Tag: norwegia

  • Wanita 37 Tahun Sukses Pangkas 72 Kg, Begini Metode Diet yang Dijalani

    Jakarta

    Seorang wanita di Norwegia membagikan ceritanya yang berhasil menurunkan berat badan hingga 72 kg. Lewat program diet yang dilakukannya selama dua tahun, ia berhasil menjalaninya tanpa merasa tersiksa.

    Wanita bernama Maria Kirkeland itu selama bertahun-tahun mencoba menurunkan berat badan dengan mengurangi makan. Namun, cara itu malah membuatnya makan lebih banyak dan berat badannya semakin naik.

    Selama perjalanan menurunkan berat badan, wanita 37 tahun itu menyadari bahwa ia tidak merasa termotivasi untuk mengubah gaya hidupnya. Meski begitu, ia terus berusaha dan konsisten menjalani diet.


    Dikutip dari Business Insider, Kirkeland secara perlahan kembali mengubah pola makannya. Ia lebih banyak mengkonsumsi protein agar tetap merasa kenyang dan dapat membentuk otot dengan diiringi latihan atau olahraga.

    Meski pola makannya berubah, Kirkeland tidak merasa lapar. Ia menganggap perhitungan kalori yang dijalani sebagai cara untuk memastikannya tetap makan dengan cukup.

    Selain itu, Kirkeland juga tidak pernah terlalu membatasi. Ia tidak sepenuhnya menghilangkan makanan favoritnya, dan libur diet saat berlibur atau Natal.

    Hal ini dilakukan untuk memastikannya tidak pernah merasa kekurangan dan dapat mempertahankan kebiasaan sehatnya dalam jangka panjang.

    Kirkeland mengatakan tidak banyak mengubah kebiasaan sarapannya. Dulu, ia selalu makan roti dengan keju dan salami.

    Namun, kini hampir setiap hari ia makan dua potong roti gandum utuh dengan keju cottage dan selai rendah gula.

    Untuk makan siang, dulu Kirkeland sering membeli salad di kantin kantor yang banyak sausnya. Tapi, sekarang ia lebih sering membawa bekal yang dimasak di rumah, seperti salad ayam atau telur dadar.

    Selama perjalan dietnya, Kirkeland merasa pola hidupnya sangat berubah saat makan malam. Sebelumnya, porsi makannya sangat tidak bisa dikendalikan karena sering makan makanan beku, seperti pizza besar atau setengah kantong besar kentang goreng.

    Saat memilih daging, Kirkeland juga lebih cenderung beli yang berlemak tinggi. Tapi, sekarang ia lebih memilih yang rendah atau bahkan tanpa lemak.

    “Saya merasa kentang sangat dibenci sepanjang masa muda saya. Dan akhirnya, saya sampai di titik dari budaya diet dan merasa kentang itu enak,” beber Kirkeland.

    “Kentang tidak terlalu padat kalori, sangat mengenyangkan, dan kaya nutrisi. Saya suka kentang, hampir setiap hari untuk makan malam,” sambungnya.

    Tetap Bisa Ngemil

    Meski diet, Kirkeland tetap bisa makan camilan yang disukainya. Namun, porsinya tetap diatur dengan baik.

    Sebelum diet, ia dapat menghabiskan sebatang cokelat besar tiap setelah makan malam. Tapi sekarang, Kirkeland cenderung membeli camilan yang sudah diporsi, seperti sekantong cokelat batangan mini.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Negara Paling Religius di Dunia Versi CEOWORLD, Indonesia Urutan Berapa?


    Jakarta

    Majalah CEOWORLD kembali merilis hasil survei global tentang tingkat religiusitas negara-negara di dunia. Survei ini melibatkan lebih dari 820.000 responden dari 148 negara, dan menghasilkan daftar negara paling religius serta negara paling sekuler di dunia.

    Dalam laporan ini, sebagaimana dilansir dari laman resmi CEOWORLD, Somalia kembali menempati posisi pertama sebagai negara paling religius di dunia, diikuti oleh Niger dan Bangladesh. Sementara itu, negara-negara seperti Tiongkok, Estonia, dan Swedia menduduki peringkat terbawah sebagai negara dengan tingkat religiusitas paling rendah.

    Somalia Kembali Menjadi Negara Paling Religius

    Survei CEOWORLD menempatkan Somalia di posisi teratas, dengan 99,8% penduduknya menyatakan diri sebagai individu yang religius. Niger menyusul di posisi kedua dengan 99,7%, sementara Bangladesh menempati urutan ketiga dengan 99,5% populasi yang mengaku beriman dan menjalani nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.


    Indonesia Masuk 10 Besar Negara Paling Religius di Dunia

    Dalam analisis data terbaru, CEOWORLD juga mencatat sejumlah negara lain dengan tingkat religiusitas yang sangat tinggi. Indonesia masuk dalam daftar 10 besar, bersanding dengan beberapa negara dari Asia dan Afrika yang secara budaya dan sosial masih sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.

    Dalam konteks survei ini, “Religius” diartikan sebagai pengabdian yang setia kepada realitas tertinggi atau Tuhan, termasuk ketaatan terhadap ajaran agama, kesungguhan dalam ibadah, serta komitmen terhadap prinsip spiritual. Namun demikian, CEOWORLD juga menekankan bahwa definisi religiusitas bisa berbeda-beda tergantung pada persepsi dan pengalaman masing-masing individu serta konteks budaya suatu negara.

    10 Negara Paling Religius (h2)

    1. Somalia 99.8
    2. Niger 99.7
    3. Bangladesh 99.5
    4. Ethiopia 99.3
    5. Yemen 99.1
    6. Malawi 99
    7. Indonesia 98.7
    8. Sri Lanka 98.6
    9. Mauritania 98.5
    10. Djibouti 98.2

    Negara-Negara Besar yang Tak Masuk 10 Besar

    Meskipun dikenal sebagai negara yang menjadi tempat lahir berbagai agama besar, India hanya menempati peringkat ke-54 dalam hal persepsi religiusitas. Padahal, India adalah tempat asal agama Hindu, Buddha, Jainisme, dan Sikhisme.

    Sementara itu, Amerika Serikat, yang secara konstitusional menjamin kebebasan beragama, justru berada di peringkat ke-104. Negara-negara lain seperti Irlandia dan Israel masing-masing menempati peringkat ke-110 dan ke-11.

    Menariknya, meskipun Israel dikenal sebagai negara Yahudi, berdasarkan laporan International Religious Freedom dari Departemen Luar Negeri AS, hukum dasar negara itu menjamin kebebasan beragama, berkeyakinan, dan beribadah bagi semua warganya, tanpa memandang afiliasi keagamaan.

    China Jadi Negara Paling Tidak Religius

    Di sisi lain, China menjadi negara paling tidak religius di dunia. Kurang dari 10% penduduknya mengaku merasa religius. Setelah China, negara-negara yang menyusul sebagai paling tidak religius adalah:

    Estonia – 16%

    Swedia – 17%

    Denmark – 19%

    Republik Ceko – 21%

    Norwegia – 21%

    Hong Kong – 24%

    Jepang – 24%

    Inggris (UK) – 27%

    Finlandia – 28%

    Negara-negara ini umumnya memiliki masyarakat yang lebih sekuler, di mana pengaruh agama dalam kehidupan publik cenderung minimal.

    Meski demikian, rata-rata 74,44% orang dewasa di seluruh negara yang disurvei masih menganggap agama sebagai hal yang sangat penting dalam hidup mereka. Namun, tingkat komitmen religius, seperti keanggotaan dalam agama, pentingnya agama dalam kehidupan pribadi, kehadiran dalam ibadah, hingga frekuensi doa, sangat bervariasi antar negara.

    Survei dari CEOWORLD menunjukkan bahwa religiusitas tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan global, meskipun mengalami perbedaan yang mencolok antar wilayah. Negara-negara di kawasan Afrika dan Asia, seperti Somalia, Niger, dan Indonesia, menunjukkan komitmen tinggi terhadap nilai-nilai agama.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com