Tag: mudik

  • Doa sebelum Pergi Mudik Lebaran, Dibaca agar Lancar dan Selamat


    Jakarta

    Jelang Hari Raya Idul Fitri, umumnya muslim Indonesia melakukan mudik ke kampung halaman. Kegiatan ini sudah seperti tradisi tahunan setiap lebaran.

    Biasanya perjalanan mudik memakan waktu yang cukup lama. Tidak hanya berjam-jam, bahkan hingga berhari-hari.

    Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya umat Islam memanjatkan doa ketika hendak melakukan sesuatu, begitu pula sebelum mudik. Doa tersebut dimaksudkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar selamat sampai tujuan.


    Doa sebelum Pergi Mudik

    Berikut doa sebelum pergi mudik yang disadur dari Instagram resmi Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI.

    سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Arab latin: Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun. Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini.

    Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga.”

    Doa Musafir Tergolong Mustajab

    Pada dasarnya, orang yang melakukan perjalanan jauh termasuk musafir. Menurut hukum Islam, musafir adalah orang yang meninggalkan tempat tinggalnya dalam jarak tertentu dan berniat tinggal di tempat yang dituju dalam waktu tertentu, seperti dikutip dari buku Tuntunan Shalat Musafir oleh Aulia Fadhli.

    Imam Ahmad, Imam Syafi’i dan Imam Malik menetapkan batas waktu seseorang yang dapat disebut musafir ialah empat hari. Sementara itu, Abu Hanifah mengatakan batas waktunya 15 hari.

    Walau demikian, banyak pendapat yang mengatakan bahwa musafir adalah orang yang sedang bepergian untuk tujuan tertentu dengan perjalanan kurang lebih 70 km, dan orang tersebut tidak berencana menetap di daerah tertentu lebih dari tiga hari.

    Secara sederhana, musafir dapat juga didefinisikan sebagai seseorang yang melakukan perjalanan dengan tujuan bukan untuk maksiat.

    Doa dari seorang musafir dikatakan mustajab. Hal ini disebutkan dalam buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah susunan Muhammad Syafie el-Bantanie, sebagaimana merujuk pada hadits Nabi SAW, ia bersabda:

    “Ada tiga jenis doa yang pasti dikabulkan, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang sedang dalam perjalanan (safar) dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Berangkat Perjalanan, Bisa Dibaca saat Pulang Mudik


    Jakarta

    Doa berangkat perjalanan bisa diamalkan saat pulang mudik lebaran. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita senantiasa memanjatkan doa ketika akan melakukan berbagai aktivitas.

    Imam An-Nawawi melalui kitabnya yang berjudul Al-Adzkar menyebut bahwa Rasulullah SAW juga membaca doa ketika ingin melakukan perjalanan. Dari Abdullah bin Sarjis RA, ia berkata:

    “Jika Rasulullah SAW melakukan perjalanan beliau meminta perlindungan dari beratnya perjalanan, buruknya tempat kembali dan kebengkokan setelah lurus, doanya orang-orang dizalimi, serta buruknya pandangan dan harta.” (HR Muslim)


    Kumpulan Doa Berangkat Perjalanan

    1. Doa Berangkat Perjalanan Versi Pertama

    Mengutip buku Doa & Zikir Mustajab untuk Muslimah susunan H Muhammad Rahmatullah, Abdullah bin Sarjis berkata bahwa apabila Rasulullah melakukan perjalanan jauh, beliau berdoa,

    اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Arab latin: Allahumma antash shohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.”

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Teman dalam perjalanan, dan Pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, dan kesedihan saat kembali, serta dari kekafiran setelah iman, dan dari doa orang yang dizalimi dari keburukan pemandangan dalam keluarga dan harta.” (HR Tirmidzi)

    2. Doa Berangkat Perjalanan Versi Kedua

    Berikut doa berangkat perjalanan lainnya yang berasal dari riwayat Muslim dan disebutkan dalam buku 101 Pesan Rasulullah untuk Anak Saleh karya Wulan Mulya Pratiwi,

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Arab latin: Allahuma hawwin alaina safarana haadza, wathwi ‘anna bu’dah. Allahuma anta shaahibus safari wal khaliifatu fil maali wal ahli

    Artinya: “Ya Allah permudahlah perjalanan kami ini, dan jadikanlah perjalanan yang jauh terasa dekat. Ya Allah Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi harta dan keluarga (yang ditinggal)” (HR Muslim)

    3. Doa Berangkat Perjalanan Versi Ketiga

    Pada riwayat lain yang termuat dalam Kitab Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i dengan sanad yang sahih, dari Ali bin Rabi’ah, sahabat Ali bin Abi Thalib membaca basmalah ketika naik kendaraan. Lalu, ketika telah duduk, dia membaca:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Alhamdulillaahilladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang menundukkan semua ini kepada kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    4. Doa Berangkat Perjalanan Versi Keempat

    Selain itu, melalui buku Bekal Safar tulisan Ustaz Abu Abdil A’la Hari Ahadi, doa yang perlu diamalkan ketika berangkat perjalanan.

    (3x) الحَمْدُ للِه

    Arab latin: Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar

    Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

    سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun

    Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali.” (QS. Az-Zukhruf: 13-14)

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Arab latin: Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)”

    Itulah sejumlah doa berangkat perjalanan yang bisa diamalkan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com