Tag: opor ayam

  • Kuah Opor Tumpah Bikin Noda Membandel, Tenang Ini Cara Bersihkannya


    Jakarta

    Hari lebaran tiba, saatnya menikmati opor ayam dan hidangan khas lebaran yang lain. Opor ayam dan ketupat adalah makanan spesial yang dijadikan andalan masyarakat Islam Indonesia sebagai hidangan ketika lebaran.

    Opor ayam ini memiliki karakteristik berminyak dan berwarna kuning pekat dari kunyit. Warna kuning ini sangat mudah untuk menempel pada kain, bahkan hingga bisa menyerap pada kulit tangan.

    Selain itu, warna kuning dari kunyit ini sulit untuk hilang ketika sudah menempel dalam waktu yang lama. Hal ini membuat kuah dari opor ayam menjadi sangat membandel jika menempel pada pada taplak meja.


    Pasalnya, taplak meja yang umum digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah taplak meja yang berbahan serat linen, sehingga ini akan semakin mempersulit proses pencuciannya.

    Tips dan Cara Membersihkan Noda pada Taplak Meja

    Di hari raya ini tentunya kita ingin membuat semuanya menjadi lebih bersih. Tentunya noda pada taplak meja pun akan terlihat sangat mengganggu.

    Tidak hanya karena tumpahan opor (noda makanan) saja, ada juga beberapa noda lain yang biasa kita jumpai pada taplak meja. Seperti, noda sirup (minuman berwarna), dan noda karat.

    Tapi kali ini kamu tidak perlu khawatiri. Dikutip dari homejelly.com, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi noda membandel tersebut. Berikut dibawah ini tips dan caranya.

    1. Cara Bersihkan Noda Opor atau Noda Makanan pada Taplak Meja

    Cara yang paling mudah adalah dengan membuat campuran bahan pembersih sendiri. Bahan yang diperlukan di antara lain yaitu.

    1. Enzyme spray (spray oil treatment) atau sabun cuci piring.

    2. Deterjen

    3.Baking Soda

    Langkah Membersihkan:

    1. Bersihkan residu makanan yang sudah mengeras pada taplak meja. Lalu semprotkan enzyme spray (spray oil treatment) atau sabun cuci piring langsung kepada noda tersebut dan gosok secara perlahan. Setelah digosok, biarkan selama 15 menit.

    2. Siapkan baskom untuk mencucinya. Isi baskom tersebut dengan air hangat, lalu tambahkan dengan ± 2 sendok makan deterjen.

    3. Masukkan taplak meja ke dalam cairan deterjen tersebut dan biarkan terendam selama 15 menit. Bila nodanya sangat membandel, kamu bisa biarkan taplak meja terendam selama ± 8 Jam atau semalaman dengan tambahan baking soda. Lalu bilas.

    4. Cek taplak meja. bila sudah bersih kamu bisa menjemurnya di luar hingga kering. Pastikan agar taplak meja tidak ditempatkan di tempat yang terlalu panas.

    Cara Membersihkan Noda Karat pada Taplak Meja

    Bahan yang diperlukan

    1. Air lemon

    2. Garam

    3. Pembersih noda

    4. Deterjen

    Langkah Membersihkan:

    1. Campurkan air lemon dan garam dengan perbandingan 1:2, pastikan hasil campuran tersebut membentuk pasta.

    2. Olesi pasta tersebut langsung ke noda karat pada taplak meja, lalu jemur di bawah matahari langsung selama 30 menit. Pastikan agar kamu menjemurnya tepat langsung di bawah sinar matahari sampai proses selesai.

    3. Setelah dijemur, bilas taplak meja dengan air mengalir. Bila masih tersisa noda karatnya, ulangi proses sebelumnya hingga noda karat mulai menghilang.

    4. Setelah noda karat sudah tipis, selanjutnya kamu bisa menyemprotnya dengan pembersih noda. Lalu mencucinya dengan deterjen.

    Itulah cara untuk membersihkan taplak meja dari noda opor dan karat. Semoga lebaranmu tahun ini jadi lebaran paling kinclong tanpa noda opor ya!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Wanti-wanti Dokter Gizi, Kesalahan Ini Bisa Bikin Gendut Usai Lebaran


    Jakarta

    Rayuan dari opor ayam dan rendang di Hari Raya Idul Fitri agaknya sulit untuk ditolak. Tidak sedikit yang termakan rayuannya dan memilih untuk los-losan mencicipi piring demi piring.

    Gurihnya kuah santan dari opor dan lembutnya daging sapi di rendang membuat seseorang kadang lupa diri. Tanpa disadari sudah habis lebih dari tiga piring dalam satu hari. Rasa takut akan berat badan naik pun datang bersamaan dengan perut yang kenyang.

    Tapi, apakah memang bisa berat badan tiba-tiba naik hanya karena los-losan makan di Hari Raya Idul Fitri yang hanya beberapa hari tersebut?


    Menjawab hal ini, spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan bahwa ‘kalap’ saat Lebaran bisa memengaruhi berat badan seseorang.

    “Pengaruh kalau kalap. Kan makanan yang kita konsumsi itu ada beratnya, kalau dalam jumlah besar itu akan menambah ke berat badan kita, pasti itu,” kata dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (7/3/2025).

    dr Oki menambahkan bahwa los-losan makan di Hari Raya Idul Fitri meskipun hanya beberapa hari saja, itu bisa merusak program diet selama satu bulan selama Ramadan.

    “Iya, kita ada penelitian di RSCM kira-kira selama bulan puasa seseorang bisa turun satu sampai dua kilogram. Nah, ketika respondennya dipanggil lagi dua minggu setelah puasa, itu berat badan mereka kembali lagi kayak sebelum puasa. Beberapa bahkan lebih tinggi,” katanya.

    Sebenarnya, opor ayam, rendang, atau makanan lain yang selalu ada di meja makan saat Lebaran bisa-bisa saja dinikmati tanpa takut akan berat badan naik.

    “Terutama di opor itu kan kalorinya banyak di kuah atau santannya. Jadi kuahnya jangan terlalu banyak, ayamnya dimakan nggak papa, kulitnya kalau bisa nggak dimakan,” kata dr Oki.

    “Karena kulit itu kan ada lemaknya. Terus kuahnya jangan terlalu banyak, apalagi sampai disruput. Kalau nasinya ya disesuaikan porsi biasanya lah,” tutupnya.

    (dpy/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Saran Dokter agar Opor-Ketupat Lebaran Tak Bikin Gendut


    Jakarta

    Lebaran selalu identik dengan makanan enak seperti opor ayam, rendang, hingga ketupat sayur. Meskipun menu makanan Lebaran sangat menggoda, para pejuang diet kerap takut menikmatinya karena takut berat badan naik.

    Padahal, makanan-makanan khas Lebaran ini aman-aman saja dicicipi. Namun, perlu adanya penyesuaian agar kalori yang masuk ke tubuh tetap dalam batas aman.

    Spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) membagikan trik bagi para pejuang diet yang ingin tetap makan enak di momen Hari Raya Idul Fitri tanpa takut berat badan naik.


    “Terutama di opor itu kan kalorinya banyak di kuah atau santannya. Jadi kuahnya jangan terlalu banyak, ayamnya dimakan nggak papa, kulitnya kalau bisa nggak dimakan,” kata dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (7/3/2025).

    “Karena kulit itu kan ada lemaknya. Terus kuahnya jangan terlalu banyak, apalagi sampai disruput. Kalau nasinya ya disesuaikan porsi biasanya lah,” lanjutnya.

    dr Oki menambahkan bahwa pemilihan sumber karbohidrat juga penting dipertimbangkan. Seperti yang diketahui, biasanya di meja makan tersedia nasi dan ketupat.

    “Pasti mending nasi, karena kan ketupat makanan olahan ya,” tutupnya.

    (dpy/up)



    Sumber : health.detik.com