Tag: nafsu

  • Sudah Diet, Tapi BB Nggak Turun-turun? Bisa Jadi Ini 5 Pemicunya

    Jakarta

    Mendapatkan bentuk tubuh yang ramping dan ideal merupakan impian bagi sebagian orang. Namun, banyak orang yang merasa kesulitan untuk menurunkan berat badan, meskipun sudah menerapkan berbagai metode diet.

    Beberapa kebiasaan tidak sehat yang kerap kali masih dilakukan dapat menjadi faktor penghambat dari proses penurunan berat badan. Dikutip dari Healthline, berikut merupakan kebiasaan sehari-hari yang dapat membuat berat badan susah turun:

    1. Kurang Asupan Protein

    Protein merupakan nutrisi penting dalam proses penurunan berat badan. Sejumlah penelitian mengenai diet tinggi protein melaporkan bahwa protein dapat membantu untuk menurunkan berat badan dan mengurangi risiko penyakit jantung.


    Hal ini dapat terjadi sebab protein dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan membantu untuk menjaga resting energy expenditure (REE), sebagian karena efek protein pada hormon pengatur nafsu makan, seperti ghrelin.

    2. Malas Bergerak

    Berolahraga secara teratur dapat membantu tubuh untuk menurunkan berat badan. Latihan aerobik dan latihan ketahanan, telah terbukti efektif dalam membantu proses penurunan berat badan, melalui berbagai penelitian.

    Berolahraga harus diimbangi dengan pendekatan diet yang tepat sebab hanya berolahraga saja tidak efektif dalam mendorong penurunan berat badan.

    3. Sering Konsumsi Gula

    Minuman manis merupakan makanan yang sangat berlemak. Organ otak dalam tubuh tidak mengompensasi kalori dengan membuat tubuh mengurangi asupan makanan lain.

    Bahkan, jus buah tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Segelas jus buah dapat mengandung gula yang sama dengan beberapa potong buah utuh.

    4. Jarang Minum Air Putih

    Mengonsumsi air putih dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan sebab menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu meningkatkan metabolisme dalam tubuh.

    Sebuah meta-analisis dari enam penelitian melaporkan bahwa penurunan berat badan rata-rata sebesar 5,15 persen disebabkan oleh peningkatan asupan air. Setidaknya dalam satu penelitian, hal tersebut terkait dengan penggantian minuman berkalori dengan air putih.

    5. Makan Terlalu Cepat

    Makan dengan penuh kesadaran mungkin merupakan salah satu cara yang efektif untuk menurunkan berat badan. Hal tersebut termasuk memperlambat saat makan, makan tanpa gangguan, dan menikmati setiap gigitan sembari mendengarkan sinyal alami yang mengabarkan organ otak bahwa tubuh sudah cukup.

    Berbagai penelitian melaporkan bahwa makan lebih lambat dan penuh perhatian dapat membantu tubuh merasa lebih kenyang dan mendorong proses penurunan berat badan jangka panjang.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Cara Youtuber Mukbang Nikocado Avocado Sukses Turun BB 113 Kg

    Jakarta

    Penampilan baru bintang ‘mukbang’ di YouTube Nikocado Avocado kini membuat publik takjub. Pasalnya, pria bernama asli Nicholas Perry diam-diam menjalani diet hingga berat badannya turun 113 kg.

    Dalam video berjudul “Two Steps Ahead”, dia menyebut telah melakukan eksperimen sosial dengan diam-diam menurunkan berat badannya. Dalam banyak video yang diunggah sebelumnya, terlihat Perry memiliki masalah obesitas yang sempat membuat penggemarnya khawatir.

    Di video terakhirnya, pria kelahiran Ukraina Amerika itu mengklaim berat badannya mencapai 162 kg.


    “Saya selalu-dua langkah lebih maju. Ini adalah eksperimen sosial terhebat sepanjang hidup saya,” tutur Perry yang dikutip dari TODAY.

    Proses Penurunan Berat Badan

    Proses penurunan berat badan Perry tidaklah mudah. Meski begitu, tidak dijelaskan pasti bagaimana cara yang dilakukannya sampai berhasil menurunkan berat badan hingga 113 kg.

    Namun, pada video yang diunggahnya awal tahun 2024, pria berusia 32 tahun sempat menyinggung bahwa perjalanan penurunan berat badannya tidak berjalan baik.

    “Oh, yah, beberapa orang memang gemuk. Lupakan saja. Anda pikir kita di Bumi ini hanya untuk berpuasa, menghitung kalori, dan membatasi karbohidrat? Saya sudah melupakannya, itu tidak berhasil,” tuturnya dalam video yang diunggah sekitar Juni 2024.

    “Saya telah menerima kenyataan bahwa saya gemuk. Dan saya pikir kebanyakan orang seharusnya melakukannya,” sambung Perry.

    Menurut Perry, tujuannya menyembunyikan penurunan berat badannya adalah untuk menyoroti bahwa apa yang dilihat di internet, belum tentu kenyataan.

    Perry menyebut kebiasaan makannya yang berlebihan ini adalah salah satu efek dari kondisi mental yang dialaminya, seperti Attention Deficit Disorder (ADD) dan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD).

    Dikutip dari Times of India, ia mulai mengatasi masalah mental tersebut pada tahun 2023. Saat itu, ia menjelaskan bagaimana makan karena emosi sering menguasai gaya hidupnya.

    Diduga Memakai Ozempic

    Perubahan Perry yang drastis pun menuai beragam komentar dari publik. Beberapa orang mengapresiasi usahanya dalam menurunkan berat badan.

    Namun, banyak juga yang bertanya-tanya tentang bagaimana Perry bisa menurunkan berat badan sebanyak itu. Orang-orang menduga Perry menggunakan Ozempic untuk membantunya menurunkan berat badan.

    Ozempic, yang awalnya dikembangkan untuk mengobati diabetes tipe 2, belakangan menjadi perbincangan hangat karena digunakan sebagai obat penurun berat badan. Obat ini bekerja dengan menekan nafsu makan, sehingga membantu orang untuk makan lebih sedikit dan akhirnya menurunkan berat badan.

    Keberlanjutan Konten Mukbang Nikocado Avocado

    Dalam unggahan video terbarunya di YouTube, Perry mengungkapkan akan kembali beraktivitas seperti sebelumnya. Ia akan memperbarui konten-konten mukbangnya menjadi lebih sehat pasca penurunan berat badan ini.

    “Daripada makan lima burger keju, saya mungkin akan membuat rebusan makanan laut. Daripada makan setumpuk bacon dan ayam goreng keju. Saya akan makan steak dan brokoli yang enak,” tutur Perry yang dikutip dari People.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • 7 Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Diet, Bikin Berat Badan Susah Turun

    Jakarta

    Menurunkan berat badan bisa menjadi perkara yang susah-susah gampang. Terkadang, meski sudah melakukan diet yang ketat, berat badan masih saja stuck dan tidak berkurang.

    Biasanya, hal ini disebabkan oleh kesalahan yang dilakukan saat diet. Misalnya, jarang berolahraga, kurang istirahat, dan lain sebagainya.

    Lantas, apa saja kesalahan yang perlu dihindari saat diet agar sukses menurunkan berat badan? Dikutip dari Healthline, berikut daftarnya.


    1. Tidak Memerhatikan Asupan Kalori

    Kalori memainkan peran yang sangat penting dalam proses penurunan berat badan. Mereka yang sedang diet dianjurkan untuk perlahan mengurangi asupan kalori harian (defisit kalori) agar berat badan bisa turun secara efektif.

    Di sisi lain, mengonsumsi terlalu sedikit kalori juga dapat berdampak buruk pada penurunan berat badan. Studi menunjukkan diet yang terlalu rendah kalori dapat mengurangi massa otot dan memperlambat proses metabolisme.

    2. Tidak Angkat Beban

    Angkat beban, serta latihan kekuatan lainnya, bukan hanya sekadar olahraga untuk membentuk otot saja.

    Beragam studi menunjukkan angkat beban merupakan salah satu metode palinh efektif untuk menurunkan berat badan. Pasalnya, angkat beban dapat meningkatkan metabolisme massa otot tubuh, dua hal yang dapat mendukung penurunan berat badan.

    Studi lain juga menunjukkan strategi paling efektif bagi pengidap obesitas untuk menurunkan berat badan adalah dengan menggabungkan latihan aerobik dan angkat beban.

    3. Tidak Mengonsumsi Makanan Berprotein

    Protein merupakan salah satu nutrisi makro yang sangat dibutuhkan tubuh. Protein juga telah terbukti dapat membantu proses penurunan berat badan dengan:

    • Mengurangi nafsu makan
    • Meningkatkan rasa kenyang
    • Menjaga dan meningkatkan laju metabolisme
    • Mempertahankan massa otot saat menurunkan berat badan

    Protein tidak hanya diperoleh dari daging dan susu, tapi jugs dari tumbuhan seperti kacang-kacangan dan biji-bijian. Asupan yang seimbang antara protein hewani dan nabati dapat memberikan manfaat yang lebih besar dalam menurunkan berat badan dan memelihara kesehatan.

    4. Makan Terlalu Sering, Bahkan Saat Tidak Lapar

    Orang yang sedang diet kerap dianjurkan untuk makan sesering mungkin guna mencegah lapar dan penurunan metabolisme.

    Kendati demikian, makan terlalu sering membuat seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori dari yang sebenarnya dibutuhkan tubuh. Sebuah penelitian menemukan makan dua hingga tiga kali sehari dapat membantu mengurangi peradangan dan risiko kelebihan berat badan.

    5. Tidak Mengonsumsi Makanan Berserat

    Selain protein, serat juga menjadi salah satu nutrisi yang krusial bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Sejumlah studi menunjukkan serat dapat membantu penurunan berat badan dengan melancarkan fungsi pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, dan menekan nafsu makan.

    Terutama serat larut atau yang disebut juga dengan soluble fiber. Selain bertahan lebih lama di sistem pencernaan, serat ini dapat mendukung bakteria baik di usus dan membantu mengurangi asupan kalori harian.

    6. Mengonsumsi Minuman Manis

    Mungkin beberapa detikers berpikir, sesekali mengonsumsi minuman manis tidak memberikan dampak yang berarti terhadap diet. Namun kenyataannya tidak demikian.

    Minuman manis, seperti minuman bersoda, minuman ringan, dan jus tertentu cenderung mengandung gula tinggi yang sangat buruk untuk kesehatan dan penurunan berat badan.

    Sebuah studi juga menunjukkan kalori dalam bentuk cair tidak memberikan rasa kenyang seperti makanan padat. Hal ini berpotensi mendorong seseorang untuk mengonsumsi lebih banyak makanan, sehingga berat badannya semakin meningkat.

    7. Tidak Mengonsumsi Makanan Utuh

    Bagi sebagian orang, membatasi makanan olahan dan cepat saji menjadi tantangan yang sulit dilakukan saat menurunkan berat badan.

    Studi pada manusia dan hewan menunjukkan makanan olahan menjadi faktor utama di balik maraknya kasus obesitas dan isu kesehatan lainnya. Selain itu, sangat mudah untuk makan berlebihan saat mengonsumsi makananan olahan.

    Di sisi lain, makanan utuh (whole foods) cenderung lebih memberikan rasa kenyang saat dikonsumsi. Alhasil, mereka yang sedanh diet terhindar dari risiko overeating yang dapat mengacaukan program penurunan berat badan.

    Sebisa mungkin, pilihlah makanan utuh yang tidak melalui banyak proses pengolahan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Sederet Kebiasaan yang Bikin Diet Gagal, Salah Satunya Jarang Jalan Kaki

    Jakarta

    Diet memang bukan hal yang mudah untuk dijalani. Terkadang, diet yang sudah dimulai dengan susah payah bisa berujung gagal.

    Ada banyak cara atau metode diet yang populer di masyarakat. Namun, jika tidak konsisten, hasilnya akan sulit untuk didapatkan. Salah satu penyebabnya adalah beberapa kebiasaan yang bikin diet gagal.

    Berikut beberapa kegiatan yang tidak berhubungan dengan berat badan tetapi bisa membuat diet gagal:


    1. Jarang terpapar sinar matahari

    Penelitian menunjukkan terpapar sinar matahari langsung saat pagi dapat menurunkan risiko kenaikan berat badan, terlepas dari makanan yang dikonsumsi.

    Para peneliti berteori bahwa sinar matahari pagi membantu menyinkronkan metabolisme, sehingga tubuh dapat membakar lemak lebih efisien.

    2. Langsung minum kopi saat bangun tidur

    Beberapa orang menjadikan kopi sebagai minuman pertama saat pagi. Padahal, yang dibutuhkan tubuh di pagi hari untuk membantu menurunkan berat badan adalah air putih.

    Setelah itu, baru dianjurkan minum kopi. Dengan begitu, seseorang bisa merasa lebih kenyang dan tidak akan mengkonsumsi kalori yang berlebih saat sarapan.

    3. Skip makan protein

    Jika sedang berusaha menurunkan berat badan, mengkonsumsi protein di setiap waktu makan adalah suatu keharusan. Nutrisi sangat mengenyangkan, sehingga dapat menghindari ngemil di sela waktu makan.

    Selain itu, protein juga terbukti dapat meningkatkan massa otot yang meningkatkan metabolisme dan meningkatkan pembakaran kalori setelah makan hingga 35 persen.

    4. Menghindari konsumsi susu

    Kalsium pada susu berperan penting dalam mengatur cara tubuh memetabolisme makanan. Selain itu, diet yang kaya kalsium juga dapat membantu membakar lemak lebih banyak.

    5. Jarang jalan kaki

    Rata-rata manusia menghabiskan waktu 67 jam dalam seminggu untuk duduk. Sementara itu, manusia hanya menghabiskan tujuh jam dari setiap 24 jam untuk bergerak.

    Ditambah dengan pekerjaan yang sangat tidak banyak bergerak, membakar 100 kalori lebih sedikit per hari dibandingkan 50 tahun yang lalu. Untuk membantu menurunkan berat badan, cobalah rutin untuk berjalan kaki.

    Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal American Society of Nephrology, berjalan kaki selama dua menit setiap jam dapat mengimbangi efek dari terlalu banyak duduk.

    6. Tidak tidur cukup awal

    Menurut sebuah studi, tidur selama delapan setengah jam setiap malam dapat mengurangi keinginan untuk makan junk food hingga 62 persen. Bahkan cara ini dapat mengurangi nafsu makan secara keseluruhan hingga 14 persen.

    Peneliti Mayo Clinic mencatat temuan serupa. Dalam studi tersebut, orang dewasa yang tidur 1 jam 20 menit lebih awal dapat mengontrol konsumsi kalori per harinya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Transformasi Wanita Turun 72 Kg Berkat Diet GLP-1, Seperti Beda Orang


    Jakarta

    Viral di TikTok seorang wanita membagikan transformasinya sukses turun berat badan dengan diet GLP-1. Metode ini menggunakan obat diabetes untuk menekan nafsu makan.

    “Bisakah kau percaya Ozempic melakukan ini?” tulisnya di salah satu video unggahannya di akun @amyinhalf yang sudah dilihat lebih dari 8 juta pengguna.

    Amy Kane (35) pernah berbobot 136 kg sebelum akhirnya memutuskan untuk mengubah pola hidupnya. Kenaikan berat badannya juga dipicu karena kondisi PCOS atau polycystic ovary syndrome.


    Kondisi itu membuatnya sering merasa lapar yang membuat dia makan berlebihan. Selain itu Amy juga berjuang melawan depresi pasca persalinan yang memicu dia makan banyak untuk meredakan emosinya.

    “Penurunan berat badan selalu menjadi tantangan yang sangat besar bagi saya,” katanya kepada Newsweek.

    “Hal ini menyebabkan pola makan yang tidak teratur selama bertahun-tahun dan hubungan yang tidak sehat dengan makanan,” tuturnya.

    Saat ini, ia makan secukupnya, dengan fokus pada protein dan hidrasi. Ia tidak membatasi diri atau menghilangkan kelompok makanan, tetapi makan dengan penuh kesadaran.

    Ke depannya, ia berencana untuk melakukan operasi pengecilan perut, atau abdominoplasti, prosedur bedah kosmetik yang menghilangkan kelebihan lemak dan kulit dari perut sekaligus mengencangkan otot perut.

    Menurut University of Chicago Medicine, obat-obatan seperti Ozempic, Wegovy, Zepbound, dan Mounjaro telah ada selama bertahun-tahun, tetapi baru-baru ini menjadi berita utama karena popularitasnya yang meningkat sebagai agen penurun berat badan.

    Obat-obatan ini termasuk dalam kelas yang dikenal sebagai agonis reseptor peptida-1 mirip glukagon (GLP-1RA), yang meniru hormon (GLP-1) dalam tubuh yang membantu mengendalikan kadar insulin dan glukosa darah sekaligus meningkatkan rasa kenyang.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Ahli Gizi Soal Tantangan Diet 30 Hari Tanpa Gula, Aman Nggak?

    Jakarta

    Tantangan diet 30 hari tanpa gula sempat menjadi tren kesehatan. Pola diet ini sebetulnya tidak masalah namun ada beberapa hal yang patut diperhatikan.

    Menurut ahli gizi klinik, dr Davie Muhamad, SpGK, tantangan diet 30 hari tanpa gula bisa dikatakan aman. Namun sebaiknya dilakukan pengecekan kondisi gula darah masing-masing untuk mengetahui kebutuhan tubuh terhadap gula.

    Namun secara umum, membatasi konsumsi gula memang menjadi cara hidup agar lebih sehat. Mengonsumsi banyak gula,terlebih dengan pemanis buatan, bisa berdampak buruk pada tubuh.


    “Kalau tujuannya untuk sehat, asupan gulanya harus dibatasi per hari. Tapi, kalau tujuannya untuk diet, itu sebenarnya masih bisa juga, karena sebenarnya gula itu isinya glukosa. Glukosa itu adalah bentuk sederhana dari karbohidrat,” kata dr Davie seperti dikutip detikHealth.

    Menurutnya, tanpa mengonsumsi minuman gula pun sebetulnya tubuh sudah mendapat asupan glukosa dari makanan berkarbohidrat seperti nasi, ubi, dan kentang. Hal yang perlu dikhawatirkan adalah glukosa yang terkandung dari gula pasir, sirup dan minuman kemasan mengandung fruktosa, karena bisa berubah menjadi lemak.

    “Itu yang menyebabkan peningkatan berat badan atau peningkatan massa lemak,” ujarnya.

    Pesan Ahli Gizi untuk Pelaku Diet Gula

    Dokter Davie menambahkan, pelaku diet gula tetap diminta untuk memperhatikan pola makannya. Hal ini mencakup wajib sarapan, hingga mengatur komposisi makanan agar tetap mendapatkan gizi seimbang.

    “Saya lebih menekankan ke sarapan itu wajib. Jadi kalau kita misalnya tipikal orang yang suka makan gula yang manis-manis, tiba-tiba mau diet tanpa gula, perbaiki dulu makanan utamanya atau makan besarnya,” ujar dr Davie.

    “Makan pagi, siang, malamnya diperbaiki dulu dari komposisinya, jumlahnya, dari jenisnya. Kalau sudah diperbaiki, nggak ada itu rasa ingin makan gula-gula, nafsu makannya bisa terkontrol. Jadi diet gizi seimbang itu bisa menjadi tips untuk membantu diet tanpa gula tadi,” katanya.

    Efek Diet 30 Hari Tanpa Gula

    Inti dari tantangan 30 hari tanpa gula adalah menjaga konsistensi terhadap komitmen berdiet. Dengan membiasakan diri selama sebulan, diharapkan tubuh akan terbiasa nyaman tanpa memerlukan gula tambahan.

    Berikut ini 6 efek dari diet 30 hari tanpa gula yang dilansir dari Healthline:

    Diet tanpa gula akan memberikan dampak penurunan pada tingkat gula darah dan insulin. Hal ini dapat mencegah risiko diabetes tipe-2 yang bisa menyebabkan sejumlah penyakit, seperti demensia, penyakit ginjal kronis, sindrom ovarium polikistik, penyakit hati dan jantung.

    2. Berat Badan Turun

    Makanan dan minuman dengan tambahan gula cenderung mengandung kalori yang tinggi dan nutrisi yang rendah, tanpa memberikan serat yang baik. Hal ini akan dengan mudah meningkatkan berat badan dan obesitas. Sebaliknya, mengurangi konsumsi gula bisa membantu menurunkan berat badan.

    3. Jantung Lebih Sehat

    Diet 30 hari tanpa gula dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian akibat penyakit jantung. Ini termasuk tekanan darah tinggi, peningkatan trigliserida, dan kolesterol tinggi.

    4. Kesehatan Hati

    Diet gula, terutama diet fruktosa, dapat mengurangi risiko penumpukan lemak di hati atau NAFLD (Nonalcoholic Fatty Liver Disease). Hasil studi pada 2021 menunjukkan 29 remaja laki-laki dengan NAFLD mengalami penurunan 10,5 persen lemak di hati. Hal ini tentu akan meningkatkan kesehatan hati.

    5. Kesehatan Mulut

    Tingginya asupan gula tambahan dari minuman manis sangat mempengaruhi kesehatan mulut. Hal ini bisa meningkatkan risiko gigi berlubang dan kerusakan gigi karena bakteri di dalam mulut memecah gula dan menghasilkan asam yang dapat merusak gigi.

    6. Manfaat Potensial Lain

    Selain itu, terdapat beberapa potensi manfaat lain dari diet gula, antara lain mengurangi kecemasan dan gejala depresi, menyehatkan kulit, serta mencegah penuaan kulit secara dini.

    Jadi, detikers boleh-boleh saja ikut tantangan diet 30 hari tanpa gula, karena banyak manfaatnya buat kesehatan. Tapi sebaiknya cek dulu kondisi gula darah kamu dan jangan segan berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai diet.

    (bai/row)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Cocok untuk Pejuang Diet, Ini 5 Kebiasaan Pagi yang Bikin Badan Cepat Kurus

    Jakarta

    Menjaga pola makan dan rutin berolahraga merupakan dua kunci utama untuk menurunkan berat badan. Namun, ada sejumlah cara lain yang dapat dilakukan untuk mendukung penurunan berat badan yang lebih optimal.

    Salah satunya dengan menerapkan kebiasaan pagi yang baik. Sebagian orang percaya pagi hari merupakan waktu terbaik untuk melakukan hal-hal yang mendukung penurunan berat badan, seperti berolahraga dan lain sebagainya.

    Lantas, apa saja kebiasaan pagi yang dapat membantu menurunkan berat badan? Dikutip dari WebMD, berikut ulasannya.


    1. Minum Air Putih

    Satu atau dua gelas air putih sebelum sarapan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap penurunan berat badan. Meski tidak mengandung kalori, air dapat memberikan sedikit rasa kenyang, sehingga membantu mengendalikan nafsu makan di pagi hari.

    Air juga merangsang metabolisme untuk membantu membakar kalori.

    2. Berolahraga Sebelum Sarapan

    Melakukan olahraga ringan saat perut kosong dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan berolahraga setelah sarapan. Sebab, sesi olahraga sebelum sarapan dapat membantu tubuh membakar lebih banyak lemak sebagai sumber energi.

    3. Makan Sarapan Tinggi Protein

    Protein dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Ini karena tubuh membutuhkan waktu lebih lama memecah protein dibandingkan nutrisi lainnya.

    Pilihlah sarapan yang kaya protein, seperti telur, roti gandum, yogurt Greek, selai kacang, dan buah beri.

    4. Berjemur di Bawah Sinar Matahari

    Sedikit sinar matahari di pagi hari dapat membantu tubuh membakar lebih banyak lemak. Penelitian menunjukkan seseorang yang berjemur di pagi hari cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah, atau tubuh yang lebih ramping, dibandingkan mereka yang berjemur di waktu lain.

    5. Latih Mindfulness

    Mindfulness atau kesadaran penuh dapat membantu seseorang mengadopsi gaya hidup sehat yang mendukung penurunan berat badan.

    Misalnya, mereka yang mempraktikkan mindfulness akan fokus makan tanpa gangguan gadget atau televisi. Beberapa penelitian menunjukkan orang yang makan sambil menonton televisi atau bermain gadget cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan karena mereka tidak memerhatikan jumlah makanan yang sudah dikonsumsi.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Terbukti Lewat Studi, Ini 5 Cara Efektif untuk Menurunkan Berat Badan

    Jakarta

    Siapa sih yang tidak ingin punya bobot tubuh ideal dan sehat? Selain meningkatkan penampilan dan rasa percaya diri, berat badan ideal juga dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih rendah, termasuk diabetes, jantung, dan kanker.

    Karenanya, tak jarang sebagian orang nekat mengambil langkah ekstrim untuk menurunkan berat badan, seperti melakukan diet ketat atau mengonsumsi obat-obatan yang belum teruji efektivitasnya.

    Padahal, ada banyak cara menurunkan berat badan yang sederhana dan efektif, selama dilakukan dengan penuh disiplin dan konsisten.


    Dikutip dari Medical News Today, berikut beberapa cara menurunkan berat badan yang terbukti secara ilmiah.

    1. Intermittent Fasting

    Intermittent fasting atau IF telah menjadi salah satu metode diet yang paling populer, dan tentu bukan tanpa alasan.

    IF melibatkan puasa jangka pendek secara teratur dan mengonsumsi makanan dalam periode waktu yang lebih pendek sepanjang hari. Beberapa penelitian telah menunjukkan IF hingga 26 minggu sama efektifnya dengan mengikuti diet rendah kalori setiap hari.

    Beberapa metode IF yang paling umum di antaranya:

    • Puasa selang-seling: Puasa dua hari sekali dan mengonsumsi makanan biasa pada hari tidak puasa.
    • Metode 16/8: Puasa selama 16 jam dan hanya makan selama rentang waktu 8 jam.
    • Metode 5:2: Makan secara normal selama lima hari dan puasa ketat pada dua hari. Pada hari puasa, asupan kalori 500-600.

    2. Buat Jurnal Makanan

    Saat sedang diet, penting untuk mencatat apa saja makanan dan minuman yang dikonsumsi sepanjang hari. Salah satu cara paling efektif untuk melacaknya adalah dengan membuat jurnal makanan.

    Penelitian menunjukkan pelacakan pola makan dan olahraga dapat membantu menurunkan berat badan karena mendorong perubahan perilaku serta meningkatkan motivasi.

    3. Makan dengan Penuh Kesadaran

    Mindful eating adalah pola makan yang melibatkan kesadaran penuh saat makan. Artinya, ketika seseorang makan, dia memerhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsinya.

    Selain memungkinkan orang-orang untuk menikmati makanan mereka, pola makan ini juga dapat membantu mendorong penurunan berat badan.

    Karena kebanyakan orang menjalani kehidupan yang sibuk, mereka cenderung makan dengan cepat saat sedang terburu-buru, sambil bekerja, atau menonton televisi. Akibatnya, banyak orang yang tidak menyadari jumlah makanan yang telah dikonsumsi. Hal ini mendorong perilaku overeating, yang kemudian memicu kenaikan berat badan.

    Jika seseorang makan dengan penuh kesadaran, maka otaknya memiliki waktu untuk mengirimkan sinyal yang menandakan kenyang, sehingga membantu mencegah makan berlebihan.

    4. Perbanyak Asupan Protein dan Serat

    Protein dan serat merupakan dua nutrisi yang memainkan peran penting dalam penurunan berat badan.

    Protein dapat membantu menurunkan kadar ghrelin (hormon lapar), dan meningkatkan hormon kenyang. Inilah yang membuat protein dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan, yang kemudian membantu penurunan berat badan.

    Di sisi lain, serat adalah jenis karbohidrat yang sulit dicerna dan dapat bertahan lama dalam tubuh. Mengonsumsi lebih banyak serat dapat meningkatkan rasa kenyang, sehingga berpotensi menyebabkan penurunan berat badan.

    5. Jaga Kualitas Tidur

    Tidur dan berat badan memiliki kaitan yang sangat erat.

    Penelitian menunjukkan kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat memperlambat proses metabolisme tubuh. Ketika metabolisme menurun, tubuh akan menyimpan energi yang tidak terpakai dalam bentuk lemak.

    Selain itu, kurang tidur juga dapat meningkatkan resistensi insulin dan kortisol dalam tubuh, yang kemudian meningkatkan penyimpanan lemak.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Wanita di Belitung Pangkas BB 16 Kg dalam 3 Bulan, Begini Diet yang Dijalani


    Jakarta

    Melakukan diet yang benar dan konsisten, serta memilih program yang cocok untuk tubuh tentu akan sangat efektif dalam menurunkan berat badan. Bahkan, mungkin tanpa disadari, berat badan sudah turun cukup banyak dalam waktu yang terbilang singkat.

    Hal ini yang dirasakan oleh Putri Perona (22) perempuan dari Provinsi Bangka Belitung. Dirinya tidak menyangka bahwa baju-baju yang sebelumnya terlihat ‘jelek’ saat dia kenakan, hingga membuatnya badmood, kini terlihat pas dan memunculkan rasa percaya diri.

    Hanya dalam kurun waktu tiga bulan, tepatnya pada 8 Desember 2024 hingga 6 Maret 2025, Putri telah memangkas berat badan sebanyak 16 kg.


    “Sebenarnya niat diet itu udah dari lama banget ada, tapi selalu disangkal sama rasa pesimis, ngerasa kalau nggak bakalan pernah bisa konsisten, soalnya aku ngerasa belum ada alasan dan motivasi yang kuat,” kata Putri saat dihubungi detikcom, Jumat (7/3/2025).

    Sama seperti kebanyakan orang, Putri juga sempat gagal dalam proses awal-awal dirinya melakukan diet. Banyak faktor menurutnya, salah satunya adalah tidak tahan untuk makan di waktu-waktu yang seharusnya tidak diperbolehkan.

    Putri sadar bahwa kondisi obesitas tersebut berdampak buruk pada kesehatannya, terutama pada wajah yang mulai muncul jerawat dan bruntusan. Beruntung, saat dirinya bermain media sosial, dia menemukan program diet Intermittent Fasting (IF).

    “Di awal diet cobaannya tuh bukan soal nahan lapar, tapi tentang respons orang-orang pas aku bilang aku diet dan bilang kalau jam makan aku nggak kayak dulu,” katanya.

    “Ada juga yang ngasih komentar, ‘Alah dikira diet gampang apa, kamu dapatin badan kaya kita aja belum tentu bisa (posisinya dia juga gendut, tapi lebih gendut aku) apalagi jadi kurus kaya orang-orang,” sambungnya.

    Putri awalnya memilih diet IF dengan metode 16/8, atau membagi waktu menjadi 16 jam puasa dan 8 jam jendela makan. Namun, karena berat badannya dirasa tak turun dengan signifikan, dirinya mengubahnya menjadi 20/4 atau 20 jam puasa dan 4 jam jendela makan.

    “Diet IF sebenernya bisa makan apa aja, tapi aku menghindari makanan berminyak, contohnya aku masak tempe tapi dipanggang, telur direbus, kalaupun ada masakan yang harus pake minyak, minyaknya dikit banget,” kata Putri.

    “Sama aku ngurangin banget minum manis, dulu minum es teh itu tiap hari bisa bergelas-gelas, sekarang cukup air putih aja, kalau lagi kepengen minuman berasa ya aku minum minuman dalam kemasan,” lanjut dia.

    Tidak hanya menjaga pola makan, Putri juga aktif bergerak untuk membantu dirinya mengurangi lemak. Dirinya memilih olahraga kardio, angkat beban, dan rutin berjalan kaki. Pasalnya, olahraga ini menurutnya efektif dalam membantu menurunkan berat badan.

    Menurut Putri, program diet IF ini memang banyak digemari oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan dalam waktu yang terbilang singkat. Namun, memang tidak sedikit para pejuang diet yang melakukan kesalahan, sehingga programnya tidak berjalan dengan maksimal.

    “Biasanya kegoda sama nafsu makan, terus susah menyesuaikan sama kegiatan lainnya. Kalian boleh makan apapun, tapi ingat porsinya dan jangan terlalu sering. Kalau sudah masuk jam puasa IF, jangan makan apapun bahkan satu biji kacang,” katanya.

    “Soalnya di jam puasa itulah lemak kita terbakar. Banyakin minum juga dan pandai-pandai memilih jam jendela makannya biar gak lemas,” tutupnya.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Makan Buah Sebelum Vs Setelah Makan, Mana Lebih Sehat? Ini Faktanya

    Jakarta

    Dikenal sebagai sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan, dari mulai meningkatkan sistem imun, membantu pencernaan, sampai menurunkan risiko anemia, obesitas, hingga penyakit kronis seperti diabetes dan jantung, buah memiliki banyak khasiat.

    Namun, satu pertanyaan klasik masih sering bikin bingung: lebih sehat makan buah sebelum makan, atau setelah makan?

    Sebagian orang percaya buah sebaiknya dimakan di perut kosong agar nutrisinya terserap maksimal. Ada pula yang terbiasa menjadikan buah sebagai pencuci mulut terbaik setelah makan berat. Mana yang benar?


    Buah Sebelum Makan: Bantu Kenyang Lebih Cepat

    Konsep makan buah sebelum makan sering dikaitkan dengan efek kenyang lebih cepat. Hal ini pernah dibuktikan dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Appetite.

    Dalam studi tersebut menunjukkan makan buah utuh sebelum makan bisa menurunkan total asupan kalori hingga sekitar 15 persen.

    Mengapa bisa begitu? Kuncinya ada pada serat yang ada di dalam buah. Ketika memakan buah sebelum makan, maka lambung sudah terisi oleh buah. Sehingga makanan utama yang akan dikonsumsi jadi lebih sedikit.

    Selain itu, Studi lain di tahun 2019, menemukan bahwa konsumsi buah sebelum makan dapat meningkatkan hormon yang berhubungan dengan rasa kenyang. Akibatnya, tubuh lebih cepat merasa cukup dan asupan kalori total berkurang.

    Artinya, kalau tujuannya adalah menjaga berat badan atau mengontrol nafsu makan berlebih, makan buah sebelum makan bisa menjadi strategi sederhana yang efektif

    @detikhealth_official detikers tim kopi atau tim teh, nih? ☕🍵 Pasti punya alasan unik masing-masing kenapa pilih kopi atau teh… Ada yang bilang biar semangat, ada juga yang bilang biar happy. Tapi, ternyata, nggak semua alasan itu bener lho. Penasaran mana yang tepat? Cek videonya sampe abis yaa! 😉✨ Creator: Aldrian #detikHealth #Kopi #Teh #KopiVsTeh ♬ suara asli – detikHealth

    Buah Setelah Makan: Aman dan Sehat

    Di sisi lain, banyak orang terbiasa makan buah setelah makanan utama sebagai pencuci mulut. Kebiasaan ini ternyata tidak salah. Buah tetap memberi tambahan vitamin, mineral, dan antioksidan yang mendukung kesehatan.

    Khususnya, buah kaya vitamin C seperti jeruk, jambu biji, atau kiwi, punya peran penting bila dikonsumsi setelah makanan utama yang mengandung zat besi (misalnya dari daging, ikan, sayur atau kacang-kacangan). Vitamin C dapat membantu mengubah bentuk zat besi agar lebih mudah diserap tubuh. Sehingga dapat bermanfaat agar terhindar dari anemia.

    Ada juga mitos yang menyebut buah sebaiknya tidak dimakan setelah makan karena bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di perut dan mengganggu pencernaan. Faktanya, hal ini tidak benar dan tidak memiliki dasar ilmiah. Penelitian menunjukkan, masalah kembung atau begah setelah makan buah biasanya lebih terkait dengan porsi makanan yang berlebihan, bukan karena makan buah setelah makan.

    Beberapa jenis buah bahkan mengandung enzim yang membantu pencernaan menjadi lebih lancar yaitu:

    • papaya
    • alpukat
    • pisang
    • mangga
    • dan nanas.

    Kesimpulan: Mana yang Lebih Baik?

    Jadi, lebih baik makan buah sebelum atau sesudah makan? Sampai saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan lebih baik makan buah sebelum atau sesudah makan utama. Semuanya kembali pada tujuan dan kondisi tubuh saat konsumsi buah. Keduanya tetap sehat, hanya efeknya sedikit berbeda.

    Kalau ingin menekan nafsu makan berlebih, mengontrol gula darah, dan menjaga berat badan, makan buah sebelum makan bisa jadi pilihan dan solusi yang efektif.
    Kalau ingin melengkapi nutrisi dan mendapatkan manfaat vitamin C untuk penyerapan zat besi, makan buah setelah makan pun tak ada masalah.

    Tidak perlu bingung, boleh makan buah kapan saja, baik sebelum atau sesudah makan. Karena kuncinya bukan soal kapan, melainkan apakah kita cukup dan konsisten makan buah setiap hari.

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merekomendasikan minimal 200-300 gram buah per hari, atau setara dengan 2-3 porsi. Asupan buah rutin inilah yang terbukti menurunkan risiko penyakit kronis seperti jantung, diabetes, obesitas, anemia dan kanker. Dengan begitu, manfaat buah bisa dirasakan maksimal untuk kesehatan jangka panjang.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied