Tag: natrium klorida

  • 5 Penyebab Banyak Semut di Rumah, Salah Satunya Karena Baju Kotor!


    Jakarta

    Semut adalah salah satu hewan yang bisa tiba-tiba muncul di rumah. Mereka kerap ditemukan di dapur, tempat sampah, dekat pintu, jendela, hingga di sudut-sudut rumah. Lantas, sebenarnya dari mana semut datang dan apa penyebabnya?

    Melansir dari detikJateng, laman Phys.org yang menyajikan laporan dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Biology Center of the Czech Academy of Sciences (CAS) terhadap sejumlah spesies semut di tiga pegunungan tropis, mengatakan semut menyukai makanan manis karena membutuhkan kalori dari gula. Gula adalah sumber karbohidrat yang memberikan energi yang cepat bagi mereka.

    Dari laman Tom’s Guide, Sabtu (24/8/2024) penyebab adanya semut di rumah cukup beragam, berikut beberapa di antaranya.


    1. Dinding Retak atau Berlubang

    Seperti hewan lainnya, semut juga pasti butuh tempat tinggal atau tempat berlindung. Semut tidak menyukai tempat di luar ruangan. Mereka membutuhkan tempat yang hangat, terang, dan dekat dengan makanan serta air. Salah satu lokasi yang tepat adalah dinding yang retak atau berlubang atau celah fondasi rumah.

    Kamu bisa mengeceknya jika penasaran. Jika kamu ingin mengusirnya, maka kamu perlu menutup akses masuk semut atau menjauhkan lokasi makanan, tempat sampah, dan aroma yang disukai semut dari tempat mereka berlindung.

    2. Sumber Air

    Semut tidak dapat hidup tanpa air. Maka dari itu, selain mencari makanan, mereka juga harus mencari sumber air. Area yang lembap juga mereka menyukainya karena itu lokasi yang tepat untuk mendapatkan air.

    Jadi, jika kamu melihat semut di wastafel atau kamar mandi, kemungkinan besar mereka sedang mencari kelembapan. Untuk mengatasi semut yang datang karena ada sumber air, kamu bisa mencegahnya dengan meletakkan alat untuk menurunkan kelembapan dalam ruangan. Selain itu, pastikan tidak ada air menggenang atau pipa yang bocor.

    3. Sisa Makanan

    Gula bukanlah satu-satunya sumber makanan yang dikonsumsi semut. Mereka membutuhkan garam untuk menjaga keseimbangan air dan mendukung otot dan saraf mereka. Protein juga diperlukan untuk pertumbuhan, untuk ratu dan larva di kawanan mereka. Maka dari itu, kamu harus menyimpan dengan benar daging dan telur. Lalu, Bahkan minyak dan lemak pun dapat menarik perhatian beberapa spesies semut. Bisa disimpulkan semut adalah hewan yang tidak pilih soal makanan.

    4. Ada Tumpukan Baju Kotor

    Siapa yang pernah melihat baju dikerumuni semut? Ternyata semut menyukai bau keringat yang menempel di baju kotor lho. Hal ini dikarenakan di dalam keringat terdapat garam yakni natrium klorida, kalium, dan kalsium. Selain itu, keringat juga mengandung gul,

    Oleh karena itu, cucian kotor yang berlebihan di rumah, mudah menarik perhatian semut saat mereka berada di rumah. Jadi sebaiknya baju kotor di rumah tidak lama-lama dibiarkan.

    5. Tanaman

    Bunga sebenarnya menarik perhatian semut dan serangga untuk penyerbukan. Namun, jika tanaman itu berada di dalam rumah, justru penghuni rumah yang repot. Semut-semut ini datang karena mencium aroma dari tanaman. Tanaman yang bisa memanggil semut adalah bunga peony dan mawar.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Cuma Buat Masak, Garam Juga Ampuh Bersihkan Noda!


    Jakarta

    Garam adalah bumbu yang pasti selalu tersedia di setiap dapur dan peran penting untuk memperkaya cita rasa masakan. Namun, tahukah kamu jika garam juga ampuh untuk membersihkan berbagai hal di rumah?

    Dilansir Better Homes and Gardens, garam merupakan bahan abrasif alami yang dapat membersihkan noda dan menyerap bau tak sedap. Selain itu, garam adalah bahan alami, tentu ramah lingkungan dan dapat menghemat pengeluaran kamu karena tak perlu beli cairan pembersih instan.

    Jenis garam yang dapat dipakai untuk membersihkan beberapa benda di rumah adalah garam kosher. Garam in tidak mengandung mineral apa pun, melainkan hanya natrium klorida.


    Garam kosher ini berbeda dengan garam laut. Pembeda yang paling mencolok adalah garam kosher teksturnya lebih kasar dari garam laut. Keduanya sama-sama berwarna putih dan berbentuk butiran, serta sama-sama bisa dimakan.

    Barang yang Bisa Dibersihkan dengan Garam

    1. Mug Kopi

    Siapa di antara detikers yang sering minum kopi? Coba cek cangkir bagian dalamnya bersih atau tidak. Biasanya cangkir yang dipakai sebagai wadah kopi atau minuman berwarna, bagian dalamnya terdapat sisa warna. Noda tersebut sulit hilang jika hanya memakai sabun cuci piring.

    Ternyata trik untuk menghilangkan noda tersebut adalah memakai garam. Caranya dengan menambahkan garam ke dasar cangkir dan taruh sedikit es serut di atasnya. Tutupi bagian atas cangkir kopi dengan lapisan plastik pembungkus.

    Lalu letakkan tangan di atas plastik tersebut dan putar cangkir agak cepat. Apabila dirasa sudah lama diputar, coba bilas cangkir dengan air hangat. Lihat apakah warnanya berkurang.

    2. Talenan

    Talenan adalah salah satu barang dapur yang mudah rusak. Bekas potongan pisau kerap berbekas. Permukaannya yang tidak mulus itu sering kotor dari sisa-sisa makanan yang masuk ke sela-selanya. Tidak jarang, talenan jadi mudah berbau karena cara membersihkannya yang salah.

    Coba dengan menaburkan garam dan ratakan seperti dipijat. Diamkan selama 10 menit. Setelah itu gosok permukaan dengan lemon yang telah dipotong menjadi dua. Saat menggosok, kamu boleh sambil memeras lemon. Terakhir, bilas dengan air panas. Pastikan tidak ada sisa garam yang tertinggal.

    3. Setrika

    Jika besi setrika kotor karena ada yang menempel atau berubah warna menjadi hitam, kamu bisa lho menghilangkannya.

    Caranya atur setrika sampai terasa hangat. Sembari menunggu, siapkan selembar kertas atau koran yang atasnya telah ditaburkan garam. Setelah setrika panas, setrika dengan melingkar di atas garam dan kertas tadi. Matikan setrika dan biarkan dingin. Lalu, bersihkan permukaan besi dari bekas garam dengan menggunakan kain lembap.

    4. Panci

    Cara mencuci panci berminyak, kotor, atau berminyak bisa dengan garam. Caranya tutupi panci dengan garam dan biarkan selama 10 menit. Lalu, gosok bagian tepi panci yang kotor dengan spons. Terakhir, bilas dengan air hangat.

    5. Pipa Tersumbat

    Pipa tersumbat dapat diatasi dengan bahan yang ada di dapur. Caranya tuang setengah cangkir soda kue dan setengah cangkir garam ke dalam saluran pembuangan dan biarkan semalaman. Setelah itu, tuangkan air mendidih ke dalam saluran pembuangan untuk membilas campuran tersebut.

    6. Jamur dan Noda Bekas Air

    Jika di rumah ada barang yang berjamur atau permukaannya terdapat sisa air, coba pakai garam sebagai pemutih alami. Cara bersihkannya dengan menaburkan garam pada area yang terkena noda, lalu tuangkan soda kue. Diamkan beberapa jam atau semalaman.

    Cara kedua bisa dengan mencampurkan air lemon dan garam. Lalu gosokkan pada noda. Namun, kamu harus menjemur barang tersebut di bawah sinar matahari.

    Itulah beberapa benda yang bisa dibersihkan dengan garam. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • WC Mampet Bisa Diperbaiki Pakai Garam, Begini Caranya


    Jakarta

    Cara mengatasi WC yang mampet tidak perlu sampai dibongkar. Saat ini, banyak cara yang bisa diikuti dan terbukti berhasil untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan memakai garam. Lho, emang bisa?

    Dilansir Apartment Therapy, garam adalah salah satu bahan yang terbukti ampuh untuk mengatasi WC mampet. Bahan alami ini juga disebut dapat menghilangkan bau tak sedap akibat penumpukan kotoran pada pipa pembuangan.

    Jenis garam yang digunakan berbeda dengan garam masakan yang biasa tersedia di dapur. Untuk masalah WC mampet harus memakai garam epsom atau garam Inggris. Garam satu ini mengandung magnesium, sulfur, dan oksigen. Sementara, garam dapur untuk masakan mengandung natrium klorida.


    Penggunaan bahan-bahan alami seperti garam ini juga berdampak baik untuk lingkungan karena tidak mencemari.

    Cara Mengatasi WC Mampet dengan Garam Epsom

    Garam epsom tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan bahan lain yang membantu Menekan kotoran masuk ke dalam septic tank, yakni baking soda. Berikut langkah menggunakan garam epsom untuk mengatasi WC mampet.

    1. Siapkan setengah cangkir soda kue dan setengah cangkir garam epsom ke wadah yang nantinya mudah untuk dituang.

    2. Tambahkan air pada campuran 2 bahan tersebut

    3. Tuang larutan soda kue, garam epsom, dan air ke dalam WC

    4. Siapkan air hangat, jangan yang mendidih sebanyak 6 gelas. Apabila air sudah tidak mendidih tuang ke dalam WC

    5. Diamkan campuran tersebut selama maksimal semalaman atau 8 jam.

    6. Reaksi garam epsom, soda kue, dan air dapat menimbulkan suara gelembung yang tidak biasa, tetapi hal tersebut wajar pada WC

    7. Setelah minimal 8 jam, siapkan satu gelas air hangat. jangan mendidih dan tuang ke dalam WC. Bilas juga dengan air biasa.

    Selain memakai garam epsom, ada banyak cara lain untuk mengatasi WC mampet, berikut di antaranya.

    1. Tuangkan Sabun & Air Panas

    Selain garam epsom, coba pakai sabun cuci piring yang dicampur dengan air panah. Ingat, saat menuangkan air panas sebaiknya tidak dalam kondisi mendidih karena dapat merusak pipa pembuangan. Setelah kedua bahan tersebut dituang ke dalam WC, tunggu selama beberapa menit saja sebelum dibilas dengan air biasa.

    2. Pemutih dan Detergen Bubuk

    Bahan campuran kedua adalah pemutih dan detergen bubuk. Caranya cukup mudah yakni dengan menuangkan beberapa cangkir pemutih dan satu cangkir detergen bubuk ke dalam mangkuk. Tunggu 20-30 menit, lalu coba siram ke dalam WC.

    3. Manfaatkan Kawat Hanger

    Jika detikers tidak punya alat-alat di atas, kalian bisa memanfaatkan kawat hanger untuk menyingkirkan sumbatan di WC. kawat ini dapat difungsikan sebagai ular pipa toilet. Modifikasi terlebih dahulu bentuk kawat hanger agar bisa dimasukkan ke saluran toilet. Untuk mencegah goresan pada porselen, lilitkan kain di sekeliling pengaitnya.

    Masukkan ke lubang dan carilah penyebab sumbatan, kemudian sodok kawat lebih dalam hingga sumbatan terurai. Lihat apakah cairan di WC usudah turun atau belum. Apabila sudah lancar siram WC untuk mengurai kotoran-kotoran di pipa yang masih tertinggal.

    Demikian tadi Cara mengatasi WC mampet tanpa harus bongkar. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Pria Konsultasi Diet dengan ChatGPT, Bukannya Lebih Sehat Malah Keracunan


    Jakarta

    Seorang pria berusia 60 tahun dilarikan ke unit gawat darurat setelah mengikuti saran diet dari ChatGPT. Setelah tiga bulan konsisten mengubah pola makannya berdasarkan rekomendasi kecerdasan buatan, ia justru mengalami gejala masalah kejiwaan yang parah, termasuk halusinasi dan paranoia.

    Laporan kasus ini, yang dipublikasikan di jurnal Annals of Internal Medicine Clinical Cases, menyebutkan pria itu mengalami bromisme, yaitu sindrom keracunan akibat paparan berlebihan terhadap senyawa kimia bromida yang ia konsumsi.

    Semua berawal saat pria itu terinspirasi dari studi nutrisi di masa kuliahnya. Ia ingin menghilangkan klorida, senyawa penting yang ada di dalam garam (natrium klorida), dari pola makannya. Ia mengaku kesulitan menemukan literatur yang spesifik tentang pengurangan klorida.


    Pria itu kemudian memutuskan untuk berkonsultasi dengan ChatGPT yang memberikan saran fatal: klorida bisa ditukar dengan bromida. Tanpa ragu, ia mengganti semua natrium klorida dalam makanannya dengan natrium bromida yang ia beli secara daring.

    Untuk menguatkan temuan ini, dokter yang merawat pria tersebut mencoba bertanya kepada ChatGPT 3.5 tentang klorida yang bisa diganti, dan model AI itu memberikan respons yang menyertakan bromida.

    Diagnosis dokter

    Setelah tiga bulan mengonsumsi natrium bromida, pria itu datang ke UGD. Awalnya, hasil tes laboratorium menunjukkan kadar klorida yang tinggi, namun setelah diselidiki lebih lanjut, dokter mendiagnosisnya dengan ‘pseudohiperkloremia’, kondisi ketika senyawa bromida dalam jumlah besar mengganggu pengukuran klorida yang sebenarnya normal.

    Tanda-tanda keracunan bromida yang ia alami semakin jelas setelah dirawat. Ia menjadi paranoid terhadap air yang diberikan, mencoba melarikan diri, dan mulai mengalami halusinasi parah.

    Selain itu, muncul gejala fisik lain seperti jerawat di wajah, benjolan merah kecil di kulit, insomnia, kelelahan, dan masalah koordinasi otot.

    Baru setelah kondisinya membaik dengan cairan, elektrolit, dan antipsikotik, pria itu memberi tahu dokter tentang penggunaan ChatGPT. Setelah tiga minggu, ia diizinkan pulang dalam kondisi stabil.

    Kasus ini menjadi peringatan keras tentang bahaya mengandalkan kecerdasan buatan untuk saran medis atau kesehatan tanpa verifikasi dari tenaga profesional.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com