Tag: noda

  • Noda Cat di Lantai Bikin Geregetan? Begini Cara Ngilanginnya!



    Jakarta

    Ketika mengecat dinding rumah, ada saja tetesan cat yang jatuh dan mengenai lantai. Terkadang, noda cat di lantai sangat sulit untuk dibersihkan apalagi jika sudah telanjur kering.

    Namun, tak perlu khawatir, melansir dari Today’s Homeowner, Kamis (13/3/2025) terdapat cara-cara untuk menghilangkan noda cat pada lantai tergantung material lantai.

    Lantai Keramik

    Menghilangkan noda cat dari lantai keramik cukup mudah. Campurkan 1 gelas air dengan 1 gelas cuka ke dalam panci lalu larutkan hingga mendidih. Celupkan kain pada larutan air cuka yang panas lalu oleskan pada noda cat. Tunggu hingga noda cat melunak dan setelah lunak baru gosok dengan sikat atau bantalan nilon.


    Jika tidak ampuh, gunakan cairan penghilang noda cat. Namun, lakukan pengetesan pada bagian lantai yang tidak mencolok untuk memastikan cairan tidak merusak glasir dari lantai keramik. Apalagi jika lantai keramik berbahan marmer atau batuan yang rentan rusak.

    Lantai Kayu

    Cara untuk menghilangkan noda cat di lantai kayu adalah mengamplasnya. Mulailah dengan amplas asar, lalu setelah noda menghilang maka gunakan amplas yang lebih halus. Setelah itu, basahi kain lap dengan pengencer cat dan tepuk-tepuk area tersebut untuk menghilangkan noda cat yang tersisa.

    Pilihan lain menggunakan pengupas cat dengan mengoleskan satu lapisan tipis menggunakan kuas terhadap bagian yang terkena noda. Biarkan selama 30 menit sesuai petunjuk dan gunakan pengikis cat seperti sendok atau koin setelah noda lunak.

    Lantai Karpet

    Untuk lantai yang dilapisi karpet, tergantung bahan dasar cat, apakah air, akrilik/lateks, atau minyak. Untuk semua jenis cat bisa gunakan handuk basah dan ambil noda cat. Hindari menekan atau menggosok noda di karpet agar noda tidak semakin menempel.

    Untuk cat berbahan dasar air, campurkan larutan 1 gelas air dan 1 sendok teh deterjen pencuci piring. Oleskan noda dengan spons dan diamkan dua sampai tiga menit. Gunakan benda yang ujungnya keras seperti kartu kredit bekas, untuk mengikis cat dari karpet. Pilihan lainnya bisa oleskan cuka putih pada spons lalu basuh ke noda sampai hilang. Bilas area noda dengan campuran air hangat dan sabun cuci piring kemudian basuh dengan air biasa.

    Untuk cat lateks, campurkan larutan sabun dan air. Gunakan spons untuk membasuh noda dengan larutan tersebut. Usap dengan kuat dan hati-hati.

    Untuk cat minyak, gunakan kukusan untuk melunakkan cat. Sambil menguapkan air pada noda, gunakan benda halus dan tajam seperti jarum untuk memecah noda.

    Itulah beberapa cara menghilangkan noda cat di lantai. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jamur di Plafon Kamar Mandi Bahaya buat Kesehatan, Begini Cara Atasinya



    Jakarta

    Plafon kamar mandir menjadi salah satu area yang sering terkena jamur. Salah satu alasannya karena kondisi kamar mandi yang lembap ataupun ada kebocoran di atap.

    Nah buat kamu yang penasaran apakah kamar mandi kamu atapnya berjamur bisa dilihat apakah ada noda-noda kecoklatan atau warna yang kontras dengan plafon. Biasanya jamur ini bisa bertambah banyak tergantung pada besar area lembap.

    Jika ada jamur di atap kamar mandi kamu jangan dianggap sepele. Sebab itu bisa berisiko bagi kesehatan. Mulai dari batuk, bersin, hidung tersumbat, mata gatal, iritasi kulit, gangguan pernapasan, sakit kepala, dan gejala mirip alergi lainnya.


    Lagi pula membasmi jamur pada plafon kamar mandi ternyata tidak sulit. Dilansir The Spruce, berikut ada cara menghilangkan jamur di plafon kamar mandi.

    Cara Menghilangkan Jamur sari Plafon Kamar Mandi Drywall (Papan Gipsum) Yang Dicat

    1. Campurkan Larutan Pembersih

    Larutan pembersih jamur mudah kamu temukan, bahkan ada yang instan. Namun, jika kamu ingin membuat sendiri larutan pembersih tersebut. Caranya dengan menyiapkan sabun pencuci puring dan pemutih klorin. Campurkan kedua larutan tersebut ke dalam sebuah wadah berisi air hangat dengan perbandingan 1:2:1.

    Setelah itu, masukkan larutan pembersih ke dalam botol. Semprotkan larutan tersebut pada plafon yang berjamur. Diamkan seharian, lalu semprot lagi hingga terlihat perubahannya.

    Saat membersihkan jamur, kamu harus memakai alat pelindung seperti masker wajah, kacamata pelindung, dan sarung tangan. Selain itu, pastikan ventilasi di kamar mandi dalam keadaan terbuka atau berfungsi agar kamar mandi tidak lembap dan area yang dibersihkan bisa cepat kering.

    2. Periksa Noda Secara Teratur

    Jamur tidak akan hilang dalam satu kali penyemprotan. Kamu perlu menyemprotkan larutan pembersih secara berulang hingga noda tersebut hilang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Bantal Menguning dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Pernah mengalami warna bantal berubah menjadi kuning? Hal ini kerap terjadi apalagi jika bantal sudah digunakan dalam waktu yang lama.

    Lama pemakaian bukan menjadi satu-satunya faktor penyebab bantal menguning. Masih ada beberapa penyebab lainnya yang bisa membuat hal itu terjadi, seperti keringat, air liur, dan lainnya.

    Dilansir dari Sleep Foundation, berikut ini penyebab dan cara mencegah bantal menguning.


    Penyebab Bantal Menguning

    1. Keringat

    Keringat dalam jumlah tertentu saat kamu tertidur adalah cara normal tubuh mengatur suhu. Namun, keringat yang merembes ke sarung bantal bisa menimbulkan noda kuning.

    Untuk meminimalisir hal ini, kamu bisa memakai piyama yang lebih ringan dan tidur di ruangan yang lebih sejuk guna mencegah bantal menguning dan mengurangi keringat malam.

    2. Air Liur

    Ketika tidur, seseorang bisa saja mengeluarkan air liur alias ngiler. Disarankan untuk tidur telentang agar tidak mudah ngiler saat tidur, hal ini guna membantu mengurangi kelembaban berlebih pada bantal.

    3. Rambut Basah

    Jangan langsung tiduran di bantal ketika rambut masih basah. Hal itu karena air bisa meresap ke dalam sarung bantal dan menyebabkan perubahan warna.

    Kamu bisa menghindari hal ini dengan cara memberi jeda waktu mandi dan waktu tidur, serta pastikan rambutmu sudah kering agar mengurangi kelembapan pada bantal.

    4. Minyak Rambut dan Kulit

    Kelenjar sebasea adalah bagian tubuh yang bertanggung jawab memproduksi minyak rambut dan kulit. Kelenjar ini menghasilkan zat yang disebut sebum yang berperan penting untuk kesehatan kulit.

    Walau demikian, kelenjar sebasea yang terlalu aktif membuat rambut dan kulit berminyak. Minyak berlebih ini kemungkinan akan menyerap ke dalam bantal dan mengubah warna bantal.

    5. Krim Wajah, Lotion, dan Produk Kecantikan

    Setiap orang punya rutinitas perawatan kulit di malam hari, seperti mencuci muka atau mengoleskan bermacam krim atau lotion. Saat mengoleskan produk kecantikan sebelum tidur, pastikan produk tersebut punya waktu untuk menyerap ke dalam kulit. Hal ini bertujuan agar produk perawatannya tidak meresap ke dalam bantal dan menimbulkan noda serta perubahan warna.

    Cara Mencegah Bantal Menguning

    1. Gunakan Pelindung Bantal

    Pelindung bantal adalah lapisan kain yang berada di antara sarung bantal dan bantal. Pelindung bantal berfungsi sebagai satu lapisan yang mencegah kelembaban mengubah warna bantal.

    2. Gunakan Sarung Bantal Berkualitas

    Sarung bantal dengan kualitas tinggi cenderung mencegah bantal lembap dan memperlambat proses bantal menguning.

    Itulah penyebab dan cara mencegah bantal menguning. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! 3 Cara Membersihkan Noda Kuning pada Bantal


    Jakarta

    Bantal yang menguning bisa membuat penggunanya merasa risih. Namun jangan khawatir karena noda kuning pada bantal masih bisa dibersihkan.

    Ada berbagai cara untuk membersihkan bantal yang menguning, mulai dari pakai detergen hingga soda kue dan cuka. Sebagai catatan, sebelum kamu menghilangkan noda kuning sebaiknya pahami terlebih dahulu petunjuk perawatan dari pabriknya agar bantal tidak cepat rusak.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini cara membersihkan bantal yang menguning.


    1. Pakai Detergen

    Detergen yang dipakai sehari-hari untuk mencuci juga dapat digunakan untuk membersihkan noda kekuningan pada bantal. Dilansir dari The English Home, berikut caranya:

    – Tambahkan detergen dan air dengan perbandingan yang sama langsung ke area noda.
    – Tepuk-tepuk area bantal tadi untuk mengangkat noda kuning.
    – Setelah noda hilang, bilas sampai bersih dan cuci bantal sesuai petunjuk label perawatan.

    Noda yang disebabkan dari sesuatu yang tertumpah penting segera ditangani menggunakan detergen ringan dan kain bersih dengan cara seperti di atas. Semakin cepat noda dihilangkan, semakin besar pula kemungkinan noda cepat hilang dan tidak bertahan lama.

    Usai menghilangkan nodanya, pastikan bantal benar-benar kering setelah selesai dicuci agar tidak timbul noda lain. Hal ini juga memastikan bantal tidak lembap dan berjamur.

    2. Gunakan Soda Kue dan Cuka Putih

    Soda kue dan cuka sudah dikenal sebagai pembersih alami yang bantu hilangkan noda atau kotoran membandel. Berikut cara menggunakannya:

    – Campurkan soda kue dengan sedikit air hingga teksturnya mengental seperti pasta.
    – Oleskan pasta langsung ke area bantal yang bernoda dan biarkan selama 15-30 menit.
    – Setelah itu, basahkan kain bersih dengan cuka putih lalu tepuk-tepuk ke area bantal tadi untuk mengangkat noda dan menghilangkan pasta.
    – Usai noda hilang, bilas bantal dengan air dan cuci bersih bantal sesuai petunjuk label perawatan.

    Khawatir bau cuka menempel lama? Campurkan minyak esensial seperti lavender dengan detergen biasa saat proses pencucian untuk menghilangkan aroma asam cuka.

    3. Pakai Pemutih

    Dilansir dari Sleep Foundation, pemutih juga bisa dipakai untuk menghilangkan noda kuning pada bantal. Caranya, rendam bantal yang menguning dalam pemutih sebelum dicuci, hal ini bantu mengembalikan warna bantal ke warna semula.

    Kamu harus berhati-hati karena produk kimia bersifat keras dan tidak semua bantal bisa diputihkan dengan pemutih. Pastikan untuk pelajari terlebih dahulu instruksi perawatan bantal dengan cermat sebelum memakai pemutih.

    Itulah beberapa cara menghilangkan noda kuning pada bantal. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kena Noda Cat di Kulit? Tenang, Begini Cara Bersihinnya!



    Jakarta

    Saat kita mengecat dinding atau ruangan, terkadang noda cat itu mengenai tangan atau area kulit. Noda tersebut kadang membuat jengkel karena sulit dibersihkan jika hanya dengan sabun. Jika dibiarkan, bisa jadi membahayakan kulit karena cat mengandung bahan kimia.

    Namun, tidak perlu khawatir, sebab terdapat cara-cara membersihkan noda cat pada kulit. Melansir dari The Spruce, Sabtu (15/3/2025), langkah pembersihan tergantung dari bahan dasar cat yang dirangkum pada tulisan berikut

    Cat Berbasis Air

    Cat berbahan dasar air adalah jenis cat yang paling mudah dihilangkan dari kulit saat masih basah atau sudah kering. Jenis cat berbahan dasar air seperti cat lateks atau akrilik. Perhatikan langkah berikut untuk membersihkan cat berbahan dasar air:


    Gunakan sabun dan air

    Basahi kulit yang terkena noda cat dengan air hangat kemudian gosok dengan sabun tangan. Setelah berbusa, bilas dengan air hangat dan ulangi jika masih terdapat noda.

    Gunakan bahan abrasif

    Jika cat air masih tidak bisa hilang, bisa gunakan bahan abrasif untuk membantu menghilangkannya. Bahan tersebut misalnya batu apung, garam, atau gula pasir. Gosok dan bilas kulit menggunakan air hangat hingga bersih.

    Gunakan alkohol isoprofil

    Jika noda cat sudah kering di kulit, bisa gunakan alkohol isoprofil. Caranya basahi kapas dengan sedikit alkohol kemudian oleskan pada noda cat yang mengering di kulit. Biarkan selama satu atau dua menit sampai cat mulai larut. Bilas dengan sabun dan air hangat.

    Cat Berbasis Minyak

    Cat berbahan dasar minyak lebih sulit dihilangkan apalagi jika sudah kering. Cat tersebut dapat mengiritasi kulit dan harus dihilangkan dengan cepat. Cat berbahan minyak itu seperti enamel dan pernis. Berikut langkah yang dapat dilakukan untuk menghilangkan noda cat minyak di kulit

    Gunakan minyak

    Ambil kain untuk mengoleskan minyak ke kulit yang terkena cat. Bisa pakai minyak sayur atau mayones. Biarkan minyak meresap selama satu sampai dua menit. Kemudian, gosok area tersebut dengan kain.

    Gunakan gliserin

    Jika nodanya membandel, bisa gunakan gliserin atau terpentin mineral (spirit putih) untuk membersihkannya. Gunakan kapas untuk mengoleskan gliserin atau terpentin, lalu gosok dengan lembut menggunakan kain. Setelah itu, segera cuci dengan sabun dan air hangat untuk menghilangkan gliserin.

    Tips Agar Tidak Kena Cat pada Kulit

    Daripada repot-repot membersihkan, sebaiknya melakukan pencegahan lebih baik. Berikut beberapa tips agar terhindar dari noda cat pada kulit:

    Kenakan sarung tangan karet atau plastik saat mengecat.

    Kenakan baju dan celana panjang serta sepatu saat mengecat.

    Cegah cipratan dengan mengecat pakai rol yang disertai pelindung rol.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari Pakai Handuk Warna-warna Berikut, Ini Sederet Alasannya


    Jakarta

    Handuk memiliki beragam warna yang sering digunakan, seperti hijau, kuning, putih, dan lainnya. Namun, ada beberapa warna yang sebaiknya tidak digunakan.

    Hal itu karena bisa membuat handuk cepat kotor atau bahkan tidak terlihat kotor dan terus menerus dipakai padahal bisa menimbun kotoran. Maka dari itu, kamu bisa mempertimbangkan warna-warna berikut ini sebelum membeli handuk.

    Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini beberapa warna handuk yang sebaiknya dihindari.


    Putih Terang

    Dilansir dari Homes & Gardens, warna putih terang memang sering digunakan pada handuk. Akan tetapi, untuk menjaga warnanya tetap putih terang cukup sulit.

    Jika sering digunakan dan dipakai, bukan tidak mungkin warnanya bisa kusam meski sudah dicuci.

    Hitam

    Handuk berwarna hitam bisa menjadi pilihan bagi kamu yang tidak ingin menggunakan warna terang. Dilansir dari Livingetc, warna ini juga bisa membuat kotoran pada handuk tidak terlihat. Namun, hal ini justru bisa membuat handuk lebih kotor.

    “Semakin gelap handuknya, semakin kotor pula handuk tersebut karena noda tidak terlihat,” kata manajer pemasaran di Sheridan, Ruth Stevens.

    Dari sudut pandang estetika, handuk hitam juga dapat terlihat terlalu gelap di kamar mandi.

    “Meskipun tampak elegan, handuk hitam sebenarnya dapat membuat kamar mandi terasa lebih kecil dan gelap, yang tidak ideal untuk ruangan yang seharusnya terasa terbuka dan menarik,” jelas Liam Davis, pakar warna dan Sejarawan Seni di Art File Magazine.

    Merah

    Handuk warna merah juga sebaiknya dihindari. Dari perspektif psikologi, warna ini mungkin agak mencolok untuk ruangan yang kecil.

    “Meskipun warnanya berani dan penuh gairah, ini bukan pilihan terbaik untuk handuk mandi. Warna ini bisa terlalu merangsang dan beberapa orang mengatakan warna ini bahkan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, sehingga sulit untuk rileks setelah mandi,” kata Liam.

    Abu-abu Muda

    Penggunaan warna ini justru bisa membuat handuk tampak kusam setelah beberapa kali cuci. Maka dari itu, sebaiknya hindari warna ini.

    Kalau kamu menggunakan warna netral, bisa memilih beige. Warna tersebut bisa membuat suasana terasa santai.

    Itulah beberapa warna handuk yang sebaiknya tidak dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh 6 Barang Ini di Kamar Mandi Kalau Nggak Mau Menyesal


    Jakarta

    Banyak dari kita kadang tidak sadar memiliki kebiasaan menyimpan barang di kamar mandi seperti handuk, baju bekas pakai, dan lain-lain. Padahal kebiasaan tersebut tidak dianjurkan sebab kamar mandi adalah ruangan lembap yang dapat menimbulkan jamur, karat, lumur, atau kerusakan pada barang.

    Jadi, jangan sembarangan menaruh barang di dapur, khususnya barang-barang ini seperti dikutip dari Southern Living dan Real Simple, Senin (17/03/2025).


    Barang yang Tak Boleh Disimpan di Kamar Mandi

    Sebagian orang menyimpan handuknya pada gantungan kamar mandi. Kelembapan ruangan dapat menimbulkan jamur pada handuk sehingga menimbulkan bau apek. Jika kamu terpaksa harus selalu menyimpan handuk di dalam kamar mandi, maka upayakan mengganti handuk sesering mungkin.

    Pakaian

    Pakaian juga menjadi tempat berkembangnya kuman jika disimpan dalam kamar mandi apalagi jika menyimpannya selama berbulan-bulan. Sama seperti handuk, kelembapan membuat bakteri muncul dalam pakaian.

    Obat

    Obat biasanya disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Maka, jangan menyimpan obat di kamar mandi atau laci dalam kamar mandi.

    Pisau Cukur

    Pisau cukur merupakan salah satu barang yang sering ada di kamar mandi. Pada dasarnya, pisau cukur merupakan peralatan logam yang sebaiknya disimpan di tempat kering. Sebab, kelembapan kamar mandi dapat menimbulkan karat pada pisau cukur.

    Barang Elektronik

    Misalnya kamu menaruh speaker atau HP di kamar mandi maka rentan terjatuh ke dalam bak mandi atau toilet. Kelembapan udara juga membuat barang eletktronik cepat rusak.

    Perhiasan

    Jangan lupa memindahkan perhiasan kamu dari meja atau penyimpanan di kamar mandi. Kelembapan udara dapat membuat noda pada perhiasan.

    Kosmetik

    Kosmetik juga merupakan barang yang tidak bisa disimpan di dalam kamar mandi. Kelembapan udara dapat menurunkan kualitas kosmetik.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Mudah Hilangkan Bau Kucing di Rumah, Gampang!


    Jakarta

    Saat memelihara kucing berarti pemilik rumah sudah siap dengan bau dari hewan tersebut. Bau kucing ini mungkin untuk sebagian orang terutama pemilik rumah tidak mengganggu, tetapi bagaimana dengan tamu yang tidak terbiasa dengan itu?

    Bau kucing yang tercium di rumah biasanya berasal dari kotoran kucing. Sebab, di dalam kotoran tersebut mengandung konsentrasi urea yang tinggi dan komposisi kimia yang unik. Campuran konsentrasi tersebut memicu bau yang kuat dan busuk.

    Bau ini tetap dapat tercium ke seantero rumah meskipun sudah tersedia pasir khusus. Hal ini biasanya dikarenakan pasir tersebut jarang diganti dan dibersihkan sehingga baunya tetap tercium. Selain dari kotoran kucing, bulu dan muntahan kucing juga bisa menjadi sumber bau busuk tercium.


    Oleh karena itu, agar rumah tetap segar dan bebas dari bau kucing, pemilik rumah harus tau cara menghilangkan bau tersebut. Dilansir The Spruce, berikut cara menghilangkan bau kucing dari rumah.

    1. Bersihkan Kotak Pasir

    Biasanya pemilik rumah yang telah menyediakan kotak pasir untuk anabul buang air atau buang kotoran. Dengan begitu, pemilik rumah lebih mudah membersihkan kotoran karena berada di satu tempat.

    Kotak pasir tersebut harus diganti secara rutin karena tidak mungkin pasir tersebut bersih dengan sendirinya. Biasanya jangka waktu membersihkannya tergantung pada jumlah anabul yang dimiliki dan berapa banyak pasir yang digunakan.

    Jika pemilik rumah tak sempat dan suka lupa, saat ini sudah ada kotak pasir modern yang bisa mengganti pasir kotor secara otomatis. Setiap pagi, pemilik rumah hanya perlu membuang pasir kotor yang sudah dimasukkan ke plastik.

    2. Rawat Kucing dan Pastikan Selalu Bersih

    Hal yang paling penting untuk mencegah bau muncul adalah kamu harus rajin dan telaten mengurus kucing. Pastikan makanan yang mereka konsumsi aman untuk pencernaan, rawat bulu kucing agar tetap wangi dan tidak mudah rontok, dan bawa periksa kesehatan sesering mungkin, terutama ketika mereka susah makan dan mengalami gangguan pencernaan.

    3. Rajin Bersihkan Rumah

    Debu merupakan salah satu kotoran yang bisa jadi sumber bau di rumah. Apalagi jika ditambah dengan bulu-bulu kucing yang berjatuhan. Oleh karena itu, pastikan setiap hari membersihkan rumah terutama di area yang sering didatangi oleh kucing.

    4. Bersihkan Pakai Cuka

    Jika sudah sering membersihkan tetapi baunya tidak kunjung hilang. Coba tambahkan cuka ke dalam air, kemudian semprotkan pada noda di kotak pasir, atau noda kotoran kucing di bagian rumah lain.

    Setelah disemprotkan diamkan selama 15-30 menit, dan basuh dengan kain bersih. Semprotkan berulang sampai noda benar-benar hilang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sederet Benda yang Bisa Dibersihkan Pakai Pasta Gigi


    Jakarta

    Pasta gigi memiliki manfaat lain selain untuk membersihkan gigi. Dalam penggunaan sehari-hari, pasta gigi juga bisa dipakai untuk membersihkan beberapa barang di rumah.

    Salah satu contohnya adalah menghilangkan noda kopi dan teh pada cangkir. Caranya cukup mengoleskan pasta gigi para spons yang sedikit basah dan gosokkan pada noda. Setelah itu bilas hingga bersih untuk menghilangkan residu.

    Selain itu, masih ada lagi barang-barang lainnya yang bisa dibersihkan pakai pasta gigi. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Membersihkan Setrika

    Dilansir dari Homes & Gardens, pasta gigi bisa membersihkan setrika yang korot akibat noda dari produk perawatan pakaian. Ingat, bersihkan plat setrika ketika sudah dingin ya.

    Menghilangkan Noda Sabun yang Membandel

    Penggunaan sabun di pintu kamar mandi, wastafel, maupun shower terkadang meninggalkan noda yang sulit dibersihkan. Nah, pasta gigi bisa dipakai untuk membersihkan noda tersebut.

    Caranya cukup tuangkan pasta gigi pada kain lembap dan bersihkan sisa sabun. Setelah itu bilas dan keringkan.

    Menghilangkan Bau Makanan pada Talenan

    Bau makanan terkadang sulit dihilangkan pada tangan, talenan, maupun wadah makanan. Nah, penggunaan pasta gigi bisa menghilangkan bau tersebut. Gunakan pasta gigi saat membersihkan talenan lalu bilas.

    Menghilangkan Noda Krayon di Dinding

    Dilansir dari Southern Living, untuk membersihkan noda krayon di dinding, bisa pakai pasta gigi. Caranya, taruh pasta gigi pada noda dengan menggunakan jari lalu pakai lap basah untuk menghilangkan noda. Biarkan kering ketika noda sudah hilang.

    Menghilangkan Noda Tinta dan Lipstik pada Karpet

    Selanjutnya yaitu pasta gigi bisa digunakan untuk membersihkan noda tinta dan lipstik pada karpet. Berikut ini caranya.

    – Oleskan pasta gigi secukupnya pada area yang terkena noda dan gosokkan perlahan ke noda. Kuncinya adalah menunggu pasta gigi mengering sepenuhnya; dengan demikian, noda akan terserap secara maksimal.

    – Setelah kering, bersihkan kembali dengan kain hangat dan lembap untuk membersihkan pasta gigi.

    – Akan lebih baik jika bisa menggunakan alat penyedot debu di area tersebut untuk menghilangkan residu kecil. Semakin cepat membersihkan noda, semakin efektif proses ini.

    Itulah beberapa benda yang bisa dibersihkan pakai pasta gigi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Alami Bersihkan Noda Karat di Pakaian, Tanpa Pemutih!



    Jakarta

    Noda karat yang membandel pada pakaian memang sulit dihilangkan. Berbagai macam produk seperti pembersih hingga pemutih belum tentu bisa menghilangkannya. Namun, tidak perlu khawatir karena ada bahan alami yang bisa hilangkan noda karat pada pakaian.

    Melansir dari buku Rumah Bersih Alami Tips Perawatan Rumah dan Pribadi yang Hemat dan Ramah Lingkungan karya Hanna Natalisa, noda karat pada pakaian bisa hilang dengan pasta yang terbuat dari campuran garam dan ekstrak jeruk nipis.

    Pasta ini terdiri dari 3 bagian bahan kering dicampur 1 bagian air. Bagian kering adalah garam sementara bagian air adalah ekstrak jeruk nipis. Untuk memudahkan proses pembuatan pasta, terlebih dahulu buat ekstrak jeruk nipis dengan cara-cara berikut ini.


    • 4 buah jeruk nipis ukuran sedang dicuci dan dilap kering
    • Iris tipis jeruk nipis beserta kulitnya
    • Rebus dengan air sekitar 700 ml (kira kira seukuran botol sirup)
    • Setelah mendidih, matikan kompor dan tunggu hingga hangat
    • Masukkan ke dalam blender dan blender hingga hancur
    • Saring dengan kain (seperti menyaring santan) dan pastikan tidak ada ampas atau bulir yang keluar
    • Masukkan ekstrak ke dalam botol kaca

    Setelah ekstrak jeruk nipis sudah tersedia, maka ikuti langkah selanjutnya di bawah ini.

    • Buat pasta dengan mencampurkan garam dan ekstrak jeruk nipis dengan perbandingan 3:1.
    • Oleskan pasta yang banyak ke bagian yang terkena noda karat.
    • Keringkan dengan sinar matahari selama 2-3 jam.
    • Setelah kering, cuci pakaian seperti biasa.

    Itulah cara menghilangkan noda karat pada pakaian menggunakan bahan alami. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com