Tag: musim hujan

  • 7 Tips agar Rumah Bebas Serangga saat Musim Hujan


    Jakarta

    Saat musim hujan, serangga-serangga bagaikan tamu tak diundang. Nyamuk, semut, rayap, hingga kecoak dapat masuk dan menetap di dalam rumah untuk berlindung.

    Jika sudah begini, serangga yang berdatangan bisa menyebabkan infeksi dan penyakit bagi penghuni rumah. Seperti nyamuk dapat membawa virus dengue, penyebab penyakit demam berdarah (DBD).

    Lantas, adakah cara agar rumah tetap terjaga dari serangga selama musim hujan?


    Tips Rumah Bebas Serangga di Musim Hujan

    Ada sejumlah cara yang dapat kamu lakukan agar rumah terbebas dari serangga saat musim hujan. Dikutip dari catatan detikProperti dan laman BornGood, berikut tipsnya:

    1. Rapikan Area Rumah

    Pertama-tama, tentunya kamu harus merapikan lingkungan dalam maupun luar rumah terlebih dahulu ketika musim hujan datang.

    Periksa seluruh area rumah dan singkirkan hal-hal yang mungkin mengundang hadirnya serangga. Seperti membersihkan genangan air, merapikan tumpukan barang-barang, hingga membuang sampah dan benda bekas yang sudah tidak terpakai.

    2. Perbaiki Kerusakan Struktural

    Ukuran serangga yang kecil memungkinkannya untuk masuk ke dalam rumah lewat celah-celah yang tidak kita sadari. Karena itu, periksa jendela, pintu, saluran air, hingga dinding. Jika ada kerusakan atau celah bisa segera perbaiki agar serangga tidak bisa masuk ke rumah.

    3. Pasang Jaring Anti Serangga

    Kalau sudah memastikan jendela hingga pintu tidak ada celah, jangan lupakan juga bagian ventilasi. Kamu dapat memasang jaring anti serangga pada ventilasi agar sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik.

    Dengan pemasangan ini, memungkinkan serangga jadi tersangkut di jaring. Di sisi lain, aliran keluar masuk udara tetap lancar.

    4. Jaga Kebersihan Rumah

    Kebersihan rumah tentunya harus dijaga secara rutin. Seiring musim hujan, kamu juga perlu menjadwalkan untuk membersihkan lingkungan sekitar rumah agar tidak terdapat genangan air maupun sampah yang menumpuk.

    Selain itu, area dalam rumah juga mesti diperhatikan dengan rajin menyapu dan mengepel, membersihkan kamar mandi, dapur, hingga area yang sulit dijangkau. Rawat juga furnitur kayu yang dimiliki karena musim hujan menjadikannya cenderung lembap dan bisa saja dihinggapi rayap.

    Jika kamu memiliki hewan peliharaan, jangan malas pula untuk membersihkan kotoran maupun air pipisnya ya.

    5. Tutup Rapat Wadah Makanan

    Selama musim hujan, makanan dan persediaan makanan juga mesti diperhatikan. Usahakan untuk menyimpannya di wadah tertutup rapat dan di tempat yang bersih. Ini agar tidak mengundang semut dan kecoak datang untuk mengacak-acak makananmu.

    6. Semprotkan Produk Anti Serangga

    Kamu dapat menyemprotkan area yang kerap didatangi nyamuk hingga rayap dengan produk anti serangga untuk mencegahnya berdatangan. Produk ini biasanya tersedia di toko, warung, maupun minimarket.

    Jika tidak ingin semprotan berbahan kimia, kamu bisa membuat sendiri produk anti serangga dengan minyak esensial lavender hingga peppermint. Aroma yang kuat dapat mengusir serangga sekaligus menjadikan udara di rumah tercium segar.

    Kalau tidak ada, rempah beraroma menyengat seperti cengkih dan kayu manis juga dapat digunakan. Kamu bisa meletakkan wadah berisi beberapa cengkih atau kayu manis di sudut-sudut rumah yang sering dilalui serangga.

    7. Tanam Tanaman Pengusir Serangga

    Selain itu, kamu dapat pula menanam tanaman alami seperti lavender, sereh, rosemary, hingga citronella di pekarangan rumah. Sejumlah tanaman ini bisa bantu mengusir serangga-serangga yang berdatangan.

    Kamu juga bisa menanam tanaman ini dalam pot dan meletakkannya di area dalam rumah.

    Nah, itu dia sejumlah tips agar rumah terbebas dari serangga selama musim hujan. Dengan mengikuti tips di atas, kamu dan keluarga juga bisa tinggal nyaman di rumah dan terhindar dari penyakit atau infeksi yang mungkin dibawa serangga-serangga.

    (azn/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Ruangan Terasa Panas dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Udara panas dari luar dapat membuat ruangan di dalam rumah ikut terasa hawa panas. Alhasil, kamu akan kegerahan dan tidak nyaman berlama-lama di ruangan tersebut.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan ruangan terasa panas. Namun jangan khawatir, sebab ada beberapa cara untuk menghilangkan hawa panas di dalam ruangan.

    Lantas, apa saja penyebab ruangan terasa panas? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Ruangan Terasa Panas

    Ruangan yang terasa panas tentu bikin tidak nyaman penghuninya. Apabila rumah detikers terasa panas, berikut sejumlah penyebabnya yang dilansir situs Sansone Air Conditioning:

    1. Paparan Sinar Matahari Berlebih

    Penyebab yang pertama akibat paparan sinar matahari berlebih. Jika ruangan di dalam rumah terdapat banyak jendela, maka panas matahari dari luar akan terperangkap di dalam ruangan, sehingga menimbulkan efek rumah kaca.

    2. Ventilasi Udara Tertutup

    Jika ventilasi udara di rumah tertutup atau terhalang oleh furnitur atau kain pelapis, alhasil aliran udara akan terganggu. Kondisi itu menyebabkan beberapa ruangan jadi lebih panas dibandingkan ruangan lainnya.

    3. Tinggal di Rumah Bertingkat

    Apabila detikers tinggal di rumah bertingkat, maka lantai atas rumah cenderung lebih hangat saat musim panas dan lebih dingin ketika musim hujan. Hal itu disebabkan lantai paling atas lebih banyak bersentuhan langsung dengan elemen luar.

    4. Warna Tembok Gelap

    Mengutip laman Homes and Gardens, warna tembok gelap bersifat menyerap panas, sehingga dapat membuat ruangan terasa lebih hangat ketika cuaca sedang cerah. Untuk itu, sebaiknya pilih cat tembok dengan warna cerah atau pastel sehingga tidak menyerap panas sekaligus terlihat estetik.

    5. Lampu yang Terus Menyala

    Faktor lain yang menyebabkan ruangan terasa panas karena lampu yang terus menyala. Sebab, lampu dapat menghasilkan hawa panas jika dalam keadaan menyala terus menerus.

    Oleh sebab itu, sebaiknya batasi penggunaan lampu dan pastikan tidak selalu menyala. Misalnya, matikan lampu di siang hari dan ketika tidur di malam hari. Selain mengurangi hawa panas, langkah tersebut juga bisa menghemat listrik.

    Cara Mengatasi Ruangan yang Panas

    Ruangan yang terasa panas bisa bikin badmood dan kesal. Apalagi jika detikers kondisinya merasa lelah dan butuh istirahat, tentu semakin tidak nyaman.

    Tapi jangan khawatir, ada sejumlah cara mengatasi ruangan yang panas. Mengutip BBC, berikut sejumlah caranya:

    1. Cegah Sumber Panas Masuk ke Dalam Rumah

    Cara yang pertama adalah dengan mencegah sumber panas masuk ke dalam rumah. Saat siang hari, biasanya suhu udara di luar rumah akan terasa lebih panas daripada di dalam rumah.

    Ada cara mudah untuk mencegah hawa panas masuk ke dalam rumah, yakni dengan menutup jendela, pintu, dan ventilasi di siang hari. Selain itu, kamu juga perlu menutup akses masuk cahaya matahari dengan menggunakan gorden, tapi jangan terlalu tebal agar hawa panas tidak terperangkap.

    2. Buat Sirkulasi Udara

    Kamu juga bisa membuat sirkulasi udara di dalam rumah agar ruangan tetap terasa sejuk. Namun, pastikan bahwa udara di luar lebih sejuk dibandingkan di dalam rumah. Kondisi ini dapat terjadi saat pagi dan malam hari.

    Cara membuat sirkulasi adalah dengan membiarkan jendela yang searah dengan laju angin terbuka. Hal ini untuk membiarkan udara sejuk masuk sekaligus mengeluarkan panas.

    Apabila di rumah kamu tidak ada jendela yang searah dengan laju angin, detikers bisa mencoba menggunakan kipas untuk mendorong angin sejuk ke dalam rumah.

    Udara panas juga cenderung naik dan terperangkap di bagian atas rumah. Untuk itu, jika memiliki jendela atau ventilasi di loteng rumah, detikers bisa mencoba untuk membukanya. Apabila rumah terdiri dari dua lantai atau lebih, kamu bisa mencoba membuka jendela di lantai paling atas.

    Demikian penjelasan mengenai lima penyebab ruangan terasa panas dan cara mengatasinya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Atap Rumah Harus Dicek?



    Jakarta

    Atap merupakan salah satu komponen penting pada sebuah rumah. Adanya atap, bisa melindungi penghuni rumah baik dari hujan maupun panas matahari.

    Letak atap memang sangat tinggi dan terkadang luput dari pemeriksaan. Walau demikian, atap rumah perlu dicek sesekali untuk memastikan kondisinya masih bagus agar tidak bocor saat musim hujan.

    Seberapa sering ya atap rumah harus dicek?


    Hal tersebut tergantung dari material atap yang digunakan. Sebab, beda bahan beda ketahanannya.

    Umumnya, atap bisa tahan 25 hingga 50 tahun tergantung dari faktor lainnya dan jenis bahan yang digunakan. Namun, setelah separuh masa pakai atap berlalu sebaiknya kamu mengecek kondisi atap.

    Dilansir Forbes, Kamis (26/9/2024), kamu bisa memeriksa atap melalui ahli/profesional setiap 3-4 tahun sekali. Pertimbangkan untuk melakukan lebih sering jika tinggal di iklim yang lebih keras.

    Sementara itu, dilansir dari The Spruce, disarankan untuk periksa atap sekitar setahun sekali. Namun, berikan perhatian khusus setelah cuaca buruk atau ketika memasuki musim hujan.

    Kamu bisa menyingkirkan dedaunan, ranting, dan puing lainnya. Selain itu, pastikan Talang air tetap bersih dan jernih untuk membantu memperpanjang masa pakai atap.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Ampuh Mengatasi Dinding Rembes saat Musim Hujan


    Jakarta

    Hujan menawarkan suasana yang sejuk dan romantis. Sayangnya, menjadi tidak romantis lagi bila dinding rumah Anda bocor karena rembesan air.

    Bila tidak segera diatasi, rumah Anda bisa tergenang air. Tentunya hal ini akan sangat mengganggu kenyamanan. Berikut ini beberapa cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan yang bisa Anda coba.

    Tips Mengatasi Dinding Rembes saat Musim Hujan

    Dinding rembes saat hujan bisa terjadi karena bata yang digunakan memiliki pori yang dapat menyerap air. Simak beberapa cara mengatasinya berikut ini, dilansir dari All Weather Coating dan waterproofing.com.


    1. Cari Tahu Penyebab Utamanya

    Hal utama yang perlu dilakukan untuk mengatasi dinding yang rembes saat hujan adalah mencari tahu akar penyebabnya. Mungkin Anda perlu bantuan ahli bangunan untuk memeriksa rumah Anda dan mencarikan solusi yang tepat.

    Bila penyebab utamanya tidak diatasi, masalah dinding rembes akan terus berulang setiap musim hujan.

    Bila dinding rembes terjadi karena kesalahan dalam konstruksi bangunan, mungkin memerlukan perbaikan yang cukup rumit, seperti membongkar dinding tersebut lalu membangunnya kembali.

    2. Memperbaiki Sambungan Bangunan yang Rusak

    Saat melakukan renovasi rumah, misalnya menambah bangunan, biasanya akan ada bagian rumah yang disambung dengan bangunan baru.

    Kemungkinan terdapat celah pada sambungan bangunan tersebut yang dapat dilalui air. Celah ini dapat melebar atau rusak seiring waktu.

    Dengan memperbaiki sambungan tersebut, air hujan yang merembes ke dinding dapat teratasi.

    3. Melapisi Retak Rambut

    Retak rambut di dinding dapat terjadi karena perubahan suhu dan kelembaban udara. Kondisi ini dapat membuat air hujan merembes ke dinding.

    Untuk mengatasinya, cobalah melapisi retak rambut dengan menggunakan semen putih dan cat anti air. Tujuannya agar pori-pori di dinding tertutupi sehingga air tidak merembes.

    4. Mengecat Eksterior Rumah

    Bukan hanya untuk keperluan estetika, mengecat bagian eksterior rumah juga dibutuhkan untuk menjaga bangunan dari perubahan cuaca.

    Gunakan cat eksterior berkualitas tinggi yang diformulasikan khusus agar tahan cuaca (weatherproof). Cat weatherproof dapat menjaga tembok rumah dari air hujan dan kelembaban. Dengan begitu, masalah air rembes di dinding saat musim hujan dapat teratasi.

    5. Membersihkan Saluran Pembuangan Air

    Sistem drainase atau pembuangan air merupakan bagian penting dari sebuah rumah. Masalah yang terjadi pada drainase dapat menyebabkan kebocoran.

    Bila dinding rumah Anda terkena rembesan air hujan, cobalah periksa talang air hujan di rumah Anda. Bisa jadi ada kotoran yang menghambat aliran pembuangan air.

    6. Memperbaiki Pipa yang Rusak

    Selain karena penyumbatan, pipa pembuangan air hujan yang rusak juga dapat menyebabkan kebocoran. Misalnya pipa retak, bocor, atau sambungan antarpipa longgar.

    Memperbaiki pipa yang rusak cenderung rumit, apalagi bila ditanam di dalam tembok rumah. Oleh karena itu, Anda mungkin memerlukan jasa ahli bangunan untuk memperbaikinya.

    7. Mengaplikasikan Sealant pada Dinding

    Cara mengatasi dinding rumah yang rembes saat musim hujan juga bisa dengan cara melapisi dinding dengan sealant.

    Sealant dapat diaplikasikan pada mortar (semen sambungan antarbata). Tujuannya untuk menyerap air ke dalam bata sehingga membantu menahan air agar tidak merembes keluar.

    Namun sebagai catatan, solusi ini hanya dapat mengatasi rembesan air yang muncul sesekali, bukan terus menerus.

    8. Melapisi Dinding dengan Cat waterproof

    Cara lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi rembesan air hujan pada dinding yaitu melapisi permukaan dinding dengan cat anti air (cat waterproof).

    Cara ini bisa menjadi solusi praktis yang dapat mengatasi rembesan air dengan cepat. Namun, bila air masih saja merembes, cobalah mencari tahu penyebab utamanya.

    Mungkin saja ada masalah lain, seperti kebocoran pipa, talang air yang tersumbat, dan sebagainya.

    Itulah beberapa cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan yang bisa Anda coba di rumah. Pastikan Anda mencari tahu dulu penyebab munculnya rembesan air, agar perbaikan yang Anda lakukan lebih efektif.

    (inf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Laron Masuk Rumah Saat Musim Hujan? Begini Cara Usirnya


    Jakarta

    Pernahkah rumah kamu tiba-tiba diserbu banyak laron? Serangga satu ini kerap mengerumini lampu di rumah.

    Hal seperti ini biasanya terjadi saat musim hujan tiba. Tentunya, kejadian itu cukup mengganggu karena mengotori rumah, apalagi saat mereka merontokkan sayap.

    Lantas, kenapa laron memasuki rumah dan bagaimana cara mengusirnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Pengertian Laron

    Laron atau anai-anai adalah rayap betina atau jantan yang sudah dewasa. Saat mendekati musim hujan biasanya akan muncul segerombolan laron yang berkerumun di sumber cahaya di rumah.

    Muncul Ketika Musim Hujan

    Dilansir detikFood, Jumat (4/10/2024), laron banyak keluar saat musim hujan karena ingin mencari kehangatan. Sebab, ketika masih menjadi rayap, rumah mereka biasanya berada di tempat kering, seperti kayu atau di bawah tanah.

    Ketika musim hujan tiba, sarang atau rumah laron tersebut akan basah karena terkena air hujan. Oleh karena itu, ketika musim hujan tiba kawasan laron akan berterbangan mencari sumber cahaya untuk menghangatkan tubuh. Biasanya mereka akan memenuhi lampu-lampu menyala yang ada di rumah-rumah.

    Sambil menghangatkan tubuh, di saat itulah mereka juga mencari pasangan. Jika tidak menemukan pasangan, maka laron akan mati. Saat sudah menemukan pasangan, mereka akan menanggalkan sayap mereka untuk kemudian membuat koloni baru dengan berkembang biak.

    Cara Mengusir Laron dari Rumah

    1. Matikan Lampu

    Laron merupakan hewan yang menyukai cahaya. Maka, salah satu cara efektif untuk mengusir kerumunan laron adalah dengan mematikan lampu di rumah. Jika laron masuk ke dalam rumah, sebaiknya buka jendela agar laron tersebut bisa keluar dan tertarik dengan cahaya dari luar rumah.

    2. Siapkan Wadah Berisi Air

    Dilansir dari Women’s Weekly, menyediakan wadah berisi air dan diletakkan dekat dengan koloni laron juga menjadi cara untuk mengusir atau bahkan membunuhnya. Pantulan terang pada air akan menarik perhatian laron dan menenggelamkan diri mereka.

    3. Buat Semprotan Sabun Cair

    Dilansir dari Enesis, sabun cair bisa jadi bahan ampuh mengusir laron yang ada di rumah. Adapun caranya yaitu menjadikan sabun cair sebagai bahan membuat semprotan.

    Cara membuatnya mudah! Kamu hanya perlu menyediakan air, sabun cair, dan botol semprotan.

    Kemudian, campurkan sabun cair dengan air hingga berbusa. Jika sudah, kamu bisa memasukkannya ke dalam botol semprotan.

    Kemudian, gunakan semprotan tersebut untuk menyemprot laron dari jarak dekat. Dengan begitu, laron akan berjatuhan ke lantai.

    4. Gunakan Campuran Air dan Bawang Putih

    Selain cara di atas, ternyata bumbu dapur bisa jadi bahan untuk mengusir laron. Mencampur air dan bawang putih juga diketahui sebagai cara mengusir laron selain mematikan lampu.

    Hampir mirip dengan sebelumnya, untuk menggunakan cara ini kamu perlu menyiapkan alat dan bahannya, di antaranya yaitu air, bawang putih, dan semprotan.

    Jika semuanya sudah siap, mulai langkah pertama dengan menghaluskan beberapa siung bawang putih hingga berair. Kemudian, campurkan bawang putih yang sudah dihaluskan dengan air.

    5. Menggantung Cabai

    Tidak kalah mudah dengan cara mengusir laron di rumah yang sebelumnya. Cara kali ini, kamu hanya membutuhkan cabai.

    Cabai yang biasanya digunakan memasak bisa juga dipakai untuk bahan mengusir laron yang ada di dalam rumah. Caranya, potong cabai menjadi dua bagian, lalu gantungkan di lampu yang banyak dikerumuni laron. Dengan begitu, laron akan pergi dengan sendirinya.

    Hal ini karena, cabai diketahui mengandung capsaicin yang bisa memicu terjadinya iritasi pada rangka luar laron.

    6. Buat Semprotan Cuka

    Selanjutnya, cuka juga bisa digunakan sebagai cara mengusir laron dengan menjadikannya semprotan.

    Nah, cara membuat semprotan ini juga cukup mudah, kamu hanya perlu menuangkan cuka ke dalam botol semprotan. Namun, sebelum menggunakannya, kamu bisa mengocok semprotannya terlebih dahulu.

    Setelah itu, gunakan semprotan tersebut untuk menyemprot laron yang berkoloni di lampu rumah.

    7. Pasang Screen atau Tirai pada Jendela dan Pintu

    Dikutip dari HiCare, memasang screen atau tirai dengan jaring-jaring kecil pada jendela dan pintu dapat meminimalisir masuknya laron ke dalam rumah. Sebab, biasanya laron masuk ke dalam rumah melalui jendela dan pintu yang terbuka.

    8. Hubungi Pembasmi Laron

    Jika keberadaan laron masih mengerubung rumah kamu, sehingga mengganggu aktivitas di rumah, ada baiknya memanggil jasa pembasmi laron. Jasa pembasmi laron tentunya memiliki cara tersendiri yang ampuh untuk mengatasi laron di rumah.

    Itulah beberapa cara untuk mengusir laron dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Laron Masuk Rumah Saat Musim Hujan? Begini Cara Usirnya


    Jakarta

    Pernahkah rumah kamu tiba-tiba diserbu banyak laron? Serangga satu ini kerap mengerumini lampu di rumah.

    Hal seperti ini biasanya terjadi saat musim hujan tiba. Tentunya, kejadian itu cukup mengganggu karena mengotori rumah, apalagi saat mereka merontokkan sayap.

    Lantas, kenapa laron memasuki rumah dan bagaimana cara mengusirnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Pengertian Laron

    Laron atau anai-anai adalah rayap betina atau jantan yang sudah dewasa. Saat mendekati musim hujan biasanya akan muncul segerombolan laron yang berkerumun di sumber cahaya di rumah.

    Muncul Ketika Musim Hujan

    Dilansir detikFood, Jumat (4/10/2024), laron banyak keluar saat musim hujan karena ingin mencari kehangatan. Sebab, ketika masih menjadi rayap, rumah mereka biasanya berada di tempat kering, seperti kayu atau di bawah tanah.

    Ketika musim hujan tiba, sarang atau rumah laron tersebut akan basah karena terkena air hujan. Oleh karena itu, ketika musim hujan tiba kawasan laron akan berterbangan mencari sumber cahaya untuk menghangatkan tubuh. Biasanya mereka akan memenuhi lampu-lampu menyala yang ada di rumah-rumah.

    Sambil menghangatkan tubuh, di saat itulah mereka juga mencari pasangan. Jika tidak menemukan pasangan, maka laron akan mati. Saat sudah menemukan pasangan, mereka akan menanggalkan sayap mereka untuk kemudian membuat koloni baru dengan berkembang biak.

    Cara Mengusir Laron dari Rumah

    1. Matikan Lampu

    Laron merupakan hewan yang menyukai cahaya. Maka, salah satu cara efektif untuk mengusir kerumunan laron adalah dengan mematikan lampu di rumah. Jika laron masuk ke dalam rumah, sebaiknya buka jendela agar laron tersebut bisa keluar dan tertarik dengan cahaya dari luar rumah.

    2. Siapkan Wadah Berisi Air

    Dilansir dari Women’s Weekly, menyediakan wadah berisi air dan diletakkan dekat dengan koloni laron juga menjadi cara untuk mengusir atau bahkan membunuhnya. Pantulan terang pada air akan menarik perhatian laron dan menenggelamkan diri mereka.

    3. Buat Semprotan Sabun Cair

    Dilansir dari Enesis, sabun cair bisa jadi bahan ampuh mengusir laron yang ada di rumah. Adapun caranya yaitu menjadikan sabun cair sebagai bahan membuat semprotan.

    Cara membuatnya mudah! Kamu hanya perlu menyediakan air, sabun cair, dan botol semprotan.

    Kemudian, campurkan sabun cair dengan air hingga berbusa. Jika sudah, kamu bisa memasukkannya ke dalam botol semprotan.

    Kemudian, gunakan semprotan tersebut untuk menyemprot laron dari jarak dekat. Dengan begitu, laron akan berjatuhan ke lantai.

    4. Gunakan Campuran Air dan Bawang Putih

    Selain cara di atas, ternyata bumbu dapur bisa jadi bahan untuk mengusir laron. Mencampur air dan bawang putih juga diketahui sebagai cara mengusir laron selain mematikan lampu.

    Hampir mirip dengan sebelumnya, untuk menggunakan cara ini kamu perlu menyiapkan alat dan bahannya, di antaranya yaitu air, bawang putih, dan semprotan.

    Jika semuanya sudah siap, mulai langkah pertama dengan menghaluskan beberapa siung bawang putih hingga berair. Kemudian, campurkan bawang putih yang sudah dihaluskan dengan air.

    5. Menggantung Cabai

    Tidak kalah mudah dengan cara mengusir laron di rumah yang sebelumnya. Cara kali ini, kamu hanya membutuhkan cabai.

    Cabai yang biasanya digunakan memasak bisa juga dipakai untuk bahan mengusir laron yang ada di dalam rumah. Caranya, potong cabai menjadi dua bagian, lalu gantungkan di lampu yang banyak dikerumuni laron. Dengan begitu, laron akan pergi dengan sendirinya.

    Hal ini karena, cabai diketahui mengandung capsaicin yang bisa memicu terjadinya iritasi pada rangka luar laron.

    6. Buat Semprotan Cuka

    Selanjutnya, cuka juga bisa digunakan sebagai cara mengusir laron dengan menjadikannya semprotan.

    Nah, cara membuat semprotan ini juga cukup mudah, kamu hanya perlu menuangkan cuka ke dalam botol semprotan. Namun, sebelum menggunakannya, kamu bisa mengocok semprotannya terlebih dahulu.

    Setelah itu, gunakan semprotan tersebut untuk menyemprot laron yang berkoloni di lampu rumah.

    7. Pasang Screen atau Tirai pada Jendela dan Pintu

    Dikutip dari HiCare, memasang screen atau tirai dengan jaring-jaring kecil pada jendela dan pintu dapat meminimalisir masuknya laron ke dalam rumah. Sebab, biasanya laron masuk ke dalam rumah melalui jendela dan pintu yang terbuka.

    8. Hubungi Pembasmi Laron

    Jika keberadaan laron masih mengerubung rumah kamu, sehingga mengganggu aktivitas di rumah, ada baiknya memanggil jasa pembasmi laron. Jasa pembasmi laron tentunya memiliki cara tersendiri yang ampuh untuk mengatasi laron di rumah.

    Itulah beberapa cara untuk mengusir laron dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Ciri Talang Air di Rumah Harus Segera Dibersihkan


    Jakarta

    Membersihkan talang air memang bukanlah hal yang mudah. Dengan posisinya yang berada di atas rumah, membutuhkan tenaga ekstra untuk membersihkannya.

    Namun, apabila kamu menunda-nunda untuk membersihkan talang air, kotoran kecil ataupun dedaunan yang menumpuk akan mengakibatkan aliran air terhambat. Hal itu bisa juga menyebabkan penyumbatan serta kerusakan pada talang air.

    Sebelum hal itu terjadi, melansir Better Homes & Gardens, Selasa (24/20/2024), berikut beberapa tanda talang air kamu harus segera dibersihkan.


    1. Talang Air yang Meluap

    Air yang meluap biasanya disebabkan oleh penyumbatan, seperti ranting atau tumpukan daun basah. Membersihkan talang air akan menghilangkan penyumbatan dan mencegah ari hujan meluap.

    2. Noda Air dan Kerusakan

    Kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan pondasi dapat terjadi jika talang air terlalu penuh sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik. Jika situasi ini tidak diatasi, maka kerusakan akibat air akan dapat menimbulkan masalah serius.

    3. Talang Air yang Melengkung atau Menggantung

    Kerusakan pada talang air dapat menjadi tanda bahwa talang air kamu perlu dibersihkan dan diperbaiki. Kotoran dalam sistem talang air dapat menumpuk hingga berat yang terkumpul menarik sistem talang air menjauh dari atap atau dinding luar.

    4. Aktivitas Hama

    Adanya aktivitas hama di talang air dapat mengindikasikan adanya sarang atau penumpukan bahan bersarang, seperti daun basah yang perlu disingkirkan.

    5. Pertumbuhan Tanaman di Talang Air

    Dengan munculnya tanaman di talang air memberikan tanda bahwa talang air perlu segera dibersihkan. Jika tidak, air tidak akan mengalir dengan lancar saat hujan sehingga menyebabkan air meluap dari talang di atasnya.

    6. Penumpukan Kotoran hingga Terlihat

    Terlihatnya kotoran yang berada di talang air merupakan tanda paling jelas bahwa talang air perlu dibersihkan. Rencanakan satu hari untuk membersihkan talang air sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

    Umumnya, waktu terbaik membersihkan talang air adalah saat musim panas atau awal musim hujan. Sebelum memutuskan untuk membersihkan talang air, periksa kondisinya. Jika sistem talang air rusak, bengkok, atau ada yang patah maka sebaiknya panggil profesional untuk memperbaikinya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Persiapkan Rumah Kamu Sebelum Hujan Besar Datang, Biar Nggak Menyesal!


    Jakarta

    Memasuki bulan November, hujan sudah mulai turun di beberapa wilayah di Indonesia. Bukan hanya rintik saja, terkadang hujan turun disertai dengan angin kencang sehingga bisa menimbulkan kerusakan rumah.

    Saat musim hujan, biasanya ada saja hal-hal yang terjadi pada rumah, misalnya atap bocor, air merembes di dinding maupun lantai, dan lainnya. Nah, supaya kamu nggak usah repot-repot membersihkan rumah jika terjadi bocor, bisa banget cek informasi berikut ini.

    Dilansir dari Forbes, Selasa (5/11/2024), berikut ini hal-hal yang harus dilakukan pada rumah sebelum hujan deras melanda.


    Cek Atap Rumah

    Jika hujan deras disertai dengan angin kencang melanda, bisa saja membuat atap rumah rusak sehingga menimbulkan kebocoran. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya kamu mengecek atap saat memasuki musim hujan. Jika ada masalah pada atap, segera perbaiki dan jangan ditunda.

    Bersihkan Halaman Rumah

    Angin kencang disertai hujan deras bisa merusak halaman rumah dan furniture luar ruangan. Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya kamu mulai memindahkan furniture ke dalam ruangan atau garasi.

    Jika ada pohon besar, sebaiknya pangkas cabangnya agar tidak merusak rumah. Kamu bisa melakukannya sendiri atau menyewa tukang kebun

    Tutup Rapat Pintu dan Jendela

    Selain atap, jendela dan pintu merupakan bagian rumah yang rentan mengalami kebocoran. Sebelum memasuki musim hujan, sebaiknya periksa di sekitar kusen jendela dan pintu. Pertimbangkan menutupnya menggunakan sealant untuk mencegah air masuk ke dalam.

    Amankan Bagian-bagian Rentan di Rumah

    Jika rumah kamu kerap diterjang angin topan, kamu bisa mengamankan bagian-bagian yang rentan di rumah. Misalnya gunakan triplek pada jendela dan kaca pintu untuk menjadi penghalang terhadap angin kencang yang menyertai hujan badai.

    Jika rumah kamu di wilayah yang rawan banjir, pertimbangkan untuk memasang penghalang banjir untuk melindungi perabotan dari kerusakan akibat air.

    Pahami Polis Asuransi Rumah

    Membaca dan memahami polis asuransi rumah sangat penting untuk memastikan kamu terlindungi saat terjadi keadaan darurat. Jika terjadi bencana angin topan atau hujan badai, kamu bisa memotret furnitur dan barang berharga jika rusak akibat badai. Selain itu, simpan dokumen penting, seperti akta rumah dan dokumen lainnya di kotak yang kuat dan tahan api.

    Buat Rencana Darurat

    Salah satu cara terbaik menghadapi badai hebat adalah dengan mengumpulkan perlengkapan darurat. Simpan barang-barang tersebut di satu tempat sehingga lebih mudah ditemukan jika listrik padam akibat diterjang badai. Beberapa perlengkapan yang dibutuhkan yaitu:

    • Senter dengan baterai yang cukup
    • Minimal 1 galon air per orang di rumah untuk minum dan mandi
    • dapur darurat
    • persediaan makanan kaleng untuk 3 hari
    • perlengkapan pertolongan pertama

    Itulah beberapa hal yang harus dipersiapkan hujan besar datang. Semoga bermanfaat ya!

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Efektif Bikin Rumah Nggak Mudah Lembap Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, kelembapan di rumah meningkat. Hal ini bisa kamu ketahui dari munculnya noda hitam di sudut-sudut rumah. Kelembapan rumah yang meningkat ini jangan dianggap sepele karena dapat merusak tampilan rumah dan membahayakan kesehatan.

    Mengutip Telegrafi, cara mengatasi masalah kelembapan di rumah cukup beragam. Ada yang harus memperbaiki struktur rumah, ada yang cukup meletakkan alat pembersih udara instan. Pilihan ini tergantung pada kebutuhan pemilik rumah.

    Dehumidifier merupakan alat yang dapat menghilangkan kelembapan berlebih di udara. Ini adalah cara instan dan paling cepat. Cara menggunakannya dengan menyalakan alat ini dan biarkan selama beberapa jam. Nanti kamu bisa melihat tempat penampungan di bagian bawah untuk mengecek air yang terserap oleh alat tersebut dari proses kondensasi (perubahan gas menjadi air).


    “Semakin sedikit kelembaban yang Anda hasilkan di dalam rumah, semakin sedikit pula kondensasi yang terbentuk. Oleh karena itu, pikirkan bagaimana Anda akan menghilangkan kelembapan selama bekerja sehari-hari,” kata manajer layanan teknis Inggris di Rentokil, Nicholas Donnithorne mengutip dari The Sun pada Selasa (5/12/2024).

    Lalu, apabila perbaikannya sampai membongkar dan mengganti struktur bangunan, biasanya karena dampak dari kelembapan tersebut cukup parah. Sebagai contoh bisa timbul jamur di dinding, plafon, dan material kayu di rumah atau membuat dinding dan plafon bergelembung.

    Namun tenang, ada beberapa cara agar rumah tidak mudah lembap di tengah musim hujan seperti saat ini.

    1. Membuka Jendela

    Keberadaan ventilasi dapat membantu menurunkan tingkat kelembapan di rumah. Sebagai contoh membuka jendela saat memasak dan mandi secara rutin dapat memberikan akses sinar matahari dan angin di rumah.

    2. Jangan Biarkan Ada Pakaian Basah di Kamar Mandi

    Kamar mandi adalah ruangan paling lembap di rumah. Jika kamar mandi sering dibiarkan dalam keadaan basah dan jarang dibersihkan, lantainya akan mudah licin, muncul jamur di sela-sela keramik, hingga muncul binatang seperti cacing.

    Selain itu, hindari menyimpan handuk atau pakaian basah di dalam kamar mandi. Kebiasaan ini juga mempengaruhi kelembapan di kamar mandi.

    3. Jaga Suhu Ruangan

    WHO, Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan suhu di dalam rumah sekitar 18-20°C dengan kelembapan relatif 50-60 persen. Maka dari itu, penting untuk memiliki ventilasi yang cukup di dalam rumah atau setidaknya menyalakan kipas angin yang dapat meningkatkan aliran udara.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Teras Sering Kotor gegara Cipratan Air Hujan? Cegah Pakai 3 Cara Ini



    Jakarta

    Memasuki musim hujan, halaman depan akan sering tergenang air. Otomatis bagian teras juga ikut kotor terkena cipratan air bercampur tanah. Belum lagi lantai teras jadi licin karena cipratan air tersebut.

    Salah satu cara agar teras tidak semakin kotor adalah dengan tidak memakai sepatu atau sandal yang baru saja menginjak tanah ke teras rumah, nanti bercak coklat tercetak di teras. Masalah lainnya adalah jika pipa air pembuangan dari atas berada di dekat teras, cipratan air pasti langsung masuk ke area teras.

    Sebenarnya cipratan air bercampur tanah ini mudah dibersihkan cukup dipel atau dilap. Namun, harus langsung dibersihkan. Apabila sudah kering kamu perlu membasahi lantainya lagi dan menggosok noda tersebut.


    Ada cara lain yang lebih efektif sehingga kamu tidak susah membersihkan yakni dengan mencegah cipratan air tersebut masuk ke area teras. Melansir dari Good to be Home Magazine, Selasa (5/11/2024), berikut beberapa cara agar rumah tetap bersih dari cipratan air.

    1. Buat Taman Hujan

    Taman hujan adalah area hijau yang ditumbuhi dengan tanaman yang dapat menyerap air dengan baik. Salah satu tanaman yang cocok adalah tanaman rumput zebra yang memiliki daun panjang dan ramping.

    Rumput ini berfungsi sebagai penyaring alami dan menyerap air sehingga dapat mencegah luapan. Tanaman berakar dalam seperti tanaman keras merendam dan menyimpan air untuk bertahan hidup selama musim kemarau. Dengan adanya tanaman ini terutama ditanam di pinggiran teras bisa mencegah cipratan air masuk.

    2. Buat Saluran Pembuangan Air

    Kamu tidak bisa hanya mengandalkan air hujan menyerap, alternatif lainnya adalah membuat sebuah selokan kecil atau saluran air yang mengarah ke tempat pembuangan terdekat.

    3. Letakkan Kerikil di Bawah Pipa Air

    Beberapa pipa ada yang dipasang di atas sehingga air yang jatuh di atap akan terbuang seperti air terjun. Kamu bisa menambahkan rantai talang air di tengah mulut air keluar agar aliran airnya mengikuti rantai itu. Kemudian, agar cipratan air tidak langsung menyentuh tanah dan membuat kotor, kamu bisa menambahkan kerikil di bawahnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com