Tag: noda

  • Tips Menghilangkan Bau Tak Sedap Pada Rumah Tua


    Jakarta

    Memiliki rumah tua sering kali membawa tantangan tersendiri, salah satunya adalah bau apek yang tak kunjung hilang. Aroma khas ini biasanya timbul dari kelembapan, debu, hingga sisa-sisa bahan bangunan yang sudah menua.

    Tidak hanya mengganggu kenyamanan, bau ini juga bisa menciptakan kesan kurang bersih di dalam rumah. Tapi jangan khawatir, dengan beberapa langkah sederhana dan bahan yang mudah didapat, kamubisa menghilangkan bau tak sedap ini dan mengembalikan suasana segar di rumah kamu.

    Beri Pencahayaan Ruang untuk Matahari

    Melansir Everyday Old House, pada (27/10/2024), buka tirai dan jendela agar udara segar dapat masuk dan tidak ada udara yang terkurung di dalam ruangan, kunci utamanya adalah meningkatkan sirkulasi udara ke seluruh bagian rumah, termasuk sudut-sudut dan celah rumah tua.


    Buka semua jendela dan pintu berjeruji, serta nyalakan kipas angin untuk menciptakan aliran udara yang menembus setiap sudut rumah.

    Membuka rumah bukan hanya memberi kesempatan udara segar untuk bersirkulasi dan mengeringkan area lembap, tetapi juga memungkinkan sinar matahari masuk.

    Sinar UV dari matahari bertindak sebagai disinfektan alami dan memberikan panas kering tambahan yang membantu menghilangkan aroma khas rumah tua.

    Identifikasi Sumbernya

    Memahami penyebab bau pada rumah lama sangat penting untuk benar-benar menghilangkannya, tentu saja lebih mudah menyingkirkan sumber bau daripada sekadar menutupinya dengan wewangian lain, tapi ini sering kali lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

    Lakukan pemeriksaan menyeluruh di ruang bawah tanah dan loteng untuk mendeteksi adanya kebocoran atau jamur, pastikan kamu memeriksa bagian bawah setiap wastafel, keran, dan pipa di rumah untuk mencari tanda-tanda kebocoran.

    Jika menemukan masalah, segera lakukan perbaikan, bila kamu masih kesulitan menemukan sumber bau, pertimbangkan untuk memanggil tenaga ahli. Apabila aroma apek tercium di rumah, sebaiknya hubungi tukang ledeng untuk memeriksa kondisi pipa lama yang mungkin mengalami kebocoran.

    Hilangkan Kelembapan

    Selain membiarkan udara segar dan sinar matahari masuk, jika rumah kamu terasa lembap, pertimbangkan untuk menggunakan satu atau dua dehumidifier.

    Biarkan dehumidifier ini menyala untuk menghilangkan kelembapan berlebih dari udara, yang dapat memicu pertumbuhan jamur, dan untuk membantu mengeringkan area rumah lebih lanjut.

    Tempatkan di area yang cenderung lembap, seperti ruang bawah tanah, ruangan sempit, atau kamar mandi. Ingat, dehumidifier memerlukan ruang yang cukup agar aliran udara tidak terhambat, jadi hindari meletakkannya terlalu dekat dengan furnitur atau dinding.

    Basmi Jamur

    Jamur tidak hanya menjadi penyebab utama bau pada rumah tua, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan lingkungan.

    Jamur dapat memperburuk alergi serta masalah pernapasan seperti asma, dan bahkan menyebabkan infeksi serius pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati saat membersihkan jamur.

    Sebagai aturan, jika kamu menemukan area jamur lebih dari 10 kaki persegi, atau menduga ada jamur tersembunyi atau beracun, sebaiknya hubungi profesional untuk penanganan lebih lanjut.

    Jika kamu memutuskan untuk membersihkannya sendiri, bacalah terlebih dahulu panduan singkat dari Environmental Protection Agency atau EPA tentang Jamur dan Kelembapan di rumah untuk memahami cara aman menangani jamur di rumah kamu.

    Bersihkan Karpet dan Furnitur

    Kain berpori, seperti serat karpet dan pelapis jendela, cenderung menyimpan bau. Ini termasuk aroma tembakau, noda hewan peliharaan, tumpahan yang tidak dibersihkan dengan baik, bahkan muntahan.

    Sayangnya, karpet dan kain pelapis dapat menyerap bau tersebut dalam waktu yang sangat lama. Untungnya, ada beberapa cara untuk mengatasi sumber bau pada kain di rumah.

    Untuk pembersihan ringan, taburkan soda kue pada area yang terkena, biarkan semalaman untuk menyerap bau, lalu bersihkan dengan penyedot debu keesokan harinya. Alternatif lainnya, kamu bisa menyemprotkan campuran cuka putih dan air pada jok.

    Jika kamu membutuhkan pembersihan yang lebih menyeluruh dan kemungkinan besar kamu akan membutuhkannya, pertimbangkan untuk membeli atau menyewa pembersih karpet, atau serahkan tugas tersebut kepada profesional dengan menyewa jasa pembersihan.

    Atau mungkin solusi terbaik adalah melepas karpet, menurunkan dekorasi jendela, dan menggantinya sepenuhnya.

    Jika kamu cukup beruntung tinggal di rumah tua, kamu mungkin menemukan kejutan menyenangkan berupa lantai kayu keras yang indah yang tersembunyi di bawah karpet tersebut.

    Perhatikan Sistem HVAC

    Saluran udara, pipa, ventilasi, dan komponen lain dari sistem pemanas dan pendingin kamu mengumpulkan debu dan kotoran selama bertahun-tahun. Dalam beberapa kasus, hal ini juga dapat menyebabkan pertumbuhan jamur.

    Kemungkinan besar, pemilik sebelumnya tidak merawat sistem HVAC mereka dengan baik. Jika sumber bau pada rumah tua berasal dari sistem HVAC kamu, ini bisa membuat baunya semakin parah kamu bisa tanpa sadar menyebarkan bau tersebut ke seluruh rumah kamu.

    Tergantung pada jenis sistem HVAC yang kamu miliki, kamu mungkin perlu mengganti filter udara. Filter udara berfungsi untuk menyaring kontaminan di dalam rumah kamu.

    Filter ini bisa saja tersumbat dan dipenuhi oleh hal-hal yang menyebabkan bau rumah tua. Setelah mengganti filter, pastikan untuk membuat jadwal pemeliharaan agar penggantian filter dilakukan secara rutin.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Kesalahan Saat Pasang Wallpaper, Bikin Tampilannya Kurang Rapi


    Jakarta

    Memakai wallpaper pada dinding rumah dapat menjadi pilihan untuk mempercantik interior rumah kamu. Dinding akan jauh terlihat indah dan pemasangannya juga cukup mudah. Namun kamu perlu mengetahui teknik pemasangan yang tepat agar hasilnya sesuai layaknya dinding yang digambar.

    Salah pemasangan, wallpaper bisa terpasang tidak merata dan hasilnya tidak rapih. Jika sudah salah pasang bukan hanya waktu dan tenaga yang terkuras, tetapi biaya juga jika wallpaper tersebut harus diganti.

    Melansir Better Homes & Gardens, Rabu (30/10/2024), berikut beberapa hal yang harus kamu hindari saat memasang wallpaper di dinding.


    Saat hendak memasang wallpaper kamu harus memastikan tidak ada wallpaper lain di bawahnya. wallpaper lama yang ditumpuk, dapat menimbulkan gelembung pada wallpaper.

    2. Tidak Tahu Jenis Wallpaper yang Tepat

    Tidak semua wallpaper dapat dipasang di lokasi mana pun, misalnya seperti grasscloth yang tidak anti air sehingga dapat melunturkan warna di area dengan kelembapan tinggi. Sebelum memulai memasang, sesuaikan dengan lokasi yang akan ditempel. Selain itu, baca petunjuk cara pemasangan wallpaper.

    3. Memasang Tanpa Perhitungan

    Kamu harus mencocokkan setiap potongan kertas dinding di bagian sambungannya. Layaknya menggambar di kertas, gambar tersebut akan indah dilihat jika tidak terpotong di tengah-tengah. Maka dari itu, kamu tidak bisa asal dalam memotong agar membuat hasil akhir yang rapi dan sempurna.

    4. Tidak Memastikan Wallpaper Butuh Perekat Tambahan

    Sebelum memasang wallpaper, pastikan apakah pelapis kertas dinding kamu memerlukan persiapan khusus. Beberapa kertas dinding memiliki lapisan belakang yang sudah direkatkan yang dapat dibasahi. Wallpaper dinding lainnya ada yang hanya bisa menempel pada pelapisan dasar khusus.

    5. Tidak Menyiapkan Alat yang Tepat

    Siapkan peralatan kamu sebelum mulai menempelkan wallpaper. Peralatan ini dapat memastikan hasil akhir yang bertahan selama mungkin.

    6. Lupa Membersihkan Setelah Memasang

    Setelah selesai menempelkan wallpaper di dinding, disarankan untuk memeriksa dan membersihkan area yang mungkin memiliki sisa lem berlebih. Biasanya pada permukaannya ada sisa-sisa lem wallpaper seperti noda mengkilap.

    Cara menghilangkannya, gunakan wadah untuk air bersih dan spons baru untuk mengelap kertas dinding segera setelah menyelesaikan pemasangan wallpaper pada dinding interior rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 6 Penyebab Keramik Kamar Mandi Retak dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Tidak hanya mengganggu tampilan, keramik kamar mandi yang retak juga bisa menjadi masalah fungsionalitas ruang.

    Lamat kamar mandi bisa retak karena berbagai faktor. Tekanan fisik hingga faktor-faktor lingkungan menjadi beberapa penyebab keretakan ubin.

    Penyebab Keramik Kamar Mandi Retak

    Retakan keramik kamar mandi bisa ditemukan di spot mana saja. Namun, Mengutip Bathroom Werx, retakan keramik paling sering terjadi pada pancuran, bak mandi, dan perlengkapan lainnya.


    Lebih lanjut, berikut adalah alasan yang menyebabkan ubin kamar mandi retak:

    1. Instalasi yang Buruk

    Teknik pemasangan yang salah menjadi alasan umum yang menyebabkan ubin kamar mandi retak. Jika lantai keramik tidak dipasang dengan benar, maka ia tidak akan bertahan lama karena memunculkan celah dan titik lemah ubin.

    2. Kontraksi atau Pergerakan Bangunan

    Ini mencakup ekspansi dan kontraksi pergeseran rumah. Jika dasar ubin bergeser atau bergerak (meskipun sedikit), hal ini rentan membuat keramik kamar mandi retak.

    3. Kelembapan

    Kelembapan atau kerusakan akibat air juga berperan dalam retaknya keramik. Pasalnya, air akan meresap ke dalam celah-celah ubin, sehingga merapuhkannya. Seiring waktu, hal itu menyebabkan keretakan.

    4. Kurangnya Perawatan

    Kurangnya perawatan, seperti tidak membersihkan noda atau kotoran keramik kamar mandi secara rutin, biasa mengakibatkan penumpukan jamur atau lumut. Pada akhirnya, hal itu yang bisa merusak lapisan keramik.

    5. Fluktuasi Suhu

    Perubahan suhu menyebabkan tekanan yang, membuat ubin akan memuai dan menyusut. Tekanan tersebut membuat risiko retaknya lebih besar.

    6. Terkena Benda atau Furniture yang Bergerak

    Dampak langsung dari benda yang jatuh dan furniture yang bergerak berperan dalam retakan ubin. Karena keduanya menyebabkan benturan yang menyebabkan ubin mudah retak.

    Cara Memperbaiki Ubin Retak di Kamar Mandi

    Kita bisa memperbaiki ubin kamar mandi yang retak, tanpa harus menggantinya. Dilansir Birkes Builders, Berikut adalah langkah-langkah mengatasi keramik kamar mandi yang retak:

    • Cari tahu apakah itu retakan tipis atau besar. Retakan tipis yang kecil jadi hal yang umum, yang bisa diperbaiki dengan dempul silikon.
    • Bersihkan retakan dengan baik.
    • Oleskan dempul dan ratakan, sampai sesuai dengan permukaan ubin.
    • Untuk retakan yang lebih besar, pakaila dempul keramik. Caranya, bersihkan area tersebut lalu aplikasikan dempul dan biarkan kering.
    • Amplas dengan lembut untuk meratakan dempul keramik.

    Jika kerusakannya tidak bisa diperbaiki, maka kamu perlu mengganti keramik kamar mandi tersebut.

    Berikut adalah langkah-langkah mengganti ubin kamar mandi:

    • Lepaskan ubin lama dengan hati-hati.
    • Bersihkan nodanya.
    • Pasang ubin baru dengan mortar tipis.
    • Biarkan mengeras, lalu tutupi celah-celahnya.
    • Selalu periksa apakah mengganti ubin kamar mandi yang baru lebih baik daripada sekadar memperbaikinya.

    Cara Mencegah Kerusakan Ubin Kamar Mandi

    Berikut adalah langkah-langkah melindungi ubin di kamar mandi dari kerusakan:

    • Gunakan kain lembut dan pembersih ringan untuk membersihkan ubin. Karena, penggosok keras bisa menyebabkan keretakan kecil, yang seiring waktu bisa menyebabkan keretakan.
    • Menyegel ulang ubin keramik kamar mandi setiap beberapa tahun. Tujuannya untuk mencegah air masuk dan melindungi ubin.
    • Periksa ubin secara teratur. Cara ini untuk mengetahui tanda-tanda awal masalah, seperti retakan kecil atau ubin yang longgar. Memperbaiki masalah ini segera akan menghemat banyak masalah.
    • Pastikan nat tetap dalam kondisi baik. Pasalnya, nat yang rusak atau hilang bisa menyebabkan air meresap ke dalam, yang bisa melemahkan ubin dan membuatnya lebih mudah retak.
    • Hindari menjatuhkan barang berat di atas ubin kamar mandi. Bahkan ubin yang dipasang dengan sangat baik pun bisa retak, kalau terkena benturan keras.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tanda dan Penyebab Adanya Jamur di Lantai Kayu


    Jakarta

    Jika rumah kamu menggunakan lantai kayu, perawatan ekstra sangat dibutuhkan agar lantai kayu bisa bertahan lama. Banyak yang harus diperhatikan, terutama masalah jamur yang bisa tumbuh di bawahnya.

    Jamur merupakan masalah umum yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada lantai dan bahkan mempengaruhi kesehatan penghuninya. Ada beberapa tanda timbulnya jamur di lantai kayu, seperti bau apek yang disebabkan oleh pelepasan spora jamur ke udara.

    Dilansir dari Better That Home, Rabu (30/10/2024), berikut beberapa tanda dan penyebab adanya jamur di bawah lantai kayu kamu.


    Tanda-tanda Adanya Jamur di Bawah Lantai Kayu

    Perubahan Warna

    Jamur dapat menyebabkan perubahan warna pada permukaan lantai kayu. Perubahan warna ini dapat muncul sebagai bercak atau bintik gelap yang mungkin bertekstur berbulu.

    Bau Apak

    Bau apak adalah salah satu tanda paling jelas adanya jamur di bawah lantai kayu disebabkan oleh pelepasan spora jamur ke udara. Bau ini sering digambarkan sebagai bau lembap dan bisa cukup kuat.

    Noda Air

    Jika ada noda air di lantai kayu, ada kemungkinan jamur tumbuh di bawah permukaannya. Noda ini mungkin muncul sebagai bercak gelap pada kayu dan bisa menjadi indikasi kelembapan berlebih.

    Lantai yang Lembek

    Jika lantai kayu keras kamu terasa lembek saat berjalan di atasnya, ada kemungkinan jamur tumbuh di bawah permukaannya. Hal ini bisa menjadi indikasi kerusakan akibat air dan harus segera diatasi.

    Penyebab Jamur di Bawah Lantai Kayu

    Tingkat Kelembapan Tinggi

    Tingkat kelembapan yang tinggi di rumah kamu dapat menyebabkan pertumbuhan jamur di bawah lantai kayu. Saat udara lembap, uap air dapat merembes melalui sublantai dan terperangkap di bawah lantai kayu, hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan jamur.

    Ventilasi Buruk

    Ventilasi yang buruk di rumah, dapat menyebabkan tingkat kelembapan yang tinggi sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan jamur di bawah lantai kayu kamu.

    Jika udara tidak bersirkulasi dengan benar, kelembapan dapat terperangkap dan menyebabkan pertumbuhan jamu.

    Masalah Perpipaan

    Masalah perpipaan seperti kebocoran atau pipa pecah dapat menyebabkan pertumbuhan jamur di bawah lantai kayu kamu. Jika terjadi kebocoran, air dapat merembes melalui celah lantai dan terperangkap.

    Kurangnya Pemeliharaan

    Kurangnya perawatan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur. Jika kamu tidak membersihkan dan merawat lantai kayu secara teratur, kotoran dan serpihan dapat menumpuk dan menyebabkan tumbuhnya jamur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal Ideal Membersihkan Kamar Mandi


    Jakarta

    Kamar mandi yang bersih nggak cuman bikin penghuni rumah merasa nyaman tapi juga baik buat kesehatan. Sebab, kamar mandi adalah tempat yang cepat kotor dan jadi tempat ideal buat ditumbuhi kuman dan jamur.

    Nah, penting sekali membersihkan kamar mandi secara rutin. Ada beberapa hal di kamar mandi yang perlu lebih sering dibersihkan ataupun bisa jarang-jarang.

    Berikut jadwal ideal membersihkan kamar mandi yang bisa kamu ikuti, dikutip dari The Spruce, Jumat (1/11/2024).


    Bersih-bersih Harian

    1. Mengelap Permukaan Basah

    Gunakan kain yang mengandung disinfektan ataupun spons untuk mengelap counter, wastafel, dan keran untuk membersihkan tumpahan dan cipratan air. Pastikan untuk menggunakan kain bersih atau baru untuk membersihkan tempat duduk kloset atau lantai.

    2. Keringkan Pintu dan Dinding

    Setiap selesai mandi, gunakan handuk atau alat pembersih karet untuk mengeringkan tembok dan dinding basah supaya mencegah pembentukan kerak air. Selain itu, jangan lupa menutup tirai kamar mandi agar cepat kering.

    3. Gantung Handuk dan Keset

    Pastikan untuk menggantung handuk dan keset basah agar cepat kering. Langkah ini akan mencegah pertumbuhan jamur.

    Bersih-bersih Mingguan

    1. Cuci Handuk dan Keset

    Cuci handuk-handuk dan keset setiap minggu supaya tidak menjadi tempat bersarangnya kuman. Sebaiknya keset dikeringkan dengan cara dijemur agar tidak merusak karet pada bagian bawah keset.

    2. Bersihkan Kloset

    Bersihkan bagian dalam kloset menggunakan sikat dan cairan pembersih. Sementara bagian luar kloset bisa dilap dengan tisu basah yang mengandung disinfektan atau spons dan cairan pembersih kamar mandi.

    3. Bersihkan Permukaan

    Bersihkan lantai dan tembok kamar mandi secara menyeluruh setiap minggu untuk menghilangkan noda dan jamur pada permukaan. Lalu, buang juga rambut-rambut yang terkumpul pada lubang pembuangan air. Jangan lupa bersihkan juga tirai di kamar mandi.

    4. Bersihkan Wastafel

    Singkirkan barang-barang yang memenuhi area wastafel. Lalu, bersihkan wastafel menggunakan cairan pembersih. Pastikan untuk membilas area wastafel dengan bersih dan keringkan.

    5. Bersihkan Gagang Pintu dan Sakelar Lampu

    Jangan membersihkan gagang pintu, sakelar lampu, dan pintu kabinet. Area ini sebenarnya sering disentuh ketika menggunakan kamar mandi, sehingga rawan tumbuh kuman dan bakteri.

    6. Bersihkan Cermin

    Bersihkan cermin dengan cairan pembersih dan kain mikrofiber. Cermin yang kinclong dapat menunjukkan kamar mandi terawat dengan baik.

    7. Buang Sampah

    Buang isi tempat sampah setiap minggu supaya tidak menumpuk dan menimbulkan aroma tidak sedap. Lalu, kamu bisa menaruh beberapa kantong plastik baru di dalam tempat sampah untuk memudahkan penggantian kantong plastik nantinya.

    Bersih-bersih Bulanan

    1. Sortir dan Bersihkan Tempat Penyimpanan

    Kamu bisa rutin menyortir dan membersihkan tempat penyimpanan di kamar mandi. Buanglah produk-produk yang sudah habis dan kedaluwarsa. Jangan sampai barang-barang yang tidak dipakai menumpuk dan memenuhi ruang.

    2. Bersihkan Shower

    Kalau aliran air pada shower tidak lancar karena tersumbat, sudah saatnya membersihkan shower. Kamu bisa membersihkan shower menggunakan cuka putih sulingan dan sikat untuk membersihkan kotoran dan kerak.

    3. Cuci Tempat Sampah

    Selain membuang sampah dan mengganti kantong plastik tempat sampah, sebaiknya rutin mencuci tempat sampah setiap bulan. Bersihkan tempat sampah dengan menyiram air panas dan menggosoknya dengan sabun.

    4. Bersihkan Tirai

    Jika menggunakan tirai kamar mandi, jangan lupa membersihkannya setiap bulan. Sebab, ada tumpukan debu dan noda yang perlu dibersihkan secara berkala.

    5. Inspeksi Kamar Mandi

    Pastikan untuk melakukan inspeksi kamar mandi setiap bulan untuk mencegah kerusakan. Perhatikan area sekitar wastafel, shower, dan keran untuk melihat ada kebocoran. Selain itu, periksa juga kalau ada pertumbuhan jamur di kamar mandi agar bisa segera diatasi.

    Itulah cara menjaga kebersihan kamar mandi secara rutin. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Cat Tembok Rumah Lembap dan Mengelupas? Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Kondisi cat tembok rumah bisa bikin tampilan hunian kamu cantik dan estetik. Sebaliknya cat tembok yang sudah lembap dan mengelupas bisa bikin rumah kamu terlihat kumuh.

    Supaya hal itu nggak terjadi, sebaiknya kenali dulu penyebab cat tembok bisa lembap dan mengelupas. Cegah sebelum cat tembok lembap dan mengelupas serta atasi langsung dari sumber masalahnya.

    Lantas, apa yang bikin cat tembok lembap dan mengelupas? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Tembok Rumah Lembap dan Mengelupas

    Cat tembok yang mengelupas dan dinding lembap menjadi masalah yang banyak dialami pemilik rumah. Mengutip laman Home Building and Renovating, Senin (4/11/2024) ada sejumlah penyebab cat tembok lembab dan mengelupas, yakni sebagai berikut:

    1. Kondensasi

    Penyebab utama cat tembok lembab karena mengalami kondensasi. Sebagai informasi, kondensasi terbentuk saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam tembok bagian dalam yang dingin.

    Ketika udara mendadak dingin secara cepat, hal ini menyebabkan terjadinya embun yang lama kelamaan menjadi air. Lalu, lapisan dinding di dalamnya menjadi lembab.

    Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan masalah lain seperti cat tembok mengelupas dan menimbulkan jamur di dinding.

    2. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

    Masalah pada pipa air jangan dianggap sepele. Meski air yang menetes dalam jumlah kecil, namun hal tersebut dapat menimbulkan masalah besar, salah satunya cat tembok menjadi lembab.

    Tetesan air yang keluar dari pipa dan mengenai tembok dapat menyebabkan kelembapan yang sangat tinggi di area tersebut.

    3. Dinding Retak

    Faktor lainnya disebabkan oleh dinding yang mulai retak. Seiring berjalannya waktu, dinding rumah akan mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

    Nah, hal tersebut membuat kelembapan dapat masuk ke dinding melalui celah retakan. Air yang masuk ke dalam dinding tak bisa keluar lagi, sehingga mengakibatkan bercak lembab pada dinding bagian dalam.

    4. Perubahan Suhu Ekstrim

    Perubahan suhu yang berubah-ubah juga dapat merusak cat tembok rumah. Saat suhu udara panas bertemu dengan suhu dingin, hal ini menyebabkan cat yang awalnya menempel dengan erat perlahan akan kendur dan mudah terkelupas.

    Cara Mengatasi Tembok Lembap dan Mengelupas

    Apabila tembok rumah sudah lembab dan catnya mengelupas, sebaiknya segera diperbaiki sebelum akhirnya menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

    Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Mengutip laman New Line Painting, berikut cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas:

    1. Bersihkan Tembok dari Cat yang Terkelupas

    Langkah pertama adalah membersihkan tembok dari cat yang sudah terkelupas. Hal ini dilakukan agar mendapatkan permukaan dinding yang halus.

    Kamu bisa membersihkan tembok dari cat yang terkelupas dengan menggunakan alat pengikis khusus. Jika ditemukan ada noda atau minyak yang menempel, bersihkan dahulu dengan air, sabun, dan kain.

    2. Identifikasi Area Masalah

    Setelah mengikis cat tembok, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi masalahnya. Cari tahu apa yang menyebabkan tembok jadi lembab hingga menimbulkan jamur.

    Cari tahu juga apakah ada permukaan dinding yang retak halus atau cukup lebar. Dengan begitu, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan selanjutnya.

    3. Amplas Tembok

    Agar permukaan dinding kembali halus, lakukan pengamplasan pada tembok secara perlahan. Cara ini dilakukan jika muncul retakan halus pada tembok rumah milikmu.

    4. Pakai Cat Primer Berkualitas

    Setelah dinding dibersihkan dan diamplas sampai halus, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar atau primer yang berkualitas sebelum melakukan pengecatan.

    Cara ini dapat meminimalisir cat mengelupas yang disebabkan oleh jamur atau suhu lembab. Selain itu, permukaan tembok akan terasa lebih halus.

    5. Cat Ulang Dinding yang Sudah Dikelupas

    Langkah terakhir adalah dengan mengecat ulang tembok dengan memakai warna sesuai keinginan. Oh ya, pastikan juga pilih merek cat yang punya kualitas terbaik agar memberikan proteksi terbaik dan tahan lama.

    Itu dia penyebab cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pasang Karpet di Ruangan Ini, Nanti Menyesal!



    Jakarta

    Karpet sering kali menjadi alat yang dimanfaatkan untuk mempercantik ruangan. Dengan ditempatkan di atas lantai, karpet juga berfungsi membuat lantai menjadi lebih nyaman.

    Banyak kelebihan yang bisa didapat saat memasang karpet di ruangan. Namun, tidak semua ruangan bisa dipasang karpet. Pertimbangkan segala kebutuhan yang diinginkan saat memasang karpet di rumah.

    Melansir Better Homes & Gardens, Selasa (5/11/2024), berikut beberapa ruangan yang tidak seharusnya dipasang karpet:


    1. Kamar Mandi

    Kamar mandi menjadi ruangan yang tidak seharusnya dipasang karpet. Hal ini karena adanya shower, wastafel, dan bak mandi yang menjadi area dengan tingkat kelembapan tinggi.

    Kamar mandi juga seringkali menjadi ruang terbatas dengan ventilasi yang lebih sedikit dibandingkan ruangan lain di rumah. Saat kamar mandi berkarpet, kelembapan akan mulai meresap ke dalam karpet, yang menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut.

    Pertimbangkan menggunakan ubin vinyl, laminasi, keramik, atau porselen. Hal ini karena memiliki ketahanan terhadap air, sehingga tidak perlu khawatir tentang jamur atau lumut yang tumbuh.

    2. Dapur

    Dapur berfungsi sebagai ruang serbaguna, seperti untuk memasak dan menyiapkan makanan. Sehingga lantai dapur harus bebas dari tumpahan dan kotoran, sedangkan karpet susah dibersihkan saat terkena noda dan kotoran.

    Pertimbangkan untuk memasang lantai kayu keras, laminasi, atau vinyl di dapur. Pilihan ini akan memudahkan pembersihan dan tahan terhadap keausan yang diterima lantai dapur. Gunakan alas lantai yang rendah atau yang dapat dicuci di dapur untuk menambah warna.

    3. Ruang Cuci

    Ruang cuci adalah area dengan tingkat kelembapan tinggi yang rentan terhadap penumpukan jamur dan lumut seiring waktu. Penumpukan yang lambat dapat dipercepat jika ada masalah dengan mesin cuci, seperti kebocoran pada mesin cuci.

    Kamu bisa menggunakan laminasi atau vinyl untuk lantai ruang cuci. Jika mesin cuci mengalami kebocoran atau perlu diganti, cukup menggeser keluar mesin cuci dan membersihkan tumpahan tanpa harus mengganti lantai.

    4. Ruang Bermain

    Pastinya kamu berpikir bahwa meletakkan karpet tebal di tempat yang sering digunakan anak-anak menjadi ide yang bagus. Adanya noda spidol, minuman, dan noda lainnya akan sulit dihilangkan terutama saat noda sudah kering atau menempel.

    Pertimbangkan untuk memakai ubin lantai busa yang dapat dipasang di seluruh ruangan. Selain itu, ubin ini memiliki berbagai pola dan warna sehingga kamu dapat memilih opsi yang paling sesuai di rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Teras Sering Kotor gegara Cipratan Air Hujan? Cegah Pakai 3 Cara Ini



    Jakarta

    Memasuki musim hujan, halaman depan akan sering tergenang air. Otomatis bagian teras juga ikut kotor terkena cipratan air bercampur tanah. Belum lagi lantai teras jadi licin karena cipratan air tersebut.

    Salah satu cara agar teras tidak semakin kotor adalah dengan tidak memakai sepatu atau sandal yang baru saja menginjak tanah ke teras rumah, nanti bercak coklat tercetak di teras. Masalah lainnya adalah jika pipa air pembuangan dari atas berada di dekat teras, cipratan air pasti langsung masuk ke area teras.

    Sebenarnya cipratan air bercampur tanah ini mudah dibersihkan cukup dipel atau dilap. Namun, harus langsung dibersihkan. Apabila sudah kering kamu perlu membasahi lantainya lagi dan menggosok noda tersebut.


    Ada cara lain yang lebih efektif sehingga kamu tidak susah membersihkan yakni dengan mencegah cipratan air tersebut masuk ke area teras. Melansir dari Good to be Home Magazine, Selasa (5/11/2024), berikut beberapa cara agar rumah tetap bersih dari cipratan air.

    1. Buat Taman Hujan

    Taman hujan adalah area hijau yang ditumbuhi dengan tanaman yang dapat menyerap air dengan baik. Salah satu tanaman yang cocok adalah tanaman rumput zebra yang memiliki daun panjang dan ramping.

    Rumput ini berfungsi sebagai penyaring alami dan menyerap air sehingga dapat mencegah luapan. Tanaman berakar dalam seperti tanaman keras merendam dan menyimpan air untuk bertahan hidup selama musim kemarau. Dengan adanya tanaman ini terutama ditanam di pinggiran teras bisa mencegah cipratan air masuk.

    2. Buat Saluran Pembuangan Air

    Kamu tidak bisa hanya mengandalkan air hujan menyerap, alternatif lainnya adalah membuat sebuah selokan kecil atau saluran air yang mengarah ke tempat pembuangan terdekat.

    3. Letakkan Kerikil di Bawah Pipa Air

    Beberapa pipa ada yang dipasang di atas sehingga air yang jatuh di atap akan terbuang seperti air terjun. Kamu bisa menambahkan rantai talang air di tengah mulut air keluar agar aliran airnya mengikuti rantai itu. Kemudian, agar cipratan air tidak langsung menyentuh tanah dan membuat kotor, kamu bisa menambahkan kerikil di bawahnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! Ini 4 Tanda Munculnya Jamur dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Memasuki musim hujan ada banyak kamu perlu lebih perhatian pada bangunan atau rumah. Udara yang lembap dapat berpengaruh pada kelembaban di dalam bangunan. Kelembaban yang melewati batas normal dapat memicu pertumbuhan jamur.

    Keberadaan jamur pada bangunan dapat memicu berbagai hal buruk bagi struktur dan tampilan rumah, serta kesehatan. Cara kita mencegah pertumbuhan jamur di rumah adalah mengetahui tanda pertumbuhannya. Cara mengetahuinya cukup mudah, tidak membutuhkan alat canggih atau bantuan profesional.

    Melansir dari Homes and Gardens, Rabu (6/11/2024), berikut beberapa tanda adanya pertumbuhan jamur pada bangunan


    1. Adanya Perubahan Warna pada Bagian Bangunan

    Kamu bisa mengetahui keberadaan jamur dari kondisi fisik bangunan yakni dari perubahan warna. Sebagai contoh perubahan warna cat pada dinding, plafon, lantai, dan bagian lainnya. Perubahan warna ini juga diikuti dengan munculnya noda hitam, hijau, merah muda, hingga putih.

    Jika kamu melihat hal ini, kamu harus segera membasminya karena jamur dapat menyebar dan berlipat ganda dalam 24 jam. Cara membasminya dengan mencampurkan larutan pemutih dengan air putih secukupnya kemudian disemprotkan ke area yang berjamur.

    2. Tercium Bau Lembap

    Bau lembap itu seperti bau apek. Bau ini sebagai pertanda jamur tengah berkembang di media yang lembap. Bau ini bisa tercium jelas pada saat kamu menghidupkan kipas angina tau AC. Maka dari itu, penting di rumah memiliki ventilasi.

    3. Cat dan Wallpaper Mengelupas

    Kemudian, jika kamu melihat cat dinding atau wallpaper di rumah mengelupas, kemungkinan penyebabnya adalah jamur. Kemudian jika kamu menyentuh cat dinding terasa lembut dan kenyal itu menandakan ada kelembaban yang terperangkap di bawahnya.

    Untuk memperbaikinya, bukan dengan mengecat ulang, tetapi membasmi dulu jamur tersebut. Dengan begitu permasalahan jamur tidak akan terulang lagi.

    4. Mengalami Alergi

    Seperti yang disebut di awal, jamur tidak hanya merusak struktur dan tampilan rumah, melainkan menyebabkan penyakit bagi penghuninya. Jamur dapat menyebabkan batuk, bersin, hidung tersumbat, mata gatal, iritasi kulit, gangguan pernapasan, sakit kepala, dan gejala mirip alergi lainnya.

    Cara untuk membersihkannya adalah dengan membersihkan rumah secara teratur atau menggunakan cuka yang disemprotkan ke area pertumbuhan jamur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Tahu Kebocoran Pada Genteng, Buruan Cek Sebelum Makin Parah!


    Jakarta

    Genteng yang bocor atau rembes biasanya diketahui saat memasuki musim hujan. Hal ini dikarenakan bagian atap berulang kali diguyur air dengan jumlah banyak dan waktu yang lama.

    Kerusakan pada atap yang diketahui saat musim hujan akan lebih sulit perbaikannya dibandingkan pada musim kemarau. Hal ini dikarenakan kondisi atap yang licin dan lembap. Selain itu, apabila ingin dilapisi dengan waterproofing, kamu perlu menunggu sampai lapisan tersebut kering yang bisa sampai berhari-hari.

    Namun, tidak perlu khawatir, sebelum atap genteng di rumah mengalami kebocoran, kamu bisa lho memastikannya dengan mengetahui beberapa tandanya. Mengutip dari Angi, Jumat (8/11/2024) berikut 7 tanda-tanda genteng bocor dan cara mengatasinya.


    Tanda Genteng Rumah Bocor

    1. Muncul Warna pada Permukaan Plafon

    Tanda paling mudah dan cukup jelas genteng rumah bocor adalah munculnya warna kecoklatan, hitam, hijau, atau lainnya pada plafon. Warna ini juga membentuk sebuah pola acak yang merupakan bekas air yang membasahi plafon. Titik air rembesan ditemukan pada bagian tengah plafon, pinggirannya, hingga ke sekitar tembok.

    Apabila kamu melihat air rembesan mencapai tembok, maka kamu perlu mengecek sumber kebocoran dan memperbaikinya. Bisa dengan membongkar genteng, mengecek talang air apabila di dekat sana, atau pipa yang ditanam di dalam tembok.

    2. Muncul Jamur pada Dinding Terluar

    Muncul warna pada plafon atau dinding dikarenakan jamur tumbuh di atas permukaannya yang lembap. Sama seperti cara sebelumnya, kamu perlu mencari sumber air yang paling dekat dengan noda jamur tersebut. Namun, bisa juga jamur tersebut muncul karena dinding lembap dari udara di luar rumah.

    3. Terdengar Suara Air Menetes dari Atap

    Tanda atap rumah bocor saat hujan adalah terdengar suara air menetes dari atap. Air masuk dari celah di antara genteng dan tertahan di plafon. Apabila plafon kamu sifatnya tahan air, kamu tidak perlu sampai mengganti plafon. Namun, apabila modelnya tidak tahan air, akan muncul jamur di area yang basah tersebut sehingga berdampak pada tampilan rumah dan plafon tersebut harus diganti.

    4. Genteng Retak, Rusak, atau Bergeser

    Kondisi genteng yang rusak, retak, dan tidak pada tempatnya dapat menjadi celah air masuk. Penyebab genteng retak atau bergeser bisa karena guncangan, angin, terkena beban yang berat, atau bisa pula karena faktor kualitas dan usia genteng.

    Cara mengetahui kondisi genteng seperti ini dengan cara mengecek langsung dengan naik ke atas. Setelah itu, ganti genteng yang rusak agar saat hujan tidak ada lagi celah untuk air masuk.

    5. Flashing Rusak atau Hilang

    Biasanya pada atap rumah terdapat flashing yang berfungsi melindungi rumah dari kebocoran. Flashing ini berpotensi jadi jalan masuknya air apabila terjadi kerusakan. Jika sudah begitu, flashing harus diganti.

    6. Genangan air

    Meskipun atap dengan genteng biasanya berbentuk miring, tetapi air bisa menggenang di atap apabila model pembuangan airnya salah. Sebagai contoh ujung atap miring tersebut bersinggungan dengan atap dak beton yang datar sehingga ada air yang tergenang di atasnya, tidak langsung terbuang ke tanah. Solusinya, kamu bisa membuat talang air tepat di bawah atap yang miring dan buang ke arah samping.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com