impian manis, melainkan sebuah langkah strategis. Di era harga rumah yang terus meningkat setiap tahunnya, memiliki hunian sendiri dapat memberi perlindungan finansial serta kestabilan hidup yang makin sulit dicapai saat menyewa kos atau kontrakan.


    Berikut 4 alasan mengapa Gen-Z harus mulai memikirkan untuk punya rumah sendiri.

    Harga Rumah Semakin Mahal Tiap Tahun

    Salah satu alasan paling kuat mengapa Gen‑Z harus mulai berpikir punya rumah sendiri adalah karena harga rumah terus naik dari waktu ke waktu. Dilansir dari situs PR Newswire,survei menunjukkan bahwa 87,2% gen z menganggap kepemilikan rumah penting untuk investasi jangka panjang. Tapi hampir 80% dari mereka menyatakan bahwa harga rumah yang tinggi menjadi penghalang utama.

    Kenaikan harga rumah tidak hanya di satu wilayah. Di berbagai pasar properti, nilai rumah sebagai aset selalu meningkat. Artinya jika membeli rumah lebih awal, potensi mendapat rumah di harga terjangkau juga semakin besar. Sebagai generasi muda yang masih bisa memilih cicilan tenor panjang, ini bisa jadi keunggulan yang strategis.

    Selagi Masih Muda dan Masih Produktif

    Saat ini, gen z berada pada masa usia yang produktif tinggi. Dengan itu, potensi penghasilan ke depan masih sangat besar dan waktu yang tersedia untuk membayar cicilan rumah juga bisa lebih panjang. Dengan membeli rumah di usia muda, memungkinkan memilih jangka waktu kredit yang lebih panjang, sehingga beban cicilan bisa lebih ringan dibanding membeli rumah ketika usia mendekati masa tidak produktif.

    Dengan usia yang lebih muda, risiko penghasilan menurun atau masa pensiun juga masih jauh. Sehingga hal itu dapat menjadi alasan bahwa membeli rumah di awal bisa jadi langkah yang bijak dalam rencana kehidupan jangka panjang. Studi dari Freddie Mac menunjukkan bahwa sebagian besar gen z menginginkan rumah sendiri dan melihat kepemilikan rumah sebagai stabilitas dan kontrol atas hidupnya.

    Lebih Aman Karena Tak Perlu Terus Pindah Hunian

    Meskipun tidak terasa, nyatanya pindah-pindah kos atau kontrakan itu sebenarnya memakan banyak biaya. Mulai dari biaya administrasi, mencari lokasi baru, sampai waktu dan tenaga untuk berkemas dan pindahan. Belum lagi rasa tidak pasti karena bisa saja harga sewanya naik dan tiba-tiba harus pindah lagi.

    Dengan memiliki rumah sendiri akan terasa lebih aman, lebih sedikit gangguan tempat tinggal, kontrol lebih besar atas ruang hidup, dan potensi stabilitas yang lebih tinggi. Dilansir dari situs Augusta Ceo, berdasarkan hasil surveynya menunjukkan bahwa gen z juga sebenarnya memiliki pemikiran untuk memiliki rumah sendiri sebagai bagian dari keamanan finansial dan kehidupan yang lebih mapan.

    Di kos atau kontrakan, sewanya bisa tiba-tiba naik atau pemilik bisa memutuskan untuk tidak memperpanjang masa kontrakan. Tapi kalau punya rumah sendiri, tidak perlu khawatir dipaksa pindah mendadak atau keluar biaya tambahan yang muncul tiba-tiba.

    Gaya Hidup Fleksibel dan Investasi Masa Depan

    Memiliki rumah sendiri memberi kebebasan yang tidak selalu bisa didapat dari kos atau kontrakan. Rumah bisa diatur sesuai ggaya hidup, mulai dari renovasi kecil, memilih lokasi yang dekat kantor atau tempat favorit, ataupun membuat ruang yang nyaman dan modern sesuai selera gen z yang suka hal praktis dan berbasis teknologi.

    Selain itu, punya rumah sejak muda juga membuka pintu untuk berpikir lebih jauh ke masa depan. Rumah bisa menjadi tempat membangun keluarga suatu hari nanti, atau menjadi aset berharga yang bisa diwariskan atau dialihkan. Dengan kata lain, rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga fondasi untuk berbagai rencana besar dalam hidup.

    Itulah 4 Alasan gen z harus mulai menabung dan punya rumah sendiri. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Doyan Seblak Mercon? Waspadai Risiko Occult Bleeding, Penyebab Anemia Wanita Muda


    Jakarta

    Anemia atau kekurangan darah bisa disebabkan oleh banyak faktor. Dokter mengatakan, kebiasaan makan seblak mercon merupakan salah satu pemicu di kalangan anak muda.

    Hal ini disampaikan oleh praktisi kesehatan dr Rovy Pratama, MBA dalam diskusi di Jakarta Utara, Sabtu (11/10/2025). Menurutnya, anemia bisa terjadi karena kehilangan darah tanpa disadari.

    “Ada makan yang berlevel-level gitu ya, seblak mercon gitu ya, yang level-level lah. Nah itu salah satu penyebab seseorang mengalami kehilangan darah tanpa disadari,” jelasnya.


    “Kita sebut dalam istilah medis itu adalah occult bleeding. Jadi kehilangan darah itu sedikit-sedikit karena perlukaan pada lambung,” lanjut dr Rovy.

    Selain itu, anemia juga bisa terjadi karena terganggunya penyerapan zat besi. Lagi-lagi, tren di kalangan anak muda juga bisa menjadi pemicu, termasuk minuman kekinian seperti kopi dan matcha yang disebutnya mengganggu penyerapan zat besi.

    “Dan tren penjualan di coffee shop itu mostly dikunjungi oleh wanita usia muda,” katanya, menegaskan bahwa kelompok tersebut paling rentan mengalami anemia.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Minim Anak Muda di Masjid, Ini Siasat Kemenag



    Jakarta

    Minimnya kehadiran anak muda di masjid menjadi perhatian serius Kementerian Agama (Kemenag). Banyak masjid di Indonesia, terutama di daerah yang didominasi oleh jemaah lanjut usia, sementara anak muda justru jarang terlihat.

    Kemenag punya siasat untuk mengubah fungsi masjid agar lebih relevan dan menarik bagi generasi muda. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsyad Hidayat.

    “Kita ingin mencoba memberikan inspirasi ke masjid-masjid yang lain. Anak-anak muda ini harus kita berikan kesadaran pentingnya masjid,” ungkap Arsyad, saat ditemui di Konferensi Pers Blissful Mawlid di Jakarta, Jumat (22/8/2025).


    Contohnya seperti zaman nabi. Pada masa itu, di zaman Rasulullah SAW, masjid menjadi pusat segala aktivitas, mulai dari komunikasi, diskusi, hingga strategi perang.

    Kini, Kemenag pun ingin mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Salah satu langkah konkretnya adalah menjadikan masjid sebagai tempat yang punya fungsi sosial.

    “Jangan masjid itu jauh dari orang-orang miskin. Kita ingin masjid punya kekuatan, punya daya untuk memberikan fungsi sosial kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

    Selain itu, beberapa masjid sudah mulai berinovasi dengan memberikan pinjaman lunak kepada masyarakat. Hal ini dinilai sangat positif karena bisa membantu masyarakat menghindari jeratan pinjaman online (pinjol) dan mengatasi kemiskinan.

    “Ini menurut saya positif sekali, membantu program pemerintah kaitan dengan mengatasi kemiskinan,” kata Arsyad.

    Dengan berbagai program ini, Kemenag berharap masjid tidak lagi sepi dari anak muda. Masjid harus menjadi pusat kegiatan yang relevan, dinamis, dan memberdayakan umat.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com