Tag: musim hujan

  • Musim Hujan Bikin Halaman Rumah Berlumpur, Cegah Dengan 5 Cara Ini



    Jakarta

    Masuknya musim hujan membuat dataran menjadi penuh dengan genangan air. Hal ini dapat membuat penghuni rumah menjadi repot jika menimbulkan lumpur, apalagi jika lumpur ini mengotori area halaman belakang rumah kamu.

    Dikutip dari Property Club, Senin (27/11/2023), halaman berlumpur tidak hanya tidak enak dilihat tetapi juga bisa menimbulkan masalah bagi rumah kamu. Misalnya seperti membuat rumah kamu terdapat jejak kotor dimana-mana, bahkan juga dapat mempengaruhi aliran air halaman kamu. Oleh karena itu, berikut ini adalah lima solusi yang bisa kamu terapkan dan pertimbangkan agar suatu saat tidak membuat halaman rumah kamu kotor karena lumpur.

    Tambahkan Mulsa

    Mulsa adalah material untuk menutup tanaman budidaya agar kelembapan tanah tetap terjaga. Material ini juga bisa dijadikan solusi termurah untuk memperbaiki halaman berlumpur kamu. Namun, ini adalah solusi sementara karena pada akhirnya mulsa bisa terurai dan tersapu oleh air sehingga ini cocok untuk langkah pertama pencegahan sebelum menerapkan solusi jangka panjang.


    Tambahkan Kerikil

    Selain mulsa, langkah lain untuk pencegahan halaman berlumpur bisa dengan cara menambahkan kerikil. Kerikil tidak hanya mengatasi masalah lumpur tetapi juga menjadi nilai estetika pada rumah kamu dengan cara yang tidak mahal.

    Perpanjang Saluran Air Talang

    Dikutip dari The Green Pinky, Senin (27/11/2023), saluran air talang yang berada dekat pondasi rumah kamu ini seringkali dipenuhi oleh lumpur dan air dan menyimpan air hujan di sudut pondasi. Menambahkan saluran air talang akan membantu mengalihkan air hujan dari pondasi rumah kamu.

    Pasang Pipa Saluran Air

    Selain saluran air talang, solusi agar halaman kamu tidak berlumpur adalah dengan memasang pipa saluran air pipa. Masalah genangan air di halaman berlumpur dapat terkendali dengan membuat saluran pembuangan dengan pipa plastik yang berlubang ditempatkan di bawah halaman rumput untuk menyalurkan air.

    Ketahui area halaman tempat air menggenang sebelum kamu menggali parit dengan sekop. Biasanya saluran pembuangan yang dipakai adalah jenis French Drain atau Saluran Prancis yang memiliki lubang-lubang. Tetapi jika kamu memakai pipa standar, buatlah lubang dan lapisi dengan kain lanskap.

    Setelah pipa dibungkus letakkan pada parit yang digali dan kubur dengan batu kerikil yang kamu sebarkan. Kerikil ini berfungsi untuk membuat air menggenang meresap dan mengalir ke pipa.

    Buat Sungai Buatan

    Langkah ini tidak hanya memberikan solusi pada masalah genangan air yang menyebabkan lumpur, tetapi juga sekaligus menambahkan nilai estetika pada rumah kamu. Jika pada halaman belakang kamu sudah terlalu sering terdapat area air yang terus menggenang, mungkin kamu bisa membuat area spesifik itu menjadi sungai buatan.

    Pertama, kamu dapat membuat saluran drainase yang landai dan dangkal, atau disebut dengan sengkedan. Lapisi sengkedan dengan batu untuk membuat bentukannya, batu ini akan menjadi penghalang limpasan air untuk menjadi tepian sungai.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Berjamur karena Musim Hujan, Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Musim hujan membuat kelembapan udara meningkat. Hal ini bisa memicu pertumbuhan jamur di rumah. Salah satu bagian rumah yang rentan ditumbuhi jamur adalah dinding.

    Jamur bisa tumbuh di permukaan dinding apapun, baik kayu maupun batu bata. Jika ditumbuhi jamur, dinding akan berwarna hitam, hijau, atau putih. Tumbuhnya jamur di dinding tak hanya merusak estetika rumah, tetapi juga bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Bagaimana Jamur Bisa Tumbuh di Dinding Rumah?

    Jamur menghasilkan spora yang menyebar dengan cara melayang di udara. Melansir Medical News Today, Kamis (7/12/2023), spora jamur merupakan cikal bakal tumbuhnya jamur. Spora jamur bisa masuk ke dalam rumah melalui udara atau menempel pada benda dan orang.


    Kelembapan udara yang tinggi mendukung pertumbuhan jamur. Kebocoran pada dinding atau banjir bisa memicu pertumbuhan jamur pada dinding rumah. Jamur bisa tumbuh dengan baik di permukaan dinding, baik dari kayu maupun batu bata.

    Cara Membersihkan Jamur dari Dinding Rumah

    Melansir The Spruce, Kamis (7/12/2023), berikut cara membersihkan jamur dari dinding rumah.

    Siapkan Alat dan Bahan untuk Membersihkan Jamur

    Ada sejumlah alat dan bahan yang perlu kamu gunakan untuk membersihkan jamur dari dinding rumah. Alat dan bahan tersebut adalah sebagai berikut.

    • Sarung tangan pelindung
    • Kacamata pelindung
    • Masker wajah pelindung
    • Tangga
    • Ember plastik
    • Spons
    • Kain mikrofiber
    • Cangkir takar
    • Botol semprot
    • Sikat berbulu lembut
    • Pemutih klorin
    • Cairan pencuci piring
    • Hidrogen peroksida
    • Cuka putih murni

    Campurkan Larutan Pembersih Jamur

    Dalam ember plastik, campurkan satu bagian cairan pencuci piring, 10 bagian pemutih klorin, dan 20 bagian air. Untuk membersihkan jamur pada area dinding yang tidak begitu luas, campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot. Cairan pencuci piring membantu larutan melekat lebih lama pada dinding untuk membunuh spora jamur.

    Perlu diingat, pemutih klorin merupakan produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Namun, jika pertumbuhan jamurnya kecil, kamu bisa menggunakan cuka putih murni atau hidrogen peroksida untuk membunuh spora.

    Gunakan Cuka Putih Murni atau Hidrogen Peroksida

    Cuka putih murni cukup asam untuk secara perlahan merusak struktur jamur dan membunuhnya. Semprotkan jamur dengan cuka putih murni 100%, lap jamur dengan kain mikrofiber atau spons, dan biarkan area itu mengering. Namun, jika ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu melakukan pembersihan tambahan dengan pembersih rumah tangga.

    Hidrogen peroksida akan membunuh jamur dan memudarkan noda, tetapi bekerja lebih lambat daripada pemutih klorin dan mungkin memerlukan beberapa kali pengaplikasian. Semprotkan jamur dengan hidrogen peroksida , lap area dengan spons, dan biarkan dinding mengering.

    Lindungi Diri Anda

    Saat membersihkan jamur, kenakan pakaian lama yang tidak masalah jika terkena percikan pemutih dan bisa dicuci dengan air panas untuk menghilangkan spora jamur yang mungkin tersebar ke permukaan. Pakailah masker wajah (disarankan N-95), kacamata pelindung, dan sarung tangan.

    Tingkatkan Ventilasi di Ruangan

    Untuk meningkatkan ventilasi selama proses pembersihan, buka jendela atau tambahkan kipas angin. Jika kamu membersihkan dinding kamar mandi, nyalakan kipas ventilasi kamar mandi dan gunakan kipas ekstraksi di dapur.

    Terapkan Larutan Pembersih

    Larutan pembersih bisa diaplikasikan dengan botol semprot atau spons. Bersihkan jamur mulai dari bawah dan naik ke atas. Ini akan mencegah spora menyebar dan noda bercak di dinding rumahmu. Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembab untuk mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dekat langit-langit, gunakan tangga yang kokoh.

    Biarkan Dinding Mengering

    Jangan menghapus larutan pembersih. Biarkan dinding mengering dengan sendirinya.

    Periksa Noda yang Tersisa

    Setelah dinding benar-benar kering, periksa area tersebut untuk melihat apakah ada noda gelap yang tersisa. Jika masih ada, ulangi langkah-langkah dengan larutan pembersih pemutih yang segar.

    Demikianlah cara membersihkan jamur dari dinding rumah. Dengan mengikuti cara ini, kamu bisa membersihkan jamur dari dinding rumah dengan aman dan efektif. Lakukan langkah-langkah ini secara teratur untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rumahmu. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Praktis Mengenali Ciri Genting Bocor Tanpa Perlu Memanjat Atap



    Jakarta

    Musim penghujan yang sudah mulai mengguyur sebagian besar wilayah di Indonesia bikin para pemilik rumah was-was.

    “Jangan-jangan ada genting yang bocor”

    Mungkin banyak di antara detikers yang punya kekhawatiran serupa.


    Cara untuk memastikannya tentu dengan mengeceknya secara langsung. Tapi buat kamu yang takut ketinggian, mengecek genteng nggak selalu harus memanjat dinding untuk naik ke atap.

    Ada sejumlah tanda genteng bocor yang bisa dikenali tanpa harus memanjat atap.

    Mengutip dari angi.com, berikut 7 tanda-tanda atap bocor

    Tanda Atap Rumah Bocor

    Noda rembesan air pada tembok dan atap

    Jika kamu melihat noda berwarna kuning kecoklatan pada langit-langit dan sekitar tembok, maka itu merupakan tanda atap kamu bocor. Titik air rembesan dapat berasal bagian tengah pada ruangan tetapi juga bisa di sekitar tembok.

    Jika air rembesan sudah mencapai tembok dan atap-atap maka secepatnya untuk lakukan perbaikan untuk mencegah masalah lanjutan seperti kerusakan atap, bingkai yang membusuk hingga tumbuh jamur.

    Tumbuh jamur pada dinding luar

    Jika kamu melihat jamur tumbuh pada dinding luar maka kemungkinan atap kamu bocor. Gunakan meteran untuk mengukur seberapa jauh titik jamur dari sudut atau pintu. Lalu,Ukur dengan jarak yang sama di bagian luar tembok untuk mencari penyebabnya. Jika talang air miring ke arah rumah atau saluran pembuangan air mengalir di dekat dinding, kemungkinan besar itu adalah akar masalahnya.

    Kebocoran

    Tanda berikutnya jika kamu mendengar suara rintikan air jatuh maka kemungkinan atap kamu bocor. Meskipun kebocorannya kecil, kamu tetap harus memeriksanya untuk memastikan kebocorannya tidak bertambah parah.

    Genteng Retak, Rusak, atau Hilang

    Jika genteng kamu rusak, air bisa masuk ke rumah Anda. Jika kamu melihat ada genteng yang hilang atau rusak di atap kamu , pastikan kamu memperbaiki atau menggantinya secepat mungkin untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

    Flashing Rusak atau Hilang

    Flashing merupakan material bangunan yang berfungsi untuk melindungi rumah dari kebocoran. Jika kamu menyadari flashing rusak atau hilang di sekitar tepi ventilasi, atap, atau cerobong asap, air bisa bocor ke dalam rumah kamu. Kerusakan pada flashing biasanya terjadi karena badai dan angin kencang. kamu dapat mengganti bagian tertentu pada atap kamu tanpa harus mengganti seluruh bagian atap.

    Genangan air

    Jika kamu melihat genangan air di atas atap kamu disarankan untuk memanggil ahli untuk memperbaiki. Buat kamu yang atapnya rata berpotensial munculnya genangan air. Waspadai kebocoran dengan melihat ke dalam rumah kamu di dekat lokasi genangan air. Perhatikan baik-baik area yang berpotensi bermasalah, karena kebocoran mungkin bisa saja nggak terjadi tepat di bawah genangan air.

    Pipa ventilasi rusak

    Jika ventilasi pipa kamu rusak atau membusuk, air dapat mengalir ke bagian luar pipa dan masuk ke dalam rumah Anda. Segera ganti pipa vent jika rusak untuk menghindarinya kerusakan lanjutan.

    Begini cara mengatasi atap rumah bocor

    1. Cari lokasi atap yang bocor
    2. Cek kerusakan pada pipa vent
    3. Ganti genteng
    4. Singkirkan lapisan atap yang lama
    5. Pasang dek atap yang baru

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mengeringkan Pakaian dengan Cepat saat Musim Hujan


    Jakarta

    Mengeringkan pakaian bisa menjadi tantangan tersendiri ketika mencuci di musim hujan. Pasalnya, cuaca yang lembab dan tidak adanya sinar matahari membuat pakaian sulit kering.

    Apalagi, pakaian yang lembap bisa memicu pertumbuhan jamur yang bisa tidak baik untuk kesehatan. Maka dari itu, penting untuk mengeringkan pakaian.

    Lantas, bagaimana solusinya? Nah, berikut ini ada beberapa cara untuk mengeringkan pakaian dengan cepat yang cocok saat musim hujan seperti ini. Begini caranya.


    1. Maksimalkan Putaran Mesin Pengering

    Dilansir dari Lifestyle Clotheslines, langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk memastikan pakaian kering lebih cepat adalah dengan memaksimalkan putaran mesin pengering pakaian. Proses ini akan membantu menghilangkan sebanyak mungkin air dari pakaian sebelum kamu menjemurnya.

    Dikutip dari Homes & Gardens, untuk memaksimalkan putaran mesin pengering, pastikan beberapa hal berikut ini

    – Jangan menambahkan pakaian basah ketika mesin pengering sedang bekerja

    – Jangan masukkan pakaian basah ke dalam mesin pengering hingga overload

    – Bersihkan ventilasi mesin pengering

    – Jangan mengeringkan pakaian dengan benda lain atau dengan bahan berbeda

    – Segera keluarkan pakaian yang sudah dikeringkan, jika tidak maka pakaian akan lembab dan bergumal

    2. Jemur Pakaian di Dalam Ruangan

    Selama musim hujan, menjemur pakaian di dalam ruangan menjadi pilihan yang lebih praktis. Beberapa teknik efisien yang bisa kamu terapkan adalah sebagai berikut.

    – Gunakan Jemuran Portabel

    Jemuran portabel adalah investasi yang tepat karena membantu mencegah bau apek pada pakaian dan meningkatkan sirkulasi udara. Jemuran portabel mudah dipindah-pindah, serta bisa dilipat sehingga bisa menghemat tempat saat tidak digunakan.

    Pastikan untuk meletakkan pakaian secara rapi di atas jemuran ini untuk memastikan udara bisa memiliki sirkulasi yang baik sehingga bisa mempercepat proses pengeringan.

    – Gunakan Hanger atau Gantungan Baju

    Menggunakan hanger atau gantungan baju juga bisa membantumu mempercepat proses pengeringan pakaian. Pastikan pakaian tersusun rapi di atas gantungan untuk hasil yang lebih baik.

    “Hindari meninggalkan pakaian di mesin cuci terlalu lama saat masih bahas. Hal ini bisa menyebabkan pakaian menjadi bau dan berkembangnya jamur,” kata Joyce French dari Home How, dikutip dari Homes & Gardens, Kamis (4/1/2024).

    Ia menyarankan untuk segera menggantung pakaian setelah dicuci agar bisa cepat kering.

    3. Manfaatkan Sumber Panas

    Pemanfaatan sumber panas, seperti area belakang kulkas atau televisi, bisa membantu mengeringkan pakaian lebih cepat. Namun, kamu harus berhati-hati agar jaraknya aman dari sumber panas untuk mencegah risiko kebakaran dan kerusakan.

    4. Gunakan Kipas dan Sirkulasi Udara

    Dalam cuaca yang lembap, penggunaan kipas, air purifier, atau jendela terbuka bisa membantu menghilangkan kelembaban dan mempercepat proses pengeringan. Jika memungkinkan, gunakan perabot-perabot tersebut yang hemat energi agar tidak boros listrik.

    “Pastikan setel kipas dengan kekuatan rendah agar pakaian tidak ‘beterbangan’,” kata professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, dikutip dari Homes & Gardens.

    5. Susun Strategi Pengelompokan Pakaian

    Penting untuk mengelompokkan pakaian berdasarkan berat dan ketebalan. Prioritaskan pengeringan pakaian yang lebih ringan dan tipis terlebih dahulu untuk memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik.

    6. Gunakan Metode Pengeringan Alternatif

    Kamu juga bisa mencoba metode pengeringan alternatif, yaitu menggunakan alat-alat elektronik, seperti pengering rambut atau setrika. Pastikan untuk memperhatikan jenis kain dan pengaturan suhu agar pakaian tetap aman dari kerusakan.

    7. Jangan Sampai Pakaian Menyentuh Lantai

    Menurut professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, ketika menjemur pakaian basah jangan sampai menyentuh lantai karena akan menciptakan kelembaban dan membuat pakaian lebih lama keringnya. Ia menyarankan untuk menjemur pakaian di dekat jendela atau pintu agar terkena sirkulasi udara.

    “Jika kamu tidak memiliki tali untuk menjemur pakaian, kamu bisa menggantung pakaian di kursi atau di rak pengering,” tuturnya.

    Itulah beberapa tips ampuh mengeringkan pakaian dengan cepat dan efisien di musim hujan. Mengeringkan pakaian di musim hujan memang bisa menjadi tantangan, tetapi dengan tips-tips di atas, kamu bisa mengatasi masalah ini dengan lebih mudah.

    Jangan biarkan cuaca lembap menghambatmu dalam menjaga pakaian tetap kering dan segar. Dengan tips-tips tersebut, kamu bisa mengeringkan pakaian dengan cepat dan efisien, bahkan di musim hujan sekali pun. Selamat mencoba!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Perabot Kayu Berjamur Kala Musim Hujan, 7 Cara Ini Bisa Halau



    Jakarta

    Furniture kayu sangat rentan berjamur. Terlebih lagi ketika musim hujan tiba, potensi tumbuhnya jamur semakin tinggi. Jarang membersihkan furnitur juga bisa menjadi faktor tumbuhnya jamur pada furnitur kayu.

    Jamur akan membuat bahan kayu pada furnitur menjadi lapuk dan rusak. Lalu, bagaimana cara menghilangkan jamur pada furnitur kayu? Mengutip dari Activ Furniture, berikut 7 tips ampuh menghilangkan jamur pada furnitur kayu.

    1. Menjemur Furniture di Bawah Sinar Matahari

    Tips pertama untuk menghilangkan jamur adalah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Karena kelembaban udara yang tinggilah yang membuat jamur rentan tumbuh pada furnitur kayu. Paparan sinar matahari akan membuat jamur mati.


    Kamu dapat menjemur furniture kayu secara rutin. Namun, jangan terlalu lama sebab tidak semua material furniture tahan terhadap sinar matahari langsung. Alih-alih dapat membunuh jamur, warna furniture Kamu akan pudar.

    2. Menggunakan Cairan Pembersih

    Selanjutnya, menghilangkan jamur dengan cairan pembersih. Kamu dapat mengoleskan cairan pembersih itu pada bagian furniture yang berjamur. Lakukan secara berkala hingga jamur hilang.

    3. Mengoleskan Alkohol

    Cara lainnya yaitu kamu dapat menggunakan alkohol dengan kadar 70%. Kamu dapat menggunakan kain lap kering. Lalu, teteskan alkohol pada lap kering itu secukupnya. Kemudian, oleskan pada permukaan furniture kayu yang terserang jamur.

    Lakukan berulang kali hingga jamur benar-benar hilang. Alkohol ini juga mampu mencegah jamur tumbuh kembali. Ingat! Gunakan juga kacamata pelindung dan masker wajah saat membersihkan dengan alkohol.

    4. Menggunakan Larutan Jeruk Nipis Dan Garam

    Selain dengan bahan kimia, kamu dapat menghilangkan jamur pada furniture kayu dengan bahan alami, seperti jeruk nipis dan alkohol.

    Caranya, Kamu perlu campurkan perasan jeruk nipis dan garam secukupnya. Setelah itu, Kamu dapat menggunakan sikat gigi bekas dan celupkan ke dalam larutan jeruk nipis dan garam. Lalu, gosok ke bagian furniture yang berjamur dengan sikat gigi tersebut. Lakukan berulang kali hingga jamur menghilang.

    Kamu juga dapat menaburkan garam di atas permukaan berjamur secara langsung. Setelah itu, gosok bagian itu secara perlahan dengan jeruk nipis yang sudah dibelah menjadi dua bagian. Setelah jamur sudah hilang, jangan lupa untuk keringkan furnitur terlebih dahulu.

    5. Meletakkan Kamper Di Dalam Furniture

    Selain menyebabkan furniture rusak, adanya jamur ini juga menimbulkan bau kurang sedap. Barang-barang, seperti pakaian, sepatu, dan buku, secara otomatis akan terpengaruh.

    Sebelum hal tersebut terjadi, Kamu dapat meletakkan kamper di dalam furniture. Misalnya, di dalam lemari pakaian. Aroma kamper mampu menghambat pertumbuhan jamur. Jangan lupa mengganti kamper baru setelah kamper yang lama sudah habis.

    6. Memasang Lampu Di Dekat Furniture

    Jamur dapat muncul pada tempat kurang cahaya. Nah, solusinya Kamu dapat memasang lampu neon di ruangan, terutama dekat dengan furniture kayu. Panas lampu dipercaya dapat mencegah sekaligus membunuh jamur yang sudah tumbuh. Kamu juga dapat memasang lampu di dalam lemari pakaian. Sehingga terhindar dari ruang penyimpanan dalam lemari yang gelap dan lembab.

    7. Melapisi dengan Pernis Atau Melamin

    Bahan pernis maupun melamin sering digunakan dalam proses finishing pembuatan furniture. Namun, dua bahan ini ternyata tak hanya bikin tampilan furnitur kayu jadi cantik. Melainkan, juga efektif mencegah pertumbuhan jamur.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Atasi Pintu Kayu Berjamur di Musim Hujan



    Jakarta

    Pintu kayu punya kelebihan tampilan yang lebih estetik dibanding material lainnya. Bila dirawat dengan benar, pintu ini juga bisa awet dan berumur panjang lho.

    Tapi, musim hujan yang bikin udara lebih lembap dari biasanya, rentan bikin pintu dari bahan kayu jadi mudah berjamur dan rusak.

    Lalu, bagaimana cara menghilangkan jamur pada pintu kayu? Mengutip dari Activ Furniture, berikut 7 tips ampuh menghilangkan jamur pada pintu kayu.


    1. Jemur di Bawah Sinar Matahari

    Tips pertama untuk menghilangkan jamur adalah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Karena kelembaban udara yang tinggilah yang membuat jamur rentan tumbuh pada pintu kayu. Paparan sinar matahari akan membuat jamur mati.

    Jika memungkinkan, kamu bisa melepas daun pintu dan menjemurnya di bawah sinar matahari. Tapi, jangan terlalu lama sebab tidak semua material tahan terhadap sinar matahari langsung. Alih-alih dapat membunuh jamur, warna daun pintu kayumu bisa pudar.

    2. Menggunakan Cairan Pembersih

    Jika melepas daun pintu dirasa cukup merepotkan, kamu bisa mencoba alternatif lain.

    Selanjutnya, menghilangkan jamur dengan cairan pembersih. Kamu dapat mengoleskan cairan pembersih itu pada bagian daun pintu yang berjamur. Lakukan secara berkala hingga jamur hilang.

    3. Mengoleskan Alkohol 70%

    Cara lainnya yaitu kamu dapat menggunakan alkohol dengan kadar 70%. Kamu dapat menggunakan kain lap kering. Lalu, teteskan alkohol pada lap kering itu secukupnya. Kemudian, oleskan pada permukaan pintu kayu yang terserang jamur.

    Lakukan berulang kali hingga jamur benar-benar hilang. Alkohol ini juga mampu mencegah jamur tumbuh kembali. Ingat! Gunakan juga kacamata pelindung dan masker wajah saat membersihkan dengan alkohol.

    4. Menggunakan Larutan Jeruk Nipis Dan Garam

    Selain dengan bahan kimia, kamu dapat menghilangkan jamur pada pintu kayu dengan bahan alami, seperti jeruk nipis dan alkohol.

    Caranya, Kamu perlu campurkan perasan jeruk nipis dan garam secukupnya. Setelah itu, Kamu dapat menggunakan sikat gigi bekas dan celupkan ke dalam larutan jeruk nipis dan garam. Lalu, gosok ke bagian pintu yang berjamur dengan sikat gigi tersebut. Lakukan berulang kali hingga jamur menghilang.

    Kamu juga dapat menaburkan garam di atas permukaan berjamur secara langsung. Setelah itu, gosok bagian itu secara perlahan dengan jeruk nipis yang sudah dibelah menjadi dua bagian. Setelah jamur sudah hilang, jangan lupa untuk keringkan furnitur terlebih dahulu.

    5. Melapisi dengan Pernis Atau Melamin

    Bahan pernis maupun melamin sering digunakan dalam proses finishing pembuatan pintu kayu. Namun, dua bahan ini ternyata tak hanya bikin tampilan pintu kayu jadi cantik. Melainkan, juga efektif mencegah pertumbuhan jamur.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan Cegah Rumah Bocor di Musim Hujan



    Jakarta – Saat ini hujan turun hampir setiap hari. Ketika hujan lebat melanda, acapkali kita was-was ada bagian rumah yang bocor.

    Duh! Kalau rumah bocor pasti ribet bersihinnya. Gimana ya caranya cegah rumah bocor saat hujan turun?

    Berikut ini merupakan beberapa tips untuk mengatasi rumah bocor.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Kenali Genteng Bocor Tanpa Harus Memanjat Atap


    Jakarta

    Musim hujan masih melanda sejumlah daerah di Indonesia. Saat musim hujan terkadang membuat penghuni rumah menjadi was-was, khawatir ada bagian rumah yang bocor terutama bagian genteng.

    Salah satu cara untuk memastikannya tentu dengan mengeceknya secara langsung. Akan tetapi, buat kamu yang takut ketinggian, mengecek genteng nggak selalu harus naik ke atap.

    Ada sejumlah tanda genteng bocor yang bisa dikenali tanpa harus memanjat atap. Mengutip dari angi.com, berikut 7 tanda-tanda atap bocor


    Tanda Atap Rumah Bocor

    1. Tumbuh Jamur pada Dinding Luar

    Jika kamu melihat jamur tumbuh pada dinding luar maka kemungkinan atap kamu bocor. Gunakan meteran untuk mengukur seberapa jauh titik jamur dari sudut atau pintu. Lalu, ukur dengan jarak yang sama di bagian luar tembok untuk mencari penyebabnya. Jika talang air miring ke arah rumah atau saluran pembuangan air mengalir di dekat dinding, kemungkinan besar itu adalah akar masalahnya.

    2. Kebocoran

    Tanda berikutnya jika kamu mendengar suara rintikan air jatuh maka kemungkinan atap kamu bocor. Meskipun kebocorannya kecil, kamu tetap harus memeriksanya untuk memastikan kebocorannya tidak bertambah parah.

    3. Pipa Ventilasi Rusak

    Jika ventilasi pipa kamu rusak, air dapat mengalir ke bagian luar pipa dan masuk ke dalam rumah kamu. Segera ganti pipa vent jika rusak untuk menghindarinya kerusakan lanjutan.

    4. Genteng Retak, Rusak, atau Hilang

    Jika genteng kamu rusak, air bisa masuk ke rumah kamu. Jika kamu melihat ada genteng yang hilang atau rusak di atap kamu, pastikan kamu memperbaiki atau menggantinya secepat mungkin untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

    5. Noda Rembesan Air pada Tembok dan Atap

    Jika kamu melihat noda berwarna kuning kecoklatan pada langit-langit dan sekitar tembok, maka itu merupakan tanda atap kamu bocor. Titik air rembesan dapat berasal bagian tengah pada ruangan tetapi juga bisa di sekitar tembok.

    Jika air rembesan sudah mencapai tembok dan langit-langit maka lakukan perbaikan secepatnya untuk mencegah masalah lanjutan seperti kerusakan atap, bingkai hingga tumbuhnya jamur.

    6. Flashing Rusak atau Hilang

    Flashing merupakan material bangunan yang berfungsi untuk melindungi rumah dari kebocoran. Jika kamu menyadari flashing rusak atau hilang di sekitar tepi ventilasi, atap, atau cerobong asap, air bisa bocor ke dalam rumah kamu. Kerusakan pada flashing biasanya terjadi karena badai dan angin kencang. Kamu dapat mengganti bagian tertentu pada atap kamu tanpa harus mengganti seluruh bagian atap.

    7. Ada Genangan air

    Jika kamu melihat genangan air di atas atap kamu disarankan untuk memanggil ahli untuk memperbaiki. Buat kamu yang atapnya rata berpotensi munculnya genangan air. Waspadai kebocoran dengan melihat ke dalam rumah kamu di dekat lokasi genangan air. Perhatikan baik-baik area yang berpotensi bermasalah, karena kebocoran mungkin bisa saja nggak terjadi tepat di bawah genangan air.

    Itulah 7 cara mengenali atap bocor tanpa perlu memanjatnya. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Hadapi Puncak Musim Hujan biar Rumah Nggak Bocor-bocor



    Jakarta

    Musim hujan telah tiba, tak cuma sedia payung tetapi kamu juga perlu mempersiapkan rumah untuk menghadapi puncak musim hujan.

    Dalam laporan yang dikutip Rabu (31/1/2024), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan jika puncak musim hujan mungkin akan terjadi di Februari 2024.

    Pada puncak musim hujan ini, pastinya akan sering terjadi hujan lebat yang menyebabkan rumah sering mengalami masalah. Misalnya seperti, kebocoran pada atap dan dinding yang dapat merusak rumah hingga kemungkinan banjir.


    Dikutip dari detikhealth juga, seorang pakar epidemiologi, dr. Dicky Budiman memberikan peringatan terhadap maraknya kasus demam berdarah. Pasalnya, intensitas musim hujan tinggi menyebabkan genangan air lebih banyak di luar ruangan yang merupakan tempat bersarangnya nyamuk Aedes Aegypti.

    Nah, untuk menghindari masalah saat puncak musim hujan seperti yang telah disebutkan diatas. Kamu bisa coba ikuti tips menghadapi puncak musim hujan biar rumah nggak bocor-bocor. Mengutip dari Architectural Digest, Rabu (31/1/2024), berikut tipsnya.

    1. Memerhatikan Atap Rumah

    Hal yang pertama kamu pastikan sebelum puncak musim hujan tiba adalah memeriksa kondisi atap rumah. Pastika atap rumahmu tidak ada ratakan agar terhindari dari atap bocor. Jika ada retakan, pastikan untuk memperbaiki setiap retakan, besar atau kecil. Jangan lupa tambahkan lapisan anti bocor di atap rumahmu setelah perbaikan.

    2. Memeriksa Kondisi Dinding

    Tidak sedikit pemilik rumah mengabaikan kondisi dinding hingga pada akhirnya muncul kebocoran. Periksa dengan teliti bagian-bagian dinding yang telah retak. Retakan pada dinding (baik di dalam dan luar rumah) tidak boleh diabaikan.

    Jika ada retakan, pastikan kamu langsung menambal dengan plester hingga tertutup rapi. Pasalnya, ketika air hujan merembes ke dalam celah-celah retakan, itu dapat menyebabkan kelembapan dan sering kali merupakan awal dari lebih banyak masalah.

    3. Membersihkan Selokan dan Talang air Dekat Rumah

    Hal berikutnya yang perlu kamu lakukan adalah membersihkan area selokan dan talang air di dekat rumahmu. Jika got dan talang air ada penumpukan sampah akan mudah tergenang air saat hujan. Genangan air inilah yang akan menjadi tempat bersarang nyamuk pembawa penyakit mematikan jika tidak dibersihkan.

    Bersihkan dan buang sisa air hujan maupun sampah di selokan. Lakukan hal yang sama pada talang air untuk memastikan air hujan mengalir lancar. Untuk hasil yang maksimal, pastikan membersihkannya secara rutin setidaknya seminggu sekali selama musim hujan berlangsung.

    4. Memeriksa Kondisi Jendela dan Pintu Rumah

    Hal lain yang perlu kamu perlu periksa adalah segel pintu dan jendela rumahmu. Jika keduanya rapuh dan retak, sebaiknya ganti. Ingat, jika jendela dan pintu tidak disegel dengan benar, keduanya dapat membiarkan air masuk ke dalam rumah, menciptakan kebocoran dan kerusakan pada bagian dalam rumah.

    5. Mengurangi Kelembapan pada Rumah

    Musim hujan yang terus turun membuat kamu jarang membuka jendela. Namun, tindakan tersebut merupakan suatu kesalahan. Untuk mengatasinya kamu bisa menggunakan dehumidifier untuk mengurangi kelembapan.

    6. Periksa Kabel yang Terkelupas

    Jika kamu melihat ada kabel yang rusak atau terkelupas, sebaiknya hubungi teknisi listrik untuk memperbaikinya dengan segera. Hal ini tentunya sangat penting agar terhindar dari sengatan listrik saat hujan berlangsung terutama ketika banjir datang, hal ini akan sangat berbahaya.

    Demikian tips hadapi puncak musim hujan biar rumah nggak bocor-bocor. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tips Rawat Tanaman di Rumah saat Musim Hujan


    Jakarta

    Belakangan ini, musim hujan masih banyak melanda berbagai daerah. Turunnya hujan terkadang menjadi tantangan tersendiri untuk merawat tanaman di rumah.

    Untuk memastikan kelestarian dan pertumbuhan tanaman tetap optimal di musim hujan, perlu perhatian khusus dan tindakan preventif. Lalu, bagaimana caranya merawat tanaman saat musim hujan?

    Melansir Root Bridges, Sabtu (23/3/2024), berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa membantumu merawat tanaman di rumah dengan baik selama musim hujan.


    1. Hindari Adanya Genangan Air

    Salah satu tantangan utama selama musim hujan adalah genangan air. Ini bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Pastikan untuk menyediakan sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir keluar dari taman.

    Tanaman sukulen, sebagai contoh, memerlukan ekstra perhatian karena sering kali menerima air lebih dari yang diperlukan. Setelah hujan berhenti, pastikan untuk taruh tanaman tersebut agar dapat sinar matahari untuk jangka waktu tertentu.

    2. Sediakan Cahaya Tambahan

    Kekurangan cahaya seringkali terjadi selama musim hujan. Untuk tanaman yang sangat bergantung pada sinar matahari, bisa menggunakan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya.

    3. Lindungi Tanaman dari Hujan Lebat

    Gunakan penutup berlubang yang tembus cahaya untuk melindungi tanaman dari hujan berlebihan. Penutup berlubang dari plastik, misalnya, bisa memastikan tanaman tetap mendapatkan kelembaban yang diperlukan tanpa membahayakan pertumbuhan mereka.

    4. Pangkas Tanaman Secara Rutin

    Pangkas tanaman secara teratur menggunakan alat potong yang tepat saat musim hujan. Ini adalah waktu yang tepat bagi tunas baru untuk tumbuh, tetapi pastikan untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

    5. Manfaatkan Cacing Tanah dan Pupuk

    Jaga kesuburan tanah dengan memanfaatkan cacing tanah dan pupuk organik selama musim hujan. Cacing tanah tidak hanya menjaga tanah tetap aerobik, tetapi juga memastikan air meresap ke dalam tanah. Gunakan pupuk organik yang lambat melepaskan untuk memberikan nutrisi tanaman secara berkelanjutan.

    6. Bersihkan Alga yang Tumbuh

    Periksa permukaan tanah untuk tumbuhan hijau berlendir yang tumbuh seiring dengan dimulainya musim hujan. Bersihkan alga secara teratur untuk mencegah gangguan terhadap pertumbuhan tanamanmu di rumah.

    7. Berikan Dukungan Fisik pada Tanaman yang Rentan

    Hindari kerusakan akibat angin kencang dengan memberikan dukungan fisik pada tanaman yang rentan. Kamu bisa mengikatnya pada sebuah kayu agar tanaman tetap berdiri kokoh. Ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan lambat tumbuh.

    8. Cegah Erosi Tanah

    Buat penghalang di sekitar tanaman untuk mencegah erosi tanah akibat air hujan. Pastikan penghalang ini tidak menciptakan genangan air yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman.

    Demikianlah tips merawat tanaman di rumah saat musim hujan. Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa menjaga kesehatan tanaman di rumah dengan baik selama musim hujan. Terapkan langkah-langkah preventif ini untuk memastikan tanaman tetap tumbuh subur dan berbunga meskipun hujan turun dengan deras. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com