Tag: musim hujan

  • Banjir Rendam Barang Elektronik, Buruan Selamatkan Pakai Beras!



    Jakarta

    Musim hujan telah melanda Indonesia. Sebagian wilayah bahkan sudah mengalami banjir. Air yang menggenang masuk rumah berpotensi bisa merusak barang elektronik.

    Banjir adalah mimpi buruk, tapi semakin diperparah jika sudah menimbulkan kerusakan terhadap barang-barang elektronik berharga seperti ponsel, laptop, televisi dan lainnya. Jika tak segera ditangani, barang elektronik kesayangan akan rusak dan tak lagi bisa dipakai.

    Namun tenang, ada cara cepat yang bisa menyelamatkan barang elektronik yang terlanjur jadi korban banjir. Bahannya cukup sederhana, yaitu beras!


    Ya, beras dipercaya salah satu cara yang cukup ampuh untuk menyelamatkan barang elektronik yang terkena air. Sifat beras dipercaya bisa menyerap air dan kelembapan dengan cepat.

    Begini cara menyelamatkan barang elektronik yang terkena air dengan beras:

    1. Jangan Dinyalakan

    Hal pertama yang harus kamu lakukan saat barang elektronik terkena air adalah tidak menyalakannya atau putuskan semua sambungan listrik ke barang tersebut. Jangan coba menghidupkannya dulu, karena aliran listrik yang ada pada perangkat yang terkena air akan menimbulkan korsleting dan berujung pada rusaknya komponen pada barang tersebut.

    2. Buka penutup

    Buka penutup perangkat. Hal ini ditujukan agar kamu bisa mengetahui sejauh mana air masuk ke dalam komponen perangkat. Selain itu, dengan dibukanya penutup perangkat, proses pengeringan bisa lebih cepat. Bila perangkat kamu terdapat baterai seperti ponsel, lepaskan juga baterai dari perangkat tersebut.

    3. Rendam perangkat dengan beras

    Ambil beras secukupnya ke dalam wadah dan masukan barang elektronik ke dalam wadah tersebut. Pastikan seluruh bagian perangkat tersebut tertutup beras dan biarkan hingga 24 jam.. Apabila setelah itu masih bermasalah, segera masukan kembali ke dalam beras untuk 24 jam berikutnya. Ingat, jangan dulu menyalakan perangkat hingga benar-benar kering.

    4. Gunakan Silica Gel

    Silica Gel terkenal sebagai zat penyerap lembab yang baik. Kamu dapat mencoba menggunakan benda ini dengan cara yang sama seperti menggunakan beras.

    5. Jangan pakai hair dryer atau jemur ponsel di bawah sinar matahari langsung

    Cara ini mungkin terlihat instan dan menjanjikan dalam proses pengeringan. Namun perlu kamu ketahui, suhu yang tinggi dapat merusak sebagian komponen dari perangkat kamu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Genteng Bocor di Musim Hujan, Begini Cara Cek dan Perbaikinya



    Jakarta

    Masalah genteng bocor memang PR banget buat pemilik rumah. Rembesan air bisa bikin seisi rumah basah dan bangunannya pun ikut rusak.

    Kalau kamu mengetahui genteng bocor di rumah, jangan dibiarkan ya. Segera perbaiki genteng biar rumah nggak semakin rusak.

    Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengecek kebocoran atap rumah, lalu lakukan perbaikan. Yuk, simak caranya berikut ini seperti yang dikutip dari HOMEHOW.


    Cara Cek Genteng Bocor di Atap Rumah

    Inilah cara mengecek kalau ada tanda-tanda ini di sekitar rumah kamu.

    1. Cek Tanda Kebocoran Pada Plafon

    Cara paling mudah yaitu dengan melihat bekas noda air pada plafon rumah, noda air pada plafon bisa mengindikasikan adanya kebocoran air.

    2. Cek Loteng

    Cek dari loteng dan sejajarkan bagian noda pada plafon dengan genteng diatasnya, lalu lakukan pengecekan pada area tersebut. Posisi sambungan genteng yang tidak pas dan keretakan bisa menjadi salah satu faktor kebocoran. Tumbuhnya lumut pada genteng juga bisa mengindikasikan adanya kebocoran. Genteng yang berlumut menyebabkan air mudah untuk meresap kedalam.

    3. Cek dengan Menggunakan Hujan Buatan

    Bila cara di atas masih belum berhasil, kamu bisa menggunakan cara ini dengan dua orang. Salah satu orang akan menyemprotkan air ke genteng dan satu orang lagi mengawasi dari loteng, hal ini sangat ampuh untuk menemukan lokasi kebocoran.

    4. Menyewa Tenaga Ahli

    Bila kamu khawatir untuk melakukan pengecekan sendiri, kamu bisa menyewa tenaga ahli untuk melakukan pengecekan.

    Setelah kita mengetahui bagian kebocoran, kita bisa mengatasinya dengan cara yang tepat sesuai dengan tipe kerusakan sebagai berikut.

    Tips Perbaiki Genteng Bocor

    Nah, kalau sudah yakin rumah bocor, kamu bisa mencoba tips perbaiki genteng bocor berikut ini.

    1. Tentukan Lokasi Kebocoran

    Setelah melakukan pengecekan, kamu harus menentukan bagian yang harus diperbaiki. Terkadang air mengalir dari tempat kerusakan hingga menyebabkan lokasi noda air berbeda dengan lokasi kerusakan, maka dari itu kamu harus jeli dalam mengamati bagian yang rusak. Biasanya retakan pada genteng dan posisi genteng yang tidak baik bisa membentuk celah untuk air masuk ke dalam

    2. Perbaikan Terhadap Kerusakan Ringan

    Jika kerusakan terbilang cukup kecil seperti retakan biasa, cara untuk memperbaikinya kamu bisa menggunakan sealant atau Cat Waterproof. Sedangkan untuk kerusakan yang lebih besar dari 0,25 inci, kamu bisa menutupinya dengan semen.

    3. Mengganti Genteng

    Bila kerusakan genteng sudah tidak bisa diperbaiki lagi, alangkah baiknya untuk mengganti genteng tersebut dengan yang baru. Pastikan genteng yang baru adalah tipe yang sama dengan genteng yang rusak.

    4. Melapisi Genteng dengan Semen

    Kamu juga bisa memberikan lapisan semen di bawah genteng yang rusak atau pada sambungan genteng untuk meminimalisir kerusakan keberlanjutan. Pastikan agar genteng dalam keadaan yang sejajar setelah menambahkan semen.

    5. Melapisi Genteng Dengan Aksesoris Tambahan

    Bila kamu merasa kerepotan untuk memperbaiki genteng satu per satu, kamu bisa menambahkan aksesoris seperti Roll Roofing atau Genteng Double.

    Demikian tips and tricks untuk menanggulangi masalah kebocoran pada genteng rumah yang mudah dilakukan secara mandiri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Jurus Jitu Atasi Dinding Rembes Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Masalah kerap muncul di rumah ketika musim hujan tiba. Air hujan bisa saja menembus rumah sampai mengakibatkan dinding rembes.

    Dinding rembes saat hujan bisa terjadi karena bata yang digunakan memiliki pori yang dapat menyerap air. Jika tidak segera diatasi, rumah kamu bisa tergenang air, bangunan menjadi rusak, dan masalah lainnya bakal bermunculan.

    Nah kalau mengalami dinding rembes, kamu harus mencari tahu akar penyebabnya. Kamu bisa meminta bantuan ahli bangunan untuk memeriksa rumah dan mencarikan solusi yang tepat.


    Selain itu, kamu bisa mencoba jurus jitu berikut ini buat mengatasi dinding rembes seperti yang dilansir dari All Weather Coating dan waterproofing.com.

    Tips Mengatasi Dinding Rembes

    Inilah cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan.

    1. Memperbaiki Sambungan Bangunan yang Rusak

    Saat melakukan renovasi rumah, misalnya menambah bangunan, biasanya akan ada bagian rumah yang disambung dengan bangunan baru.

    Kemungkinan terdapat celah pada sambungan bangunan tersebut yang dapat dilalui air. Celah ini dapat melebar atau rusak seiring waktu.

    Dengan memperbaiki sambungan tersebut, air hujan yang merembes ke dinding dapat teratasi.

    2. Melapisi Retak Rambut

    Retak rambut di dinding dapat terjadi karena perubahan suhu dan kelembaban udara. Kondisi ini dapat membuat air hujan merembes ke dinding.

    Untuk mengatasinya, cobalah melapisi retak rambut dengan menggunakan semen putih dan cat anti air. Tujuannya agar pori-pori di dinding tertutupi sehingga air tidak merembes.

    3. Mengecat Eksterior Rumah

    Bukan hanya untuk keperluan estetika, mengecat bagian eksterior rumah juga dibutuhkan untuk menjaga bangunan dari perubahan cuaca.

    Gunakan cat eksterior berkualitas tinggi yang diformulasikan khusus agar tahan cuaca (weatherproof). Cat weatherproof dapat menjaga tembok rumah dari air hujan dan kelembaban. Dengan begitu, masalah air rembes di dinding saat musim hujan dapat teratasi.

    4. Membersihkan Saluran Pembuangan Air

    Sistem drainase atau pembuangan air merupakan bagian penting dari sebuah rumah. Masalah yang terjadi pada drainase dapat menyebabkan kebocoran.

    Bila dinding rumah kamu terkena rembesan air hujan, cobalah periksa talang air hujan di rumah. Bisa jadi ada kotoran yang menghambat aliran pembuangan air.

    5. Memperbaiki Pipa yang Rusak

    Selain karena penyumbatan, pipa pembuangan air hujan yang rusak juga dapat menyebabkan kebocoran. Misalnya pipa retak, bocor, atau sambungan antarpipa longgar.

    Memperbaiki pipa yang rusak cenderung rumit, apalagi bila ditanam di dalam tembok rumah. Oleh karena itu, kamu mungkin memerlukan jasa ahli bangunan untuk memperbaikinya.

    6. Mengaplikasikan Sealant pada Dinding

    Cara mengatasi dinding rumah yang rembes saat musim hujan juga bisa dengan cara melapisi dinding dengan sealant.

    Sealant dapat diaplikasikan pada mortar (semen sambungan antarbata). Tujuannya untuk menyerap air ke dalam bata sehingga membantu menahan air agar tidak merembes keluar.

    Namun sebagai catatan, solusi ini hanya dapat mengatasi rembesan air yang muncul sesekali, bukan terus menerus.

    7. Melapisi Dinding dengan Cat waterproof

    Cara lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi rembesan air hujan pada dinding yaitu melapisi permukaan dinding dengan cat anti air (cat waterproof).

    Cara ini bisa menjadi solusi praktis yang dapat mengatasi rembesan air dengan cepat. Namun, bila air masih saja merembes, cobalah mencari tahu penyebab utamanya.

    Mungkin saja ada masalah lain, seperti kebocoran pipa, talang air yang tersumbat, dan sebagainya.

    Itulah beberapa cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan yang bisa kamu coba di rumah. Pastikan kamu mencari tahu dulu penyebab munculnya rembesan air, agar perbaikan lebih efektif.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisakah Mengecat Rumah Saat Musim Hujan? Jawabannya Bisa, Asal…



    Jakarta

    Bagi kamu yang ada niat ngecat rumah, mungkin akan ragu-ragu kalau sedang musim hujan. Takutnya hujan tiba-tiba mengguyur rumah padahal catnya belum kering.

    Mengecat rumah memang perlu mempertimbangkan berbagai hal, termasuk cuaca. Namun, sebenarnya apa bisa mengecat rumah saat cuaca hujan atau setengah hujan? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

    Kapan Kita Bisa Mengecat Rumah saat Musim Hujan?

    Ternyata kamu bisa saja melanjutkan proyek mengecat rumah saat musim hujan, baik dalam ruangan maupun eksterior. Hal ini dengan catatan, cat tidak bersentuhan langsung dengan air hujan.


    Ini berlaku sepanjang proses pengecatan, mulai dari permukaan yang belum dicat hingga permukaan yang sudah dicat dan benar-benar kering.

    Proyek mengecat dalam ruangan bahkan bisa dilanjutkan saat hujan turun di luar, selama airnya tidak masuk ke dalam rumah. Namun, kamu harus memastikan bahwa agar air hujan tidak bisa tembus ke dalam rumah melalui jendela terbuka.

    Pertimbangkan Saat Mengecat Rumah di Musim Hujan

    Mengecat rumah saat musim hujan memerlukan perhatian ekstra terhadap faktor-faktor tertentu. Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat mengecat rumah di musim hujan.

    1. Kelembapan

    Pada musim hujan, kelembapan udara biasanya tinggi. Ini akan membuat cat memerlukan waktu lebih lama untuk mengering dibandingkan saat cuaca cerah. Oleh karena itu, kamu harus bersiap untuk menunggu lebih lama sebelum menerapkan lapisan cat kedua.

    2. Kondisi Permukaan

    Pastikan permukaan yang akan kamu cat benar-benar kering. Jika permukaan tersebut basah, kamu perlu memastikannya kering terlebih dahulu. Beberapa area yang terlindung dari sinar matahari, retak-retak kecil pada dinding, atau lubang paku, mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk mengering.

    3. Suhu

    Suhu juga memainkan peran penting dalam proses pengeringan cat. Semakin rendah suhu, semakin lama cat akan mengering. Pastikan untuk memeriksa rekomendasi suhu minimum pada label cat yang kamu gunakan.

    4. Jangka Waktu

    Perhatikan perkiraan cuaca. Jika cuaca diprediksi akan memburuk atau suhu akan turun di bawah suhu minimum yang disarankan dalam 10 jam setelah pengaplikasian cat, sebaiknya tunda pekerjaan mengecatmu.

    5. Memperbaiki Permukaan yang Terkena Hujan

    Jika terkena hujan, permukaan yang belum kering akan membentuk garis-garis akibat cat yang luntur. Solusi terbaik adalah menunggu hingga cat benar-benar kering, lalu mengikis garis-garis cat yang luntur tersebut dengan pisau. Area yang terkena hujan mungkin memerlukan pengamplasan ringan sebelum dicat ulang.

    Demikian faktor-faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat ingin mengecat rumah di musim hujan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kamu bisa memutuskan apakah aman untuk melanjutkan proyek mengecat rumah saat hujan datang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air Tiba-tiba Muncul dari Lantai? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Munculnya air dari bawah lantai bisa terjadi karena beberapa hal. Salah satunya saat musim hujan.

    Umumnya, air muncul dari retakan sela keramik atau pecahan keramik. Retakan ini bisa terjadi karena rusak tertimpa beban yang berat, kesalahan saat pembangunan, atau ulah hewan.

    Selain itu, posisi rumah juga bisa menjadi salah satu penyebab. Apakah di dataran yang terjal atau datar. Saat hujan deras, tanah dengan mudah tergeser karena gerusan air. Gerusan ini dapat membuat tanah menjadi lebih turun. Ditambah tidak adanya area resapan air.


    Ada juga beberapa penyebab lainnya yang menyebabkan munculnya air dari lantai. Berikut ini informasinya dilansir dari Angi.

    1. Adanya Kebocoran Pipa

    Kemungkinan besar air yang muncul dari bawah keramik berada di dekat area yang dilalui oleh pipa air seperti kamar mandi, westafel, atau dapur.

    Setelah mengetahui lokasinya, cek meteran air di rumah. Apabila tidak bergerak, berarti kebocoran air bukan berasal dari pipa air. Melainkan sumber lain seperti air tanah yang meluap.

    Menurut Forbes, tanda-tanda pipa bocor utama sebagai berikut.

    – Suara mendesis dan gemericik

    – Tekanan air rendah

    – Sebelumnya terjadi penyumbatan saluran air yang terus-menerus

    – Air juga menggenang di sekitar halaman

    2. Kelebihan Air Tanah atau Naiknya Permukaan Air

    Saat hujan, air dapat menyebabkan kenaikan permukaan air tanah hingga meluap ke bagian atas. Air dapat dengan mudah muncul di dalam rumah apabila banyak celah pecahan keramik.

    Pemilik rumah bisa memasang sistem drainase interior di pertemuan dinding dan lantai. Sistem drainase ini semacam parit atau tanah menurun yang bisa mengalirkan air ke dalam pipa dan keluar dari rumah.

    Itulah beberapa penyebab timbulnya air dari bawah lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Mengusir Laron yang Datang di Musim Hujan, Mudah!


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, keberadaan laron kerap ditemukan di berbagai tempat dengan cahaya terang, termasuk rumah. Hewan penyuka cahaya itu memang tidak berbahaya, tapi keberadaannya terkadang bisa membuat kesal banyak orang.

    Bukan tanpa alasan laron menyukai cahaya. Melansir dari detikJateng, laron sering mencari sumber cahaya karena mereka menganggap sebagai zona aman. Mereka juga tak pandai terbang, makanya sangat bergantung dengan sumber cahaya.

    Maka dari itu, banyak orang mengusir laron dengan cara mematikan lampu rumah. Selain itu, masih ada lagi lho cara mengusir laron yang cukup efektif. Berikut ini informasinya.


    1. Matikan Lampu

    Laron merupakan hewan yang menyukai cahaya. Maka, salah satu cara efektif untuk mengusir kerumunan laron adalah dengan mematikan lampu di rumah. Jika laron masuk ke dalam rumah, sebaiknya buka jendela agar laron tersebut bisa keluar dan tertarik dengan cahaya dari luar rumah.

    2. Siapkan Wadah Berisi Air

    Menyediakan wadah berisi air dan diletakkan dekat dengan koloni laron juga menjadi cara untuk mengusir atau bahkan membunuhnya. Pantulan terang pada air akan menarik perhatian laron dan menenggelamkan diri mereka.

    3. Pasang Screen atau Tirai pada Jendela dan Pintu

    Dikutip dari HiCare, memasang screen atau tirai dengan jaring-jaring kecil pada jendela dan pintu dapat meminimalisir masuknya laron ke dalam rumah. Sebab, biasanya laron masuk ke dalam rumah melalui jendela dan pintu yang terbuka.

    4. Hubungi pembasmi laron

    Jika keberadaan laron masih mengerubung di rumah sehingga mengganggu aktivitas penghuni di dalamnya, sebaiknya memanggil jasa pembasmi laron. Jasa pembasmi laron tentunya memiliki cara tersendiri yang ampuh untuk mengatasi laron di rumah.

    Itulah beberapa tips untuk mengusir laron dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Kaki Seribu Serbu Rumah Saat Musim Hujan



    Jakarta

    Kaki seribu terkadang muncul saat musim hujan. Bahkan di beberapa tempat kemunculannya begitu banyak dan menyerbu rumah.

    Kondisi ini tentu cukup mengganggu. Sebab mungkin sebagian orang merasa takut dengan hewan ini. Apalagi jika terinjak hewan ini mengeluarkan bau. Bau yang menyengat itu sebenarnya untuk mengusir predator mereka.

    Bagi kamu yang tidak suka kaki seribu, perlu tahu alasan hewan ini masuk rumah. Lalu, lakukan langkah-langkah pencegahan biar kaki seribu enggan masuk rumah.


    Lantas, kenapa kaki seribu masuk ke dalam rumah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

    1. Rumah Lembap

    Melansir dari Forbes Home, Senin (5/8/2024), kaki seribu menyukai dan membutuhkan tempat yang lembab untuk hidup. Oleh karena itu, kamu bisa ‘mengeringkan’ atau menjaga kelembaban bagian-bagian rumah, termasuk kamar mandi untuk mencegah masuknya kaki seribu.

    Kamu bisa menyalakan dehumidifier untuk menghilangkan kelembaban dalam rumah, sehingga membuat kaki seribu enggan memasukinya.

    2. Ada Tanaman Membusuk

    Selain itu, kaki seribu adalah hewan pemakan bahan organik yang sudah mati atau membusuk (saprofit). Jadi, kalian sebaiknya menghilangkan rerumputan yang sudah membusuk atau lapisan kompos.

    3. Ada Celah di Rumah

    Di sisi lain, kalian juga harus mengecek retakan atau celah pada fondasi bangunan maupun jarak bawah pintu yang memungkinkan kaki seribu masuk ke dalam rumah. Perbaiki saluran air di rumah yang memungkinkan kaki seribu masuk, serta jangan terlalu banyak menyiram tanaman di taman.

    Supaya kaki seribu tidak masuk rumah, pastikan untuk menutup segala celah. Perhatikan fondasi di sekitar rumah, termasuk engsel pintu dan jendela apakah ada celah atau tidak. Kalian dapat menggunakan sealant untuk menyegelnya.

    Cara Basmi Kaki Seribu

    Untuk membasmi kaki seribu, semprotkan cuka putih, minyak tea tree, atau minyak peppermint. Campuran sedikit tea tree oil atau peppermint oil dengan air dan semprotkan ke sekitar retakan atau celah atau tempat ditemukannya kaki seribu. Semprotan tersebut aman digunakan oleh manusia, namun beracun bagi kaki seribu.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Basmi Jamur di Dinding yang Subur Saat Musim Hujan



    Jakarta

    Dinding rumah akan mudah ditumbuhi jamur saat musim hujan seperti saat ini. Penyebabnya karena kondisi ruangan lebih lembap saat musim hujan.

    Jika ini terjadi di rumah, kamu perlu melakukan tindakan. Sebab jamur yang tumbuh di dinding bisa membahayakan kesehatan. Selain itu tentu merusak estetika rumah.

    Dikutip dari Medical News Today, jamur menghasilkan spora yang menyebar dengan cara melayang-layang di udara. Spora jamur merupakan cikal bakal tumbuhnya jamur. Spora jamur bisa masuk ke rumah melalui udara atau menempel pada benda dan orang.


    Spora dengan mudah tumbuh menjadi jamur di tempat dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Contohnya di sekitar kebocoran pada atap, jendela, atau pipa, serta di tempat yang pernah terkena banjir. Jamur juga bisa tumbuh dengan baik di sekitar benda-benda dari kertas, kardus, dan kayu.

    Jamur bisa memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi orang-orang yang memiliki alergi, penyakit pernapasan, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jamur bisa menjadi racun bagi pernapasan, terutama bagi orang yang memiliki asma atau kondisi paru-paru kronis. Selain itu, jamur juga bisa memicu terjadinya gejala alergi, seperti pilek dan demam. Beberapa jenis jamur, seperti Aspergillus, bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, yaitu aspergilosis.

    Melansir situs Center for Disease Control and Prevention Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, jamur dalam ruangan yang paling umum adalah Cladosporium, Penicillium, dan Aspergillus.

    Jamur akan lebih mudah tumbuh saat musim hujan yang menyebabkan kelembapan meningkat. Maka dari itu, perlu dilakukan langkah-langkah preventif untuk menanggulangi pertumbuhan jamur di dinding rumah.

    Tips Mencegah Jamur Tumbuh di Rumah saat Musim Hujan

    Melansir dari situs Bishop Clean Care, berikut adalah tips praktis yang bisa kamu terapkan untuk mencegah pertumbuhan jamur di rumah saat musim hujan.

    1. Pastikan Rumah dalam Kondisi Kering

    Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memastikan dinding rumah dalam kondisi kering atau tidak lembap. Periksa secara berkala area yang sering menjadi tempat berkumpulnya air atau kondensasi, seperti kulkas, tangki air, jendela, dan ruang bawah tanah.

    Pastikan untuk segera mengeringkan setiap kelembapan yang kamu temukan. Lakukan pemeliharaan rutin untuk mencegah kelembapan lebih lanjut.

    2. Pantau Kelembapan di Rumah

    Kelembapan tinggi adalah penyebab umum pertumbuhan jamur. Kamu bisa membeli alat pengukur kelembaban atau humidity monitor untuk memastikan tingkat kelembaban rumah tetap rendah. Hal ini akan membantumu mengidentifikasi area yang berpotensi menjadi tempat subur bagi jamur dan mengambil langkah preventif sebelum masalah muncul.

    3. Pastikan Ventilasi yang Baik

    Ventilasi yang baik adalah kunci untuk menghindari udara lembap terperangkap di dalam rumah. Periksa saluran ventilasi untuk memastikan tidak ada yang terhalang sehingga udara bisa beredar dengan baik. Dengan optimalisasi ventilasi, kelembapan bisa dikurangi dan area basah di rumah akan lebih cepat mengering.

    4. Alihkan Kelembapan dari Luar Rumah

    Jangan lupakan kelembapan dari luar rumah yang juga bisa menyebabkan masalah jamur. Perbaiki atap yang bocor, bersihkan saluran air hujan secara teratur, dan hindari genangan air di sekitar fondasi rumah. Dengan mengalihkan kelembapan dari luar, kamu bisa mencegah masalah jamur sebelum mereka muncul.

    5. Gunakan Produk Tahan Jamur

    Sebagai langkah preventif, pertimbangkan untuk menggunakan produk tahan jamur dalam pembangunan atau renovasi rumah. Mulai dari kayu, cat, isolasi, hingga bahan bangunan penting lainnya, pilih material yang dirancang khusus untuk mencegah pertumbuhan jamur.

    Demikianlah tips mencegah jamur tumbuh di dinding rumah saat musim hujan. Dengan menerapkan tips ini, kamu bisa menjaga rumah bebas dari jamur yang tidak diinginkan, terutama saat musim hujan. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Rawat Tanaman di Pekarangan Rumah Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Curah hujan yang tinggi terkadang menjadi tantangan tersendiri untuk merawat pekarangan rumah. Siapa yang tak ingin tanaman tumbuh subur dan cantik, sehingga bisa memperindah tampilan rumah.

    Untuk memastikan kelestarian dan pertumbuhan tanaman tetap optimal di musim hujan, kamu perlu memberikan perhatian khusus dan tindakan preventif. Jangan sampai tingginya curah hujan malah membuat pekarangan rumah kamu tak terawat.

    Lantas, bagaimana cara merawat tanaman di pekarangan rumah saat musim hujan? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


    Tips Merawat Tanaman di Pekarangan Rumah Saat Musim Hujan

    Inilah cara merawat pekarangan rumah di kala curah hujan yang tinggi, dikutip dari Root Bridges.

    1. Hindari Adanya Genangan Air

    Salah satu tantangan utama selama musim hujan adalah genangan air. Ini bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Pastikan untuk menyediakan sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir keluar dari taman.

    Tanaman sukulen, sebagai contoh, memerlukan ekstra perhatian karena sering kali menerima air lebih dari yang diperlukan. Setelah hujan berhenti, pastikan untuk taruh tanaman tersebut agar dapat sinar matahari untuk jangka waktu tertentu.

    2. Sediakan Cahaya Tambahan

    Kekurangan cahaya seringkali terjadi selama musim hujan. Untuk tanaman yang sangat bergantung pada sinar matahari, bisa menggunakan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya.

    3. Lindungi Tanaman dari Hujan Lebat

    Gunakan penutup berlubang yang tembus cahaya untuk melindungi tanaman dari hujan berlebihan. Penutup berlubang dari plastik, misalnya, bisa memastikan tanaman tetap mendapatkan kelembaban yang diperlukan tanpa membahayakan pertumbuhan mereka.

    4. Pangkas Tanaman Secara Rutin

    Pangkas tanaman secara teratur menggunakan alat potong yang tepat saat musim hujan. Ini adalah waktu yang tepat bagi tunas baru untuk tumbuh, tetapi pastikan untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

    5. Manfaatkan Cacing Tanah dan Pupuk

    Jaga kesuburan tanah dengan memanfaatkan cacing tanah dan pupuk organik selama musim hujan. Cacing tanah tidak hanya menjaga tanah tetap aerobik, tetapi juga memastikan air meresap ke dalam tanah. Gunakan pupuk organik yang lambat melepaskan untuk memberikan nutrisi tanaman secara berkelanjutan.

    6. Bersihkan Alga yang Tumbuh

    Periksa permukaan tanah untuk tumbuhan hijau berlendir yang tumbuh seiring dengan dimulainya musim hujan. Bersihkan alga secara teratur untuk mencegah gangguan terhadap pertumbuhan tanamanmu.

    7. Berikan Dukungan Fisik pada Tanaman yang Rentan

    Hindari kerusakan akibat angin kencang dengan memberikan dukungan fisik pada tanaman yang rentan. Kamu bisa mengikatnya pada sebuah kayu agar tanaman tetap berdiri kokoh. Ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan lambat tumbuh.

    8. Cegah Erosi Tanah

    Buat penghalang di sekitar tanaman untuk mencegah erosi tanah akibat air hujan. Pastikan penghalang ini tidak menciptakan genangan air yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman.

    Demikianlah tips merawat tanaman di pekarangan rumah saat musim hujan. Semoga informasinya bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Ular Sering Masuk Rumah di Musim Hujan, Ini Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Saat musim hujan, setelah banjir, atau badai, ular akan berpindah dari habitatnya. Oleh karena itu, saat musim hujan ular lebih sering masuk ke dalam rumah untuk mencari tempat yang lebih hangat. Setelah banjir, hujan lebat, atau badai, ular dapat berpindah dari habitatnya, yang menyebabkan mereka mencari tempat alternatif untuk mencari makanan dan tempat berlindung.

    Selain itu, musim hujan juga meningkatkan hewan seperti tikus dan katak yang jadi makanan utama ular. Hal tersebut akan menarik ular masuk ke area pemukiman untuk berburu, termasuk di rumah manusia.

    Cara Mencegah Ular Masuk Rumah

    Terkadang, ular akan memanjat tiang listrik dan kabel listrik untuk mencari makanan, seperti burung maupun hewan pengerat. Hal inilah yang kerap membuat ular bisa dengan mudah mengakses atap dan loteng rumah.


    Mengutip Critter Guard, berikut adalah adalah tips untuk mencegah ular masuk ke rumah saat musim hujan:

    1. Tutup Pintu dan Jendela Rumah

    Ular bisa masuk ke dalam rumah saat pintu dan jendela rumah terbuka. Kalau rumah kamu punya banyak akses terbuka, perhatikan setiap celahnya.

    Karena hal tersebut akan membuat risiko ular masuk lebih tinggi. Kalau pintu atau jendela terbuka supaya udara masuk, kamu bisa pertimbangkan untuk membeli kasa. Pasalnya kasa bisa mencegah hama dan ular memasuki rumah.

    2. Tutup Retakan atau Lubang-lubang yang Ada di Rumah

    Ular bisa merayap ke dalam celah-celah pintu, beton, teras kayu, lubang saluran air, hingga atap. Mereka akan bergerak di dalam celah-celah, sehingga menutupnya sangat penting untuk mencegah ular memasuki rumah.

    3. Pastikan Rumah Bersih dan Tidak Hewan Pengerat atau Serangga

    Supaya kamu tidak dimasuki ular setelah badai besar, pastikan di rumah kamu tidak jadi tempat tinggal hama seperti tikus (makanan ular).

    4. Rapikan Halaman Luar

    Memotong semua tanaman atau rumput, akan membantu mengurangi area tempat ular cenderung bersembunyi. Kamu perlu menyingkirkan tumpukan kayu, puing-puing, maupun daun yang biasanya jadi menjadi tempat persembunyian mereka.

    5. Pakai Obat Kimia Pengusir Ular

    Pengusir ular berguna dalam membantu mencegah dan menghalangi ular masuk rumah. Biasanya, obat kimia ini tersedia di sebagian besar toko perkakas.

    Penyebab Ular Sering Masuk ke Rumah saat Musim Hujan

    • Sebagai tempat alternatif untuk tempat berlindung dari cuaca dingin.
    • Mencari makanan seperti tikus, katak, dan serangga. Jika banyak mangsa di sekitar rumah, maka ular akan tertarik masuk.
    • Tempat yang senyap atau sepi dan jarang digunakan, seperti gudang, bawah tempat tidur, atau sudut-sudut rumah yang jarang dibersihkan juga bisa jadi tempat persembunyian yang ideal bagi ular.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com