Tag: nafsu

  • Lewatkan Sarapan Bisa Turunkan BB? Cek Faktanya!

    Jakarta

    Sarapan adalah makanan pagi yang membatalkan puasa semalaman. Ada orang-orang yang melewatkan sarapan dengan tujuan tertentu, salah satunya menurunkan berat badan.

    Kendati demikian, menurut ahli diet Claire Rifkin, MS, RDN, melewatkan sarapan bisa menghilangkan kesempatan untuk menutrisi tubuh dan pikiran secara efektif. Hal ini juga bisa membuat keinginan makan yang lebih kuat nantinya.

    Melewatkan Sarapan Bisa Turunkan BB?

    Melewatkan sarapan mungkin terkesan menjadi cara sederhana untuk mengurangi kalori. Tapi, hal ini justru dapat membuat tubuh lapar sepanjang hari. Nantinya ada rasa ingin ngemil dan makan dalam porsi besar, sehingga membuat jumlah kalori melonjak.


    Dikutip dari laman Eating Well, dalam sebuah penelitian, melewatkan sarapan justru dikaitkan dengan penambahan berat badan dan resistensi insulin. Selain itu, hal ini juga bisa berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan. Bahkan, orang yang sering melewatkan sarapan berisiko mengalami obesitas, hipertensi, hingga diabetes.

    Melewatkan makan saat lapar bisa menghambat hormon lapar dan kenyang, yang sebenarnya ada karena suatu alasan. Hormon leptin dan ghrelin membantu mengatur nafsu makan degan sehat, sehingga sangat penting untuk menjaga hormon ini pada tingkat yang optimal.

    Dikutip dari laman Cleveland Clinic, leptin dan ghrelin terlibat dalam pengendalian nafsu makan dan rasa kenyang. Ghrelin diproduksi di lambung dan memberi sinyal ke otak saat lapar, sementara leptin memberi tahu otak kapan tubuh memiliki cukup energi yang tersimpan dan merasa kenyang.

    Ketika tubuh tidak mendapat sinyal yang tepat dari hormon-hormon ini, bisa jadi orang yang mengalaminya akan melewatkan waktu makan saat tubuh membutuhkannya, atau makan makanan rendah nutrisi berlebihan karena kelaparan.

    Jadi, menyadari dan menghargai sinyal lapar dan kenyang dari tubuh merupakan cara untuk menerapkan ‘mindful eating’, sekaligus mencegah kebiasaan melewatkan waktu makan.

    “Ketika klien saya memprioritaskan sarapan, hal itu membantu mengurangi asupan kalori mereka di kemudian hari ketika kebiasaan sehat mudah terlupakan,” kata ahli diet Melissa Mitri, MS, RD.

    “Penelitian menunjukkan mereka yang sarapan secara teratur cenderung memiliki berat badan lebih rendah,” tambahnya.

    Dampak Melewatkan Sarapan

    Tak hanya berpotensi menaikkan berat badan, melewatkan sarapan bisa menimbulkan banyak efek jangka pendek atau jangka panjang. Berikut di antaranya:

    • Merasa lebih moody atau cemas
    • Membahayakan kesehatan jantung
    • Tubuh kekurangan energi
    • Metabolisme tubuh menurun.

    Ditinjau oleh:Mhd. Alrdian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Ahli Gizi Spill Minuman yang Bisa Hempaskan Lemak di Perut

    Jakarta

    Lemak tubuh memiliki berbagai fungsi penting dalam tubuh, mulai dari menyimpan vitamin tertentu hingga menjaga tubuh tetap hangat. Tetapi, ada satu jenis lemak tubuh yang kurang baik bagi kesehatan, yaitu lemak visceral atau lemak perut.

    Di dalam rongga perut, bentuk jaringan adiposa atau jaringan lemak ini mengelilingi organ-organ penting, seperti lambung, hati, dan usus. Untungnya, ada satu minuman yang membantu mengurangi lemak di perut, yakni kopi.

    Dikutip dari Eating Well, penelitian telah mengaitkan minum kopi dengan penurunan lemak di tubuh. Misalnya, sebuah studi tahun 2025 yang melibatkan lebih dari 45 ribu orang menemukan bahwa mereka yang minum kopi, rata-rata 1,7 cangkir per hari, memiliki lemak perut yang jauh lebih rendah dibandingkan yang tidak minum.


    Meskipun penting untuk memiliki sedikit lemak visceral melindungi organ-organ, terlalu banyak lemak itu dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

    “Jika seorang peminum kopi rutin, Anda dapat terus melakukannya (dalam jumlah sedang). Atau, jika Anda biasanya tidak menikmati kopi pagi, mungkin ini bisa menjadi alasan untuk mulai meminumnya,” tulis para peneliti.

    Mengapa Kopi dapat Membantu Mengurangi Lemak Visceral?

    Menurut ahli diet Megan Byrd, RD, ada beberapa faktor yang berperan. Berikut deretan manfaat kopi untuk mengurangi lemak di perut.

    1. Kafein dapat mendukung metabolisme

    Kandungan kafein dalam kopi yang terkenal sebagai penambah energi bisa menjadi salah satu kunci penurunan lemak visceral. Byrd mengatakan para ahli telah lama meyakini bahwa kemampuan kafein untuk meningkatkan metabolisme yang membuat kopi dapat mendorong penurunan berat badan.

    Namun, ia menunjukkan bahwa studi terbaru tidak menemukan efek yang sama dari teh hijau, yang juga mengandung kafein.

    “Kopi biasanya mengandung lebih banyak kafein dibandingkan teh hijau, yang dapat meningkatkan laju metabolisme istirahat lebih lanjut. Bahkan, beberapa studi telah menetapkan bahwa kopi dapat meningkatkan metabolisme antara 5-20 persen, setidaknya selama tiga jam setelah dikonsumsi,” jelas Byrd.

    2. Kopi mengandung antioksidan

    Kopi mengandung antioksidan yang tinggi. Setiap cangkir mengandung 200-550 mg antioksidan, yang membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel.

    Selain itu, memasukkan banyak antioksidan ke dalam pola makan merupakan cara lain untuk berpotensi mengurangi lemak di perut. Sebuah studi tahun 2024 menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak antioksidan dapat dikaitkan dengan berkurangnya jaringan adiposa viseral.

    Di dalam kopi, juga ditemukan kandungan asam klorogenat dan kafestol, yang merupakan antioksidan yang dapat membantu mengurangi lemak visceral. Selain itu, asam klorogenat dapat mengurangi berat badan dan lingkar pinggang.

    Sementara kafestol, telah dikaitkan dengan penurunan berat badan dan volume lemak visceral.

    “Diperkirakan senyawa-senyawa ini dapat mempengaruhi metabolisme dan pemecahan lemak, menawarkan mekanisme potensial di balik efek kopi terhadap lemak visceral,” tulis studi.

    3. Kopi mengurangi nafsu makan

    Manfaat potensial lain dari kafein untuk lemak visceral adalah mengurangi rasa lapar. Ahli gizi Beth Conlon, PhD, RDN, mengatakan kafein dalam kopi dapat merangsang sistem saraf dan berpotensi mengurangi nafsu makan.

    “Dengan demikian, kopi dapat berkontribusi pada penurunan asupan kalori, yang secara tidak langsung mengurangi lemak perut seiring waktu,” beber Conlon.

    Conlon juga mencatat bahwa pengurangan nafsu makan akibat kopi tidak berarti harus mengganti waktu makan dengan kopi saja.

    “Kopi itu sendiri bukanlah makanan. Penting untuk mengonsumsi nutrisi yang cukup dan makanan seimbang sepanjang hari demi nutrisi dan kesehatan yang baik,” tegasnya.

    Cara Minum Kopi untuk Hempaskan Lemak Perut

    Tidak semua minuman kopi merupakan cara ampuh untuk menghilangkan lemak di perut. Hal terpenting adalah apa yang dimasukkan atau dicampurkan ke dalam kopi.

    “Jika Anda menambahkan banyak lemak dan gula ke dalam kopi, manfaat kesehatannya mungkin tidak sesegar hanya dengan minum kopi hitam,” tutur Byrd.

    Namun, jika tidak terbiasa merasakan rasa sepat kopi hitam, ada banyak pilihan sehat lainnya. Bisa dengan menambahkan sedikit susu atau alternatif susu, seperti oat atau almond yang dapat memberikan rasa manis pada kopi tanpa terlalu banyak banyak gula tambahan.

    “Juga, memperhatikan waktu minum itu penting. Nikmati kopi Anda lebih awal agar tidak mengganggu tidur,” pungkas Conlon.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Penampakan Meghan Trainor Bikin Pangling! Ternyata Ini Rahasia Tubuh Langsingnya


    Jakarta

    Meghan Trainor adalah salah satu penyanyi papan atas yang dulunya dikenal dengan tubuh gemuk. Namun, kini semua itu semuanya itu sudah berubah.

    Dikutip dari News.com.au penyanyi lagu ‘All about That Bass’ berusia 33 tahun itu tampil memukau di sebuah acara belum lama ini. Tubuhnya begitu langsing dibalut dengan gaun putih tanpa tali rancangan Alin Le Kal.

    Penampilan barunya itu membuat banyak penggemar di media sosial terkejut.


    “Siapa ini? Serius? OMG,” ujar salah satu netizen di media sosial X.

    “Meghan jelas pergi ke pelatih kebugaran,” timpal netizen lain.

    LAS VEGAS, NV - MAY 22:  Recording artist Meghan Trainor attends the 2016 Billboard Music Awards at T-Mobile Arena on May 22, 2016 in Las Vegas, Nevada.  (Photo by David Becker/Getty Images)Potret Meghan Trainor dulu. Foto: David Becker/Getty Images

    Pada bulan Maret, Meghan mengungkapkan dirinya menjalani pembesaran dan pengencangan payudara setelah melahirkan anak dan menurunkan berat badan. Sebulan kemudian, Meghan mengumumkan dirinya menggunakan obat Mounjaro.

    Obat yang awalnya digunakan untuk diabetes ini, sekarang populer di Amerika Serikat karena memiliki efek samping penurunan berat badan. Meski begitu, ia mengatakan dirinya tetap menerapkan gaya hidup sehat untuk bisa mendapatkan berat badan ideal.

    Ia bahkan juga selalu berkonsultasi dengan dokter gizi untuk mendapatkan hasil terbaik dan aman.

    “Aku bekerja dengan ahli gizi, melakukan perubahan besar dalam gaya hidup, mulai berolahraga dengan pelatih pribadi, dan ya, aku juga memanfaatkan ilmu dan dukungan, terima kasih untuk Mounjaro, untuk membantuku setelah kehamilan kedua,” ceritanya.

    “Aku sangat bersyukur melakukannya karena kini aku merasa luar biasa,” tandasnya.

    Perjalanan Diet Meghan Trainor

    Perjalanan diet Meghan dilakukan pertama kali pada tahun 2021, setelah melahirkan anak pertamanya, Riley. Melalui perubahan pola makan dan diet, ia berhasil menurunkan 60 pound (27,2 kg).

    Penurunan berat badan ini dilakukan demi anak-anaknya. Ia ingin tetap dalam kondisi sehat saat membesarkan buah hatinya.

    “Aku dulu berada di titik yang gelap, aku mau berada di tempat yang baik untuk anakku. Aku olahraga setiap hari. Aku baru tahu juga ternyata aku menyukai makanan sehat dan aku juga belajar arti porsi sebenarnya,” katanya pada tahun 2022 dikutip dari People.

    Perjalanan diet berlanjut setelah melahirkan anak kedua, Barry, pada tahun 2023. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pada tahun 2025 ia mengumumkan penggunaan mounjaro.

    Obat tersebut digunakan setelah berkonsultasi dengan dokter mereka. Ia menekankan penggunaan obat tersebut bukan ‘jalan pintas’ untuk kurus, apalagi pengganti diet sehat dan olahraga.

    “Kamu tetap harus berusaha juga. Kami rutin ke gym, berolahraga, makan dengan benar, dan kami hanya menyadari bahwa nafsu makan kami berkurang,” tandasnya.

    (avk/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Diet Tanpa Olahraga Bisa Kurus? Ini Kata Ahli

    Jakarta

    Para ahli umumnya merekomendasikan keseimbangan antara pola makan dan olahraga untuk menjaga kebugaran. Namun, bagi orang dengan gaya hidup sibuk, gerakan terbatas, atau keterbatasan fisik yang membuat sulit membakar kalori, pengaturan asupan nutrisi bisa menjadi solusi utama.

    Menurut dokter spesialis obesitas dan lipid, Spencer Nadolsky, pola makan atau nutrisi adalah faktor terpenting dalam upaya menurunkan berat badan. Lantas, seperti apa cara diet tanpa olahraga menurut ahli?

    Beberapa cara untuk menurunkan berat badan tanpa olahraga menurut ahli, seperti tidak melewatkan makan, makan lebih banyak serat, karbohidrat, serta lemak, hingga tidur yang cukup. Dikutip dari laman Prevention, begini penjelasannya.


    1. Jangan Lewatkan Makan

    Menurut ahli diet Alex Evink, RD, ada orang-orang yang mungkin berpikir bahwa hanya makan satu atau dua kali sehari kemungkinan akan menghasilkan asupan kalori yang lebih rendah secara keseluruhan. Tapi melewatkan makan bisa menyebabkan ngemil tanpa sadar atau malah makan berlebihan.

    Jika fokus makan tiga kali sehari dengan kontrol porsi, rasa lapar tidak akan datang dan kemungkinan besar asupan kalori keseluruhan yang dikonsumsi lebih sedikit.

    Selain itu makan dari piring dan mangkuk yang lebih kecil. Dengan begitu, kemungkinan besar asupan makanan yang masuk akan mengandung lebih sedikit kalori.

    2. Perbanyak Serat

    Serat dikenal baik untuk pencernaan. Ahli diet, Karen Ansel MS, RDN menyarankan asupan serat untuk membantu menurunkan berat badan.

    “Serat bisa membantu menurunkan berat badan dalam banyak cara,” katanya.

    Serat mengembang di usus seperti spons sehingga menjadi penekan nafsu makan alami. Selain itu, penelitian terbaru menemukan bahwa serat memberikan dampak positif pada bakteri baik di usus yang membantu memproduksi hormon di usus. Dalam hal ini hormon tersebut memberi tahu otak bahwa tubuh sudah cukup maka.

    “Usahakan untuk mengonsumsi setidaknya 25 gram serat per hari dari berbagai makananan kaya serat seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran,” tambahnya.

    3. Perbanyak Protein

    Sama seperti serat, protein secara alami membantu merasa kenyang dengan mempengaruhi produksi hormon kenyang. Protein membutuhkan waktu lama untuk dicerna, sehingga saat mengonsumsinya seseorang cenderung tidak akan mencari camilan setelah makan makanan kaya protein.

    “Protein juga membutuhkan lebih banyak energi untuk dicerna daripada, misalnya, lemak atau karbohidrat, sehingga Anda tidak menyimpan banyak kalori,” tutur Ansel.

    Untuk hasil yang maksimal, usahakan untuk mengonsumsi 20 gram protein tanpa lemak per porsi makan, seperti ikan, ayam, kalkun, telur, dan produk susu rendah lemak.

    4. Konsumsi Lemak

    Lemak membantu tubuh merasa lebih kenyang lebih lama dan bisa membantu mencegah lonjakan gula darah yang membuat timbulnya rasa lapar. Ahli diet Jessica Cording, RD menyarankan untuk menambah kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan berminyak ke dalam pola makan.

    “Ketika Anda mulai lebih memperhatikan asupan lemak, itu bisa sangat membantu,” katanya.

    5. Seimbangkan Karbohidrat

    Banyak orang menganggap diet rendah karbohidrat atau bahkan diet keto penting untuk menurunkan berat badan. Kendati demikian tak perlu sampai benar-benar menghilangkan karbohidrat dari menu harian.

    Menurut Coding, keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak adalah kunci untuk menjaga rasa kenyang yang bisa mengurangi keinginan ngemil dan makan berlebihan, yang bisa menghambat upaya penurunan berat badan.

    6. Tidur yang Cukup

    Sebuah studi pada tahun 2022 mengungkapkan, lebih banyak tidur bisa menyebabkan penurunan berat badan. Bagaimana bisa?

    “Kurang tidur, kurang dari enam jam per malam bisa memengaruhi hormon pengatur rasa lapar yang menyebabkan peningkatan ngemil dan perubahan kebiasaan makan,” kata Nadolsky.

    7. Hidrasi yang Baik

    Kadang-kadang, tubuh salah mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar. Sehingga pada akhirnya menyebabkan makan lebih banyak dari yang dibutuhkan. Sebuah studi menemukan, minum air sebelum makan dikaitkan dengan penurunan berat badan.

    “Jika Anda tidak minum cukup air, tubuh akan menahan air untuk mencegah dehidrasi parah

    8. Kurangi Gula

    Tidak diketahui secara jelas apakah gula sendiri bisa menyebabkan kenaikan berat badan, tapi satu hal yang pasti adalah gula cenderung masuk ke dalam makanan yang mengandung terlalu banyak kalori.

    “Baik itu soda, latte manis, atau makanan penutup, makanan-makanan ini harus menjadi yang pertama dihilangkan jika Anda ingin menurunkan berat badan,” kata Ansel.

    Dia juga mengingatkan gula tersembunyi di berbagai macam makanan, seperti saus tomat, roti, saus salad, dan lain sebagainya.

    (elk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Minuman Diet Intermittent Fasting Selain Air Putih

    Jakarta

    Intermittent fasting atau puasa intermiten menjadi diet yang populer bagi dipilih oleh banyak orang yang mau meningkatkan berat badan. Salah satu cara yang dilakukan adalah metode 16/8 di mana puasa dilakukan selama 16 jam dan makan dalam rentang waktu 8 jam.

    Selain itu, ada metode 5:2 yang melibatkan makan teratur selama lima hari dan mengonsumsi kalori minimal dalam dua hari yang tidak berurutan. Selama periode puasa, minuman yang dikonsumsi bisa memengaruhi efektivitas puasa secara signifikan. Jadi, penting untuk memilih minuman sehat selama puasa intermiten.

    Minuman Sehat untuk Diet Intermittent Fasting

    Selain air putih, ada beberapa minuman sehat yang bisa dikonsumsi untuk diet intermittent fasting. Dikutip dari laman Health Shots, berikut di antaranya:


    1. Air Lemon

    Air lemon merupakan minuman sederhana tapi efektif untuk dinikmati selama diet intermittent. Tambahan irisan lemon atau sedikit perasan air lemon ke dalam air bisa meningkatkan rasa dan memberi manfaat vitamin C, sehingga bisa mendukung fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

    Air lemon juga bisa membantu melancarkan pencernaan dan bertindak sebagai diuretik ringan, menjaga tubuh tetap terhidrasi, dan membuang racun. Dalam hal penurunan berat badan dalam puasa intermiten, minum air lemon bisa mengurangi nafsu makan dan asupan kalori. Ingat, jangan gunakan gula atau pemanis tambahan

    2. Kopi Hitam

    Kopi hitam mengandung kalori minimal, biasanya kurang dari 5 kalori per cangkir dan bisa mendukung proses diet. Kandungan kafein dalam kopi hitam merangsang sistem saraf dan mengirim sinyal untuk memecah lemak. Hal ini ditunjukan dalam sebuah studi dalam Food Science and Biotechnology.

    Hal ini bisa membantu meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak, yang bisa meningkatkan manfaat puasa. Jangan menambahkan gula, krim, atau susu pada kopi karena bisa meningkatkan asupan kalori.

    3. Teh Hijau

    Seperti kopi hitam, teh hijau juga mengandung kafein, tapi dalam jumlah yang lebih rendah, sehingga bisa memberikan efek stimulan yang lebih ringan. Sebuah studi yang diterbitkan Cochrane Database of Systematic Reviews, teh hijau kaya akan antioksidan yang disebut sebagai katekin.

    Teh hijau kaya akan epigallocatechin gallate (EGCG) yang dikaitkan dengan manfaat puasa intermiten, seperti peningkatan metabolisme, sensitivitas insulin, dan pembakaran lemak. Minum teh hijau secara teratur juga terbukti efektif dalam mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan jantung.

    4. Teh Herbal

    Kebanyakan teh herbal, seperti peppermint, jahe, atau jambang sepatu biasanya tidak mengandung kafein dan terbukti membantu menurunkan berat badan. Teh herbal juga bisa membantu meredakan gangguan pencernaan dan mual, serta meningkatkan relaksasi. Setiap teh herbal memiliki efek yang berbeda pada tubuh, tapi semuanya menyehatkan dan menenangkan.

    5. Air Berkarbonasi

    Air soda yang berkarbonasi tapi tidak mengandung kalori merupakan pilihan lain yang cocok dikonsumsi dalam puasa intermiten. Sebuah studi dalam Digestive Disease and Sciences, air soda bisa meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, mengurangi risiko asupan kalori, serta membantu menurunkan berat badan. Pastikan tidak menambahkan gula atau pemanis buatan.

    Ditinjau oleh: Mhd. Alrdian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Minuman Diet Intermittent Fasting Selain Air Putih

    Jakarta

    Intermittent fasting atau puasa intermiten menjadi diet yang populer bagi dipilih oleh banyak orang yang mau meningkatkan berat badan. Salah satu cara yang dilakukan adalah metode 16/8 di mana puasa dilakukan selama 16 jam dan makan dalam rentang waktu 8 jam.

    Selain itu, ada metode 5:2 yang melibatkan makan teratur selama lima hari dan mengonsumsi kalori minimal dalam dua hari yang tidak berurutan. Selama periode puasa, minuman yang dikonsumsi bisa memengaruhi efektivitas puasa secara signifikan. Jadi, penting untuk memilih minuman sehat selama puasa intermiten.

    Minuman Sehat untuk Diet Intermittent Fasting

    Selain air putih, ada beberapa minuman sehat yang bisa dikonsumsi untuk diet intermittent fasting. Dikutip dari laman Health Shots, berikut di antaranya:


    1. Air Lemon

    Air lemon merupakan minuman sederhana tapi efektif untuk dinikmati selama diet intermittent. Tambahan irisan lemon atau sedikit perasan air lemon ke dalam air bisa meningkatkan rasa dan memberi manfaat vitamin C, sehingga bisa mendukung fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

    Air lemon juga bisa membantu melancarkan pencernaan dan bertindak sebagai diuretik ringan, menjaga tubuh tetap terhidrasi, dan membuang racun. Dalam hal penurunan berat badan dalam puasa intermiten, minum air lemon bisa mengurangi nafsu makan dan asupan kalori. Ingat, jangan gunakan gula atau pemanis tambahan

    2. Kopi Hitam

    Kopi hitam mengandung kalori minimal, biasanya kurang dari 5 kalori per cangkir dan bisa mendukung proses diet. Kandungan kafein dalam kopi hitam merangsang sistem saraf dan mengirim sinyal untuk memecah lemak. Hal ini ditunjukan dalam sebuah studi dalam Food Science and Biotechnology.

    Hal ini bisa membantu meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak, yang bisa meningkatkan manfaat puasa. Jangan menambahkan gula, krim, atau susu pada kopi karena bisa meningkatkan asupan kalori.

    3. Teh Hijau

    Seperti kopi hitam, teh hijau juga mengandung kafein, tapi dalam jumlah yang lebih rendah, sehingga bisa memberikan efek stimulan yang lebih ringan. Sebuah studi yang diterbitkan Cochrane Database of Systematic Reviews, teh hijau kaya akan antioksidan yang disebut sebagai katekin.

    Teh hijau kaya akan epigallocatechin gallate (EGCG) yang dikaitkan dengan manfaat puasa intermiten, seperti peningkatan metabolisme, sensitivitas insulin, dan pembakaran lemak. Minum teh hijau secara teratur juga terbukti efektif dalam mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan jantung.

    4. Teh Herbal

    Kebanyakan teh herbal, seperti peppermint, jahe, atau jambang sepatu biasanya tidak mengandung kafein dan terbukti membantu menurunkan berat badan. Teh herbal juga bisa membantu meredakan gangguan pencernaan dan mual, serta meningkatkan relaksasi. Setiap teh herbal memiliki efek yang berbeda pada tubuh, tapi semuanya menyehatkan dan menenangkan.

    5. Air Berkarbonasi

    Air soda yang berkarbonasi tapi tidak mengandung kalori merupakan pilihan lain yang cocok dikonsumsi dalam puasa intermiten. Sebuah studi dalam Digestive Disease and Sciences, air soda bisa meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, mengurangi risiko asupan kalori, serta membantu menurunkan berat badan. Pastikan tidak menambahkan gula atau pemanis buatan.

    Ditinjau oleh: Mhd. Alrdian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Mau Turunkan BB, Mending Minum Kopi Hitam atau Teh Hitam? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Kebanyakan orang kerap mempermasalahkan berat badan. Untuk menurunkannya, kopi hitam dan teh hitam menjadi pilihan karena rendah kalori.

    Keduanya merupakan minuman kaya kafein, tanpa gula, dan kaya akan antioksidan. Keduanya sering dikaitkan dapat menurunkan berat badan.

    Lantas, mana yang benar-benar lebih baik untuk menurunkan berat badan?


    Kopi Hitam Vs Teh Hitam

    Kopi hitam memberikan dorongan kuat pada metabolisme tubuh, meningkatkan pembakaran lemak, dan dapat menekan nafsu makan. Di sisi lain, memadukan kafein dengan senyawa pada teh hitam yang unik, seperti katekin dan theaflavin, dapat memberikan dorongan yang lebih lembut untuk membakar lemak.

    Namun, penelitian belum mencapai kesepakatan. Beberapa menunjukkan efek kopi yang lebih kuat, sementara yang lain menyoroti peran pendukung dari kandungan teh. Berikut perbandingan keduanya yang dikutip dari Times of India.

    1. Metabolisme dan Pembakaran Kalori

    Kopi hitam mengandung kafein yang tinggi, sekitar 95 mg per cangkir. Minuman ini dapat meningkatkan laju metabolisme sebesar 3-13 persen selama beberapa jam, sehingga dapat membakar lebih banyak kalori bahkan saat beristirahat.

    Sebaliknya, teh hitam mengandung lebih sedikit kafein yakni sekitar 47 mg. Tetapi, teh hitam tetap menawarkan peningkatan metabolisme yang ringan berkat kandungan kafein dan senyawa seperti theaflavin di dalamnya.

    2. Terkait Oksidasi Lemak dan Penurunan Berat Badan

    Kafein dalam kopi meningkatkan oksidasi lemak, yakni lemak yang digunakan untuk energi. Beberapa penelitian menunjukkan penurunan lemak tubuh dengan mengonsumsi beberapa cangkir setiap hari.

    Sementara itu, katekin dan theaflavin dalam teh hitam juga dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak dan mengurangi lemak tubuh, meskipun buktinya masih terbatas.

    3. Penekan Nafsu Makan

    Kafein dalam kopi hitam dapat menekan rasa lapar dan mengurangi asupan kalori. Di sisi lain, teh hitam dapat meningkatkan rasa kenyang berkat antioksidan dan kafein yang ringan.

    Namun, efek penekan nafsu makan dari teh hitam cenderung lebih halus.

    4. Peningkatan Olahraga dan Performa

    Kafein meningkatkan performa fisik, baik untuk kekuatan maupun daya tahan. Hal ini membantu seseorang tetap aktif dan membakar lebih banyak kalori selama latihan atau olahraga.

    Meskipun kadar kafein yang lebih rendah dalam teh hitam juga dapat meningkatkan performa olahraga, efeknya lebih lembut. Selain itu, teh hitam mengandung L-theanine yang menenangkan untuk mengurangi rasa gelisah.

    5. Antioksidan dan Dampak Kesehatan

    Kopi kaya akan asam klorogenat, yang mendukung metabolisme lemak dan menawarkan manfaat antioksidan. Teh hitam juga mengandung polifenol kuat, seperti katekin dan theafavin, yang dapat membantu mengurangi penyimpanan lemak serta meningkatkan kesehatan usus.

    Ini berpotensi membentuk manajemen berat badan yang lebih baik.

    6. Perbandingan Bukti Ilmiah

    Sebuah meta-analisis menunjukkan bahwa teh hijau terbukti memiliki manfaat penurunan berat badan. Tetapi, teh hitam dan kopi tidak signifikan mengungguli plasebo.

    Namun, sebuah studi intervensi terpisah menemukan bahwa kopi menyebabkan penurunan indeks massa tubuh (IMT) dan lemak tubuh yang signifikan selama enam bulan. Sementara teh hijau menunjukkan efek yang lebih ringan.

    7. Memilih Berdasarkan Gaya Hidup dan Sensitivitas

    Jika lebih suka dorongan energi yang kuat, pilihlah kopi hitam. Tetapi, disarankan untuk tetap berhati-hati jika kafein sudah menyebabkan gelisah atau sulit tidur.

    Jika lebih menginginkan ketenangan atau kafein lebih sedikit, L-theanine dalam teh hitam dapat memberikan dorongan lebih halus. Tetapi, membuat seseorang tetap waspada dan rileks, yang sempurna untuk malam hari atau orang dengan toleransi kafein yang rendah.

    Kesimpulannya, kopi hitam mungkin lebih unggul dalam hal pembakaran lemak yang cepat, peningkatan metabolisme, pengendalian nafsu makan, dan dukungan kebugaran. Tetapi, minuman ini mengandung kafein yang lebih kuat, yang berpotensi menyebabkan kegelisahan atau gangguan tidur pada individu yang sensitif.

    Teh hitam, dengan kafein yang lebih lembut dan antioksidan yang menenangkan, menawarkan dukungan yang lebih ringan. Tetapi, itu tetap sangat berpengaruh untuk manajemen berat badan.

    Manfaat tambahannya bagi usus dan antioksidan menjadikannya pilihan yang bijaksana bagi mereka yang memprioritaskan kesehatan secara keseluruhan daripada peningkatan energi yang intens.

    Pilihlah apa yang disukai dan baik untuk kesehatan tubuh. Tetapi, tetap dipadukan dengan diet sehat, olahraga teratur, dan kebiasaan yang sehat untuk hasil yang nyata dan bisa bertahan lama.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 8 Makanan Pembakar Lemak Perut untuk Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Menurunkan berat badan seringkali dianggap sebagai proses yang kompleks dan penuh tantangan. Namun, salah satu caranya adalah memilih asupan makanan yang tepat.

    Beberapa makanan bisa membantu membakar lemak perut. Diketahui bahwa lemak perut berlebih bisa berdampak negatif terhadap kesehatan dan menyebabkan beberapa kondisi kronis. Ketahui sejumlah makanan yang bisa menghempas lemak perut berikut ini

    8 Makanan Pembakar Lemak Perut

    Beberapa makanan ini dapat membantu menghilangkan lemak di perut. Mulai dari yoghurt, telur, kacang-kacangan, hingga sayuran.


    1. Yoghurt

    Probiotik adalah bakteri yang ditemukan dalam beberapa makanan, seperti yoghurt. Penelitian menunjukkan bahwa probiotik, terutama yang mengandung bakteri Lactobacillus bisa membantu menurunkan berat badan dan lemak perut.

    Sebuah studi selama 43 hari pada 28 orang dewasa yang kelebihan berat badan menemukan bahwa mengonsumsi 100 gram Yoghurt dengan Lactobacillus amylovorus per hari menghasilkan pengurangan lemak tubuh yang lebih besar, dibandingkan yogurt tanpa probiotik.

    Kandungan protein dalam yoghurt juga bisa membantu menurunkan berat badan. Yoghurt Yunani mengandung protein hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan yogurt lainnya. Yoghurt ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna, sehingga membuat kenyang lebih lama. Pilih jenis yogurt tanpa lemak, rendah lemak, dan rendah gula.

    2. Telur

    Satu butir telur mengandung 75 kalori, 7 gram protein, serta nutrisi penting lainnya. Tubuh akan membakar lebih banyak kalori saat mencerna telu dibandingkan sarapan tinggi karbohidrat.

    Protein sendiri merupakan nutrisi yang penting dalam manajemen berat badan. Asupan protein yang tinggi meningkatkan pelepasan hormon kenyang peptida YY yang mengurangi nafsu makan.

    3. Kacang-kacangan

    Mengonsumsi kacang-kacangan menjadi cara yang sangat baik untuk menahan rasa lapar di antara waktu makan. Kacang-kacangan kaya akan protein, serat, dan lemak sehat untuk jantung.

    Studi menunjukkan bahwa kacang-kacangan bisa membantu menurunkan berat badan dan memperbaiki kadar kolesterol jika dikonsumsi dalam jumlah sedang.

    4. Buah Beri

    Buah beri, seperti stroberi, bluberi, dan raspberi kaya akan air dan serat, sehingga bisa membuat kenyang lebih lama. Rasanya juga manis, sehingga bisa memuaskan keinginan untuk makan makanan manis dengan kalori yang lebih rendah.

    5. Semangka

    Dikutip dari laman Very Well Health, semangka mengandung nutrisi yang bisa membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, meningkatkan performa olahraga, membakar lemak, dan melancarkan pencernaan.

    Secangkir semangka hanya mengandung 45 kalori. Sitrulin dalam semangka dimetabolisme menjadi arginin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplementasi arginin secara signifikan bisa mengurangi BMI, lingkar pinggang, dan massa lemak.

    6. Ikan Berlemak

    Dikutip dari Healthline, ikan berlemak menjadi salah satu makanan yang bisa membakar lemak. Ikan ini bisa menjadi tambahan bergizi untuk pola makan seimbang,

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lemak omega-3 dari ikan seperti salmon, kembung, dan sarden bisa membantu mengurangi lemak visceral. Studi pada orang dewasa dan anak dengan penyakit hati berlemak menunjukkan bahwa suplemen omega-3 bisa mengurangi lemak hati dan perut secara signifikan.

    7. Daging Tanpa Lemak

    Protein dapat membuat rasa kenyang yang lebih lama dan membakar lebih banyak kalori selama proses pencernaan. Salah satu pilihan protein yang tepat adalah dada ayam tanpa kulit, selain itu, beberapa potongan daging sapi juga bisa menjadi pilihan yang baik.

    Penelitian menunjukkan, orang yang mengonsumsi lebih banyak protein cenderung memiliki lebih sedikit lemak perut, dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi makanan rendah protein.

    8. Sayuran

    Sayuran mengandung serat larut yang menyerap air dan membentuk gel yang membantu memperlambat makanan saat melewati sistem pencernaan. Studi menunjukkan bahwa serat ini bisa mendorong penurunan berat badan dengan membantu tubuh merasa kenyang.

    Terlebih, serat larut bisa mengurangi lemak di perut. Studi observasional lama yang melibatkan 1.100 orang dewasa menemukan bahwa, untuk setiap peningkatan 10 g asupan serat larut, penambahan lemak perut berkurang sebesar 3,7 persen selama lima tahun.

    (elk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Makanan Rendah Kalori untuk Diet, Bikin Kenyang!

    Jakarta

    Salah satu kunci sukses menjalani diet terletak pada pemilihan makanan yang tepat. Makanan rendah kalori bisa menjadi solusi, sebab tidak hanya membantu mengontrol asupan energi, tapi tetap merasa kenyang.

    Menariknya, banyak pilihan makanan rendah kalori yang mudah didapatkan.

    7 Makanan Rendah Kalori untuk Diet, Mudah Didapatkan dan Bikin Kenyang

    Mulai dari sayuran, buah, hingga daging tanpa lemak, makanan-makanan ini bisa memberikan rasa kenyang dengan kalori yang rendah. Dikutip dari Healthline dan Prevention, berikut informasinya.


    1. Oat

    Oat bisa menjadi tambahan yang sangat baik untuk diet harian. Tak hanya rendah kalori, oat juga tinggi protein dan serat yang bisa membuat tubuh merasa kenyang. Setengah cangkir oat kering hanya mengandung 154 kalori, 5 gram protein, dan serat. Protein dan serat diketahui bisa berdampak signifikan pada rasa lapar dan nafsu makan.

    Sebuah penelitian yang melibatkan 48 orang dewasa menunjukkan, konsumsi oatmeal bisa meningkatkan rasa kenyang dan dan mengurangi rasa lapar.

    2. Buah Beri

    Buah beri, seperti strawberry, blueberry, raspberry, dan blackberry kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang bisa mengoptimalkan kesehatan.
    Secangkir blueberry hanya mengandung 86 kalori dan 3,6 gram serat.

    Buah beri juga merupakan sumber pektin yang baik, yaitu jenis serat makanan yang terbukti bisa memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan rasa kenyang. Selain itu, buah ini juga bisa membantu mengurangi konsumsi kalori.

    Sebuah penelitian menunjukkan, camilan sore hari berisi buah beri dengan 65 kalori menurunkan asupan kalori di kemudian hari, dibandingkan dengan camilan permen gummy dengan 65 kalori.

    3. Bayam

    Bayam kaya akan nutrisi dan antioksidan seperti vitamin K, mangan, folat, dan magnesium. Secangkir bayam hanya mengandung 7 kalori.

    Sayuran ini juga mengandung serat yang tinggi, sehingga bisa lebih mengenyangkan dan bermanfaat bagi pencernaan.

    4. Telur

    Telur sangat padat nutrisi. Sebutir telur berukuran besar mengandung sekitar 72 kalori, 6 gram protein, dan berbagai macam vitamin serta mineral penting.

    Sebuah penelitian melibatkan sebanyak 30 orang. Mereka yang makan telur untuk sarapan merasakan kenyang lebih lama dibandingkan mengonsumsi bagel. Setelah makan telur, mereka juga mengonsumsi 105 kalori lebih sedikit di kemudian hari.

    Penelitian lainnya mengamati, sarapan berprotein tinggi bisa mengurangi keinginan untuk ngemil, memperlambat pengosongan lambung, serta mengurangi kadar ghrelin, hormon yang bertanggung jawab atas rasa lapar.

    5. Kentang

    Kentang seringkali dianggap tidak sehat karena dikaitkan dengan kentang goreng dan keripik kentang yang memiliki lemak tinggi. Tapi, pada kenyataannya kentang bisa mengenyangkan dan menjadi bagian penting dari diet kaya nutrisi.

    Satu kentang panggang ukuran sedang beserta kulitnya mengandung 161 kalori, tapi juga menyediakan 4 gram protein dan serat.

    Pada faktanya, sebuah studi yang mengevaluasi makanan tertentu yang bisa memberikan rasa kenyang menempatkan kentang sebagai makanan yang paling mengenyangkan, dengan skor 323 pada indeks rasa kenyang.

    6. Daging Tanpa Lemak

    Daging tanpa lemak dapat secara efektif mengurangi rasa lapar dan nafsu makan di antara waktu makan. Ayam, kalkun, serta potongan daging merah redah lemak mengandung kalori yang rendah tapi kaya protein.

    Misalnya, 113 gram dada ayam yang dimasak mengandung sekitar 163 kalori dan 32 gram protein. Menurut penelitian, orang yang mengonsumsi makanan berprotein tinggi, termasuk daging mengonsumsi 12 persen lebih sedikit makanan berdasarkan beratnya saat makan malam, dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan tanpa daging.

    7. Kacang-kacangan

    Mengandung serat tinggi, kacang-kacangan seperti buncis, kacang polong, dan lentil bisa sangat mengenyangkan. Secangkir lentil (198 gram) yang dimasak menyediakan sekitar 230 kalori, 15,6 gram serat, dan hampir 18 gram protein.

    Sebuah penelitian yang melibatkan 43 orang dewasa menemukan, makanan berprotein tinggi dengan kacang-kacangan dan polong-polongan meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan dan rasa lapar, lebih dari makanan berprotein tinggi dengan daging sapi muda dan daging babi.

    Tinjauan lainnya dari sembilan studi menunjukkan, orang merasa 31 persen lebih kenyang setelah makan kacang-kacangan seperti buncis, lentil, dan kacang polong kering, dibandingkan dengan makanan tinggi karbohidrat seperti pasta dan roti.

    (elk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Viral Metode Diet 30-30-30, Cara Sederhana untuk Turunkan Berat Badan


    Jakarta

    Metode diet 30-30-30 merupakan metode penurunan berat badan yang didukung oleh sains. Metode ini dilakukan dengan mengonsumsi 30 gram protein dalam 30 menit pertama setelah bangun tidur, yang dilanjutkan dengan olahraga selama 30 menit.

    Metode ini pertama kali diusulkan oleh Timothy Ferriss dalam bukunya ‘The 4-Hour Body’, tetapi dipopulerkan oleh ahli biologi Gary Brecka di TikTok. Brecka mengklaim metode ini dapat membantu seseorang menurunkan berat badan dan mengendalikan kadar gula darah dan insulin.

    Apa Itu Metode Diet 30-30-30?

    Dengan metode 30-30-30, seseorang mengonsumsi 30 gram protein dalam 30 menit pertama setelah bangun tidur. Karbohidrat dan lemak juga dapat dimasukkan, tetapi terpenting adalah sarapan dengan 30 gram protein.


    Langkah selanjutnya adalah berolahraga selama 30 menit. Disarankan untuk melakukan latihan kardiovaskular steady-state. Ini berarti, latihan kardio intensitas rendah yang sedikit meningkatkan detak jantung, tetapi tidak terlalu banyak, seperti berjalan kaki atau bersepeda santai.

    Ini bertujuan untuk menjaga detak jantung seseorang pada atau di bawah 135 denyut per menit (bpm). Kegiatan ini juga bisa dilakukan dengan santai, seperti jogging atau bersepeda sambil bercengkrama.

    “Ada bukti ilmiah bahwa mengkonsumsi lebih banyak protein, terutama pada saat sarapan, dapat membantu mengurangi konsumsi kalori sepanjang hari. Karena protein membantu Anda merasa kenyang lebih lama,” terang Josten Fish, seorang ahli diet yang dikutip dari laman Health, Kamis (21/8/2025).

    Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak protein dapat mempercepat penurunan berat badan. Hal ini disampaikan oleh ahli gizi dan ahli diet kardiologi, Michelle Routhenstein.

    “Selain itu, makan sarapan yang kaya protein yang cukup dapat membantu menstabilkan gula darah dan melawan resistensi insulin, penyebab utama penurunan berat badan yang sulit,” sambungnya.


    Bagaimana Cara Melakukan Diet 30-30-30?

    1. Mengonsumsi 30 gram protein

    Cobalah mengonsumsi 30 gram protein dalam 30 menit setelah bangun tidur di pagi hari. Makanan yang bisa dikonsumsi, seperti:

    • Smoothie buah dengan bubuk protein.
    • Greek Yogurt dengan kacang-kacangan.
    • Roti berprotein tinggi dengan selai kacang atau telur dan keju.
    • Quinoa dengan tahu, telur, kacang-kacangan, atau keju.
    • Tiga telur orak-arik dengan keju.

    2. Berolahraga selama 30 menit.

    Fokuskan olahraga selama 30 menit pada latihan kardiovaskular, bukan latihan kekuatan. Anda perlu berolahraga cukup keras hingga jantung berdetak lebih cepat, tetapi jangan terlalu keras.

    Berikut beberapa ide yang akan membuat detak jantung berada di zona yang tepat:

    • Joging
    • Berenang beberapa putaran di kolam renang
    • Bersepeda santai
    • Nyalakan musik dan menari
    • Gunakan mesin kardio di pusat kebugaran, seperti stair stepper atau elliptical
    • Berjalan di atas treadmill atau di sekitar lingkungan

    Manfaat Metode 30-30-30

    Metode 30-30-30 bertujuan untuk membakar lemak tubuh, bukan otot. Ini juga membantu memompa jantung di atas detak jantung saat istirahat akan meningkatkan atau mempertahankan kebugaran, dengan mendorong pembakaran lemak tubuh.

    Mengonsumsi protein saat sarapan juga dapat mendukung tujuan pembakaran lemak tersebut.

    “Dengan mengonsumsi 30 gram protein dalam 30 menit pertama setelah bangun tidur, seseorang dapat meningkatkan metabolisme mereka dan menyediakan nutrisi penting bagi tubuh mereka,” beber Fish.

    Sarapan kaya protein dapat membantu mengendalikan nafsu makan dan mengatur kadar gula darah. Sebuah studi tahun 2021 menemukan bahwa menggabungkan konsumsi lebih banyak protein dengan latihan kardiovaskular menghasilkan lebih sedikit lemak tubuh, menurunkan kolesterol, mengurangi peradangan, dan meningkatkan sensitivitas insulin.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com