Tag: nyamuk

  • Tips Merawat Tanaman Anti Hama agar Subur Sepanjang Waktu



    Jakarta

    Tanaman hias maupun tanaman pangan di rumah bisa saja tumbuh subur, tapi ancaman hama sering kali jadi musuh utama yang bikin kesal. Mulai dari serangga, tikus, hingga kelelawar bisa merusak hasil perawatan tanaman yang sudah dilakukan dengan susah payah.

    Supaya tanaman tetap sehat dan tumbuh maksimal sepanjang tahun, penting untuk melakukan pencegahan sejak awal. Berikut beberapa tips praktis merawat tanaman agar bebas hama dan tetap subur dari waktu ke waktu.

    1. Pasang Pembatas Fisik

    Dilansir dari Real Simple, salah satu cara paling efektif menghindari hama adalah dengan memasang pagar pembatas, terutama dari kawat. Langkah ini berguna untuk mencegah masuknya hewan-hewan kecil seperti kelinci, tupai, atau bahkan hewan liar lain yang bisa mencuri buah atau merusak daun.


    Jika kamu punya pohon buah, bungkus buahnya dengan plastik atau jaring pelindung untuk mencegah gangguan dari kelelawar atau burung pemakan buah.

    2. Gunakan Tanaman Jebakan

    Menanam tanaman jebakan atau tanaman pengalih bisa jadi strategi cerdas. Misalnya, jika kamu menanam tomat, tanam juga bunga nasturtium di sekitarnya. Serangga lebih cenderung tertarik pada nasturtium dibandingkan tomat, sehingga tanaman utama bisa tetap aman.

    3. Waspadai Genangan Air

    Air yang menggenang bisa jadi sarang nyamuk dan mempercepat penyebaran penyakit di taman. Pastikan area di sekitar pot, talang air, dan bahkan kandang burung tetap kering dan bersih. Pot yang menampung air hujan juga perlu dikuras secara rutin.

    Selain nyamuk, lingkungan yang terlalu lembap juga bisa memicu jamur dan mempercepat kerusakan akar tanaman.

    4. Tanam Tanaman Asli Daerah Setempat

    Menurut Profesor John Tooker dari Departemen Entomologi Penn State, menanam spesies tanaman lokal bisa memperkuat ekosistem alami di taman rumah. Tumbuhan lokal akan menarik serangga asli yang lebih stabil dan cenderung membawa predator alami yang bisa membantu mengendalikan hama secara alami.

    “Saya juga mendorong masyarakat untuk menghindari pemakaian insektisida, kecuali jika sudah tidak ada pilihan lain,” ujarnya, dikutip dari The Spruce.

    Dengan kombinasi teknik fisik dan pendekatan ekosistem alami, kamu bisa menjaga taman tetap sehat dan subur tanpa tergantung pada bahan kimia. Mulai dari langkah sederhana seperti memasang pagar hingga menanam bunga pengalih serangga, semua bisa dilakukan secara bertahap.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 3 Langkah Cepat Bersihkan Noda Darah di Kasur, Bisa Pakai Air Dingin


    Jakarta

    Noda darah adalah salah satu yang sulit hilang terutama ketika sudah mengering. Noda darah biasanya ditemukan di kasur. Biasanya karena nyamuk yang mati, jerawat yang pecah ketika tidur, atau darah menstruasi wanita.

    Apabila dibersihkan dengan air biasa tidak hilang, coba gunakan cara ini seperti yang dilansir dari The Spruce.

    1. Lepaskan Seprai

    Ketika membersihkan noda darah, seprai harus dilepaskan seluruh perlengkapan tempat tidur. Hal ini untuk mencegah barang di atas kasur basah atau terkena noda.


    2. Hapus Noda

    Biasanya noda darah ukurannya tidak besar. Cara membersihkannya bisa dengan mengusap noda dengan kain yang sudah dicelupkan ke air dingin. Usap noda tersebut ke satu arah secara berulang. Menggosok dapat menyebabkan noda menyebar. Cara ini cukup ampuh untuk noda darah yang masih segar.

    3. Pakai Baking Soda dan Hidrogen Peroksida

    Apabila dengan air dingin tidak ampuh, ambil ½ cangkir soda kue dan ½ cangkir hidrogen peroksida. Campur keduanya ke dalam mangkuk kecil dan beri sedikit air. Kemudian, ambil campuran soda kue tersebut memakai sikat berbulu halus seperti sikat gigi. Sikat mulai dari tepi luar dan lanjut ke bagian tengah.

    Campuran ini akan menimbulkan gelembung karena hidrogen peroksida yang bereaksi dengan darah. Setelah disikat, biarkan selama minimal 30 menit atau sampai gelembung berhenti.

    Celupkan kain bersih ke dalam air dingin dan peras, lalu bersihkan pasta pembersih dan darahnya. Biarkan kasur mengering sepenuhnya. Gunakan penyedot debu untuk membersihkan sisa soda kue.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Hindari! Ini 4 Warna Cat Dinding yang Paling Disukai Nyamuk


    Jakarta

    Nyamuk adalah binatang penghisap darah yang mengganggu apalagi saat kita sedang berada di rumah. Selain bisa membuat gatal dan kulit merah, jenis nyamuk tertentu juga bisa menyebabkan penyakit berbahaya yaitu demam berdarah.

    Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengusir atau mencegah nyamuk datang dan berkeliaran di rumah. Di antaranya pakai obat nyamuk kimia yang dibakar atau disemprot. Mengusir nyamuk juga bisa menggunakan bahan alami seperti wewangian sereh atau aromatherapy.

    Di samping itu, interior rumah juga bisa memberikan pengaruh terhadap nyamuk lho. Ternyata, ada warna-warna cat dinding yang sangat disukai nyamuk. Sebaiknyak, warna-warna cat ini dihindari ya!


    Dikutip dari Homes & Gardens, Senin (12/2/2024), ini warna cat yang mengundang perhatian nyamuk yang wajib dihindari.

    1. Hitam

    Seperti kebanyakan serangga, nyamuk melihat dunia dalam bentuk dan warna yang kabur daripada gambar yang tajam dan detail,” jelas Emma Grace Crumbley, seorang ahli entomologi di Mosquito Squad. Oleh karena itu, nyamuk bergantung pada faktor lain seperti karbon dioksida, panas, gerakan, dan aroma untuk navigasi penerbangan mereka dan menemukan sarang dan sumber makanan.

    Salah satunya dinding yang berwarna hitam. Ketertarikan itu berasal dari kebutuhan nyamuk untuk menghindari sinar matahari langsung. Pasalnya, paparan sinar matahari yang terlalu lama dapat menyebabkan dehidrasi dan kematian dini pada nyamuk. Hal inilah yang membuat nyamuk sering muncul pada senja atau fajar sebab mereka mencoba sembunyi dari paparan sinar matahari.

    2. Biru Tua

    Karena memiliki warna gelap dan jenuh sehingga memiliki efek yang sama. Biru tua juga menarik perhatian nyamuk, hal ini karena nyamuk mendeteksi panas yang diserap dan ditahan oleh warna yang lebih gelap. Warna-warna ini begitu kuat sehingga banyak ilmuwan dalam penelitian menggunakannya sebagai daya tarik ketika mengamati nyamuk dengan memasang perangkap nyamuk berwarna gelap.

    3. Merah

    Warna merah merupakan warna yang paling dicari oleh nyamuk. Crumbley merujuk penelitian terkini yang menunjukkan bahwa paparan bau seperti karbon dioksida ‘memicu ketertarikan nyamuk’ pada warna seperti merah. Hal ini berarti mereka cenderung mengerumuni ruangan dengan warna merah untuk mencari mangsa.

    4. Jingga

    Dinding yang berwarna jingga juga menarik perhatian nyamuk. “Mungkin ini lagi-lagi karena detail yang terbatas pada pandangan serangga, dan deteksi bentuk yang berbeda dari latar belakangnya memberi petunjuk kepada serangga bahwa inang potensial ada di dekatnya,” tutur Crumbley. Meskipun punya warna yang lebih terang, nyamuk memiliki ketertarikan kepada warna ini.

    Demikian 4 warna cat dinding yang disukai nyamuk.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Warna Cat Dinding yang Dibenci Nyamuk


    Jakarta

    Jika kemarin kita sudah pernah membahas warna dinding yang dapat mengundang banyak nyamuk, kali ini kita akan membahas warna dinding yang tidak disukai nyamuk.

    Gangguan nyamuk membuat tidak nyaman. Selain nyamuk sering meninggalkan bekas gigitan kemerahan, spesies nyamuk tertentu dapat menularkan penyakit mematikan, seperti malaria dan demam berdarah.

    Kamu bisa mengusirnya dengan cara mengecat rumah dengan warna yang tidak disukai nyamuk. Dikutip dari Tom’s Guide, Selasa (13/2/2024), menurut para ilmuwan dari University of Washington, ada warna tertentu yang dapat mengusir nyamuk dan ada warna lain yang menarik mereka.


    Studi yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkapkan bahwa indera penciuman nyamuk, responnya dipengaruhi terhadap isyarat atau warna visual. Namun, preferensi warna ini hanya terjadi jika ada karbon dioksida (CO2), yang kita embuskan saat bernapas.

    Meskipun nyamuk merespons napas, keringat, dan suhu tubuh kita, dengan menghilangkan warna yang menarik perhatian nyamuk dapat membantu mengusir mereka dari rumah.

    Berikut ini beberapa warna yang dibenci nyamuk yang bisa kamu aplikasikan pada dinding rumah.

    1. Biru

    Nyamuk diketahui cenderung menyukai warna yang lebih gelap, penelitian ini mengungkapkan warna biru tidak disukai oleh nyamuk. Warna biru tua, warna biru yang lebih terang sebenarnya memantulkan lebih banyak panas dan cahaya, yang tidak disukai nyamuk.

    2. Ungu

    Ungu juga merupakan warna yang tidak disukai nyamuk terutama karena ungu punya panjang gelombang terpendek dari semua warna pada spektrum cahaya tampak. Ini berguna jika kamu mengecat dinding dan menaruh furnitur berwarna ungu pada ruangan kamu.

    3. Putih

    Umumnya, nyamuk menjauhi warna terang yang memantulkan panas. Ini menjadikan putih sebagai pencegah nyamuk yang ideal. Faktanya, warna putih sering dijadikan objek kontrol yang digunakan dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk memasangkan setiap warna di ruang uji dengan benda putih untuk membandingkan hasilnya. Penelitian menunjukkan bahwa bahkan dengan CO2 yang disemprotkan di ruang uji, nyamuk menghindari benda berwarna putih.

    4. Hijau

    Mungkin terdengar aneh, karena nyamuk biasanya terbang di sekitar pekarangan rumah atau hinggap di tanaman berwarna hijau. Namun ternyata penelitian menunjukkan nyamuk akan berusaha menghindari warna hijau.

    Selama penelitian, seorang peneliti meletakkan tangan kosong mereka di luar ruang uji, tempat nyamuk tertarik. Namun, ketika peneliti yang sama memasukkan tangan mereka ke dalam ruang uji dengan mengenakan sarung tangan hijau, nyamuk mengabaikannya, dan terbang melewatinya. Bahkan saat disemprot dengan CO2 untuk menarik mereka lebih banyak, nyamuk tetap tidak tertarik dengan warna hijau.

    Demikian 4 warna dinding yang tidak disukai nyamuk. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Paling Dibenci Nyamuk, Wajib Kamu Tahu!


    Jakarta

    Cuaca Indonesia yang hangat, sangat disukai nyamuk. Walaupun nyamuk memiliki usia hidup yang pendek, yaitu sekitar 10 hari kehadirannya selalu mengganggu terutama saat kita tidur. Gigitan nyamuk tidak hanya menyebabkan gatal tapi juga bisa jadi perpindahan penyakit seperti DBD dan malaria.

    Saat ini memang sudah banyak produk pengusir nyamuk yang bisa dibeli di pasaran. Tapi kalau nyamuk di rumahmu sudah tidak terhitung, lebih baik kamu menanam tanaman pengusir nyamuk.

    Selama hidupnya nyamuk betina bisa bertelur hingga lima kali, dan dalam sekali bertelur dapat mengeluarkan 100 telur. Daripada bergantung pada produk pengusir nyamuk dan menjadi lebih boros, kamu bisa lebih hemat dengan menanam beberapa tumbuhan di bawah ini. Selain bisa mempercantik taman di rumahmu, beberapa tanaman di bawah ini juga bisa ditambahkan ke dalam masakanmu, lho!


    Basil

    Dilansir dari Jim’s Mowing, Jumat (23/2/2024) selain biasa dipakai untuk bumbu penting dalam masakan Italia, basil juga bisa menangkal nyamuk karena wangi yang dimilikinya. Selain nyamuk, tanaman ini juga bisa mengusir hama lain seperti lalat. Basil termasuk mudah untuk ditanam, tapi kamu harus perhatikan cara perawatannya, basil harus dijaga kelembabannya dan membutuhkan sinar matahari yang banyak. Kamu bisa menanam basil di taman atau di wadah.

    Lavender

    Tidak hanya cantik tapi juga wangi. Wangi harum yang dimiliki lavender berasal dari minyak atsiri yang ada pada daunnya. Tanaman yang memiliki ciri khas bunga berwarna ungu ini memiliki banyak kelebihan. Lavender termasuk tanaman yang kuat karena tahan kekeringan setelah tumbuh, dan hanya membutuhkan sinar matahari dan drainase yang baik. Lavender bisa bertahan di berbagai iklim, tapi dapat tumbuh lebih subur di daerah yang lebih hangat. Lavender sangat cocok buat kamu yang mau punya taman dengan warna yang lebih beragam.

    Marigold

    Bunga yang menjadi ciri khas budaya Bali ini termasuk tanaman yang bisa menghalangi nyamuk masuk ke rumahmu. Kamu bisa tanam di pot dan letakkan dekat teras atau pintu masuk. Marigold memiliki beragam warna seperti kuning terang dan oren gelap.

    Sage

    Wangi yang kuat dari tanaman herba ini ampuh mengusir nyamuk. Tanam di dalam pot dan letakkan di tempat yang banyak nyamuk. Kamu juga bisa menambahkan sage di masakanmu karena tanaman ini masih satu rumpun dengan basil dan oregano.

    Daun Mint

    Dilansir dari Garden Design, tidak hanya nyamuk, bahkan lalat dan semut juga tidak suka dengan wangi dari daun mint. Semakin menyengat aromanya, semakin sedikit serangga yang berani datang ke rumahmu. Tanam daun mint dalam pot di teras rumahmu yang mudah dijangkau, agar kamu mudah memetiknya jika ingin menambahkan sehelai daun mint ke dalam teh.

    Itu tadi beberapa tanaman yang bisa kamu tanam untuk mengusir nyamuk. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan di dalam dan sekitar rumah, agar keluargamu terbebas dari nyamuk!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Mengusir Nyamuk Secara Alami dan Tanpa Obat


    Jakarta

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membasmi nyamuk termasuk dengan cara alami tanpa obat. Nyamuk memang menjengkelkan terlebih jika kena gigitan, bisa menyebabkan gatal dan bahkan bisa sampai terjangkit penyakit berbahaya.

    Sebelum nyamuk datang ke rumah, ada baiknya kamu mencegah dan menghadirkan hal-hal yang tidak disukai mereka. Alhasil, nyamuk akan pergi dan tak balik lagi.

    Mengutip Architectural Digest India, Sabtu (4/3/2024), berikut ini caranya.


    1. Periksa air tergenang

    Air yang tergenang bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Maka dari itu, pastikan tidak ada air tergenang di rumah, seperti di halaman, vas bunga, teras, kamar mandi, balkon, bahkan dapur.

    2. Gunakan kamper

    Kamper atau camphor mampu menghilangkan bau yang menyengat, hal ini bisa mengusir nyamuk secara efektif. Taruh kamper di mangkok yang berisi air dan ganti airnya setiap 2-3 hari.

    3. Gunakan semprotan bawang putih

    Bau yang menyengat dari bawang putih bisa mencegah gigitan nyamuk dan membuat area bebas nyamuk. Caranya, tumbuk beberapa siung bawang putih dan panaskan di air mendidih. Setelah dingin, tuang cairan bawang putih ke dalam botol spray dan semprotkan di sekitar rumah.

    4. Gunakan minyak esensial

    Minyak esensial seperti lavender, tea tree, eucalyptus, mint, dan serai bisa mengusir nyamuk secara efektif. Campurkan beberapa tetes salah satu minyak esensial tersebut ke dalam air, taruh campuran itu ke botol spray dan semprotkan ke sekeliling rumah.

    5. Taruh tanaman pengusir nyamuk

    Menaruh beberapa tanaman pengusir nyamuk juga bisa menjadi alternatif lain. Beberapa di antaranya yaitu marigold, lavender, peppermint, serai, rosemary, bahkan bawang putih.

    6. Gunakan cuka apel

    Semprotan berisi cuka apel juga bisa mengusir nyamuk. Campurkan cuka apel dengan beberapa tetes minyak serai dan semprotkan ke sekeliling rumah.

    7. Pakai lemon dan cengkeh

    Potong lemon menjadi dua lalu tusukkan cengkeh di atasnya. Taruh lemon dan cengkeh tersebut di beberapa area dalam rumah.

    8. Buat jebakan nyamuk

    Taruh mangkuk berisi air sabun di tiap ruangan di rumah. Nyamuk tertarik dengan air, namun sabun bisa memerangkap mereka dan mencegahnya untuk bisa terbang.

    Itulah beberapa tips untuk mengusir nyamuk di rumah. Semoga bermanfaat ya!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Cara Ampuh Usir Nyamuk dari Rumah Pakai Bahan Alami


    Jakarta

    Nyamuk adalah serangga yang sangat mudah dijumpai di Indonesia, hal ini karena nyamuk sangat senang berada di tempat yang hangat. Salah satu faktornya adalah karena Indonesia terletak di garis khatulistiwa, yang tidak lain membuat negara kita beriklim tropis.

    Kamu harus membasmi nyamuk sampai ke akarnya kalau ingin efek jangka panjang, seperti membasmi sumbernya yaitu genangan air. Mau musim panas atau musim hujan, kalau lingkungan di sekitarmu mendukung perkembangbiakan nyamuk, maka sama saja.

    Keberadaan nyamuk sangat mengganggu kegiatan penghuni rumah siang dan malam. Selain menimbulkan bentol dan gatal, suara bising nyamuk terbang pasti mengganggu tidurmu, ‘kan? Di samping itu, gigitan nyamuk juga dapat menjadi media penyebaran penyakit berbahaya, di antaranya adalah demam berdarah, demam kuning, dan malaria.


    Obat nyamuk bakar dan semprotan nyamuk adalah pilihan banyak orang untuk membasmi nyamuk. Namun, kamu tahu nggak kalau ada cara alami mengusir nyamuk tanpa obat-obatan? Begini ulasannya.

    1. Kamper

    Kamper atau yang biasa disebut kapur barus pasti tidak asing di telingamu. Kamper sudah lama terkenal sebagai obat tradisional pengusir nyamuk di rumah. Aromanya yang tajam sangat ampuh menangkal nyamuk. Beli kamper tablet lalu taruh di mangkuk berisi air. Pastikan posisinya sulit untuk dijangkau anak-anak dan hewan karena sangat berbahaya jika terkonsumsi. Ganti kamper setiap beberapa hari sekali.

    2. Bubuk Kopi

    Dilansir dari Livspace, Sabtu (16/3/2024) selain menghasilkan nitrogen untuk tanaman di sekitarnya, bubuk kopi juga bisa mengusir nyamuk. Trik yang satu ini sangat mudah untuk dilakukan. Kalau masalah di rumahmu adalah genangan air, solusinya adalah bubuk kopi.

    Seperti yang kita tahu, nyamuk menyukai genangan air, jadi kamu cukup menaburkan bubuk kopi ke genangannya. Telur nyamuk akan muncul ke permukaan dan mati karena kekurangan oksigen. Tidak hanya nyamuk, bubuk kopi juga bisa mengusir serangga lainnya.

    3. Taruh Irisan Lemon dan Cengkeh di Sekitar Rumah

    Aroma yang dihasilkan oleh lemon dan cengkeh sudah terbukti dapat mengusir nyamuk di rumah. Belah lemon jadi dua dan isikan cengkeh pada masing-masing bagian. Taruh di beberapa piring dan letakkan perpaduan ini di sekitar rumahmu yang banyak nyamuknya.

    4. Aplikasikan Semprotan Bawang Putih

    Bawang putih mengandung belerang yang tidak disukai nyamuk. Cukup hancurkan beberapa siung bawang putih dan rebus dalam air untuk membuat campuran. Lalu, pakai botol semprot untuk menyemprotkan larutan tadi di sekitar garasi, kamar, dan tempat lainnya.

    Larutan bawang putih dapat langsung mematikan nyamuk. Kamu tidak perlu khawatir dengan baunya, karena tidak akan bertahan lama. Kamu juga bisa mengkonsumsi bawang kalau merasa keberatan melakukan cara yang satu ini.

    5. Minyak Esensial

    Bahan selanjutnya yang ampuh mengusir nyamuk adalah minyak esensial, seperti minyak lavender. Semprotkan minyak lavender ke seluruh ruangan di rumahmu, kamu juga bisa semprotkan di pakaianmu untuk mengusir nyamuk.

    Bahkan, kamu juga bisa oleskan di tubuhmu untuk mencegah gigitan nyamuk. Beberapa tetes minyak lavender juga bisa meredakan gigitan nyamuk.

    6. Burung

    Salah satu pengendali perkembangbiakan nyamuk adalah burung, karena memang burung suka memakan nyamuk. Kamu hanya perlu menaruh satu atau dua tempat makan burung di balkon atau teras. Hal ini akan mengundang burung datang ke rumahmu, yang mana mereka akan memakan nyamuk yang ada di rumahmu.

    7. Tanaman Pengusir Nyamuk

    Kemangi memiliki daun beracun bagi serangga, jentik nyamuk yang memakannya akan mati. Kamu bisa tanam satu atau dua kemangi di pintu masuk rumahmu. Kamu juga bisa membuat semprotan pengusir nyamuk dengan beberapa helai daun kemangi.

    Serai juga sering dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk secara alami. Tanaman ini memiliki kandungan senyawa citronella yang bisa menyembunyikan bau asam laktat dan karbon dioksida yang dipakai nyamuk untuk mencari mangsanya.

    8. Cuka Apel

    Cuka apel yang dicampurkan dengan witch hazel adalah kombinasi pengusir nyamuk yang ampuh. Campurkan cuka apel dan witch hazel dengan takaran yang sama ke dalam mangkuk kecil. Lalu, agar tidak terlalu menyengat bisa ditambah beberapa tetes minyak esensial. Kalau bisa pilihlah yang bersifat anti-nyamuk, seperti serai atau kayu putih. Isi botol semprot dengan campuran tadi sampai setengahnya. Kocok dahulu sebelum disemprotkan.

    9. Hilangkan Genangan Air

    Hal utama untuk mengusir nyamuk adalah dengan membasmi tempat berkembangbiaknya yang tidak lain adalah genangan air. Air yang tenang adalah tempat kesukaan nyamuk untuk bertelur,jadi kamu bisa memutus siklusnya dari sini. Bersihkan genangan air yang ada di sekitar rumahmu, seperti pot tua di balkon tanpa drainase memadai biasanya menampung air hujan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

    Itulah 9 cara yang ampuh untuk mengusir nyamuk dari rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Warna Cat yang Dibenci Nyamuk


    Jakarta

    Gangguan nyamuk membuat tidak nyaman. Selain nyamuk sering meninggalkan bekas gigitan kemerahan, spesies nyamuk tertentu dapat menularkan penyakit mematikan, seperti malaria dan demam berdarah.

    Kamu bisa mengusir nyamuk dengan cara mengecat rumah dengan warna yang tidak disukai nyamuk. Dikutip dari Tom’s Guide, menurut para ilmuwan dari University of Washington, ada warna tertentu yang dapat mengusir nyamuk dan ada warna lain yang menarik mereka.

    Dalam studi yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkapkan bahwa indera penciuman nyamuk, responnya dipengaruhi terhadap isyarat atau warna visual. Namun, preferensi warna ini hanya terjadi jika ada karbon dioksida (CO2), yang kita hembuskan saat bernapas.


    Meskipun nyamuk merespons napas, keringat, dan suhu tubuh kita, dengan menghilangkan warna yang menarik perhatian nyamuk dapat membantu mengusir mereka dari rumah.

    Berikut ini beberapa warna yang dibenci nyamuk yang bisa kamu aplikasikan pada dinding rumah.

    1. Biru

    Nyamuk diketahui cenderung menyukai warna yang lebih gelap, penelitian ini mengungkapkan warna biru tidak disukai oleh nyamuk. Warna biru tua, warna biru yang lebih terang sebenarnya memantulkan lebih banyak panas dan cahaya, yang tidak disukai nyamuk.

    2. Ungu

    Ungu juga merupakan warna yang tidak disukai nyamuk terutama karena ungu punya panjang gelombang terpendek dari semua warna pada spektrum cahaya tampak. Ini berguna jika kamu mengecat dinding dan menaruh furnitur berwarna ungu pada ruangan kamu.

    3. Putih

    Umumnya, nyamuk menjauhi warna terang yang memantulkan panas. Ini menjadikan putih sebagai pencegah nyamuk yang ideal. Faktanya, warna putih sering dijadikan objek kontrol yang digunakan dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk memasangkan setiap warna di ruang uji dengan benda putih untuk membandingkan hasilnya. Penelitian menunjukkan bahwa bahkan dengan CO2 yang disemprotkan di ruang uji, nyamuk menghindari benda berwarna putih.

    4. Hijau

    Mungkin terdengar aneh, karena nyamuk biasanya terbang di sekitar pekarangan rumah atau hinggap di tanaman berwarna hijau. Namun ternyata penelitian menunjukkan nyamuk akan berusaha menghindari warna hijau.

    Selama penelitian, seorang peneliti meletakkan tangan kosong mereka di luar ruang uji, tempat nyamuk tertarik. Namun, ketika peneliti yang sama memasukkan tangan mereka ke dalam ruang uji dengan mengenakan sarung tangan hijau, nyamuk mengabaikannya, dan terbang melewatinya. Bahkan saat disemprot dengan CO2 untuk menarik mereka lebih banyak, nyamuk tetap tidak tertarik dengan warna hijau.

    Demikian 4 warna dinding yang tidak disukai nyamuk. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Selokan Mampet Jadi Sarang Nyamuk, Bagaimana Cara Atasinya?



    Jakarta

    Selokan mampet menjadi masalah yang sangat mengganggu, apalagi jika yang mampet adalah selokan di depan rumah. Selokan yang mampet atau tersumbat bisa mengakibatkan banyak masalah, seperti menjadi sarang nyamuk, menimbulkan bau tak sedap, bahkan sampai menyebabkan banjir. Lantas, bagaimana cara mengatasi selokan yang mampet?

    Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki, menjelaskan bahwa ada langkah preventif yang bisa dilakukan untuk mencegah selokan mampet. Langkah ini dimulai dari awal pembangunan rumah, dengan membuat desain selokan yang benar.

    “Biasanya sih tindakan preventifnya itu dimulai dari sebelum mulai pembangunan itu rumah. Nah, jadi kalau misalkan rumah itu belum terbangun, kita bisa nih bikin desainnya saluran itu harus benar dengan kemiringan yang memang sesuai,” kata Panggah Nuzhul Rizki kepada detikProperti, Senin (6/5/2024).


    Selokan yang baik harus memiliki kemiringan yang benar dan sesuai. Hal ini berguna untuk membuat aliran air di selokan deras dan lancar. Panggah juga mengatakan bahwa selokan mampet umumnya disebabkan oleh aliran air yang tidak lancar dan kecil.

    “Jadi mampet itu kan sebenarnya karena jalannya air tidak lancar. Alirannya kurang, akhirnya karena ada kotoran yang agak besar airnya jadi tidak lancar dan kotorannya tidak bisa terdorong. Kalau misalkan ada kotoran tapi airnya deras dan lancar kan bisa kebuang. Nah, makanya kalau dari perencanaan itu tindakan preventifnya adalah desain saluran air itu benar-benar harus dengan kemiringan yang lancar,” ucap Panggah menjelaskan.

    Namun, jika membeli rumah yang sudah jadi, pemilik rumah diharuskan untuk terus melakukan perawatan terhadap selokannya. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan menyaring semua yang masuk ke dalam saluran pembuangan. Misalnya, saring kotoran atau sisa makanan terlebih dahulu sebelum mencuci piring, ambil dan buang rambut yang rontok agar tidak masuk ke saluran air kamar mandi.

    “Nah, kalau misalkan sudah jadi (rumahnya) itu ya mau nggak mau misalkan rumah itu salurannya sering mampet gitu, ya tetap maintenance harus dilakukan terus. Terus bisa juga dilakukan penyaringan dulu di lubang-lubang saat air itu mau keluar, misalkan di kitchen sink,” pungkasnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Warna Cat Dinding yang Disukai Nyamuk, Jatuh Pada…


    Jakarta

    Nyamuk adalah serangga yang sering kali ditemukan di rumah. Selain suara mendengungnya yang mengganggu, nyamuk juga bisa membuat kita terkena penyakit seperti demam berdarah. Tapi, tahukah kamu kalau ternyata ada beberapa warna cat dinding di rumah yang dianggap bisa mengundang nyamuk.

    Mulai dari warna cat tembok sampai warna pakaian, beberapa warna memang terbukti disukai oleh nyamuk. Banyak yang beranggapan bahwa warna hitam adalah warna yang paling disukai dan bisa mengundang nyamuk. Oleh karena itu, banyak orang yang menghindari warna cat hitam untuk dinding rumahnya.

    Tapi, apa benar nyamuk suka warna hitam? atau ada warna lain juga yang disukai? Simak jawabannya di bawah ini.


    4 Warna Cat Dinding yang Disukai Nyamuk

    1. Hitam

    Mengecat ruangan dengan warna hitam bisa sangat menarik bagi nyamuk. Melansir dari Homes and Gardens, Sholom Rosenbloom, Pemilik Pengendalian Hama Rosenbloom, berpendapat bahwa daya tarik nyamuk terhadap warna hitam berasal dari kebutuhan makhluk tersebut untuk menghindari sinar matahari langsung. Hal ini dikarenakan paparan sinar matahari yang terlalu lama bisa menyebabkan dehidrasi dan kematian dini pada nyamuk.

    “Inilah sebabnya kita lebih sering melihat mereka saat senja dan fajar; karena matahari mengancam mereka,” kata Sholom Rosenbloom, seperti melansir dari Homes and Gardens, Rabu (26/6/2024).

    2. Biru Tua

    Sama seperti warna hitam yang menarik perhatian nyamuk, warna gelap dan jenuh lainnya juga bisa menarik nyamuk. salah satunya adalah warna biru tua. Emma Grace Crumbley, Ahli Entomologi Nyamuk mengatakan bahwa warna biru tua dan warna-warna gelap lainnya menarik bagi nyamuk. Hal ini dikarenakan warna-warna gelap bisa menyerap panas.

    “Oleh karena itu, mereka cenderung menyelidiki inang potensial (karena inang, seperti manusia, juga mengeluarkan panas),” kata pakar tersebut.

    Warna-warna ini begitu kuat sehingga para ilmuwan menggunakannya sebagai daya tarik ketika mengawasi nyamuk dengan memasang perangkap nyamuk berwarna gelap.

    3. Merah

    Terlepas dari warna kulit, ‘panjang gelombang’ warna merah ternyata juga bisa dideteksi oleh nyamuk. Bahkan, warna merah adalah salah satu warna yang paling dicari oleh hama ini. Emma merujuk pada penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa paparan bau seperti CO2 memicu ketertarikan nyamuk terhadap warna-warna seperti merah. Hal ini berarti, nyamuk cenderung berkerumun di ruangan merah untuk mencari mangsa.

    “Para ilmuwan percaya nyamuk menggunakan sensor suhu khusus untuk mendeteksi keberadaan mangsa berdarah panas,” tambah Sholom.

    4. Oranye

    Sama seperti warna merah yang disukai nyamuk, warna oranye juga menunjukkan ‘panjang gelombang’ yang sama dan juga menarik bagi nyamuk. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya detail penglihatan nyamuk. Selain itu, deteksi bentuk yang berbeda dari latar belakangnya bisa memberi petunjuk kepada nyamuk bahwa ada calon inang di dekatnya.

    Warna yang Dibenci Nyamuk

    Namun, penting untuk diingat bahwa ketertarikan nyamuk kepada sesuatu dipengaruhi oleh penglihatan dan juga penciumannya. Lalu, warna yang bisa digunakan untuk mengusir nyamuk?

    Menurut penelitian di University of Washington, warna yang cocok untuk mengusir nyamuk adalah putih, hijau, biru, dan ungu. Hal ini bukan karena nyamuk tidak menyukai warna-warna ini, namun karena warna-warna tersebut memantulkan panas dan cahaya, yang sebenarnya tidak disukai. Itulah sebabnya nyamuk biasanya mulai muncul saat senja.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com