Tag: nyawa

  • Saya Punya Rumah di Atas Lahan Kereta Api, Bisakah Dapat Surat Legalitas?



    Jakarta

    Pertanyaan

    Saya membangun rumah di tanah rel kereta api, dan sekarang ini saya butuh modal usaha dan saya berniat menjaminkan rumah dan tanah saya, namun saat ini saya tidak memiliki surat di atas tanah tersebut sehingga kesulitan mendapatkan pinjaman. Bagaimana status kepemilikan tanah dan bangunan saya di areal kereta
    api, dapatkah saya memiliki surat-surat di atas tanah tersebut?

    Arista
    Pembaca detikProperti

    Jawaban

    Menanggapi pertanyaan di atas, dengan ini kami sampaikan bahwa Pemerintah telah melarang membangun dan/atau memiliki pemukiman diareal tanah milik perkeretaapian sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 178 ayat (1), dan yang berbunyi “Setiap orang dilarang membangun gedung, membuat tembok, pagar, tanggul, bangunan lainnya, menanam jenis pohon yang tinggi, atau menempatkan barang pada jalur kereta api yang dapat mengganggu pandangan bebas dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api”


    Sementara itu, UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pasal 140 berbunyi sebagai berikut, ;Setiap orang dilarang membangun perumahan dan/atau permukiman di tempat yang berpotensi dapat menimbulkan bahaya bagi barang ataupun orang, sehingga ditegaskan bahwa yang dimaksud dengan tempat
    yang berpotensi dapat menimbulkan bahaya: antara lain adalah sempadan rel kereta api, bawah jembatan, daerah saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET), daerah sempadan sungai (DSS), daerah rawan bencana, dan daerah kawasan khusus militer.

    Bahwa terkait permasalahan yang disampaikan, dapatkah memiliki surat-surat di atas tanah/bangunan di sekitar kereta api, dengan ini kami sampaikan masyarakat tanpa terkecuali, tidak dapat memiliki tanah atau surat di atas lahan Kawasan perkeretaapian mengingat bidang tanah tersebut milik PT. Kereta Api Indonesia. Kami memahami kondisi yang terjadi pada subjek penanya, akan tetapi karena beberapa hal yang di perhatikan apabila masyarakat memilih mendirikan permukiman liar di sempadan rel kereta api dipandang dari segi keamanannya permukiman yang berada di sempadan rel kereta api sangat terancam, karena tidak jarang kereta melewati rel yang masih aktif untuk melintasi rel tersebut sangatlah membahayakan dan dapat mengancam keselamatan nyawa seseorang.

    Demikian yang dapat kami sampaikan

    Muhammad Rizal Siregar, S.H,. M.H

    SIREGAR & CO

    Pengacara dan Pakar Hukum Properti

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Rumah Kosong Lama Tak Dihuni Bisa Cepat Rusak? Ini Alasannya


    Jakarta

    Banyak yang beranggapan rumah kosong yang lama tidak dihuni akan cepat rusak. Bahkan, penghuni rumah seakan-akan menjadi ‘nyawa’ suatu rumah, sehingga bangunannya bisa bertahan lama.

    Ya, memang rumah yang tidak ditinggali lebih rentan rusak. Kondisi rumah akan semakin buruk mulai dari cepat tumbuh ilalang, lembap dan tembok akan retak hingga sewaktu-waktu bangunan dapat ambruk.

    Lantas, kenapa rumah kosong atau tak berpenghuni lebih berisiko rusak lebih cepat. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Alasan Rumah Tak Berpenghuni Cepat Rusak

    1. Sirkulasi Udara Buruk

    Dikutip dari detikFinance, Senin (23/9/2024), ternyata kondisi rumah sangat dipengaruhi oleh kualitas sirkulasi udara. Kalau tidak ada yang tinggal dan beraktivitas di rumah, maka sirkulasi di dalamannya mencjadi tidak bagus.

    Udara menjadi lembap saat rumah dibiarkan kosong, sehingga bangunan dan barang di dalam rumah menjadi lebih cepat rusak.

    Nah, salah satu contohnya dampak sirkulasi udara buruk ada pada perabotan. Kualitas udara yang nggak bagus bisa membuat perabotan kayu lapuk. Selain itu, perabotan yang terbuat dari besi juga akan mudah berkarat.

    2. Rumah Jarang Dirawat

    Kemudian, rumah yang kosong atau tidak ditempati pasti jarang, bahkan tidak pernah dibersihkan dan dirawat. Hal ini juga memicu kerusakan lebih cepat dibandingkan rumah yang ditempati dan dirawat oleh penghuninya.

    Jika rumah berpenghuni, tentu saja rumah akan dirawat dan dibersihkan sehingga memperlambat berbagai kerusakan di rumah.

    3. Hewan Bersarang

    Selanjutnya, rumah kosong menjadi tempat yang cocok buat hewan bersarang dan berkembang biak. Tanpa pengawasan penghuni, makhluk hidup lain seperti laba-laba dan tikus mengotori dan merusak rumah.

    Oleh karena itu, kalau sudah mempunyai rumah dan belum ditempati, sebaiknya dijenguk dan dibersihkan minimal satu minggu sekali. Rawatlah rumah dengan menyapu dan mengepel lantai. Lalu, mengelap kaca-kaca dan membuka pintu jendela agar aliran udara lebih baik.

    Itulah beberapa penyebab rumah yang tak berpenghuni lebih cepat rusak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Rumah Bisa Cepat Rusak Jika Lama Kosong dan Tak Dihuni


    Jakarta

    Rumah yang sudah lama kosong dan dibiarkan terbengkalai bisa cepat rusak. Meskipun tidak ada gempa bumi, banjir, ledakan, atau tertabrak benda berat, rumah bisa rusak dengan sendirinya.

    Pasti kamu sering melihat rumah yang lama kosong terlihat tidak terawat, kotor, dan suram. Penampilan seperti ini sebenarnya pertanda bahwa kualitas bangunan menurun lho.

    Meskipun rumah itu benda mati, bangunan ini juga perlu dirawat dan diperhatikan agar dapat bertahan lama. Namun, yang lebih penting adalah rumah tersebut harus diisi oleh manusia karena penghuni adalah ‘nyawa’ dari rumah tersebut.


    Alasan Rumah Tak Berpenghuni Cepat Rusak

    1. Sirkulasi Udara Buruk

    Dilansir detikFinance, rumah yang selalu tertutup memblokir sirkulasi udara. Akibatnya rumah jadi mudah lembap dan suhu antara luar dan dalam rumah berbeda. Ruangan yang terlalu lembap memicu pertumbuhan jamur dengan cepat. Material seperti kayu menjadi media pertumbuhan jamur yang cepat. Bayangkan jika kerangka utama rumah tersebut dari kayu, lalu banyak jamur yang tumbuh di permukaannya. Seiring waktu kayu akan lapuk dan patah.

    Jamur tidak hanya tumbuh di kayu, bisa juga di beton. Lalu, kelembapan juga bisa memicu karatan pada besi.

    2. Rumah Jarang Dirawat

    Rumah yang kosong atau tidak ditempati pasti tidak pernah dibersihkan. Debu yang menempel pada benda atau dinding memicu pertumbuhan banyak hama dan jamur. Debu juga dapat menimbulkan bau tidak sedap di rumah karena aktivitas jamur tersebut.

    3. Hewan Bersarang

    Seperti yang disebut sebelumnya, rumah kosong menjadi tempat yang cocok buat hewan bersarang dan berkembang biak. Sebagai contoh laba-laba dan tikus dapat hidup di tempat yang kotor.

    Alangkah baiknya, jika memiliki rumah yang tidak dapat ditempati, sebaiknya sering ditengok untuk dibersihkan minimal satu minggu sekali. Jika tidak bisa menengoknya, kamu bisa menjualnya agar rumah tidak rusak dengan percuma.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Bolehkah Tebang Pohon Tetangga yang Masuk ke Halaman dan Bikin Kotor?



    Jakarta

    Dahan pohon tumbuh menjalar, semakin besar batangnya, semakin panjang rantingnya tumbuh ke segala arah. Terkadang, ranting tersebut bisa sampai ke rumah tetangga.

    Sebenarnya hal ini merupakan hal yang wajar. Namun, jika ranting yang masuk ke halaman tetangga tersebut memiliki buah dan daun yang sering jatuh, itu bisa mengotori pekarangan orang lain. Tidak semua orang dapat memaklumi hal itu, pasti ada beberapa yang kesal karena harus membersihkan halaman yang kotor karena pohon milik orang lain.

    Pemilik pohon juga jangan menganggap sepele hal ini karena daun kering yang jatuh, dapat menyumbat saluran air, daun kering yang menumpuk di pojokan lalu basah karena air hujan bisa menarik nyamuk datang, dan hal paling mengganggu adalah merusak estetika rumah seseorang. Jadi perihal pohon ini bisa menjadi hal yang serius bukan hanya soal mengotori pekarangan orang lain.


    Lantas bagaimana cara menyelesaikan hal ini? Beberapa orang mungkin akan menjawab, tebang saja ranting yang masuk ke pekarangan rumah. Namun, tidak semua tetangga yang dirugikan berani melakukan hal itu.

    Eits, tenang! Dilansir dari Kejaksaan Negeri Sukoharjo, ada pasal yang memperbolehkan hal tersebut, termuat dalam pasal Pasal 666 KUHPerdata yang berbunyi:

    “Tetangga mempunyai hak untuk menuntut agar pohon dan pagar hidup yang ditanam dalam jarak yang lebih dekat daripada jarak tersebut di atas dimusnahkan. Orang yang di atas pekarangannya menjulur dalam pohon tetangganya, maka ia menuntut agar tetangganya menolaknya setelah ada teguran pertama dan asalkan ia sendiri tidak menginjak pekarangan si tetangga.”

    Dalam pasal tersebut setiap orang boleh menuntut tetangga karena perkara pohon rumah mereka. Namun, sebelum itu orang yang dirugikan harus menegur baik-baik pemilik pohon tersebut dan menyelesaikan secara kekeluargaan.

    Jangan lupa untuk selalu menggunakan bahasa yang jelas dan sopan saat menyampaikan keluhan. Apabila pemilik menolak untuk bertanggung jawab dan tidak mau menebang pohonnya, baru tetangga yang dirugikan bisa membawa kasus ini ke jalur hukum. Jangan lupa sertakan bukti yang kuat jika pemilik pohon tidak bertanggung jawab dan tidak merawat pohonnya yang menyebabkan pekarangan kotor.

    Menurut advokat Naufal Fikri Mujaddid SH, jatuhnya dedaunan di pekarangan rumah orang lain dan pemilik pohon tersebut tidak bertanggung jawab, itu juga dipermasalahkan ke jalur hukum.

    Dilansir detikNews, pasal yang dapat mendukung aduan tetangga kamu ini adalah Pasal 201 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang mengatakan:

    “barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan gedung atau bangunan dihancurkan atau dirusak, diancam:

    dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana kurungan paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika perbuatan itu menimbulkan bahaya umum bagi barang;

    dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika perbuatan itu menimbulkan bahaya bagi nyawa orang;

    dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana kurungan paling lama satu tahun jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati.”

    Pertama bahwa jatuhnya dedaunan atau perusakan yang disebabkan oleh ranting pohon tersebut karena kelalaian (dalam doktrin hukum pidana disebut kealpaan) tetangga. Kedua karena si tetangga lalai dalam merawat pohon sehingga daunnya berjatuhan.

    Maka, harus ada hubungan hubungan kausalitas (baca ; sebab akibat) yang bahwa kelalaian tetangga dalam merawat pohon sehingga daunnya berjatuhan menyebabkan kehancuran dan atau kerusakan yang timbul pada pekarangan dan atau kebendaaan milik. Atau secara sederhana, kamu harus bisa membuktikan bahwa kerusakan yang diderita karena si tetangga dalam merawat pohon hingga daunnya.

    Hal ini berkaitan bahwa dalam konteks pidana yang dicari adalah kebenaran materiel. Hal ini berkaitan bahwa dalam konteks pidana yang dicari adalah kebenaran materiel.

    Kedua, kamu dapat meminta pertanggungjawaban tetangganya dalam merawat pohon sehingga daunnya berjatuhan menyebabkan kehancuran dan atau kerusakan yang timbul pada pekarangan dan atau kebendaan milik orang lain.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tanaman yang Ampuh Cegah Ular Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Ada sejumlah kasus ular masuk ke dalam rumah penduduk. Hal ini tentu sangat berbahaya karena dapat mengancam nyawa manusia maupun ular itu sendiri.

    Agar kamu aman dari serangan reptil tersebut, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan tanaman. Sebab, ada beberapa tanaman yang diklaim ampuh mencegah ular masuk ke rumah.

    Lantas, apa saja tanaman yang dapat mencegah ular masuk ke rumah? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanaman yang Ampuh Mencegah Ular Masuk ke Rumah

    Ular merupakan salah satu hewan yang tidak suka aroma menyengat. Maka dari itu, kamu bisa mencegah ular masuk ke rumah dengan menanam beberapa tanaman yang beraroma tajam. Dilansir situs Homes and Gardens, Kamis (22/5/2025) berikut rekomendasi tanamannya:

    1. Lavender

    Tanaman yang pertama adalah lavender. Selain ampuh mengusir nyamuk dan serangga, tanaman ini juga bisa mencegah ular masuk ke dalam rumah karena mengeluarkan aroma yang menyengat, sehingga dapat mengganggu indra penciuman ular.

    “Lavender punya bau menyengat yang tidak disukai ular dan lebih suka menghindarinya daripada melaluinya untuk masuk ke halaman Anda. Tanaman ini bisa dijadikan pagar anti ular yang bagus,” kata Nicole Carpenter, pakar pengendalian hama Black Pest Prevention.

    2. Rosemary

    Aroma kuat yang keluar dari rosemary ternyata juga dapat membantu mengusir ular. Agar tidak menarik perhatian ular, sebaiknya rosemary ditanam dalam jumlah sedang atau di dalam pot.

    “Rosemary memiliki dedaunan lebat yang dapat berfungsi sebagai tempat berlindung bagi ular,” ujar Nicole.

    3. Serai

    Serai atau disebut juga sereh bisa jadi opsi alternatif guna mencegah ular masuk ke rumah. Aroma segar dan wangi dari serai ternyata juga tidak disukai ular sehingga mereka lebih memilih menghindarinya.

    “Seperti tanaman lainnya yang mengeluarkan aroma kuat, serai bisa membingungkan ular dan mempersulit mereka untuk berburu karena indra penciumannya terganggu,” ungkap Nicole.

    4. Kaktus

    Meski tidak mengeluarkan aroma menyengat, kaktus bisa digunakan untuk mencegah ular masuk ke pekarangan rumah. Hal ini berkat duri pada kaktus yang bisa menyulitkan ular saat melata di antara tanaman-tanaman.

    5. Lidah Mertua

    Tanaman yang satu ini cukup banyak ditanam di rumah-rumah warga. Selain menambah asri, lidah mertua dinilai ampuh untuk mencegah ular memasuki halaman rumah.

    Lidah mertua memiliki daun tinggi dan melengkung seperti pedang yang bikin ular merasa tidak nyaman. Namun, belum diketahui pasti apa yang membuat ular tidak menyukai lidah mertua, entah tepi daunnya yang tajam atau merasa terancam saat melalui tanaman ini.

    6. Marigold

    Tanaman berikutnya adalah marigold. Selain dapat mencegah ular, tanaman ini juga ampuh mengusir serangga dan nyamuk di dalam rumah.

    Marigold dapat mengeluarkan aroma tajam yang mengganggu indra penciuman ular. Akar tanaman ini juga tumbuh agresif sehingga dapat menjangkau lokasi persembunyian ular di dalam tanah.

    7. Allium

    Allium merupakan salah satu tanaman yang mengandung sulfonat dan aroma menyengat. Genus tanaman allium dinilai efektif untuk mengusir ular dan berbagai hama lainnya. Adapun jenis-jenis tanaman allium di antaranya bawang putih, bawang bombay, dan kucai.

    8. Basil

    Biasanya, basil digunakan sebagai bumbu masak agar menciptakan aroma lezat. Ternyata, aroma yang kuat dari basil tidak disukai ular sehingga dapat mengusirnya agar tak masuk ke rumah.

    Sebagai catatan, basil membutuhkan sinar matahari langsung agar tumbuh subur dan jangan ditanam di kompos basah. Jika dibiarkan maka basil akan cepat membusuk.

    9. Eucalyptus

    Eucalyptus dapat digunakan untuk mencegah ular masuk ke hunian kamu. Tanaman ini mengeluarkan aroma kuat yang tidak disukai ular.

    “Eucalyptus mengeluarkan bau yang kuat sepanjang tahun sehingga jadi solusi tahan lama dibandingkan tanaman lain untuk mengusir ular, seperti marigold atau lavender,” papar Nicole.

    10. Alder Kuning

    Selain bunganya yang cantik, alder kuning ternyata bisa dimanfaatkan untuk mengusir hama, serangga, dan reptil di halaman rumah. Kamu bisa menanam alder kuning di bawah sinar matahari dan disiram secara rutin.

    “Alder kuning dapat menjadi pengusir hama alami yang ampuh karena bisa memengaruhi ular secara tidak langsung dengan mengusir hama lain dan hewan pengerat yang menjadi sumber makanan ular,” pungkas Nicole.

    Benarkah Tanaman Ampuh Mencegah Ular Masuk Rumah?

    Sejumlah tanaman di atas disebut ampuh mencegah ular masuk ke rumah. Namun, benarkah efektif?

    Dikutip dari Envynature, menanam tanaman tidak bisa dikatakan 100 persen berhasil mencegah ular masuk ke rumah. Soalnya, ular tertarik dengan area yang banyak tempat persembunyian, sumber makanan, dan kehangatan.

    Jadi, tanaman tersebut hanya membuat ular merasa tidak nyaman karena mencium aroma tajam. Dalam beberapa kasus, ular mampu menoleransi bau tersebut ketika merasa terancam atau terdapat sumber makanan di sana.

    Meski begitu, tak ada salahnya menanam tanaman tersebut di pekarangan. Namun, pastikan juga merawat halaman rumah secara rutin untuk mencegah kedatangan ular dengan cara berikut:

    • Memangkas rumput yang sudah tinggi
    • Membersihkan daun-daun atau ranting yang berserakan di halaman
    • Memasang pagar yang cukup tinggi agar ular tak bisa melaluinya
    • Sebaiknya jangan menanam tanaman semak-semak rapat karena sering dijadikan tempat persembunyian ular.

    Itulah 10 tanaman yang ampuh mencegah ular masuk ke rumah. Semoga bermanfaat!

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Pekerjaan Rumah yang Harus Dikerjakan Tukang, Bahaya Jika Diurus Sendiri


    Jakarta

    Ketika ada barang rusak dan perlu segera diperbaiki, terkadang kita berinisiatif untuk menyelesaikan masalah itu sendirian. Apabila tidak paham, kita mencari cara memperbaikinya melalui internet.

    Beberapa percobaan mungkin berhasil, tetapi tidak semua barang di rumah bisa diselesaikan seorang diri. Sebab, ilmu dari panduan atau internet saja tidak cukup. Apabila diselesaikan sendiri tanpa bantuan tukang atau ahli, khawatirnya berisiko pada keselamatan diri sendiri.

    Dilansir The Spruce, berikut 7 perbaikan di rumah yang sebaiknya dilakukan oleh para profesional untuk memastikan keamanan dan hasil yang optimal.


    1. Proyek Perpipaan Besar

    Perpipaan di rumah pemasangannya tidak semudah kelihatannya. Apalagi letaknya tidak di permukaan. Apabila terdapat masalah pada perpipaan atau butuh memasang pipa yang baru, sebaiknya panggil tukang ledeng berlisensi. Mereka jauh lebih berpengalaman sehingga bisa bekerja lebih cepat dan tepat.

    2. Penebangan Pohon

    Beberapa orang mengira menebang pohon adalah urusan kecil. Mereka bisa mengatakan hal tersebut untuk ukuran pohon yang kecil. Namun, bagaimana jika ukurannya besar, sebesar pohon beringin misalnya. Salah potong justru dapat membahayakan nyawa dan merusak bangunan di sekitarnya. Demi memastikan keamanan, sebaiknya panggil tenaga profesional yang memang berpengalaman dalam hal tanaman dan pertanaman.

    3. Renovasi Struktur Rumah

    Struktur rumah yang rusak tentu perlu perbaikan, tetapi hal tersebut dilakukan setelah berkonsultasi dengan arsitek. Hal ini untuk mengukur bagian mana yang harus diperbaiki dan bagaimana cara menggantinya agar minim debu, biaya, dan agar tetap aman. Struktur bangunan ini mencakup fasad, fondasi, tiang, atau bagian lainnya yang menopang rumah tersebut tetap berdiri.

    4. Pekerjaan Listrik

    Berurusan dengan perangkat kelistrikan harus dengan perlengkapan yang lengkap dan aman. Banyak kejadian orang meninggal dunia karena tersetrum listrik. Oleh karena itu, pemasangan kabel atau peningkatan panel perlu dilakukan oleh tukang listrik berlisensi. Keamanan dan kepatuhan dengan kode bangunan lokal harus diutamakan.

    5. Pemasangan Jendela

    Biasanya pemasangan jendela dilakukan setelah fasad atau dinding selesai. Pemasangannya dilakukan oleh tukang atau ahlinya karena mereka mengetahui bagaimana bingkai tersebut dapat masuk ke dalam lubang yang sudah tercetak di dinding. Kesalahan kecil bisa mengakibatkan masalah besar, seperti kebocoran udara atau air. Celah pada jendela dapat berpengaruh pada kondisi dinding dan kelembapan di dalam rumah.

    6. Perbaikan atau Penggantian Atap

    Sama seperti perubahan struktur, perbaikan dan penggantian atap sebaiknya dilakukan oleh ahlinya. Sebab, mereka lebih berpengalaman dan lebih peka untuk mencari sumber masalah. Lokasinya yang berada di atas tentu berbahaya bagi orang awam yang tiba-tiba kehilangan keseimbangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarak Aman Tinggal di Rumah Dekat SUTET, Berapa Meter Seharusnya?



    Jakarta

    Lokasi merupakan salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan saat ingin membeli atau menyewa rumah. Jangan salah menentukan lokasi bila tak ingin menyesal kemudian.

    Lokasi yang sebaiknya dihindari adalah lokasi rumah yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan nyawa karena punya risiko yang tak main-main. Salah satunya yang tidak disarankan adalah dekat dengan jaringan listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET)

    Tinggal di dekat SUTET bisa menimbulkan risiko kesehatan bagi penghuni rumah. Mengutip dari artikel ilmiah berjudul Pengaruh Radiasi Elektromagnetik dari SUTET Terhadap Kesehatan karya Prisca Ananda dan J Jamaaluddin, disebutkan potensi gangguan kesehatan akibat pajanan medan elektromagnetik SUTET 500 kV antara lain pada sistem biologis, psikologis, sosial budaya, dan hipersensitivitas. Tanda dan gejala hipersensitivitas elektromagnetik antara lain sakit kepala, pusing, gangguan tidur, keletihan menahun, jantung berdebar-debar, rasa mual, kejang otot, kebingungan, hingga depresi (Rea, 1991; Grant, 1995; Bergdahl,1995).


    Namun, bila keadaan memaksa memang harus tinggal di dekat SUTET, ada jarak aman yang harus diperhatikan.

    Pemerintah telah mengeluarkan aturan mengenai jarak minimal bangunan dengan SUTET yang harus dipenuhi agar tidak berbahaya. Aturan itu tertera dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 13/2021 tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum Jaringan Transmisi Tenaga Listrik dan Kompensasi atas Tanah, Bangunan, dan/atau Tanaman yang Berada di Bawah Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik.

    Nah, yang dimaksud dengan ruang bebas dalam aturan tersebut yaitu jarak atau radius tertentu yang diukur dari tapak tiang SUTET yang harus terbebas dari bangunan apapun. Dalam lampiran aturan tersebut, jarak aman yang harus dipenuhi berdasarkan jenis dan kapasitas tegangan SUTET. Berikut ini informasinya.

    Jarak Bebas Minimum Horizontal dari Sumbu Vertikal Menara/Tiang pada Jaringan Transmisi Tenaga Listrik

    – SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) 66 kV jenis tiang baja memiliki ruang bebas minimal 4 meter
    – SUTT 66 kV jenis tiang beton memiliki ruang bebas minimal 4 meter
    – SUTT 66 kV jenis menara memiliki ruang bebas minimal 7 meter
    – SUTT 150 kV jenis tiang baja memiliki ruang bebas minimal 6 meter
    – SUTT 150 kV jenis tiang beton memiliki ruang bebas minimal 5 meter
    – SUTT 150 kV menara sirkuit ganda memiliki ruang bebas minimal 10 meter
    – SUTT 150 kV jenis menara sirkuit empat memiliki ruang bebas minimal 10 meter
    – SUTET 275 kV menara Sirkuit Ganda memiliki ruang bebas minimal 13 meter
    – SUTET 500 kV jenis Sirkuit Tunggal memiliki ruang bebas minimal 22 meter
    – SUTET 500 kV jenis Sirkuit Ganda memiliki ruang bebas minimal 17 meter
    – SUTET 500 kV menara sirkuit 4 vertikal memiliki ruang bebas minimal 17 meter
    – SUTET 500 kV menara sirkuit 4 horizontal memiliki ruang bebas minimal 30 meter
    – SUTET 500 kV compact tower sirkuit ganda memilik ruang bebas minimal 14 meter
    – SUTET 500 kV compact tower sirkuit 4 vertikal memiliki ruang bebas minimal 14 meter
    – SUTET 500 kV tiang baja sirkuit ganda memiliki ruang bebas minimal 14 meter
    – SUTET 500 kV tiang baja sirkuit empat memiliki ruang bebas minimal 14 meter

    Itulah jarak aman bangunan dari SUTET. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 3 Hal Ini saat Stopkontak Basah Akibat Banjir


    Jakarta

    Ketika rumah terendam banjir, kamu perlu mengevakuasi sejumlah barang berharga dan benda elektronik ke tempat aman. Meski begitu, ada satu hal yang tak bisa kamu selamatkan, yaitu stopkontak yang menempel di dinding.

    Apabila posisi stopkontak berada di dekat tanah dan ketinggian air cukup tinggi, maka sudah pasti akan terendam banjir. Tentu, kamu tak bisa melakukan apa-apa lagi karena posisi stopkontak tak bisa dipindahkan.

    Saat banjir sudah surut, bukan berarti stopkontak langsung aman digunakan. Ada beberapa hal yang wajib dihindari saat stopkontak basah akibat terendam banjir. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Hal yang Wajib Dihindari saat Stopkontak Terendam Banjir

    Stopkontak yang basah karena terendam banjir sangat berbahaya. Dikutip dari Briggs Electrical, berikut sejumlah hal yang wajib dihindari ketika stopkontak basah terendam banjir.

    1. Memicu Kebakaran

    Menggunakan stopkontak yang masih basah sangat berisiko besar menyebabkan kebakaran. Hal ini dapat terjadi karena adanya arus pendek listrik.

    Arus pendek listrik adalah suatu kondisi pada rangkaian listrik ketika arus listrik melalui jalur yang tidak semestinya dan lebih pendek. Kondisi tersebut yang akhirnya menimbulkan percikan api dan kebakaran.

    2. Tersengat Listrik

    Mencolok barang elektronik atau sekadar memegang stopkontak yang basah dapat membahayakan nyawa. Hal ini bisa terjadi karena adanya kontak langsung antara tubuh dengan bahan konduktor aktif yang membawa muatan listrik.

    Seseorang yang tersengat listrik dapat menimbulkan luka bakar, gangguan jantung dan pernapasan, hingga kerusakan saraf. Dampak yang lebih parah adalah dapat memicu jantung berhenti hingga kematian.

    3. Merusak Barang Elektronik

    Barang elektronik seperti TV, kulkas, kipas angin, hingga mesin cuci bisa rusak jika dicolok ke stopkontak yang basah. Sebab, air dapat menyebabkan arus pendek listrik sehingga merusak benda tersebut. Bahkan, jika tetap terus dicolok ke stopkontak sangat berisiko memicu kebakaran karena kabel menjadi panas.

    Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan agar Stop Kontak Mengering?

    Meskipun tidak ada jawaban pasti, tapi disarankan untuk tidak menyentuh atau mencolok barang elektronik ke stopkontak yang basah minimal selama 24 jam. Sebab, stopkontak perlu mengering secara alami sehingga sulit diprediksi kapan stopkontak bisa digunakan kembali.

    Kondisi cuaca juga dapat memengaruhi cepat lambatnya stopkontak mengering. Jika rumah kamu sangat lembap, maka stopkontak sebaiknya jangan langsung digunakan selama 2 hari.

    Apabila khawatir terjadi korsleting listrik hingga kebakaran, sebaiknya matikan instalasi listrik melalui Mini Circuit Breaker (MCB) guna memutus pasokan listrik ke rumah.

    Itu dia tiga hal yang jangan dilakukan ketika stopkontak basah terendam banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab dan Cara Cegah Ular Masuk Lingkungan Rumah, Termasuk Ular Weling


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan yang kerap membahayakan bagi manusia. Kehadiran ular dapat mengancam nyawa karena hewan ini bisa menggigit dan mengeluarkan bisa.

    Ada beberapa jenis ular berbisa seperti ular kobra atau weling. Bisa dari ular tersebut mengandung venom atau racun yang jika masuk ke dalam tubuh manusia bisa berujung kematian.

    Jika ada ular masuk ke lingkungan rumah, cara membasminya adalah bukan dengan dibunuh. Sebab, ada beberapa jenis ular seperti weling yang justru akan menyerang saat terancam. Ular ini dapat mengeluarkan bisa yang berpotensi 70% menyebabkan kematian bagi korbannya.


    Mengutip laman National Library of Medicine (NCBI), bisa ular weling mengandung neurotoksin yang sangat kuat. Bisa milik ular weling juga diketahui bisa menyebabkan rhabdomyolysis dan gangguan kardiovaskular seperti hipertensi dan syok.

    Pada umumnya, ular berbisa sering ditemui di tengah hutan atau kebun. Namun, dalam sejumlah kasus ular berbisa juga muncul di permukiman penduduk, terutama di tempat yang tidak disangka-sangka.

    Lantas, bagaimana cara mengatasi ular yang masuk ke lingkungan rumah jika tidak dengan membunuhnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Penyebab Ular Masuk ke Lingkungan Rumah

    Kemunculan ular di perumahan penduduk bisa jadi karena terdapat tempat yang mendukung bagi ular untuk datang. Dikutip dari Herping Thailand, berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Menemukan Sumber Makanan

    Ular biasanya memakan hewan seperti serangga, kodok, tikus, dan hewan pengerat. Jika hewan-hewan tersebut ada di lingkungan rumah kamu, maka tak heran ular akan masuk untuk mendapatkan makanannya.

    Untuk itu, singkirkan sumber makanan ular dengan cara membasminya. Jika sudah disingkirkan maka ular tak datang lagi karena ia tidak menemukan sumber makanan.

    2. Cocok Untuk Berkembang Biak

    Alasan kenapa ular sering datang ke rumah kamu mungkin karena tempat tersebut cocok baginya untuk berlindung dan berkembang biak. Sebab, ular menyukai tempat yang lembap, terutama saat ingin berganti kulit. Disarankan agar halaman rumah selalu dalam kondisi bersih terutama bagian rumput.

    3. Terdapat Sumber Air

    Jika terdapat sumber air di rumah yang cukup banyak, hal itu bisa membuat ular akan selalu datang ke rumah. Meskipun hewan berbisa ini tak mengonsumsi banyak air, tetapi dalam beberapa kasus ular bisa datang karena ingin minum air.

    Cara Mencegah Ular Masuk ke Rumah

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah. Mengutip catatan detikProperti, berikut langkah-langkahnya:

    1. Rawat Halaman dalam Kondisi Bersih

    Ular termasuk hewan yang suka tinggal di lingkungan lembap. Maka dari itu, kamu harus mencegah area-area lembap di sekitar rumah, seperti memangkas rumput yang panjang di jalaman, menyingkirikan batu, batang kayu, dan puing sisa bangunan.

    Keempat hal tersebut apabila berserakan di sekitar rumah justru dapat dimanfaatkan oleh ular sebagai tempat tinggalnya.

    2. Rajin Membuang Sampah

    Sampah merupakan sumber makanan bagi hewan pengerat seperti tikus, hal itu juga menjadi ‘harta karun’ bagi ular karena mendapatkan sumber makanan. Jadi, agar ular tidak muncul di halaman rumah sebaiknya kamu rajin membuang sampah sehingga tidak ada tikus-tikus yang datang.

    3. Buat Semacam Rumah Panggung

    Membuat rumah panggung disebut efektif mencegah ular masuk ke rumah. Sebab, rumah yang tidak menempel di tanah dapat menyulitkan ular untuk masuk.

    Celah antara rumah dan tanah tidak perlu terlalu tinggi, cukup sekitar 30-50 cm saja. Namun, jika kondisi rumah tidak memungkinkan untuk ditinggikan maka bisa dengan cara sebelumnya, yakni rajin membersihkan halaman.

    4. Membuat Jalur Khusus

    Jika kamu tinggal di rumah yang punya halaman luas, sebaiknya buat jalur setapak khusus untuk berjalan. Langkah ini untuk menghindari kaki diserang oleh ular secara mendadak. Selain itu, hadirnya jalur ini juga mempermudah penghuni rumah saat berjalan kaki di halaman.

    Menutup lubang jadi salah satu cara berikutnya untuk mencegah ular masuk ke rumah. Tidak hanya lubang yang berada di tanah, tapi juga lubang atau celah di dinding, atap, kloset, dan saluran air. Sebab, ular akan berusaha mencari tempat persembunyian dengan menyelinap masuk di antara lubang-lubang atau celah.

    6. Buat Pagar Beton

    Cara yang terakhir adalah dengan membuat pagar beton. Sebab, ular akan kesulitan untuk menerobos pagar beton dan akhirnya memilih untuk putar balik. Langkah ini bisa diterapkan untuk rumah yang memang sering ditemui ular atau yang berada di dekat kebun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Takut Ular Masuk ke Rumah? Coba Bikin Penghalang Pakai 6 Tanaman Ini


    Jakarta

    Ular merupakan hewan berbisa yang bisa mengancam nyawa. Meskipun tidak semua ular beracun, beberapa yang ditemukan memiliki racun yang dapat membekukan darah dan memecah pembuluh darah.

    Hewan melata satu ini suka hidup di tempat yang tersembunyi, seperti semak, perkebunan, atau sawah. Rumah-rumah di perkotaan biasanya jarang ditemukan ular, tetapi jika kawasan tersebut banjir, bisa saja mereka menemukan ular yang terbawa air dari sungai atau selokan terdekat.

    Ada banyak cara untuk mengusir ular, beberapa di antaranya adalah dengan menghubungi damkar yang lebih berpengalaman. Selain itu ada pula cara yang lebih mudah, yakni dengan memakai tanaman. Dilansir Homes and Gardens beberapa tanaman ada yang ampuh untuk mencegah ular mendekat ke rumah. Tanaman tersebut cukup ditanam di pekarangan atau area yang pernah terlihat ular.


    Tanaman yang Ampuh Cegah Ular Masuk ke Taman Rumah

    1. Rosemary

    Ilustrasi tanaman herbal RosemaryIlustrasi tanaman herbal Rosemary Foto: Getty Images/Sima_ha

    Tanaman rosemary biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan oil pengharum ruangan. Ternyata daunnya yang lebat ampuh untuk mencegah ular mendekat ke rumah. Tanaman ini dapat menakuti ular apabila jumlahnya cukup banyak.

    2. Serai

    Tips memasak dengan seraiTips memasak dengan serai Foto: Getty Images/iStockphoto

    Tanaman satu ini mudah untuk ditanam di rumah dan bisa digunakan untuk bahan dapur. Serai memiliki aroma yang tidak disukai ular karena dapat menyulitkan mereka untuk berburu makanan. Untuk serai tidak perlu ditanam terlalu banyak karena daunnya bisa dimanfaatkan oleh ular sebagai tempat persembunyian.

    3. Lidah Mertua

    Snake plant, Dracaena trifasciata, Devil Tongue (Sansevieria trifasciata) in clay pot on white pattern wall background, wooden table. Small evergreen houseplant for modern home decor interior designSnake plant, Dracaena trifasciata, Devil Tongue (Sansevieria trifasciata) in clay pot on white pattern wall background, wooden table. Small evergreen houseplant for modern home decor interior design Foto: Getty Images/M.photostock

    Lidah mertua memiliki kelebihan, yakni dapat menyaring udara kotor dan kelembapan. Ternyata ada kelebihan lain dari tanaman yang disebut dengan snake plant ini yakni bentuk daunnya yang seperti pedang dan tajam sangat dibenci oleh ular. Tanaman satu ini tidak apa-apa jika ingin ditanam banyak di pekarangan.

    Tanaman ini dapat tumbuh subur di luar ruangan dan wilayah beriklim hangat. Kamu dapat menanam lidah mertua di tempat yang terang, tapi jangan persis di bawah sinar matahari langsung. Lalu, jangan menanam di tanah basah karena menyebabkan akarnya membusuk.

    4. Kaktus

    Stylish room interior with beautiful potted cactiStylish room interior with beautiful potted cacti Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Tanaman yang satu ini memang tidak mengeluarkan bau tajam, tapi disebut ampuh mencegah ular masuk ke taman rumah. Duri kaktus yang tajam membuat ular merasa kesakitan saat melewatinya, sehingga akhirnya memilih untuk menghindar.

    Sebagai alternatif, kamu juga dapat memanfaatkan kaktus untuk melindungi tanaman lain di halaman rumah, khususnya tanaman yang dijadikan tempat persembunyian ular.

    5. Lavender

    Bunga lavender.Bunga lavender. Foto: iStock/John Gonzales Buenaposada

    Lavender sama dengan rosemary sering dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan. Aroma lavender cukup khas bahkan nyamuk saja kabur. Ternyata hewan melata seperti ular juga tidak menyukainya karena dapat mengganggu penciuman mereka saat mencari makan.

    Banyak orang yang menanam lavender ke dalam pot, tetapi menanamnya langsung di tanah juga tidak masalah.

    6. Eucalyptus

    Mottlecah (Eucalyptus macrocarpa)Mottlecah (Eucalyptus macrocarpa) Foto: (Tourism Western Australia)

    Eucalyptus mengeluarkan aroma kuat hampir sepanjang tahun. Dengan begitu, tanaman ini sangat cocok digunakan untuk mengusir serangga hingga hewan berbahaya seperti ular. Tanaman eucalyptus sangat cocok jika ditanam di halaman sempit.

    Itulah delapan tanaman yang ampuh mencegah ular masuk ke tanaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com