Tag: noda

  • Ada Banyak Sarang Laba-laba di Rumah? Coba Bersihkan Pake Cara Ini


    Jakarta

    Laba-laba memiliki keunikan yakni dapat membuat sarangnya sendiri. Bentuknya menyerupai jaring dengan pola yang rapih, ukurannya lebih besar dari tubuhnya sendiri. Sarang ini kerap ditemukan di bangunan termasuk di dalam rumah.

    Pernahkah kamu berfikir kenapa laba-laba membuat sarang di sudut bangunan? Meskipun laba-laba tidak mengganggu manusia, tetapi secara tidak langsung keberadaan sarang laba-laba tidak terlihat menarik saat dipandang. Bahkan adanya laba-laba menempel di dinding terkadang dikaitkan karena jarang membersihkan bangunan.

    Menurut situs Best Life, ada beberapa alasan laba-laba membuat sarang di sudut bangunan, seperti bangunan tersebut kotor, tidak terurus, dan dekat dengan sumber makanan mereka yakni serangga. Bahkan tumbuhan di rumah yang tidak terurus dan dibiarkan tumbuh menjulang juga bisa jadi spot mereka membuat sarang.


    Ada pun tempat favorit laba-laba bersarang menurut situs Angi, di antaranya sebagai berikut.

    • Langit-langit dan sudut-sudut dinding
    • Di belakang dan di Bawah Perabotan
    • Di sekitar jendela
    • Loteng dan ruang bawah tanah
    • Bagian rumah yang tidak atau jarang digunakan

    Cara Efektif Membersihkan Sarang Laba-Laba di Rumah

    Meskipun terlihat kokoh, sarang laba-laba sangat mudah dibersihkan. Bahkan dengan tarikan sedikit, sarang tersebut bisa terlepas dari dinding dan tidak menyisakan noda. Namun, agar lebih aman dan higienis, kamu bisa menggunakan cara berikut untuk membersihkan sarang laba-laba di rumah.

    1. Pakai Sapu atau Kuas Halus

    Pakai sapu, kuas halus, atau barang panjang dan keras di rumah kamu. Barang-barang ini sebagai pengganti jari atau tangan kamu. Nantinya, sarang laba-laba akan langsung menempel pada sapu tersebut. Kemudian, ambil tisu atau plastik untuk membuang sarang laba-laba tersebut.

    2. Gunakan Vacuum Cleaner

    Vacuum cleaner yang biasa digunakan untuk menyedot debu juga ampuh membersihkan sarang laba-laba. Namun, perlu diingat vacuum cleaner tidak memiliki pipa yang begitu panjang sehingga tidak dapat menjangkau hingga langit-langit rumah. Pakai alat ini untuk membersihkan sarang laba-laba di belakang pintu, di sudut jendela, atau bawah kursi.

    3. Gunakan Campuran Pemutih dan Air

    Jika kamu menemukan sarang tersebut di rumah dihinggapi laba-laba yang ukuran besar dan membahayakan, kamu bisa membasmi laba-labanya dahulu. Caranya dengan mencampur pemutih dan air. Kemudian, semprotkan campuran tersebut ke laba-laba dan sarangnya. Biarkan sejenak, baru bersihkan dengan kain bersih. Pastikan area sarang menempel aman, seperti tidak dekat dengan perangkat elektronik dan peralatan.

    4. Tutup Semua Celah

    Setelah semua sarang laba-laba dibersihkan, jangan lupa menutup setiap celah agar laba-laba tidak kembali. Hewan kecil ini biasanya masuk melalui celah kecil di rumah. Selain itu, tutup juga makanan dan tempat sampah agar aman dari laba-laba.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Boleh Asal, Ini 5 Tips Bersihkan Lantai Marmer di Kamar Mandi


    Jakarta

    Marmer adalah salah satu batuan alam yang bisa dipasang di kamar mandi karena marmer tahan terhadap kelembapan, air, dan tahan lama. Namun, perlu diingat marmer juga bisa ditumbuhi jamur atau noda hitam sehingga perlu rajin dibersihkan.

    Cara membersihkan marmer berbeda dengan keramik atau bahan lantai lainnya. Untuk lebih jelasnya, melansir dari The Spruce begini tips membersihkan lantai marmer di kamar mandi.

    Tips Membersihkan Lantai Marmer di Kamar Mandi

    1. Hati-hati Memilih Bahan Pembersih

    Mengingat batuan ini cukup mahal, kamu perlu berhati-hati jika ingin menggunakan cairan pembersih yang mengandung bahan kimia. Bahan-bahan pembersih yang tidak cocok untuk membersihkan marmer adalah pemutih, cuka, pembersih untuk kaca, dan pembersih yang mengandung asam (seperti asam sitrat).


    2. Gunakan Kain Mikrofiber atau Alat Pembersih dari Plastik

    Alat pembersihAlat pembersih Foto: The Spruce

    Agar marmer tidak banyak goresan, kamu bisa menggunakan kain mikrofiber sebagai gantinya. Usap lantai marmer atau alat penyeka air yang terbuat dari plastik lentur yang memiliki gagang panjang.

    Keringkan lantai kamar mandi setiap setelah mandi. Cara ini untuk menghilangkan kelembapan dari udara dan membersihkan sisa sabun atau kotoran dari tubuh.

    3. Pakai Campuran Air Hangat dan Sabun Cuci Piring

    Sabun cuci piring memiliki pH yang aman untuk membersihkan noda di marmer. Kamu bisa membuat cairan pembersih dengan sabun cuci piring yang dicampur air hangat. Kemudian masukkan ke dalam botol spray. Semprotkan cairan tersebut pada area yang akan dibersihkan.

    4. Hindari Alat Pembersih yang Berbulu Keras

    Alat pembersih dengan bulu yang kaku dan keras dapat karena menggores marmer. Bahkan spons yang permukaannya kasar juga sebaiknya tidak digunakan saat membersihkan marmer.

    5. Minta Pasang Lapisan Anti Jamur dan Pelindung Goresan

    Sebenarnya ini bisa kamu lakukan sejak awal memasang marmer. Namun, kamu tetap bisa meminta marmer di kamar mandi dipasang lapisan penghambat jamur dan lumut. Kamu juga bisa menambahkan lapisan anti gores agar perawatannya lebih mudah.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencuci Bantal Biar Nggak Jadi Sarang Tungau


    Jakarta

    Mencuci bantal ternyata diperlukan. Hal itu dilakukan agar bantal bersih dan bebas dari tungau debu.

    Tungau merupakan hewan yang dapat menyebabkan gatal-gatal dan memicu alergi. Biasanya, hewan ini ditemukan di peralatan tidur, seperti kasur hingga bantal.

    Bantal merupakan alas kepala yang sering digunakan untuk tidur. Bantal bisa menjadi kotor dan bernoda karena keringat tubuh, debu, jamur, hingga adanya tungau debu.


    Maka dari itu bantal perlu dicuci agar bersih dan tidur jadi lebih berkualitas. Dilansir dari Healthline, mencuci sarung bantal memang bisa menjadi salah satu kunci untuk membuat tempat tidur bersih, namun akan lebih baik lagi jika bantal juga dicuci.

    Seberapa Sering Bantal Harus Dicuci?

    Mencuci bantal sebaiknya dilakukan beberapa kali dalam setahun, tergantung dari bahannya. Ada tiga jenis bantal yang umumnya digunakan, yaitu bantal bulu atau kapas, bantal polyester, dan bantal busa lateks.

    Bantal bulu atau kapas sebaiknya dicuci setiap tiga hingga enam bulan sekali. Bantal polyester sebaiknya dicuci setahun sekali. Sementara itu, bantal busa lateks sebaiknya dicuci dua hingga tiga tahun sekali.

    Cara Mencuci Bantal Berdasarkan Bahan Pengisinya

    Melansir The Spruce, berikut cara mencuci bantal berdasarkan bahan pengisinya.

    1. Mencuci Bantal Berisi Bulu atau Kapas dan Polyester

    Pembersihan Noda

    – Gunakan pemutih atau sedikit detergen untuk menghilangkan noda.

    – Gosok noda dengan sikat berbulu lembut dan biarkan selama minimal 10 menit sebelum mencuci.

    Pengaturan Mesin Cuci

    – Pilih siklus cuci lembut dan air dingin untuk bantal berisi bulu.

    – Bantal berisi polyester dapat dicuci dengan air dingin atau hangat.

    Penggunaan Detergen yang Tepat

    – Gunakan detergen rendah busa dan tinggi efisiensi untuk menghindari penggumpalan bulu.

    Siklus Bilas Tambahan

    – Tambahkan siklus bilas kedua jika diperlukan untuk memastikan semua detergen terbilas.

    Mengeringkan Bantal

    – Ratakan bantal, keringkan dengan suhu sedang, dan tambahkan bola pengering wol untuk memisahkan gumpalan bulu.

    2. Mencuci Bantal Berisi Busa Lateks atau Memory Foam

    Pembersihan Noda

    – Gunakan campuran detergen dan air hangat untuk membersihkan noda.

    – Teteskan campuran pada area kotor dan biarkan selama minimal 10 menit.

    Merendam Bantal

    – Gunakan bak atau wadah besar dengan air hangat dan sedikit detergen.

    – Rendam bantal selama tidak lebih dari 10 menit, hindari meremas busa.

    – Bilas bantal dengan air bersih beberapa kali hingga tidak ada busa yang muncul.

    Menyerap Kelebihan Kelembapan dan Mengeringkan

    – Letakkan bantal di antara handuk katun untuk menyerap kelebihan kelembapan.

    – Keringkan bantal di rak dengan sirkulasi udara, hindari mesin pengering otomatis.

    Hal yang Perlu Diingat

    – Jangan mencuci bantal berisi busa dalam mesin cuci.

    – Pastikan bantal benar-benar kering sebelum digunakan kembali untuk mencegah pertumbuhan jamur dan kelembaban.

    – Ikuti petunjuk perawatan pada label bantal untuk hasil optimal.

    Itulah cara mencuci bantal berdasarkan bahannya. Dengan mengikuti cara-cara ini, kamu bisa menjaga kebersihan dan kenyamanan bantal hingga memastikan tidur yang berkualitas setiap malam. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! 6 Tips Mendapatkan Hasil Cat yang Tahan Lama


    Jakarta

    Saat mengecat dinding rumah, tentunya kamu menginginkan hasil cat yang sempurna dan juga tahan lama. Dalam memilih cat tidak bisa asal dan saat mengecat juga tidak boleh sembarangan.

    Apabila kamu menginginkan hasil cat yang tahan lama, ada beberapa tips yang bisa digunakan. Dilansir dari Davis Painting, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan hasil cat yang tahan lama.

    Pilih Cat Berkualitas Tinggi

    Kualitas cat yang kamu pilih memegang peranan penting dalam ketahanannya. Cat yang premium biasanya diformulasikan dengan pigmen dan pengikat berkualitas tinggi sehingga menghasilkan daya tutup serta daya tahan yang lebih baik.


    Untuk interior, pilih cat yang dapat tahan gores dan noda. Untuk eksterior, gunakan cat tahan cuaca yang dirancang untuk menahan kondisi buruk seperti sinar UV, hujan, dan suhu.

    Persiapkan Permukaan secara Menyeluruh

    Persiapan permukaan yang tepat sangat penting agar cat dapat melekat dengan baik. Jika permukaan tidak dibersihkan, dihaluskan, atau diberi cat dasar dengan benar, cat tidak akan melekat dengan baik dan akan mulai mengelupas atau terkelupas lebih cepat.

    Bersihkan kotoran, debu, dan minyak menggunakan detergen lembut dan air. Isi setiap retakan, lubang, atau ketidaksempurnaan dengan dempul. Ampelas permukaan untuk menciptakan dasar cat yang halus dan rata.

    Aplikasikan Beberapa Lapisan Cat

    Meskipun terkadang mengaplikasikan satu lapisan cat tebal membuat pekerjaan lebih cepat selesai, penggunaan beberapa lapisan cat tipis akan menghasilkan hasil akhir yang lebih tahan lama.

    Lapisan cat tipis mengering secara merata dan melekat lebih baik sehingga mengurangi risiko terkelupas, retak, atau menggelembung seiring waktu. Biarkan setiap lapisan mengering sepenuhnya sebelum mengaplikasikan lapisan berikutnya.

    Perhatikan Cuaca

    Jika kamu mengecat bagian luar rumah, kondisi cuaca memegang peranan penting dalam menentukan seberapa lama cat akan bertahan. Mengecat dalam suhu yang sangat panas, dingin, atau lembap dapat mencegah cat mengering dengan baik.

    Suhu terbaik untuk pengecatan eksterior berkisar antara 10°C hingga 29°C dengan tingkat kelembapan rendah. Hindari pengecatan tepat sebelum hujan atau pada hari yang berangin.

    Berikan Waktu Pengeringan yang Cukup

    Penting untuk membiarkan cat mengering sepenuhnya yang dapat memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu tergantung pada jenis cat dan kondisi lingkungan. Waktu pengeringan eksterior akan lebih lama dari permukaan interior.

    Kebanyakan cat interior mengering dalam waktu dua minggu, tetapi ada baiknya menunggu sebelum membersihkan atau memperbaikinya. Jika terburu-buru dalam melakukan pengeringan cat, dapat merusak lapisan akhir dan mengurangi keawetan cat.

    Perawatan Rutin

    Setelah pengecatan selesai, perawatan rutin dapat membantu memperpanjang usia cat. Kotoran, debu, dan jamur dapat menumpuk di dinding serta permukaan eksterior yang akan merusak cat.

    Itulah beberapa cara agar cat di dalam maupun luar ruangan bisa tanah lama. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada Musim Hujan, Ini 4 Tanda Dinding Rembes dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, sering ditemukan masalah pada bangunan, salah satunya adalah dinding rembes. Kebocoran pada bagian rumah seperti dinding rembes ini dapat merusak rumah.

    Penyebab dari dinding yang rembes bukan hanya air hujan yang masuk ke dalam retakan dinding, melainkan bisa dipicu adanya pipa air yang bocor, talang air yang rusak, water heater yang rusak, dan kebocoran pada bagian atap.

    Air hujan yang masuk ke dinding membuat tingkat kelembapannya meningkat dan memicu jamur tumbuh di permukaan dinding. Kamu bisa langsung mengetahui dinding rumah rembes atau tidak dengan melihat kondisi dinding di rumah. Dilansir Forbes Home, berikut beberapa tanda dinding di rumah mengalami rembes.


    Tanda-tanda Dinding Rembes

    1. Bau Apak

    Tanda pertama dinding rembes adalah tercium bau lembap atau apak. Bau seperti ini biasa kamu cium saat hujan turun. Jika kamu mencium bau seperti ini bisa segera cek area dinding yang bersinggungan langsung dengan area luar. Bagian dinding atas dekat atap juga perlu dicek.

    2. Jamur

    Area yang lembap adalah tempat yang tepat untuk berkembangnya jamur. Keberadaan jamur merupakan bukti nyata jika area dinding tersebut terjadi rembesan. Warna jamur yang muncul ini beragam, bisa berwarna hitam, hijau, oranye, atau coklat.

    3. Gelembung pada Dinding

    Tanda kedua dinding mengalami rembes adalah munculnya gelembung. Penyebabnya adalah air masuk ke balik cat dinding sehingga membentuk gelembung pada permukaan dinding. Jika kamu memakai cat lateks, air yang tertampung di dalam cat tersebut tidak mudah pecah karena cat ini memiliki sifat fleksibel.

    4. Cat Dinding Mengelupas

    Air yang masuk ke dinding dapat merusak perekat pada cat atau wallpaper. Akibatnya cat dinding jadi mudah terkelupas dan mengotori lantai. Dinding yang tidak dilapisi cat akan lebih mudah kotor dan menyisakan noda putih yang bertekstur.

    Cara Mencegah Dinding Rembes

    Dinding yang rembes harus segera ditangani agar tidak menimbulkan kerusakan lebih parah. Tumbuhnya jamur di dinding juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Dalam catatan detikcom, berikut beberapa cara mencegah dinding rembes.

    1. Waspadai Retak Rambut di Dinding

    Dinding yang retak bisa menjadi akses masuk air ke dalam dinding. Cara untuk mengatasi retak rambut adalah membersihkan sisa cat yang menempel dari permukaan dinding. Lapisan cat dasar menggunakan lapisan semen super dan semen perbandingan 1 : 1,25. Semen super dan semen berfungsi menutup retak rambut pada dinding, mengikat sisa debu dan kotoran. Selain itu, juga meningkatkan daya lekat waterproofing. Setelah kering dapat dilanjutkan dengan proses pelapisan waterproofing pada dinding. Lakukan 2 kali secara bertahap.

    2. Lapisi dengan Cat Waterproofing

    Cat dinding yang bagus dan anti rembes perlu dilapisi dengan cat waterproofing yang memang berguna untuk mencegah air masuk ke dinding. Khusus untuk bagian dinding kamar mandi, kamu harus memilihnya dengan tepat karena rentan lembap.

    3. Pastikan Acian Dinding Kering

    Masalah tidak akan bisa diatasi apabila ternyata sumber kerusakan ada pada acian yang tidak sempurna. Meskipun dilapisi cat waterproofing sekalipun tidak akan menjamin air tidak akan tembus.

    Maka dari itu, perlu dilakukan plester dan pengacian ulang pada dinding bagian luar. Proses acian berguna menutupi semua pori-pori menggunakan bahan campuran seperti batu bata dan lainnya (plester). Pastikan acian dinding kering lalu beri waterproofing setelahnya. Kemudian, periksa dinding bagian dalam rumah setelah bagian luarnya selesai diperbaiki.

    4. Perbaiki Sumber Kerusakan

    Sebenarnya jika ketiga cara di atas sudah dilakukan, rembesan pada dinding kemungkinan besar tidak mudah terjadi. Namun, apabila ternyata muncul tanda-tanda rembesan, kamu perlu memeriksa talang air, pipa air, dan sumber-sumber air di rumah. Apabila ditemukan kerusakan harus langsung diperbaiki.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Menghilangkan Noda Tinta di Baju, Mudah dan Cepat


    Jakarta

    Noda tinta yang menempel pada pakaian sering kali sulit dihilangkan dengan cara biasa. Misalnya, karena terkena spidol ataupun tinta pulpen.

    Hal tersebut bisa masalah menjengkelkan, karena baju bakal nggak enak dipandang. Namun, ada kok beberapa cara sederhana untuk menghilangkannya dengan efektif.

    Alasan Noda Tinta Baju Susah Dihapus

    Umumnya, ada 2 jenis tinta yakni yang berbasis air dan minyak. Tinta berbasis air biasanya ada pada pena gel, spidol, maupun jenis pulpen tertentu. Sementara itu, tinta berbasis minyak seperti yang ada pada tinta sablon.


    Menurut laman Better Homes & Gardens, tinta berbasis air akan lebih mudah dibersihkan dibandingkan dengan yang berbasis minyak.

    Noda tinta pulpen atau bolpoin memang agak sudah untuk dihilangkan. Pasalnya, tintanya berbasis minyak sehingga bersifat hidrofobik (tidak menyatu dengan air).

    Menghilangkan Noda Tinta di Pakaian

    Dikutip dari laman Good Housekeeping, berikut adalah cara menghilang kan bekas pulpen di baju agar hilang:

    1. Cara Hilangkan Noda Tinta Bekas Pulpen di Baju

    Menghapus tinta pulpen di baju bisa dengan alkohol. Berikut langkah-langkahnya:

    • Taruh handuk di bawah noda tinta, lalu teteskan alkohol dengan pipet.
    • Pakailah tisu bersih untuk menyerap tinta yang terangkat.
    • Kemudian bilas dengan air dingin, aplikasikan pembersih noda sebelum mencuci.
    • Cuci baju seperti biasa setelah memastikan noda tinta telah hilang.

    2. Cara Membersihkan Noda Tinta Spidol atau Felt-tip Pen di Baju

    • Bilas noda tinta spidol dengan air dingin. Tujuannya untuk menghilangkan sebanyak mungkin tinta.
    • Segera rendam pakaian dalam campuran air panas, detergen cair tanpa pemutih, dan amonia.
    • Gosok dengan lembut noda, lalu rendam sekitar 30 menit sampai 1 jam.
    • Cuci pakaian dengan detergen yang sama, lalu pastikan noda hilang sebelum mengeringkannya.

    3. Cara Menghilangkan Noda Spidol Permanen

    Tinta spidol permanen bisa dihilangkan, namun kita perlu usaha ekstra untuk melakukannya. Simak langkah-langkah untuk membersihkannya:

    • Taruh handuk di bawah noda, lalu gunakanlah pipet untuk mengoleskan alkohol.
    • Ganti handuk, apabila terlalu kotor sambil terus oleskan alkohol sampai tinta terangkat.
    • Bilas pakaian
    • Cek lagi apakah noda hilang. Jika masih ada, ulangi langkah sebelumnya jika perlu.
    • Cuci pakaian setelah memastikan noda benar-benar hilang.

    Sebagai informasi, menghilangkan noda tinta di kulit sebaiknya menggunakan kapas yang dicelupkan dalam alkohol. Jangan mencoba metode tersebut pada pakaian yang hanya boleh dicuci kering.

    Jika noda tinta di pakaian sudah mengering, pertimbangkan untuk menggunakan pembersih noda khusus. Semoga cara menghilangkan bekas pulpen hingga tinta spidol tadi bermanfaat. Selamat mencoba!

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Debu dan Jamur di Dinding Bisa Bikin Alergi, Ini Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Dinding juga bisa berdebu, sama seperti perabotan rumah tangga lainnya. Dinding yang berdebu dan kotor bisa terjadi karena faktor cuaca dan kebiasaan dari penghuninya.

    Dinding yang dekat dengan ventilasi udara atau ruang terbuka biasanya akan cepat kotor dan kusam. Begitu pula dengan dinding yang jarang dibersihkan juga membuat debu menumpuk.

    Debu pada dinding dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti alergi. Selain itu, dinding yang banyak debu juga mudah ditumbuhi jamur dan lumut yang membuat warna cat juga jadi cepat kusam.


    Nah, kamu bisa membersihkannya untuk menghilangkan debu dan mencegah tumbuhnya jamur. Sebelum membersihkan dinding kamu harus tau jenis cat yang digunakan. Ada cat berbahan dasar minyak dan air atau lateks.

    Cat Berbahan Dasar Minyak

    Biasa digunakan pada area dengan kelembapan tinggi. Kualitasnya lebih bagus dan lebih tahan lama dibandingkan cat lateks. Keunggulannya lain adalah tahan meskipun sering dibersihkan.

    Cat Berbahan Dasar Air atau Lateks

    Biasa digunakan untuk dinding di dalam rumah. Lebih tahan terhadap retak dan tidak mudah terkelupas dibandingkan yang berbahan dasar minyak. Namun, saat membersihkannya jangan gunakan pembersih cairan.

    Mengutip dari Spruce, berikut cara membersihkan dinding rumah berbahan minyak atau lateks.

    Cara Membersihkan Dinding Dicat Berbahan Dasar Minyak

    1. Siapkan Larutan Pembersih

    Pertama, bersihkan dinding memakai kain bersih. Lalu siapkan satu sendok teh sabun pencuci piring dan 1/2 sendok teh cuka putih ke dalam air hangat. Siapkan wadah lain berisi air bersih untuk membilas.

    2. Bersihkan Dinding dengan Diusap

    Ambil kain bersih lain atau spons. Celupkan ke wadah berisi cairan lalu peras. Jika tidak ada noda membandel seperti kotoran cicak atau bekas coretan tidak perlu ditekan saat membersihkannya.

    Apabila ada noda membandel, kamu bisa menambahkan 2 sendok makan boraks ke larutan pembersih. Bila sudah dibersihkan bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih.

    Cara Membersihkan Dinding Dicat Berbahan Lateks

    1. Siapkan Larutan Pembersih

    Bersihkan debu yang menempel dengan kemoceng atau penyedot debu. Setelah itu siapkan larutan pembersih terdiri dari satu sendok teh pembersih serbaguna yang dicampur dengan 1 liter air hangat. Siapkan ember kedua dengan air bersih untuk bilasan.

    2. Bersihkan Dinding dengan Gerakan Melingkar

    Siapkan spons atau kain bersih. Celupkan ke dalam larutan tadi dan peras hingga tidak ada air yang menetes. Mulai dari atas agar tidak mengotori area yang sudah bersih.

    Celupkan spons atau kain kedua ke dalam air bersih dan peras hingga hampir kering. Bilas sisa sabun saat Anda bergerak ke bawah dinding.

    Hati-hati saat membersihkan area dekat stopkontak atau sakelar listrik, jangan terlalu basah pada area ini. Apabila sudah dibersihkan, bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih.

    Jika ada goresan atau noda yang sulit hilang, celupkan spons basah ke dalam soda kue dan gosok perlahan area tersebut.

    Itulah cara membersihkan dinding berdasarkan bahan dasarnya. Semoga bermanfaat detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Kesalahan Membersihkan Kasur yang Bikin Cepat Rusak, Jangan Dilakukan!


    Jakarta

    Membersihkan dan merawat kasur perlu dilakukan agar tahan lama. Nah, ada beberapa hal yang kerap dilakukan saat membersihkan kasur yang justru bisa membuatnya cepat rusak.

    Pastinya hal ini tidak ingin terjadi pada kasur kamu. Sebisa mungkin hindari kesalahan saat membersihkan kasur, agar kasur tidak cepat rusak dan tahan lama.

    Dilansir dari tom’s guide, berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari agar kasur tidak cepat rusak.


    Menggunakan Bahan Kimia Keras

    Pembersih yang dibeli di toko seringkali mengandung pemutih atau pelarut kuat yang dapat merusak serat dan bahan kasur, sehingga permukaannya menjadi tidak rata yang akan mengganggu tidur kamu.

    Selain itu, bahan kimia keras seringkali meninggalkan residu yang dapat membuat kulit iritasi atau menyebabkan masalah pernapasan. Kasur mudah dibersihkan dengan produk rumah tangga yang kamu miliki seperti soda kue dan cuka.

    Kasur Basah

    Adanya cairan yang berlebihan akan menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut pada kasur. Hal ini akan merusak kasur dan menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Saat membersihkan kasur, gunakan cairan seminimal mungkin dan pastikan kasur benar-benar kering sebelum memasang seprai dan tidur di atasnya.

    Tidak Menggunakan Pelindung Kasur

    Menggunakan pelindung kasur adalah salah satu cara termudah untuk menjaga tempat tidur kamu dalam kondisi prima sejak hari pertama. Pelindung ini mengurangi risiko kasur terkena tumpahan, noda, tungau, dan keringat. Pelindung ini juga bisa membuat permukaan tempat tidur kamu bertahan lebih lama.

    Tidak Menyedot Debu Kasur

    Debu, rambut, dan bulu hewan peliharaan dapat menumpuk di permukaan kasur kamu seiring waktu yang menjadi tempat berkembang biaknya tungau serta bakteri. Penumpukan ini dapat menyebabkan alergi dan serat kasur rusak lebih cepat.

    Jika kamu memiliki alergi atau kamar tidur cepat berdebu, sebaiknya menyedot debu kasur lebih sering. Alat berbulu lembut yang dirancang untuk membersihkan debu dan kotoran dengan lembut tanpa menyebabkan kerusakan.

    Tidak Memutar Kasur

    Kamu harus memutar kasur untuk mencegah terbentuknya bekas di tempat tidur setiap malam, hal ini dapat menyebabkan hilangnya dukungan dan kerusakan material lebih cepat. Secara umum, kamu harus memutar kasur setiap tiga hingga enam bulan untuk menjaga permukaannya tetap segar.

    Mengabaikan Tumpahan dan Noda

    Kecelakaan memang bisa terjadi, tetapi penting untuk segera mengatasinya. Mengabaikan tumpahan dan noda dapat merusak permukaan kasur serta menjadikannya tempat berkembang biaknya bakteri, jamur, dan lumut.

    Noda dapat merusak pemandangan dan akan mulai mengeluarkan bau yang sangat tidak sedap jika tidak segera mengatasinya. Untuk noda dan bau yang membandel, sebaiknya bersihkan kasur secara menyeluruh.

    Itulah beberapa kesalahan yang bisa membuat umur kasur lebih pendek.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Mudah Merawat Kasur Agar Tahan Lama


    Jakarta

    Tidur dapat mempengaruhi aspek kesehatan, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan suasana hati, dan meningkatkan kinerja otak. Sehingga kasur menjadi komponen penting untuk kenyamanan saat tidur.

    Faktor lamanya kasur bertahan tergantung pada bahan dan perawatan yang diberikan. Ada kasur yang bertahan enam tahun dan juga ada beberapa bahan kasur yang bertahan hingga 10 sampai 20 tahun.

    Dilansir dari CNET, berikut beberapa cara mudah merawat kasur agar tetap awet selama bertahun-tahun.


    Gunakan Pelindung Kasur

    Pelindung kasur menjadi bagian penting dari perlengkapan tempat tidur kamu. Pelindung kasur berfungsi sebagai penghalang antara kamu dan tempat tidur, menyerap keringat, tungau, dan benda lain yang bersarang di kasur.

    Pelindung kasur juga mencegah tempat tidur dari noda. Pelindung kasur yang dipasang seperti seprai akan menutupi seluruh tempat tidur kamu.

    Cuci Seprai Sesering Mungkin

    Idealnya, mencuci seprai dilakukan setiap minggu. Saat mencucinya, kamu dapat menggunakan pengaturan untuk pakaian halus. Mencuci seprai memastikan seprai tetap segar dan melindungi kasur dari noda serta kelembapan akibat keringat.

    Jangan Loncat-loncat di Atas Kasur

    Meskipun loncat-loncat di atas kasur seperti trampoline menyenangkan, seiring waktu, tindakan ini dapat merusak tempat tidur lebih cepat. Produsen mendesain tempat tidur untuk penggunaan rutin. Melompat di tempat tidur menciptakan benturan yang lebih keras yang dapat merusaknya.

    Balikkan Kasur Secara Teratur

    Salah satu cara paling efektif untuk membuat tempat tidur lebih awet adalah dengan membalik atau memutar kasur. Cara ini mencegah tempat tidur kamu mengalami penurunan secara permanen karena menggunakan sisi bagian tempat tidur yang sama. Biasanya hal ini harus dilakukan setiap beberapa bulan sekali, agar tempat tidur bertahan lama.

    Bersihkan Noda dengan Segera

    Kesalahan di tempat tidur salah satunya adalah adanya tumpahan noda. Hal ini harus segera diatasi sebelum noda menempel permanen.

    Direkomendasikan untuk membuat pasta ke noda, biarkan selama 30 hingga 60 menit, lalu bersihkan dengan handuk bersih. Kamu juga bisa menggunakan air sabun cuci piring dan soda kue untuk membersihkan noda.

    Hindari Makan atau Minum di Tempat Tidur

    Makan dan minum di tempat tidur dapat mengakibatkan noda kecil yang tidak terlihat. Hal ini akan mengundang semut dan kecoa untuk datang yang akan membuat kasur kamu terlihat kotor.

    Waspada Terhadap Kutu Busuk

    Serangan kutu busuk dapat membuat kasur tidak dapat digunakan lagi. Maka dari itu, kamu perlu melindungi tempat tidur dari kutu busuk dengan menggunakan pelindung serta menjaga kamar tidur tetap bersih.

    Itulah beberapa cara untuk menjaga kasur tetap awet. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membersihkan Plafon, Lengkap dengan Alat dan Caranya



    Jakarta

    Plafon merupakan salah satu bagian rumah yang cukup penting karena dapat melindungi panas dan air hujan. Ternyata, plafon juga perlu dibersihkan.

    Pembersihan plafon tidak perlu terlalu sering dilakukan. Dilansir dari The Spruce, kamu bisa membersihkan plafon setiap dua tahun sekali, atau saat kamu pindah ke tempat baru. Nah, berikut ini alat-alat dan bahan yang perlu kamu siapkan untuk membersihkan plafon.

    Peralatan

    1. Kemoceng dengan gagang yang bisa diperpanjang
    2. Penyedot debu dengan sambungan sikat
    3. Kain mikrofiber
    4. Roller cat
    5. Botol semprot
    6. Kain pel kering yang rata (opsional)


    Bahan

    1. Cuka putih
    2. Air
    3. Sabun cuci piring cair
    4. Spons melamin (opsional)
    5. Pembersih minyak (opsional)
    6. Pemutih (opsional)

    Cara Membersihkan Plafon

    1. Vakum atau Bersihkan Dengan Kemoceng

    Kamu bisa mulai membersihkan debu dan kotoran yang ada di permukaan. Hal ini bisa dilakukan dengan kemoceng bergagang panjang agar bisa dengan mudah menjangkau plafon atau dengan selang dan sikat penyedot debu. Bersihkan debu atau vakum plafon dengan perlahan, dari satu sisi ke sisi lainnya.

    2. Bersihkan Sudut-sudut dan Lis Plafon

    Jangan lupa untuk membersihkan sudut-sudut dan area di sekitar lis di mana debu bisa mudah menumpuk dari waktu ke waktu. Pakai kain mikrofiber kering untuk membersihkan debu dan menyeka area tersebut dengan hati-hati. Pastikan kamu membersihkan debu sebanyak mungkin, karena debu yang menempel kemungkinan ada yang menyebar ke area lain.

    3. Buat Campuran Pembersih

    Campuran pembersih terbaik untuk plafon adalah dengan larutan pembersih superstar-cuka. Campurkan 2 cangkir air hangat, 1/4 cangkir cuka, dan 1 sendok makan sabun cuci piring, lalu tuangkan ke dalam botol semprotan kosong.

    4. Semprotkan Campuran Pembersih

    Semprotkan larutan pembersih ke seluruh plafon, berhati-hatilah agar tidak ada bagian yang terlewat. Campuran harus disemprotkan secara menyeluruh tanpa membasahi plafon, sebab hal ini bisa menimbulkan kerusakan akibat air dan membuat plafon terlihat jelek.

    Lalu, ambil roller cat yang bersih dan lembab dengan gagang yang bisa diperpanjang dan roll di plafon. Lakukan secara perlahan dan merata, sebab hal ini berfungsi sebagai penggosokan yang lembut untuk campuran pembersih.

    5. Keringkan Plafon

    Ambil beberapa kain mikrofiber bersih dan mulai keringkan plafon yang baru saja dibersihkan. Usapkan kain dengan lembut ke atas dan ke bawah plafon, biarkan kain menyerap sisa cairan dari campuran pembersih.

    Kalau lengan pegal karena mengangkat untuk mengeringkan plafon, kamu bisa coba letakkan kain bersih di dasar pel lantai. Lalu, pegang kain pel secara terbalik mengarah ke atas, dan gunakan untuk mengeringkan plafon sampai kering.

    6. Membersihkan Noda Membandel

    Cari noda yang tersisa, berikut cara membersihkannya
    – Noda jelaga: Gunakan spons melamin untuk membersihkan noda jelaga yang kecil. Basahi spons dan oleskan sedikit minyak oles untuk menghilangkan noda jelaga
    – Noda minyak: Gunakan pembersih khusus anti minyak untuk menghilangkan noda minyak membandel, dan ikuti petunjuk dari produsennya
    – Noda air: Campurkan 9 sendok air dengan 1 sendok pemutih dalam botol semprot, lalu ulangi tiga sampai empat kali atau sampai noda hilang

    Tips Agar Plafon Tetap Bersih Lebih Lama

    Setelah membersihkan plafon, kamu bisa lakukan ini agar plafon tetap bersih lebih lama dengan mengikuti tips berikut
    1. Bersihkan sudut-sudut plafon secara rutin di mana debu dan kotoran mudah menumpuk. Lakukan langkah ini setiap bulan dengan menggunakan kemoceng.
    2. Bersihkan noda kecil segera untuk mencegahnya menjadi noda membandel di kemudian hari
    3. Kamu bisa mempertimbangkan untuk menggunakan penghisap asap dapur untuk menyedot minyak dan kelembaban berlebih di dapur.

    Itulah alat-alat dan cara untuk membersihkan plafon. Semoga bermanfaat ya!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com