Tag: noda

  • Lakukan 4 Hal Ini Setelah Rumah Terendam Banjir, biar Nggak Menyesal!


    Jakarta

    Masuk musim hujan, beberapa wilayah yang rawan banjir harus bersiaga. Beberapa rumah pasti terendam banjir saat curah hujan meningkat.

    Rumah yang sering terkena banjir pasti berisiko mengalami kerusakan. Mulai dari munculnya noda air di dinding, perabotan yang berjamur, hingga lumpur berserakan di lantai.

    Agar rumah tetap terawat meski sering terendam banjir, dilansir Flood Info, berikut beberapa hal yang kamu lakukan pada rumah setelah banjir surut.


    1. Periksa Kabel Listrik di Rumah

    Saat kamu membersihkan rumah, hal paling penting adalah listrik harus menyala. Namun, hati-hati saat menyalakan listrik di rumah, terutama pada sistem kabel yang terendam air. Sebaiknya panggil tenaga profesional untuk mengecek.

    2. Periksa Gas

    Selain listrik, gas juga harus diperiksa karena benda satu ini jika mengalami kebocoran dapat berbahaya. Ada baiknya, saat melihat tanda genangan, gas di rumah bisa diamankan dahulu.

    Apabila mencium bau menyengat dari gas, keluarkan ke tempat terbuka. Bisa jadi gas terlalu lama berada di tempat tertutup yang minim ventilasi. Apabila kamu tidak berani menyentuh gas, kamu bisa meminta bantuan pemadam kebakaran atau orang yang mengerti soal tabung gas.

    3. Selalu Gunakan Sarung Tangan dan Alas Kaki Tertutup

    Air yang menggenang atau bekas genangan biasanya bisa menjadi sumber penyakit. Sebab, kebanyakan air tersebut berasal dari selokan atau tempat pembuangan di dekat rumah. Tentu, airnya tidak bersih dan bisa saja sudah terkontaminasi dengan mikroorganisme.
    Sebaiknya gunakan sarung tangan lateks dan alas kaki yang tertutup. Jika masih ada genangan, pakai alas kaki seperti boots setinggi mata kaki.

    4. Cek Retakan pada Fondasi Rumah

    Saat memasuki rumah, kamu perlu mengecek kondisi dinding hingga ke bagian langit-langitnya. Biasanya cat yang kurang baik saat terkena air terlalu lama dapat retak atau muncul tonjolan. Lalu, bisa pula muncul noda bekas air, jamur, dan retakan.

    Tips Perbaikan Rumah yang Terkena Banjir

    Jika kamu memiliki asuransi banjir, foto kondisi rumah untuk bukti klaim asuransi. Namun, apabila kamu tidak memiliki asuransi, maka semua perbaikan harus ditanggung sendiri, tetapi kamu bisa meminta bantuan ahli agar perbaikannya maksimal.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Ngepel Pakai Air Panas, Ini Anjuran Sesuai Jenis Lantainya



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar kalau mengepel dengan air panas bisa membuat lantai lebih bersih? Suhu dari air memang dapat memberikan hasil yang berbeda saat mengepel, lho.

    Dikutip dari Home Viable, penggunaan air panas ternyata lebih efektif membunuh kuman di lantai. Air panas juga lebih mudah menghilangkan noda, lemak, dan kotoran yang menempel di lantai dibandingkan mengepel dengan air dingin.

    Selain itu, bahan pembersih lantai dapat bekerja lebih efektif kalau dicampurkan dengan air panas. Dengan begitu, aktivitas mengepel pun menjadi lebih mudah.


    Namun, tidak semua jenis lantai bisa terkena air panas karena sifatnya yang tidak begitu kuat untuk menahan suhu tinggi. Beberapa jenis lantai yang tidak bisa dibersihkan dengan air panas adalah lantai kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi. Jenis-jenis lantai seperti ini lebih baik menggunakan air dingin saat mengepel.

    Cara mengepelnya pun tidak sembarangan. Jenis lantai dari kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi cukup rentan terhadap air dan suhu yang lembap. Oleh karena itu, kamu perlu mengeringkan kain pel terlebih dulu agar saat mengepel tidak begitu basah.

    Jika lantai rumah kamu memakai ubin, keramik, dan porselen, lebih disarankan memakai air dingin ketika hendak mengepel. Sebab, mengepel dengan air panas justru dapat merusak permukaan keramik.

    Berbeda halnya dengan jenis lantai yang mahal seperti marmer, penggunaan air panas sama sekali tidak masalah karena bahannya kuat menerima suhu tinggi.

    Itulah anjuran mengepel lantai dengan suhu air yang berbeda. Jangan asal pakai air panas agar lantai nggak rusak ya. Semoga Bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahaya Air Sumur Berbau! Ini Penyebab dan Solusinya



    Jakarta

    Sebagian masyarakat Indonesia masih menggunakan air sumur untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, terkadang muncul bau tak sedap dari air sumur di rumah.

    Sementara air yang layak dikonsumsi salah satu kriterianya adalah tidak berbau. Jika berbau, kemungkinan air sumur itu sudah tercemar dan tidak patut dikonsumsi karena dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah kesehatan.

    Lantas, bagaimana cara mengatasi air sumur bau? Simak ulasannya berikut ini.


    Penyebab Air Sumur Bau

    Sebelum mengatasi masalah, kamu perlu mengetahui penyebab air muncul bau. Inilah alasan air sumur bau, dilansir dari MN Department of Health.

    1. Gas Hidrogen Sulfida

    Gas hidrogen sulfida (H2S) mampu membuat air berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat muncul di sumur mana saja karena terjadi secara alamiah dari hasil pembusukan dan reaksi kimia dengan tanah dan bebatuan.

    Polusi yang terjadi juga bisa membuat air sumur tercemar dan mengeluarkan bau. Gas H2S dapat berbahaya jika kadarnya tinggi. Sehingga penting untuk mensterilkan air dari gas.

    2. Bakteri Sulfur

    Bakteri sulfur juga bisa memproduksi gas H2S. Meski tergolong tak berbahaya, bakteri sulfur bantu merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Lendir yang dihasilkan bakteri mampu menyumbat sistem perpipaan sumur.

    Cara Mengatasi Air Sumur yang Bau

    Apabila air sumur berbau tak sedap juga ditemukan lendir berwarna putih, abu-abu, atau kehitaman serta noda hitam dan korosi pada sistem perpipaan dan komponen logam mesin air, bisa jadi air sumur telah terkontaminasi gas hidrogen sulfida dan bakteri sulfur.

    Jika demikian, sejumlah cara berikut dapat dilakukan untuk mengatasi air sumur yang bau.

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit biasa digunakan sebagai zat disinfektan air. Senyawa kimia ini ampuh untuk menjernihkan juga menghilangkan bau pada air.

    Namun air yang diberi kaporit tidak dapat langsung dikonsumsi. Mesti tunggu beberapa hari sampai baunya menghilang dan barulah air bisa digunakan kembali.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bau yang muncul mungkin diakibatkan oleh bakteri yang menempel di dinding sumur. Untuk menghilangkannya, cairan klorin yang dapat dipakai.

    3. Gali Sumur Lebih Dalam

    Air sumur yang bau dan keruh bisa disebabkan oleh sumur yang kurang dalam. Karena ini, sumur dapat digali lebih dalam lagi supaya air kotor tidak masuk ke dalamnya. Dinding sumur juga bisa dilapisi dengan tembok beton agar lebih tinggi dan tak mudah bocor sehingga air kotor tak mengkontaminasi air di dalamnya.

    4. Disinfeksi Sumur

    Jika air sumur masih bau, larutan klorin tingkat kuat bisa digunakan untuk disinfeksi sumur lebih lanjut. Disarankan memanggil jasa profesional apabila tidak mampu melakukan disinfeksi sumur mandiri untuk pengerjaan yang lebih efisien.

    5. Bor Sumur Baru

    Apabila sumber bau berasal dari air tanahnya, mengebor sumur baru di lokasi berbeda menjadi cara terakhir yang dapat dilakukan. Bisa juga pertimbangkan untuk berlangganan air ke perusahaan pengolahan dan penyediaan air bersih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Dinding Lembap dan Mengelupas? Ini Penyebab dan Cara Perbaikinya



    Jakarta

    Kondisi cat dinding rumah bisa berubah seiring berjalannya waktu. Terkadang cat dinding bisa lembap dan mengelupas, sehingga mengganggu estetika rumah.

    Nah, perlu kamu ketahui penyebab cat tembok lembap dan mengelupas agar bisa mencegahnya. Namun, kalau sudah terlanjur, kamu masih bisa memperbaikinya kok.

    Lantas, apa yang bikin cat tembok lembap dan mengelupas? Bagaimana cara memperbaikinya? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Dinding Lembap dan Mengelupas

    Mengutip laman Home Building and Renovating, ada sejumlah penyebab cat tembok lembab dan mengelupas, yakni sebagai berikut.

    1. Kondensasi

    Penyebab utama cat tembok lembab karena mengalami kondensasi. Sebagai informasi, kondensasi terbentuk saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam tembok bagian dalam yang dingin.

    Ketika udara mendadak dingin secara cepat, hal ini menyebabkan terjadinya embun yang lama kelamaan menjadi air. Lalu, lapisan dinding di dalamnya menjadi lembab.

    Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan masalah lain seperti cat tembok mengelupas dan menimbulkan jamur di dinding.

    2. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

    Masalah pada pipa air jangan dianggap sepele. Meski air yang menetes dalam jumlah kecil, namun hal tersebut dapat menimbulkan masalah besar, salah satunya cat tembok menjadi lembab.

    Tetesan air yang keluar dari pipa dan mengenai tembok dapat menyebabkan kelembapan yang sangat tinggi di area tersebut.

    3. Dinding Retak

    Faktor lainnya disebabkan oleh dinding yang mulai retak. Seiring berjalannya waktu, dinding rumah akan mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

    Nah, hal tersebut membuat kelembapan dapat masuk ke dinding melalui celah retakan. Air yang masuk ke dalam dinding tak bisa keluar lagi, sehingga mengakibatkan bercak lembab pada dinding bagian dalam.

    4. Perubahan Suhu Ekstrim

    Perubahan suhu yang berubah-ubah juga dapat merusak cat tembok rumah. Saat suhu udara panas bertemu dengan suhu dingin, hal ini menyebabkan cat yang awalnya menempel dengan erat perlahan akan kendur dan mudah terkelupas.

    Cara Mengatasi Dinding Lembap dan Mengelupas

    Apabila tembok rumah sudah lembab dan catnya mengelupas, sebaiknya segera diperbaiki sebelum akhirnya menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

    Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Mengutip laman New Line Painting, berikut cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas:

    1. Bersihkan Tembok dari Cat yang Terkelupas

    Langkah pertama adalah membersihkan tembok dari cat yang sudah terkelupas. Hal ini dilakukan agar mendapatkan permukaan dinding yang halus.

    Kamu bisa membersihkan tembok dari cat yang terkelupas dengan menggunakan alat pengikis khusus. Jika ditemukan ada noda atau minyak yang menempel, bersihkan dahulu dengan air, sabun, dan kain.

    2. Identifikasi Area Masalah

    Setelah mengikis cat tembok, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi masalahnya. Cari tahu apa yang menyebabkan tembok jadi lembab hingga menimbulkan jamur.

    Cari tahu juga apakah ada permukaan dinding yang retak halus atau cukup lebar. Dengan begitu, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan selanjutnya.

    3. Amplas Tembok

    Agar permukaan dinding kembali halus, lakukan pengamplasan pada tembok secara perlahan. Cara ini dilakukan jika muncul retakan halus pada tembok rumah milikmu.

    4. Pakai Cat Primer Berkualitas

    Setelah dinding dibersihkan dan diamplas sampai halus, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar atau primer yang berkualitas sebelum melakukan pengecatan.

    Cara ini dapat meminimalisir cat mengelupas yang disebabkan oleh jamur atau suhu lembab. Selain itu, permukaan tembok akan terasa lebih halus.

    5. Cat Ulang Dinding yang Sudah Dikelupas

    Langkah terakhir adalah dengan mengecat ulang tembok dengan memakai warna sesuai keinginan. Oh ya, pastikan juga pilih merek cat yang punya kualitas terbaik agar memberikan proteksi terbaik dan tahan lama.

    Itu dia penyebab cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jurus Jitu Bersihkan Lumut di Kamar Mandi, Cukup Pakai Bahan Ini


    Jakarta

    Kamar mandi adalah salah satu ruangan di rumah yang harus sering dibersihkan. Ruangan ini memiliki hawa udara yang lembap, sehingga menjadi tempat yang ideal buat ditumbuhi berbagai organisme termasuk lumut.

    Tak hanya mengganggu estetika, lantai kamar mandi yang berlumut bisa membuat permukaan lebih licin. Hal ini tentunya bisa membahayakan penghuni rumah, apalagi lansia dan anak-anak yang rawan jatuh.

    Lantas, bagaimana kalau kamar mandi sudah terlanjur berlumut? Tenang, kamu bisa membersihkannya dengan bahan-bahan yang biasa ada di rumah.


    Bahan Pembersih Lumut di Kamar Mandi

    Inilah beberapa bahan yang bisa membersihkan lumut di kamar mandi, dilansir dari Better Homes and Garden.

    1. Cuka Putih

    Cuka putih adalah salah satu bahan yang ampuh untuk membersihkan berbagai noda. Ternyata untuk membersihkan lumut terutama di kamar mandi, cuka putih juga efektif. Bahkan, bukan cuma di lantai, di sekitar toilet, saluran pembuangan, hingga ke permukaan pancuran bisa dibersihkan dengan bahan ini.

    Semprotkan cuka langsung ke area yang ada lumutnya dan biarkan sekitar 5-10 menit. Berikutnya, bersihkan dengan lap atau spons. Gosok dengan sikat berbulu untuk lumut membandel.

    2. Cairan Pemutih

    Biasanya, cairan pemutih digunakan untuk membersihkan noda di pakaian, ternyata bahan ini juga bisa mengangkat lumut-lumut yang menempel di area kamar mandi.

    Namun, pada saat membersihkan kamar mandi dengan pemutih, pastikan ventilasi di kamar mandi cukup karena baunya cukup menyengat. Kemudian, campurkan pemutih dan air dengan perbandingan 1:1. Campuran ini ampuh membasmi lumut yang ada di kamar mandi, seperti bak mandi, pancuran, toilet, dan wastafel.

    3. Boraks

    Boraks yang dikenal sering disalahgunakan buat masak sebenarnya untuk pembersih, lho. Salah satunya, bisa kamu gunakan untuk membersihkan lumut di kamar mandi.

    Cara menggunakannya dengan mencampurkan satu cangkir boraks dengan sekitar tiga liter air hangat. Setelah tercampur dengan rata, masukkan larutan ke dalam botol semprot.

    Lalu, langsung semprotkan ke area yang mau dibersihkan. Pakai lap bersih, sikat kawat, atau spons buat membersihkan noda lumut. Sisa campuran boraks bisa digunakan untuk mengepel lantai kamar mandi.

    Itulah cara membersihkan lumut di kamar mandi menggunakan bahan-bahan di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Cara Mudah Bersihkan Bantal Kuning agar Putih Bersih Kembali


    Jakarta

    Noda kuning pada bantal putih sangat tidak menyenangkan dilihat mata. Sebagian orang bahkan mungkin risih ketika berbaring di atas bantal yang menjadi kuning.

    Lantas, bagaimana cara membersihkan bantal yang muncul noda kekuningan? Kira-kira apa ya yang menyebabkan bantal menguning?

    Cara Membersihkan Bantal yang Menguning

    Bantal bernoda kuningIlustrasi bantal bernoda kuning Foto: Getty Images/eyepark

    Mengutip The English Home, bantal menguning dapat dibersihkan dengan cara berikut agar bersih kembali:


    1. Gunakan Soda Kue dan Cuka Putih

    Soda kue dan cuka sudah dikenal sebagai pembersih alami yang bantu hilangkan noda atau kotoran membandel. Berikut cara menggunakannya:

    • Campurkan soda kue dengan sedikit air hingga teksturnya mengental seperti pasta.
    • Oleskan pasta langsung ke area bantal yang bernoda dan biarkan selama 15-30 menit.
    • Setelah itu, basahi kain bersih dengan cuka putih lalu tepuk-tepuk ke area bantal tadi untuk mengangkat noda dan menghilangkan pasta.
    • Usai noda hilang, bilas bantal dengan air dan cuci bersih bantal sesuai petunjuk label perawatan.

    Khawatir bau cuka menempel lama? Campurkan minyak esensial seperti lavender dengan deterjen biasa saat proses pencucian untuk menghilangkan aroma asam cuka.

    2. Gunakan Deterjen

    Deterjen yang dipakai sehari-hari untuk mencuci juga dapat digunakan untuk membersihkan noda kekuningan pada bantal. Berikut caranya:

    • Tambahkan deterjen dan air dengan perbandingan yang sama langsung ke area noda.
    • Tepuk-tepuk area bantal tadi untuk mengangkat noda kuning.
    • Setelah noda hilang, bilas sampai bersih dan cuci bantal sesuai petunjuk label perawatan.

    Noda yang disebabkan dari sesuatu yang tertumpah penting segera ditangani menggunakan deterjen ringan dan kain bersih dengan cara seperti di atas. Semakin cepat noda dihilangkan, semakin besar pula kemungkinan noda cepat hilang dan tidak bertahan lama.

    Usai menghilangkan nodanya, pastikan bantal benar-benar kering setelah selesai dicuci agar tidak timbul noda lain. Hal ini juga memastikan bantal tidak lembap dan berjamur.

    Penyebab Noda Kuning di Bantal

    Noda kuning pada bantal disebabkan oleh keringat dan minyak alami dari tubuh serta rambut yang diserap saat tidur. Sel-sel kulit mati dan residu produk perawatan rambut dan kulit pun dapat meresap ke bantal sehingga mengakibatkan noda kekuningan.

    Karena itu, noda kuning di bantal hampir tidak dapat dihindari selama masih bersentuhan langsung dengan tubuh kita. Namun itu tidak boleh menjadi penghalang untuk rutin mencuci bantal. Sebab bantal bernoda kekuningan dapat mengandung alergen dan bakteri penyebab kulit berjerawat atau pemicu alergi.

    Cara Mencegah Bantal Menguning

    Untuk mencegah muncul noda kekuningan, sarung bantal dapat digunakan untuk melindunginya dari keringat dan minyak yang dihasilkan tubuh. Pakai sarung bantal yang mudah dilepas-pasang sehingga bisa dicuci secara rutin.

    Penting untuk mencuci bantal secara berkala setiap 6-12 bulan sekali. Gunakan mesin pengering untuk mengeringkan bantal secara menyeluruh. Jika mesin cuci tidak cukup besar, bantal dapat dicuci di tempat binatu atau laundry.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Ini 7 Tips Bikin Baju Menguning Kembali Putih Tanpa Pemutih


    Jakarta

    Baju atau pakaian berwarna putih memang punya daya tarik sendiri, namun mudah kotor dan menguning. Untuk mengembalikannya jadi putih bersih, biasanya orang-orang menggunakan cairan pemutih.

    Namun, penggunaan produk pemutih yang kurang tepat justru bisa merusak pakaian, lho. Tapi tenang saja, ada cara lain untuk memutihkan baju putih yang menguning.

    Kamu bisa menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah atau di alam. Yuk, simak caranya di bawah ini.


    Cara Memutihkan Pakaian Tanpa Pemutih

    Dikutip dari The Spruce dan Real Simple, berikut sederet cara memutihkan pakaian putih yang kekuningan atau kusam tanpa cairan pemutih:

    1. Gunakan Perasan Lemon

    Air perasan lemon merupakan pemutih alami untuk pakaian. Kandungan asam sitratnya berguna untuk memutihkan pakaian berbahan katun, linen, dan poliester.

    • Siapkan 4 buah lemon, potong menjadi dua bagian dan peras untuk diambil airnya.
    • Campurkan perasan lemon ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas.
    • Rendam pakaian putih setidaknya 4 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    2. Rendam dengan Soda Kue

    Soda kue atau baking soda mengandung natrium bikarbonat yang bantu menghilangkan noda membandel pada kain. Bahan ini juga dapat menghempaskan bau yang menempel di pakaian, termasuk kaus kaki.

    • Campurkan 230 gram soda kue ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas, aduk hingga larut.
    • Rendam pakaian putih setidaknya 1 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    3. Tambahkan Cuka Putih

    Asam asetat dalam cuka putih bantu menghilangkan residu detergen penyebab pakaian menguning dan kusam.

    • Tambahkan 250 ml cuka putih suling ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas.
    • Masukkan pakaian putih menguning dan rendam semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    4. Gunakan Sabun Cuci Piring

    Sabun cuci piring ada yang mengandung natrium hipoklorit yang bisa memutihkan kain terbuat dari serat alami seperti katun atau linen.

    • Siapkan 3,5 liter air panas.
    • Tambahkan sedikit sabun cuci piring dengan detergen biasa, aduk merata.
    • Masukkan pakaian kusam dan rendam selama 30 menit.
    • Cuci pakaian seperti biasa.

    5. Gunakan Citric Acid

    Bubuk citric acid atau asam sitrat bekerja sebagai pemutih sama seperti lemon. Teksturnya yang bubuk cukup disimpan tempat kering dan tidak mudah rusak seperti perasan lemon.

    • Campurkan 3 sendok makan bubuk asam sitrat dalam 3,5 liter air panas.
    • Rendam pakaian setidaknya 4 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    6. Campurkan Boraks

    Boraks termasuk alternatif pemutih yang dapat menghilangkan noda dan residu yang mampu menempel pada kain.

    • Campurkan 115 gram bubuk boraks ke 3,5 liter air hangat, aduk hingga larut.
    • Masukkan pakaian putih dan rendam selama 30 menit atau lebih.
    • Cuci seperti biasa.

    7. Jemur di Bawah Sinar Matahari

    Cahaya matahari yang mengandung sinar ultraviolet (UV) bisa memudarkan warna pakaian tapi juga dapat mencerahkan baju putih. Tidak hanya memutihkan, cahaya ini bantu membunuh kuman yang mungkin bersarang di kain.

    Pakaian, seprai, maupun handuk putih dapat dijemur di bawah sinar matahari langsung dan biarkan hingga kering.

    Penting diperhatikan, sejumlah cara di atas dikhususkan untuk pakaian full putih. Pengulangan metode mungkin diperlukan untuk mendapatkan pakaian yang kembali putih dan bersih.

    Hindari penggunaannya pada pakaian berwarna atau motif. Lakukan metode sesuai petunjuk dan jangan mencampur-campur bahan yang dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Diinjak, Begini Cara Aman dan Ampuh Usir Kecoak Biar Nggak Balik Lagi


    Jakarta

    Banyak orang tidak tahu cara mengusir kecoak. Sebab, kecoak berbeda dengan serangga lainnya. Ketika dikejar atau didekati, mereka justru bergerak ke arah kita. Hal ini yang membuat beberapa orang justru takut saat melihat kecoak.

    Padahal kamu bisa lho mengusir kecoak tanpa perlu mendekatinya. Asal kamu tahu kelemahan dari hewan kecil ini. Tanpa perlu menunggu kemunculannya, kecoak bisa dibasmi dan tak balik lagi.

    Namun, yang paling penting adalah kamu harus mengatasi dahulu penyebab mereka masuk ke rumah. Misalnya karena ada lubang di rumah atau karena rumah kamu kotor. Apabila penyebabnya sudah diatasi, akan lebih mudah untuk memerangi kecoak di rumah.


    Cara mengusir kecoak yang ampuh dan aman adalah dengan menggunakan bahan alami di rumah yang kamu persiapkan sendiri. Kira-kira apa saja? Berikut daftarnya.

    Cara Mengusir Kecoak dengan Bahan Alami

    1. Ampas Kopi

    Siapa di sini pecinta kopi bubuk? Ampas kopi yang biasanya langsung dibuang, bisa lho kamu manfaatkan untuk perangkap pengusir kecoak. Hal ini dikarenakan di dalam kopi tersebut terdapat kandungan asam yang tidak disukai oleh kecoak.

    Cara penggunaannya juga mudah, cukup taburkan bubuk ampas kopi di sudut-sudut kamar mandi. Selain itu, kamu juga bisa memakai bubuk kopi baru. Namun perlu diingat, ampas kopi hanya berfungsi untuk mengusir kecoak sehingga tidak efektif untuk membunuhnya.

    2. Bawang Putih

    Kamu pasti tahu kalau bawang putih memiliki aroma yang kuat. Maka dari itu, bumbu dapur ini kerap dipakai pada masakan. Ternyata bau yang dikeluarkan bawang putih ini juga bisa untuk mengusir kecoak.

    Dilansir situs The Spruce, aroma bawang putih terlalu kuat sehingga tidak disukai kecoak. Cara pasang perangkapnya dengan geprek beberapa siung bawang putih, lalu sebarkan ke sudut-sudut rumah yang diyakini sebagai sarang kecoak.

    3. Air Lemon

    Air lemon biasanya digunakan untuk membersihkan noda, tetapi ada salah satu sifat antipatogen alami dari lemon yang bisa mencegah kecoak datang ke rumah. Jika bahan sebelumnya dengan diletakkan, untuk mengusir kecoak dengan air lemon, kamu bisa menyemprotkan perasan air lemon yang dimasukkan ke dalam botol semprot. Waktu semprotnya bisa dilakukan secara teratur bukan hanya saat melihat mereka datang.

    4. Air Sabun

    Jika kamu hanya ada sabun, kamu bisa membuatnya menjadi bahan untuk mengusir kecoak. Untuk cara membuatnya, cukup tuangkan sabun cuci piring secukupnya ke dalam botol semprot, lalu campur dengan sedikit air dan kocok hingga merata. Setelah itu, semprotkan larutan tersebut jika menemukan kecoak di rumah.

    5. Baking Soda dan Cuka

    Dua bahan ini biasa dipakai untuk membersihkan noda membandel. Ternyata, perpaduan kedua bahan ini cukup untuk membasmi kecoak. Sebab, di dalam baking soda terdapat senyawa natrium bikarbonat atau asam borat yang memang ampuh membasmi serangga apa pun termasuk kecoak.

    Caranya dengan mencampurkan menuangkan 2 sendok makan baking soda ke dalam wadah, lalu tuang sedikit cuka dan aduk sampai merata. Setelah itu, taburkan ke sudut-sudut kamar mandi atau tempat yang dilalui kecoak.

    6. Cairan Pemutih

    Cairan pemutih biasanya untuk membersihkan pakaian atau kain. Ternyata cairan ini juga ampuh untuk mengusir kecoak. Hal ini dikarenakan di dalam cairan pemutih juga memiliki senyawa natrium bikarbonat atau asam borat yang ampuh membasmi serangga.

    Caranya dengan menuangkan cairan pemutih ke dalam botol semprot dan campur dengan sedikit air, lalu semprotkan ke sudut-sudut rumah yang dilalui kecoak. Namun sebagai catatan, penggunaan cairan pemutih terlalu sering dapat menyebabkan korosi pada material seperti plastik dan logam. Lalu, cairan pemutih juga dapat merusak pipa saluran air.

    7. Daun Salam

    Daun salam yang dicincang dan ditumbuk dapat mengeluarkan zat beracun bagi hewan. Bahkan daun salam sebaiknya dijauhkan dari anjing atau kucing. Jika ingin digunakan untuk mengusir kecoak, setelah daun salam hancur, rebus dan ambil airnya untuk disemprot ke area yang kerap ada kecoak.

    8. Kayu Manis

    Dilansir Pest Control Weekly, kayu manis bisa digunakan untuk membasmi kecoak di rumah. Caranya dengan meletakkan batang kayu manis di tempat yang sering dilalui atau sarang kecoak. Bentuknya bisa dengan menyebar kayu manis atau direbus dan airnya yang dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Sering Tercium Bau Tak Sedap? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya!


    Jakarta

    Pernah nggak kamu merasa kamar kamu bau apek, bau keringat, atau terasa pengap? Biasanya kondisi kamar seperti ini karena sirkulasi udara yang kurang sehingga bau dan panas terperangkap di dalam.

    Kondisi seperti tadi membuat suasana kamar tidak nyaman. Tanpa kamu sadari kondisi kamar yang bau dan pengap ini juga mempengaruhi kualitas tidur dan kondisi kesehatan kamu.

    Untuk mengatasinya, kamu perlu mencari tahu apa penyebab kamar kamu sering tercium bau tak sedap karena kurangnya sirkulasi udara bukan satu-satunya alasan. Dilansir Love to Know, berikut beberapa penyebab kamar tidur berbau tak sedap.


    1. Noda dan Bekas Tumpahan

    Membawa makanan ke dalam kamar terutama hingga ke kasur memang harus hati-hati. Selama kamu tidak membuat kotor area kamar, sebenarnya kamar kamu tidak akan begitu berbau.

    Beda halnya, jika kamu tidak hati-hati, makanan mudah tumpah hingga meninggalkan noda, bau, dan rasa. Cara mengatasinya tidak lain adalah membersihkan noda tersebut. Apabila tidak bisa diusap dengan kain, maka kamu harus menggantinya dengan yang baru. Bersihkan juga area karpet dan furniture kamar tidur secara rutin.

    2. Debu

    Debu adalah pemicu utama bau tak sedap muncul di rumah. Seberapa keras kamu membersihkannya, debu pasti muncul lagi. Maka dari itu, setidaknya sehari sekali kamu perlu membersihkan kamar agar tidak muncul bau tak sedap.

    Kamu bisa gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan debu terlebih dahulu. Jangan lupa untuk buka jendela dan biarkan udara segar masuk.

    3. Ventilasi Udara yang Kotor

    Jika di kamar kamu memiliki ventilasi, kamu perlu mengecek area ini. Letaknya yang berada di atas terkadang luput saat kamu bersih-bersih. Ventilasi udara yang kotor dapat menimbulkan banyak masalah, seperti bau tidak sedap. Bersihkan saluran udara secara rutin untuk mendapatkan kualitas udara yang segar.

    4. Jamur atau Lumut

    Apabila kamar tidur jarang dibersihkan, biasanya jamur mudah sekali muncul dan berkembang di sana. Pertumbuhan jamur biasanya menimbulkan bau. Bahkan kemunculan jamur seperti di plafon juga berbahaya bagi kesehatan. Selain karena kamar yang jarang dibersihkan, udara yang lembap juga mempercepat pertumbuhan lumut dan jamur di rumah.

    5. Tanaman Hias

    Sebenarnya tanaman memiliki banyak manfaat. Tetapi jika kamu salah memiliki jenis tanaman, justru jadi boomerang bagi kamu. Tanaman tersebut bukannya memberikan manfaat, justru membuat kamar jadi bau. Biasanya ini karena kamu salah merawatnya sehingga tanaman jadi busuk dan berbau.

    6. Filter Pendingin Udara Tersumbat

    Jika kamu memakai pendingin udara atau AC, coba cek apakah kondisi filter pendinginnya kotor atau tidak. Filter pendingin yang kotor ternyata bisa menimbulkan bau tak sedap di kamar karena penumpukan debu.

    7. Pakaian dan Perlengkapan Tidur Kotor

    Pemicu lainnya kamar jadi sering berbau adalah banyak pakaian kotor yang tidak disimpan di tempat khusus, justru diletakkan sembarangan di dalam kamar. Bau keringat, polusi, atau pasir yang menempel di baju tercium di seluruh kamar. Biasakan untuk meletakkan baju kotor di tempat yang benar bukan diletakkan di kamar begitu saja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-Hati! Ini 6 Tanda Perabotan Kayu di Rumah Digerogoti Rayap



    Jakarta

    Rayap merupakan hewan kecil yang sangat gemar menggerogoti furniture atau material bangunan dari kayu. Bahkan sering kali rayap sudah menggerogoti perabotan tanpa diketahui pemiliknya.

    Jika kondisi ini dibiarkan, rayap bisa membuat furniture atau material dari kayu ini patah lalu menimpa penghuni rumah. Oleh karena itu, keberadaan rayap ini tidak diinginkan.

    Sebenarnya tidak semua kayu dapat menjadi sasaran rayap karena saat ini furniture dan material kayu sudah dilindungi dengan cat khusus yang tahan dari lembap, jamur, hingga rayap.


    Untuk mengetahui apakah ada rayap di rumah, dilansir Business Insider India, berikut beberapa tandanya.

    Tanda Ada Rayap di Perabotan Kayu

    1. Banyak Lubang di Permukaan Kayu

    Bekas gigitan rayap pada kayu terlihat pada permukaan yakni berbentuk lubang-lubang kecil. Biasanya lubang tersebut lebih dari satu. Untuk mengetahui lokasinya, di sekitar lubang ada kotoran seperti pasir berserakan yang jumlahnya cukup banyak. Itu bukan sisa dari kayu yang digigit, melainkan kotoran dari rayap tersebut.

    2. Area Kayu yang Lembap

    Rayap menyukai tempat yang lembap. Hal ini berlaku pula pada kayu yang lembap karena mereka lebih mudah untuk bergerak di dalam kayu. Ciri-ciri kayu yang lembap adalah muncul noda warna yang tidak biasa, seperti hitam, hijau, putih, dan warna lainnya yang sebelumnya tidak ada di sana. Warna tersebut merupakan jamur yang sudah berkembang.

    3. Terdengar Suara Ketukan di Kayu

    Meskipun tubuhnya kecil, rayap saat menggerogoti pintu kayu menimbulkan suara lho karena mereka bergerombol. Suara yang timbul seperti pintu kayu diketuk. Namun suara ini kecil dan perlu didengar dari dekat.

    4. Muncul Butir Serpihan di Dekat Kayu

    Seperti yang disebut sebelumnya, untuk mengetahui ada rayap, kamu bisa menemukan serpihan seperti pasir di dekat kayu yang mereka incar. Serpihan ini adalah kotoran atau serbuk kayu dari proses penghancuran kayu yang mereka makan yang kerap disebut frass. Kotoran ini tidak lengket dan bisa dibersihkan dengan disapu atau dilap dengan kain.

    5. Ditemukan Gumpalan Panjang di Sekitar Pintu

    Rayap sering membuat jalur yang sering disebut sebagai mud tubes. Warnanya coklat muda seperti kacang mentah, teksturnya seperti pasir yang menggumpal, menempel di sekitar pintu, lantai, atau dinding rumah.

    Mud tubes ini ada yang panjang dan ada pula yang kecil-kecil seperti kacang. Fungsinya sebagai jalur rayap mengangkut makanan ke dalam sarang dan mempermudah akses pergerakan mereka. Cara membersihkannya cukup mudah yakni dengan dihancurkan, tetapi akan meninggalkan bekas berwarna coklat pada permukaan.

    6. Pintu Jadi Susah Digerakkan

    Apabila pintu digerogoti rayap saat dibuka atau ditutup akan jadi lebih sulit dan terasa kopong. Hal ini dikarenakan bingkai kusen pintu yang ukurannya sudah tidak lagi sesuai seperti di awal.

    Cara Mengatasi Rayap di Pintu Rumah

    Setelah mengetahui tanda kehadiran rayap, kamu perlu membasminya agar kayu di rumah dapat bertahan lama. Melansir dari Southern Perimeter, berikut cara mengatasinya.

    1. Pakai Kamper atau Kapur Barus

    Kamper atau kapur barus bisa untuk mencegah rayap datang. Kamper atau kapur baru adalah zat berbentuk padat yang memiliki aroma yang kuat, kamu bisa membelinya di market terdekat.

    Cara menggunakannya pun mudah cukup dengan meletakkan di dekat kayu atau di area yang pernah ditemukan rayap. Zat kimia naftalena yang terkandung dalam kapur barus juga dapat mematikan bagi rayap.

    2. Cairan Garam dan Sabun

    Cara kedua bisa dengan campuran garam dan sabun. Dua bahan ini dapat mengganggu sistem pencernaan dan pernapasan rayap. Aroma wangi sabun yang mengganggu dan kandungan bahan kimia di dalamnya bersifat racun sehingga saat terkena campuran garam dan sabun, rayap mati perlahan.

    Cara membuatnya dengan melarutkan garam 1 sendok makan dengan 2 sendok makan sabun cair. Lalu masukkan ke dalam botol spray. Setelah itu semprotkan ke pintu kayu yang menjadi sarang rayap. Lakukan secara rutin hingga rayap benar-benar hilang.

    3. Asam Borat ke Sarang Rayap

    Asam borat adalah bahan kimia yang ampuh membasmi rayap tanah di sekitar rumah. Di dalamnya terdapat zat kimia yang beracun. Apabila terkena rayap dapat mengganggu sistem pencernaannya. Caranya, cukup masukkan cairan asam borat ke botol. Lalu semprotkan ke permukaan pintu kayu yang digerogoti rayap.

    Itulah tanda adanya rayap pada perabotan kayu di rumah dan cara mengusirnya. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com