Tag: news18

  • Kenapa WC Duduk Punya 2 Tombol Flush? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Perkembangan zaman berpengaruh pada bentuk WC masa kini. Sebelumnya, rumah-rumah di Indonesia kebanyakan menggunakan WC datar, di mana kamu harus jongkok di atasnya. Sekarang, rumah-rumah masa kini lebih memilih memakai WC duduk dengan tombol flush di belakangnya.

    Tombol flush ini apabila ditekan dapat mengeluarkan air yang deras untuk membuang kotoran ke saluran septic tank. Apabila kamu menyadarinya, tombol flush ini memiliki 2 jenis tombol dengan ukuran berbeda, besar dan kecil. Kenapa demikian?

    Melansir dari News18, WC duduk yang saat ini banyak dipakai di Indonesia, sebenarnya ditemukan oleh seorang pelopor WC siram bernama Alexander Cummings yang awal perkembangannya mulai tahun 1775. Namun, jauh sebelum Alexander Cummings memperkenalkan ide WC siram, ada Sir John Harrington di tahun 1596 yang memiliki gagasan mengenai cara pergantian air secara otomatis untuk WC.


    Bentuk WC duduk ini ternyata terinspirasi dari leher angsa, tetapi diterapkan pada saluran pembuangannya. Bentuk S pada saluran pembuangan WC duduk membuat air dan kotoran manusia tidak tercampur sehingga tidak tercium bau yang tidak sedap.

    Selain itu, sistem penyiramannya pun lebih efektif karena tidak perlu air satu ember besar, kotoran sudah bisa terbuang ke saluran. Penggunanya pun tidak memakai energi besar untuk mangambil air karena terdapat tombol flush di WC duduk tersebut.

    Alasan Tombol Flush Ada 2 Jenis

    Tombol flush ini mempunyai dua tombol dengan ukuran berbeda dan masing-masing tombol terhubung ke katup keluarnya. Perbedaan kedua tombol tersebut terletak pada jumlah air yang perlu dikeluarkan dari WC. Tuas yang lebih besar mengeluarkan sekitar 6 hingga 9 liter air untuk pembilasan, sedangkan tuas yang lebih kecil mengeluarkan sekitar 3 hingga 4,5 liter.

    Lalu, tuas yang lebih besar ditujukan untuk limbah padat, sedangkan tuas yang lebih kecil untuk limbah cair.

    Times of India menyebutkan dengan penggunaan dua tombol flush pada WC ini dapat menghemat hingga 20.000 liter air per tahunnya jika dibandingkan dengan WC flush tunggal.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Dua Tombol Flush di Toilet Bisa Bikin Hemat Air, Begini Cara Kerjanya



    Jakarta

    Sadarkah ada dua tombol flush berbeda ukuran pada toilet duduk? Ternyata kedua tombol itu berguna untuk menghemat air lho.

    Letak tombol flush ini bisa berbeda-beda tergantung jenis kloset. Banyak kloset yang tombolnya di bagian atas tangki. Lalu, ada yang menempel pada dinding kamar mandi.

    Dilansir dari News18, pencipta toilet dengan dua tombol flush merupakan warga Amerika Serikat bernama Victor Papanek. Ia menciptakan desain toilet itu melalui buku berjudul ‘Design for the Real World’ pada 1976. Namun, negara yang pertama kali menggunakan dual-flush toilet adalah Australia pada 1980.


    Meski keduanya serupa, apa fungsi masing-masing tombol ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Dikutip dari Times of India, kloset dengan dua tombol flush merupakan solusi penggunaan air toilet. Penggunaan dual-flush toilet disebut bisa menghemat penggunaan air.

    Tombol kecil biasanya digunakan setelah pengguna kamar mandi buang air kecil. Menekan tombol kecil dapat mengeluarkan sekitar 3-4,5 liter air untuk menyiram toilet.

    Sementara itu, tombol besar digunakan setelah buang air besar. Sekitar 6-9 liter air akan keluar untuk menyiram toilet dengan tombol tersebut.

    Berdasarkan Forbes, U.S Environmental Protection Agency (EPA) dan American Water Works Association pada 2020 mengatakan penggunaan dual-flush toilet sangat direkomendasikan karena mengurangi penggunaan air hingga 20 persen. Pemilik rumah pun bisa hemat tagihan air hingga US$ 99 atau sekitar Rp 1,6 juta (kurs Rp 16.252) per tahun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kondisi Wanita Polandia Sebelum ‘Mati Kelaparan’ di Bali gegara Diet Buah Ekstrem


    Jakarta

    Seorang wanita berusia 27 tahun meninggal dunia akibat kelaparan di Bali setelah mengikuti pola makan ekstrem fruitarian yang membuat berat badannya hanya tersisa sekitar 22 kilogram. Wanita tersebut diidentifikasi bernama Karolina Krzyzak.

    Pada Desember 2024, Karolina sempat menginap di Sumberkima Hill Resort dan meminta sebuah vila dengan kolam renang. Namun, staf resort segera menyadari kondisi tubuhnya yang sangat kurus. Mereka menggambarkan Karolina tampak ‘sangat kurus’ dengan mata cekung dan tulang selangka yang menonjol.

    Dikutip dari News18, kesehatannya memburuk dengan cepat selama menginap. Para karyawan hotel mengenang bahwa kuku jarinya berubah menjadi kuning, giginya mulai membusuk, dan ia kerap kesulitan berjalan sendiri. Bahkan, pada suatu malam, seorang petugas resepsionis harus mengantarnya kembali ke kamar. Pihak resort berulang kali mendesak Karolina untuk mencari perawatan medis, namun ia selalu menolak.


    Ditemukan Meninggal Setelah Tiga Hari

    Tiga hari setelah check-in, staf hotel mulai khawatir ketika seorang teman lokal Karolina Krzyzak menghubungi mereka karena tidak mendapat kabar sejak kedatangannya. Pihak hotel kemudian mendatangi vila tempat Karolina menginap dan menemukan dirinya dalam keadaan tak bergerak serta tidak responsif.

    Karolina kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat malnutrisi parah. Laporan medis yang dikutip The Sun menyebutkan ia juga mengidap osteoporosis dan kekurangan albumin, kondisi yang erat kaitannya dengan kelaparan berkepanjangan dan gizi buruk.

    Teman-teman Karolina Krzyzak menyebutkan bahwa ia sudah lama bergumul dengan masalah citra tubuh dan pernah mengalami anoreksia saat remaja. Saat menempuh studi di Inggris, Karolina mulai menekuni yoga dan pola hidup vegan, yang kemudian perlahan mendorongnya beralih ke fruitarianism, pola makan yang hampir sepenuhnya hanya terdiri dari buah-buahan mentah.

    Apakah Diet Fruitarian Berbahaya?

    Ahli gizi memperingatkan bahwa fruitarianism merupakan salah satu bentuk pola makan paling ekstrem dan sangat membatasi. Meski buah mengandung vitamin serta serat, diet ini tidak menyediakan protein, lemak, dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk bertahan hidup.

    Jika dijalani dalam jangka panjang, pola makan fruitarian dapat menyebabkan kerusakan organ, tulang rapuh, penurunan fungsi imun, hingga malnutrisi parah.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied