Tag: obat diet

  • Asal Minum Obat Diet untuk Pangkas Berat Badan Bisa Picu Masalah Ginjal


    Jakarta

    Tidak sedikit orang yang seringkali menerapkan diet ekstrem demi memiliki berat badan ideal. Padahal pola makan yang terlalu ketat juga bisa berisiko terhadap kesehatan.

    Spesialis gizi klinik dr Christopher Andrian mengatakan meski banyak program diet yang bertujuan untuk menurunkan berat badan, seseorang perlu mengetahui kondisi tubuhnya sebelum memutuskan memilih pola makan tertentu.

    “Nggak semua orang cocok dengan diet keto, diet OCD, semua tergantung kondisi tubuh. Karena setiap orang itu punya persentase lemak, otot, dan air yang berbeda. Supaya berat badan turunnya itu sehat, kita harus turunkan kadar lemak dulu,” katanya dalam temu media Dermagene, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2024).


    Ada juga yang memakai jalan pintas dengan mengonsumsi obat diet yang dibeli asal secara daring tanpa tau efek sampingnya. Padahal kebanyakan obat pelangsing yang banyak beredar menurunkan berat badan bekerja dengan cara mengurangi cairan dalam tubuh.

    “Obat yang dijual di luar sana kan biasanya malah bikin pipis terus, bikin diare, yang keluar apa? Air, bukan lemak. Ketika kita minum air lagi, berat badan akan naik lagi. Malah bikin risiko penyakit lain seperti ginjal,” jelasnya.

    Maka dari itu, dia menyarankan untuk konsultasi ke dokter sebelum memulai program diet agar diberikan perawatan yang pas. Obat diet boleh dikonsumsi, asal sesuai dengan kebutuhan tubuh dan tentunya oleh resep dokter.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Youtuber Mukbang Nikocado Avocado Diduga Pakai Obat Diet usai Pamer Turun 113 Kg

    Jakarta

    Youtuber mukbang Nikocado Avocado mengejutkan banyak orang dengan penampilan terbarunya. Ia berhasil menurunkannya berat badannya hingga 113 kg melalui program diet yang dijalaninya.

    Dalam video berjudul “Two Steps Ahead”, kreator konten bernama asli Nicholas Perry ini menyebut dia melakukan eksperimen sosial dengan diam-diam menurunkan berat badannya. Dalam banyak video yang diunggah sebelumnya, terlihat bahwa Perry memiliki masalah obesitas yang sempat membuat penggemarnya khawatir.

    Dalam video terakhirnya, pria yang dikenal lewat konten mukbang itu mengklaim berat badannya berada di angka 162 kg. Sekarang, berat badannya turun 113 kg.


    “Hari ini, saya terbangun dari mimpi yang sangat panjang dan saya juga terbangun setelah kehilangan berat badan 250 pon,” kata Avocado yang dikutip dari Mirror UK.

    “Namun, baru kemarin, orang-orang menyebut saya gemuk dan sakit dan membosankan dan tidak relevan, orang-orang, orang-orang adalah makhluk paling kacau di seluruh planet ini,” ujar dia.

    Penurunan berat badan yang dialami Perry tentunya melewati banyak proses. Dalam video baru lainnya berjudul “hi”, ia tidak membuat video selama dua tahun untuk menjalani dietnya secara rahasia.

    Diduga, beberapa video yang diunggahnya dalam 1-2 tahun terakhir kemungkinan sudah direkam sebelum penurunan berat badannya itu.

    Ia juga membahas banyak kemajuan yang dialaminya saat menjalani proses penurunan berat badan. Dikutip dari Times of India, selama ini dia fokus membiasakan diri mengkonsumsi makanan yang lebih sehat dan tidak berlebihan.

    Diduga pakai Ozempic

    Perubahan Perry ini pun menuai beragam komentar dari warganet. Beberapa orang mengapresiasi usahanya dalam menurunkan berat badan.

    Namun, banyak juga yang bertanya-tanya tentang bagaimana Perry bisa menurunkan berat badan sebanyak itu. Orang-orang menduga Perry menggunakan Ozempic untuk membantunya menurunkan berat badan.

    Ozempic, yang awalnya dikembangkan untuk mengobati diabetes tipe 2, belakangan menjadi perbincangan hangat karena digunakan sebagai obat penurun berat badan. Obat ini bekerja dengan menekan nafsu makan, sehingga membantu orang untuk makan lebih sedikit dan akhirnya menurunkan berat badan.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Diet GLP-1 Ngetren di Kalangan Gen Z, Pakai Obat Diabetes untuk Pangkas BB


    Jakarta

    Sebuah survei baru mengungkapkan bahwa banyak lebih banyak gen z yang berencana untuk menggunakan obat penurun berat badan, seperti Ozempic dan Wegovy, untuk mendapatkan berat badan ideal.

    Diberitakan NYPost, dalam survey yang dilakukan oleh Tebra, platform kesehatan di AS, mereka menemukan lebih dari seperempat orang Amerika mempertimbangkan obat diabetes sebagai bagian dari strategi penurunan berat badan mereka. Tren ini sangat terlihat di kalangan generasi muda.

    Generasi Z menjadi yang terdepan, dengan 37 persen dari responden tersebut berencana untuk meninggalkan gym dan beralih ke apotek dengan menggunakan obat GLP-1 untuk mencapai tujuan penurunan berat badan mereka di tahun mendatang.


    Selain perbedaan generasional, terdapat juga perbedaan dari sisi gender.

    Wanita lebih cenderung mengandalkan diet ini daripada pria. Mereka juga memiliki target penurunan berat badan yang lebih tinggi, dengan rata-rata ingin menurunkan 10 kg, sementara pria merencanakan penurunan sekitar 8 kg.

    Perbedaan ini tidak mengejutkan karena wanita secara konsisten lebih cenderung merasa kelebihan berat badan dibandingkan pria. Meskipun minat terhadap obat-obatan ini semakin meningkat, banyak orang Amerika masih menganggap obat-obat ini tidak terjangkau karena biayanya yang tinggi.

    Faktanya, 64 persen dari responden dari mereka yang tertarik untuk menggunakannya mencatat biaya sebagai kekhawatiran terbesar mereka, diikuti oleh kekhawatiran tentang efek samping.

    Obat-obat penurun berat badan ini, yang awalnya ditujukan untuk mengobati diabetes tipe 2, bisa berharga ribuan dolar dan menimbulkan sederetan potensi efek samping berbahaya-bahkan kematian-namun mayoritas menganggap manfaatnya sebanding dengan risikonya.

    Meskipun Generasi Z adalah yang paling tertarik untuk mengonsumsi obat-obatan ini, generasi yang lebih tua sebenarnya lebih percaya pada efektivitasnya.

    Baby boomer adalah yang paling yakin, dengan 72 persen percaya bahwa obat-obat ini bekerja lebih baik daripada metode tradisional. Generasi X mengikuti dengan 70 persen sementara milenial dan Gen Z kurang yakin dengan obat diabetes yang jadi obat diet ini.

    Terlepas dari potensi manfaat kesehatan dan pujian yang tampaknya tak ada habisnya mengenai hasilnya secara online, semua obat GLP-1 seharusnya hanya digunakan oleh individu yang telah mendapat resep dari tenaga medis.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Ratusan Warga Inggris Alami Efek Samping Serius usai Pakai Obat Diet GLP-1


    Jakarta

    Ratusan orang melaporkan masalah dengan pankreas yang serius seusai menggunakan obat penurun berat badan yang awalnya ditujukan untuk menangani diabetes. Beberapa kasus pankreatitis akut ini dilaporkan terkait dengan penggunaan obat diet GLP-1.

    Pankreatitis akut adalah peradangan tiba-tiba pada pankreas, kelenjar yang terletak di belakang perut yang membantu pencernaan. Gejalanya termasuk sakit parah di perut, mual dan demam.

    Diberitakan The Guardian, sampai saat ini, Medicines and Healthcare products Regulatory Agency’s (MHRA) di Inggris telah menerima hampir 400 laporan pankreatitis akut dari pasien yang telah menggunakan Mounjaro, Wegovy, Ozempic dan liraglutide, dengan hampir setengahnya (181) melibatkan tirzepatide (Mounjaro).


    Meskipun tidak ada yang terbukti disebabkan langsung oleh obat GLP-1, yang juga digunakan untuk mengobati diabetes, ada kekhawatiran bahwa tidak cukup diketahui tentang hubungan tersebut, mendorong pejabat kesehatan untuk meluncurkan studi baru tentang efek samping yang berbahaya.

    “Obat-obatan GLP-1 seperti Ozempic dan Wegovy telah menjadi berita utama, tetapi seperti semua obat-obatan ada risiko efek samping yang serius,” tutur Profesor Matt Brown dari Genomik Inggris.

    MHRA meminta orang-orang yang menggunakan obat GLP-1 yang telah dirawat di rumah sakit karena pankreatitis akut untuk menyerahkan laporan ke skema Kartu Kuningnya. Ketika laporan diterima, MHRA akan menghubungi pasien untuk menanyakan apakah mereka bersedia mengambil bagian dalam penelitian.

    Pasien akan diminta untuk mengirimkan informasi lebih lanjut dan sampel air liur yang akan dinilai untuk mengeksplorasi apakah beberapa orang berisiko lebih tinggi terkena pankreatitis akut ketika mengonsumsi obat-obatan ini karena gen mereka.

    Obat GLP-1 dapat menurunkan kadar gula darah pada orang yang hidup dengan diabetes tipe 2 dan juga dapat diresepkan untuk mendukung beberapa orang dengan penurunan berat badan.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Ratusan Warga Inggris Alami Efek Samping Serius usai Pakai Obat Diet GLP-1


    Jakarta

    Ratusan orang melaporkan masalah dengan pankreas yang serius seusai menggunakan obat penurun berat badan yang awalnya ditujukan untuk menangani diabetes. Beberapa kasus pankreatitis akut ini dilaporkan terkait dengan penggunaan obat diet GLP-1.

    Pankreatitis akut adalah peradangan tiba-tiba pada pankreas, kelenjar yang terletak di belakang perut yang membantu pencernaan. Gejalanya termasuk sakit parah di perut, mual dan demam.

    Diberitakan The Guardian, sampai saat ini, Medicines and Healthcare products Regulatory Agency’s (MHRA) di Inggris telah menerima hampir 400 laporan pankreatitis akut dari pasien yang telah menggunakan Mounjaro, Wegovy, Ozempic dan liraglutide, dengan hampir setengahnya (181) melibatkan tirzepatide (Mounjaro).


    Meskipun tidak ada yang terbukti disebabkan langsung oleh obat GLP-1, yang juga digunakan untuk mengobati diabetes, ada kekhawatiran bahwa tidak cukup diketahui tentang hubungan tersebut, mendorong pejabat kesehatan untuk meluncurkan studi baru tentang efek samping yang berbahaya.

    “Obat-obatan GLP-1 seperti Ozempic dan Wegovy telah menjadi berita utama, tetapi seperti semua obat-obatan ada risiko efek samping yang serius,” tutur Profesor Matt Brown dari Genomik Inggris.

    MHRA meminta orang-orang yang menggunakan obat GLP-1 yang telah dirawat di rumah sakit karena pankreatitis akut untuk menyerahkan laporan ke skema Kartu Kuningnya. Ketika laporan diterima, MHRA akan menghubungi pasien untuk menanyakan apakah mereka bersedia mengambil bagian dalam penelitian.

    Pasien akan diminta untuk mengirimkan informasi lebih lanjut dan sampel air liur yang akan dinilai untuk mengeksplorasi apakah beberapa orang berisiko lebih tinggi terkena pankreatitis akut ketika mengonsumsi obat-obatan ini karena gen mereka.

    Obat GLP-1 dapat menurunkan kadar gula darah pada orang yang hidup dengan diabetes tipe 2 dan juga dapat diresepkan untuk mendukung beberapa orang dengan penurunan berat badan.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Ratusan Warga Inggris Alami Efek Samping Serius usai Pakai Obat Diet GLP-1


    Jakarta

    Ratusan orang melaporkan masalah dengan pankreas yang serius seusai menggunakan obat penurun berat badan yang awalnya ditujukan untuk menangani diabetes. Beberapa kasus pankreatitis akut ini dilaporkan terkait dengan penggunaan obat diet GLP-1.

    Pankreatitis akut adalah peradangan tiba-tiba pada pankreas, kelenjar yang terletak di belakang perut yang membantu pencernaan. Gejalanya termasuk sakit parah di perut, mual dan demam.

    Diberitakan The Guardian, sampai saat ini, Medicines and Healthcare products Regulatory Agency’s (MHRA) di Inggris telah menerima hampir 400 laporan pankreatitis akut dari pasien yang telah menggunakan Mounjaro, Wegovy, Ozempic dan liraglutide, dengan hampir setengahnya (181) melibatkan tirzepatide (Mounjaro).


    Meskipun tidak ada yang terbukti disebabkan langsung oleh obat GLP-1, yang juga digunakan untuk mengobati diabetes, ada kekhawatiran bahwa tidak cukup diketahui tentang hubungan tersebut, mendorong pejabat kesehatan untuk meluncurkan studi baru tentang efek samping yang berbahaya.

    “Obat-obatan GLP-1 seperti Ozempic dan Wegovy telah menjadi berita utama, tetapi seperti semua obat-obatan ada risiko efek samping yang serius,” tutur Profesor Matt Brown dari Genomik Inggris.

    MHRA meminta orang-orang yang menggunakan obat GLP-1 yang telah dirawat di rumah sakit karena pankreatitis akut untuk menyerahkan laporan ke skema Kartu Kuningnya. Ketika laporan diterima, MHRA akan menghubungi pasien untuk menanyakan apakah mereka bersedia mengambil bagian dalam penelitian.

    Pasien akan diminta untuk mengirimkan informasi lebih lanjut dan sampel air liur yang akan dinilai untuk mengeksplorasi apakah beberapa orang berisiko lebih tinggi terkena pankreatitis akut ketika mengonsumsi obat-obatan ini karena gen mereka.

    Obat GLP-1 dapat menurunkan kadar gula darah pada orang yang hidup dengan diabetes tipe 2 dan juga dapat diresepkan untuk mendukung beberapa orang dengan penurunan berat badan.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Green Tea Jadi ‘Obat Diet Alami’ Penahan Lapar-Bakar Lemak? Ini Kata Para Pakar

    Jakarta

    Green tea atau teh hijau dikenal sebagai minuman diet selama berabad-abad. China misalnya, sejak 2.000 tahun lalu orang-orang di sana menganggap minuman ini paling ideal diminum saat ingin menurunkan berat badan.

    Sementara di zaman modern, asupan teh hijau juga kerap tercantum dalam buku diet dan pola makan seseorang. Belakangan, khasiat teh hijau disebut setara ‘ozempic’, obat yang sebenarnya ditujukan untuk pengidap diabetes dan obesitas dalam menjaga bobot tubuh, tetapi kerap disalahgunakan banyak orang sebagai obat diet.

    Terlepas dari itu, banyak yang menyarankan untuk meminum lima cangkir teh hijau sehari demi mencapai berat badan ideal. Apa kata pakar?


    “Meskipun ada beberapa penelitian tentang teh hijau dan berat badan, bukti tentang apakah secangkir (atau beberapa cangkir) teh hijau dapat membakar berat badan masih belum jelas,” kata Dr Jyotsna Ghosh, seorang dokter pengobatan obesitas di Universitas Johns Hopkins.

    Banyak video TikTok mengklaim teh hijau meningkatkan produksi GLP-1, hormon usus yang mendorong pankreas melepaskan insulin setelah makan. Insulin itu, pada gilirannya, menurunkan gula darah. GLP-1 juga memperlambat laju makanan meninggalkan lambung, serta memengaruhi area otak yang mengatur rasa lapar.

    Ozempic dan obat-obatan sejenisnya memberikan senyawa yang meniru GLP-1, membuat orang merasa lebih cepat kenyang. Banyak orang berhenti mengalami keinginan kuat untuk makan.

    Beberapa peneliti berteori teh hijau dapat menstimulasi GLP-1, sebagian karena penelitian telah menemukan ekstrak teh hijau menurunkan gula darah pada tikus pengidap diabetes. Namun, hanya ada beberapa penelitian kecil pada manusia, dan hasilnya tidak meyakinkan.

    Salah satu dari sedikit uji klinis pada subjek tersebut, yang mengamati 92 orang dengan diabetes tipe 2, menunjukkan tidak ada perbedaan yang mencolok dalam produksi GLP-1 antara orang yang mengonsumsi ekstrak teh hijau maupun mereka yang mengonsumsi pil plasebo.

    Para ahli mengatakan, efek apa pun yang mungkin ditimbulkan teh hijau pada GLP-1 kemungkinan kecil. “Makanan atau minuman apa pun dapat sedikit meningkatkan kadar GLP-1,” kata Dr. Ghosh.

    Namun, kadar GLP-1 dalam aliran darah menurun beberapa menit setelah makan atau minum sesuatu. Itulah salah satu alasan mengapa seseorang merasa kembali lapar, dan mengapa meningkatkan hormon untuk sementara tidak menjamin penurunan berat badan.

    Sebaliknya, Ozempic dan obat-obatan sejenisnya, bertahan di dalam tubuh selama berhari-hari, dan jauh lebih kuat daripada hormon alami, yang membuatnya sangat ampuh dalam menekan nafsu makan.

    Teh Hijau Betulan Ampuh Pangkas BB?

    Banyak klaim tentang teh hijau dan penurunan berat badan menyebutkan dua komponen minuman tersebut, yakni kafein dan antioksidan.

    “Secara teori, kafein mungkin sedikit mempercepat metabolisme seseorang. Namun, kecil kemungkinan efek tersebut akan langsung menghasilkan penurunan berat badan yang substansial,” kata Dr Ghosh.

    Teh hijau juga mengandung senyawa yang disebut polifenol, antioksidan yang dapat membantu melindungi sel dari kerusakan dan mengurangi peradangan. Penelitian pada hewan dan sel manusia menunjukkan senyawa ini dapat meningkatkan metabolisme dan mengurangi penyerapan lemak dari usus. Namun, uji coba pada manusia menghasilkan hasil yang beragam.

    Ada juga beberapa penelitian kecil yang mendalami secara langsung apakah teh hijau terkait dengan penurunan berat badan. Satu makalah tinjauan, yang meneliti lebih dari selusin uji coba terkontrol acak tersebut, menemukan orang yang mengonsumsi ekstrak teh hijau sering kali kehilangan sedikit berat badan yang. Penelitian lain juga menemukan orang yang mengonsumsi teh hijau cenderung kehilangan sedikit berat badan, biasanya di bawah empat pon.

    “Orang yang beralih ke teh hijau untuk menurunkan berat badan tidak dapat mengharapkan efek yang besar, dan tentu saja tidak ada yang mendekati obat-obatan seperti Ozempic,” kata Rob van Dam, seorang profesor ilmu olahraga dan nutrisi di Milken Institute School of Public Health di George Washington University.

    Julia Zumpano, ahli diet terdaftar di Cleveland Clinic di Ohio, menambahkan bahwa berfokus pada satu makanan atau minuman mengabaikan banyak faktor lain yang berperan dalam penurunan berat badan sebetulnya tidak ideal. Faktor-faktor diet yang utama adalah pola makan seseorang yang lebih luas, kebiasaan olahraga, genetika, stres, kesehatan metabolisme, dan bahkan kualitas tidur yang didapatkan seseorang.

    “Lihatlah bagaimana seseorang merubah gaya hidup, jika penurunan berat badan adalah tujuannya,” katanya. “Tidak hanya secara khusus satu makanan, obat, suplemen, apa pun itu.”

    (naf/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Resep Diet Komika Praz Teguh, Sukses Pangkas BB 13 Kg dalam 3 Bulan


    Jakarta

    Komika Praz Teguh baru-baru ini disorot publik setelah penampilannya yang lebih ramping. Ia berhasil menurunkan berat badan hingga 13 kilogram dalam waktu tiga bulan, dari 87 kg menjadi 74 kg.

    Hal tersebut diungkapkan olehnya melalui postingan akun Instagram.

    “Dari 87 ke 74 hampir tiga bulan. Alhamdulillah walaupun berat banget di dua minggu pertama,” kata Praz Teguh, seperti dilihat detikcom dari Instagram pribadinya @praz_teguh, Jumat (9/8/2024).


    Apa Sih Rahasianya?

    Lewat kolom komentar postingannya, Praz membagikan sejumlah tips diet yang dijalani. Alih-alih percaya dengan obat diet, Praz mengaku tak mengonsumsi nasi dan cemilan seperti gula, biskuit, serta cokelat.

    Dirinya juga rutin melakukan olahraga dua kali sehari untuk menunjang penurunan berat badan yang dijalaninya.

    “Lu bisa ganti kentang + telur + sayur + daging jangan banyak juga. Kalo laper malam lu bisa makan buah aja dan tidur yang cukup!” imbuhnya lagi.

    Di sisi lain, Praz juga menceritakan kesulitannya saat menjalani diet. Dirinya bahkan mengaku lebih sering emosi, mudah lapar, bahkan merasa sangat lemas lantaran biasanya mengonsumsi makanan dengan jumlah banyak.

    “Sensian, laper, lesu banget rasanya dengan terbiasa makan banyak dan harus tetap kerja dengan intensitas ngobrol podcast yang butuh energi juga,” imbuhnya lagi.

    Setelah disiplin menjalani diet, Praz mengaku saat ini dirinya justru tidak bisa makan terlalu banyak. Dia kini merasa lebih cepat kenyang.

    (suc/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Resep Diet Komika Praz Teguh, Sukses Pangkas BB 13 Kg dalam 3 Bulan


    Jakarta

    Komika Praz Teguh baru-baru ini disorot publik setelah penampilannya yang lebih ramping. Ia berhasil menurunkan berat badan hingga 13 kilogram dalam waktu tiga bulan, dari 87 kg menjadi 74 kg.

    Hal tersebut diungkapkan olehnya melalui postingan akun Instagram.

    “Dari 87 ke 74 hampir tiga bulan. Alhamdulillah walaupun berat banget di dua minggu pertama,” kata Praz Teguh, seperti dilihat detikcom dari Instagram pribadinya @praz_teguh, Jumat (9/8/2024).


    Apa Sih Rahasianya?

    Lewat kolom komentar postingannya, Praz membagikan sejumlah tips diet yang dijalani. Alih-alih percaya dengan obat diet, Praz mengaku tak mengonsumsi nasi dan cemilan seperti gula, biskuit, serta cokelat.

    Dirinya juga rutin melakukan olahraga dua kali sehari untuk menunjang penurunan berat badan yang dijalaninya.

    “Lu bisa ganti kentang + telur + sayur + daging jangan banyak juga. Kalo laper malam lu bisa makan buah aja dan tidur yang cukup!” imbuhnya lagi.

    Di sisi lain, Praz juga menceritakan kesulitannya saat menjalani diet. Dirinya bahkan mengaku lebih sering emosi, mudah lapar, bahkan merasa sangat lemas lantaran biasanya mengonsumsi makanan dengan jumlah banyak.

    “Sensian, laper, lesu banget rasanya dengan terbiasa makan banyak dan harus tetap kerja dengan intensitas ngobrol podcast yang butuh energi juga,” imbuhnya lagi.

    Setelah disiplin menjalani diet, Praz mengaku saat ini dirinya justru tidak bisa makan terlalu banyak. Dia kini merasa lebih cepat kenyang.

    (suc/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Viral Tren Diet Pakai Obat Diabetes, Aman Nggak Sih?


    Jakarta

    Diet menjadi salah satu cara yang dilakukan para pemilik berat badan berlebih untuk mengurangi berat badannya. Ada banyak cara diet yang dilakukan, mulai dari membatasi jumlah makanan yang masuk hingga aktivitas fisik yang cukup berat.

    Namun, belakangan sedang ramai mengenai pola diet yang dilakukan hanya dengan suntik obat, termasuk menggunakan obat diabetes seperti Ozempic. Obat ini belakangan jadi primadona bagi pengidap diabetes setelah dipakai pesohor seperti Elon Musk sampai Julia Fox.

    “Obat suntik Ozempic itu kan sebenarnya untuk diabetes, tapi memang berfungsi juga untuk mengurangi nafsu makan. Namun, tetap saja kita tidak boleh mengandalkan obat karena itu hanya membantu merubah gaya hidup untuk jaga pola makan,” jelas dokter gizi dr Gaga Irawan Nugraha kepada detikcom saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2024).


    Dikutip dari laman UCDavis Health, Ozempic bekerja dengan meniru hormon alami. Ketika kadar hormon meningkat, molekul-molekul tersebut menuju ke otak dan memberi tahu bahwa sudah kenyang. Dengan menggunakan obat suntik ini juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit serius, seperti masalah jantung.

    Namun, tetap saja tingkat penurunan berat badan yang dicapai dengan obat tidak seinstan saat dilakukan pembedahan. Ibaratnya, obat-obatan hanya bekerja sebagai terapi saja.

    Adapun untuk kasus obesitas dan sedang menjalankan diet, dr Gaga menyarankan 3 hal, yakni terapi antiobesitas dengan menggunakan obat-obatan, tindakan pembedahan, dan intervensi perilaku dan psikologis.

    “Kalau dilakukan tindakan pembedahan itu contohnya memotong lambung. Nantinya lambung nggak bisa nampung banyak makanan. Bisa juga sedot lemak, tapi itu biasanya untuk mereka punya bagian yang bergelambir saat sudah berhasil diet. Nah, itu bisa sedot lemak,” jelas dr Gaga.

    Penggunaan obat diabetes untuk diet bukan tanpa risiko. penelitian baru dari University of British Columbia memberikan lebih banyak bukti yang menghubungkan penggunaan agonis GLP-1 dengan peningkatan risiko masalah pencernaan serius, termasuk kelumpuhan lambung, pankreatitis, dan obstruksi usus.

    Dalam jurnal yang dipublikasikan di laman JAMA, peneliti menemukan efek GLP-1 pada sistem gastrointestinal setelah memperhatikan seseorang di ruang gawat darurat mengalami mual dan muntah signifikan yang tidak dapat dijelaskan.

    “Sebagai catatan, dia baru-baru ini memulai Ozempic untuk menurunkan berat badan,” jelas Mohit Sodhi, peneliti dan mahasiswa kedokteran tahun keempat di Universitas British Columbia dan penulis pertama studi baru ini kepada Medical News Today.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com