Tag: muntah

  • Jangan Taruh 6 Tanaman Cantik Ini di Dalam Rumah, Bahaya!


    Jakarta

    Tanaman adalah salah satu elemen penghias rumah yang bagus untuk dekorasi dan baik untuk kesehatan. Terkadang ada penghuni rumah yang sampai membuat taman atau meletakkan tanaman di dalam rumah. Model hunian seperti ini dianjurkan, tetapi kamu perlu tau tidak semua tanaman bisa diletakkan di dalam rumah.

    Hal ini bukan hanya karena menghambat pertumbuhan tanaman. Melainkan ada beberapa tanaman yang justru berbahaya jika berada terlalu dekat dengan manusia dan hewan peliharaan. Entah pada saat dipegang atau tidak sengaja termakan. Maka dari itu, lebih baik tanaman-tanaman ini diletakkan di luar.

    Melansir dari berbagai sumber, Senin (7/10/2024), berikut beberapa tanaman yang tidak bisa diletakkan di dalam rumah.


    1. Bonsai

    bonsai Foto: Getty Images/iStockphoto/TG23

    Menurut situs Bestlife, kamu perlu berhati-hati jika ingin menanam pohon cantik ini di dalam rumah. Pohon yang memiliki bentuk unik dengan bagian atasnya melebar ini banyak diletakkan di dalam rumah karena perlu dirawat dengan telaten agar bentuknya terjaga.

    Namun, pohon Boncai ternyata bisa menyebabkan alergi. Meskipun tidak semua orang akan terdampak, lebih baik mengganti dengan jenis tanaman lain yang lebih aman.

    2. English Ivy

    1474648482 Foto: Getty Images/Jack Holliday

    Situs Realsimple, memasukkan tanaman rambat satu ini sebagai salah satu tanaman yang sebaiknya tidak diletakkan di dalam rumah. Bentuknya yang indah tidak seperti daun biasa membuat tampilannya menarik.Di balik fisiknya, tanaman ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar atau iritasi di bagian mulut, sulit napas, koma, atau bahkan kematian.

    3. Ponthos

    Tanaman hias sirih gading atau Epipremnum aureum Foto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

    Tanaman ini banyak ditemukan di rumah karena perawatannya yang mudah. Meski terlihat cantik, namun tanaman ini bisa berbahaya apabila dimakan oleh kucing karena mengandung kalsium oksalat.

    4. Peace Lily

    Tanaman Hias Peace Lily Foto: iStock

    Tanaman satu ini memiliki daun paling atas berwarna putih dan agak kuncup. Tangkainya lurus dan cukup panjang. Tanaman ini terlihat cantik sehingga saat diletakkan di salah satu sudut ruangan bisa menjadi dekorasi yang indah. Namun, tanaman ini bisa cukup berbahaya apabila dimakan kucing. Sebab, peace lily memiliki kandungan kalsium oksalat yang beracun bagi kucing apabila tertelan atau dimakan.

    5. Palem Sagu

    1084670980 Foto: Getty Images/iStockphoto/Solstizia

    Palem sagu (Cycas revoluta) memiliki tampilan yang elegan, tapi seluruh bagian tanaman ini beracun jika termakan oleh hewan peliharaan. Bagian yang paling beracun adalah bijinya yang bernama cycasin.

    Gejala yang dapat ditimbulkan meliputi gagal hati, tinja berdarah, muntah, pendarahan internal, penyakit kuning, retensi cairan di area perut, dan kematian. Pengobatan harus secepat mungkin dilakukan melihat dari bahaya dan parahnya gejala.

    6. Tanaman Giok

    Ilustrasi Tanaman Hias Giok Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman giok (Crassula ovata) atau yang juga dikenal sebagai jade plant, adalah tanaman sukulen yang ditanam sebab daunnya tebal dan tampilannya kokoh mirip pohon yang memberikan kesan eksotis. Tanaman ini diperkenalkan sebagai tanaman hias beberapa dekade lalu.

    Tanaman Giok ternyata berbahaya jika sampai termakan oleh hewan peliharaan. Gejala yang ditimbulkan umumnya bersifat ringan, meliputi kehilangan nafsu makan, lesu, muntah, dan yang ekstrim adalah detak jantung yang lambat atau kejang-kejang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Perbedaan Kualitas Air Sumur Bor dan Sumur Gali


    Jakarta

    Salah satu syarat rumah dapat diserahterimakan kepada pembeli adalah rumah tersebut telah tersedia air. Sumber air tersebut bisa berasal dari sumur bor dan sumur gali. Meskipun sama-sama mengandalkan air tanah, ternyata kualitas air yang dihasilkan bisa berbeda lho.

    Lantas, lebih baik mana, air dari sumur bor atau sumur gali?

    Sebelum masuk ke bahasan, ketahui dahulu perbedaan sumur gali dan sumur bor.


    Mengutip dari jurnal ‘Perbedaan Kualitas Air Sumur Gali dan Sumur Bor Perumahan Griya Cahaya 2 Gunung Sariak Kota Padang’ yang ditulis oleh Ildayat Doni Afrizal, Martoyo Askari, dan Totoh Andayono, sumur gali adalah suatu konstruksi sumur yang digunakan untuk mengambil air tanah bagi masyarakat dan rumah-rumah perorangan dengan kedalaman 7 – 10 meter dari permukaan tanah.

    Sementara itu, sumur bor adalah suatu cara pengambilan air tanah yang menancapkan pipa ke dalam tanah sampai kedalaman tertentu.

    Dalam jurnal tersebut, mereka melakukan survei kualitas air dari 86 sumur yang berada di Perumahan Griya Cahaya 2. Di perumahan tersebut, blok A dan B memakai sumur gali. Sementara, blok C dan D memakai sumur bor.

    Hasil survei lapangan dan laboratorium, menunjukkan hasil sebagai berikut.

    Kualitas Air Sumur Gali

    Mereka menemukan bahwa kondisi air dari sumur gali di perumahan tersebut terlihat berminyak di permukaannya. Kemudian, apabila didiamkan beberapa lama, muncul noda merah yang warga sebut dengan tinagan. Kondisi yang kurang baik membuat warga terpaksa mengambil air bersih di atas bukit dengan selang.

    Setelah diuji laboratorium, kondisi air yang seperti ini ternyata di dalamnya mengandung bakteri e-coli yang berisiko menimbulkan gejala berupa sakit perut, diare, mual, dan muntah serta bakteri koliform yang juga menyebabkan diare hingga tifus. Selain itu, kadar nitrit yang ditemukan di air juga cukup tinggi, lebih dari 3 mg/l.

    Namun, air dari sumur gali tidak berbau dan berasa. Lalu, pH airnya pun masih standar di 6,5 – 8,5 dan kesadahan 500 mg/l.

    Kualitas Air Sumur Bor

    Kualitas air dari sumur bor di perumahan tersebut lebih baik dan dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Namun, tidak semua rumah mendapatkan kondisi air yang bersih, ada beberapa juga yang terlihat keruh.

    Hasil uji laboratorium, air dari sumur bor sedikit lebih baik dari sumur gali karena memang beberapa rumah airnya dalam keadaan bagus. Namun, di dalam air tersebut tetap ditemukan bakteri e-coli 57% dan koliform sekitar 43%.

    Selain itu, kadar nitrit yang ditemukan di air sumur bor juga masih melebihi standar ideal yakni lebih dari 28,5 mg/l.

    Air sumur bor juga tidak berbau dan berasa. Selain itu, pH airnya pun masih standar di 6,5 – 8,5 dan kesadahan 500 mg/l.

    Kesimpulan

    Mereka menyimpulkan air sumur gali yang buruk disebabkan karena jarak sumur gali yang berdekatan dengan tangki septik (septic tank) yakni hanya 8,6 meter dengan kedalaman sumur 3 meter. Jarak yang terlalu dekat memungkinkan rembesan air septic tank dapat masuk ke dalam air sumur gali.

    Sementara itu, sumur bor yang dalamnya lebih dari 10 meter, tidak begitu terdampak air rembesan air septic tank di rumah.

    “Jarak minimum antara sumur yang dijadikan sebagai sumber air bersih dengan jamban (pit privy) adalah sejauh 12 meter,” kutip mereka dari buku Penyediaan Air Bersih, FT-UNP karya Martoyo Askari, seperti yang dikutip detikcom, Rabu (4/12/2024).

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 4 Tanaman Hias Ini Beracun Bagi Hewan Peliharaan dan Anak-anak


    Jakarta

    Keberadaan tanaman hias bisa membuat rumah menjadi lebih asri dan segar. Namun, kamu perlu hati-hati karena ada tanaman hias yang justru beracun bagi hewan peliharaan dan anak-anak.

    Sebelum membeli tanaman hias, sebaiknya kamu mempelajarinya terlebih dahulu. Hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

    “Ya, beberapa tanaman memang beracun-sering kali hanya dalam jumlah yang sangat banyak-bagi hewan peliharaan dan/atau manusia, tetapi itu tidak berarti tanaman itu tidak boleh dipelihara,” kata head of Plant Education and Community di The Sill, Paris Lalicata, dikutip dari Real Simple, Senin (3/2/2025).


    Kamu bisa tetap menikmati keindahan tanaman tersebut sembari menjaga anak-anak dan hewan peliharaan tetap aman dengan beberapa tindakan sederhana. Misalnya kamu bisa meletakkan tanaman di tempat yang tinggi dan jauh dari jangkauan. Selain itu, kamu juga bisa membuat area khusus tanaman yang tidak boleh dimasuki oleh anak-anak maupun hewan peliharaan.

    Lebih lanjut, ada beberapa tanaman yang bisa menjadi beracun bagi hewan peliharaan maupun anak-anak. Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasinya.

    1. Palem Sagu

    beautiful green tropical palm tree in a potbeautiful green tropical palm tree in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/Solstizia

    Palem sagu atau sikas sagu (Cycas revoluta) beracun bagi hewan dan manusia, terutama bagian bijinya. Tanaman itu memiliki komponen beracun yang bernama sitosin yang apabila dimakan bisa menyebabkan muntah-muntah, diare, atau gejala yang lebih parah.

    Apabila hewan peliharaan atau anak-anak memakan bagian apapun dari tanaman tersebut, segera periksakan ke dokter.

    2. Kaktus Pensil

    Ilustrasi kaktusIlustrasi kaktus pensil. Foto: Getty Images/Jobrestful

    Tanaman yang satu ini sangat mudah ditemukan dan kerap digunakan sebagai tanaman hias. Maka dari itu kamu harus hati-hati.

    “Getahnya yang berwarna putih susu beracun bagi manusia dan hewan serta dapat menyebabkan iritasi parah pada kulit. Jika getahnya masuk ke mata, dapat menyebabkan iritasi dan bahkan kebutaan,” tutur profesional dari Plants With Krystal, Krystal Duran.

    3. Philodendron

    house plant heart leaf Philodendron vine in white potPhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Tanaman ini sangat digemari bagi pemula karena perawatannya yang mudah. Tetap saja, saat merawatnya kamu perlu kehati-hatian karena mengandung kalsium oksalat yang bisa menimbulkan iritasi jika daunnya dimakan.

    “Kalsium oksalat disebut raphid, yang bekerja seperti jarum kecil. Jika tanaman tertelan, mulut akan teriritasi dan bengkak akibat raphid-sering kali ini tidak berakibat fatal,” ujar profesional dari The Houseplant Guru, Lisa Eldred Steinkopf.

    Selain itu, apabila getahnya mengenai kulit juga bisa menyebabkan iritasi kulit.

    4. Tanaman Ivy

    Ivy, Flower Pot, Indoors, Plant, Potted PlantIvy Foto: Getty Images/Haizhan Zheng

    Ivy sangat cocok untuk dijadikan tanaman rambat. Namun penempatannya harus diperhatikan, jangan sampai sering bergesekan dengan penghuni rumah atau pastikan sulit dijangkau hewan peliharan dan anak-anak.

    “Getah tanaman ivy mengandung falcarinol yang dapat menyebabkan dermatitis kontak. Gunakan sarung tangan saat menangani tanaman ivy, terutama saat memangkas tanaman atau menangani tanaman merambat yang rusak,” ungkap steinkopf.

    Itulah deretan tanaman yang beracun bagi hewan dan anak-anak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Sebaiknya Dijauhkan dari Anabul dan Anak-anak, Bisa Keracunan!


    Jakarta

    Terdapat beberapa tanaman hias yang berbahaya bagi hewan peliharaan dan anak-anak. Penyebabnya bukan hanya karena tampilan atau bau dari tanaman tersebut, melainkan apabila tanaman tersebut dikonsumsi.

    Seperti yang kita tahu, anak-anak seperti balita suka meraih benda apa pun di sekitarnya. Jika mereka mencabut daun tanaman yang disebut berbahaya ini, dapat akan timbul gejala-gejala yang membuat tubuh tak nyaman. Lalu, hewan peliharaan seperti kucing dan anjing tidak hanya memakan daging, terkadang mereka kerap memakan atau menggigit tanaman.

    Khawatirnya apabila tanaman-tanaman berbahaya ini berada di jangkauan hewan dan anak-anak, kemudian tanpa pengawasan dapat membahayakan keselamatan mereka.


    Lantas, tanaman apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari anak-anak dan hewan? Dilansir Real Simple berikut daftarnya.

    1. Palem Sagu

    beautiful green tropical palm tree in a potbeautiful green tropical palm tree in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/Solstizia

    Tanaman palem sagu atau sikas sagu (Cycas revoluta) memiliki bentuk dahan yang melebar. Tanaman ini bisa tumbuh setinggi orang dewasa. Oleh karena itu, banyak yang memajang tanaman ini di dalam ruangan karena cukup besar tetapi mudah perawatannya.

    Namun, hati-hati tanaman satu ini beracun bagi hewan dan manusia. Bagian yang harus dihindari adalah bijinya. Di dalamnya terdapat zat bernama sitosin yang apabila dimakan bisa menyebabkan muntah-muntah, diare, atau gejala yang lebih parah.

    Apabila hewan peliharaan atau anak-anak memakan bagian apapun dari tanaman, bukan bijinya, tetap harus periksa ke dokter untuk segera mendapat penanganan.

    2. Kaktus Pensil

    Ilustrasi kaktusIlustrasi kaktus pensil. Foto: Getty Images/Jobrestful

    Tanaman kaktus terkadang dihindari dari anak-anak karena permukaannya yang berduri. Di samping itu, ada lho jenis kaktus yang lain, lebih kecil dan ramping batangnya tetapi tak kalah berbahaya. Tanaman ini memang tidak memiliki daun hanya batang yang ramping. Nama tanaman ini adalah kaktus pensil.

    Di balik tampilannya yang unik, hati-hati dengan getahnya yang muncul dari ujung batang. Getah ini berwarna putih yang apabila terkena di tangan akan terasa kesat dan lengket. Untuk kulitnya sensitif getah ini dapat menimbulkan iritasi bagi manusia dan hewan. Jauhnya getah ini dari area wajah karena jika terkena di mata dapat menimbulkan kebutaan.

    3. Kuping Gajah

    fresh elephant ear leaffresh elephant ear leaf Foto: Getty Images/iStockphoto/kuarmungadd

    Kuping gajah juga sering disebut dengan anthurium. Tanaman ini memiliki bentuk daun yang lebar dan berserat mirip telinga gajah. Daunnya pun tidak hanya hijau, melainkan banyak warna, seperti merah, pink, hingga coklat kemerahan.

    Di balik keindahannya ternyata kuping gajah mengandung asam oksalat, asparagin, dan asam amino yang bisa menyebabkan sensasi terbakar pada kulit, rasa gatal, gangguan pernapasan, hingga menutup jalur napas.

    4. Philodendron

    house plant heart leaf Philodendron vine in white potPhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Philodendron adalah tanaman yang perawatannya cukup mudah dan cocok untuk diletakkan di dalam rumah. Namun, di dalam tanaman ini terdapat kandungan kalsium oksalat yang dapat menyebabkan iritasi apabila dikonsumsi. Selain itu, bisa juga bereaksi pada kulit dengan menimbulkan bengkak.

    5. Tanaman Ivy

    Ivy, Flower Pot, Indoors, Plant, Potted PlantIvy Foto: Getty Images/Haizhan Zheng

    Tanaman Ivy memiliki bentuk daun yang cantik yakni seperti bintang. Tanaman ini termasuk tanaman rambat. Hati-hati ketika memegangnya karena tanaman ivy dapat mengeluarkan getah. Di dalam mengandung falcarinol yang bisa berdampak dermatitis.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Ada Cicak di Rumah? Ini Penyebab, Tempat Sembunyi, dan Cara Usirnya



    Jakarta

    Cicak sering kali ditemukan merayap di dalam rumah. Sekilas reptil kecil ini memang tidak berbahaya, sehingga penghuni rumah tak perlu panik dan mencari profesional buat mengusirnya.

    Akan tetapi, cicak sebenarnya membawa parasit dan bakteri seperti salmonela dalam urin dan kotorannya. Kalau tak sengaja konsumsi makanan yang tercemar kotoran cicak, penghuni rumah bisa mengalami kram perut hebat, diare, demam, dan muntah.

    Oleh karena itu, sebaiknya menjaga rumah bebas cicak. Ada banyak alasan sering ada cicak di rumah. Kalau dibiarkan, jumlah cicak bisa terus bertambah, lho.


    Lantas, mengapa rumah bisa sampai banyak cicak ya? Di mana tempat persembunyiannya? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari PestClinic.

    Penyebab Banyak Cicak di Rumah

    Inilah beberapa alasan ada banyak cicak di rumah.

    1. Lingkungan Lembap

    Tinggal di negara dengan iklim hangat dan lembab, berarti rumah rentan dihinggapi cicak. Reptil ini juga menyukai air yang tergenang, seperti kolam taman, pipa bocor, dan sumber air lainnya.

    2. Ada Buah-buahan

    Membiarkan buah-buahan terbuka di dapur akan menarik perhatian reptil kecil ini. Sebab, buah-buahan merupakan salah satu sumber makanannya.

    3. Ada Retakan dan Lubang

    Cicak suka menyelinap ke retakan atau celah-celah kecil seperti ambang jendela, dinding, dan pintu. Celah seperti ini menjadi titik akses cicak ke dalam rumah.

    4. Rumah Kotor

    Rumah yang kotor dengan tumpahan dan remah-remah makanan menarik bagi cicak karena bisa jadi sumber makanan mereka. Lalu, tumpukkan barang juga dapat dijadikan tempat persembunyian bagi cicak.

    5. Ada Serangga

    Serangga merupakan sumber makanan utama cicak. Jika banyak serangga seperti semut dan nyamuk berkeliaran, jangan heran kalau ada banyak cicak di rumah.

    Tempat Persembunyian Cicak

    Kalau mau mengatasi hama ini, penting untuk tahu tempat persembunyiannya. Berikut beberapa tempat persembunyian cicak.

    • Di bawah tumpukkan barang tak terpakai, termasuk kertas, majalah, dan koran.
    • Di belakang bingkai atau barang yang digantung pada tembok.
    • Lemari, laci, lemari pakaian, dan kabinet yang jarang dibuka.
    • Di belakang furnitur untuk bertelur dan bersembunyi dari predator.

    Bahan-bahan Pengusir Cicak

    Untuk mengusir cicak di rumah, penghuni rumah bisa menggunakan bahan-bahan berikut ini.

    • Bubuk Merica: Cicak dikatakan alergi terhadap merica. Semprotkan larutan merica di sekitar area yang terdapat kadal.
    • Kulit Telur: Bau kulit telur yang menyengat dapat membuat cicak merasa terganggu. Kulit telur juga memberi kesan ada makhluk besar di dekatnya.
    • Bawang merah dan bawang putih: Bawang ini memiliki aroma kuat yang tidak dapat ditoleransi oleh cicak. Campur bubuk bawang merah atau bawang putih dan gunakan larutan tersebut sebagai
    • semprotan untuk mengusir cicak.
    • Kapur Barus: Letakkan kapur barus di lemari, laci, atau di mana pun yang sering didatangi cicak.

    Itulah penyebab ada cicak di rumah beserta tempat persembunyian dan cara usirnya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tanaman yang Bisa bikin Tikus Kabur dan Ogah Datang Lagi ke Rumah


    Jakarta

    Tanaman bukan hanya berfungsi untuk memasok oksigen dan penghijauan, melainkan bisa untuk mengusir tikus yang kerap berkeliaran di rumah.

    Memang tidak semua tanaman ampuh untuk mengusir tikus karena banyak tanaman yang keberadaan tidak mengganggu bagi hewan pengerat ini. Tanaman yang dibenci tikus adalah tanaman yang memiliki aroma yang kuat. Aroma ini dapat mengganggu tikus ketika mencari jalan menuju target makanannya.

    Dilansir dari Tom’s Guide, berikut beberapa tanaman yang dapat mengusir tikus.


    1. Serai

    Tips memasak dengan seraiSerai Foto: Getty Images/iStockphoto

    Tanaman herbal yang kerap dipakai sebagai bumbu dapur satu ini terkenal dengan aromanya yang cukup segar mirip dengan jeruk. Aroma-aroma seperti ini yang tidak disukai oleh tikus, hewan pengerat ini pasti akan menghindar.

    Serai bisa tumbuh subur di halaman. Bahkan tanpa perlu tempat yang luas, tanaman ini bisa tumbuh. Tempat tersebut cocok untuk menghadang tikus masuk hingga ke dalam rumah.

    Selain dalam bentuk tanaman, penghuni rumah juga bisa mengusir tikus dengan wewangian dari serai seperti lilin serai atau minyak esensial dari serai.

    2. Bunga Krisan

    Ilustrasi bunga krisanIlustrasi bunga krisan Foto: Getty Images/iStockphoto/miwa_in_oz

    Bunga satu ini sering muncul saat ada berita duka cita. Pada beberapa budaya dan negara, bunga krisan berwarna putih kerap diletakkan di rumah duka di sekitar foto atau tempat peringatan orang atau peristiwa duka.

    Bentuk bunga krisan mirip bunga pada umumnya atau bunga matahari, tetapi ukurannya jauh lebih kecil. Bunga satu ini ternyata mengeluarkan aroma yang khas. Aroma ini dapat membuat tikus tak mau mendekat.

    Bunga krisan banyak digunakan sebagai bunga hias sehingga bisa diletakkan di dalam ruangan. Namun, hati-hati yang memelihara kucing dan anjing karena jika mereka mengunyah bunga ini dapat menyebabkan beberapa gejala serius seperti diare, muntah, muncul air liur berlebihan, dan lainnya.

    3. Bawang Putih dan Bawang Bombai

    7 Manfaat Makan Bawang Putih, Bikin Kulit Mulus dan Cegah DiabetesIlustrasi bawang putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/Burhanuddin Helmi

    Sudah tidak asing lagi jika bawang putih dan bawang bombai musuh bagi banyak serangga dan hama. Bawang putih memiliki sejumlah senyawa sulfur yang mengeluarkan bau menyengat yang dibenci tikus. Dua bumbu dapur ini memiliki bau yang khas, bahkan saat memasak baunya cukup tajam.

    Untuk mengusir tikus menggunakan bawang putih dan bawang bombai, bisa dengan mengiris beberapa potong bawang kemudian disebar. Bisa pula dengan menanam bawang di halaman.

    Tikus yang memakan bawang dapat menyebabkan sempoyongan karena mengalami anemia dan kekurangan oksigen.

    4. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender. Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Pasti beberapa di antara kalian pernah melihat berbagai macam produk pembasmi serangga dan hama memakai campuran lavender di dalamnya. Hal itu dikarenakan lavender memiliki aroma yang khas dan bagi manusia sangat wangi, tetapi bagi hewan cukup mengganggu.

    Cara membuat perangkap agar tikus tak datang lagi ke rumah adalah dengan menanam lavender di halaman atau menyebar tangkainya di tanah. Lavender yang sudah kering juga bisa digunakan untuk menutup celah agar tikus tidak masuk.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa bikin tikus enggan masuk rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Penampakan Lalat Buah dan Cara Usirnya


    Jakarta

    Lalat buah (Drosophila melanogaster) merupakan serangga kecil berwarna cokelat dengan mata merah. Hewan kecil ini biasanya terbang di sekitar dapur, mengincar sampah, sayur, dan buah. Sama seperti jenis lalat lainnya, lalat buah juga membawa banyak kuman dan bakteri.

    Larva yang sudah menempel pada buah, bahaya jika dikonsumsi. Sebab, larva tersebut membuat terowongan di dalam daging buah. Apabila dikonsumsi, bisa mengakibatkan muntah-muntah, diare, dan gangguan pencernaan lainnya menurut Britannica.

    Menurut penelitian dari Universitas Cambridge, lalat buah merupakan salah satu hewan yang bisa beranak tanpa perlu kawin. Namun, dengan diinduksi di lalat perawan juga bisa membuat mereka bereproduksi.


    Dilansir Good House, seperti namanya lalat buah bisa datang karena mencium bau buah atau hasil bumi yang sudah matang. Oleh karena itu, kemunculan lalat buah kerap disebut sebagai hama untuk hasil panen petani buah atau sayur.

    Namun, tak perlu panik berlebihan, serangga ini bisa diusir dengan bahan yang mudah didapat dan tidak akan membahayakan buah-buah, berikut di antaranya.

    1. Pisahkan Buah yang Sudah Matang

    Untuk menghindari gagal panen, pastikan ketika terlihat buah akan matang, tutup atau langsung pisahkan buah tersebut agar tidak menjadi sasaran lalat buah.

    Kemudian, simpan buah atau sayuran di tempat yang rapat dengan suhu yang rendah seperti di dalam kulkas. Apabila sayuran tersebut aman untuk dicuci sebelum disimpan, coba cuci dahulu untuk menghilangkan larva yang mungkin menempel.

    2. Buang Sampah

    Buah dan sayuran yang basi atau membusuk juga bisa mengundang lalat buah berdatangan. Sebaiknya, buang sampah secara teratur atau pastikan tempat tersebut dalam keadaan tertutup.

    3. Letakkan Cuka Sari Apel

    Apabila dua cara tersebut tidak berhasil, coba pasang perangkap dari cuka sari apel. Aroma cuka yang kuat dapat mengganggu lalat buah dan bikin mereka enggan mendekat.

    Cara membuat perangkap ini adalah dengan menuangkan cuka sari apel ke dalam gelas, ukurannya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kemudian pasang plastik di atas gelas tersebut. Beri lubang pada plastik tersebut agar aromanya tetap menguar.

    Apabila tidak memiliki plastik, bisa juga memakai kertas yang dibuat kerucut seperti corong. Masukkan kertas ke dalam gelas. Ujung kerucut tersebut harus berada di dalam gelas, sementara yang lubangnya besar di luar.

    4. Cuka dan Sabun Cuci Piring

    Kemudian, cuka dan sabun cuci piring juga ampuh untuk mengusir lalat buah. Komposisinya adalah 3 tetes sabun cuci piring dimasukkan ke mangkuk berisi cuka. Kali ini, biarkan mangkuk terbuka. Sabun cuci piring mengurangi tegangan permukaan cuka sehingga lalat yang mendekat akan tenggelam.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Merawat Lidah Mertua Biar Makin Cantik dan Subur


    Jakarta

    Ada berbagai jenis tanaman hias yang cocok ditanam di rumah, salah satunya yang populer adalah lidah mertua (Sansevieria). Tanaman ini memiliki sejumlah manfaat untuk hunian, mulai dari memperbaiki kualitas udara hingga mengatur kelembapan.

    Lidah mertua juga termasuk tanaman yang mudah dirawat lho. Maka dari itu, lidah mertua sangat cocok bagi detikers yang baru memulai menanam tanaman hias di rumah.

    Meski mudah dirawat, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menanam lidah mertua. Bagaimana tips merawat lidah mertua? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Tips Mudah Merawat Lidah Mertua

    Ada sejumlah tips dalam merawat lidah mertua agar bisa tumbuh subur. Dikutip dari The Spruce, Rabu (11/6/2025), berikut beberapa tipsnya:

    1. Beri Sinar Matahari

    Lidah mertua perlu sinar matahari sekitar 8-10 jam dalam sehari. Akan tetapi, tanaman ini juga dikenal dapat bertahan hidup meski dalam kondisi minim cahaya. Namun, proses pertumbuhannya akan berjalan lambat.

    Maka dari itu, sebaiknya letakkan lidah merua di jendela yang menghadap arah timur. Bisa juga meletakkan tanaman ini di dekat jendela yang menghadap ke selatan atau barat.

    2. Tanam di Tanah Pot yang Gembur

    Lidah mertua lebih menyukai campuran tanah pot yang gembur dan punya drainase baik. Tanaman ini dapat tumbuh subur di tanah berpasir, sehingga tanah pot kaktus serbaguna bisa menjadi pilihan terbaik.

    Perlu diingat, jangan mencampur tanah yang mengandung persentase gambut tinggi karena dapat menahan terlalu banyak air.

    3. Siram Air ketika Sudah Kering

    Lidah mertua sebaiknya disiram ketika benar-benar kering dan pastikan disiram secara menyeluruh. Jika kamu tinggal di udara yang cenderung sejuk atau dingin, lidah mertua hanya perlu disiram sebulan sekali saja. Jika daunnya sudah terlihat rapuh dan kering, sebaiknya segera disiram.

    Sebagai informasi, tidak dianjurkan menyiram lidah mertua secara berlebihan. Sebab, terlalu bayak air membuat tanaman ini jadi terendam dan sistem akarnya menjadi busuk.

    3. Suhu dan Kelembapan

    Agar dapat tumbuh subur, sebaiknya tanam lidah mertua di suhu sekitar 21-32 derajat Celcius. Sebagai pengingat, tanaman ini tidak tahan terhadap embun beku dan suhu di bawah 10 derajat Celcius. Dalam jangka waktu singkat, lidah mertua bisa mati karena suhu yang dingin.

    Jika ingin menanam lidah mertua di dalam rumah, pastikan tingkat kelembapannya berada di antara 30-50%.

    4. Pupuk

    Beri pupuk setiap enam bulan sekali agar lidah mertua tetap tumbuh dengan baik. Jika ditanam di dalam ruangan, sebaiknya beri pupuk cair organik.

    5. Rutin Mengecek Batangnya

    Selain mengganti pupuk, penting juga untuk mengecek batang lidah mertua secara teratur. Jika batangnya berubah warna jadi kuning dan teksturnya lembek, hal itu terjadi karena terlalu banyak disiram air sehingga mengalami pembusukan akar.

    Manfaat Menanam Lidah Mertua di Rumah

    Ada sejumlah manfaat dari menanam lidah mertua di rumah. Apa saja? Simak di bawah ini:

    • Mudah dirawat dan cocok bagi orang yang baru pertama kali menanam tanaman di rumah.
    • Mengatasi udara kotor.
    • Dapat menghilangkan benzena, formaldehida, toluena, trikloroetilen pada udara di dalam ruangan.
    • Punya bentuk yang unik dan menarik sebagai tanaman hias.
    • Dapat tumbuh di kondisi cahaya yang redup, meski proses pertumbuhannya sedikit lambat
    • Tidak perlu disiram air setiap hari.
    • Tahan kering.
    • Mengeluarkan oksigen saat malam hari.

    Sebagai catatan, lidah mertua merupakan tanaman yang sedikit beracun bagi hewan peliharaan. Maka dari itu, tanaman ini tidak disukai kucing dan anjing. Apabila lidah mertua tertelan manusia, hal ini berisiko menyebabkan iritasi mulut, gangguan pencernaan, hingga muntah.

    Demikian tips merawat lidah mertua di rumah agar tumbuh subur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 7 Tanaman Ini Beracun buat Kucing


    Jakarta

    Memiliki tanaman di dalam rumah tentu bisa membuat ruangan terasa asri dan segar. Namun, penghuni rumah harus berhati-hati dalam memilih tanaman, apalagi kalau punya hewan peliharaan kucing.

    Hal itu karena ada beberapa tanaman yang bisa beracun bagi kucing. Bahkan ada yang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius seperti aritmia jantung.

    Berikut ini deretan tanaman yang bisa beracun bagi kucing dikutip dari The Spruce dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA).


    1. Janda Bolong

    clean image of propagation of Philodendron Monstera, Swiss Cheese Plant leaves, cuttings in water rooting in glass vase, copy spaceMonstera. Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

    Tanaman janda bolong atau monstera ini bisa beracun buat kucing. Tanaman ini mengandung kalsium oksalat yang tidak terlarut sehingga berbahaya bagi kucing. Apabila dimakan, bisa menyebabkan infeksi mulut, muntah-muntah hingga sulit menelan makanan.

    2. Pothos

    Golden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and gardenGolden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and garden Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

    Tanaman ini banyak ditemukan di rumah karena perawatannya yang mudah. Meski terlihat cantik, namun tanaman ini bisa berbahaya apabila dimakan oleh kucing karena mengandung kalsium oksalat. Apabila dikonsumsi kucing, bisa menyebabkan iritasi mulut, mengeluarkan air liur berlebihan hingga sulit menelan makanan.

    3. Bunga Daffodil

    Tanaman hias daffodilTanaman hias daffodil Foto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

    Bunga daffodil memiliki warna yang indah dan terang sehingga membuatnya tampak cantik. Akan tetapi, bunga daffodil bisa menjadi berbahaya apabila dimakan oleh kucing. Bagian bunga maupun batangnya beracun apabila dikonsumsi kucing dalam jumlah banyak. Bagian umbinya (bulbs) yang paling beracun, jika dikonsumsi dalam jumlah kecil saja bisa menyebabkan diare, muntah-muntah, gangguan pencernaan, darah rendah hingga aritmia jantung.

    4. English Ivy

    Ivy in a potEnglish Ivy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

    Tanaman ini sering ditemukan di rumah menjadi tanaman gantung. Daunnya yang unik bisa membuat tampilan rumah menjadi lebih bagus. Meski bentuk daunnya unik, namun apabila dimakan oleh kucing bisa berbahaya.

    Dilansir dari The Spruce Pets, tanaman ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar atau iritasi di bagian mulut, sulit napas, koma, atau bahkan kematian.

    5. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang sangat mudah dirawat. Tak heran, banyak penghuni rumah yang memiliki tanaman tersebut di rumah.

    Meskipun tanaman ini tidak berbahaya bagi manusia, hewan peliharaan seperti kucing bisa keracunan jika mengonsumsi lidah mertua.

    Dilansir dari American Society for the Prevention of Cruelty to Animals, tanaman ini mengandung saponin yang apabila dimakan oleh kucing bisa menimbulkan gejala diare, muntah-muntah, dan mual.

    6. Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldTanaman giok. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman yang satu ini juga kerap ditemukan di rumah karena mudah diurus dan dianggap dapat membawa keberuntungan. Namun hati-hati, karena tanaman ini sangat beracun bagi kucing, anjing, dan juga kuda. Belum diketahui secara pasti penyebab racunnya tetapi semua bagian tanaman tersebut bisa memberikan reaksi pada kucing. Tanaman ini bisa menyebabkan kucing depresi, muntah, serta inkoordinasi.

    7. Aloe Vera

    Tanaman aloe vera atau lidah buayaTanaman aloe vera atau lidah buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Aloe vera atau lidah buaya memiliki segudang manfaat untuk manusia. Namun, tanaman ini bisa beracun bagi kucing jika dikonsumsi serta menyebabkan diare, lemas, serta muntah-muntah.

    Itulah beberapa tanaman yang beracun bagi kucing. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Makan Rebusan-Kukusan yang Keburu Dingin? Hati-hati, Ini Risikonya


    Jakarta

    Makanan rebusan-kukusan begitu nikmat disantap ketika masih hangat. Selain sensasi memakannya akan berbeda, jika terlalu lama didiamkan di suhu ruang, maka bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri.

    Spesialis gizi klinis, dr Ardian Sandhi Pramesti, SpGK mengatakan, makanan kukusan-rebusan yang didiamkan di suhu ruang bisa menimbulkan risiko. Salah satunya adalah pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan, seperti mual, muntah, dan diare.

    “Ini karena makanan rebus atau kukus punya kadar air tinggi, yang membuatnya rentan terhadap bakteri jika dibiarkan di “danger zone” suhu, yaitu antara 4°C hingga 60°C. Di rentang suhu ini, bakteri seperti Salmonella, E. coli, atau Bacillus cereus bisa berkembang biak dengan cepat, bahkan dua kali lipat setiap 20 menit,” katanya kepada detikcom, Kamis (13/12/2025).


    dr Ardian menuturkan, ada studi yang menunjukkan bahwa salah satu penyebab utama dari penyakit akibat makanan adalah pendinginan yang tidak benar setelah dimasak.

    “Jadi, kalau makanan masak yang panasnya dibiarkan dingin perlahan di suhu ruang, bakteri di makanan itu bisa menghasilkan toksin yang tahan panas, artinya, meski dipanaskan ulang, toksinnya tetap ada dan ini yang menyebabkan infeksi,” tuturnya.

    “Khusus untuk makanan karbohidrat tinggi seperti singkong atau kentang, Bacillus cereus sering jadi masalah karena bisa tumbuh di makanan yang didinginkan lambat,” tambahnya.

    Namun, jika makanan sudah dingin karena disimpan disimpan dengan benar di kulkas dengan suhu

    “Jadi risiko muncul kalau dibiarkan dingin di meja atau suhu ruang terlalu lama,” katanya.

    Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi makanan rebus atau kukus seperti ubi, singkong, kentang, atau jagung secara langsung setelah matang. Hal ini untuk memaksimalkan manfaat nutrisi dan meminimalisir risiko keracunan.

    “Tapi, kalau nggak bisa langsung habis, nggak masalah kok, asalkan dinginkan cepat dan simpan langsung di kulkas, terus durasi maksimal 2 jam di suhu ruang, lalu masukkan kulkas, terus bisa dimakan dingin atau dipanaskan ulang sebelum dikonsumsi,” tuturnya.

    Menurut dr Ardian, yang terpenting adalah jangan sering-sering memanaskan dan mendinginkan makanan secara berulang, Hal ini bisa menurunkan kualitas kandungan nutrisinya.

    (elk/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera