Tag: noda

  • Seberapa Sering Seprai dan Sarung Bantal Harus Diganti? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Seprai memiliki fungsi penting agar kulit tidak langsung bersentuhan dengan tempat tidur. Begitu juga dengan sarung bantal, fungsinya untuk melindungi kepala agar tidak langsung menyentuh bantal.

    Seiring penggunaan, seprai dan sarung bantal akan kotor dan bisa mengeluarkan bau tak sedap. Bahkan, seprai dan sarung bisa berubah warna menjadi kuning kecokelatan karena saking kotornya.

    Seprai dan sarung bantal yang kotor dapat menjadi sarang bakteri yang tidak baik untuk kulit serta pernapasan. Maka dari itu, keduanya harus dicuci dan diganti secara berkala.


    Sayangnya, tidak semua orang ingat untuk mengganti dan mencuci seprai secara rutin. Lantas, seberapa sering seprai dan sarung bantal harus diganti? Berikut penjelasannya.

    Seberapa Sering Seprai dan Sarung Bantal Diganti?

    Dilansir BBC, pakar tidur dan psikolog dr Lindsay Browning mengatakan penting untuk mengganti seprai seminggu sekali atau paling telat dua minggu sekali. Sebab, kebersihan adalah faktor penting dalam kamar tidur.

    Saat istirahat di malam hari, terkadang seseorang dapat mengeluarkan keringat dan menempel di sarung bantal serta seprai. Hal itu bisa membuat seprai jadi kotor dan mengeluarkan bau tak sedap.

    “Keringat yang masuk ke seprai tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga menjadi kotor,” kata Browning.

    Selain ada bekas keringat, sel-sel kulit mati juga bisa menempel di seprai dan sarung bantal. Jika tidak segera diganti, maka sel kulit mati bisa menumpuk dan bikin tidak nyaman saat tidur.

    Lebih parah lagi, sel kulit mati yang menumpuk dapat mengundang tungau karena mereka mendapatkan sumber makanan. Serangga kecil itu dapat berkembang biak di kasur dan membuat kamu jadi gatal-gatal dan ruam di kulit akibat gigitannya.

    “Anda tidak hanya akan tidur dalam kondisi yang kotor dan menjijikkan akibat keringat dan sel kulit mati, tapi juga terdapat tungau,” ujar Browning.

    Cara Membersihkan Seprai dengan Tepat

    Apabila seprai milikmu sudah terlihat kotor dan warnanya menguning, sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Seprai yang sudah kotor juga perlu dicuci guna membasmi bakteri dan kuman yang menempel.

    Dikutip dari laman Sleep Foundation, berikut cara membersihkan seprai dengan tepat:

    1. Cek label perawatan untuk mengetahui tingkat suhu dan metode pencucian yang tepat pada seprai milikmu
    2. Pada umumnya, seprai dapat dicuci dengan air hangat untuk menghilangkan kotoran dan bakteri secara efektif
    3. Setelah itu, cuci seprai menggunakan mesin cuci dan detergen cair yang lembut dan mengandung anti-bakteri
    4. Usai dicuci, bilas seprai dengan air panas untuk memastikan bakteri dan kuman benar-benar mati
    5. Lalu keringkan seprai dengan mesin pengering dengan suhu rendah
    6. Terakhir, jemur seprai di bawah sinar matahari agar bisa cepat kering.

    Langkah di atas juga bisa dilakukan untuk mencuci sarung bantal yang sudah kotor. Pastikan kamu mencucinya dengan tepat agar noda dan kotoran bisa hilang secara maksimal.

    Namun jika seprai dan sarung bantal sudah sangat kotor dan banyak yang bolong, sebaiknya segera dibuang dan ganti dengan yang baru agar memberikan kenyamanan saat tidur.

    Demikian penjelasan soal seberapa sering mengganti seprai kasur dan sarung bantal. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Mesin Cuci Tetap Awet? Hindari 5 Kebiasaan Buruk Ini


    Jakarta

    Cukup jarang ditemukan penyebab kerusakan mesin cuci karena digunakan setiap hari. Sebagai perangkat kebersihan tentu mesin cuci diproduksi agar mampu digunakan setiap hari. Lantas, apa yang menyebabkan mesin cuci rusak?

    Setiap perangkat elektronik sebenarnya berpotensi mengalami kerusakan. Penyebabnya beragam, bisa karena kerusakan pada mesin, usia penggunaan yang sudah lama, dampak dari bencana alam, dan yang paling sering disebabkan karena salah penggunaan.

    Dilansir Good House Keeping, berikut beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat memakai mesin cuci.


    1. Memasukkan Pakaian Berlebihan

    Sebelum memakai mesin cuci, ketahui dulu bagaimana cara kerjanya. Salah satunya adalah mengetahui seberapa banyak pakaian yang bisa dimasukkan ke dalam wadah. Ada yang mengatakan hanya setengah dari kapasitas tabung dan ada yang 3/4. Berat maksimal ini berguna agar ketika mencuci pakaian tidak sulit memutar dan setiap sisi pakaian dapat bersih merata.

    Mesin cuci yang terlalu penuh bisa menyebabkan proses pencuciannya macet dan selesai lebih lama. Semakin sedikit pakaian yang ada di dalam, proses pencucian akan lebih maksimal dan bersih.

    2. Menggunakan Jenis Detergen yang Salah

    Umumnya mesin cuci menggunakan jenis detergen cair. Produsen juga lebih banyak mengeluarkan detergen cair dengan fungsi ganda agar dapat menghilangkan noda, melembutkan pakaian, hingga memberikan wangi pada pakaian dalam satu produk.

    Beberapa mesin cuci juga ada yang kurang cocok menggunakan detergen bubuk karena bisa meninggalkan kotoran dan menyumbat sistem di dalamnya. Jika ingin menggunakan detergen bubuk sebaiknya dilarutkan dahulu dengan air agar tidak ada bubuk yang tertinggal di dalam wadah.

    3. Lupa Mengeluarkan Benda yang Tertinggal di Pakaian

    Peraturan yang tak kalah penting saat mencuci baju menggunakan mesin cuci adalah keluarkan semua benda yang tidak bisa dicuci. Dengan kata lain, cek dahulu semua kantong di pakaian jangan sampai ada barang yang tidak bisa dicuci. Banyak kejadian, tisu, uang, gelang, jam tangan, hingga ponsel ikut tercuci. Benda-benda tersebut akan berbahaya karena bisa merusak mesin cuci.

    Selain itu, bulu hewan peliharaan atau daun-daunan juga berbahaya jika tertinggal di mesin cuci. Kotoran-kotoran tersebut bisa menyumbat drainase mesin cuci.

    4. Sering Memakai Mesin Cuci Hingga Bergetar

    Mesin cuci yang bergetar biasanya dikarenakan kelebihan muatan atau posisi meletakkannya tidak seimbang. Mesin cuci yang sering bergetar dapat memicu kerusakan pada sistem di dalamnya.

    5. Jarang Membersihkan Mesin Cuci

    Ketika memakai mesin cuci, kebanyakan penggunanya lupa jika mesin cuci juga harus rutin dibersihkan. Meskipun air bisa keluar masuk secara otomatis ketika digunakan, tetapi kotoran akan sulit keluar karena terhalang pakaian.

    Cara membersihkan mesin cuci adalah dengan air hangat, kemudian tuangkan cairan pembersih khusus mesin cuci ke dalamnya. Operasikan mesin cuci seperti biasa. Ketika air berputar, biasanya kotoran yang mengendap akan naik ke atas. Ulangi cara ini sampai tidak terlihat ada kotoran yang mengambang. Setelah itu ambil filter mesin cuci dan sikat hingga bersih.

    Itulah 5 kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanda-tanda Kutu Kasur Sudah Menjajah Tempat Tidur


    Jakarta

    Kutu kasur merupakan salah satu hewan yang kerap mengganggu manusia. Sebab, serangga kecil ini dapat menggigit dan menimbulkan gatal-gatal serta ruam pada kulit.

    Karena ukuran tubuhnya yang sangat kecil, terkadang banyak pemilik rumah tidak sadar kalau hidup berdampingan dengan kutu kasur. Maka dari itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda ada kutu kasur di rumah.

    Ingin tahu ciri-ciri kutu kasur menggerayangi tempat tidur? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanda-tanda Kutu Kasur Muncul di Tempat Tidur

    Kutu kasur sering kali bersembunyi di sela-sela tempat tidur, sehingga keberadaannya tidak diketahui penghuni rumah. Namun, kamu dapat mengetahui jika ada tanda-tanda kutu kasur di rumah.

    Dilansir situs Times of India, berikut ciri-ciri ada kutu kasur di tempat tidur:

    1. Kulit Gatal-gatal

    Salah satu tanda-tanda yang paling mudah diketahui adalah kulit terasa gatal ketika bangun tidur. Meski banyak yang mengira gigitan nyamuk, tapi pola gigitan kutu kasur bisa berulang dan sama, yakni dapat berbentuk pola garis lurus atau zig-zag.

    Bercak gigitan kutu kasur cenderung menyebar ke beberapa titik, seperti di tangan, leher, wajah, dan punggung. Sensasi digigit kutu kasur terasa panas, perih, dan sangat gatal.

    2. Muncul Bercak Noda

    Pada seprai dan sarung bantal yang jarang diganti, biasanya terdapat bercak noda kecil berwarna cokelat atau merah darah. Noda ini dapat muncul akibat kutu kasur yang tergencet oleh badan kamu saat tidur. Lalu, terdapat juga bintik-bintik gelap di kasur yang merupakan kotoran kutu kasur.

    3. Cangkang Kulit

    Kutu kasur kerap meninggalkan cangkang kulitnya yang tembus pandang dan berlubang. Cangkang kulit ini biasa ditemukan di atas tempat tidur, terutama sepanjang jahitan dan bagian sudut kasur. Jika jumlahnya ada banyak, itu berarti ada sarang kutu kasur di tempat tidur.

    4. Telur Kutu Kasur

    Jika sudah berkembang biak di tempat tidur, maka kamu dapat menemukan beberapa telur kutu kasur yang berbentuk oval dan berwarna putih. Ukurannya yang sangat kecil terkadang sering tidak terlihat.

    Segera cek tempat tidur di rumah dan pastikan tidak ada telur kutu kasur. Soalnya, telur kutu kasur dapat menetas dengan cepat sehingga menghasilkan lebih banyak kutu busuk.

    5. Kasur Bau Apak

    Tanda-tanda berikutnya yakni mencium bau apak dari tempat tidur. Kondisi kasur yang bau dan lembap sangat ideal bagi kutu kasur berkembang biak dan menghasilkan telur yang banyak.

    Maka dari itu, penting untuk mengganti seprai dan sarung bantal secara berkala. Kondisi seprai yang kotor dapat mengundang kutu kasur dan bisa menggigitmu selama berhari-hari.

    6. Ada Kutu Kasur yang Sedang Berjalan

    Saat mengganti seprai dan menemukan ada serangga kecil yang tengah berjalan di atas kasur, maka bisa dipastikan hewan tersebut adalah kutu kasur. Hewan ini punya ukuran seperti biji apel, berwarna hitam kecokelatan, dan bergerak sangat lambat.

    Periksa kembali tempat tidur secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada telur atau kutu kasur yang masih hidup. Sebab, serangga ini dapat berkembang biak dengan cepat.

    Itulah enam tanda-tanda kutu kasur telah menjajah tempat tidur di rumah. Segera panggil pest control jika menemukan kutu kasur dalam jumlah yang banyak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Sofa Harus Dibersihkan? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Sofa di ruang tamu menjadi tempat yang nyaman bagi penghuni rumah maupun tamu yang datang untuk duduk santai sambil mengobrol. Maka dari itu, banyak orang yang membeli sofa dengan harga puluhan juta rupiah agar mendapatkan kenyamanan ekstra.

    Walau harga sofa yang dibeli punya harga selangit dan begitu empuk saat diduduki, tapi kenyamanan tersebut akan sirna jika sofa jarang dibersihkan. Seiring waktu, sofa akan cepat kotor dan berdebu karena selalu diduduki setiap hari.

    Apalagi kalau kamu sering menyantap makanan di sofa ruang tamu. Terkadang, sisa remahan makanan yang jatuh ke sofa bisa masuk ke dalam sela-sela, sehingga dapat mengundang serangga seperti semut dan kecoak untuk datang.


    Maka dari itu, sebaiknya kamu perlu membersihkan sofa secara berkala agar tetap nyaman saat diduduki. Lantas, seberapa sering sofa harus dibersihkan? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Seberapa Sering Sofa Harus Dibersihkan?

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, idealnya sofa di ruang tamu harus dibersihkan seminggu sekali. Paling telat setiap dua minggu sekali agar sofa tetap nyaman untuk digunakan.

    Sofa dapat dibersihkan dengan menggunakan vacuum cleaner. Langkah ini efektif untuk menyedot debu dan kotoran yang menempel di permukaan, bagian bawah, dan sela-sela sofa.

    “Hal ini terutama berlaku untuk sofa berbahan kain karena debu dan kotoran cenderung menempel dan tersangkut di serat sofa,” kata pakar interior dan kebersihan di Dyson Asaph Ooi.

    Apabila terdapat noda di sofa, kamu bisa membersihkannya dengan larutan detergen cair atau sabun cuci piring yang dicampur air hangat, lalu oleskan menggunakan kain secara perlahan.

    Untuk noda membandel di sofa, kamu dapat membersihkan dengan bahan alami seperti cuka putih atau soda kue. Sedangkan khusus sofa dari bahan kulit, disarankan dilap dengan kain lembap dan cairan pembersih khusus material kulit.

    Tidak hanya menyingkirkan debu dan noda yang menempel, Asaph menyebut membersihkan sofa setiap minggu dapat mencegah tungau bersarang dan berkembang biak di dalam sofa. Sebab, serangga kecil ini dapat hidup di tempat gelap dan lembap.

    “Banyak orang yang mungkin tidak sadar akan hal ini, tetapi tungau dapat berkembang biak di tempat gelap, hangat, dan lembap dengan banyak sel kulit mati. Ini termasuk sofa dan tempat tidur,” ujarnya.

    Membersihkan sofa secara berkala juga dapat menjaga kesehatan penghuni rumah. Sebab, partikel debu dan kotoran bisa beterbangan di udara. Jika debu terhirup ke dalam tubuh maka bisa memicu penyakit seperti alergi dan gangguan sistem pernapasan.

    Penting juga untuk membersihkan bantal kecil yang ada di sofa. Sebab, tungau jugs bisa tumbuh di dalam sarung bantal sehingga dapat mengganggu kenyamanan ketika sedang bersantai.

    Tips Membersihkan Sofa dengan Vacuum Cleaner

    Agar debu dan kotoran di sofa bisa terangkat secara maksimal, Asaph menyarankan memakai vacuum cleaner nirkabel dengan daya hisap tinggi. Dengan begitu, seluruh debu yang menempel bisa terangkat.

    Sedot debu di permukaan sofa pakai vacuum cleaner secara perlahan. Setelah itu, lepas bagian jok sofa dan bersihkan area bawah serta sela-sela sofa. Terkadang, area ini kerap ditemukan banyak helai rambut, sisa makanan, semut, hingga tungau.

    Bersihkan juga sarung bantal sofa dan sedot dengan vacuum cleaner. Bila perlu, cuci sarung bantal di mesin cuci dengan detergen cair agar bersih dan wangi.

    Demikian tips membersihkan sofa dan seberapa sering sofa harus dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Jitu Usir Tawon yang Bersarang di Rumah, Bisa Pakai Air Sabun


    Jakarta

    Tawon merupakan salah satu serangga yang bisa menyerang manusia apabila merasa terancam. Sengatan tawon dapat menyebabkan bengkak pada kulit, rasa gatal, dan kemerahan.

    “Tawon menimbulkan bahaya yang signifikan, karena satu tawon atau sekelompok besar tawon dapat membahayakan atau bahkan berakibat fatal bagi individu dan hewan peliharaan yang sensitif,” ujar Ray Hess, ahli pengendalian hama, dikutip dari laman Real Simple.

    “Tidak seperti lebah madu, alat penyengatnya tidak berduri, sehingga memungkinkan mereka (tawon) menyengat berulang kali,” lanjutnya.


    Selain sengatan, bahaya dari tawon juga apabila mereka membuat sarang di dekat rumah. Kawanan tawon akan sering terlihat di sekitar rumah sehingga harus berhati-hati saat di dekat sarang mereka.

    Apabila kawanan tawon sudah mengganggu, tidak masalah untuk mengusirnya, tetapi caranya tidak seperti mengusir kucing. Lebih baik mengusirnya langsung dari sarangnya agar mereka tidak kembali.

    Cara Ampuh Mengusir Tawon

    Dilansir laman Good Housekeeping berikut agar tawon tidak datang kembali ke rumah.

    1. Semprotkan Air Sabun

    Mengusir tawon ternyata bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Salah satunya adalah air sabun. Untuk membuatnya, campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring dan air ke dalam botol semprot lalu kocok sampai rata.

    Setelah itu semprotkan campuran sabun dan air ini ke sarang tawon dari jarak jauh. Jika khawatir tawon akan menyerang, gunakan pakaian yang tertutup dari atas hingga bawah. Pastikan tidak ada celah pada pakaian tersebut yang bisa ditembus tawon.

    Jika letak sarangnya di luar jangkauan, kamu dapat merobohkannya terlebih dulu dengan sapu. Setelah terjatuh, langsung semprotkan larutan ini ke sarangnya. Larutan air sabun ini ampuh karena mampu membuat tawon mati seketika dengan menyumbat pori-pori pernapasan atau spirakel mereka.

    2. Taburkan Bedak Bayi

    Bahan kedua yang bisa digunakan adalah bedak bayi. Aroma bedak bayi yang disukai oleh manusia ternyata dibenci oleh serangga satu ini. Cara menggunakannya agak sulit karena harus ditaburkan di sarang tersebut. Sebelum mencoba, pertimbangkan keselamatan diri dulu atau gunakan bahan lain.

    3. Gunakan Campuran Cuka dan Air

    Cuka merupakan bahan yang bisa membersihkan noda membandel. Di luar itu, cuka juga bermanfaat untuk mengusir tawon. Asam asetat yang dikandung cuka memiliki bau yang khas.

    Cara membuat bahan perangkapnya adalah dengan mencampurkan cuka dengan air dapat menghasilkan larutan yang efektif untuk memikat tawon serta membunuhnya. Lalu siapkan campuran cuka masak atau cuka apel, gula, dan air dan letakkan larutan ini di dekat sarang tawon. Nantinya, tawon bisa terperangkap dan tenggelam di larutan ini.

    4. Semprotkan Minyak Cengkeh

    Menurut sebuah penelitian, kombinasi minyak esensial cengkeh, geranium, dan serai ampuh mengusir tawon. Untuk membuat larutan pengusir tawon, kamu dapat mencampurkan beberapa tetes masing-masing minyak ini dengan sabun cuci piring, lalu masukkan ke dalam botol semprot.

    Jika hanya memiliki minyak cengkeh, kamu dapat menggunakannya sendiri. Larutkan minyak cengkeh dan sabun sedikit sabun cuci piring, kemudian aduk rata. Larutan ini juga bisa disemprotkan ke sarang tawon untuk mengusirnya.

    Aroma yang kuat dari cengkeh mampu bekerja selayaknya pengusir serangga. Dengan aromanya pula, tawon akan langsung meninggalkan sarangnya.

    5. Pakai Cengkeh Utuh

    Selain minyak esensialnya, cengkeh utuh juga dapat dimanfaatkan lho. Kamu dapat meletakkan atau menggantungkan biji cengkeh ini di dekat sarang atau di area yang kerap dilalui tawon.

    Caranya dengan memasukkan beberapa cengkeh utuh ke dalam kantong plastik atau tempelkan cengkeh ke dalam lemon lalu letakkan atau gantungkan di lokasi yang strategis.

    Itulah bahan-bahan yang ampuh mengusir tawon, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air Sumur Berbau dan Berwarna? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Rumah harus punya aliran air bersih buat menunjang aktivitas penghuninya. Namun, terkadang ada sejumlah rumah yang air sumurnya berbau dan berwarna.

    Kondisi seperti itu bisa bikin penghuni rumah ragu-ragu untuk menggunakan airnya. Sebab, dikhawatirkan air tidak bersih dan mengandung senyawa berbahaya buat dikonsumsi.

    Lantas, kenapa air bisa berbau dan berwarna ya? Lalu, bagaimana cara mengatasi air seperti itu?


    Penyebab Air Berbau dan Berwarna

    Inilah dua penyebab air berbau dan berwarna menurut Minnesota Department of Health.

    Gas Hidrogen Sulfida (H2S)

    Jika mencium aroma seperti telur busuk pada air, kemungkinan itu disebabkan oleh gas hidrogen sulfida (H2S). Gas tersebut muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Air akan berbahan untuk digunakan kalau mengandung gas ini dalam kadar yang tinggi.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri sulfur membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Alhasil, sistem perpipaan dapat tersumbat lendir dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Jika air di rumah bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit berfungsi sebagai disinfektan yang dapat menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Setelah menambahkan kaporit ke sumur, penghuni perlu menunggu beberapa hari sampai baunya hilang untuk menggunakan airnya.

    2. Disinfeksi secara Menyeluruh

    Kalau air masih berbau, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Sebaiknya gunakan jasa ahli sterilisasi air sumur untuk mendapat hasil maksimal dan aman.

    3. Bersihkan Dinding Sumur

    Selain itu, pemilik dapat menggunakan cairan klorin untuk membersihkan dinding sumur secara menyeluruh. Sebab, bakteri penyebab bau kerap menempel pada dinding sumur.

    4. Perdalam Galian Sumur

    Sumur yang terlalu dangkal bisa jadi penyebab air keruh dan kuning. Pemilik dapat menggali sumur lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar air tidak mudah tercemar air permukaan.

    5. Buat Sumur Baru

    Terakhir, pemilik bisa mempertimbangkan untuk membuat sumur baru kalau segala upaya tidak berhasil. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi air sumur yang berbau dan berwarna. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kaca di Rumah Bisa Kinclong Lagi Pakai Sabun Cuci Piring, Ini Caranya


    Jakarta

    Kaca merupakan salah satu benda di rumah yang perlu dibersihkan secara berkala. Sebab, kaca dapat kotor terkena debu dan bercak sidik jari yang menempel.

    Membersihkan kaca sebenarnya terbilang cukup mudah, tapi terkadang cara melakukannya sering salah. Alhasil, kaca bukan terlihat kinclong malah justru buram dan muncul goresan kecil.

    Untuk membersihkan kaca tak harus menggunakan cairan pembersih khusus, tapi juga bisa dengan sabun cuci piring. Bagaimana langkah-langkahnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Membersihkan Kaca Pakai Sabun Cuci Piring

    Agar kaca di rumah kinclong lagi, kamu dapat membersihkannya dengan sabun cuci piring. Dilansir situs The Spruce, berikut cara-caranya:

    1. Tuang air hangat secukupnya ke dalam wadah
    2. Tuang 1-2 tetes sabun cuci piring ke dalam wadah dan aduk hingga tercampur rata
    3. Celupkan kain microfiber ke dalam wadah berisi air sabun sampai basah
    4. Setelah itu, peras kain microfiber dan lap ke seluruh permukaan kaca yang kotor
    5. Bersihkan kaca dari bagian atas ke bawah secara perlahan dan pastikan tidak ada kotoran yang menempel
    6. Jika sudah, lap kaca yang basah dengan kain microfiber kering secara merata.

    Pakar kebersihan dari Pella Windows & Doors Wes True mengatakan penting untuk membersihkan jendela dari atas ke bawah. Soalnya, cara ini dapat mengatasi kotoran yang menempel secara merata dan mencegah ada sisa noda yang menempel.

    “Membersihkan kaca dari atas ke bawah memungkinkan pengeringan yang merata dan menghasilkan hasil akhir yang kinclong,” kata Wes.

    Apabila kaca di rumah punya ukuran cukup kecil dan bisa dilepas, sebaiknya bisa langsung dibilas di wastafel atau bak mandi. Jika ditemukan ada noda, kamu bisa membersihkannya dengan sabun cuci piring.

    Penyebab Muncul Goresan di Kaca

    Walau terlihat mudah untuk dilakukan, tapi jika detikers keliru saat membersihkan kaca maka bisa menimbulkan goresan halus di permukaan kaca. Wes mengatakan goresan yang muncul di kaca disebabkan karena terlalu banyak menggunakan sabun.

    “Terlalu banyak sabun justru dapat meninggalkan residu sehingga meninggalkan goresan,” ujarnya.

    Pakar kebersihan Scott Schrader mengatakan penggunaan alat pembersih yang salah juga menyebabkan munculnya goresan di permukaan kaca, seperti menggunakan kain yang kasar. Bahkan, mencuci kaca pada siang hari yang panas juga bisa menimbulkan goresan.

    “Tips utama saya adalah selalu membersihkan kaca pada hari berawan atau saat kaca sedang dingin. Sebab, saat matahari bersinar langsung ke kaca, maka kaca menjadi panas dan sabun mengering sangat cepat, yang pada akhirnya menimbulkan goresan,” ucap Scott.

    Demikian cara membersihkan kaca di rumah dengan menggunakan sabun cuci piring. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Benda yang Harus Dijauhkan dari Kompor, Bisa Picu Kebakaran!


    Jakarta

    Ketika sedang memasak, keamanan adalah nomor satu. Jangan sampai ketika memasak muncul titik api yang dapat menyebabkan kebakaran atau ada barang yang rusak karena sering terpapar panas.

    Untuk mencegah hal tersebut, kita harus berhati-hati ketika berada di dekat sumber api, yakni kompor dan gas. Pastikan area tersebut aman dari barang-barang yang mudah terbakar atau tak tahan api. Dilansir Real Simple, berikut benda-benda yang sebaiknya tidak diletakkan di dekat kompor.

    Benda yang Tak Boleh Berada di Dekat Kompor

    1. Bahan Plastik

    Plastik merupakan material yang mudah meleleh ketika terkena api dan panas yang tinggi. Material plastik tidak bisa lepas dari barang-barang di dapur, sebagai contoh tempat minyak, centong, hingga piring yang berisi bahan makanan yang akan dimasak. Perabotan dari plastik sebaiknya diletakkan jauh dari kompor untuk mencegah risiko kebakaran.


    2. Kain

    Di dapur kotor pasti ada satu kain yang tergeletak di dekat kompor. Fungsinya untuk membersihkan cairan atau minyak yang berserakan saat memasak. Ketika meletakkan kain di dekat kompor sebaiknya lebih berhati-hati karena material ini mudah sekali terbakar.

    3. Tisu

    Tisu memiliki bahan yang mudah terbakar. Sebaiknya tisu diletakkan di daerah yang kering dan jauh dari kompor.

    4. Minyak Goreng

    Untuk mempermudah ketika memasak, minyak goreng biasanya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, seperti di samping, atas, dan bawah kompor. Meletakkan minyak goreng terlalu dekat dengan kompor dapat menurunkan kualitas minyak.

    5. Rempah-rempah

    Rempah-rempah juga sebaiknya tidak diletakkan di dekat kompor karena panasnya dapat mengeringkan minyak esensial di dalamnya. Lalu, uap dari merebus air atau sop membuat rempah-rempah bubuk lembap dan cepat menggumpal.

    6. Benda Elektronik

    Siapa di sini suka memasak sembari mengakses perangkat elektronik seperti ponsel, radio, atau speaker. Hati-hati ya, benda-benda ini rawan meleleh akibat panas tinggi.

    7. Makanan Cepat Busuk

    Meskipun tidak memicu kebakaran, bahan masakan seperti kentang, sayuran, dan bawang tidak bisa diletakkan di dekat kompor. Hal ini dikarenakan sayur dan buah sebaiknya disimpan di suhu dingin atau suhu udara. Suhu di dekat kompor terlalu panas dan dapat memicu pembusukan pada sayur dan buah.

    8. Produk Pembersih

    Benda selanjutnya yang tidak boleh disimpan di dekat kompor adalah produk kebersihan, seperti cairan pembersih noda dan sabun cuci piring. Produk tersebut mudah terbakar karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

    9. Cuka

    Cita rasa cuka bisa berubah akibat suhu tinggi dari kompor. Sebaiknya hindari meletakkan cuka di area kompor.

    Itulah sejumlah benda yang perlu dijauhkan dari area kompor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Kitchen Set Kayu Bisa Berjamur dan Ambruk



    Jakarta

    Kitchen set merupakan lemari penyimpanan di dapur yang umumnya dipasang di atas dan di bawah kompor. Kitchen set menjadi unsur yang penting di dapur dan harus dirawat dengan baik.

    Saat memasang kitchen set pastikan bahan yang dipakai tahan terhadap kelembapan karena dapur merupakan salah satu ruangan yang mudah sekali lembap. Sumber kelembapan ini berasal dari tidak adanya ventilasi untuk mengurangi kelembapan di dapur, adanya kebocoran pipa yang menyebabkan sekitar kitchen set lembap dan basah, dan terpapar uap saat memasak menurut JMT Kitchens and Bedrooms.

    Kelembapan tersebut dapat memicu pertumbuhan jamur. Tanda kitchen set telah ditumbuhi jamur adalah muncul noda berwarna, seperti putih, coklat, hijau, hingga hitam dengan serabut halus di permukaannya.


    Bahan yang biasa berjamur adalah kayu. Apabila didiamkan, jamur dapat membuat kualitas kayu menurun, bahayanya jika kitchen set sampai rusak atau ambruk pada saat kamu tengah memasak di dapur. Selain berjamur, material dari kayu juga rawan jadi sasaran rayap sehingga perawatannya harus ekstra jika ingin membuat kitchen set dari kayu.

    Beruntungnya masalah ini sebenarnya sudah ada solusinya. Banyak produsen kayu melapisi material tersebut dengan cat khusus yang bisa melindungi kayu dari jamur dan rayap sehingga tahan lama.

    Bahan Kitchen yang Aman dari Jamur

    Saat ini sudah terdapat berbagai jenis material kitchen set yang tersedia. Hasilnya pun tidak kalah menarik dari kitchen set kayu. manajer FurnitureMu, Sidiq, menyarankan untuk memilih material seperti PVC board dan aluminium yang lebih tahan terhadap jamur.

    “Untuk bahan PVC board dan aluminium cocok digunakan bagi konsumen yang tidak ingin memiliki masalah dengan jamur dan rayap, namun dari segi harga juga berbeda. Bahan dari PVC board dinilai lebih mahal dari kedua bahan yang lain,” sebutnya saat dihubungi detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Rumah Langganan Bocor Tiap Hujan? Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Atap bocor biasanya diketahui pertama kali saat hujan turun. Hal ini bisa terjadi pada rumah baru dan rumah lama.

    Penyebabnya cukup banyak, mulai dari pemasangan atap yang tidak rapih, tidak dilengkapi dengan bahan-bahan pelindung air, adanya sumbatan pada talang air, hingga memang ada retakan atau kerusakan pada atap.

    Tanda kebocoran pada atap rumah umumnya adalah muncul rembesan air pada atap dan dinding. Kemudian, jika kerusakannya sudah parah tetesan air akan terdengar dengan jelas dan lama kelamaan akan muncul noda kehitaman pada plafon. Noda tersebut sebenarnya jamur yang tumbuh di area yang lembap.


    Sayangnya, saat ini tidak ada jenis atap yang benar-benar 100 persen dapat melindungi rumah dari kebocoran. Namun, kebocoran pada atap bisa diatasi, dilansir How Home, berikut caranya.

    1. Tentukan Lokasi Kebocoran

    Ketika hendak memperbaiki atap, kita harus tahu titik kerusakan dahulu agar tahu bagaimana cara mengatasinya. Caranya adalah dengan naik ke atas. Jangan lupa ingat-ingat lokasi kebocoran yang terlihat dari dalam untuk dijadikan patokan kemungkinan letak kerusakannya.

    Terkadang air mengalir jauh dari tempat kerusakan karena perbedaan ketinggian permukaan atap, maka dari itu harus jeli dalam mengamati bagian yang rusak. Biasanya retakan pada genteng dan posisi genteng yang tidak baik bisa membentuk celah untuk air masuk ke dalam

    2. Perbaikan Terhadap Kerusakan Ringan

    Setelah mengetahui letak kerusakan, lakukan perbaikan dari bagian yang terbesar agar tidak bekerja dua kali. Apabila ada retak besar berarti harus dilakukan waterproofing berupa cairan mirip cat tetapi dengan hasil yang lebih tebal dan kental. Apabila hanya retakan kecil, bisa ditutup dengan cairan resin. Jangan lupa ditutup dengan bahan-bahan anti bocor lainnya sebelum genteng baru dipasang kembali.

    3. Mengganti Genteng

    Jangan memakai genteng atau jenis atap yang rusak. Apabila sudah retak, pecah, atau hancur, harus diganti dengan yang baru. Bisa juga meminta bantuan ahli untuk pemasangannya apabila tidak memiliki pengalaman.

    4. Melapisi Genteng Dengan Aksesoris Tambahan

    Bila kamu merasa kerepotan untuk memperbaiki genteng satu per satu, kamu bisa menambahkan aksesoris seperti roll roofing atau genteng double.

    5. Bersihkan Talang Air

    Talang air memang salah satu komponen penting yang ada di rumah. Sebab, berfungsi untuk mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah air.

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, segera periksa kondisi talang air. Sering kali talang air tersumbat kotoran, seperti daun maupun sampah plastik yang beterbangan.

    Maka dari itu, jika terdapat kotoran segera bersihkan talang air. Jika tidak, maka aliran air akan terhambat bahkan bisa membuat talang air jebol.

    6. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

    Keberadaan pohon di dekat rumah bisa menjadi berbahaya ketika terjadi hujan lebat atau badai, terlebih jika pohon tersebut berukuran besar. Pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang.

    Apabila pohon seperti itu tidak dipangkas, bisa saja ranting dan batangnya menimpa rumah sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.

    Itulah beberapa tips mencegah rumah bocor kala dilanda hujan lebat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com