Tag Archives: nft

Harga Tiket Konferensi Kripto Tembus Rp 13 M Gara-gara Donald Trump


Jakarta

Calon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menjadi bintang dalam acara penggalangan dana kampanye di Nashville, Tennessee. Acara ini digelar di sela-sela acara Bitcoin 2024, dengan harga tiket tertinggi US$ 844.600 atau setara Rp 13,68 miliar per orang (kurs Rp 16.200).

Bitcoin 2024 merupakan sebuah konferensi tahunan yang dianggap sebagai tempat pertemuan penggemar kripto terbesar di AS. Acara ini akan digelar pada 27 Juli 2024.

Melansir CNBC Internasional, Senin (22/7/2024), tiket kelas atas, termasuk kursi di meja bundar dengan Trump, diberi Harga senilai US$ 844.600 atau setara Rp 13,68 miliar.


Harga tersebut dipatok sesuai dengan jumlah donasi maksimum bagi individu untuk diberikan kepada Trump dan komite penggalangan dana gabungan terbesar Partai Republik, yang dikenal sebagai Komite Trump 47.

Sedangkan kelas di bawahnya, dipatok seharga US$ 60.000 atau sebesar Rp 972 juta per orang, sedangkan untuk paket pasangan senilai US$ 100.000 atau Rp 1,62 miliar per pasangan. Besaran tersebut sudah termasuk foto dengan mantan presiden AS itu.

Disebutkan, Trump telah menandatangani kontrak untuk menjadi headline pertemuan Music City Center sesaat sebelum dia selamat dari percobaan pembunuhan pada 13 Juli lalu.

Di sisi lain, dalam beberapa bulan terakhir Trump telah memposisikan dirinya sebagai kandidat presiden yang pro-crypto, kebalikan dari pendiriannya sebelumnya selama berada di Gedung Putih.

Pada April lalu, Trump meluncurkan koleksi token non-fungible (NFT) terbarunya di blockchain Solana. Sejak saat itu, ia semakin banyak membuat komentar bullish terhadap kripto.

Tim kampanye Trump bahkan menerima sumbangan mata uang digital, dan dia secara pribadi berjanji untuk membela hak-hak mereka yang memilih untuk menyimpan sendiri koin mereka. Hal ini berarti, mereka tidak bergantung pada entitas terpusat seperti Coinbase untuk menyimpan token mereka.

Sementara itu, setelah pertemuan di klub Mar-a-Lago di Florida dengan sekitar selusin eksekutif penambangan bitcoin yang menjanjikan uang tunai dan suara kepadanya, Trump menyatakan bahwa semua bitcoin di masa depan akan dicetak di AS, jika ia kembali ke Gedung Putih.

Pada hari Senin lalu, calon presiden dari Partai Republik ini telah menunjuk Senator Ohio JD Vance sebagai pasangannya. Langkah ini dipandang oleh banyak orang sebagai kemenangan bersih untuk sektor kripto. Vance telah menganjurkan regulasi kripto yang lebih longgar.

Hal ini sangat kontras dengan Gedung Putih Biden, yang secara konsisten mengambil pendekatan skeptis terhadap regulasi kripto. Di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden, Komisi Sekuritas dan Bursa telah melakukan tindakan terhadap sektor ini.

(shc/hns)



Sumber : finance.detik.com

Bitcoin Mendekati All Time High, Pakar Sebut Ini Faktor Penyebabnya


Jakarta

Menjelang penutupan bulan Oktober 2024, bitcoin (BTC) melanjutkan kenaikannya, mendekati level all-time high di sekitar US$73.750. Pada hari ini, harga BTC mencapai US$72.785 sebelum sedikit turun dan bertengger di angka US$72.290 pada pukul 08.00 WIB.

Bahkan dalam 24 jam terakhir, bitcoin mengalami penguatan sebesar 2,80% dan naik 7,5% dalam seminggu terakhir. Secara Year to Date (YTD) kenaikan bitcoin tercatat sekitar 66%.

Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha mengatakan momentum penguatan ini muncul di tengah optimisme pasar menjelang pemilihan umum di Amerika Serikat pada 5 November mendatang. Diperkirakan Pemilu Amerika Serikat akan berdampak pada kebijakan ekonomi dan sektor keuangan AS, termasuk pasar kripto.


Kenaikan ini juga dapat dikaitkan dengan sentimen ‘risk-on’ di tengah ekspektasi bahwa suku bunga The Fed mungkin akan kembali memotong suku bunganya sebesar 25 bps pada FOMC 7 November, yang memberikan ruang bagi Bitcoin untuk terus bergerak naik.

“Dari perspektif teknikal, Bitcoin telah berhasil breakout dari resistance trendline descending broadening wedge pattern hingga sempat mencapai US$72.785. Saat ini, terdapat potensi pelemahan terlebih dahulu yang dapat membawa BTC untuk menguji ulang area resistance trendline sebelumnya, yang kini juga menjadi area support di level US$ 69.000. Jika berhasil rebound maka besar peluang BTC untuk mencetak new All Time High dalam beberapa hari kedepan,” kata Panji dalam keterangan tertulis, Rabu (30/10/2024).

Dia mengatakan dalam beberapa bulan terakhir, produk ETF ini berhasil menarik miliaran dolar ke pasar kripto, terutama setelah penundaan persetujuan di awal tahun.

“ETF kripto memberikan cara baru bagi investor institusi untuk masuk ke pasar kripto yang sebelumnya dianggap terlalu berisiko,” ujar Panji.

Hingga kini, momentum positifETFbitcoin spot masih berlanjut terbukti bahwa adanyainflow sebesar US$479 juta pada perdagangan Senin (28/10/2024). Hal itu melanjutkan tren positif minggu lalu dengan lonjakan arus masuk hingga US$997 juta dalam periode perdagangan 21-25 Oktober 2024, dikutip dariSoSo Value.

Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru di angka US$73,737 pada bulan Maret tepat dua bulan setelah ETF ini diluncurkan. Namun, aset ini mengalami tekanan pasca ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian mengenai suku bunga yang masih tinggi. Namun, keputusan bank sentral untuk menurunkan suku bunga bulan lalu kembali meningkatkan minat investor pada aset berisiko seperti bitcoin.

Dia pun optimistis hal itu bisa membuat bitcoin dan altcoin akan naik signifikan dalam beberapa waktu ke depan.

“Lingkungan suku bunga rendah memungkinkan investasi berisiko seperti kripto lebih menarik karena biaya pinjaman yang lebih rendah,” jelasnya.

Altseason 2024: Momentum bagi Altcoin?

Tidak hanya bitcoin yang mengalami kenaikan, altcoin diprediksi akan kembali bersinar layaknya altcoin season di tahun 2021 di mana ketika itu DeFi dan NFT menjadi sorotan. Saat ini, dominasi bitcoin (BTC.D) di pasar kripto telah mencapai angka 59,52%, mendekati 60%, angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Namun, kondisi ini juga membuka spekulasi mengenai datangnya ‘altseason’ atau periode di mana altcoin seperti Ethereum dan Solana cenderung mencatatkan performa yang lebih baik dibandingkan bitcoin.

“Pola ini sering kali terjadi setelah Bitcoin mencapai puncaknya, di mana investor mulai beralih ke aset kripto lain atau altcoin,” ungkapnya.

Pola teknikal rising wedge wedge yang terlihat dalam BTC.D menandakan potensi koreksi BTC.D yang bisa membuka jalan bagi altseason.

“Jika dominasi Bitcoin menurun, ini bisa menjadi sinyal awal altseason, di mana altcoin memiliki peluang untuk tumbuh dengan cepat,” lanjut Panji.

Beberapa altcoin utama seperti Ethereum, Solana, hingga meme coin dapat menjadi pilihan menarik bagi trader.

BTC Siap Cetak Rekor Tertinggi Baru?

Dia mengatakan dengan dukungan ETF dan tren peningkatan minat investor institusi membuat bitcoin berada di jalur untuk mencapai rekor tertinggi baru. Potensi untuk menembus level rekor baru tentu ada, terutama jika bitcoin berhasil bertahan di atas level US$70,000.

“Namun, investor juga harus berhati-hati terhadap potensi koreksi yang bisa terjadi kapan saja, terutama di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global. Dengan demikian, kombinasi antara faktor teknikal dan sentimen pasar menjelang pemilu akan menjadi penentu apakah bitcoin mampu bertahan atau bahkan mencetak rekor baru dalam waktu dekat,” tutupnya.

Lihat Video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

[Gambas:Video 20detik]

(anl/ega)



Sumber : finance.detik.com

Simak! Ini 5 Koin Kripto yang Diramal Bawa Cuan di 2025


Jakarta

Tahun 2024 menandai dimulainya pertumbuhan pasar kripto. Hal itu didorong oleh peluncuran ETF Bitcoin dan Ethereum spot di Amerika Serikat, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat secara umum terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Crypto Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin mengatakan tahun 2024 menandai dimulainya fase bullish yang telah membawa Bitcoin melewati level harga US$ 100.000 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

“Outlook inflasi yang fluktuatif dan rencana The Fed yang akan lebih berhati-hati mungkin dapat menjadi penghambat reli yang akan terjadi di tahun depan, namun optimisme terhadap kebijakan pemerintah AS yang akan lebih akomodatif terhadap pasar dan industri kripto berpotensi menjadi katalis positif yang kuat, yang jika terjadi, berpotensi membawa Bitcoin melanjutkan kenaikan melewati level US$ 150.000,” kata Fahmi dalam keterangan tertulis, Selasa (31/12/2024).


Selain Bitcoin, investor juga bisa memantau sejumlah aset kripto lainnya untuk mengoptimalkan portofolio di tahun depan. Beberapa sektor yang telah membuktikan relevansinya pada siklus-siklus pasar sebelumnya seperti DeFi, L1, NFT, Stablecoin, Memecoin, telah sedikit banyak menunjukkan potensi masih relevannya proposisi nilai yang mereka bawa.

Berikut lima aset kripto yang menarik di 2025 menurut analis:

1. Lido DAO (LDO)

LDO berada pada posisi yang strategis di tengah potensi integrasi ETH staking dengan produk ETF Ethereum seiring dengan outlook regulasi crypto AS yang semakin positif.

“Sepanjang tahun 2024, Lido telah membuktikan relevansinya sebagai platform lliquid staking yang profitable dengan pendapatan mingguan terendah berada di US$ 14,37 juta, sebuah angka yang cukup fantastis khususnya karena terjadi pada periode di mana hype terhadap Ethereum masih relatif tidak terlalu tinggi sepanjang tahun ini,” imbuh Fahmi.

2. Ethereum (ETH)

ETH berpotensi semakin diminati di fase bullish tahun 2025 nanti. Tidak hanya karena dominasi Ethereum sebagai platform smart contract dan aplikasi terdesentralisasi, namun juga performa ekosistem Ethereum yang semakin akomodatif terhadap adopsi stablecoin.

“Stablecoin menjadi salah satu motor distribusi likuiditas utama di fase bullish dengan tingkat penerimaan pengguna yang semakin meningkat. Pencapaian Ethereum pada akhir November lalu dengan menggeser Tron sebagai jaringan blockchain yang mengakomodasi suplai USDT terbesar turut memperkuat potensi Ethereum ke depan,” tambahnya.

USDT sebagai stablecoin terbesar dengan kapitalisasi pasar hampir menyentuh US$ 150 miliar disebut telah menjadi salah satu penyumbang utama transaksi dan pendapatan di jaringan Tron sejak periode-periode awal kemunculannya karena biaya transaksi yang rendah dan performa blockchainnya yang baik.

“Kini, pengembangan yang terjadi di Ethereum yang mampu menghadirkan performa dan biaya transaksi yang sama baiknya namun dengan potensi tingkat keamanan dan basis pengguna yang lebih tinggi, menjadi penantang yang serius untuk menangkap peluang di sektor stablecoin yang strategis tersebut,” katanya.

3. USUAL

USUAL menjadi salah satu aset crypto di sektor RWA dengan pertumbuhan adopsi tercepat sejauh ini. Posisi Usual sebagai platform RWA dan stablecoin terdesentralisasi membawa semangat origin Bitcoin sebagai sebuah aset dan platform publik yang tidak dikelola oleh entitas terpusat tertentu, sebuah keunikan yang jarang dimiliki oleh kebanyakan proyek besar di sektor serupa saat ini.

4. PNUT

PNUT menjadi aset crypto bertema hewan dengan pertumbuhan kapitalisasi pasar tercepat pada siklus kali ini. Kekuatan likuiditas yang tinggi dipadukan dengan naratif menarik serta asosiasi dengan beberapa figur berpengaruh membuat kepercayaan investor terhadap proyek meme coin ini berpotensi dapat semakin berkembang di tahun 2025.

5. LINK

LINK sebagai aset kripto utama di ekosistem infrastruktur Chainlink dianggap aset yang semakin strategis dengan semakin luasnya ekosistem teknologi Chainlink serta adopsinya. Kolaborasi dan keterlibatan Chainlink pada proyek-proyek besar oleh institusi-institusi strategis seperti Swift misalnya dapat berpotensi mengakselerasi adopsi dari teknologi yang dikembangkan secara signifikan.

“Tahun 2025 menjadi tahun yang mungkin akan menandai capaian-capaian menarik dari hasil kolaborasi-kolaborasi tersebut yang berpotensi tidak hanya meningkatkan perhatian investor terhadap proyek ini namun juga meningkatkan permintaan organik terhadap aset kripto LINK,” imbuhnya.

(aid/rrd)



Sumber : finance.detik.com

Nike Digugat Imbas Penutupan Bisnis Aset Kripto


Jakarta

Nike digugat oleh sekelompok pembeli non-fungible token (NFT) bertema Nike dan aset mata uang kripto lainnya. Mereka mengklaim mengalami kerugian besar akibat penutupan tiba-tiba unit bisnis Nike tersebut.

Gugatan itu diajukan pada Jumat (25/4) di pengadilan federal Brooklyn, New York, Amerika Serikat (AS). Penggugat yang dipimpin oleh penduduk Australia Jagdeep Cheema mengatakan penutupan mendadak unit RTFKT Nike pada Desember 2024 menyebabkan permintaan NFT mereka menurun.

“Saya tidak akan pernah membeli NFT jika tahu bahwa token tersebut adalah sekuritas yang tidak terdaftar,” katanya dikutip dari Reuters, Minggu (27/4/2025).


Nike, yang berkantor pusat di Beaverton, Oregon belum memberikan komentar terkait gugatan ini. Sementara itu, Phillip Kim, seorang pengacara untuk para penggugat juga menolak memberikan pernyataan.

Status hukum NFT sendiri sampai saat ini masih menjadi perdebatan, di mana banyak kasus hukum mengenai apakah NFT dapat dikategorikan sebagai sekuritas di bawah hukum federal AS. Gugatan tersebut meminta ganti rugi yang tidak ditentukan lebih dari US$ 5 juta atas dugaan pelanggaran Undang-Undang perlindungan konsumen New York, California, Florida dan Oregon.

Sebagai informasi, Nike mengakuisisi RTFKT pada Desember 2021. Pada saat itu Nike menyatakan bahwa merek fesyen tersebut menggunakan inovasi mutakhir untuk menciptakan koleksi generasi baru yang menggabungkan budaya dan permainan.

Nike mengumumkan penutupan RTFKT pada 2 Desember 2024 telah selesai, sambil memproyeksikan bahwa inovasi yang diusung RTFKT akan terus berlanjut melalui banyak kreator dan proyek yang terinspirasi olehnya.

(aid/kil)



Sumber : finance.detik.com

Pengusaha Semringah, Aturan Ini Disebut Bikin Blockchain Diakui di RI


Jakarta

Platform perdagangan aset kripto di Indonesia, Indodax menyambut baik langkah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto. Hal itu dianggap jika pemerintah resmi mengakui teknologi blockchain sebagai bagian sah dari ekosistem ekonomi digital nasional.

Dalam PP ini disebutkan blockchain secara eksplisit dalam kerangka hukum yang tercantum dalam Pasal 186, di mana blockchain disejajarkan dengan teknologi strategis lain seperti kecerdasan buatan (AI), sistem identitas digital, dan sertifikat elektronik.

Dengan terbitnya PP 28/2025, pelaku usaha yang ingin membangun solusi berbasis blockchain kini memiliki dasar legal yang jelas. Untuk jenis usaha yang tidak bersentuhan langsung dengan sektor keuangan, seperti smart contract, Web3, NFT, dan DeFi non-keuangan, cukup memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Standar


Sementara bagi sektor yang menyentuh aspek keuangan seperti tokenisasi aset, stablecoin, hingga perdagangan aset kripto, tetap diwajibkan memperoleh izin khusus dari regulator seperti OJK. Pendekatan ini dinilai memberikan keseimbangan antara ruang inovasi dan perlindungan konsumen.

“Ini bukan sekadar pengakuan, melainkan penegasan bahwa negara hadir untuk mendampingi pertumbuhan teknologi yang membawa transparansi, efisiensi, dan desentralisasi dalam berbagai lini kehidupan,” ujar Chairman Indodax, Oscar Darmawan dalam keterangan tertulis, Kamis (3/7/2025).

Oscar mengatakan, selama ini blockchain lebih sering diasosiasikan semata dengan aset kripto. Padahal, kekuatan utamanya justru terletak pada kemampuannya menciptakan infrastruktur kepercayaan yang independen dari otoritas pusat.

“Regulasi ini membuka jalan untuk eksplorasi lebih luas dari distribusi bansos yang transparan hingga sistem rantai pasok pangan yang akuntabel,” jelasnya.

Oscar juga mengapresiasi keberanian pemerintah mengklasifikasikan risiko kegiatan blockchain secara spesifik. Menurutnya, pendekatan berbasis risiko adalah langkah progresif yang akan membantu pelaku industri memahami posisi hukum sejak awal tanpa harus menavigasi birokrasi yang rumit.

“Ini akan menurunkan hambatan masuk bagi inovator dan startup lokal. Banyak pengembang muda yang sebelumnya ragu memulai proyek karena ketidakjelasan regulasi. Dengan PP ini, mereka punya dasar hukum yang konkret, bisa mengakses perizinan secara daring, dan memiliki kredibilitas di mata investor,” lanjut Oscar

PP 28/2025 juga mengatur pengawasan ketat terhadap pelaku usaha yang tidak aktif selama tiga tahun. Jika tidak ada kegiatan signifikan, izin usaha dapat dicabut secara administratif Ini menjadi pemicu bagi pelaku industri untuk terus menjaga keberlanjutan proyek dan tidak sekadar menciptakan solusi temporer.

Meski begitu, Oscar mengatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membentuk roadmap pengembangan blockchain nasional yang melibatkan semua pemangku kepentingan.

“Regulasi hanyalah pintu awal. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama pemerintah, swasta, komunitas, akademisi untuk membangun ekosistem yang tumbuh dari bawah dan memecahkan masalah nyata di masyarakat,” ujarnya.

Tonton juga Video: Google Prediksi Ekonomi Digital RI Capai USD 90 M Tahun Ini

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

7 Aplikasi Crypto Terbaik dan Terpercaya di Indonesia 2025


Jakarta

Investasi crypto kini semakin diminati di Indonesia, baik oleh trader harian maupun investor jangka panjang. Namun, kesuksesan dalam berinvestasi tidak hanya bergantung pada strategi, melainkan juga aplikasi yang digunakan. Platform yang tepat akan memberikan keamanan lebih, biaya transaksi rendah, serta fitur yang sesuai dengan kebutuhan.

Di Indonesia, ada sejumlah aplikasi crypto yang sudah resmi terdaftar di BAPPEBTI sehingga aman dan legal. Dari banyaknya pilihan, berikut adalah tujuh aplikasi terbaik tahun 2025 yang bisa kamu coba.

1. Reku


Reku adalah salah satu aplikasi crypto terbaik di Indonesia yang sudah ada sejak 2018. Keamanan aplikasi Reku sudah terjamin karena sudah terdaftar BAPPEBTI dan diawasi oleh OJK. Ada beberapa kelebihan aplikasi Reku yang membuatnya unggul dari aplikasi lainnya, di antaranya :

  • Tampilan user friendly yang praktis untuk semua kalangan investor.
  • Bisa mulai dengan modal 5 ribu untuk beli bitcoin atau coin crypto lainnya.
  • Tersedia dua mode, yaitu Mode Lightning untuk pemula & Mode Pro untuk investor berpengalaman.
  • Mode Lightning memiliki tampilan yang lebih sederhana dan biaya transaksi gratis.
  • Mode Pro dilengkapi analisis dan informasi lengkap untuk investor memilih aset yang tepat dan biaya transaksi hanya 0,1%.
  • Aplikasi Reku juga menjadi aplikasi staking crypto pertama di Indonesia yang berizin BAPPEBTI & OJK.
  • Tersedia juga Reku Futures untuk futures trading crypto dengan leverage 25x.
  • Layanan CS 24 jam setiap hari yang terhubung langsung dengan tim, bukan robot.

Tidak hanya itu, di Reku juga tersedia 800+ pilihan aset saham Amerika (AS) dari berbagai perusahaan ternama dunia seperti saham Google, Apple, NVIDIA, Grab, Coca-cola, SEA (induk perusahaan Shopee), Microsoft, Netflix, Toyota, Ford, Tesla, McDonalds, Disney, Spotify, Nike, Ferrari, Starbucks, dan Roblox. Semua saham tersebut bisa kamu beli dengan modal $1 saja.

Untuk pemula, ada pilihan Reku Packs berupa paket investasi yang bisa kamu pilih sesuai profil resiko dan tujuan keuanganmu dengan imbal hasil yang lebih optimal. Beberapa packs yang terkenal seperti Magnificent 7 fund, Reku Crypto Blue Chip, Nancy Pelosi, dan masih banyak lagi.

2. Tokocrypto

Tokocrypto dikenal luas di Indonesia karena dukungan teknologinya dari Binance. Platform ini menawarkan akses ke banyak aset dengan likuiditas tinggi, serta memiliki TokoMall, marketplace NFT yang cukup populer. Bagi pengguna lokal, Tokocrypto juga memudahkan deposit dengan bank maupun e-wallet. Dengan biaya transaksi kompetitif dan antarmuka modern, Tokocrypto menjadi pilihan menarik bagi banyak investor.

Namun, kelemahannya ada pada biaya penarikan yang dinilai sebagian pengguna lebih tinggi dibandingkan beberapa platform lokal. Selain itu, meskipun terhubung dengan Binance, fitur yang tersedia di Tokocrypto tidak selengkap exchange induknya, sehingga trader profesional mungkin merasa terbatas.

3. Indodax

Indodax merupakan pelopor crypto exchange di Indonesia. Resmi terdaftar di BAPPEBTI, Indodax menyediakan ratusan aset kripto dengan volume transaksi yang besar setiap harinya. Platform ini juga memiliki komunitas yang sangat aktif serta program edukasi untuk membantu pemula memahami dunia kripto. Dengan pengalaman panjang dan reputasi yang solid, Indodax tetap menjadi salah satu exchange utama di Indonesia.

Di sisi lain, Indodax juga memiliki beberapa kekurangan. Tampilan aplikasinya dianggap kurang modern dibandingkan kompetitor baru. Untuk aset tertentu, terutama altcoin dengan volume rendah, likuiditas kadang tidak optimal sehingga spread melebar. Bagi pemula, banyaknya aset tanpa visual edukasi mendalam bisa membuat bingung.

4. Luno

Luno menjadi pilihan yang menghadirkan Luno Learn, program edukasi khusus yang membantu pengguna baru memahami dasar-dasar kripto. Selain itu, keamanan transaksi di Luno terjaga dengan baik, sementara proses deposit dan penarikan dana berlangsung cepat dan transparan.

Sayangnya jumlah aset di aplikasi Luno masih sangat terbatas. Fokus mereka pada kesederhanaan membuat banyak altcoin tidak tersedia, sehingga pengguna yang ingin menjelajahi aset lebih luas perlu menggunakan aplikasi lain. Selain itu, biaya transaksi Luno relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa pesaingnya.

5. Triv

Triv sudah beroperasi sejak 2015 dan kini menawarkan lebih dari 300 aset digital. Exchange ini mendukung layanan staking dan futures trading, sehingga bisa digunakan baik oleh investor pemula maupun trader berpengalaman. Spread yang rendah serta transaksi 24 jam penuh menjadi daya tarik tambahan.

Legalitasnya pun terjamin karena terdaftar di BAPPEBTI. Antarmuka aplikasi Triv kadang dianggap kurang intuitif dibandingkan platform lain. Beberapa pengguna juga menilai layanan customer support masih bisa ditingkatkan dari segi kecepatan respons. Bagi trader aktif yang butuh eksekusi cepat, hal ini bisa menjadi kendala.

6. Upbit

Upbit Indonesia adalah bagian dari exchange global Upbit yang beroperasi resmi di Indonesia. Platform ini mendukung trading langsung dengan Rupiah, dan keamanannya terjamin melalui sistem multi-signature cold wallet serta notifikasi real-time. Dengan pengawasan BAPPEBTI. Meski begitu, fitur yang tersedia di versi Indonesia masih lebih terbatas dibandingkan aplikasi induknya.

7. Binance

Sebagai exchange global terbesar, Binance menawarkan fitur super lengkap mulai dari spot trading, futures, margin, staking, hingga NFT. Likuiditasnya yang sangat tinggi membuat transaksi berlangsung cepat tanpa hambatan. Dengan ekosistem luas, Binance banyak dipilih oleh trader berpengalaman yang ingin memaksimalkan peluang di pasar kripto global.

Akan tetapi, kompleksitas Binance sering menjadi kendala bagi pemula. Banyaknya fitur membuat aplikasi terasa membingungkan untuk pengguna baru. Selain itu, karena bukan aplikasi lokal, beberapa metode pembayaran dan layanan pelanggan tidak sepraktis exchange Indonesia. Status regulasinya di Indonesia juga kadang menimbulkan pertanyaan karena operasinya tidak langsung di bawah entitas lokal.

Ketujuh aplikasi crypto terbaik di Indonesia 2025 memiliki keunggulannya masing-masing. Tetapi kalau kamu cari aplikasi yang cocok untuk pemula, biaya transaksi rendah, keamanan terjaga dan bisa diversifikasi di aset saham Amerika, Reku adalah pilihan yang cocok untukmu. Download aplikasi crypto terbaik pilihanmu sekarang dan mulai berinvestasi dengan bijak!

(akd/akd)



Sumber : finance.detik.com