Tag: nat

  • Cara Ampuh Bersihkan Noda Semen di Lantai Tanpa Perlu Ganti Keramik


    Jakarta

    Saat pembangunan rumah, lantai rawan terkena sisa semen yang berceceran saat pengerjaan bagian lain. Semen yang sudah mengeras akan lebih sulit dibersihkan, bahkan jika dikeruk bisa membuat keramik tergores.

    Meskipun begitu, bukan berarti semen tidak bisa dibersihkan. Sama seperti noda cat, noda makanan, atau kotoran lainnya, bekas semen yang telah mengeras bisa dibersihkan, tetapi perlu memakai bahan khusus yang aman untuk keramik.

    Cara Menghilangkan Noda Semen di Lantai Keramik

    Dilansir situs HG, berikut cara menghilangkan noda semen pada lantai keramik.


    1. Cuka

    Semen yang sudah mengeras biasanya hanya dapat hancur jika diberi tekanan seperti dikikis. Sebelum dikikis, bekas semen tersebut akan lebih mudah dibersihkan jika diberi cairan dari campuran cuka dan air hangat. Setelah itu tuang di atas noda semen secukupnya. Kemudian, tunggu hingga menyerap dan cairan tersebut kering, baru setelah itu digosok.

    Cara ini hanya dapat digunakan untuk jenis lantai yang ditutupi keramik. Untuk granit, marmer, dan batuan alam lainnya sebaiknya tidak menggunakan cuka karena cairan ini justru ikut merusak lantai. Bahan alternatifnya adalah memakai perasan lemon secukupnya, tidak terlalu banyak untuk marmer, granit, dan batuan alam. Ketika digosok juga sebaiknya cukup di bagian semen yang mengeras.

    2. Amplas

    Langsung mengikis bekas semen juga sebenarnya tidak masalah, terutama yang nodanya kecil-kecil. Saat membeli amplas, bisa bertanya dahulu amplas yang bisa digunakan untuk lantai keramik karena ada amplas khusus untuk kayu. Untuk membeli amplas bisa didapatkan di toko bangunan.

    Cara Membersihkan Bekas Semen di Nat Lantai

    Noda bekas semen tidak hanya jatuh ke permukaan yang licin di keramik, melainkan bisa pula di sela-sela keramik yang biasanya berwarna putih atau disebut pula dengan nat. Menurut Apartment Theraphy berikut bahan yang bisa dipakai untuk menghilangkan noda pada nat.

    1. Cuka

    Sama seperti sebelumnya, cuka juga aman untuk membersihkan noda pada bagian nat lantai. Jika campuran cuka dan air hangat tadi masih berlebih, coba pakai untuk membersihkan nat. Tunggu hingga menyerap lalu gosok perlahan. Hati-hati lapisan nat ikut terkikis. Setelah bersih, jangan lupa untuk dibersihkan.

    2. Baking Soda

    Baking soda merupakan bahan pembersih yang lebih keras daripada cuka. Apabila ada bekas semen yang sulit sekali dibersihkan, bisa memakai baking soda. Lalu masukkan ke dalam air dengan perbandingan jumlah yang sama. Tuang cairan tersebut ke noda pada nat. Tunggu hingga menyerap, lalu gosok permukaannya. Nat akan bersih dari noda.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Biang Kerok Lantai Keramik Terangkat dan Meledak Lengkap Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Keramik lantai dapat terangkat dan meledak. Hal ini bisa terjadi pada bagian tengah keramik sehingga membuat lantai tersebut pecah. Materialnya yang keras, akan berbahaya jika terinjak. Bagian ujung keramik pasti tajam dan bisa menggores kulit.

    Lantas, apa penyebab keramik lantai terangkat dan meledak?

    Dilansir dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr yang tayang pada 2023 lalu, berikut beberapa penyebab keramik lantai terangkat dan meledak.


    1. Banjir

    Air merupakan musuh bagi bahan bangunan, tidak terkecuali keramik. Air bisa mengikis nat yang mengikat keramik agar menempel pada lantai. Apabila pengeratnya hilang, keramik dengan mudah rusak, retak, hingga pecah.

    2. Ada Celah Udara Masuk

    Penyebab lainnya adalah banyaknya udara berkumpul di bawah keramik. Hal ini membuat banyak tekanan pada bagian bawah keramik sehingga lama kelamaan justru membuat retak dan mengangkat permukaannya.

    3. Pergerakan Pondasi Rumah

    Terpisah, menurut The Floor Trader Outlet, keramik terangkat juga bisa disebabkan oleh kekuatan yang lebih besar yakni pergerakan pada fondasi rumah. Biasanya disebabkan oleh alam seperti pergerakan tanah dan gempa. Namun, kualitas bangunan yang rendah juga bisa menyebabkan kerusakan yang sama.

    4. Perubahan Suhu

    Setiap material dapat mengalami pemuaian dan penyusutan, termasuk keramik. Biasanya hal ini terjadi karena perubahan suhu yang tinggi seperti dari yang semula panas menjadi sangat dingin. Perubahan ini memang tidak terlihat secara kasat mata. Namun, seiring waktu muncul tanda-tandanya yakni retakan pada lantai.

    5. Kesalahan pada Cara Pemasangan

    Seperti yang disebut sebelumnya, cara pemasangan keramik yang salah juga bisa menyebabkan kerusakan. Sebagai contoh bagian bawah keramik ada yang kopong dan proses persiapan pemasangan keramik yang kurang sesuai.

    Cara Memperbaiki Lantai Keramik Terangkat dan Pecah

    Setelah ubin retak, mustahil untuk memperbaikinya tanpa meninggalkan bekas yang tampak. Lebih baik mengganti ubin daripada mencoba memperbaikinya. Berikut caranya.

    • Potong nat di sekitar ubin yang retak menggunakan alat pemotong nat.
    • Angkat keramik yang retak, jika tidak bisa gunakan palu atau bor.
    • Bersihkan puing-puing.
    • Pasang keramik baru dengan cara yang benar dan perekat yang berkualitas sehingga tidak terangkat lagi.
    • Oleskan nat baru di antara keramik yang telah dipasang.

    Harap lakukan dengan hati-hati ketika melakukan proses di atas supaya tidak merusak lantai keramik yang ada.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bersihkan Lantai Kamar Mandi Biar Kinclong, Ampuh!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang paling sering digunakan. Maka dari itu, membersihkan kamar mandi harus dilakukan agar penghuni rumah maupun tamu nyaman menggunakannya.

    Jangan salah lho detikers, kamar mandi harus rutin dibersihkan. Setidaknya, bersihkan kamar mandi 1-2 kali dalam seminggu.

    Nah, salah satu bagian yang harus dibersihkan adalah lantai kamar mandi. Bagian tersebut rentan menjadi licin dan kotor karena terkena air sabun.


    Nah, berikut ini cara membersihkan lantai kamar mandi dilansir dari Better Homes and Gardens.

    Cara Membersihkan Lantai dan Nat Kamar Mandi

    Lantai kamar mandi yang kering bisa dilakukan dengan membersihkan debu-debu terlebih dahulu. Selanjutnya, lantai bisa dipel dan dibiarkan hingga kering.

    Nah, untuk membersihkan nat lantai bisa dengan campuran baking soda dan air dengan perbandingan 2:1. Sementara itu, kalau mau membersihkan noda atau warna yang memudar pada nat bisa pakai campuran baking soda dan cuka dengan perbandingan 2:1.

    Letakkan campuran tersebut pada nat dengan menggunakan sikat gigi tidak terpakai, lalu diamkan beberapa menit. Setelah itu, gosok nat dan bersihkan dengan air. Biarkan selama 24 jam dan gunakan sealer untuk menguncinya tetap bersih.

    Walau demikian, perlu dicatat bahwa lantai marmer, granit, dan batu tidak boleh dibersihkan pakai cuka karena bisa rusak.

    Apa Boleh Bersihkan Lantai Kamar Mandi Pakai Pemutih?

    Dikutip dari Homes and Gardens, sebaiknya jangan gunakan pemutih atau bleach saat membersihkan kamar mandi. Sebab, pemutih merupakan bahan yang sangat keras untuk beberapa jenis lantai sehingga bisa merusak permukaan dan menurunkan masa pakainya.

    Apalagi jika ada sisa pemutih di lantai kamar mandi dan terkena kulit, bisa menyebabkan iritasi nantinya. Selain itu, apabila hewan peliharaan memakan residu pemutih bisa membuat mereka sakit.

    Itulah cara membersihkan lantai dan nat kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bersihkan Noda Semen di Lantai Tanpa Bikin Keramik Rusak



    Jakarta

    Saat proses pembangunan atau renovasi rumah, tak jarang sisa semen menempel di lantai keramik. Jika dibiarkan terlalu lama, noda semen akan mengeras dan semakin sulit dibersihkan. Bahkan, jika dikeruk sembarangan bisa membuat permukaan keramik jadi tergores.

    Meski terdengar merepotkan, ternyata ada cara aman untuk membersihkan bekas semen tanpa merusak lantai. Kuncinya adalah menggunakan bahan-bahan yang tepat dan teknik yang sesuai.

    Cara Membersihkan Noda Semen di Keramik

    Dilansir dari situs HG, berikut beberapa bahan sederhana yang bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan noda semen membandel di rumah:


    1. Gunakan Cuka Dapur

    Cuka bisa jadi solusi alami untuk melunakkan noda semen yang menempel. Caranya, campurkan cuka dengan air hangat secukupnya, lalu tuangkan ke area yang terkena noda. Diamkan hingga cairan menyerap dan mulai mengering, baru kemudian gosok dengan kain kasar atau sikat.

    Cara ini hanya direkomendasikan untuk lantai keramik biasa. Jangan gunakan cuka untuk lantai berbahan granit, marmer, atau batu alam karena bisa merusak permukaannya.

    Untuk alternatif lebih aman pada lantai batu alam, gunakan perasan lemon dan gosok perlahan hanya di area yang terkena noda.

    2. Amplas Khusus Keramik

    Untuk noda semen yang tidak terlalu besar, kamu bisa langsung mengikisnya dengan amplas halus. Pastikan memilih amplas yang cocok untuk keramik, bukan untuk kayu.

    Gunakan gerakan perlahan dan hati-hati agar tidak menggores lantai.

    Cara Menghilangkan Noda Semen di Nat Lantai

    Tak hanya di permukaan keramik, sisa semen sering kali menempel di sela-sela nat keramik yang berwarna putih. Membersihkannya juga perlu teknik khusus agar tidak merusak struktur nat.

    1. Cuka untuk Nat

    Campuran cuka dan air hangat juga bisa digunakan untuk membersihkan noda di sela nat. Tuangkan cairan ke bagian yang kotor, diamkan, lalu gosok perlahan. Jangan terlalu keras agar lapisan nat tidak ikut terkikis.

    2. Baking Soda

    Jika noda di nat terlalu membandel, kamu bisa coba baking soda. Campurkan baking soda dan air dengan perbandingan 1:1, lalu tuangkan ke nat yang kotor. Diamkan sejenak hingga menyerap, lalu gosok hingga bersih.

    Bekas semen yang menempel di lantai atau nat keramik memang menyebalkan, tapi bukan berarti tak bisa dibersihkan. Dengan bahan alami seperti cuka atau baking soda, serta sedikit kesabaran, lantai rumah bisa kembali bersih tanpa perlu memanggil jasa khusus.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Lantai Rumah yang Selalu Rembes


    Jakarta

    Rembesan air di rumah bukan hanya terjadi pada bagian atap dan dinding saja, melainkan dari celah keramik atau lantai juga bisa.

    Untuk mengetahui lantai rumah terdapat rembes atau tidak, bisa dengan melihat kondisi permukaannya. Lantai yang tidak ada masalah biasanya kondisi keramik, ubin, atau penutupnya rapi dan tanpa celah besar. Jika terdapat sedikit retakan, itu tidak masalah. Kondisi yang harus dicurigai adalah ketika lantai terlihat mengangkat atau lebih rendah daripada yang lain.

    Penyebab air bisa keluar dari lantai atau terjadi rembesan adalah kebocoran pada pipa, kebocoran dari kamar mandi, dan naiknya air tanah. Bagi pemilik rumah di lahan bekas sawah perlu mewaspadai hal ini.


    Lantai yang selalu dingin terkadang tidak menjadi alasan atau pertanda adanya rembesan air. Sebab, saat ini sudah banyak material yang memang bisa membuat kondisi lantai terasa dingin dan sejuk. Menurut arsitek Denny Setiawan material lantai yang cukup dingin adalah marmer dan keramik.

    Namun, apabila terjadi rembesan pada lantai ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Berikut ini informasinya.

    Cara Mengatasi Lantai Rumah yang Rembes

    Dilansir Angi, berikut cara mengatasi lantai rumah yang rembes.

    1. Cek Kebocoran pada Area Atas

    Kebocoran biasa terjadi pada bagian atap dan dinding, terutama saat hujan deras. Ketika kebocorannya sudah lumayan parah, air bisa mengalir dari atas hingga berceceran ke lantai. Penghuni rumah bisa mengira air rembesan tersebut berasal dari lantai padahal air tersebut dari atap dan dinding yang bocor. Untuk mengetahui perbedaannya, cek dahulu kondisi atap atau bekas jalan air di dinding rumah.

    2. Bongkar Keramik

    Salah satu cara untuk mengatasi air rembes dari lantai adalah membongkar keramik atau pelapis lantai. Ketika membongkarnya pastikan lakukan dengan hati-hati agar tidak terlalu banyak yang pecah. Hal ini untuk mengecek kondisi pipa di bawahnya. Bisa jadi air merembes dari bawah karena ada kebocoran pipa.

    Untuk mengetahui ada kebocoran pipa, pertama bisa matikan semua sumber air dan periksa meteran air. Tunggu tiga jam, lalu periksa kembali meteran. Jika meteran bergerak, berarti ada kebocoran, dan segera hubungi orang profesional untuk mengatasi hal ini. Jika meteran tidak bergerak, kebocoran air berasal dari sumber luar (seperti air tanah) yang menyebabkan air naik melalui lantai.

    3. Buat Sistem Drainase atau Cek Pompa Bah

    Penyebab lainnya terjadi rembesan pada lantai adalah naiknya air tanah ke permukaan. Biasanya disebabkan oleh tekanan hidrostatik yang membuat air masuk ke celah-celah di rumah. Hal ini juga disebabkan karena tidak ada lapisan kedap air.

    Apa bila terjadi hal seperti ini, coba periksa pompa bah yang dirancang untuk mengalirkan air menjauh dari rumah. Cara lainnya adalah dengan memasang sistem drainase, seperti genteng basah yang mengalirkan air ke lubang pembuangan atau sistem drainase interior. Genteng basah mungkin terdengar aneh, tetapi berfungsi untuk menampung air tanah dan mengarahkannya ke area lain. Sistem drainase interior terletak di persimpangan dinding dan lantai, dan juga dirancang untuk mengalirkan kelebihan air ke dalam pipa dan menjauhkannya dari rumah.

    4. Menggunakan Pelapis Anti Bocor

    Pelapis anti bocor atau waterproofing berguna sebagai pelindung lantai rumah dari kebocoran yang kerap menerobos melalui nat keramik. Bahan pelapis anti bocor biasanya berupa cairan atau membran.

    Ketika pemasangan keramik kembali, pastikan tidak ada celah di antara nat sehingga air tidak bisa rembes ke atas. Alasan paling umum untuk kebocoran kamar mandi adalah usia nat, yang telah memburuk dari waktu ke waktu. Efek negatifnya adalah menciptakan celah yang memungkinkan air masuk dan menyebabkan kebocoran. Pastikan nat keramik tahan air dan tidak mudah rusak agar air yang mengalir di atasnya tidak merembes.

    5. Perbaiki Pipa yang Bocor

    Masalah lain air bisa naik ke atas adalah terdapat kebocoran atau retakan pada pipa. Untuk mengatasi pipa yang bocor adalah menggantinya. Selain itu, hindari membuang sembarangan benda melalui lubang-lubang di rumah agar tidak ada sumbatan yang membuat pipa bekerja lebih keras agar air dapat mengalir.

    Itulah beberapa cara mengatasi lantai rumah yang rembes.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Lantai Rumah Bergelombang dan Terangkat



    Jakarta

    Lantai rumah yang bergelombang atau keramik yang terangkat bisa menjadi masalah serius jika dibiarkan. Selain mengganggu estetika, kondisi ini juga bisa membahayakan penghuni rumah. Masalah ini umum terjadi, terutama pada lantai keramik, dan perlu penanganan yang tepat.

    Keramik memang dikenal kuat dan awet, namun bukan berarti bebas dari kerusakan. Salah satu masalah yang kerap muncul adalah keramik terangkat, pecah, atau bahkan ‘meledak’-kondisi yang dikenal dengan istilah popping. Jika tidak segera diperbaiki, air bisa merembes ke bawah lantai dan memicu jamur serta kerusakan lebih lanjut.

    Lalu, apa penyebab lantai rumah menjadi bergelombang atau terangkat, dan bagaimana cara mengatasinya?


    Penyebab Lantai Keramik Terangkat atau Pecah

    Dikutip dari catatan detikProperti dan The Floor Trader Outlet, berikut beberapa penyebab umum lantai keramik bisa mengalami popping:

    1. Perubahan Suhu

    Keramik akan sedikit mengembang saat panas dan menyusut saat dingin. Perubahan suhu yang terjadi terus-menerus bisa menyebabkan keramik bergeser, longgar, hingga terangkat.

    2. Pergerakan Pondasi Rumah

    Seiring waktu, pondasi rumah bisa mengalami pergeseran karena perubahan kelembaban, tekanan tanah, atau penyusutan material. Ini bisa membuat keramik menjadi retak atau terangkat.

    3. Jenis Perekat yang Digunakan

    Tidak semua perekat punya kekuatan sama. Perekat berkualitas rendah atau yang sudah melemah seiring waktu bisa membuat ubin longgar dan terlepas.

    4. Cara Pemasangan yang Kurang Tepat

    Pemasangan yang hanya menggunakan titik-titik perekat di tengah atau sudut keramik bisa menciptakan rongga udara. Inilah yang memicu popping.

    5. Permukaan Dasar yang Tidak Rata

    Jika lantai dasar tidak rata, tekanan yang tidak merata akan membuat ubin bergeser, pecah, atau terangkat. Permukaan seperti ini harus diratakan sebelum pemasangan.

    Cara Mengatasi Lantai Rumah yang Terangkat

    Jika keramik sudah terangkat atau pecah, satu-satunya cara efektif adalah mengganti ubin yang rusak. Berikut langkah-langkah perbaikannya:

    • Potong nat di sekitar ubin yang rusak menggunakan alat pemotong nat.
    • Angkat ubin dengan hati-hati, bisa menggunakan palu atau bor jika sulit dilepas.
    • Bersihkan sisa puing dan permukaan dasar.
    • Pasang ubin baru dengan perekat berkualitas dan teknik yang benar.
    • Tutup kembali nat dengan rapi dan biarkan kering.

    Pastikan pengerjaan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak keramik lain di sekitarnya.

    Cara Mencegah Lantai Bergelombang Sejak Awal

    Untuk mencegah keramik terangkat atau lantai bergelombang, perhatikan hal-hal berikut saat pemasangan:

    1. Gunakan Teknik Pemasangan yang Tepat

    Gunakan adukan mortar yang sesuai dan ratakan perekat secara menyeluruh di bawah ubin, bukan hanya di titik-titik tertentu.

    2. Pilih Perekat Berkualitas Tinggi

    Gunakan perekat khusus keramik yang lebih kuat dibandingkan semen biasa.

    3. Cek dan Rawat Nat Secara Berkala

    Jika ada celah atau keretakan pada nat, segera perbaiki agar udara dan air tidak masuk.

    4. Antisipasi Potensi Banjir

    Jika rumah berada di kawasan rawan banjir, pertimbangkan untuk meninggikan lantai agar tidak terendam air yang bisa menyebabkan kerusakan pada keramik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menambal Keramik Pecah dengan Rapi


    Jakarta

    Keramik adalah salah satu pelindung lantai yang memiliki ketahanan yang cukup kuat. Kekurangannya adalah apabila pemasangannya asal-asalan, permukaannya bisa pecah dan retak.

    Kondisi keramik lantai yang sudah pecah atau retak agak sulit diperbaiki karena tidak mudah untuk dibongkar. Mau tidak mau harus ada cara lain yang lebih efektif untuk memperbaiki keramik lantai yang pecah.

    Salah satunya adalah dengan cara ditambal apabila bagian pecahannya masih berada di tempat atau retakannya tidak begitu dalam.


    Dilansir Family Handyman berikut cara menambal keramik lantai yang pecah.

    1. Bersihkan Permukaan Keramik yang Pecah

    Mulai dengan membersihkan area yang akan diperbaiki. Hal ini penting terutama jika retakan sudah ada cukup lama dan kotor. Untuk area yang pecah atau retak dengan tepi tajam, bagian yang tajam tersebut perlu diampelas terlebih dahulu dengan amplas halus.

    Cara membersihkannya bisa dengan sikat yang lembap dan lembut serta sabun cuci piring. Apabila ada genangan air, keringkan memakai tisu kertas. Setelah area tersebut bersih dan kering, keramik siap untuk ditambal.

    2. Tambahkan Nat

    Untuk ubin yang berwarna-warni dengan permukaan yang tidak mengkilap, cara menyamarkan retakan atau pecahannya bisa dengan menambal menggunakan nat. Hasilnya nanti permukaannya akan mulus. Nat yang dipakai harus memiliki warna yang sama atau mendekati dengan warna keramik yang pecah atau retak.

    Biarkan nat mengering. Biasanya membutuhkan waktu 20-30 menit. Bersihkan sisa residu dengan spons nat.

    3. Cat

    Sebenarnya cat bukan solusi permanen untuk mengatasi pecahan pada ubin. Cara ini hanya bisa dipakai untuk retakan pada ubin yang kondisinya tidak begitu dalam.
    Pilih cat berbahan dasar air yang sesuai dengan warna ubin atau beli cat khusus ubin keramik. Oleskan cat ke area keramik yang rusak memakai kuas. Pastikan cat mengisi rongga yang ada di keramik. Setelah cat mengering, aplikasikan lapisan akrilik bening berbahan dasar air agar menutupi rongganya. Kemudian, pilih hasil akhir permukaan yang sesuai, seperti matte, satin, atau gloss.

    4. Cat Epoksi

    Untuk retak yang cukup dalam, bisa memakai cat epoksi. Caranya dengan mengisi retakan atau serpihan. Terus tuang cat poksi dan pengampelas hingga area yang rusak rata dengan permukaan ubin. Terakhir, cat dan finishing area yang baru diperbaiki tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membersihkan Nat Keramik yang Menghitam, Pakai Bahan di Rumah Aja!



    Jakarta

    Lantai rumah memang mudah dibersihkan dengan sapu atau pel, tapi bagaimana dengan sela-sela antar keramiknya? Bagian yang disebut nat ini sering kali menghitam seiring waktu karena kotoran menumpuk dan sulit dijangkau.

    Masalahnya, permukaan keramik dan nat terbuat dari bahan berbeda. Keramik biasanya mengilap dan licin, sementara nat dibuat dari campuran semen, pasir, dan air – sehingga perlu cara khusus untuk membersihkannya.

    Tenang, kamu nggak perlu beli pembersih mahal. Cukup gunakan bahan-bahan sederhana yang sudah ada di rumah. Mengutip dari Ideal Homes, berikut beberapa cara ampuh mengembalikan warna nat agar terlihat seperti baru lagi.


    1. Campuran Baking Soda dan Cuka

    Dua bahan dapur ini ampuh mengangkat kotoran membandel di sela keramik. Campurkan dua sendok makan baking soda dengan sedikit air hingga jadi pasta. Kalau noda masih sulit hilang, tambahkan cuka secukupnya. Agar permukaan keramik tidak rusak, kamu bisa menambahkan sedikit pasta gigi dalam campuran tersebut.

    Oleskan pada nat, gosok dengan sikat gigi bekas, lalu bilas pakai kain lembap. Tapi hati-hati, penggunaan cuka terlalu sering bisa merusak lapisan pelindung keramik dan membuatnya kusam.

    2. Gunakan Pasta Gigi

    Selain untuk gigi, pasta gigi juga bisa jadi pembersih sela keramik. Kandungan soda bikarbonat di dalamnya efektif mengangkat noda. Cukup oleskan pasta gigi ke sela-sela ubin, gosok perlahan dengan sikat gigi bekas, lalu bilas air hangat dan keringkan dengan handuk bersih. Cara ini aman dan cocok untuk pembersihan rutin.

    3. Bersihkan dengan Air Lemon

    Asam alami dari lemon juga bisa mengangkat kotoran pada nat keramik. Caranya mudah: iris lemon, peras airnya ke bagian sela, diamkan sekitar 15 menit, lalu gosok dengan sikat gigi. Setelah itu bilas air hangat dan keringkan. Selain bersih, aroma lemon juga membuat ruangan terasa segar.

    4. Gunakan Pemutih untuk Noda Membandel

    Kalau noda sudah terlalu lama menempel, pemutih bisa jadi solusi terakhir. Tuang sedikit ke wadah, celupkan sikat gigi bekas, lalu gosok perlahan bagian nat yang menghitam. Bisa juga dicampur dengan pasta gigi agar lebih lembut.

    Setelah didiamkan 15 menit, bilas dan biarkan kering dengan udara. Hindari mengelap dengan kain karena seratnya bisa menempel di lantai.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Saatnya Lantai Dipel? Ini Ciri-cirinya


    Jakarta

    Biasanya saat membersihkan rumah, penghuni akan mengepel lantai. Mengepel lantai perlu dilakukan agar rumah tetap bersih dan bebas kuman.

    Saat ingin mengepel lantai, bisa saja dilakukan seminggu sekali karena lantai masih terlihat bersih. Hal itu sebenarnya tidak masalah untuk dilakukan.

    Tapi, sebenarnya mengepel lantai itu minimal harus berapa kali sih?


    Menurut pemilik Bee Maids House Cleaning Services, Jorge Leiva, sebenarnya tidak ada jawaban pasti untuk hal tersebut. Tapi, sebaiknya mengepel lantai dilakukan minimal seminggu sekali, terlebih di area yang sering kotor seperti dapur.

    “Dan tergantung seberapa bersih rumah yang Anda inginkan, bisa saja dilakukan lebih dari sekali dalam seminggu,” katanya, dikutip dari Southern Living, Minggu (16/11/2025).

    Hal lain yang harus diperhatikan saat ingin mengepel lantai adalah berapa orang yang tinggal di rumah. Hal itu karena berpengaruh pada kotornya lantai karena sering diinjak-injak.

    Namun, Leiva menyarankan untuk mengepel berdasarkan kotornya lantai, bukan seberapa sering harus dilakukan.

    Tanda-tanda Lantai Harus Dipel

    Berikut ini beberapa tanda lantai harus dipel.

    1. Lantai Kusam atau Pudar

    Seiring berjalannya waktu, lalu lintas kaki yang terus-menerus akan menyebabkan lantai memudar dan kusam. Itu menjadi salah satu tanda lantai harus segera dipel.

    Rambut, debu, dan serat kain sering tersapu ke sudut-sudut, tempat mereka mulai menumpuk dengan sendirinya.

    3. Titik-titik Lengket

    Jika penghuni rumah menyadari kakinya terasa lengket saat berjalan di lantai, sudah saatnya lantai dipel.

    4. Nat yang Tampak Kotor

    Meskipun sering disapu, remah-remah dan kotoran dapat mengendap di antara ubin. Tumpahan sering meresap ke dalam nat dan membuatnya tampak kotor.

    5. Alergi Kambuh

    Pemilik rumah yang sensitif terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan mungkin menyadari alergi mereka kambuh sebelum hal lainnya. Saat alergi kambuh, itu pertanda lantai harus dipel.

    Itulah informasi terkait waktu yang tepat untuk mengepel lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)



    Sumber : www.detik.com