Tag: ngetren

  • Kombinasi Warna Dapur yang Bakal Ngetren di 2025



    Jakarta

    Memilih kombinasi warna yang tepat dapat mengubah suasana dan fungsi ruang memasak kamu. Dari nuansa yang berani hingga palet yang lembut, tren warna dapur terus berkembang, menawarkan berbagai pilihan menarik untuk menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional tetapi juga estetis.

    Simak pembahasan ini untuk menjelajahi kombinasi warna dapur unik yang wajib kamu coba, memberikan inspirasi untuk menciptakan dapur impian yang mencerminkan gaya dan kepribadian kamu. Lihat, bagaimana warna dapat meningkatkan suasana hati dan menciptakan pengalaman memasak yang lebih menyenangkan.

    Merah Darah dan Kuning

    Melansir dari Homes and Gardens, umumnya, saat kamu menambahkan warna berani dan cerah ke dapur, kamu akan menyeimbangkannya dengan nuansa yang lebih kalem dan netral. Namun, karena warna merah tetap populer hingga tahun 2025, kamu perlu mempertimbangkan untuk memadukannya dengan warna-warna berani lainnya.


    “Kami sangat ingin menciptakan dapur berwarna kuning karena kami menyukai nuansa hangat dan cerah. Untuk menyeimbangkannya, kami akan menggabungkannya dengan warna yang lebih mencolok, seperti jerami dengan merah tua atau marigold dengan biru muda yang segar,” ungkap kepala di Heather Peterson Design, Heather Peterson.

    Dalam dapur deVOL ini, warna merah diterapkan pada kabinet, sementara kuning menghiasi dinding, rak, dan kap mesin. Untuk memberikan kesan lebih mewah pada kombinasi warna yang tidak biasa ini, pertimbangkan bahan dan tekstur yang kamu pilih.

    Gabungkan kayu alami di pulau dapur, furnitur kecil, atau perabotan lain yang berdiri sendiri. Padukan elemen pelengkap di backsplash dan sesuaikan semuanya dengan kain berwarna pada tirai, handuk, atau karya seni.

    Merah Muda dan Biru

    Meskipun banyak kombinasi warna dapur yang tidak biasa tahun ini cenderung mengarah pada warna-warna cerah dan gelap, warna lembut juga sedang tren, terutama bagi penggemar pastel dan corak yang lebih tenang.

    Pink dan biru adalah kombinasi warna dapur yang unik dan ternyata mudah diterapkan. Meskipun konsep dapur pastel mengingatkan pada iklan peralatan rumah tangga tahun 1950-an, tampilannya tetap terasa modern.

    Kelembutan warna ini membuat kombinasi yang tidak terduga ini mudah diterapkan. Jika kamu merasa ragu dengan dua warna yang kuat, pilihlah satu, misalnya biru untuk memberikan ketenangan ekstra dan cat lemari bawah kamu dengan warna tersebut.

    Kamu bisa menambahkan nuansa merah muda melalui dekorasi dan perabot kecil. Gunakan aksesori berwarna merah muda seperti mixer, bangku, atau lampu. Barang-barang ini mudah diganti jika kamu merasa bosan dengan tampilan tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

    Biru Laut dan Hijau Zaitun

    Jika kamu lebih menyukai skema yang lebih sederhana tanpa warna-warna cerah, pilihlah kombinasi warna yang menonjolkan nuansa yang berfungsi sebagai warna netral. Dalam dapur ini, pilihan warnanya adalah biru tua dan hijau zaitun, kombinasi yang tidak biasa namun sangat stylish.

    Lemari dapur dengan dua warna memungkinkan kamu menciptakan ruang yang unik dengan karakter dan keistimewaan.

    Pertimbangkan untuk menggunakan warna yang lebih gelap pada lemari bawah, seperti Ink, biru tua yang sangat pekat, dan warna yang lebih terang pada unit atas, atau gunakan warna kontras seperti Olive untuk meja dapur guna menciptakan ciri khas.

    Kamu juga dapat menerapkan warna sekunder dengan cara yang lebih kreatif, terutama jika kamu ingin menambahkan sedikit kontras.

    Merah Muda dan Hijau

    Kamu mungkin sudah familiar dengan kombinasi warna yang tidak biasa ini, tetapi kombinasi tersebut akan kembali populer pada tahun 2025 untuk skema dapur yang lebih segar dan ceria. Namun, cara kamu memperkenalkannya sangat penting untuk menciptakan desain yang elegan.

    “Film Wicked memukau kita di tahun 2024 dan memengaruhi gaya interior kita. Menarik untuk melihat bagaimana kombinasi warna merah muda dan hijau dari Wicked dapat diintegrasikan ke dalam skema dapur tahun depan, menciptakan keseimbangan antara keceriaan dan keabadian,” kata Laura Styles, penasihat gaya di Yester Home.

    “Saya sarankan memadukan tampilan ini dengan perangkat keras kuningan yang dipoles untuk kesan dewasa dan kemewahan. Untuk menyegarkan skema pada tahun 2025, pilih semburat merah ceri yang berani, tren besar menurut Pinterest, dengan perabotan dan dekorasi yang dicat,” tambahnya.

    Merah Muda dan Merah Tua

    Ketika membayangkan dapur yang penuh warna, kamu mungkin teringat pada nuansa kalem atau warna-warna muram. Namun, pada tahun 2025, pilihan warna yang tidak terduga adalah menciptakan skema yang berani dan mencolok.

    Gabungan antara cat merah tua dan ubin bertekstur lebih terang ini menghasilkan skema warna yang menarik secara visual. Meskipun kombinasi warna ini mungkin terlihat aneh pada pandangan pertama, ini adalah perpaduan yang telah terbukti efektif untuk menciptakan ruang yang bergaya dan berkarakter.

    Baik kamu menyukai nuansa alami atau warna-warna berani dengan sentuhan merah, tahun 2025 adalah waktu yang tepat untuk mencoba sesuatu yang baru.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tanaman Hias yang Diramal Nggak Ngetren Lagi Tahun Ini


    Jakarta

    Keberadaan tanaman bisa membuat rumah terasa adem, asri, dan enak dipandang. Pemilihan tanaman di rumah juga tergantung dari selera pemilik, kebutuhan, atau bahkan tren.

    Ada masanya tanaman tertentu menjadi tren atau diburu orang banyak, misalnya seperti janda bolong atau monstera serta aglaonema. Beberapa tahun lalu, tanaman tersebut sempat ramai diburu karena keindahan dan keunikannya.

    Di sisi lain, ada juga beberapa tanaman yang dinilai tidak ngetren lagi. Tanaman apa saja yang diprediksi tidak ngetren lagi pada tahun ini? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Calathea

    calatheacalathea Foto: Pinterest

    Tanaman ini memang indah. Namun, perawatannya dinilai cukup melelahkan.

    Calathea butuh tingkat kelembapan yang cukup tinggi dan sifatnya yang ‘rewel’ ini telah menyebabkan penurunan popularitas.

    “Mereka menarik dan ada begitu banyak jenis calathea, tetapi komunitas tanaman hias sepakat bahwa tanaman ini sulit dan tidak cocok dengan kondisi rumah tangga yang normal,” kata kepala penanam di pembibitan tanaman hias dan penjual Plant Proper, Matt Alton.

    2. Sukulen

    Young woman planting flower.Ilustrasi tanaman sukulen. Foto: Getty Images/agrobacter

    Tanaman yang ramah bagi pemula ini lama-lama kehilangan popularitasnya seiring dengan berjalannya waktu. Tanaman ini ternyata tidak benar-benar beginner friendly.

    “Banyak pemilik tanaman kesulitan meniru kondisi kering yang mereka sukai, yang mengakibatkan masalah penyiraman berlebihan dan hasil yang mengecewakan,” tutur ahli tanaman dan pencipta Plant Kween, Christopher Griffin.

    3. Crawling Philodendron

    Philodendron Gloriosum ,Philodendron plant in the flowerpotPhilodendron Gloriosum. Foto: Getty Images/Jobrestful

    Philodendron merupakan salah satu tanaman yang banyak dimiliki pemilik rumah. Namun, philodendron rambat atau crawling philodendron diprediksi tidak akan ngetren lagi.

    Philodendron yang merambat, seperti Philodendron gloriosum dan mamei, cantik tetapi tidak praktis untuk ditanam dalam pot, karena cenderung tumbuh keluar dari pot.

    “Pot persegi panjang sering digunakan untuk jenis tanaman ini, tetapi saya pikir karena kebiasaan pertumbuhannya, orang-orang menjauh dari menanamnya di rumah mereka,” kata Aulton.

    Itulah beberapa tanaman yang diprediksi nggak ngetren lagi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kukusan Lagi Ngetren, Jadi Pilihan Sarapan Sehat Biar Nggak Gorengan Melulu


    Jakarta

    Tak salah bila generasi Z atau Gen Z dianggap lebih memprioritaskan kesehatannya. Hal ini bisa terlihat dari tren kukusan-rebusan yang lagi viral di media sosial dan diburu kaum muda sebagai alternatif sarapan sehat.

    Salah satu penjual kukusan, Alaibi (21), bercerita baru berjualan dua minggu di sekitar Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat. Meski begitu, dagangannya banyak diminati pembeli.

    “Cuma (jualan) tiap pagi, dari jam 6 sampai 9 pagi. Alhamdulillah selalu habis sih kak,” ujar Alaibi saat ditemui detikcom, Rabu (12/11/2025).

    Sebelumnya, semua makanan yang dijual sudah direbus terlebih dahulu di rumah hingga matang. Saat berada di lokasi berjualan, Alaibi dan rekannya hanya menyusun kembali bahan-bahan tersebut di dalam kukusan alumunium agar tetap hangat.


    Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari ubi, singkong, kentang, jagung, talas, pisang, kacang, labu kuning, hingga telur. Untuk satu paket dijual Rp 10.000 dengan tiga pilihan bebas.

    “Kombinasi yang paling sering dibeli itu ubi, jagung, dan singkong,” tuturnya.

    Tren ini ternyata disambut baik para pembeli, terutama pekerja kantoran yang mencari sarapan. Salah satunya Grace (27), yang mengaku hampir setiap hari membeli makanan kukusan di tempat Alaibi.

    “Tiap hari beli sih aku, Rp 10.000 kan sepaketnya. Yang biasa aku beli itu singkong, ubi, sama pisang,” kata Grace.

    Pembeli lain, Lia (24), juga menjadikan makanan kukusan sebagai menu sarapan. Ia menyebut makanan seperti itu cocok untuk menjaga pola makan sehat, seperti jagung, ubi, dan singkong.

    “Sekalian juga kan buat defisit kalori. Jadi sehat juga ngurangin makan gorengan dan sudah kenyang,” sambungnya.

    Meski belum terbiasa, beberapa pembeli lain tertarik mencoba makanan kukusan karena tren ini sedang ramai. Siska (23) misalnya, ia membeli ubi dan singkong kukusan ini untuk pertama kalinya karena memang kurang terbiasa dengan makanan yang direbus atau dikukus.

    “Karena lagi viral nyoba saja deh sekalian lewat, beli ubi-ubian sama singkong. Rasanya enak sih, cuma aku kurang terbiasa saja jadi cuma bisa rasain manis saja dari ubinya,” pungkasnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Kukusan Lagi Ngetren, Jadi Pilihan Sarapan Sehat Biar Nggak Gorengan Melulu


    Jakarta

    Tak salah bila generasi Z atau Gen Z dianggap lebih memprioritaskan kesehatannya. Hal ini bisa terlihat dari tren kukusan-rebusan yang lagi viral di media sosial dan diburu kaum muda sebagai alternatif sarapan sehat.

    Salah satu penjual kukusan, Alaibi (21), bercerita baru berjualan dua minggu di sekitar Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat. Meski begitu, dagangannya banyak diminati pembeli.

    “Cuma (jualan) tiap pagi, dari jam 6 sampai 9 pagi. Alhamdulillah selalu habis sih kak,” ujar Alaibi saat ditemui detikcom, Rabu (12/11/2025).

    Sebelumnya, semua makanan yang dijual sudah direbus terlebih dahulu di rumah hingga matang. Saat berada di lokasi berjualan, Alaibi dan rekannya hanya menyusun kembali bahan-bahan tersebut di dalam kukusan alumunium agar tetap hangat.


    Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari ubi, singkong, kentang, jagung, talas, pisang, kacang, labu kuning, hingga telur. Untuk satu paket dijual Rp 10.000 dengan tiga pilihan bebas.

    “Kombinasi yang paling sering dibeli itu ubi, jagung, dan singkong,” tuturnya.

    Tren ini ternyata disambut baik para pembeli, terutama pekerja kantoran yang mencari sarapan. Salah satunya Grace (27), yang mengaku hampir setiap hari membeli makanan kukusan di tempat Alaibi.

    “Tiap hari beli sih aku, Rp 10.000 kan sepaketnya. Yang biasa aku beli itu singkong, ubi, sama pisang,” kata Grace.

    Pembeli lain, Lia (24), juga menjadikan makanan kukusan sebagai menu sarapan. Ia menyebut makanan seperti itu cocok untuk menjaga pola makan sehat, seperti jagung, ubi, dan singkong.

    “Sekalian juga kan buat defisit kalori. Jadi sehat juga ngurangin makan gorengan dan sudah kenyang,” sambungnya.

    Meski belum terbiasa, beberapa pembeli lain tertarik mencoba makanan kukusan karena tren ini sedang ramai. Siska (23) misalnya, ia membeli ubi dan singkong kukusan ini untuk pertama kalinya karena memang kurang terbiasa dengan makanan yang direbus atau dikukus.

    “Karena lagi viral nyoba saja deh sekalian lewat, beli ubi-ubian sama singkong. Rasanya enak sih, cuma aku kurang terbiasa saja jadi cuma bisa rasain manis saja dari ubinya,” pungkasnya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Lagi Ngetren Diet 90-30-50 buat Enyahkan Buncit, Turun 8 Kg dalam 2 Bulan


    Jakarta

    Viral tren diet 90-30-50 di media sosial yang menekankan kombinasi makanan tepat untuk menurunkan berat badan. Diet ini disebut bisa menurunkan 8 kg.

    Pola makan ini dipopulerkan oleh influencer TikTok Courtney Kassis yang juga ahli diet di Amerika Serikat. Dalam videonya, Courtney mengatakan diet 90-30-50 berfokus dengan mengatur pola makan terstruktur pada persentase makronutrien spesifik untuk asupan harian.

    Cara mengatur makannya dengan asupan 90 gram protein, 30 gram serat, dan 50 gram lemak. Courtney mengatakan ia berhasil turun 8 kg serta lemak tubuhnya juga berkurang 2 dengan diet ini. Sebelum diet 90-30-50, berat badan Courtney 58 kg dan setelah diet menjadi 50 kg.


    “Tanpa protein, metabolisme melambat, gula darah turun, yang berujung pada keinginan ngemil. Kita jadi selalu merasa lelah. Hormon tidak seimbang. Hal ini meningkatkan risiko terkena penyakit kronis,” jelas Courtney dikutip dari Womens Health.

    Courtney mengatakan metode diet ini juga dia sarankan kepada kliennya yang mengidap PCOS dan diabetes. Setelah menjalani diet 90-30-50, dia mengatakan kondisi mereka membaik.

    Namun, perlu dicatat bahwa hasil diet akan berbeda pada masing-masing orang tergantung kondisi kesehatan dan metabolisme mereka.

    Makanan yang dianjurkan untuk diet 90-30-50:

    1. Protein sehat: daging hewani tanpa lemak, protein shake, yoghurt dan keju cottage.
    2. Serat: sayuran, buah-buahan, serta biji-bijian.
    3. Lemak sehat: minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan.

    (kna/naf)



    Sumber : health.detik.com