Tag: noda bercak

  • Bisa Picu Alergi, Kenali 4 Tanda Bantal Nggak Layak Dipakai dan Harus Diganti


    Jakarta

    Penggunaan bantal tidak bisa selamanya. Sama seperti barang lainnya, kamu perlu mengganti bantal apabila sudah mendekati masa kadaluarsanya. Informasi batas masa pemakaian tersebut biasanya tercantum pada kemasan di awal membeli.

    Lalu, bagaimana jika sejak awal tidak tercantum batas tanggal pemakaian, atau informasi tersebut pudar? Bagaimana cara tahu kapan harus mengganti bantal?

    Dilansir Daily Mail, untuk jenis bantal sintetis jangka ideal untuk dipakai sampai 6-12 bulan. Kemudian, harus diganti dengan yang baru. Sementara itu, apabila kamu memakai bantal berbulu, jangka waktu pemakainya jauh lebih lama yakni 2-3 tahun.


    Selain itu, untuk mengetahui kapan bantal harus diganti kamu bisa melihat dari tanda-tanda berikut ini.

    1. Bantal Tidak Balik ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

    Cara paling sederhana untuk mengetahui bantal tersebut masih layak dipakai atau tidak adalah dengan menekuknya ke samping selama 30 detik. Apabila setelah ditekuk, bagian yang di atas tidak kembali ke bentuk semula maka kamu harus segera mengganti bantal tersebut.

    2. Terdapat Noda

    Bercak noda pada bantal bisa disebabkan karena beberapa hal. Bisa karena tumpahan makanan atau minuman yang menembus seprai, bisa pula karena pertumbuhan jamur.

    Biasanya jamur tumbuh karena keringat yang membuat permukaan bantal lembap. Ditambah bantal tersebut tidak pernah dijemur atau dibersihkan, memudahkan pertumbuhan jamur.

    Maka dari itu, penting untuk mencuci bantal. Tidak perlu disikat atau dimasukkan ke dalam mesin cuci. Cukup siapkan setengah cangkir soda bikarbonat dan minyak esensial yang berbau harum ke kasur. Diamkan selama satu jam, lalu bersihkan dengan penyedot debu yang khusus untuk menyedot busa basah.

    3. Bantal Berbau Tidak Enak

    Menurut Doctor Sleep, apabila kamu mencium bau apek atau tidak sedap dari bantal, kamu harus segera mencucinya. Namun, apabila sudah terjadi berulang hingga muncul noda kekuningan dari jamur, sebaiknya ganti dengan bantal baru.

    4. Bantal Kempes

    Setiap bantal pada saat dibeli dan belum digunakan pasti memiliki massa dan membuat kepala lebih tinggi. Namun, massa di dalam bantal bisa berkurang seiring waktu. Jika bantal kamu saat ini seperti itu, berarti sudah pertanda kamu perlu menggantinya dengan yang baru. Sebab, bantal yang kempes dapat menyebabkan nyeri pada leher.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Tembok Berjamur dengan Mudah


    Jakarta

    Memiliki hunian yang bersih dan nyaman adalah impian semua orang. Namun, jika rumah jarang dibersihkan dan tak terawat maka bisa menimbulkan sejumlah masalah, salah satunya tembok berjamur.

    Tembok atau dinding bisa ditumbuhi jamur karena udara lembap. Pada umumnya, hal ini disebabkan oleh kondisi ruangan lembap akibat kurangnya sirkulasi udara atau dinding yang basah terlalu lama.

    Tak hanya merusak estetika rumah, tembok yang berjamur juga dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah. Maka dari itu, penting untuk mengetahui dan cara mengatasi tembok berjamur.


    Lantas, apa penyebab tembok berjamur? Lalu bagaimana cara membersihkannya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Tembok Berjamur

    Dinding rumah yang ditumbuhi jamur tak bisa dianggap masalah enteng. Pemilik rumah perlu segera mengatasinya agar jamur tidak semakin menyebar ke area lain. Dilansir situs Home Building and Renovating, ada sejumlah penyebab tembok rumah berjamur, yakni di antaranya:

    1. Kondensasi

    Penyebab tembok berjamur bisa disebabkan karena kondensasi. Kondisi ini dapat terjadi saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam dinding bagian dalam yang dingin.

    Ketika suhu udara mendadak berubah dingin secara cepat, maka terjadi embun yang lama kelamaan berubah menjadi air. Lalu, lapisan dalam dinding akan menjadi lembap seiring waktu.

    2. Dinding Retak

    Jamur juga bisa tumbuh ketika dinding rumah mengalami keretakan. Seiring waktu, dinding rumah bisa mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

    Ternyata, kondisi tersebut menyebabkan kelembapan dapat masuk ke dalam dinding lewat celah-celah retakan. Air yang masuk ke dalam dinding tak bisa keluar lagi, sehingga mengakibatkan bercak lembap pada dinding bagian dalam.

    3. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

    Penyebab berikutnya karena muncul masalah pada bagian pipa air. Meski air yang menetes dalam jumlah kecil, tapi hal ini dapat menimbulkan masalah besar jika tak segera diperbaiki, salah satunya tembok rumah menjadi lembap dan berjamur.

    Sebab, tetesan air yang keluar dari pipa bocor dan mengenai tembok bisa menyebabkan kelembapan yang sangat tinggi di area tembok tersebut.

    Cara Mengatasi Tembok Berjamur

    Ada sejumlah cara mudah untuk mengatasi tembok rumah yang berjamur. Dilansir laman The Spruce, berikut sejumlah caranya:

    1. Mencampur Larutan Pembersih Jamur

    Jamur di dinding tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, sehingga harus menggunakan campuran larutan pembersih seperti cairan klorin dan sabun cuci piring.

    Klorin adalah produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Opsi lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di tembok tidak terlalu banyak.

    Takaran untuk membersihkan jamur di tembok yang tidak begitu luas, yakni dengan mencampur satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

    Cairan pencuci piring dapat membantu larutan agar melekat lebih lama pada dinding untuk membasmi spora jamur. Perlu diingat, gunakan sarung tangan saat menuangkan larutan dan membersihkan tembok yang berjamur.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi jamur di dinding. Sebab, cuka putih mengandung asam yang bisa merusak struktur jamur.

    Cara pakainya juga mudah, cukup semprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu bersihkan dengan kain microfiber atau spons. Setelah itu, biarkan area dinding sampai mengering.

    Jika ditemukan noda gelap yang tersisa, kamu perlu membersihkannya lagi dengan tambahan pembersih noda khusus dinding.

    3. Larutan Pembersih

    Cara berikutnya adalah dengan menggunakan larutan pembersih. Kamu bisa menyemprotkan ke area tembok yang berjamur mulai dari bawah, lalu perlahan naik ke atas. Cara ini dilakukan untuk mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lainnya.

    Selain itu, permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembap agar mencegah kerusakan pada dinding kering. Apabila jamur berada di dinding yang mendekati langit-langit, kamu bisa memakai tangga untuk membersihkannya.

    4. Membuat Ventilasi di Ruangan

    Ketika membersihkan jamur di tembok, pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu rumah dalam kondisi terbuka. Hal ini agar udara yang masuk dapat mempercepat proses pengeringan sekaligus mencegah kelembapan pada dinding rumah.

    Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding yang berjamur, kamu bisa menyalakan kipas angin.

    5. Tunggu Mengering dan Cek Noda yang Tersisa

    Tembok yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Kemudian baru bisa melihat hasilnya apakah sudah bebas dari jamur atau masih terdapat sisa noda yang menempel.

    Jika ditemukan masih ada noda, ulangi langkah-langkah di atas dengan memakai larutan pembersih pemutih yang baru.

    Bahaya Jamur yang Muncul di Dinding Rumah

    Beberapa orang masih menganggap enteng jamur yang muncul di dinding rumah. Padahal, kondisi itu dapat membahayakan kesehatan para penghuni rumah.

    Mengutip BBC, munculnya jamur hitam (black mold) ternyata telah menyebabkan banyak kasus kematian. Sebab, jamur jenis ini dapat menyebarkan spora ke udara. Jika terhirup oleh manusia berisiko menyebabkan berbagai penyakit, seperti batuk, alergi, sesak napas, bersin, hingga mata merah.

    Penghuni rumah yang paling rentan terpapar spora dari black mold adalah bayi dan anak-anak. Selain karena saluran pernapasan yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga belum sekuat orang dewasa.

    Menurut laporan The National Health Service (NHS) Inggris pada 2021, tercatat sudah menghabiskan sekitar 1,4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 31 triliun setiap tahunnya untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan dingin atau lembap.

    Tips Agar Jamur Tidak Muncul di Tembok Rumah

    Mengutip Cleveland Clinic, sebaiknya lakukan pencegahan sejak dini agar jamur tidak muncul di dinding rumah. Kamu bisa melakukan sejumlah tips di bawah ini untuk mengantisipasi timbulnya jamur, yaitu:

    1. Jaga tingkat kelembapan di dalam rumah antara 30-50%
    2. Segera perbaiki kebocoran pada pipa air, dinding, atau atap rumah
    3. Singkirkan karpet, tekstil, atau benda penyerap lainnya yang sudah tidak digunakan. Barang-barang tersebut mudah menyerap air
    4. Gunakan filter udara berkualitas tinggi pada ventilasi dan pendingin udara.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi tembok rumah yang berjamur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada Bahaya Black Mold di Rumah, Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Sebagai pemilik rumah, kamu harus waspada dengan kemunculan black mold atau jamur hitam. Black mold dapat ditemukan di dinding, langit-langit rumah, pintu, hingga perabotan.

    Selain mengganggu penampilan rumah, kehadiran black mold juga berbahaya bagi kesehatan penghuninya. Bahkan, sudah ada beberapa kasus kematian yang disebabkan munculnya black mold.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan munculnya black mold. Namun jangan khawatir karena jamur hitam ini bisa diatasi dengan beberapa cara. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Munculnya Black Mold

    Penyebab utama munculnya black mold di rumah karena kelembapan tinggi. Dilansir Home Building and Renovating, hal ini terjadi saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam dinding bagian dalam yang dingin.

    Ketika suhu udara mendadak berubah dingin secara cepat, maka terjadi embun yang lama kelamaan berubah menjadi air. Seiring waktu, lapisan dalam dinding akan menjadi sangat lembap sehingga menimbulkan jamur hitam.

    Selain itu, faktor lainnya disebabkan oleh kegiatan yang dilakukan oleh penghuni rumah itu sendiri, seperti mandi, memasak, dan menjemur pakaian di dalam ruangan.

    Bangunan yang sudah tua dan lama tidak dipakai juga sangat rentan menjadi tempat bertumbuhnya black mold. Di sisi lain, masalah pada pipa air rumah yang bocor dan tak segera diperbaiki juga memicu tumbuhnya jamur hitam.

    Cara Mengatasi Black Mold

    Ada beberapa cara untuk mengatasi black mold di rumah. Dikutip dari The Spruce, berikut tipsnya:

    1. Larutan Pembersih Jamur

    Jamur hitam tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, sehingga harus menggunakan campuran larutan pembersih seperti cairan klorin dan sabun cuci piring.

    Klorin adalah produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Opsi lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di tembok tidak terlalu banyak.

    Takaran untuk membersihkan black mold di tembok yang tidak begitu luas yakni dengan mencampur satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

    Cairan pencuci piring dapat membantu larutan agar melekat lebih lama pada dinding untuk membasmi spora jamur. Perlu diingat, gunakan sarung tangan saat menuangkan larutan dan membersihkan tembok yang berjamur.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi black mold. Kandungan asam pada cuka putih diyakini bisa merusak struktur jamur.

    Cara pakainya juga mudah, cukup semprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu bersihkan dengan kain microfiber atau spons. Setelah itu, biarkan area dinding sampai mengering.

    Jika ditemukan masih ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu membersihkannya lagi dengan tambahan pembersih noda khusus dinding.

    3. Larutan Pembersih

    Kamu dapat menyemprotkan larutan pembersih ke area yang dipenuhi black mold dengan cara disemprot dari bawah ke atas. Cara ini dilakukan untuk mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lainnya.

    Pastikan permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembap agar mencegah kerusakan pada dinding kering. Apabila jamur hitam berada di dinding yang mendekati langit-langit, kamu bisa menggunakan tangga untuk membersihkannya.

    Waspada Bahaya Black Mold

    Dalam catatan BBC, munculnya black mold di rumah telah menyebabkan banyak kasus kematian. Jamur jenis ini dapat menyebarkan spora ke udara yang jika terhirup manusia berisiko menyebabkan berbagai penyakit, seperti batuk, alergi, sesak napas, bersin, dan mata merah.

    Penghuni rumah yang paling rentan terpapar spora dari black mold adalah bayi dan anak-anak. Selain karena saluran pernapasan yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga belum sekuat orang dewasa.

    Menurut laporan The National Health Service (NHS) Inggris pada 2021, tercatat sudah menghabiskan sekitar 1,4 miliar pound sterling atau sekitar Rp 31 triliun (kurs Rp 21.820) setiap tahunnya untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan dingin atau lembap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Atasi Black Mold di Dinding Hanya dengan Dilapisi Cat, Apakah Ampuh?


    Jakarta

    Jamur hitam atau black mold kerap muncul pada dinding rumah. Bercak berwarna hitam itu dapat memberikan kesan kotor serta merusak estetika rumah.

    Selain mengganggu keindahan, munculnya black mold juga dapat memicu masalah kesehatan bagi penghuni rumah. Jika terpapar jamur hitam dalam jumlah banyak dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi kulit, dan infeksi paru.

    Maka dari itu, jika menemukan black mold di dinding rumah maka harus segera diatasi. Agar lebih cepat dan praktis, banyak orang yang membersihkan black mold hanya dengan mengecat ulang dinding.


    Namun, apakah efektif menghilangkan black mold hanya dengan cara mengecat ulang dinding? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Apa Bisa Atasi Black Mold dengan Mengecat Ulang Dinding?

    Dilansir situs VanDerKolk Painting, mengecat ulang dinding yang penuh jamur dinilai tidak efektif untuk menghilangkannya. Secara visual mungkin bisa tersamarkan karena lapisan cat yang tebal dan warnanya terang.

    Meski begitu, jamur tidak akan pernah mati walau sudah ditimpa cat. Jika berpikir kandungan kimia pada cat bisa mematikan jamur, hal tersebut salah besar.

    Mengecat ulang dinding yang penuh black mold hanya sekadar menutupinya saja. Seiring waktu, jamur dapat menembus cat dan akan menyebar ke area dinding lainnya.

    Selain itu, cat yang baru dilapisi ke dinding tidak akan bertahan lama meski punya kualitas terbaik. Beberapa bulan setelah dicat, akan muncul gelembung kecil dan akhirnya dapat mengelupas cat karena tingkat kelembapan yang tinggi di dalam rumah.

    Alhasil, jamur akan tetap muncul dan memicu penyakit berbahaya bagi penghuni rumah. Di sisi lain, rumah akan kembali terlihat kotor dan kusam karena cat dinding tak mampu bertahan lama.

    Cara Ampuh Atasi Black Mold di Dinding

    Daripada harus menutupi black mold dengan lapisan cat, ada cara lain yang lebih efektif untuk mengatasi jamur hitam yang muncul di dinding.

    Dikutip dari The Spruce, black mold dapat diatasi dengan membuat larutan pembersih jamur alami. Bahannya cukup sederhana, yakni cairan klorin dan sabun cuci piring.

    Klorin diklaim mampu membunuh spora jamur secara efektif. Jika tak ada klorin di rumah bisa menggunakan cuka putih untuk membasmi black mold.

    Caranya cukup mencampurkan satu sendok makan sabun cuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat ke dalam wadah. Aduk hingga kedua bahan tersebut tercampur rata, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    Selanjutnya, semprotkan larutan pembersih ke area tembok yang penuh jamur hitam mulai dari bawah hingga ke atas. Langkah ini guna mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lain.

    Saat proses pembersihan, pastikan permukaan dinding benar-benar basah, tapi tidak terlalu lembap demi mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika black mold sudah sampai mendekati plafon, gunakan tangga untuk membersihkannya.

    Itulah alasan mengapa jangan membasmi black mold hanya dengan melapisi cat tembok. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com