Tag: noda

  • Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini Saat Mengecat Rumah, Nanti Menyesal!


    Jakarta

    Mengecat dinding rumah perlu dilakukan, misalnya untuk menutupi noda atau mengganti warna agar tampak lebih fresh. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan juga saat mengecat dinding agar tidak terjadi kesalahan.

    Kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat mengecat dinding justru bisa membuat rumah tampak kurang menarik. Maka dari itu, sebaiknya kamu jangan sampai membuat kesalahan-kesalahan berikut ini.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Tidak Memilih Warna dengan Cermat

    Sebaiknya kamu memilih warna cat dinding dengan cermat terlebih dahulu. Kamu bisa mencobanya di papan terlebih dahulu sebelum benar-benar membelinya atau mulai mengecat dinding dengan warna tersebut.

    “Ambil contoh cat, cat di dinding atau papan dan biarkan selama beberapa hari. Lihatlah pada pagi dan sore hari, karena cahaya di ruangan akan memengaruhi warna. Saya rasa, kamu bisa langsung menghilangkan beberapa warna yang tidak cocok dengan segera,” kata pemilik CertaPro Painters, Paige NeJame, dikutip dari The Spruce.

    2. Tidak Menyiapkan Permukaan

    Kamu tidak bisa langsung mengecat tembok begitu saja. Perhatikan dulu permukaan dindingnya, apakah ada lubang atau retak. Jika ada, perbaiki terlebih dahulu.

    Selain itu, kamu perlu menghilangkan debu pada permukaan dinding terlebih dahulu agar bisa mengecat dengan benar. Jika sudah bersih, kamu bisa menggunakan primer terlebih dahulu baru kemudian mengecat dengan warna pilihan.

    “Ini akan meningkatkan warna cat dan mencegah terkelupas,” kata Kepala Desain Interior di Renowell, Mariya Snisar.

    3. Salah Pilih Jenis Cat

    Ada beberapa jenis cat yang beredar di pasaran, misalnya cat indoor dan cat outdoor.

    “Cat untuk ruangan tidak akan mampu menahan terik matahari dan hujan, sedangkan cat untuk luar ruangan mengandung lebih banyak bahan kimia yang dapat berbahaya bagi orang yang sensitif,” ujar Snisar.

    4. Tidak Membiarkannya Kering

    Saat mengecat dinding, pastikan cat sudah mengering terlebih dahulu sebelum menambah lapisan. Biarkan cat lapisan pertama mengering dengan sempurna baru ditimpa dengan lapisan berikutnya. Jika cat pertama belum kering dan langsung ditimpa cat selanjutnya, dapat menyebabkan cat mengelupas dan retak bahkan warnanya tidak sama.

    “Cat berbahan dasar air seperti akrilik membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengering pada suhu sedang hingga hangat,” ucap Snisar.

    “Cat berbahan dasar minyak seperti enamel dapat membutuhkan waktu mulai dari delapan hingga 24 jam untuk mengering sepenuhnya, tergantung pada iklim. Jika Anda tidak membiarkan cat enamel mengering sebelum mengaplikasikan lapisan kedua, cat tersebut dapat tetap lengket selama beberapa hari.”

    Mengecat dinding mungkin terlihat sederhana, tetapi prosesnya memerlukan pemikiran ke depan, persiapan, dan ketelitian. Maka dari itu, perlu kehati-hatian saat mengecat rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 3 Alat Wajib untuk Mengatasi Pagar Besi yang Berkarat


    Jakarta

    Pagar besi sering dipilih oleh banyak pemilik rumah karena lebih praktis saat membuka atau menutup pagar. Lalu, pagar besi juga dinilai awet dan punya tampilan yang membuat rumah terlihat lebih mewah.

    Meski terbilang awet, tetapi pagar besi tetap membutuhkan perawatan khusus. Soalnya, pagar besi berisiko mengalami karatan akibat terkena air, terutama air hujan.

    Kalau pagar besi sudah berkarat, tampilannya akan terlihat jelek dan tidak estetik lagi. Namun jangan khawatir, masalah pagar besi berkarat dapat diatasi dengan menggunakan sejumlah alat.


    Lantas, apa saja alat untuk mengatasi pagar besi yang berkarat? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Alat Wajib untuk Mengatasi Pagar Besi Berkarat

    Dilansir situs Aberdeen Gate, sedikitnya ada tiga alat yang wajib dimiliki untuk mengatasi karat di pagar besi. Berikut alat-alatnya:

    1. Sikat Kawat, Kikir, dan/atau Bor Listrik

    Apabila pagar rumah detikers sudah mulai berkarat, sikat kawat bisa menjadi solusi tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

    Bulu baja pada sikat kawat berfungsi untuk menghilangkan cat atau kotoran yang lepas, terutama pada area yang sulit dijangkau seperti area yang tergulung, batang yang terpuntir, dan area yang membulat.

    Lalu, roda kawat yang dipasang pada mata bor dapat digunakan untuk mengamplas, mengikis, dan menggilir. Kemudian ada sandblaster yang bisa dipakai untuk menghilangkan pembentukan karat.

    2. Kuas Pembersih Lubang

    Apabila ada karat yang sulit dihilangkan, cobalah menggunakan asam fosfat yang disemprot ke area tersebut. Nantinya karat yang membandel akan berubah menjadi serpihan hitam dalam waktu 24 jam.

    Serpihan tersebut akan lebih mudah dibersihkan dengan sikat pembersih lubang kawat baja tahan karat. Alat ini dirancang khusus untuk membersihkan permukaan tersembunyi secara efektif.

    3. Kuas Cat

    Untuk mencegah karat dapat terjadi lagi, kamu perlu melapisi pagar dengan cat primer berbahan dasar minyak yang telah dibersihkan sebelumnya. Untuk mengaplikasikan cat primer hanya dibutuhkan kuas cat yang kualitasnya baik.

    Jika cat primer benar-benar sudah kering, pakai kuas cat yang baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Sebagai catatan, jangan menggunakan cat eksterior biasa atau cat tembok untuk pagar besi. Sebab, cat jenis ini tidak mengandung komponen penghambat karat yang diperlukan seperti cat DTM atau direct-to-metal.

    Tanda-tanda Pagar Besi sudah Karatan

    Dilansir BBC, karat pada besi diakibatkan hasil dari reaksi reduksi dan oksidasi (redoks) yang tidak diinginkan. Jadi, besi akan bereaksi dengan air dan oksigen, lalu membentuk besi (III) oksida terhidrasi yang dikenal sebagai karat.

    Selain disebabkan oleh cuaca, terutama akibat air hujan, pagar besi dapat berkarat karena kotor, terdapat tumbuhan yang tumbuh di dekatnya, hingga caat pelindung yang mulai mengelupas.

    Untuk mengetahui apakah pagar besi di rumah sudah mulai berkarat atau tidak, simak tanda-tandanya di bawah ini:

    1. Terdapat noda kehitaman yang kasar dan timbul pada permukaan pagar.
    2. Bentuk pagar melengkung dan terdapat permukaan yang rusak atau bolong. Hal ini karena karat bisa melemahkan struktur besi.
    3. Pagar sulit saat ditarik dan didorong serta terdengar suara berderit.

    Apabila pagar rumah sudah mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya lakukan proses pembersihan pagar dari karat dengan pengecatan ulang. Namun jika pagar mengalami karat yang cukup parah, sebaiknya mengganti pagar tersebut dengan yang baru.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Cairan Pembersih, Kamu Bisa Pel Lantai Pakai Bahan Dapur Ini


    Jakarta

    Lantai adalah salah satu bagian rumah yang harus sering dibersihkan karena cepat kotor. Selain menyapu, kamu perlu mengepel lantai untuk menghilangkan kotoran dan kuman di lantai dengan pembersih.

    Namun, kamu nggak harus pakai cairan pembersih khusus, lho. Ada bahan-bahan di dapur yang bisa menjadi alternatif pembersih lantai.

    Lalu, bahan dapur apa saja yang dapat digunakan buat pel lantai? Yuk, simak daftarnya berikut ini seperti yang dikutip dari Real Simple dan Cleanipedia.


    5 Bahan Dapur untuk Mengepel Lantai

    1. Baking Soda

    Perbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin KuePerbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin Kue Foto: Getty Images/iStockphoto/ossphotostock

    Baking soda bisa jadi andalan untuk membersihkan noda membandel dan noda minyak pada lantai rumah. Caranya, taburkan beberapa sendok baking soda ke noda pada lantai, lalu teteskan sedikit air untuk menimbulkan reaksi pada baking soda.

    Setelah itu, gosok dengan pel hingga noda hilang dan lantai keramik tak kusam lagi. Kamu juga bisa menambahkan minyak kayu putih pada campuran baking soda dan air untuk membantu membunuh kuman dan bakteri.

    2. Minyak Serai

    Minyak serai merupakan bahan dapur lainnya yang bisa kamu gunakan untuk membersihkan lantai. Selain membantu membunuh kuman, serai juga punya aroma segar yang dijamin mencegah bau tak sedap dari rumah Anda. Sebagai nilai tambah, serai juga punya manfaat mengusir serangga, lho.

    3. Cuka Putih

    White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner.White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner. Foto: Thinkstock

    Cuka putih bukan hanya untuk memasak, tetapi juga merupakan pahlawan pemusnah bakteri untuk lantai keras, seperti ubin dan laminat. Dengan tingkat keasaman pH dua hingga tiga, cuka putih bisa menghilangkan kotoran tanpa merusak lapisan lantai. Penggunaan cuka putih cocok untuk lantai tile, vinyl, linoleum, dan laminat. Kamu cukup mencampurkan ½ cangkir cuka per 3 liter air. Kelebihannya, kamu tidak perlu membilas lantai setelah dipel.

    4. Boraks

    Jika kamu menghadapi noda dan kotoran yang sulit, boraks adalah solusi pembersih yang kuat. Mirip dengan baking soda, Boraks memiliki sifat sedikit abrasif dan mampu menghilangkan noda serta bau tak sedap. Penggunaan boraks cocok untuk lantai ubin, beton, batu yang tersegel, vinyl, dan linoleum. Campurkan ⅛ cangkir boraks per 3 liter air. Setelah dipel, pastikan lantai dibilas dengan air biasa untuk menghindari residu.

    5. Minyak Lavender

    Sejak lama, lavender dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan. Minyak lavender mengandung khasiat sebagai antibiotik, antiseptik, antivirus, dan antibakteri. Karena itulah, minyak lavender juga bisa digunakan untuk membersihkan lantai. Kamu cukup mencampurkan air dan cuka, lalu menambahkan sedikit minyak lavender untuk membersihkan lantai.

    Campur saja lima sampai enam tetes minyak lavender dengan 1 ember air hangat dan secangkir cuka putih. Lantai rumah pun akan jadi bersih dan harum.

    Hal yang Perlu Diingat

    Meskipun bahan-bahan tersebut aman digunakan secara terpisah, penting untuk memperhatikan keamanan saat mencampurkannya dengan cairan pembersih lantai.

    Beberapa kombinasi tertentu bisa menghasilkan senyawa beracun sehingga pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan dan hindari mencampur bahan-bahan yang tidak cocok.

    Itulah beberapa bahan dapur yang bisa digunakan untuk bersihkan lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Genteng Bocor di Musim Hujan, Begini Cara Cek dan Perbaikinya



    Jakarta

    Masalah genteng bocor memang PR banget buat pemilik rumah. Rembesan air bisa bikin seisi rumah basah dan bangunannya pun ikut rusak.

    Kalau kamu mengetahui genteng bocor di rumah, jangan dibiarkan ya. Segera perbaiki genteng biar rumah nggak semakin rusak.

    Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengecek kebocoran atap rumah, lalu lakukan perbaikan. Yuk, simak caranya berikut ini seperti yang dikutip dari HOMEHOW.


    Cara Cek Genteng Bocor di Atap Rumah

    Inilah cara mengecek kalau ada tanda-tanda ini di sekitar rumah kamu.

    1. Cek Tanda Kebocoran Pada Plafon

    Cara paling mudah yaitu dengan melihat bekas noda air pada plafon rumah, noda air pada plafon bisa mengindikasikan adanya kebocoran air.

    2. Cek Loteng

    Cek dari loteng dan sejajarkan bagian noda pada plafon dengan genteng diatasnya, lalu lakukan pengecekan pada area tersebut. Posisi sambungan genteng yang tidak pas dan keretakan bisa menjadi salah satu faktor kebocoran. Tumbuhnya lumut pada genteng juga bisa mengindikasikan adanya kebocoran. Genteng yang berlumut menyebabkan air mudah untuk meresap kedalam.

    3. Cek dengan Menggunakan Hujan Buatan

    Bila cara di atas masih belum berhasil, kamu bisa menggunakan cara ini dengan dua orang. Salah satu orang akan menyemprotkan air ke genteng dan satu orang lagi mengawasi dari loteng, hal ini sangat ampuh untuk menemukan lokasi kebocoran.

    4. Menyewa Tenaga Ahli

    Bila kamu khawatir untuk melakukan pengecekan sendiri, kamu bisa menyewa tenaga ahli untuk melakukan pengecekan.

    Setelah kita mengetahui bagian kebocoran, kita bisa mengatasinya dengan cara yang tepat sesuai dengan tipe kerusakan sebagai berikut.

    Tips Perbaiki Genteng Bocor

    Nah, kalau sudah yakin rumah bocor, kamu bisa mencoba tips perbaiki genteng bocor berikut ini.

    1. Tentukan Lokasi Kebocoran

    Setelah melakukan pengecekan, kamu harus menentukan bagian yang harus diperbaiki. Terkadang air mengalir dari tempat kerusakan hingga menyebabkan lokasi noda air berbeda dengan lokasi kerusakan, maka dari itu kamu harus jeli dalam mengamati bagian yang rusak. Biasanya retakan pada genteng dan posisi genteng yang tidak baik bisa membentuk celah untuk air masuk ke dalam

    2. Perbaikan Terhadap Kerusakan Ringan

    Jika kerusakan terbilang cukup kecil seperti retakan biasa, cara untuk memperbaikinya kamu bisa menggunakan sealant atau Cat Waterproof. Sedangkan untuk kerusakan yang lebih besar dari 0,25 inci, kamu bisa menutupinya dengan semen.

    3. Mengganti Genteng

    Bila kerusakan genteng sudah tidak bisa diperbaiki lagi, alangkah baiknya untuk mengganti genteng tersebut dengan yang baru. Pastikan genteng yang baru adalah tipe yang sama dengan genteng yang rusak.

    4. Melapisi Genteng dengan Semen

    Kamu juga bisa memberikan lapisan semen di bawah genteng yang rusak atau pada sambungan genteng untuk meminimalisir kerusakan keberlanjutan. Pastikan agar genteng dalam keadaan yang sejajar setelah menambahkan semen.

    5. Melapisi Genteng Dengan Aksesoris Tambahan

    Bila kamu merasa kerepotan untuk memperbaiki genteng satu per satu, kamu bisa menambahkan aksesoris seperti Roll Roofing atau Genteng Double.

    Demikian tips and tricks untuk menanggulangi masalah kebocoran pada genteng rumah yang mudah dilakukan secara mandiri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Mudah Bersihkan Jamur di Dinding



    Jakarta

    Rumah menjadi lebih lembap saat musim hujan. Hal ini dapat memicu pertumbuhan jamur di dinding rumah.

    Dinding yang bocor atau terkena genangan air bisa memicu pertumbuhan jamur. Jamur dapat tumbuh di sudut-sudut ruangan yang lembap.

    Jika dibiarkan, keberadaan jamur bukan hanya mengganggu estetika rumah, tetapi juga bisa berbahaya bagi kesehatan, lho. Kalau kamu menemui jamur tumbuh di rumah, segera dibersihkan ya.


    Cara Membersihkan Jamur dari Dinding Rumah

    Dilansir dari The Spruce, berikut cara membersihkan jamur di dinding rumah.

    1. Campuran Larutan Pembersih Jamur

    Jamur tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, melainkan harus memakai campuran larutan pembersih diantaranya cairan klorin dan sabun cucian piring. Tuang dua larutan tersebut ke dalam air.

    Klorin merupakan produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Pilihan lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di dinding tidak banyak.

    Takarannya untuk membersihkan jamur pada area dinding yang tidak begitu luas, campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

    Cairan pencuci piring membantu larutan melekat lebih lama pada dinding untuk membunuh spora jamur. Jangan lupa menggunakan sarung tangan saat menuangkan larutan.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki kandungan asam yang bisa merusak struktur jamur. Kamu bisa menyemprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu lap dengan kain mikrofiber atau spons, dan biarkan area itu mengering.

    Namun, jika ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu melakukan pembersihan tambahan dengan pembersih noda khusus dinding.

    3. Buat Ventilasi di Ruangan

    Saat membersihkan jamur pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu di rumah dalam keadaan terbuka. Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding tersebut kamu bisa menyalakan kipas angin.

    4. Larutan Pembersih

    Larutan pembersih bisa digunakan dengan memakai botol semprot atau spons. Bersihkan jamur mulai dari bawah dan naik ke atas. Ini akan mencegah spora menyebar dan noda bercak di dinding rumahmu.

    Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembab untuk mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dekat langit-langit gunakan tangga.

    5. Tunggu Mengering dan Periksa Noda yang Tersisa

    Dinding yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Setelah itu kamu baru bisa melihat hasilnya apakah bersih dari jamur atau ada noda yang tersisa seperti noda gelap. Jika masih ada, ulangi langkah-langkah dengan larutan pembersih pemutih yang segar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisa Picu Alergi, Kenali 4 Tanda Bantal Nggak Layak Dipakai dan Harus Diganti


    Jakarta

    Penggunaan bantal tidak bisa selamanya. Sama seperti barang lainnya, kamu perlu mengganti bantal apabila sudah mendekati masa kadaluarsanya. Informasi batas masa pemakaian tersebut biasanya tercantum pada kemasan di awal membeli.

    Lalu, bagaimana jika sejak awal tidak tercantum batas tanggal pemakaian, atau informasi tersebut pudar? Bagaimana cara tahu kapan harus mengganti bantal?

    Dilansir Daily Mail, untuk jenis bantal sintetis jangka ideal untuk dipakai sampai 6-12 bulan. Kemudian, harus diganti dengan yang baru. Sementara itu, apabila kamu memakai bantal berbulu, jangka waktu pemakainya jauh lebih lama yakni 2-3 tahun.


    Selain itu, untuk mengetahui kapan bantal harus diganti kamu bisa melihat dari tanda-tanda berikut ini.

    1. Bantal Tidak Balik ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

    Cara paling sederhana untuk mengetahui bantal tersebut masih layak dipakai atau tidak adalah dengan menekuknya ke samping selama 30 detik. Apabila setelah ditekuk, bagian yang di atas tidak kembali ke bentuk semula maka kamu harus segera mengganti bantal tersebut.

    2. Terdapat Noda

    Bercak noda pada bantal bisa disebabkan karena beberapa hal. Bisa karena tumpahan makanan atau minuman yang menembus seprai, bisa pula karena pertumbuhan jamur.

    Biasanya jamur tumbuh karena keringat yang membuat permukaan bantal lembap. Ditambah bantal tersebut tidak pernah dijemur atau dibersihkan, memudahkan pertumbuhan jamur.

    Maka dari itu, penting untuk mencuci bantal. Tidak perlu disikat atau dimasukkan ke dalam mesin cuci. Cukup siapkan setengah cangkir soda bikarbonat dan minyak esensial yang berbau harum ke kasur. Diamkan selama satu jam, lalu bersihkan dengan penyedot debu yang khusus untuk menyedot busa basah.

    3. Bantal Berbau Tidak Enak

    Menurut Doctor Sleep, apabila kamu mencium bau apek atau tidak sedap dari bantal, kamu harus segera mencucinya. Namun, apabila sudah terjadi berulang hingga muncul noda kekuningan dari jamur, sebaiknya ganti dengan bantal baru.

    4. Bantal Kempes

    Setiap bantal pada saat dibeli dan belum digunakan pasti memiliki massa dan membuat kepala lebih tinggi. Namun, massa di dalam bantal bisa berkurang seiring waktu. Jika bantal kamu saat ini seperti itu, berarti sudah pertanda kamu perlu menggantinya dengan yang baru. Sebab, bantal yang kempes dapat menyebabkan nyeri pada leher.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Dapur Lengket dan Berminyak Bikin Gengges, Ini Cara Atasinya



    Jakarta

    Rumah yang bersih biasanya tercermin dari kondisi lantainya. Namun, pernahkan kamu merasa kalau lantai dapur lebih cepat lengket dan berminyak?

    Bagi kamu yang pengin rumah bersih mungkin gemas karena bagian dapur cepat kotor. Tak heran karena bagian rumah ini sering digunakan untuk memasak.

    Lantai seperti ini mengganggu banget. Selain tidak nyaman diinjak, penghuni rumah bisa tidak sengaja tergelincir.


    Lantas, bagaimana cara efektif buat membersihkannya? Yuk, simak dulu penyebabnya berikut ini, dilansir dari Mr Handyman.

    Penyebab Lantai Dapur Lengket dan Berminyak

    1. Menggoreng dan Menumis Makanan

    Aktivitas memasak identik dengan menggoreng dan menumis makanan. Ternyata proses memasak seperti ini membuat partikel minyak menguap ke udara. Lama-lama partikel minyak akan jatuh dan menumpuk di berbagai permukaan dapur, termasuk lantai.

    2. Cipratan dan Tumpahan Minyak

    Sangat wajar kalau penghuni rumah tak sengaja menyiprat atau menumpahkan minyak di dapur. Hal ini tentu membuat lantai menjadi kotor, apalagi kalau sedang banyak aktivitas memasak.

    3. Kurang Ventilasi

    Sistem ventilasi yang kurang memadai membuat uap berminyak dari memasak terperangkap di dapur. Padahal, dengan ventilasi yang cukup, uap tersebut dapat dikeluarkan dari dapur, sehingga mengurangi tumpukan minyak.

    4. Tidak Rajin Bersihkan Dapur

    Tidak membersihkan lantai dapur secara rutin akan membuat lemak dan minyak lama-lama menumpuk. Lalu, metode yang kurang tepat juga membuat proses pembersihan kurang efektif, sehingga lantai selalu berminyak.

    Cara Bersihkan Lantai Dapur

    Inilah cara membersihkan lantai dapur yang lengket dan berminyak.

    1. Larutan Cuka Putih

    Larutkan cuka putih dengan air menggunakan perbandingan 1:1 di dalam baskom atau botol semprot. Lalu, aplikasikan cairan tersebut pada area berminyak.

    Kamu bisa menggunakan sikat untuk menggosok lantai dengan perlahan, terutama pada noda minyak membandel. Setelah itu, kamu bisa bilas lantai dengan air bersih dan keringkan.

    2. Pasta Soda Kue

    Campurkan soda kue dengan sedikit air untuk membuat bentuk pasta. Oleskan pasta soda kue pada lantai berminyak dan biarkan selama 10-15 menit.

    Selanjutnya, gosok permukaan tersebut dengan sikat atau spons secara perlahan. Barulah membilas dan mengeringkan lantai.

    3. Larutan Sabun Cuci Piring

    Campurkan air hangat dan beberapa tetes sabun cuci piring di dalam baskom. Kamu bisa menyikat atau mengelap noda minyak membandel, kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan.

    4. Larutan Jus Lemon

    Peras jus lemon segar dan campurkan dengan air hangat. Selanjutnya, aplikasikan larutan menggunakan kain pel atau spons. Gunakan kain pel atau spons untuk mengaplikasikan minyak pada pantai.

    Lalu, biarkan larutan bekerja untuk menghancurkan minyak. Barulah menyikat atau mengelap lantai dengan air bersih.

    Itulah cara membersihkan lantai dapur dari minyak yang lengket, kotor, dan licin. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Cuma Dibilas, Begini Cara Bersihkan Bathtub yang Benar


    Jakarta

    Bathtub merupakan wadah untuk berendam di kamar mandi. Alat sanitari ini masih digandrungi oleh masyarakat terutama yang memiliki kamar mandi yang luas.

    Saat kamu memiliki bathtub hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah kebersihannya. Sebab, permukaannya yang lebar dan terbuka mudah sekali kotor oleh debu atau percikan air. Selain itu, setelah digunakan biasanya ada bekas sabun, kulit mati, atau kotoran yang menempel di permukaannya.

    Bathtub sebaiknya dibersihkan setiap selesai digunakan. Cara membersihkannya pun mudah dan tidak memakan waktu lama. Dilansir Real Simple, berikut cara membersihkan bathtub.


    1. Singkirkan Semua Barang di Bathtub

    Pastikan di dalam bathtub atau di pinggirannya tidak ada alat mandi agar pada saat membersihkannya lebih mudah.

    2. Tambahkan Air dan Sabun

    Penting untuk memakai air hangat sebelum menggosok bathtub. Lalu, tambahkan pula seperempat gelas cangkir sabun cuci piring ke seluruh permukaannya.

    3. Gosok Permukaan Bathtub

    Setelah itu, gosok permukaannya menggunakan sikat yang tidak terlalu tajam. Bagian dalam dan luar harus dibersihkan juga.

    4. Rendam Bathtub dengan Larutan Cuka

    Jika bathtub kotor, kamu bisa mencampurkan cuka putih dan sabun cuci piring dengan perbandingan sekitar seperempat gelas. Sebelum dituang ke dalam bathtub, panaskan larutan tersebut ke dalam microwave sekitar 30 detik, lalu aduk. Pastikan larutan merata ke seluruh permukaannya baik di dalam dan luas. Diamkan selama 30 menit. Setelah itu gosok kembali.

    5. Bilas Bathtub

    Saat membilas bathtub, kamu bisa menggunakan air dingin atau air biasa. Cara ini lebih cepat menghilangkan busa daripada air hangat.

    Cara Menjaga Bathtub Tetap Bersih

    1. Rajin Membilas Bathtub

    Bilas bathtub setiap selesai digunakan agar sabun tidak menempel di permukaan. Apabila menemukan noda air sadah, kamu bisa mengelap bak mandi dengan handuk setelah membilasnya. Selain itu, cara ini juga ampuh untuk mencegah timbulnya jamur dan lumut.

    2. Pastikan Ada Ventilasi di Kamar Mandi

    Penting untuk menyalakan kipas angin di kamar mandi saat mandi atau berendam di bak mandi.

    3. Bersihkan Saluran Air di Kamar Mandi

    Selain area bathtub saluran air juga perlu dibersihkan agar tidak mampet dan berbau.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Cuma Bikin Sehat, Lemon Juga Ampuh Bersihkan 7 Benda Ini!


    Jakarta

    Membersihkan barang-barang kotor di rumah tidak perlu memakai bahan kimia atau cairan olahan instan karena bahan alami juga ampuh. Contohnya adalah lemon, buah berwarna cerah ini ternyata ampuh menjadi bahan pembersih.

    Buah lemon mengandung citric acid yang tinggi, pH rendah, dan kemampuan antibacterial. Kandungannya ini bukan hanya baik untuk tubuh, tetapi juga untuk membersihkan barang-barang.

    Selain itu, keunggulan lainnya dari lemon adalah aromanya yang harum dan sifatnya tidak merusak bahan seperti kain dan kayu.


    Dilansir Homes and Gardens, berikut benda-benda yang bisa dibersihkan dengan lemon.

    7 Benda yang Bisa Dibersihkan Pakai Lemon

    1. Peralatan Makan

    Barang di rumah yang paling sering dibersihkan adalah peralatan makan. Piring berminyak, piring bekas kuah santan, atau sambal pasti membutuhkan bahan pembersih yang bisa menghilangkan minyak dan bau. Kamu bisa memasukkan potongan lemon dan digosokkan ke permukaan peralatan makan.

    Jika kamu perhatikan cairan pembersih juga banyak yang mencampurkan lemon dalam pembuatannya. Bau lemon juga membuat peralatan makan lebih segar setelah dicuci.

    2. Keran

    Jangan salah, meskipun keran hanya beberapa bagian saja yang dipegang, tetapi sudut-sudutnya mudah sekali kotor seperti timbul hitam-hitam seperti lumut. Biasanya kotoran tersebut hilang dengan digosok. Namun, sudah pernah belum membersihkannya memakai jus lemon?

    Kamu hanya perlu membersihkan kerak dari keran dengan menyemprotkan jus lemon. Tunggu sampai 5 menit sebelum mengelapnya kemudian bilas dengan air dingin.

    3. Talenan Kayu

    Salah satu peralatan dapur yang cukup sulit dibersihkan terutama untuk menghilangkan bau adalah talenan kayu karena permukaannya berserat. Padahal dengan lemon semua kotoran di permukaannya bisa diatasi. Caranya dengan memotong lemon menjadi setengah bagian kemudian taburkan garam di atasnya. Lumuri permukaan talenan dengan jus lemon. Kamu juga bisa memerasnya hingga semua airnya keluar. Diamkan selama 15 menit agar air lemon dan garam bereaksi. Terakhir bilas singkirkan sisa-sisa lemon dengan air hangat menggunakan spons.

    4. Kulkas

    Lemon dapat menyerap bau tidak sedap di kulkas. Caranya mudah dengan memotong lemon menjadi dua bagian kemudian masukkan ke dalam. Biarkan selama 30 menit, kulkas menjadi bau wangi.

    5. Microwave

    Microwave kotor cara membersihkannya bisa menggunakan campuran air dengan perasan lemon. Masukkan ke dalam microwave selama lima menit sampai mendidih. Kemudian, tunggu selama 5 menit sebelum dikeluarkan.

    6. Furniture

    Furniture kayu seperti meja, kursi, dan lemari bisa dibersihkan dengan air lemon. Caranya dengan mencampurkan olive oil dengan jus lemon. Teteskan campuran cairan tersebut ke kain bersih. Gunakan untuk membersihkan noda pada furniture yang kamu temukan.

    7. Jendela

    Kamu pasti sering melihat jendela atau cermin kotor dan penuh bekas sentuhan. Kamu bisa membuat kaca jendela dan cermin kinclong dengan campuran air mineral dan air lemon. Masukkan cairan tersebut ke dalam botol sprayer. Lalu, semprot pada permukaan jendela dan cermin kemudian lap hingga mengkilap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Remeh, Meletakkan 7 Benda Ini di Atas Kulkas Bisa Berbahaya


    Jakarta

    Kamu pasti pernah melihat bagian atas kulkas sering digunakan untuk meletakkan beberapa barang. Mulai dari hiasan dekorasi rumah hingga benda-benda dapur lainnya.

    Ternyata bagian atas kulkas ini seharusnya bersih dari benda-benda tak perlu. Bahkan kain penutup juga sebaiknya dihindari. Hal ini dikarenakan bagian atas kulkas berfungsi sebagai ventilasi atau tempat untuk melepaskan panas dari kulkas.

    Ventilasi ini berbeda dengan bentuk ventilasi di atas lubang di pintu dan jendela atau kipas angin di kamar mandi. Bagian ini dapat mengeluarkan panas agar bagian dalam kulkas terasa dingin. Dengan cara ini, kulkas dapat melakukan sirkulasi yang baik dan dapat mencegah kerusakan.


    Apabila meletakkan benda di atasnya, apalagi yang berukuran besar atau sama-sama yang menghasilkan panas, seiring waktu kondisi sistem pendingin di dalam kulkas akan terganggu dan performa mesinnya menurun.

    Dilansir The Croma, berikut beberapa benda yang sebaiknya tidak diletakkan di atas kulkas.

    1. Peralatan Rumah Tangga

    Banyak ditemukan, di bagian atas kulkas kerap diletakkan gelas, nampan, atau keranjang kecil. Ada pula yang meletakkan peralatan elektronik lainnya seperti oven atau blender di atas kulkas. Padahal kedua alat tersebut menghasilkan panah. Barang-barang ini sebaiknya tidak diletakkan di atas kulkas dan disimpan di rak penyimpanan. Benda-benda ini berisiko diletakkan di tempat yang tinggi terutama saat ada getaran. Lalu, panas yang dihasilkan oven dan blender juga berbahaya jika didekatkan.

    2. Barang Pembersih

    Cairan pembersih terutama yang mengandung bahan kimia sebaiknya diletakkan di tempat yang sejuk dan tidak ada reaksi panas. Selain itu, kulkas biasanya untuk meletakkan makanan segar. Apabila cairan pembersih tumpah dikhawatirkan bisa masuk ke dalam kulkas.

    3. Obat-obatan

    Sama seperti cairan pembersih, obat-obatan juga sebaiknya tidak diletakkan di atas kulkas. Benda ini seharusnya berada di suhu ruangan dan tidak bisa terpapar sinar matahari atau panas.

    4. Barang Dekorasi Rumah

    Seperti yang disebut sebelumnya kain penutup kulkas sebaiknya tidak perlu dipasang. Bahan kain hanya membuat panas dari kulkas tertahan. Selain itu, hindari meletakkan tanaman, bingkai foto, atau mainan miniatur di atasnya. Kulkas tidak perlu dihias oleh apa pun.

    5. Barang Pecah Belah

    Sama seperti peralatan dapur, barang pecah belah seperti gelas dan piring di atas kulkas tidak boleh ada di atas kulkas. Seperti yang kamu tau, kulkas beberapa kali dapat bergetar saat tegangan listrik tidak stabil. Kemudian, panas yang dihasilkan juga tidak aman untuk barang pecah belah yang mudah pecah.

    6. Makanan

    Menyimpan atau meletakkan makanan sebaiknya di dalam kulkas atau di meja. Piring yang terbuat dari kaca atau plastik berbahaya jika bersinggungan terlalu lama dengan bagian atas kulkas terutama yang kondisinya panas. Begitu pula dengan makanan kemasan. Lebih baik diletakkan di tempat yang suhunya sama seperti di lemari atau stoples.

    7. Stoples Plastik

    Pasti kamu pernah melihat stoples makanan kering diletakkan di atas kulkas agar mudah diambil. Padahal plastik sangat rentan terkena panas. Hal ini bisa merusak permukaan stoples dengan munculnya noda hitam di bawah stoples yang bersinggungan langsung dengan panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com