Tag: nyaring

  • Token Listrik Berbunyi Nyaring? Coba Matikan dengan Kode Ini!


    Jakarta

    Saat ini penggunaan listrik pra-bayar atau token listrik semakin banyak dipakai, terutama pada kontrakan, kos-kosan, hingga rumah milik sendiri. Penggunaan listrik pra-bayar ini memudahkan penghuni rumah yang ingin menggunakan listrik sesuai yang mereka bayarkan.

    Ketika listrik yang dibayarkan telah habis atau mendekati batas terendah pemakaian, meteran listrik atau kWh meter akan terdengar suara nyaring berkali-kali. Bunyi ini muncul secara otomatis sebagai pengingat agar penghuni rumah segera mengisi token listrik.

    Sayangnya, beberapa penghuni rumah terkadang tidak menyadari kapan token listrik mereka habis. Beberapa kejadian, token tersebut habis saat penghuni rumah sedang tidak ada di rumah sehingga suara nyaring terdengar hingga berjam-jam lamanya. Suara nyaring ini mengganggu tetangga, apalagi yang tinggal di kos-kosan atau kontrakan yang pintunya saling berdekatan.


    Bagi kamu yang pernah menjadi korban kebisingan suara token listrik habis, tidak perlu khawatir karena ada cara untuk mematikan suara nyaring tersebut. Memang cara paling ampuh adalah meminta pemilik rumah mengisi token listrik segera. Namun, apabila kamu tidak bisa mengenal pemilik rumah, kamu bisa memasukkan sebuah kode di kWh meter rumah tersebut.

    Cara Mematikan Bunyi Token Listrik yang Habis

    Berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu coba untuk mematikan alarm token listrik yang bunyi.

    1. Tekan Tombol 812 untuk Mematikan Bunyi Token Listrik

    Kode 812 dapat menyelamatkan kamu dari suara bising, tetapi sifatnya sementara. Penghuni rumah tersebut tetap harus mengisi token listrik agar bunyi peringatan tidak berbunyi lagi. Cara menggunakan kode ini sebagai berikut.

    • Dekati kWh meter pra-bayar yang berbunyi
    • Tekan 812
    • Lalu, tekan ‘enter’

    2. Pakai Kode 456

    Kode kedua yang bisa kamu pakai untuk mematikan bunyi alarm token listrik yang habis adalah dengan menekan angka 456. Kode ini kamu bisa pakai untuk bunyi peringatan token pra-bayar yang sebentar lagi habis. Biasanya alarm ini akan berbunyi saat listrik di rumah tersebut tersisa 20 kwh, batas listrik paling rendah.

    Sama seperti kode sebelumnya, kode ini juga sifatnya sementara. Setelah memasukkan kode tadi, kamu bisa Cara ini tidak mematikan token secara langsung namun akan mengatur kapan token akan berbuny lagi. Cara memasukkan kode tersebut sebagai berikut.

    • Tekan tombol secara acak
    • Masukkan angka 456 dan nomor batas minimal daya yang kamu inginkan. Contohnya 45605 kemudian enter, artinya ketika daya listrik tersisa 5 kWH maka token akan berbunyi.

    3. Segera Isi Ulang Saldo Token Listrik

    Setelah berhasil mematikan suara alarm, kamu perlu memberitahu pemilik rumah untuk segera mengisi ulang saldo token listrik.

    4. Isi Saldo Token Listrik Lebih Banyak dari Jumlah rata-Rata Pemakaian

    Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, kamu bisa meminta pemilik token tersebut mengisi saldo lebih untuk listriknya. Hal ini berlaku pula untuk kamu yang sering lupa kapan harus membayar token listrik. Dengan begitu, kamu tidak akan mengganggu tetangga dan tidak was-was kapan listrik di rumah mati.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Waktu yang Tepat Kuras Toren Biar Nggak Berlumut



    Jakarta

    Toren air harus dibersihkan secara berkala. Sebab, toren air mudah sekali berlumut, muncul endapan pasir, hingga kapur. Kotoran-kotoran tersebut dapat mempengaruhi kualitas air dan menyumbat pipa.

    Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega menyarankan untuk secara teratur membersihkan toren air, sekitar 6 bulan sekali.

    “Kalau kita anjurannya 3 sampai 6 bulan sekali. Tapi balik lagi tergantung kualitas air. Kan ada yang pakai air tanah, terus misalnya banyak andapan pasir. Nah itu mungkin bisa lagi sering dikuras supaya nggak ada kotoran,” kata Mega saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).


    Apabila kualitas air kurang bagus seperti warnanya kekuningan, banyak sendimen di dalamnya, atau bahkan berlumpur, disarankan untuk menguras toren sebulan sekali. Selain itu, untuk kualitas airnya yang kurang bagus, bisa menambahkan filter di tempat air masuk ke toren.

    “Kita sarankan lagi pakai filter air. Jadi setelah toren dipasang, nanti pasang filter air buat nyaring sedimen,” terangnya.

    Kemudian, untuk cara mengurasnya sebenarnya sama seperti membersihkan wadah biasa sehingga bisa dilakukan sendiri. Sebab, beberapa toren air saat ini sudah dilengkapi pipa pembuangan di bawah toren sehingga mudah untuk membuang air tanpa harus memindahkan letak toren tersebut.

    Untuk mencegah pertumbuhan lumut berlebih, Mega menyarankan untuk mencari jenis toren yang memang kedap cahaya. Sebab, cahaya juga bisa memicu munculnya jamur di dalam toren. Ia juga menegaskan jika warna bukan alasan toren bisa berlumut, melainkan ketebalan dindingnya. Semakin tebal dinding toren, maka cahaya juga akan sulit untuk masuk.

    “Warnanya kedap cahaya, itu dijamin nggak akan lumutan. Yang penting pokoknya nggak ada sinar matahari yang masuk ke dalam tangki. Jadi yang penting itu dindingnya kedap cahaya,” ujarnya.

    Cara untuk mengetes ada kebocoran cahaya di dalam toren adalah dengan memasukkan kamera ke dalam toren. Kemudian, tutup rapat-rapat beberapa saat. Cek hasil rekaman, apakah ada ada cahaya yang terekam atau justru gelap gulita setelah toren ditutup. Apabila gelap, berarti toren tersebut sudah kedap cahaya dan pemiliknya tidak perlu khawatir pertumbuhan lumut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Waktu Ideal buat Kuras Toren Air? Ini Rekomendasinya



    Jakarta

    Toren air adalah tempat untuk menyimpan cadangan air bersih di rumah. Meski isinya air bersih, penghuni rumah perlu membersihkan atau menguras toren air secara berkala.

    Jika toren air dibiarkan kotor, kualitas air bakal terganggu dan pipa bisa tersumbat. Soalnya, tangki ini mudah berlumut dan muncul endapan pasir hingga kapur.

    Lalu, kapan saatnya toren air dikuras dan dibersihkan? Berikut ini penjelasannya.


    Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega menganjurkan agar toren air dibersihkan secara teratur. Ia menyebutkan waktu untuk pengurasan sekitar 6 bulan sekali.

    “Kalau kita anjurannya 3 sampai 6 bulan sekali. Tapi balik lagi tergantung kualitas air. Kan ada yang pakai air tanah, terus misalnya banyak endapan pasir. Nah itu mungkin bisa lagi sering dikuras supaya nggak ada kotoran,” kata Mega kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Jika kalau kualitas air kurang bagus di rumah, sebaiknya kuras toren sebulan sekali. Kondisi air yang dimaksud seperti warnanya kekuningan, terdapat banyak sedimen atau berlumpur.

    “Kita sarankan lagi pakai filter air. Jadi setelah toren dipasang, nanti pasang filter air buat nyaring sedimen,” terangnya.

    Kemudian, cara kuras toren air sama seperti membersihkan wadah biasa sehingga dapat dilakukan sendiri. Beberapa toren air pun sekarang sudah ada yang punya pipa pembuangan di bawahnya. Dengan begitu, penghuni lebih mudah membuang air tanpa perlu memindahkan letak toren.

    Cara Cegah Toren Air Berlumut

    Selain itu, penghuni dapat mencegah pertumbuhan lumut berlebih untuk menjaga kebersihan air. Mega menyarankan untuk menggunakan toren yang kedap cahaya. Cahaya dapat memicu pertumbuhan jamur di dalam toren.

    Bukan soal warna toren, ia menegaskan ketebalan dindingnya yang mempengaruhi pertumbuhan lumut. Semakin tebal dinding toren, maka cahaya akan sulit masuk.

    “Warnanya kedap cahaya, itu dijamin nggak akan lumutan. Yang penting pokoknya nggak ada sinar matahari yang masuk ke dalam tangki. Jadi yang penting itu dindingnya kedap cahaya,” ujarnya.

    Penghuni dapat melakukan tes untuk mengecek kebocoran cahaya di dalem toren. Caranya dengan memasukkan kamera yang sedang merekam video, lalu tutup toren rapat-rapat.

    Setelah itu, cek hasil rekaman. Apabila video tersebut gelap gulita, dapat dipastikan toren kedap cahaya.

    Itulah tips seputar toren air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com