Tag: musim hujan

  • Cara Menghindari Kerusakan Plafon karena Bocor



    Jakarta

    Hal yang paling dikhawatirkan saat musim hujan adalah rumah bocor. Rumah bocor bisa disebabkan karena genteng pecah atau plafon yang rusak.

    Tak semua orang mengecek apa penyebab kebocoran rumah, apakah karena plafon atau genteng. Mereka baru sadar atap dan plafon bocor ketika hujan sudah turun.

    Pada akhirya, si pemilik rumah harus merogoh kocek dalam untuk memperbaiki plafon yang rusak demi bocor tak terulang. Oleh karena itu, ada baiknya mencegah hal itu terjadi. Bagaimana caranya? Simak informasi ini selengkapnya


    Tips Memperbaiki Atap atau Plafon

    Untuk memperbaiki atap atau plafon yang bocor, diperlukan langkah yang tepat agar pekerjaan menjadi efektif. Dilansir dari Detik Properti, berikut adalah tips untuk memperbaiki plafon yang rusak:

    1. Identifikasi Kebocoran

    Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memperbaiki plafon yang rusak adalah mengidentifikasi masalah kebocoran. Cari tahu penyebab kebocoran untuk mengetahui lokasi yang harus diperbaiki. Selain karena air hujan, kebocoran plafon juga bisa diakibatkan oleh pipa atau AC yang mengalami kebocoran, sehingga air merembes ke dinding dan plafon.

    2. Segera Perbaiki Kebocoran

    Apabila masalahnya sudah diidentifikasi, segeralah memperbaiki kebocoran tersebut. Jika tidak segera diperbaiki, kebocoran akan terus membesar dan berisiko merusak rumah secara keseluruhan.

    Tips Mencegah Plafon Bocor

    Jika atap rumah sudah rusak, biaya perbaikannya bisa sangat besar. Untuk menghindari pengeluaran besar, diperlukan tindakan pencegahan agar plafon tidak mudah bocor. Dilansir dari Detik Properti, berikut ini adalah tips untuk mencegah plafon rumah agar tidak bocor:

    1. Bersihkan Talang Air

    Salah satu cara untuk menghindari plafon bocor adalah dengan membersihkan talang air. Air hujan yang tergenang di atap akan membuat atap menjadi mudah bocor. Oleh karena itu, diperlukan talang air yang berfungsi mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah penampungan.

    Pastikan talang air tidak tersumbat oleh daun, ranting, atau kotoran lainnya agar air dapat mengalir dengan lancar dan mencegah plafon bocor.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Jika Anda menemukan atap yang sudah mulai rusak, segera ganti dengan yang baru agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.

    3. Lapisi Area yang Rawan

    Area yang rawan bocor, seperti atap dan dinding, harus segera dilapisi dengan bahan kedap air. Gunakan semen anti-air dan cat waterproof pada dinding rumah untuk perlindungan ekstra.

    4. Pangkas Ranting Pohon yang Mengganggu

    Pohon besar dengan ranting yang menyentuh atap rumah dapat berbahaya. Saat hujan lebat atau badai, ranting besar berisiko patah atau tumbang, yang dapat merusak atap rumah. Untuk mencegah hal ini, pangkaslah ranting-ranting pohon yang lebat dan besar secara berkala.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Capek Atap Bocor Terus Setiap Hujan? Ini Solusinya


    Jakarta

    Akhir-akhir ini beberapa wilayah di Indonesia terus diguyur hujan deras dari siang ke malam. Hujan memang berkat bagi beberapa orang, tetapi bagi sebagian orang yang atap rumahnya bocor justru membuat mereka was-was.

    Kebocoran atap tidak boleh dianggap sepele karena apabila sudah parah bukan hanya plafon yang jebol, melainkan besi penyangga atap juga dapat cepat rapuh. Hal ini berbahaya bagi keselamatan penghuni rumah.

    Jangan tunggu sampai ambruk, berikut hal yang harus dilakukan jika sudah menemukan atap rumah bocor, dilansir Angi.


    1. Cek Lokasi yang Bocor

    Atap yang bocor biasanya terlihat jelas lokasinya dari lokasi tetesan air, noda jamur yang kehitaman, dan kerusakan pada plafon dan cat dinding. Cara memperbaikinya bukan dengan menambal bagian plafon, melainkan harus dari atap karena bocor akan tetap terjadi selama celah utama air masuk ke dalam rumah belum diatasi.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Jika tidak memiliki pengalaman memperbaiki atap apalagi berdiri lama di atap yang tinggi, sebaiknya bagian perbaikan atap yang rusak dilakukan oleh tenaga profesional dan berpengalaman. Sebelum itu, bisa mencari tahu dahulu biaya dan upah tukang yang dibutuhkan sehingga perbaikan bisa cepat dilakukan.

    3. Bersihkan Talang Air

    Talang air adalah jalur tempat air terbuang dari atap ke bawah. Talang air harus bersih dan tidak ada penghalang agar tidak ada genangan dan air tidak lari ke celah lain. Talang air ini bisa tersumbat karena sampah daun, sampah yang sulit terurai, atau kotoran. Oleh karena itu, diperlukan pengecekan dan pembersihan secara berkala pada talang air di rumah.

    4. Lapisi Area yang Rawan Bocor

    Setelah masalah utama sudah diatasi, jangan lupa lapisi atap dengan cat khusus antibocor. Cat ini juga bisa dilapisi pada dinding. Nama lain dari cat antibocor adalah cat waterproof.

    5. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

    Keberadaan pohon di dekat rumah bisa berbahaya ketika terjadi hujan lebat atau badai, terlebih jika pohon tersebut berukuran besar. Pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang. Selain itu, pohon yang terlalu dekat dengan talang air juga dikhawatirkan menyumbat karena banyak daun kering yang berjatuhan.

    Demikian beberapa tips untuk mengatasi rumah yang bocor. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah yang Biasa Muncul di Rumah Akibat Hujan



    Jakarta

    Rumah dirancang untuk melindungi penghuni dari panas matahari dan terpaan hujan. Meski didesain kuat, terkadang masalah muncul di rumah akibat cuaca seperti di kala hujan.

    Mungkin masalah yang timbul sepele, tapi lama-lama bisa menjadi parah kalau dibiarkan. Oleh karena itu, sebaiknya penghuni lebih memperhatikan kondisi rumah saat hujan.

    Apa saja masalah yang biasa terjadi karena hujan? Simak penjelasannya berikut ini dikutip dari Civil Engineering Web.


    Masalah yang Sering Muncul Akibat Hujan

    Inilah beberapa masalah rumah yang kerap muncul di kala hujan.

    1. Atap Bocor

    Salah satu masalah yang umum terjadi ketika hujan adalah kebocoran atap yang berawal dari perawatan yang kurang memadai. Hal ini terjadi karena ada celah atau retakan pada atap.

    Sistem drainase yang tersumbat, pecah, atau rusak juga bisa mengakibatkan kebocoran atap. Akibatnya, air masuk ke dalam rumah dan menimbulkan noda pada langit-langit atau dinding.

    2. Dinding Rembes

    Air hujan bisa rembes dari luar dinding rumah kalau perawatan kurang baik. Misalnya plesteran dan pengecatan tidak memadai sehingga terjadi pengelupasan ketika hujan. Lalu, air juga dapat masuk lewat retakan kecil pada dinding.

    3. Genteng Lepas

    Jika hujan deras disertai angin kencang, genteng bisa bergeser. Kondisi tersebut akibat sambungan yang longgar atau genteng tertiup angin. Pastikan untuk memeriksa kondisi dan sambungan genteng butuh perbaikan atau tidak.

    4. Saluran Drainase Tersumbat

    Saluran drainase dapat tersumbat pada talang air, terutama ketika musim hujan. Masalah ini disebabkan oleh atap dan pipa drainase yang tidak dibersihkan.

    5. Lumut Tumbuh

    Lumut dapat tumbuh di sekitar rumah kalau sering hujan. Penting untuk segera membersihkan dan mencegah pertumbuhan lumut agar permukaan rumah tidak licin. Gunakan larutan pembersih khusus dan sikat untuk membersihkan lumut di rumah.

    Itulah beberapa hal yang perlu penghuni rumah waspadai ketika hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Musim Hujan Bikin Banyak Nyamuk, Begini Cara Alami Mengusirnya


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, tantangannya bukan hanya banjir, melainkan bakal banyak muncul nyamuk di rumah. Apabila tidak ada pencegahan, setiap malam dipastikan kita susah tidur karena hewan kecil ini sering aktif di malam hari.

    Nyamuk dikenal lebih senang muncul saat musim hujan. Alasannya sederhana, menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam laman resminya hal ini dikarenakan musim hujan menghasilkan banyak genangan air yang cocok untuk mereka berkembangbiak.

    Kemudian, nyamuk akan mencari manusia untuk mendapatkan makanan dengan cara menghisap darah. Siklus ini sebenarnya tidak berbahaya paling kita hanya gatal-gatal, tetapi ada jenis nyamuk yang bisa mengancam nyawa apabila sudah menggigit, yakni nyamuk Aedes aegypti karena dapat menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).


    Cara Mengusir Nyamuk

    Dilansir The Kitchen berikut beberapa bahan yang bisa mengusir nyamuk.

    1. Jangan Ada Genangan di Halaman

    Cara paling efektif untuk menghentikan perkembangbiakan nyamuk adalah membersihkan segala genangan air di halaman. Tidak hanya itu, bersihkan juga area yang lembap seperti rumput yang terlalu panjang dan sampah daun kering basah dari halaman. Tempat seperti itu disukai oleh nyamuk.

    2. Tanam Tanaman Pengusir Nyamuk

    Cara selanjutnya adalah memasang ‘pagar’ pencegah nyamuk mendekat dengan tanaman. Kita bisa mengecohkan nyamuk dengan menanam tanaman yang memiliki aroma yang tidak disukai oleh hewan tersebut, seperti marigold, lavender, peppermint, serai, rosemary, dan bawang putih.

    3. Pakai Lemon dan Cengkeh

    Perangkap selanjutnya adalah memakai bahan alami seperti potongan lemon yang tipis dan cengkeh. Kedua bahan alami ini memiliki aroma yang kuat dan cukup bertahan lama. Saat ingin meletakkan keduanya letakkan di tempat terbuka, terutama di area yang banyak nyamuk.

    4. Gunakan Cuka Apel

    Coba juga menggunakan cuka apel karena cairan ini memiliki yang menyengat. Caranya campurkan cuka apel dengan beberapa tetes minyak serai. Lalu semprotkan ke sekeliling rumah.

    5. Air Bawang Putih

    Bawang putih memiliki beragam khasiat, salah satunya adalah bisa mengusir nyamuk. Caranya cincang bawang putih. Kemudian siram dengan satu sendok minyak mineral. Diamkan seharian hingga meresap sempurna.

    Saring bawang putih, lalu tambahkan ke botol semprot yang telah diisi air, setelah itu semprotkan cairan ke luar ruangan guna membuat penghalang agar nyamuk tidak masuk ke dalam.

    6. Minyak Atsiri

    Jika memiliki minyak esensial, pakai cairan tersebut untuk mengusir nyamuk. Tambahkan beberapa tetes minyak yang berbau tajam seperti lavender atau peppermint.

    Masukkan ke dalam botol semprot yang telah diisi air, kemudian semprotkan secara menyeluruh di dapur dan area luar yang terdapat banyak nyamuk.

    7. Kamper

    Tambahan, dilansir Architectural Digest India, kamper atau camphor mampu menghilangkan bau yang menyengat. Bahkan ini juga ampuh mengusir nyamuk secara efektif. Taruh kamper di mangkok yang berisi air dan ganti airnya setiap 2-3 hari.

    Itulah beberapa cara mengusir nyamuk dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Alternatif Keringkan Pakaian Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, salah satu tantangannya adalah jemuran kemungkinan tidak akan kering dalam 24 jam. Sebab, saat menjemur pakaian panas matahari sangat diperlukan. Saat langit mendung udara akan terasa lembap dan pengap, bukan panas kering saat hari cerah.

    Dilansir Lifestyle Clotheslines, berikut cara alternatif mengeringkan pakaian di tengah musim hujan.

    1. Pakai Mesin Pengering

    Saat cuaca tidak menentu seperti ini, kita membutuhkan alat-alat canggih yang bisa membantu pekerjaan sehari-hari. Salah satunya adalah membeli mesin cuci yang lengkap dengan mesin pengering cepat. Sebab, alat pengering benar-benar dapat mengurangi air pada pakaian cukup signifikan. Pakaian saat keluar dari mesin cuci hanya terasa lembap bukan basah. Dengan hanya terkena angin semalaman, pakaian akan kering keesokan harinya. Mencuci pakaian akan jauh lebih mudah dan bisa diselesaikan dalam waktu singkat.


    2. Jemur Pakaian di Dalam Ruangan

    Ini mungkin bukan cara yang baru, tetapi ada teknik tertentu yang dapat mempercepat pengeringan pakaian. Beberapa teknik efisien yang bisa kamu terapkan adalah sebagai berikut.

    • Gunakan Jemuran Portabel

      Jemuran portabel adalah jenis gantungan baju pada umumnya. Pakaian basah lebih baik digantung per helai agar pengeringannya lebih cepat daripada ditumpuk di tempat yang sempit.

    • Pastikan Pakaian Terkena Angin

      Walaupun tidak ada matahari, pakaian bisa kering jika terkena angin dalam waktu lama. Selain itu, pastikan ruangan tempat menjemur pakaian memiliki ventilasi yang cukup untuk keluar masuk udara.

    • Harus Langsung Dijemur

      Setelah pakaian selesai dikeringkan, pakaian harus langsung dijemur untuk mempercepat proses pengeringan. Terlalu di dalam mesin cuci justru membuat pakaian berbau tak sedap dan memicu pertumbuhan jamur.

    3. Pakai Metode Pengeringan Alternatif

    Sumber panas bukan hanya dari matahari, ada perangkat elektronik yang bisa menghasilkan panas, yakni pengering rambut atau setrika. Pastikan untuk memperhatikan jenis kain dan pengaturan suhu agar pakaian tetap aman dari kerusakan.

    4. Gantung Pakaian Cukup Tinggi

    Menurut professional cleaning expert di Letti & Co Bret Jackson ketika menjemur pakaian basah, ujung pakaian jangan sampai menyentuh lantai sampai seperti kain pel. Hal tersebut dapat karena akan memicu munculnya area lembap dan pakaian jadi lebih kering. Oleh karena itu, ketika menggantung pakaian basah di dalam dan luar, ujung pakaian jangan sampai menyentuh lantai.

    “Jika kamu tidak memiliki tali untuk menjemur pakaian, kamu bisa menggantung pakaian di kursi atau di rak pengering,” tuturnya.

    Itulah beberapa tips ampuh mengeringkan pakaian dengan cepat dan efisien di musim hujan. Mengeringkan pakaian di musim hujan memang bisa menjadi tantangan, tetapi dengan tips-tips di atas, kamu bisa mengatasi masalah ini dengan lebih mudah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Mengecat Dinding di Musim Hujan Bikin Hasilnya Jelek?


    Jakarta

    Salah satu kunci agar hasil cat dinding bagus adalah menunggu hingga setiap lapisan benar-benar kering. Menimpa lapisan cat yang belum benar-benar kering justru merusak lapisan barunya karena cat akan sulit menempel.

    Salah satu faktor cat dapat mengering adalah formula dari cat tersebut, panas, dan sirkulasi udara di sekitarnya. Lantas, apabila mengecat di musim hujan yang lembap, apakah akan lebih sulit dan berpengaruh ke kualitas hasilnya?

    Menurut manajer konstruksi di ASAP Restoration LLC, Brandon Walker, udara yang terlalu lembap dapat menyebabkan pengeringan jauh lebih lama. Hal ini dapat memengaruhi kualitas cat, seperti cat yang diaplikasikan lebih tebal dapat menyebar atau ‘mengalir’ ke area lain karena tidak menempel.


    “Kelembapan tinggi juga dapat menyebabkan hasil akhir yang tidak merata. Jika beberapa bagian dikerjakan pada waktu yang berbeda dalam satu hari, dapat memengaruhi kualitas hasil akhir,” katanya seperti yang dikutip pada Selasa (9/9/2025).

    Ia mengatakan hasil akhir yang kurang memuaskan seperti itu bisa diperbaiki, tetapi setelah lapisan pertama benar-benar kering.

    Mengecat asal-asalan di saat musim hujan yang benar-benar lembap juga memberikan celah pertumbuhan jamur. Bentuk jamur yang sering ditemui pada dinding seperti noda berwarna yang bentuknya abstrak. Apabila disentuh, biasanya tidak memiliki tekstur, masih sama seperti dinding pada umumnya. Lama kelamaan juga akan muncul jalur air pada dinding.

    Pertimbangan Saat Mengecat Rumah di Musim Hujan

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat mengecat rumah di musim hujan.

    1. Kelembapan

    Pertama-tama adalah mengukur kelembapan udara apakah memungkinkan untuk mengecat. Sebab, udara lembap dapat membuat cat kering lebih lama dibandingkan saat cuaca cerah. Pemilik rumah dan tukang juga harus sabar menunggu hingga setiap lapisan benar-benar kering.

    2. Kondisi Permukaan

    Hampir semua masalah pada dinding disebabkan oleh garam alkali. Kemunculannya biasanya dikarenakan kondisi dinding yang lembap. Cara mengatasinya bukan dengan mengecat ulang, melainkan memperbaiki hingga ke bagian acian.

    Jika terkena hujan, permukaan yang belum kering akan membentuk garis-garis akibat cat yang luntur. Cara mengatasinya adalah menunggu hingga cat benar-benar kering, lalu mengikis garis-garis cat yang luntur tersebut dengan pisau. Area yang terkena hujan mungkin memerlukan pengamplasan ringan sebelum dicat ulang.

    3. Suhu

    Suhu juga memainkan peran penting dalam proses pengeringan cat. Semakin rendah suhu, semakin lama cat akan mengering. Pastikan untuk memeriksa rekomendasi suhu minimum pada label cat yang kamu gunakan.

    Demikian faktor-faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat ingin mengecat rumah di musim hujan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kamu bisa memutuskan apakah aman untuk melanjutkan proyek mengecat rumah saat hujan datang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Simple Banget! 5 Cara Ini Bisa Bantu Cegah Banjir-Atap Bocor saat Musim Hujan


    Jakarta

    Sejumlah daerah di Indonesia telah memasuki musim hujan. Sebagai pemilik rumah, penting untuk memastikan tempat tinggal kamu sudah siap menghadapi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Sayangnya, tidak semua orang siap menghadapi musim hujan yang berlangsung cukup panjang. Kurangnya persiapan bisa menimbulkan beberapa masalah, seperti atap bocor hingga genangan air di depan rumah.

    Maka dari itu, penting untuk melakukan beberapa tips sederhana guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat musim hujan. Apa saja tipsnya? Simak dalam artikel ini.


    Tips Simpel Bagi Pemilik Rumah saat Memasuki Musim Hujan

    Ada beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan menjelang musim hujan. Dikutip dari situs KleanCo, berikut tipsnya:

    1. Bersihkan Talang Air

    Langkah yang pertama adalah mengecek kondisi talang air di rumah. Sebab, area ini sering kali ditemukan banyak sampah daun dan ranting pohon yang bisa menghambat aliran air.

    Jika ada banyak pohon yang tumbuh di halaman rumah, maka talang air harus dibersihkan secara rutin minimal dua bulan sekali. Pertimbangkan juga untuk memasang pelindung talang air guna meminimalisir penyumbatan di kemudian hari.

    2. Cek Atap Rumah

    Tak kalah penting dari membersihkan talang air, kamu juga wajib mengecek kondisi atap rumah. Perhatikan secara teliti apakah ada genting yang rusak atau tidak. Jika menemukan beberapa genting sudah pecah maka segera diganti dengan yang baru.

    Jangan sampai kamu terlambat atau sama sekali tidak mengganti genting yang pecah. Ketika hujan turun, maka kamu harus menyiapkan sejumlah ember guna menampung air dari atap bocor.

    3. Periksa Kondisi Cat Rumah

    Cek juga bagian dinding luar rumah. Jika cat eksterior sudah terlihat mengelupas atau kusam, maka sebaiknya segera dicat ulang. Pilih cat eksterior rumah yang tahan air dan berkualitas tinggi agar memberikan perlindungan tambahan ketika musim hujan.

    4. Bersihkan Ventilasi Udara

    Selama musim hujan, tingkat kelembapan di dalam ruangan dapat meningkat dan memicu tumbuhnya jamur. Guna mencegah hal tersebut, pastikan kamu memiliki ventilasi udara yang baik.

    Pada area yang mudah lembap seperti kamar mandi, gunakan exhaust fan untuk membuang udara lembap yang terperangkap. Pertimbangkan juga untuk membeli dehumidifier untuk menjaga tingkat kelembapan di dalam rumah.

    Selain itu, bersihkan ventilasi udara secara rutin agar bebas dari debu yang dapat memengaruhi kualitas udara. Ventilasi yang bersih juga dapat mengalirkan udara dengan lancar.

    5. Bersihkan Selokan di Depan Rumah

    Jangan lupa untuk membersihkan selokan air yang ada di depan rumah. Terkadang ada banyak daun dan sampah yang menumpuk sehingga dapat menghambat aliran air.

    Kalau selokan tidak dibersihkan, maka aliran air akan tersumbat saat turun hujan deras. Hal tersebut bisa menimbulkan genangan air dan kalau sudah cukup tinggi bisa masuk ke dalam rumah.

    Demikian lima tips simpel yang dapat membantu mencegah banjir dan atap bocor saat musim hujan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Talang Air Harus Dibersihkan? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, sebaiknya detikers segera mengecek atap rumah guna memastikan tidak ada genting yang bocor. Selain itu, kamu juga perlu membersihkan talang air.

    Talang air berfungsi untuk menampung air hujan yang turun di atap rumah. Air hujan akan diarahkan menuju pipa yang nantinya mengalir ke saluran pembuangan atau got untuk dibuang.

    Akan tetapi, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar jika talang air dalam kondisi sangat kotor dan dipenuhi sampah daun. Oleh karena itu, talang air perlu dibersihkan secara berkala.


    Kapan waktu yang tepat untuk membersihkan talang air di rumah? Simak penjelasannya dari para ahli dalam artikel ini.

    Ini Waktu yang Tepat Membersihkan Talang Air

    Dilansir The Spruce, banyak pemilik rumah yang membersihkan talang air setidaknya dua kali dalam setahun. Namun, ada juga yang membersihkannya dalam hitungan enam bulan sekali.

    Pada dasarnya, seberapa sering talang air dibersihkan tergantung dari jumlah dan jenis pohon yang ada di halaman rumah. Semakin banyak pohon yang tumbuh maka talang air harus rutin dibersihkan karena daun dari pohon bisa berguguran dan menumpuk di talang air.

    Pakar renovasi rumah dari Leaf Home Chris Counahan mengatakan talang air harus dibersihkan secara rutin minimal sebulan sekali jika lokasi tempat tinggal sering turun hujan. Langkah ini dilakukan agar aliran air tidak tersumbat oleh sampah daun yang menumpuk.

    “Pemilik rumah seharusnya membersihkan talang air mereka dengan tujuan mencegah penumpukan, bukan mengatasi penumpukan setelah terjadi,” kata Counahan.

    Talang air yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut akibat sampah daun dan ranting yang menumpuk. Jika dibiarkan, kelembapan bisa sangat tinggi sehingga turut merusak struktur talang air.

    Tak hanya itu, jamur dan lumut yang muncul di talang air juga dapat menyebar melalui pipa pembuangan hingga ke dinding rumah. Kondisi tersebut bisa menimbulkan kerusakan cukup parah serta mengganggu estetika hunian.

    Tanda-tanda Talang Air Harus Dibersihkan

    Letaknya yang berada di atap membuat pemilik rumah terkadang merasa malas untuk mengecek kondisi talang air. Padahal, talang air yang sudah kotor bisa saja merusak material rumah yang lain.

    Sebagai pemilik rumah, penting untuk mengetahui tanda-tanda talang air sudah harus dibersihkan. Simak tanda-tandanya di bawah ini:

    1. Muncul luapan air ketika turun hujan karena talang air tersumbat oleh daun atau ranting.
    2. Muncul kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan fondasi rumah karena talang air meluap sehingga tidak dapat mengalir dengan baik.
    3. Talang air rusak dan berubah bentuk jadi melengkung atau menggantung. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang menumpuk dan tak mampu menahan beban berat.
    4. Muncul berbagai hewan seperti tikus dan nyamuk di talang air. Hal ini bisa mengindikasikan adanya sarang alami seperti daun basah dan ranting pohon.
    5. Terlihat tumpukan daun dan kotoran di talang air. Segera buat rencana untuk membersihkan talang air demi mencegah mampet.

    Demikian penjelasan soal waktu yang tepat untuk membersihkan talang air. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kaki Seribu Masuk Rumah Saat Hujan? Ini Penjelasan dan Cara Usirnya



    Jakarta

    Kaki seribu sekali-kali dapat ditemukan seliweran di dalam rumah. Hal ini biasanya terjadi ketika cuaca sering hujan.

    Meski tidak berbahaya, sebagian penghuni merasa terganggu dengan kehadiran kaki seribu. Selain bentuknya yang menggelikan, kaki seribu membuat rumah terkesan kotor.

    Lantas, kenapa kaki seribu bisa masuk rumah ya? Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

    Dilansir dari Southern Living, kaki seribu biasanya tinggal di bawah tanah. Akan tetapi, hewan melata ini tertarik dengan tumpukan daun kering, mulsa, batu, dan hamparan bunga di sekitar rumah.

    Kaki seribu bisa berpindah untuk mencari kondisi hidup yang lebih baik saat lingkungan panas dan kering. Namun, kondisi lingkungan yang terlalu basah karena hujan lebat juga membuat mereka pindah mencari tempat berteduh di dalam ruangan. Kaki seribu menyukai ruang sempit, dingin, gelap, dan lembap.

    Cara Cegah Kaki Seribu Masuk Rumah

    Jika tak mau ada kaki seribu masuk rumah, penghuni bisa melakukan pencegahan dengan cara berikut ini.

    1. Hilangkan Genangan Air

    Pastikan tidak ada genangan alias air yang tidak mengalir di sekitar fondasi rumah. Genangan air dapat mengundang kaki seribu buat mendekati rumah.

    Selain itu, perbaiki pipa atau keran bocor di dalam rumah agar tidak menghasilkan genangan. Pasang pelindung percikan, saluran pembuangan, atau pipa untuk mencegah air terkumpul di sekitar fondasi.

    2. Hilangkan Kelembapan

    Kaki seribu suka lembap, jadi penghuni perlu menghilangkan sumber kelembapan di dalam rumah. Pastikan fondasi dan ruangan tidak lembap.

    3. Hilangkan Tempat Persembunyian

    Lalu, bersihkan juga tempat persembunyian kaki seribu. Buanglah tanaman mati, tumpukan daun, batu, atau mulsa.

    4. Tutup Celah Bangunan

    Tutup celah bangunan yang bisa jadi akses masuk kaki seribu ke rumah. Kaki seribu bisa masuk melalui celah, retakan, pintu, dan jendela.

    Cara Basmi Kaki Seribu

    Jika menemukan kaki seribu di rumah, penghuni dapat membasminya dengan cara berikut ini.

    1. Buang Kaki Seribu

    Penghuni dapat dengan mudah mengangkat, lalu membuat kaki seribu. Gunakan alat bantu, misal penyedot debu, agar tidak kontak langsung dengan kaki seribu.

    2. Cairan Pengusir Kaki Seribu

    Cara lain bisa dengan menggunakan cairan atau butiran insektisida di sekitar fondasi dan dinding luar rumah. Tak hanya kaki seribu, serangga pun bakal ogah masuk rumah.

    Sebagai alternatif, penghuni bisa pakai bahan alami seperti minyak esensial dan cabai rawit. Caranya dengan menaburkan atau menyemprotkan bahan alami itu ke area yang bermasalah.

    Itulah informasi seputar penanganan kaki seribu yang masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuaca Ekstrem Bikin Atap Mudah Rusak, Ini Solusi dari Ahlinya!



    Jakarta

    Beberapa hari terakhir, hujan deras disertai angin kencang mulai mengguyur Jakarta secara tiba-tiba. Padahal, sebelumnya cuaca tampak cerah tanpa adanya pertanda akan turun hujan.

    Kondisi ini terjadi sejak itu Rabu (22/10/2025) kemarin. Hujan deras disertai angin dan petir terjadi secara merata hampir di seluruh wilayah Jakarta. Kondisi tersebut menjadi pengingat penting untuk segera melakukan perawatan atap rumah, agar rumah terhindar dari permasalahan atap.

    Kontraktor dari Rebwild Construction, Wildan, menjelaskan kebocoran menjadi masalah yang paling sering terjadi saat musim hujan. Hal ini umumnya disebabkan oleh penutup atap yang mulai rusak atau karena cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang.


    “Untuk atap rumah pasti yang umumnya itu terjadinya kebocoran rumah, baik dari penutup atapnya atau memang karena kejadian-kejadian luar biasa seperti hujan beserta angin kencang ataupun badai,” kata Wildan kepada detikProperti, Kamis (23/10/2025).

    Atap adalah pertahanan utama terhadap cuaca ekstrem dan tanpa perawatan yang tepat, kerusakan seperti kebocoran bisa datang tiba-tiba. Karena itu, penting bagi pemilik rumah untuk segera memastikan kondisi atap rumah dalam keadaan sehat.

    Tanda-tanda Awal Atap Mulai Bermasalah

    Setiap jenis atap memiliki karakteristik dan tingkat ketahanannya masing-masing, sehingga cukup sulit menentukan jenis atap yang paling rentan rusak saat musim hujan. Namun, secara umum, atap yang sudah berusia lama, memiliki sambungan yang longgar, atau dipasang tanpa perhitungan kemiringan yang tepat cenderung lebih mudah mengalami kebocoran.

    Berikut beberapa tanda yang menunjukkan atap rumah mulai mengalami masalah.

    • Adanya cahaya matahari yang masuk melalui atap (lubang kecil atau sambungan yang renggang)
    • Plafon menjadi basah atau muncul noda air di langit-langit
    • Suara tetesan air saat hujan deras
    • Talang atau pipa pembuangan air atap rusak atau kotor
    • Rangka atap mulai terlihat lemah atau sambungan reng dan kaso longgar

    Langkah Perawatan Atap Sebelum Musim Hujan

    Melakukan persiapan sebelum hujan deras menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Dengan perawatan sejak awal, risiko kebocoran atau kerusakan atap bisa diminimalkan.

    Berikut langkah-langkah perawatan yang dapat diterapkan.

    1. Lakukan Pemeriksaan Atap Secara Menyeluruh

    Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mengamati kondisi atap secara langsung dari dalam rumah. Jika tampak celah atau lubang kecil yang masih ditembus cahaya matahari, hal itu menandakan adanya potensi kebocoran yang dapat menimbulkan masalah saat hujan turun.

    “Pengecekan disini bisa dilakukan dengan melihat langsung kondisi atap, jika ada lubang-lubang yang cahaya mataharinya masuk, bisa dipastikan itu akan menjadi sumber kebocoran di kemudian hari,” ujarnya.

    2. Bersihkan Saluran Air di Sekitar Atap

    Menjaga kebersihan talang dan pipa pembuangan air sangat penting agar aliran air hujan tetap lancar. Daun kering, debu, atau kotoran yang menumpuk bisa menyumbat saluran air dan menyebabkan genangan, bahkan kebocoran di area atap. Dengan membersihkannya secara rutin, risiko kerusakan akibat air yang meluap dapat diminimalisir.

    3. Periksa Lapisan Waterproofing pada Atap

    Lapisan waterproofing berfungsi melindungi atap dari rembesan air hujan, terutama pada area datar atau balkon. Jika lapisan ini mulai mengelupas, air dapat meresap ke struktur bangunan dan menimbulkan kebocoran.

    4. Pastikan Ventilasi Atap Berfungsi dengan Baik

    Ventilasi atap berperan penting dalam mengatur sirkulasi udara agar panas dan kelembaban tidak terperangkap. Jika kelembaban dibiarkan tinggi, material atap dapat cepat lapuk, berjamur, dan kehilangan kekuatannya.

    5. Periksa Kondisi Rangka Atap Secara Berkala

    Rangka atap seperti kaso, reng, dan sambungan memiliki peran penting dalam menopang seluruh struktur atap. Jika rumah sudah berumur atau belum pernah diperiksa selama beberapa tahun, bagian ini rentan mengalami pelapukan, karat, atau kelonggaran sambungan.

    Langkah yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terjadi Kebocoran Atap

    Jika kebocoran sudah terjadi, tindakan cepat sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan yang lebih luas. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah membuat perbaikan sementara guna menahan masuknya air ke dalam rumah.

    Tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan menutup bagian yang bocor menggunakan bahan pelapis anti air seperti waterproofing sejenis Aquaproof. Setelah kondisi lebih aman, sebaiknya segera menghubungi kontraktor atap atau tukang berpengalaman untuk memeriksa kondisi rangka, sambungan, serta area sekitar kebocoran agar perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan tahan lama.

    “Segera perbaiki (atap rumah) dengan mengaplikasikan waterproofing sejenis Aquaproof. Panggil kontraktor atap atau tukang berpengalaman untuk evaluasi lebih lanjut kondisi rangka dan sambungan,” ucapnya.

    Upaya agar Rumah Tetap Aman dan Nyaman Menghadapi Musim Hujan

    Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan rumah selama musim hujan, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.

    • Lakukan pengecekan berkala terhadap kondisi atap setiap 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali agar bisa mengantisipasi kerusakan atap
    • Pilih material atap dan waterproofing yang berkualitas, serta pastikan kontraktor yang digunakan berpengalaman
    • Pastikan sistem drainase rumah seperti talang dan pipa pembuangan, selalu bersih dan berfungsi agar air hujan bisa mengalir dengan baik
    • Waspadai kondisi cuaca ekstrem, hujan deras disertai angin bisa menyebabkan atap lebih mudah rusak

    Perawatan atap sebaiknya tidak ditunda mengingat musim hujan sudah mulai tiba. Selain kebocoran, berbagai faktor seperti tumpukan ranting pohon, kotoran, dan lumut yang menempel pada genteng juga dapat menyebabkan kerusakan. Dengan melakukan pembersihan rutin, memeriksa kondisi atap, serta memperbaiki bagian yang bermasalah sejak awal, rumah akan tetap aman selama musim hujan berlangsung.

    Itulah beberapa tips perawatan atap rumah sebelum dan saat musim hujan agar terbebas dari kebocoran. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com