Tag: nat

  • Kapan Saatnya Lantai Dipel? Ini Ciri-cirinya


    Jakarta

    Biasanya saat membersihkan rumah, penghuni akan mengepel lantai. Mengepel lantai perlu dilakukan agar rumah tetap bersih dan bebas kuman.

    Saat ingin mengepel lantai, bisa saja dilakukan seminggu sekali karena lantai masih terlihat bersih. Hal itu sebenarnya tidak masalah untuk dilakukan.

    Tapi, sebenarnya mengepel lantai itu minimal harus berapa kali sih?


    Menurut pemilik Bee Maids House Cleaning Services, Jorge Leiva, sebenarnya tidak ada jawaban pasti untuk hal tersebut. Tapi, sebaiknya mengepel lantai dilakukan minimal seminggu sekali, terlebih di area yang sering kotor seperti dapur.

    “Dan tergantung seberapa bersih rumah yang Anda inginkan, bisa saja dilakukan lebih dari sekali dalam seminggu,” katanya, dikutip dari Southern Living, Minggu (16/11/2025).

    Hal lain yang harus diperhatikan saat ingin mengepel lantai adalah berapa orang yang tinggal di rumah. Hal itu karena berpengaruh pada kotornya lantai karena sering diinjak-injak.

    Namun, Leiva menyarankan untuk mengepel berdasarkan kotornya lantai, bukan seberapa sering harus dilakukan.

    Tanda-tanda Lantai Harus Dipel

    Berikut ini beberapa tanda lantai harus dipel.

    1. Lantai Kusam atau Pudar

    Seiring berjalannya waktu, lalu lintas kaki yang terus-menerus akan menyebabkan lantai memudar dan kusam. Itu menjadi salah satu tanda lantai harus segera dipel.

    Rambut, debu, dan serat kain sering tersapu ke sudut-sudut, tempat mereka mulai menumpuk dengan sendirinya.

    3. Titik-titik Lengket

    Jika penghuni rumah menyadari kakinya terasa lengket saat berjalan di lantai, sudah saatnya lantai dipel.

    4. Nat yang Tampak Kotor

    Meskipun sering disapu, remah-remah dan kotoran dapat mengendap di antara ubin. Tumpahan sering meresap ke dalam nat dan membuatnya tampak kotor.

    5. Alergi Kambuh

    Pemilik rumah yang sensitif terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan mungkin menyadari alergi mereka kambuh sebelum hal lainnya. Saat alergi kambuh, itu pertanda lantai harus dipel.

    Itulah informasi terkait waktu yang tepat untuk mengepel lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 7 Jenis Nat Keramik Beserta Ketahanan dan Fungsinya, Jangan Salah Pilih!


    Jakarta

    Nat keramik adalah campuran semen, pasir, serta pewarna yang ditambahkan air. Nat akan mengeras secara perlahan dalam jangka waktu tertentu.

    Nat ubin keramik tersedia dalam berbagai macam warna. Hal ini bisa memudahkan kita untuk memilih rona yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

    Fungsi Nat

    Dilansir Ceramic Arts Network, dalam pemasangan ubin konvensional, nat keramik digunakan untuk:


    • Mengisi ruang di antara potongan-potongan keramik.
    • Menciptakan permukaan yang halus dan tahan lama
    • Mencegah penetrasi kelembapan dan kotoran.

    Jenis Nat Keramik

    Dikutip dari The Spruce, berikut adalah jenis-jenis nat utama yang bisa digunakan untuk proyek pemasangan keramik:

    1. Nat yang Diamplas

    Nat ini baik digunakan untuk sambungan ubin besar, proyek lantai interior, serta area dengan lalu lintas tinggi.

    Nat berpasir ini merupakan jenis nat semen yang umum digunakan dalam aplikasi lantai, karena tahan lama. Nay ini mengandung sedikit pasir yang bisa meningkatkan kekuatan sambungan nat.

    2. Nat Tanpa Pasir

    Nat tanpa pasir terbaik dipakai untuk sambungan ubin tipis, lantai kamar mandi, dan dinding pancuran. Sesuai namanya, nat jenis ini tidak mengandung partikel pasir.

    Oleh sebab itu, nat tanpa pasir lebih cocok untuk sambungan keramik tipis daripada nat berpasir. Komposisi nat ini tahan terhadap kelembapan dan pertumbuhan jamur, sehingga ideal untuk dinding antai kamar mandi, lantai dapur, atau backsplash dapur.

    3. Nat Epoksi

    Nat epoksi adalah nat terbaik untuk proyek pemasangan ubin DIY karena tidak berpori, sangat tahan lama, tahan terhadap bahan kimia, dan memiliki masa pakai yang panjang dengan perawatan minimal.

    Lokasi industri seringnya menggunakan nat ini untuk lantai ubin, dinding, dan fasilitas manufaktur. Psalnya, nat epoksi keokoj dan fleksibel.

    4. Nat Resin Furan

    Nat jenis ini biasa digunakan untuk lokasi industri, seperti pabrik. Nat resin furan merupakan jenis nat khusus yang dibuat menggunakan polimer alkohol furfuril.

    Komposisi kimia tersebut membuat nat bisa lebih tahan terhadap kerusakan akibat asam, abrasi, noda, kelembapan dan bahan kimia lainnya.

    Kelebihan nat yaitu mampu menahan paparan suhu hingga 176 derajat celcius secara terus-menerus.

    5. Nat Semen Polimer

    Nat semen polimer berkinerja tinggi adalah produk khusus yang menambahkan polimer lateks ke dalam formula nat. Penambahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan ketahanan terhadap kelembapan.

    Nat semen polimer berkinerja tinggi sangat baik untuk kamar mandi, memperbarui pancuran, memasang backsplash, hingga mengganti keramik lantai dapur.

    6. Nat Resin Polimer Pra-Campur

    Nat resin polimer pracampur adalah produk nat siap pakai yang bisa diaplikasikan di sambungan ubin, tanpa perlu khawatir nat tercampur dengan air.

    Mirip dengan nat komponen tunggal, nat ini mudah diaplikasikan dan relatif terjangkau. Penggunaanya cocok untuk kamar mandi dan dapur.

    7. Nat Komponen Tunggal

    Nat komponen adalah nat uretan atau resin akrilik-silikon yang cepat mengeras setelah nat terkena udara. Jenis nat ini baik untuk konsistensi warna, ketahanan terhadap bahan kimia, sera ketahanan terhadap noda.

    Jenis nat ini juga tahan terhadap retak, bahan kimia, dan hancur. Pemakaiannya cocok untuk di kamar mandi , dapur, dan area lain yang berkelembapan tinggi.

    Itu tadi penjelasan seputar nat keramik berperan penting dalam memperkuat struktur serta estetika lantai dan dinding (yang dipasangi keramik).

    Pemilihan jenis nat akan tergantung pada apa yang penting bagi pengguna. Berbagai jenis nat yang tersedia, seperti nat semen, nat epoksi, dan nat furan, memungkinkan pengguna untuk memilih sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Macam-macam Nat Keramik Beserta Fungsinya



    Jakarta

    Nat keramik merupakan sebuah material pengisi celah antara keramik. Umumnya, nat ini digunakan pada dinding maupun lantai rumah.

    Nat keramik adalah campuran semen, pasir, serta pewarna yang ditambahkan air. Nat akan mengeras secara perlahan dalam jangka waktu tertentu.

    Nat ubin keramik tersedia dalam berbagai macam warna. Hal ini bisa memudahkan kita untuk memilih rona yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.


    Fungsi Nat

    Dilansir Ceramic Arts Network, dalam pemasangan ubin konvensional, nat keramik digunakan untuk berbagai macam hal, contohnya seperti mengisi ruang antara potongan-potongan keramik, menciptakan permukaan yang halus dan tahan lama, serta mencegah penetrasi kelembapan dan kotoran.

    Jenis Nat Keramik

    Dikutip dari The Spruce, berikut adalah jenis-jenis nat utama yang bisa digunakan untuk proyek pemasangan keramik:

    1. Nat yang Diamplas

    Nat ini baik digunakan untuk sambungan ubin besar, proyek lantai interior, serta area dengan lalu lintas tinggi.

    Nat berpasir ini merupakan jenis nat semen yang umum digunakan dalam aplikasi lantai, karena tahan lama. Nay ini mengandung sedikit pasir yang bisa meningkatkan kekuatan sambungan nat.

    2. Nat Tanpa Pasir

    Nat tanpa pasir terbaik dipakai untuk sambungan ubin tipis, lantai kamar mandi, dan dinding pancuran. Sesuai namanya, nat jenis ini tidak mengandung partikel pasir.

    Oleh sebab itu, nat tanpa pasir lebih cocok untuk sambungan keramik tipis daripada nat berpasir. Komposisi nat ini tahan terhadap kelembapan dan pertumbuhan jamur, sehingga ideal untuk dinding lantai kamar mandi, lantai dapur, atau backsplash dapur.

    3. Nat Epoksi

    Nat epoksi adalah nat terbaik untuk proyek pemasangan ubin DIY karena tidak berpori, sangat tahan lama, tahan terhadap bahan kimia, dan memiliki masa pakai yang panjang dengan perawatan minimal.

    Lokasi industri seringnya menggunakan nat ini untuk lantai ubin, dinding, dan fasilitas manufaktur. Sebab, nat epoksi cukup fleksibel.

    Sementara itu, dilansir dari Instagram Kementerian PUPR, nat epoksi yang terdiri dari campuran resin, hardener, dan pewarna ini sangat cocok untuk mengisi celah keramik kamar mandi dan kolam karena tahan di ruangan yang lembab maupun basah.

    Nat keramik juga cenderung mudah kering, sehingga jika sudah melekat akan sulit dikoreksi dan keramik akan terlihat kotor.

    4. Nat Resin Furan

    Nat jenis ini biasa digunakan untuk lokasi industri, seperti pabrik. Nat resin furan merupakan jenis nat khusus yang dibuat menggunakan polimer alkohol furfuril.

    Komposisi kimia tersebut membuat nat bisa lebih tahan terhadap kerusakan akibat asam, abrasi, noda, kelembapan dan bahan kimia lainnya.

    Kelebihan nat yaitu mampu menahan paparan suhu hingga 176 derajat Celcius secara terus-menerus.

    5. Nat Semen Polimer

    Nat semen polimer berkinerja tinggi adalah produk khusus yang menambahkan polimer lateks ke dalam formula nat. Penambahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan ketahanan terhadap kelembapan.

    Nat semen polimer berkinerja tinggi sangat baik untuk kamar mandi, memperbarui pancuran, memasang backsplash, hingga mengganti keramik lantai dapur.

    6. Nat Resin Polimer Pra-Campur

    Nat resin polimer pracampur adalah produk nat siap pakai yang bisa diaplikasikan di sambungan ubin, tanpa perlu khawatir nat tercampur dengan air.

    Mirip dengan nat komponen tunggal, nat ini mudah diaplikasikan dan relatif terjangkau. Penggunaanya cocok untuk kamar mandi dan dapur.

    7. Nat Komponen Tunggal

    Nat komponen adalah nat uretan atau resin akrilik-silikon yang cepat mengeras setelah nat terkena udara. Jenis nat ini baik untuk konsistensi warna, ketahanan terhadap bahan kimia, sera ketahanan terhadap noda.

    Jenis nat ini juga tahan terhadap retak, bahan kimia, dan hancur. Pemakaiannya cocok untuk di kamar mandi , dapur, dan area lain yang berkelembapan tinggi.

    Itu tadi penjelasan seputar nat keramik berperan penting dalam memperkuat struktur serta estetika lantai dan dinding (yang dipasangi keramik).

    Pemilihan jenis nat akan tergantung pada apa yang penting bagi pengguna. Berbagai jenis nat yang tersedia, seperti nat semen, nat epoksi, dan nat furan, memungkinkan pengguna untuk memilih sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Pilihan Dinding yang Tepat untuk Kamar Mandi di Rumah


    Jakarta

    Dinding kamar mandi sering kali basah dan lembap, tidak seperti dinding di bagian rumah yang lebih kering. Memilih dinding yang tepat untuk kamar mandi yang tahan lembap perlu dilakukan.

    Ada baiknya mengetahui jenis cat atau wallpaper mana yang terbaik untuk lingkungan dengan kelembapan tinggi. Namun, masih memiliki desain yang menarik untuk kamar mandi kamu.

    Melansir The Spruce, Kamis (26/09/2024), beberapa pilihan jenis permukaan dinding kamar mandi yang bisa kamu jadikan rekomendasi.


    Wallpaper Vinyl

    Bathtub in the modern interiorIlustrasi wallpaper di kamar mandi Foto: Getty Images/asbe

    Jenis ini dianggap fungsional, kedap air, dan merupakan salah satu pilihan terbaik untuk dinding kamar mandi. Pelapis dinding berbahan kertas akan rusak di lingkungan yang lembap. Wallpaper vinyl modern telah berevolusi untuk menawarkan gaya, pola, dan warna.

    Namun, wallpaper ini memiliki kekurangan. Wallpaper ini kurang lengket dibandingkan wallpaper permanen dan tidak akan menempel pada permukaan yang tidak mengkilap, datar, atau kasar.

    Cat Kamar Mandi

    Clean green bathroom interior with appliances and decorative pot tree. Design and real estate concept. 3D RenderingIlustrasi kamar mandi dengan cat warna hijau Foto: Getty Images/iStockphoto/peshkov

    Cat kamar mandi diformulasikan khusus untuk ruangan dengan tingkat kelembapan tinggi. Cat premium ini mengandung aditif pembunuh jamur dan tersedia dalam berbagai warna untuk kamar mandi.

    Ubin Keramik

    tren desain kamar mandi 2024/MARTY BALDWIN via Homes and GardensIlustrasi kamar mandi dengan ubin keramik Foto: MARTY BALDWIN via Homes and Gardens

    Ubin keramik merupakan pilihan klasik untuk dinding kamar mandi. Jika dipasang dan dirawat dengan benar, kelembapan tidak akan menjadi masalah. Kamu dapat memilih nat warna untuk menambah gaya pada ubin.

    Seringkali kamar mandi memiliki dinding yang sebagian di ubin dan tingginya sekitar 36 inci dari lantai.

    Papan Beadboard

    Serene bathroomBeadboard di kamar mandi Foto: Getty Images/jsnover

    Papan beadboard biasanya memberikan perlindungan sebagian untuk separuh bagian bawah dinding kamar mandi. Cat semi kilap atau mengkilap untuk melindungi papan dari kerusakan akibat kelembapan.

    Untuk pemasangan yang lebih mudah, pertimbangkan panel beadboard yang panjangnya delapan kaki dan tingginya empat kaki. Jika dipasang memanjang, papan yang lebih panjang akan cepat menempel dengan lem konstruksi dan paku akhir.

    Ubin

    Inspirasi kamar mandi mediteraniaIlustrasi kamar mandi dengan dinding ubin atau tileboard Foto: O Deco Studio via Back Splash

    Ubin atau tileboard tampak seperti ubin keramik. Jenis ini hadir dalam panel berformat besar yang memungkinkan kamu memasang penutup dinding seluas 32 kaki persegi yang tampak seperti ubin hanya dalam beberapa menit.

    Ubin yang baik terlihat mirip dengan ubin keramik asli dan permukaannya dilapisi, sehingga dapat menahan kelembapan.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 6 Penyebab Keramik Kamar Mandi Retak dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Tidak hanya mengganggu tampilan, keramik kamar mandi yang retak juga bisa menjadi masalah fungsionalitas ruang.

    Lamat kamar mandi bisa retak karena berbagai faktor. Tekanan fisik hingga faktor-faktor lingkungan menjadi beberapa penyebab keretakan ubin.

    Penyebab Keramik Kamar Mandi Retak

    Retakan keramik kamar mandi bisa ditemukan di spot mana saja. Namun, Mengutip Bathroom Werx, retakan keramik paling sering terjadi pada pancuran, bak mandi, dan perlengkapan lainnya.


    Lebih lanjut, berikut adalah alasan yang menyebabkan ubin kamar mandi retak:

    1. Instalasi yang Buruk

    Teknik pemasangan yang salah menjadi alasan umum yang menyebabkan ubin kamar mandi retak. Jika lantai keramik tidak dipasang dengan benar, maka ia tidak akan bertahan lama karena memunculkan celah dan titik lemah ubin.

    2. Kontraksi atau Pergerakan Bangunan

    Ini mencakup ekspansi dan kontraksi pergeseran rumah. Jika dasar ubin bergeser atau bergerak (meskipun sedikit), hal ini rentan membuat keramik kamar mandi retak.

    3. Kelembapan

    Kelembapan atau kerusakan akibat air juga berperan dalam retaknya keramik. Pasalnya, air akan meresap ke dalam celah-celah ubin, sehingga merapuhkannya. Seiring waktu, hal itu menyebabkan keretakan.

    4. Kurangnya Perawatan

    Kurangnya perawatan, seperti tidak membersihkan noda atau kotoran keramik kamar mandi secara rutin, biasa mengakibatkan penumpukan jamur atau lumut. Pada akhirnya, hal itu yang bisa merusak lapisan keramik.

    5. Fluktuasi Suhu

    Perubahan suhu menyebabkan tekanan yang, membuat ubin akan memuai dan menyusut. Tekanan tersebut membuat risiko retaknya lebih besar.

    6. Terkena Benda atau Furniture yang Bergerak

    Dampak langsung dari benda yang jatuh dan furniture yang bergerak berperan dalam retakan ubin. Karena keduanya menyebabkan benturan yang menyebabkan ubin mudah retak.

    Cara Memperbaiki Ubin Retak di Kamar Mandi

    Kita bisa memperbaiki ubin kamar mandi yang retak, tanpa harus menggantinya. Dilansir Birkes Builders, Berikut adalah langkah-langkah mengatasi keramik kamar mandi yang retak:

    • Cari tahu apakah itu retakan tipis atau besar. Retakan tipis yang kecil jadi hal yang umum, yang bisa diperbaiki dengan dempul silikon.
    • Bersihkan retakan dengan baik.
    • Oleskan dempul dan ratakan, sampai sesuai dengan permukaan ubin.
    • Untuk retakan yang lebih besar, pakaila dempul keramik. Caranya, bersihkan area tersebut lalu aplikasikan dempul dan biarkan kering.
    • Amplas dengan lembut untuk meratakan dempul keramik.

    Jika kerusakannya tidak bisa diperbaiki, maka kamu perlu mengganti keramik kamar mandi tersebut.

    Berikut adalah langkah-langkah mengganti ubin kamar mandi:

    • Lepaskan ubin lama dengan hati-hati.
    • Bersihkan nodanya.
    • Pasang ubin baru dengan mortar tipis.
    • Biarkan mengeras, lalu tutupi celah-celahnya.
    • Selalu periksa apakah mengganti ubin kamar mandi yang baru lebih baik daripada sekadar memperbaikinya.

    Cara Mencegah Kerusakan Ubin Kamar Mandi

    Berikut adalah langkah-langkah melindungi ubin di kamar mandi dari kerusakan:

    • Gunakan kain lembut dan pembersih ringan untuk membersihkan ubin. Karena, penggosok keras bisa menyebabkan keretakan kecil, yang seiring waktu bisa menyebabkan keretakan.
    • Menyegel ulang ubin keramik kamar mandi setiap beberapa tahun. Tujuannya untuk mencegah air masuk dan melindungi ubin.
    • Periksa ubin secara teratur. Cara ini untuk mengetahui tanda-tanda awal masalah, seperti retakan kecil atau ubin yang longgar. Memperbaiki masalah ini segera akan menghemat banyak masalah.
    • Pastikan nat tetap dalam kondisi baik. Pasalnya, nat yang rusak atau hilang bisa menyebabkan air meresap ke dalam, yang bisa melemahkan ubin dan membuatnya lebih mudah retak.
    • Hindari menjatuhkan barang berat di atas ubin kamar mandi. Bahkan ubin yang dipasang dengan sangat baik pun bisa retak, kalau terkena benturan keras.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Putih Gampang Kotor, Ini Cara Rawatnya Biar Selalu Bersih Bersinar



    Jakarta

    Interior rumah yang serba putih memberi kesan ruangan yang bersih, terang, indah. Namun, mempunyai rumah serba putih ternyata nggak mudah, lho.

    Pasalnya, benda-benda berwarna putih memang terkenal mudah kotor. Oleh karena itu, kamu perlu lebih rajin merawat dan menjaga kebersihan di rumah.

    Lalu, gimana cara merawat rumah serba putih biar tetap terlihat bersih bersinar? Yuk, simak caranya berikut ini.


    Cara Rawat Rumah Serba Putih

    Inilah cara merawat setiap sudut rumah yang serba putih seperti yang dikutip dari Houzz.

    1. Dinding

    Menyedot debu pada dinding setiap beberapa minggu sekali akan membantu mencegah penumpukkan debu. Debu dapat membuat dinding putih tampak kusam, maka harus selalu dibersihkan.

    Jika menemukan noda, cobalah untuk mengelapnya dengan kain lembut yang lembap terlebih dahulu. Kalau belum berhasil, buat pasta dari soda kue dan air, lalu oleskan ke noda dan bersihkan.

    Selain itu, kamu bisa mengecat ulang bagian yang terkena noda. Sediakan wadah cat dinding yang diberi label dan ditaruh di tempat yang mudah dijangkau. Tuang sedikit ke dalam gelas plastik dan gosok noda yang berubah warna dengan kuas kecil.

    2. Sofa

    Kamu dapat menjaga sofa tetap putih bersih dengan memilih sofa dengan sarung yang dapat dilepas pasang. Dengan begitu, kamu bisa mudah mencuci sofa.

    Kemudian, sering-sering menyedot debu pada furniture kain secara teratur. Langkah ini akan membantu mencegah debu dan kotoran menumpuk. Apabila terdapat noda, bersihkan dengan pembersih jok yang dirancang untuk jenis kain yang kamu miliki.

    Selain itu, kamu bisa menggunakan pembersih uap untuk membersihkan jok sofa putih dengan benar. Menyewa atau membeli mesin dapat jauh lebih hemat biaya daripada membersihkan furniture besar secara profesional.

    3. Tempat Tidur

    Jika memilih menggunakan seprai putih, periksa labelnya untuk memastikan tidak ada perawatan khusus yang diperlukan. Cuci seprai putih dengan air panas dan detergen biasa.

    Tambahkan pemutih sesuai kebutuhan agar seprai terlihat kinclong seperti baru. Jangan cuci seprai putih dengan barang berwarna apapun kecuali kamu yakin warnanya tidak akan luntur.

    Sementara itu, selimut pada dasarnya lembut dan tidak boleh dicuci dengan mesin. Namun, sebagian besar dapat dicuci dengan aman dengan tangan di bak mandi dan dikeringkan dengan tali.

    4. Lantai

    Hindari mengenakan sepatu di dalam rumah. Sediakan rak sepatu dekat pintu dan taruh keset di dalam dan luar pintu masuk rumah.

    Jangan lupa untuk rajin membersihkan lantai dengan penyedot debu ataupun sapu. Lalu, pel lantai dengan dengan kain pel agak lembap dan sedikit cairan pembersih. Untuk membersihkan noda, gunakan pembersih yang dirancang untuk jenis lantai rumahmu.

    5. Kamar Mandi

    Cara terbaik mencegah penumpukan kerak sabun dan noda di kamar mandi adalah dengan sering membersihkannya dengan gerakan yang mudah dan ringan.

    Kalau ada noda yang susah dibersihkan, kamu bisa menggunakan berbagai produk pembersih. Akan tetapi, hindari pembersih abrasif dan sabut gosok yang dapat merusak permukaan di kamar mandi.

    6. Ubin dan Nat

    Bersihkan ubin dan nat putih secara teratur dengan air sabun yang lembut, lalu bilas. Sering membersihkan permukaan ubin dan nat adalah cara terbaik untuk menghindari perubahan warna.

    Untuk membersihkan nat putih yang kotor dan berubah warna, gosok dengan sikat gigi yang dicelupkan ke dalam campuran pemutih klorin dan air.

    Itulah beberapa cara merawat rumah yang serba putih. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Ampuh Membersihkan Lantai Kamar Mandi Biar Kinclong


    Jakarta

    Membersihkan kamar mandi perlu dilakukan karena ruangan tersebut salah satu yang paling sering digunakan di rumah. Membersihkan kamar mandi ada cara tersendiri lho supaya bisa lebih bersih.

    Sebelum mengetahui cara membersihkan lantai kamar mandi, kamu harus tahu dulu kalau kamar mandi perlu dibersihkan rutin. Setidaknya bersihkan kamar mandi 1-2 kali seminggu.

    Nah, berikut ini cara membersihkan lantai kamar mandi dilansir dari Better Homes and Gardens.


    Cara Membersihkan Lantai dan Nat Kamar Mandi

    Membersihkan lantai kamar mandi bisa dilakukan dengan membersihkan debu yang ada. Lalu, kamu bisa mengepelnya dan mengeringkannya.

    Untuk membersihkan nat, kamu bisa menggunakan campuran baking soda dengan air 2:1. Sementara itu, kalau kamu membersihkan noda atau warna yang memudar pada nat bisa menggunakan campuran baking soda dengan cuka 2:1.

    Meski demikian, cuka bisa merusak beberapa bahan lantai, seperti marmer, granit, hingga batu.

    Letakkan campuran tersebut pada nat dengan menggunakan sikat gigi tidak terpakai, lalu diamkan beberapa menit. Setelah itu, gosok nat dan bersihkan dengan air. Biarkan selama 24 jam dan gunakan sealer untuk menguncinya tetap bersih.

    Bolehkah Membersihkan Lantai Kamar Mandi Pakai Pemutih?

    Dilansir dari Homes and Gardens, sebaiknya kamu tidak menggunakan bleach atau pemutih saat membersihkan kamar mandi. Hal itu karena pemutih sangat keras untuk beberapa tipe lantai sehingga bisa merusak permukaan dan menurunkan masa pakainya.

    Selain itu, jika ada sisa pemutih di lantai bisa membuat kulit iritasi. Hal ini akan berbahaya jika hewan kaki peliharaan kamu menginjak residu pemutih dan memakannya, bisa membuat mereka sakit.

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Ampuh Membasmi Cacing di Kamar Mandi dan Saluran Air


    Jakarta

    Cacing bisa muncul di kamar mandi karena faktor tertentu. Misalnya, karena kelembapan tinggi maupun saluran air yang kotor.

    Kehadiran cacing di kamar mandi bagi sebagian orang akan mengganggu kebersihan, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Untuk itu, ketahui apa saja cara untuk mengatasi cacing di kamar mandi di bawah ini.

    Tips Menghilangkan Cacing di Kamar Mandi

    Dikutip dari laman Discover Hubpages, berikut adalah cara untuk membasmi cacing di kamar mandi:


    1. Pakai Boraks atau Pemutih ke Saluran Air

    Biasanya cacing akan bertelur di permukaan dekat saluran pembuangan. Kamu bisa membersihkan permukaan saluran air tersebut dengan pemutih.

    Pasalnya, zat kimia akan membunuh telur dan juga cacing-cacing yang bersembunyi di nat.

    2. Gunakan Baking Soda dan Cuka Putih ke Saluran Air

    Zat kimia dalam baking soda maupun cuka putih akan menghancurkan bahan organik. Hal ini akan sehingga memudahkan pembersihan saluran air, sekaligus membunuh cacing.

    3. Tuangkan Air Panas ke Saluran Pembuangan

    Air panas akan memecah bahan organik yang menempel di permukaan saluran pembuangan, termasuk cacing. Ini tentu akan menghambat perkembangan cacing dan bisa membunuh cacing secara langsung.

    4. Bersihkan Filter Pembuangan

    Filter saluran pembuangan menjadi salah satu area yang sering dihidupi cacing. Filter ini adalah tempat berkembang biaknya lalat dewasa, makannya kita harus membersihkannya secara teratur.

    Bersihkan dan buanglah benda-benda seperti kotoran, debu, dan rambut dari filter ini.

    5. Pakai Minyak Mineral untuk Mencegah Infestasi

    Minyak mineral bekerja dengan baik untuk saluran pembuangan. Minyak ini akan melapisi permukaan saluran pembuangan untuk mengusir lalat dewasa, maupun cacing yang bertelur di permukaannya.

    6. Bunuh Cacing dengan Insektisida

    Sejumlah insektisida mampu membunuh organisme, termasuk cacing. Namun, disarankan pakai insektisida alami dan organik.

    Untuk membasmi cacing di kamar mandi secara efektif dengan insektisida, kamu hanya perlu mengoleskannya di dalam saluran pembuangan dan di sekitar filter.

    7.Pakai Pembersih Bio-Enzimatik

    Pembersih ini akan memudahkan pembersihan saluran air. Ia akan membuat kotoran lebih mudah dibuang dan cacing pun hilang.

    Penyebab Kamar Mandi Ada Cacingnya

    Dari catatan detikProperti, berikut adalah beberapa alasan mengapa ada cacing di lantai kamar mandi:

    • Sumber air yang kemungkinan menjadi tempat pertumbuhan organisme.
    • Kondisi drainase, yang bisa menjadi jalur cacing masuk lewat saluran pembuangan.
    • Permukaan kamar mandi yang ada paparan permukaan tanahnya, sehingga cacing bisa menyusup ke celah-celah ubin.
    • Kondisi kamar mandi yang lembap dan basah, karena kondisi ini akan memungkinkan menjadi tempat cacing hidup hingga berkembangbiak.

    Penting dicatat, agar tidak ada cacing di kamar mandi pastikan kamar mandi bersih, tidak lembap, tidak ada i wastafel atau bak mandi yang retak, dan pastikan saluran pembuangan dan semua sudut bersih.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Rahasia Lantai Kamar Mandi Kuat dan Anti Licin, Begini Cara Bangunnya!



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan di rumah yang sangat penting karena digunakan setiap hari untuk membersihkan diri. Kamar mandi termasuk ruangan yang paling sering digunakan untuk beraktivitas selama 24 jam. Maka dari itu, setiap interior atau elemen di dalam kamar mandi harus diperhatikan guna keselamatan dan keamanan penghuni rumah termasuk lantainya.

    Permukaan lantai kamar mandi perlu perhatian yang berbeda dari lantai di ruangan lain sebab tidak boleh licin dan tidak boleh ada air yang menyebabkan genangan. Hal ini menjadi penting selain karena keamanan juga menyangkut kekuatan lantai kamar mandi yang akan dibuat.

    Merujuk dari artikel berjudul “Pengaruh Material Bangunan Terhadap Kekuatan Lantai Kamar Mandi pada Rumah Tinggal” yang ditulis oleh Reny Kartika Sary dari Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Palembang, konstruksi lantai kamar mandi khususnya di rumah dibuat dengan lapisan berikut:


    • Tanah.
    • Pasir uruk dengan tinggi maksimal 10 cm.
    • Lantai kerja dengan tinggi maksimal 5 cm.
    • Spesi atau adukan dengan tinggi 2-3 cm.
    • Bahan penutup berupa kayu, ubin, dan semen.

    Ternyata, konstruksi lantai kamar mandi pada umumnya itu belum dapat memenuhi keselamatan, keamanan, serta kekuatan lantai. Sebab, konstruksi itu rentan akan kebocoran lantai yang membuat air merembes ke bawah sehingga tanah turun atau air merembes ke atas sehingga keramik akan pecah. Selain itu, bahaya lain bisa datang dari binatang-binatang tanah yang muncul dari rongga keramik yang patah.

    Oleh karena itu, pada artikel disebutkan bahan-bahan pada konstruksi lantai kamar mandi perlu ditambah menjadi:

    • Tanah yang sudah dipadatkan.
    • Pasir uruk dengan tinggi 10 cm untuk meratakan tanah yang bergelombang menjadi rata.
    • Lantai kerja dengan tinggi 5-8 cm berfungsi untuk menahan air yang berasal dari tanah dan sebagai leveling untuk lantai.
    • Waterproofing di atas lantai kerja.
    • Beton ringan dengan ketinggian 6-10 cm (sesuai dengan elevasi yang diperlukan).
    • Plastik cor.
    • Spesi atau adukan 2-3 cm.
    • Terakhir bahan finishing berupa ubin, kayu atau semen.

    Adapun, cara penerapannya adalah sebagai berikut.

    1. Pemadatan tanah, bisa dilakukan dengan menggunakan alat yang bernama stemper. Tanah ditumbuk dengan menggunakan stemper sampai dengan kepadatan yang maksimal, pemadatan tanah ini berguna agar lantai kamar mandi bisa stabil.
    2. Melakukan pengurugan pasir. Pasir urug ini berguna untuk perataan terhadap tanah yang masih miring sehingga permukaan lantai akan sama dan juga sebagai penghalang air untuk meresap ke atas permukaan lantai.
    3. Lantai kerja berguna untuk menahan air yang berasal dari tanah dan sebagai leveling untuk lantai.
    4. Waterproofing, berguna untuk anti bocor.
    5. Beton ringan, berguna sebagai pengeras konstruksi yang digunakan pada lantai kamar mandi agar tidak patah dan juga berfungsi untuk menahan air supaya tidak turun ke bawah sehingga mengakibatkan longsor atau turunnya lantai kamar mandi.
    6. Plastik cor, berguna untuk menahan air dari atas agar tidak mudah tembus ke bawah.
    7. Spesi (adukan) berfungsi untuk merekatkan keramik pada lantai kamar mandi.
    8. Pemasangan keramik lantai dengan baik dan rata, keramik harus direndam terlebih dahulu di air sebelum dilakukan pemasangan, sehingga antara keramik dan spesi benar-benar bisa merekat dengan sempurna serta hal ini berguna agar keramik tidak mudah meledak dan patah.
    9. Terakhir pemasangan nat, sebaiknya nat kamar mandi menggunakan mortar khusus untuk kamar mandi.

    Dengan langkah-langkah diatas, maka lantai kamar mandi semakin kuat. Standar kemiringan lantai pada kamar mandi juga harus diperhatikan yaitu minimal 1% dari panjang lantai untuk membantu mengarahkan air bekas ke floor drain yang akan diteruskan ke pipa pembuangan.

    Demikian cara membuat lantai kamar mandi rumahmu menjadi aman dan anti licin. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Bersihkan Noda Bekas Semen yang Menempel di Lantai Keramik


    Jakarta

    Rumah yang baru selesai dibangun atau melakukan renovasi biasanya akan banyak noda tertinggal di lantai keramiknya. Noda tersebut adalah noda semen yang jatuh saat mengerjakan bagian rumah yang lain.

    Semen yang sudah mengeras akan sulit hilang meskipun dipakai air panas sekalipun. Memakai sabun pun terkadang tidak mampu untuk menghilangkan noda semen tersebut.

    Lantas, bagaimana cara menghilangkan noda semen pada lantai keramik?


    Dilansir situs HG, berikut cara menghilangkan noda semen pada lantai keramik.

    1. Cuka

    Cuka merupakan larutan asam yang ampuh menghilangkan noda-noda membandel, salah satunya dalah semen. Caranya dengan mencampurkan cuka dengan air hangat. Lalu tuang ke atas noda semen. Biarkan larutan tersebut menyerap, lalu gosok atau bilas dengan air bersih.

    Namun, jika noda semen menempel pada marmer dapat menyebabkan kerusakan pada permukaannya karena marmer tidak bisa terkena asam. Selain cuka, perasan lemon juga tidak bisa dipakai untuk membersihkan noda semen di marmer.

    2. Amplas

    Apabila di rumah tidak punya amplas, kamu bisa menggunakan amplas. Namun, membersihkannya membutuhkan tenaga yang banyak terutama jika lokasi noda menyebar dan banyak. Amplas bisa didapatkan di toko bangunan.

    Cara Membersihkan Bekas Semen di Nat Lantai

    Selain di permukaan keramik, semen juga bisa menempel pada bagian nat. Dilansir Apartment Theraphy berikut bahan yang bisa dipakai untuk membersihkannya.

    1. Baking Soda

    Siapkan air dan masukkan soda kue dengan perbandingan yang sama. Kemudian, tuang cairan tersebut ke noda pada nat. Tunggu hingga menyerap, lalu gosok permukaannya. Nat akan bersih dari noda.

    2. Cuka

    Cara membersihkan noda keramik pada nat sama dengan yang dilakukan pada permukaan keramik. Bahan yang digunakan pun sama yakni cuka dan air. Setelah itu tuang ke noda dan nat yang kotor. Tunggu hingga menyerap, lalu gosok hingga noda menghilang. Bilas jika sudah bersih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com