Tag: mustajab

  • Doa Turun Hujan Tulisan Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Salah satu sunnah saat hujan adalah berdoa. Doa turun hujan dianjurkan untuk diamalkan umat Islam sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

    Hujan dapat menyuburkan tanah, menghidupkan tanaman, dan menambah persediaan air. Dalam Islam, hujan dipandang sebagai tanda rahmat dan kebaikan dari Allah SWT.

    Membaca doa turun hujan adalah salah satu bentuk ungkapan rasa syukur atas rahmat yang diberikan Allah SWT. Selain itu, doa juga dipanjatkan untuk memohon agar hujan yang datang tidak membawa malapetaka, melainkan mendatangkan manfaat dan kebaikan bagi makhluk-Nya.


    Berikut ini beberapa doa turun hujan yang dapat diamalkan muslim. Ada juga doa khusus untuk meminta perlindungan agar terhindar dari banjir, doa ketika mendengar petir, dan doa saat menghadapi angin kencang.

    Simak berikut ini beberapa doa yang bisa diamalkan saat hujan turun.

    Doa Turun Hujan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

    اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

    Latin: Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi’â.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”

    Doa turun hujan tersebut tercantum pada kitab Maslakul Akhyar sebagaimana dilansir dari situs Kementerian Agama RI.

    Kumpulan Doa Seputar Hujan

    Berikut adalah doa-doa seputar hujan dirangkum dari situs Kemenag RI dan Buku Doa dan Dzikir Seputar Hujan karya Syaikh Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani.

    1. Doa Ada Angin Ribut

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِهَا

    Latin: Allahumma innii as aluka khoirohaa wa a’uudzubika min syarrihaa

    Artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya.”

    2. Doa saat Mendengar Petir

    سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Latin: Subhaanalladzii yusabbihurro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

    Artinya: “Maha Suci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-Nya.”

    3. Doa Minta Turun Hujan

    اللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْئًا مُغِيْئًا مَرِيئًا مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍ، عَاجِلاً غَيْرَ أَجِلٍ

    Latin: Allahumma asqinaa ghoitsan mughiitsan mariian marii’an, naafian ghoiro doorrin, ‘aajilan ghoiro aajilin

    Artinya: “Ya Allah! Berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda.”

    4. Doa setelah Hujan Turun

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Latin: Muthirnaa bifadhlillahi warohmatihi

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    5. Doa agar Hujan Berhenti/ Doa agar Hujan tidak Mendatangkan Banjir/ Doa agar Hujan Dialihkan ke Tempat Lain

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ، اللَّهُمَّ عَلَى الْأَكَامِ وَالظُّرَابِ، وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Latin: Allahumma hawalainaa walaa ‘alainaa, allahumma ‘alal aakaami wazzhiroobi, wa buthuuni’ audiyati wa manaabitissyajari

    Artinya: “Ya Allah! Hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya, Allah! Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

    Apakah Doa ketika Hujan Mustajab?

    Doa yang dipanjatkan ketika hujan disebut mustajab. Hal ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan dengan sanad mursal sebagaimana dipaparkan Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm. Rasulullah SAW bersabda,

    اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

    Artinya: “Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan: di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah), ketika salat diiqamahkan, dan ketika hujan turun.”

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Membaca Surat Al-Waqiah Pembuka Pintu Rezeki


    Jakarta

    Doa setelah membaca Al-Waqiah dapat diamalkan usai membaca surat Al-Waqiah. Doa ini diamalkan agar menambah esensi dari keutamaan surat yang dikenal sebagai pembuka rezeki tersebut.

    Mengutip buku Mau Kaya? Yuk, Baca Al-Waqiah karya Sukron Abdilah, surat Al-Waqiah terdiri dari 96 ayat dan termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Al-Waqiah diambil dari perkataan Al-Wa’qiah di awal surat yang artinya “Hari Kiamat”.

    Surat Al-Waqiah banyak dibaca dan diamalkan oleh umat Islam mengingat banyak keutamaan dan fadhillahnya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membaca surah Al Waqiah setiap malam, maka tidak akan menimpa kepadanya kepapaan. Dan surah Al Waqiah adalah surat kaya, maka bacalah dan ajarkanlah kepada anak-anak kamu. (HR Abu Ubaid, Al-Harits, Abu Ya’la, Ibnu Murdaweh dan al-Baihaqi)


    Doa setelah Membaca Surat Al-Waqiah

    Usai membaca surat Al-Waqiah, umat muslim dapat mengamalkan doa setelah membaca surat Al-Waqiah. Merujuk pada buku Rahasia Dahsyat Al-Fatihah, Ayat Kursi dan Al-Waqiah untuk Kesuksesan Karier karya Ustaz Ramadhan, berikut doa setelah membaca surat Al-Waqiah yang diambil dari Kitab Khulashoh Nabawiy:

    اَللَّهُمَّ صُنْ وُجُوْهَنَا بِاْليَسَارِ,وَلاَتُوهِنَّابِاْلاِقْتَارِ , فَنَسْتَرْزِقَ طَالِبِيْ رِزْقِكَ وَنَسْتَعْطِفَ شِرَارَخَلْقِكَ وَنَشْتَغِلَ بِحَمْدِ مَنْ اَعْطَانَاوَنُبْتَلَى بِذَمِّ مَنْ مَنَعَنَاوَاَنْتَ مِنْ وَرَاءِذَلِكَ كُلِّهِ اَهْلُ اْلعَطَاءِ وَاْلمَنْعِ . اَللَّهُمَّ كَمَاصُنْتَ وُجْوُ هَنَاعَنِ السُّجُوْدِاِلاَّلَكَ فَصُنَّاعَنِ اْلحاَجَةِاِلاَّاِلَيْكَ بِجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ وَفَضْلِكَ , يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (ثلاثاء) اَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

    Arab latin: Allahumma shun wujuhana bil yasar wala tuhinna bil iqtar fanastarziqa tholibi rizqika wanasta’thifa syiroro kholqika wanasytaghila bihamdi man a’tho na wanubtala bizammi man mana ana wa anta min wara-i zalika kulihi ahlul ‘atho-i wal man-‘i. Allahumma kama shunta wujuhana ‘anis sujudi illa laka fashunna ‘anil hajati illa ilaika bijudika wakaromika wafadhlika ya arhamarrohimin aghninaa bifadhlika amman siwaaka washallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi washohbihi wasallam.

    Artinya: “Ya Allah, jagalah wajah kami dengan kekayaan, dan jangan hinakan kami dengan kemiskinan sehingga kami harus mencari rezeki dari para pencari rezeki-Mu, dan minta dikasihani oleh manusia ciptaan-Mu yang berbudi buruk dan sibuk memuji orang yang memberi kami dan tergoda untuk mengecam yang tidak mau memberi kami. Padahal Engkau di balik semua itu adalah yang berwenang untuk memberi atau tidak memberi.

    Ya Allah, sebagaimana Engkau menjaga wajah kami dari sujud kecuali kepada-Mu, maka jagalah kami dari keperluan selain kepada-Mu, dengan kedermawanan-Mu, kemurahan-Mu, dan karunia-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang. Cukupkanlah kami dengan karunia-Mu dari siapapun selain Engkau. Semoga Allah merahmati junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya dan para sahabatnya, juga semoga Allah memberi keselamatan.”

    Apabila telah selesai membaca doa di atas, umat Islam dapat melanjutkan dengan doa lainnya. Berikut bacaannya,

    الّلهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِحَقِّ سُوْرَةِ الْوَاقِعَةِ وَأَسْرَارِهَا أنْ تُيَسِّرَلِيْ رِزْقِي كَمَا يَسَّرْتَهُ لِكَثِيْرٍ مِن خَلْقِكَ يَا ألله يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

    Arab latin: Allahumma inni as aluka bihaqqi suuratil waaqi’ah wa asroorihaa antuyassiroli rizki kamaa yassartahu likatsiirin mingkholqika yaa Alloh yaa robbal ‘aalamiin.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan kebenaran surat Waqiah dan rahasia-rahasianya, agar Engkau berkenan memudahkan rezeki ku sebagaimana Engkau memudahkannya untuk kebanyakan makhluk-Mu, ya Allah, ya robbal ‘alamin.”

    Keutamaan Surat Al-Waqiah

    Masih mengutip buku yang sama dengan sebelumnya, adapun keutamaan dari mengamalkan surat Al-Waqiah. Antara lain sebagai berikut:

    • Orang yang mengamalkannya akan dimudahkan rezekinya.
    • Orang yang mengamalkannya akan dijauhkan dari kemiskinan.
    • Orang yang mengamalkannya akan dijauhkan dari kesusahan dan kesengsaraan hidup.
    • Orang yang mengamalkannya dimudahkan dalam hal karir.
    • Orang yang mengamalkannya akan dipancarkan cahaya dalam dirinya.
    • Orang yang mengamalkannya akan menjadi orang yang beruntung di dunia maupun akhirat.
    • Orang yang mengamalkannya akan dikabulkan semua hajat yang diinginkannya.
    • Orang yang mengamalkannya akan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.
    • Orang yang mengamalkannya, kehidupan keluarganya akan diberi ketentraman dan kedamaian.
    • Orang yang mengamalkannya akan diberikan keluasan hati.

    Waktu yang Pas Membaca Surat Al Waqiah

    Dijelaskan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha, waktu yang tepat membaca surat Al-Waqiah adalah setiap malam. Dalam hadits Ibnu Sunni, Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Barang siapa yang membaca surat Al-Waqiah pada setiap malam hari, niscaya ia tidak akan tertimpa kemiskinan.”

    Ada pula yang menganjurkan membaca surat Al-Waqiah setelah salat Ashar dan bisa membacanya sebanyak 14 kali. Kemudian, setelah salat Isya dan Subuh juga menjadi waktu mustajab membaca surat Al-Waqiah.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yunus Selama 40 Malam untuk Hajat Mustajab


    Jakarta

    Doa Nabi Yunus selama 40 malam dipercaya sebagai salah satu amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon agar hajat atau keinginan terkabul. Doa tersebut kerap diamalkan oleh banyak umat Islam dengan harapan mendapatkan jalan keluar dari masalah atau keinginan yang mendesak.

    Doa Nabi Yunus ini tercantum dalam Al-Qur’an. Diceritakan dalam Qashash al-Anbiyaa karya Ibnu Katsir yang diterjemahkan Saefullah MS, Nabi Yunus AS memanjatkan doa tersebut saat berada dalam kesulitan. Saat pergi meninggalkan kaum yang mengingkarinya, Nabi Yunus AS menumpangi kapal yang kelebihan muatan dan setelah diundi ternyata dialah yang harus diturunkan dari kapal. Lalu, muncullah ikan besar menelannya, sebagaimana Allah SWT berfirman,

    وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ ٨٧ فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ ٨٨


    Artinya: “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” Kami lalu mengabulkan (doa)-nya dan Kami menyelamatkannya dari kedukaan. Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang mukmin. (QS Al Anbiya: 87-88)

    Nabi Yunus AS senantiasa berdoa selama berada di perut ikan. Ibnu Katsir menjelaskan, para ulama berbeda pendapat terkait berapa lama Nabi Yunus AS berada di perut ikan. Ada yang mengatakan tiga hari, ada yang bilang seminggu, ada juga yang mengatakan 40 hari.

    Bacaan Doa Nabi Yunus 40 Malam Arab, Latin dan Arti

    لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

    Latin: laa ilaha illa anta subhānaka inni kuntu minaz-zālimin

    Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

    Waktu Membaca Doa Nabi Yunus

    Meskipun doa Nabi Yunus bisa dibaca kapan saja, ada beberapa waktu istimewa yang diyakini lebih mustajab untuk memanjatkan doa. Dikutip dari buku Agar Doa Dikabulkan Allah karangan Nor Kholish Reefani, berikut adalah penjelasan mengenai waktu terbaik yang mustajab untuk membaca doa Nabi Yunus selama 40 malam.

    1. Sepertiga akhir malam

    2. Setelah berbuka puasa

    3. Setelah salat wajib

    4. Pada hari Jumat

    5. Ketika sedang perang

    6. Bangun tidur saat tengah malam

    7. Antara azan dan iqamah

    8. Saat sujud dalam salat

    9. Saat hujan turun

    10. Saat ajal tiba

    11. Pada malam Lailatulqadar

    12. Saat wukuf di Arafah

    Keutamaan Membaca Doa Nabi Yunus Selama 40 Malam

    Jika seseorang memiliki hajat atau permohonan yang besar, doa menjadi salah satu sarana penting untuk memohon pertolongan Allah SWT.

    Salah satu doa yang banyak dianjurkan adalah doa Nabi Yunus. Membaca doa Nabi Yunus selama 40 malam secara rutin diyakini memiliki banyak keutamaan. Berikut adalah keutamaannya yang dirangkum dari buku Ketika Allah Mengabulkan Doa Mereka tulisan Shalih bin Rasyid al-Huaimil:

    1. Permintaan Dikabulkan

    Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, siapa pun yang membaca doa Nabi Yunus akan dikabulkan permintaannya oleh Allah SWT.

    2. Dikeluarkan dari Kondisi Sulit

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda bahwa doa Nabi Yunus AS dapat menjadi pembuka jalan keluar dari segala kesulitan yang dihadapi seseorang.

    3. Diberikan Pahala seperti Orang Mati Syahid

    Umat Islam yang membaca doa Nabi Yunus ketika sedang sakit dan kemudian meninggal dunia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mati syahid.

    4. Diampuni Segala Dosanya

    Bagi mereka yang sedang sakit dan membaca doa ini, jika mereka sembuh, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya.

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Tidak Mimpi Buruk dan Amalan Sebelum Tidur


    Jakarta

    Mimpi buruk adalah hal yang lumrah terjadi dan tidak bisa dihindari manusia. Mimpi buruk membuat yang mengalaminya merasakan cemas dan takut yang berlebihan.

    Islam merupakan agama yang sempurna dan selalu mendahulukan setiap aktivitas dengan berdoa. Agar terhindar dari mimpi buruk, ada doa dan amalan yang bisa dilakukan umat Islam.

    Rasulullah SAW telah memberikan teladan kepada umatnya tentang cara menghindari mimpi buruk. Rasulullah SAW bersabda,


    “Apabila seorang dari kalian bermimpi yang ia sukai, berarti itu dari Allah dan hendaknya dia mengucapkan hamdalah karenanya serta menceritakannya. Tapi bila dia mendapat mimpi yang tidak disukai berarti itu dari setan, maka hendaklah dia berlindung dari kejahatannya dan jangan menceritakannya kepada siapapun, niscaya hal itu tidak akan berdampak buruk baginya.” (HR. Al-Bukhari)

    Dari hadits di atas, jika kita bermimpi yang menyenangkan, hendaknya memuji Allah SWT dan boleh menceritakannya karena mimpi yang baik itu akan menjadi kenyataan. Sebaliknya, hendaknya kita tidak memberitahukan mimpi buruk kepada orang lain dan memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan.

    Doa agar Tidak Mimpi Buruk

    Berikut ini beberapa doa yang dapat diamalkan agar tidak bermimpi buruk:

    Doa agar Tidak Mimpi Buruk 1

    Mengutip dari buku Tuntunan Doa dan Dzikir untuk Segala Situasi dan Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil, berikut adalah doa yang dimaksud:

    أَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّئاَتِ اْلأَحْلاَمِ

    Bacaan latin: Allohumma innia’zubika min ‘amalis syaithoni wa sayyiatil ahlam.

    Artinya: “Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari perbuatan setan dan buruknya mimpi”.

    Doa agar Tidak Mimpi Buruk 2

    Masih menukil dari buku yang sama seperti sebelumnya, berikut doa agar tidak mimpi buruk versi 2:

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ

    Bacaan latin: A’uudzu bikalimaatillaahit-taammaati minghodhobihi wa ‘iqoobihi, wasyarri ‘ibaadihi, wamin hamazaatisy-syayaathiini wa an yahdhuruu wa min hamajaatisy-syayaatiini wa an yahduruun.

    Artinya: Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan dan siksaanNya, serta kejahatan hamba-hambaNya, dan dari godaan setan (bisikannya) serta jangan sampai mereka hadir (kepadaku).

    3. Doa Mengharap Mimpi Baik

    Menukil buku Tiket ke Surga (Doa-Doa Mustajab) karya Abdul Majid dan Isfa’udin, berikut doa mengharap mimpi baik:

    اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

    Bacaan latin: Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat tibaa’ahu. Wa arinal baathila baathilan warzuqnajtina bahu.

    Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sehingga kami bisa mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat menjauhinya.”

    Amalan Sebelum Tidur

    Agar tidak mimpi buruk, ada amalan yang dapat umat Islam kerjakan sebelum tidur. Berikut ini amalan-amalannya yang dikerjakan Rasulullah sebelum tidur dikutip dari buku Sunnah Rasulullah Sehari-Hari karya Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furaih:

    1. Wudhu Sebelum Tidur

    Wudhu merupakan salah satu amalan sunnah yang dicontohkan Rasulullah sebelum tidur. Hal tersebut sebagaimana yang termaktub dalam hadits Al Bara bin Azib, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

    Artinya: “Jika hendak mendatangi tempat tidurmu, berwudhulah seperti wudhu untuk sholat, lalu berbaringlah ke sisi kanan badanmu,” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

    2. Membaca Doa Sebelum Tidur

    Amalan selanjutnya adalah membaca doa sebelum tidur. Hal ini termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Hudzaifah, beliau berkata:

    كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »

    Artinya: “Apabila Nabi Muhammad SAW hendak tidur, beliau membaca doa ‘Bismika allahumma amutu waahya (Dengan namaMu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, Beliau berdoa: ‘Alhamdulillahilladzi ahyana ba’da maa amatana wailaihinnusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepadaNya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324)

    3. Mengibas Kasur

    Sebelum tidur, hendaknya seorang muslim mengibas kasurnya terlebih dahulu. Cara ini dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika di antara kamu ingin mendatangi tempat tidur, hendaklah untuk mengibas kasurnya dengan bagian dalam sarungnya. Karena ia tidak mengetahui apa yang ada padanya, lalu ucapkan:

    بِاسْمِكَ رَبِّى وَضَعْتُ جَنْبِى

    Latin: Bismika rabbi wadha’tu janbii

    Artinya: “Dengan nama-Mu Wahai Tuhanku, aku baringkan punggungku.” (HR Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

    4. Membaca Ayat Kursi

    Selanjutnya, kaum muslim dianjurkan membaca Ayat Kursi sebelum tidur. Keutamaan membaca Ayat Kursi sebelum tidur adalah mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dari gangguan setan hingga pagi hari. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW membenarkan pernyataan berikut:

    فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

    Artinya: “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Kursi. Karena dengan-nya kamu selalu dijaga oleh Allah dan setan tidak akan dapat mendekatimu hingga pagi.” (HR Bukhari)

    Rasulullah SAW mencontohkan agar tidak tidur sebelum waktu Isya dengan maksud agar sahabat tidak melewatkan ibadah utama, yakni sholat Isya. Anjuran ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Barzah, ia berkata:

    “Bahwa Nabi Muhammad SAW tidak suka tidur sebelum sholat Isya dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR Bukhari no. 568 dan Muslim no. 647)

    6. Berbaring Miring ke Kanan

    Amalan terakhir yang dilakukan Rasulullah SAW sebelum tidur adalah berbaring miring ke kanan. Ketika hendak tidur, Rasulullah SAW akan berbaring di sisi kanannya dan mengucapkan:

    “Ya Allah! Aku telah menyerahkan diriku kepada-Mu dan mempercayakan urusanku kepada-Mu. Dan aku memalingkan wajahku kepada-Mu, mengharapkan (pahala-Mu) dan takut (hukuman-Mu) dan mengandalkan-Mu. Tidak mungkin lari dari-Mu dan berlindung pada orang lain, kami berlindung hanya pada-Mu. Aku percaya pada Kitab yang Engkau turunkan dan Nabi yang Engkau kirim.” (HR Bukhari)

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 13 Doa agar Diberi Kemudahan dan Kelancaran Dunia Akhirat


    Jakarta

    Setiap orang pasti menghadapi tantangan dalam hidup, mulai dari masalah pekerjaan, kesehatan, hingga urusan spiritual. Di saat-saat sulit, berdoa menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk memohon pertolongan dan kemudahan dari Allah SWT.

    Doa yang biasa dipanjatkan dalam hal ini adalah doa agar diberi kemudahan dan kelancaran segala urusan. Dalam Islam, ada banyak doa yang dapat diamalkan untuk memohon kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan.

    Kumpulan Doa agar Diberi Kemudahan dan Kelancaran

    Merangkum buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil, buku Doa dan Zikir Orang Sukses karya Zaki Zaman, buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya Sulaeman bin Muhammad Bahri, buku Kamus Doa karya Luqman Junaedi, dan buku Kunci-Kunci Surga Rahasia Dahsyat Amalan & Doa Calon Penghuni Surga karya Ahya Alfi Shobari, berikut kumpulan doa agar diberi kemudahan dan kelancaran.


    1. Doa agar Diberi Kemudahan

    رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا.

    Arab-latin: Robbanaa aatinaa min ladunka rohmatan wa hayyi’ lanaa min amrinaa rosyadaa

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.”

    2. Doa agar Diberi Kemudahan Setiap Saat

    اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

    Arab-latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahuu sahlaa wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah, tiada kemudahan melainkan apa yang Engkau jadikan mudah, dan jika Engkau menghendaki maka kesedihan (kesulitan) dapat menjadi mudah.”

    3. Doa agar Diberi Kemudahan Rezeki

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقْنِي رِزْقًا حَلَالاً وَاسِعًا طَيِّباً مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مُشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَصَبَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab-latin: Allaahumma innii as’aluka antarzuqnii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’abin walaa musyaqqotin walaa dhairin walaa nashabin innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir

    Artinya: “Ya Allah, aku minta kepada-Mu akan pemberian rezeki yang halal, luas, baik tanpa repot, dan kemelaratan dan tanpa keberatan dan sesungguhnya Engkau maha atas segala sesuatu.”

    4. Doa agar Terpenuhi Hajat Dunia dan Akhirat

    اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَاغْنِنِي بفَضْلِكَ عَمَّنْ سَوَاكَ

    Arab-latin: Allaahumma ikfinii bihalaalika ‘an haraamika waghninii bifadhlika amman siwaaka

    Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu, dan cukupkanlah aku dengan anugerah-Mu dari selain-Mu.”

    5. Doa Memohon Rezeki Halal

    اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مَا يَكْفِيْنِي وَصْنَعْ عَنِّي مَا يُطْغَيْنِي

    Arab-latin: Allaahummarzuqnii maa yakfiinii washna’ annii maa yuthghinii

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku rezeki yang cukup dan baik, serta cegahlah diriku dari rezeki yang mencelakakan aku.”

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٍّ لَا يَمُوْتُ بِيدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab-latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiit wa huwa hayyun laa yamuut, biyadihil khair, wa huwa ‘alaa kulli sya-in qa- diir

    Artinya: “Tiada Tuhan kecuali Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya. Kepunyaan-Nya-lah kerajaan dan pujian, Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan, Dia Mahahidup yang tidak akan mati, di tangan-Nya sumber kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    7. Doa agar Diberi Kelapangan Rezeki

    يَا خَيْرَ مَدْعُو وَ يَا خَيْرَ مَسْئُوْلٍ وَ يَا أَوْسَعَ مَنْ أَعْطَى وَ يَا خَيْرَ مُرْتَجَى ارْزُقْنِي وَأَوْسِعْ عَلَيَّ مِنْ رِزْقِكَ وَسَبِّبْ لِي رِزْقًا مِنْ قِبَلِكَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab-latin: Yaa khaira mad’uwwin, wa yaa khaira mas-uulin, wa yaa ausa’a man a’thaa, wa yaa khaira murtajaa, urzuqnii wa ausi’ ‘alayya mir rizqik, wa sabbib lii rizqam min qiba- lik, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir

    Artinya: “Wahai sebaik-baik Zat yang diseru, wahai sebaik-baik Zat yang dimintai, wahai Zat yang paling luas dalam memberi, wahai sebaik-baik Zat yang diharapkan, berilah aku rezeki dan lapangkanlah rezeki-Mu kepadaku, dan berilah aku jalan untuk mendapatkan rezeki dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    8. Doa agar Diberi Kemudahan dan Kelancaran Setiap Urusan

    حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

    Arab-latin: Hasbiyallaahu laa ilaaha illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil ‘azhiim

    Artinya: “Cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan kecuali Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.”

    9. Doa agar Diberi Rezeki yang Berlimpah

    اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مِنْ فَضْلِكَ الْوَاسِعِ الْحَلَالِ الطَّيِّبِ رِزْقًا وَاسِعًا حَلَالًا طَيِّبًا بَلَاغًا لِلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ صَبًّا صَبًّا هَنِيئًا مَرِيئًا مِنْ غَيْرِ كَدٍ وَلَا مَن مِنْ أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ إِلَّا سَعَةً مِنْ فَضْلِكَ الْوَاسِعِ

    Arab-latin: Allaahummarzuqnii min fadl-likal waasi’il halaalith thayyib, rizqan waasi’an halaalan thayyiban balaaghan lid- dun-yaa wal aakhirah, shabban shabban hanii-an marii-an min ghairi kaddin wa laa mannin min ahadin min khalqika illaa sa’atan min fadl-likal waasi’

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku rezeki dari karunia-Mu yang melimpah, halal dan baik, yang dapat menjadi bekal untuk (kehidupan) dunia dan akhirat. Berilah aku rezeki dengan melimpah ruah, nyaman dan sedap, tanpa harus bersusah payah dan menyakitkan seseorang di antara makhluk-Mu. Hanya rezeki dari karunia-Mu yang melimpah yang kupinta.”

    10. Doa agar Selamat Dunia dan Akhirat

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

    Arab-latin: Allahumma inni as’aluka al-‘afwa wal-‘aafiyata fid-dunya wal-aakhirah

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kesehatan dan keselamatan di dunia dan akhirat.”

    11. Doa agar Dihindarkan dari Kesulitan

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ سُوْءِ الْقَضَاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَجَهْدِ الْبَلَاءِ وَشَمَامَةِ الْأَعْدَاءِ

    Arab-latin: Allaahumma innii a’uudzu bika min suu-il qadlaa’, wa darkisy syaqaa’, wa jahdil balaa’, wa syamaamatil a’daa’

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari takdir yang buruk, dari kehancuran (kebangkrutan), dari cobaan yang berat dan dari rasa gembiranya musuh (orang lain) atas keadaanku.”

    12. Doa agar Diberi Kelancaran Berbicara

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي، وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي، يَفْقَهُوا قَوْلِي.

    Arab-latin: Robbisyrohlii shodrii, wa yassir lii amrii, wahlul ‘uqdatan min lisaanii, yafqohuu qoulii

    Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”

    13. Doa Sapu Jagat

    رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab-latin: Rabbanaa aatina fid-dunyaa hasanah wa fil-aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban-naar

    Artinya “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Bacaan Doa untuk Orang Sakit agar Diberikan Kesembuhan


    Jakarta

    Membaca doa untuk orang sakit merupakan salah satu amalan penting untuk memohon kesembuhan kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW menganjurkan memperbanyak doa dengan penuh keyakinan, agar penyakit segera diangkat.

    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, “Memintalah kepada Allah, dan kalian meyakini akan dikabulkannya doa tersebut.” Dengan keyakinan yang kuat, doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bagi kesembuhan seseorang.

    Ingin tahu bacaan doa yang bisa Anda panjatkan untuk orang yang sakit? Yuk, baca artikel ini sampai habis!


    Kumpulan Bacaan Doa untuk Orang Sakit

    Berikut adalah kumpulan doa untuk orang sakit yang bisa dipanjatkan untuk memohon kesembuhan.

    Doa-doa ini dirangkum dari sumber-sumber yang meliputi buku Saku Tuntunan Doa dan Dzikir dari Universitas Ahmad Dahlan, buku Zikir yang Berkaitan dengan Sakit dan Mati karya Imam Nawawi yang diterjemahkan oleh Abu Firly Bassam Taqiy, buku Untukmu Yang Sedang Sakit oleh Ammi Nur Baits, serta buku Pasti Mustajab yang ditulis oleh Muhammad Lutfi Zamani.

    1. Doa untuk Orang Sakit agar Lekas Sembuh

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Latinnya: Allahumma rabban-naas adzhibil-ba`sa isyfi antasy-syaafii laa syifaa’a illaa syifaa uka syifaa’an laa yughadiru saqaman.

    Artinya: “Ya Allah Tuhan semua manusia hilangkan dan sembuhkanlah sakit ini. Tiada yang dapat menyembuhkan kecuali kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas penyakit.”

    2. Doa ketika Merasakan Sakit

    Berikut adalah doa yang dapat dibaca sambil meletakkan tangan di atas bagian tubuh yang terasa sakit,

    بِسْمِ اللَّهِ . أَعُوْذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّمَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    Latinnya: Bismillah (3x) A’uudzu billahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7x)

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari segala kejahatan yang menimpaku dan segala yang saya khawatirkan.”

    3. Doa untuk Orang Sakit dengan Memohon Kesabaran Saat Menghadapi Rasa Sakit dan Penderitaan

    حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

    Latinnya: Hasbiyallahu wa ni’mal-wakiil

    Artinya: “Cukuplah Allah menjadi sebaik-baik penolong dan pelindung.”

    4. Doa untuk Orang Sakit yang Mengalami Sakit Kepala, Demam, atau Penyakit Lainnya

    بِسْمِ اللهِ الْعَظِيمِ نَعُوذُ بِاللهِ الْكَبِيرِ، اللهُمَّ النَّارِ حَرِّهَا وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْعَرَقِ وَمِنْ شَرِّ النَّارِ

    Latinnya: Bismillahil ‘Azhimi na’udzu billahil Kabir, Allahumma narri harriha wa na’udzu bika min syarri al-‘araq wa min syarri an-nar.

    Artinya: “Dengan nama Allah SWT Yang Maha Besar, kami berlindung kepada Allah SWT Yang Maha Agung dari kejahatan pendarahan yang parah dan dari kejahatan panasnya api.”

    5. Doa untuk Orang Sakit yang Memohon Rahmat dari Allah SWT

    اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ أَجَلِي قَدْ حَضَرَ فَأَرِحْنِي، وَإِنْ كَانَ مُتَأَخِّراً فَارْفَعْهُ عَنِّي، وَإِنْ كَانَ بَلَاءً فَصَبِّرْنِي

    Latinnya: Allahumma in kaana aja-lii qad hadhara fa arihnii, wa in kaana muta-akhiran far- fa’hu ‘annii, wa in kaana balaa-an fashabbir nii.

    Artinya: “Ya Allah, jika ajalku telah dekat maka istirahatkanlah aku. Jika ajalku masih jauh, sembuhkanlah sakit ini dariku. Dan jika ini musibah, berikanlah aku kesabaran.”

    6. Doa untuk Orang Sakit yang Mengalami Jerawat atau Bisul

    اللَّهُمَّ مُطْفِئَ الْكَبِيرِ وَمُكْبِرَ الصَّغِيْرِ أَطْفِتْهَا عَنِّي

    Latinnya: Allaahumma muthfi-al kabiiri, wa mukbirash shaghiiri, athfi’haa ‘annii.

    Artinya: “Ya Allah, Dzat yang memudarkan yang besar dan mem- besarkan yang kecil, maka pudarkanlah (hilangkanlah) bisul atau jerawat itu dariku.”

    7. Bacaan Doa untuk Orang Sakit saat Menjenguk Orang yang Sedang Sakit

    أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيْكَ.

    Latinnya: As-alullaahal ‘azhiima rabbal ‘arsyil ‘azhiimi ay yasyfiika.

    Artinya: “Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan yang mempunyai singgasana yang agung, semoga Allah menyembuhkan engkau.”

    8. Doa untuk Orang Sakit demi Penyembuhan Fisik dan Mental

    بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ وَاللَّهُ يَشْفِيْكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ فِيْكَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

    Latinnya: Bismillaahi arqii-ka, wallaahu yasyfiika min kulli daa-in fiika, wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqadi, wa min syarri haasidin idzaa hasad. (Dibaca sebanyak tiga kali).

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, aku me-ruqyah-mu (menjampimu). Semoga Allah meyembuhkanmu dari segala penyakit yang menyerangmu, dari kejahatan tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”

    9. Doa untuk Orang Sakit yang Menghadapi Penyakit Berat atau Menjelang Ajal

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَالْحِقْنِي بِالرَّفِيقِ الْأَعْلَى.

    Latinnya: Allaahummaghfirlii, warhamnii wa alhiqnii birrafiiqil a’laa.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosaku, kasihanilah aku, dan kumpulkanlah aku di sisi-Mu.”

    10. Doa untuk Orang Sakit guna Meredakan Bengkak dan Nyeri

    اللَّهُمَّ مُصَغَرَ الْكَبِيرِ وَمُكَبِّرَ الصَّغِيْرِ صَغَرُ مَا بِي

    Latinnya: Allaahumma mushagh-ghiral kabiiri, mukabbirash shaghiiri, shaghghir maa bii.

    Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengecilkan yang besar dan membesarkan yang kecil, kecilkanlah sesuatu yang bengkak pada diriku.”

    Tata Cara Membaca Doa untuk Orang Sakit

    Berikut adalah tata cara membaca doa untuk orang sakit yang dikutip dari buku Quantum Doa karya Syukriadi Sambas dkk:

    1. Pahami makna dari doa yang akan dipanjatkan.

    2. Mulailah dengan memuji Allah SWT.

    3. Bacalah sholawat untuk Rasulullah SAW.

    4. Sampaikan doa yang ingin dipanjatkan.

    5. Akhiri dengan membaca sholawat dan tahmid.

    Dengan berdoa, diharapkan proses penyembuhan dapat dipercepat dan memberi ketenangan bagi yang sedang sakit.

    Waktu Membaca Doa untuk Orang Sakit agar Dikabulkan

    Ada beberapa momen istimewa di mana doa lebih mudah dikabulkan. Dengan memilih waktu yang tepat, diharapkan doa yang kita panjatkan untuk kesembuhan orang sakit dapat lebih cepat terkabul.

    Berikut adalah waktu yang mustajab ketika sedang ingin membaca doa yang dikutip dari buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah tulisan Muhammad Syafi’ie el-Bantanie.

    1. Sepertiga malam terakhir (qiyamul lail)

    2. Saat azan dikumandangkan hingga iqamah

    3. Saat sujud, baik di dalam maupun di luar sholat

    4. Setiap selesai sholat fardhu

    5. Pada hari Jumat, terutama saat khatib duduk di antara dua khutbah

    6. Pada bulan Ramadan

    7. Pada malam lailatul qadar

    8. Pada hari Arafah

    9. Saat sedang berpuasa

    10. Saat sedang dalam perjalanan.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Doa pada Hari Tasyrik Mustajab?


    Jakarta

    Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa pada hari-hari tasyrik. Disebutkan, memanjatkan doa pada hari tasyrik adalah waktu mustajab atau waktu dikabulkannya doa.

    KH Muhammad Habibillah dalam buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-Hari mengatakan hari tasyrik tiap 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah. Pada tiga hari itu, umat Islam masih diharamkan untuk berpuasa.

    Hari Tasyrik Waktu Mustajab Berdoa

    Hari tasyrik memiliki keutamaan yakni sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Sebab, dikutip dari buku Amalan Awal Dzulhijjah hingga Hari Tasyrik karya Muhammad Abduh Tuasikal, sebuah riwayat menyebut hari tasyrik adalah hari yang terbilang.


    Diriwayatkan dari Al-Jashshosh, dari Kinanah Al Qurosy, dia mendengar Abu Musa Al-Asy’ariy berkata ketika berkhotbah di hari An-Nahr (Idul Adha), “Tiga hari setelah hari An-Nahr (yaitu Hari-hari tasyrik) itulah yang disebut oleh Allah sebagai ayyam ma’dudat (hari yang terbilang). Doa pada hari tersebut, tak akan tertolak (pasti terkabul), maka segeralah berdoa dengan penuh harap pada-Nya.” (Latho-if Al Ma’arif, 506-505)

    Melalui surah Al Baqarah ayat 203, Allah SWT juga memerintahkan untuk memperbanyak berdzikir. Allah SWT berfirman,

    ۞ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِيْ يَوْمَيْنِ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِ ۚوَمَنْ تَاَخَّرَ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۙ لِمَنِ اتَّقٰىۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

    Artinya: Berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Siapa yang mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, tidak ada dosa baginya. Siapa yang mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya,(yakni) bagi orang yang bertakwa. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.

    Ibnu Umar dan pendapat kebanyakan ulama menyebut hari yang telah ditentukan jumlahnya atau hari yang terbilang itu adalah hari-hari tasyrik. Ada pula yang berpendapat empat hari termasuk dengan Idul Adha.

    Doa pada Hari Tasyrik

    Dari sekian banyak doa yang dapat dibaca di hari tasyrik, muslim dianjurkan untuk membaca doa sapu jagat. Doa ini merupakan potongan ayat Al-Qur’an surah Al Baqarah ayat 200-201 yang berbunyi:

    فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ, وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Artinya: “Apabila kamu telah menyelesaikan manasik (rangkaian ibadah) haji, berzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berdzikirlah lebih dari itu. Di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” sedangkan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun. Di antara mereka ada juga yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.””

    Mengutip sumber sebelumnya, disebutkan bahwa dari ayat ini kebanyakan ulama salaf menganjurkan membaca doa “Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzaban naar” di hari-hari tasyrik. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh ‘Ikrimah dan ‘Atha’.

    Karena doa sapu jagat mengandung seluruh kebaikan, Nabi SAW sendiri bahkan sering membaca doa sapu jagat ini. Diriwayatkan Anas bin Malik RA, ia berkata:

    كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِي « اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ »

    Artinya: “Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi, ‘Allahumma Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar’,” (Wahai Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia serta kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka).” (HR Bukhari dan Muslim)

    Doa sapu jagat ini juga termasuk dzikir, bahkan bacaan doa sekaligus dzikir disebut paling utama. Oleh karena itu, kita perlu membaca doa sapu jagat di hari tasyrik supaya segala hajat kita di dunia dan akhirat dikabulkan oleh Allah SWT.

    Membaca doa sapu jagat di hari tasyrik diharapkan akan diberikan selalu keselamatan dunia dan akhirat. Doa sapu jagat isinya merupakan semua kebaikan dan dalamnya tidak ada keburukan. Oleh karena itu, doa ini menjadi pilihan yang sangat sering dilantunkan oleh orang-orang terbaik, di waktu yang terbaik, termasuk di hari tasyrik.

    Wallahu a’lam.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa dan Tata Cara Sholat Hajat, Amalkan agar Keinginan Terkabul


    Jakarta

    Doa dan tata cara sholat hajat bisa diamalkan muslim ketika memohon sesuatu kepada Allah SWT. Sebagaimana diketahui, sholat hajat adalah ibadah sunnah yang pelaksanaannya tercantum dalam hadits Rasulullah SAW.

    “Siapa yang berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian shalat dua rakaat dengan sempurna, maka Allah akan memberikan apa yang ia minta, cepat atau lambat.” (HR Ahmad dari Abu Darda’)

    Menukil dari buku Dahsyatnya Shalat Sunnah karya Maulana Ahmad, sholat hajat dikerjakan saat muslim memiliki hajat tertentu, baik itu kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Berlaku juga untuk urusan duniawi ataupun ukhrawi.


    Hukum pelaksanaan sholat hajat adalah sunnah muakkad yang artinya sangat dianjurkan. Jumlah rakaat sholat hajat dua sampai dua belas rakaat yang mana dikerjakan dengan salam setiap dua rakaat.

    Doa Sholat Hajat

    Doa sholat hajat diamalkan setelah selesai sholat. Diterangkan dalam buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW oleh Ustaz Arif Rahman, sebelum membaca doa sholat hajat hendaknya berzikir dan beristighfar sebanyak 100 kali. Berikut bacaannya,

    Astaghfirullahal ‘azhim rabbi min kulli dzanbin wa atubu ilaih

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dari setiap dosa dan aku bertobat kepada-Nya.”

    Setelah itu, lantunkan sholawat kepada Rasulullah SAW dengan jumlah minimal 100 kali. Berikut bunyi sholawat yang bisa dibaca,

    اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاةَ الرِّضا وَارْضَ عَنْ اَصْحَابِه رِضَاءَ الرِّضا

    Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin shalatar-ridha wardha’an ashhabihir riddhar-ridha

    Artinya: “Wahai Tuhanku, limpahkan kesejahteraan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, kesejahteraan yang diridai, dan ridailah sahabat-sahabat beliau semuanya.”

    Lalu, dilanjut dengan doa berikut:

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil ‘arsyil karimil ‘azhim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. As’aluka mujibati rahmatik, wa ‘aza’ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada’ li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin.

    Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Maha Lembut dan Maha Penyantun, Mahasuci Allah Tuhan Pemelihara Arsy’ yang Mahaagung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu, serta memperoleh keuntungan pada tiap-tiap kebaikan dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa pada diriku melainkan Engkau ampuni, dan tidak ada suatu kesulitan melainkan Engkau memberi jalan keluar, dan tidak pula suatu hajat/keinginan yang mendapat kerelaan-Mu melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Abu Aufa)

    Jika sudah, sampaikan hajat kepada Allah SWT dengan khusyuk sambil bersujud. Ketika melakukannya, perbanyak bacaan berikut:

    لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh-zhalimin

    Artinya: “Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku ini adalah dari golongan orang-orang yang berbuat aniaya.”

    Tata Cara Sholat Hajat

    Berikut tata cara sholat hajat yang dapat dikerjakan muslim seperti dikutip dari buku Shalat Tahajud dan Shalat Hajat susunan Mahmud asy-Syafrowi,

    • Membaca niat sholat hajat dua rakaat dengan lafaz berikut,

      اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

      Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillahi ta’ala.

      Artinya: “Aku berniat sholat hajat sunnah hajat dua raka’at karena Allah Ta’ala.”

    • Takbiratul ihram
    • Membaca doa iftitah
    • Membaca ta’awudz
    • Membaca surah Al-Fatihah
    • Membaca surah pendek, dianjurkan surah Al-Kafirun dan surah Al-Ikhlas satu kali
    • I’tidal dan tuma’ninah
    • Sujud dengan membaca tasbih sebanyak tiga kali
    • Lanjutkan rakaat kedua seperti cara di atas
    • Akhiri dengan salam

    Kapan Waktu untuk Sholat Hajat?

    Mengacu pada sumber yang sama, tidak ada ketentuan mengenai waktu sholat hajat. Jadi, muslim bisa mengamalkannya pada siang maupun malam selama tidak pada waktu yang terlarang.

    Meski demikian, waktu yang lebih utama untuk menunaikan sholat hajat adalah malam hari tepatnya pada sepertiga malam akhir. Sebab, momen itu tergolong mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

    Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Tuhan kita azza wajalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir, pada saat itu Dia berfirman, “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, pasti Aku ijabahkan, barangsiapa yang memohon kepada-Ku pasti Aku beri, dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Ku pasti aku ampuni.” (HR Jamaah dan Abu Hurairah)

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa di Hari Jumat yang Diamalkan Rasulullah SAW


    Jakarta

    Hari Jumat merupakan hari yang penuh berkah dan keutamaan dalam Islam. Di hari yang mulia ini, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya dengan membaca doa.

    Doa yang dipanjatkan pada hari Jumat memiliki nilai yang lebih besar, karena pada hari ini, Allah SWT membuka pintu rahmat dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Simak penjelasan selengkapnya.

    Hari Jumat Adalah Waktu yang Mustajab

    Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari Jumat terdapat suatu saat bila seseorang muslim salat bertepatan dengan saat itu dan memohon sesuatu niscaya Allah akan mengabulkan.”


    Ada dua pendapat yang menjelaskan tentang waktu mustajabnya doa di hari Jumat ini. Pertama, saat di antara duduknya imam di atas mimbar hingga selesai dari salat.

    Pendapat ini dikuatkan dengan hadits dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’aari, bahwa Abdullah bin Umar berkata kepadanya “Apakah engkau mendengar bapakmu menceritakan padamu dari Rasulullah SAW tentang urusan waktu (dikabulkan doa) pada hari Jumat?” Beliau berkata, “Benar, aku mendengarnya berkata, aku dengar Rasulullah SAW bersabda, “Waktu tersebut adalah antara duduknya imam hingga salat selesai dikerjakan.”

    Pendapat kedua mengatakan waktu setelah asar sampai matahari terbenam. Pendapat ini dikuatkan oleh riwayat Ahmad dan Ibnu Majah dari Abdullah bin Salam beliau berkata, “aku berkata dan Rasulullah SAW sedang duduk, ‘sungguh kami mendapati dalam kitab Allah (kitab Taurat) pada hari Jumat terdapat waktu yang tidaklah bertepatan seorang hamba mukmin salat dan meminta sesuatu kepada Allah SWT, melainkan Allah SWT akan menunaikan kebutuhannya.” Abdullah berkata, “Maka Rasulullah SAW mengisyaratkan kepadaku bahwa sebagian waktu saja (waktunya singkat).” Aku berkata, “Engkau benar wahai Rasulullah! Sebagian waktu.” Setelah itu aku berkata, “Waktu yang manakah itu?” Beliau bersabda, “la adalah waktu penghujung hari.”

    Bacaan Doa di Hari Jumat

    Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar yang diterjemahkan oleh Bahrun Abu Bakar menyatakan bahwa, semua doa yang biasa diucapkan pada hari-hari lainnya juga dapat diucapkan pada hari Jumat. Namun, pada hari Jumat, dianjurkan juga untuk lebih memperbanyak zikir daripada hari-hari lainnya, karena hal ini disunnahkan. Berikut beberapa doa di hari Jumat yang dapat diamalkan:

    1. Doa di Hari Jumat Pagi Hari

    Pada pagi hari Jumat, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa sebelum melaksanakan salat Subuh yang selalu diamalkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah riwayat, Anas RA menceritakan bahwa Nabi SAW bersabda:

    مَنْ قَالَ صَبِيحَةَ يَوْمِ الْجُمُعَةِ قَبْلَ صَلَاةِ الغَدَاةِ : اسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَاتُوبُ إِلَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ غَفَرَ اللَّهُ ذُنُوبَهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ .

    “Barang siapa di pagi hari Jumat sebelum salat Subuh mengucapkan doa berikut: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Hidup Abadi lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya,’ sebanyak tiga kali, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya, sekalipun banyaknya seperti buih laut.”

    Berikut bacaan doa nya:

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

    Arab Latin: Astaghfirullāhalladzī lā ilāha illā huwal hayyul qayyūmu, wa atūbu ilaihi.

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Hidup Abadi lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya”

    2. Doa di Hari Jumat sebelum Salat Jumat

    Sebelum melaksanakan salat Jumat dan saat memasuki masjid, Rasulullah SAW selalu membaca doa dan umat Islam juga dianjurkan untuk mengamalkannya. Abu Hurairah RA menceritakan bahwa Nabi SAW bersabda:

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَخَذَ بِعِضَادَتِي الْبَابِ ثُمَّ قَالَ : اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي أَوْجَهُ مَنْ تَوَجَّهُ إِلَيْكَ، وَأَقْرَبَ مَنْ تَقَرَّبَ إِلَيْكَ، وَأَفْضَلَ مَنْ سَأَلَكَ وَرَغِبَ إِلَيْكَ .

    “Apabila Rasulullah SAW memasuki masjid pada hari Jumat, beliau berdiri di tengah kedua sisi pintu masjid, kemudian berdoa, ‘Ya Allah, jadikanlah aku orang yang paling menghadap kepada-Mu, (jadikanlah aku) orang yang paling bertaqarrub kepada-Mu, dan (jadikanlah diriku) orang yang paling meminta dan (paling) berharap kepada-Mu’.”

    Berikut bacaan doa nya:

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ أَوْجَهِ مَنْ تَوَجَّهَ إِلَيْكَ وَمِنْ أَقْرَبِ وَمِنْ أَفْضَلِ . اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي أَقْرَبَ مَنْ تَقَرَبَ إِلَيْكَ ، وَأَوْجَهَ مَنْ تَوَجَّهَ إِلَيْكَ وَانْجَحَ من سأَلَكَ وَرَغِبَ إِلَيْكَ يَا اللهُ.

    Arab Latin: Allahummaj’alni min awjahi man tawajjaha ilaika wa min aqraba wa min afdhal, Allahummaj’alni aqrraba man taqarraba ilaik, wa awjaha man tawajjaha ilaik, wa anjaha man sa alaka wa raghiba ilaika ya Allah.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah diriku orang yang paling bertaqarrub kepada-Mu, orang yang paling menghadap kepada-Mu, orang yang paling berhasil, dan paling berharap kepada-Mu, wahai Allah. Jadikanlah aku termasuk orang yang paling menghadap kepada-Mu, (jadikanlah aku) termasuk orang yang paling bertaqarrub (kepada-Mu) dan (jadikanlah aku) termasuk orang yang paling utama.”

    Selain membaca doa di hari Jumat tersebut, dianjurkan juga untuk memperbanyak salawat kepada Nabi SAW. Imam Nasai dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan melalui Aus ibn Aus RA yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَأَكْثَرُوا عَلَى مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ، فَإِنَّ صَلَا تَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَى، فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ : يَقُولُ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَا تُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ ؟ بَلِيْتَ، قَالَ : إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ

    “Sesungguhnya termasuk hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat, maka perbanyaklah oleh kalian membaca salawat untukku pada hari itu. Sesungguhnya salawat kalian ditampakkan di hadapanku. Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimanakah salawat kami ditampakkan di hadapanmu, sedangkan engkau telah hancur?’ Aus RA mengatakan, ‘Tulang-tulangmu telah hancur.’ Nabi SAW menjawab, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan terhadap bumi, jasad para nabi.”

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Perjalanan Jauh yang Bisa Diamalkan Musafir


    Jakarta

    Doa perjalanan jauh dapat dibaca oleh muslim untuk memohon perlindungan Allah SWT. Dalam Islam, orang yang bepergian jauh disebut sebagai musafir.

    Menukil dari Buku Pintar Beribadah Perjalanan karya Mahima Diahloka, musafir berasal dari kata safara atau safar yang artinya bepergian atau menempuh perjalanan. Makna musafir dalam bahasa Arab yaitu orang yang sedang melakukan perjalanan.

    Para fuqaha mendefinisikan musafir sebagai seseorang yang keluar dari negerinya untuk menuju suatu tempat tertentu. Perjalanan tersebut menempuh jarak tertentu pula.


    Doa musafir tergolong mustajab, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga doa yang mustajab (dikabulkan), tak ada keraguan padanya; doa orang dizalimi, doa musafir, dan doa seorang bapak untuk anaknya.” (HR Abu Daud)

    Penyebab mustajabnya doa seorang musafir dikarenakan waktu perjalanan bertepatan dengan luluhnya jiwa karena terasing di suatu tempat dan menanggung kesulitan. Menurut Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam Fiqih Do’a dan Dzikir Jilid 1 terjemahan Amiruddin Djalil, ketika sedang dalam perjalanan maka orang itu dianggap menanggung beban berat, kondisi itu menyebabkan doa dikabulkan.

    Jadi, semakin lama perjalanan, semakin tinggi juga doa dikabulkan oleh Allah SWT. Berkaitan dengan itu, ada beberapa doa perjalanan jauh yang bisa dibaca oleh muslim.

    Kumpulan Doa Perjalanan Jauh bagi Muslim

    Mengutip dari buku Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih: Tuntunan Hidup 24 yang disusun Anshari Taslim, ada beberapa bacaan yang dapat diamalkan sebagai doa perjalanan jauh. Dengan membaca doa berikut, niscaya muslim berada di bawah lindungan Allah SWT.

    1. Doa Perjalanan Jauh Versi Pertama

    سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa robbinaa lamun qolibuun

    Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak akan mampu menguasainya, dan sungguh kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    2. Doa Perjalanan Jauh Versi Kedua

    Doa perjalanan jauh berikut ini dapat diamalkan ketika muslim menempuh perjalanan laut.

    بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا، إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

    Arab latin: Bismillaahi majraahaa wa mursaahaa, inna robbii laghofuurur rahiim

    Artinya: “Dengan nama Allah, kami berlayar dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

    3. Doa Perjalanan Jauh Versi Ketiga

    Ketika melakukan perjalanan udara, berikut bacaan yang dapat diamalkan muslim.

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Arab latin: Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl.

    Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah kami bepergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.”

    4. Doa Perjalanan Jauh Versi Keempat

    للهُ أَكْبَر، اللهُ أكْبر، الله أكْبَر، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

    Arab latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhanalladzi sakkhoro lana hadza wa maa kunnaa lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibun, allahumma inna nas’aluka fii safarinaa hadzal birro wat taqwa wa minal ‘amal maa tardho, allahumma hawwin ‘alaina safarona hadza wa athwi ‘annaa bu’dahu, allahumma antash shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli, allahumma inni a’udzubika min wa’tsaais safari wa kaabatil mandzhori wa suuil munqolibi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha suci Allah yang telah menundukkan (pesawat) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Allah lah kami kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridhai.

    Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga.”

    Itulah beberapa doa perjalanan jauh yang dapat dibaca muslim agar diberi keselamatan oleh Allah SWT. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com