Tag: pagar

  • Ingin Pasang Pagar Bronjong? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Apakah kamu pernah melihat dinding atau pagar berkerangka kawat yang di dalamnya berisi tumpukan bebatuan? Pagar itu dikenal dengan sebutan bronjong. Tapi, tak jarang juga orang menyebutnya dengan gabion.

    Dilansir dari akun Facebook Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (Kemen PUPR), kerangka bronjong terbuat dari anyaman kawat baja yang dilapisi galvanis. Untuk bebatuannya bisa berasal dari batu kali, batu belah, batu gunung dengan ukuran yang cukup besar.

    Umumnya, bronjong ditemukan di tebing-tebing sungai untuk memperkuat struktur tanah agar tidak terjadi longsor. Bronjong juga berguna untuk mencegah erosi akibat arus sungai yang mengalir deras secara terus-menerus.


    Sifatnya yang fleksibel juga mampu mengikuti pergerakan tanah di bawahnya tanpa merusak konstruksi dasar. Karena itu, bronjong kerap digunakan pula untuk bendungan, bangunan terjun, dinding penahan tanah, hingga tembok jembatan.

    Kini, bronjong juga banyak lho dipasang sebagai pagar rumah. Bagi sebagian orang, tampilan bronjong dinilai memiliki estetika. Bahannya yang berasal dari bebatuan alam dianggap menonjolkan desain pedesaan berpadu gaya modern yang unik.

    Nah, kalau kamu termasuk yang tertarik memasang bronjong sebagai pagar rumah, simak dulu nih kelebihan dan kekurangan bronjong di bawah ini.

    Kelebihan Bronjong

    Dilansir dari laman Tilly Design, pagar rumah bronjong punya sejumlah kelebihan dibandingkan dengan yang lain. Berikut penjelasannya.

    1. Penahan Erosi

    Bronjong tersusun dari tumpukan batu di dalam kerangka kawat. Karena ini, bronjong dapat mengurangi hembusan angin dan air dengan masuk ke sela-sela batunya. Dengan begitu, area di sekitar pagar ini bisa terlindungi dari kerusakan pagar yang mungkin terjadi nantinya.

    2. Pemasangan yang Mudah

    Memasang pagar bronjong dapat dilakukan dengan mudah. Pada dasarnya, bronjong tidak memerlukan pondasi yang harus menggali tanah karena berat bebatuan yang menyusunnya bisa menahan pagar ini untuk tetap berdiri.

    3. Biaya Terjangkau

    Bronjong dibuat dengan kerangka kawat baja galvanis yang harganya cukup terjangkau. Selain itu, bebatuan yang menjadi isi bronjong juga dapat disesuaikan. Kalau kamu memiliki banyak tumpukan batu di rumah seperti potongan beton, kamu bisa menggunakannya tanpa mengeluarkan biaya lagi.

    Bukan cuma itu, pemasangannya yang terbilang mudah dapat dipelajari dan dilakukan mandiri sehingga kamu bisa memotong budget untuk jasa tukang.

    4. Daya Tahan yang Lama

    Pagar bronjong bisa tahan sampai cukup lama. Pasalnya, dinding jenis ini akan menguat seiring bertambah usianya. Ketika bebatuannya mengendap dan celahnya terisi lumpur, tanaman, dan bahan organik lain, bronjong bisa berdiri semakin kokoh.

    Sifat bronjong yang fleksibel juga dapat mengikuti pergerakan tanah sehingga tidak membuat konstruksinya rusak atau hancur.

    5. Ramah Lingkungan

    Bronjong disusun dengan kerangka kawat dan bebatuan. Dengan begitu, pagar ini minim menggunakan zat kimia yang mampu merusak lingkungan. Bahkan kamu dapat menggunakan bahan daur ulang seperti batu sisa bahan timbunan, pecahan beton, dan batu lainnya yang berasal dari alam.

    Kekurangan Bronjong

    Selain kelebihan, pagar rumah menggunakan bronjong juga memiliki kekurangan nih, yakni sebagai berikut:

    1. Berpotensi Jadi Sarang Hewan

    Celah yang tercipta di antara tumpukan batu bronjong kemungkinan bisa menjadi sarang hewan atau serangga liar. Kalau kamu tidak ingin area rumahmu menjadi sarang bagi binatang liar, pertimbangkan kembali jika ingin memasang pagar dengan model ini.

    2. Pemeliharaan yang Rumit

    Jika pagar bronjong ada yang mengalami kerusakan maka pemeliharaannya cukup rumit. Kamu perlu membongkar bebatuan bronjong sampai di area yang rusak dan itu membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit.

    3. Cocok untuk Proyek Pagar Besar

    Bronjong memiliki ukuran pagar yang lebar dan besar, rangkanya pun kaku sehingga pagar model ini tidak mudah dibentuk lekukan. Bronjong juga cocok untuk pagar rumah yang lurus dan tegas. Sebagian bronjong tidak cocok untuk area rumah yang kecil dan melengkung.

    Itu tadi sederet kelebihan dan kekurangan memasang pagar rumah dengan bronjong. Kamu bisa jadikan poin-poin di atas sebagai bahan pertimbangan jika tertarik menggunakan bronjong sebagai pagar rumah, ya.

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Cegah Maling Panjat Pagar Rumah


    Jakarta

    Di Indonesia masih sering kali terjadi kemalingan rumah. Tidak hanya menargetkan rumah yang mudah dimasuki saja, rumah yang sudah dikelilingi dengan pagar juga masih bisa dijebol masuk oleh maling.

    Nyatanya rumah yang diberi pagar justru malah mengundang para maling untuk datang masuk, seakan rumah yang dipasangi pagar mengindikasikan bahwa di rumah tersebut memiliki banyak barang berharga.

    Di samping itu, bila halaman rumah kita tidak dipasangi pagar, sering kali lahan tersebut jadi disalahgunakan oleh orang lain. Seperti dijadikan tempat parkir, tempat nongkrong, bahkan hingga dijadikan lahan tempat jualan, apalagi kalau rumah tersebut berada di pinggir jalan raya.


    Tapi bagi kamu yang rumahnya sudah dipasangi pagar, kamu tidak perlu khawatir. Dikutip dari unitedfencecompany.com, selain dengan memasang CCTV, ada beberapa cara lain untuk mencegah atau membuat maling enggan untuk memanjat pagar rumah kamu.

    Cara Membuat Pagar Rumahmu Anti Dipanjat Maling

    1. Duri Anti Panjat (Anti-Climb Spikes)

    Duri atau Paku anti panjat terbuat dari logam tajam yang bisa dipasang di bagian atas pagar, sehingga maling akan sulit untuk berpegangan ketika memanjat. Selain itu kamu juga bisa menggunakan pecahan kaca atau kawat berduri sebagai alternatifnya.

    Bila maling melihat pagar yang terselimuti oleh duri, besar kemungkinannya maling akan malas untuk memanjatnya.

    Tetapi kamu juga harus memasang peringatan pagar yang dipasangi duri. Karena mungkin saja ada orang yang terdesak harus memanjat tembok, seperti misalnya bila kamu menyewa tukang untuk memperbaiki sesuatu di sekitar pagar tersebut.

    2. Menambahkan Terali

    Memasang terali di atas juga bisa menjadi salah satu cara mencegah maling memanjat pagar rumah.

    Memasang terali di atas pagar akan membuat pagar menjadi tinggi, sehingga membutuhkan tenaga ekstra bagi maling untuk memanjatnya. Apalagi kalau desain teralinya berbentuk vertikal, maling akan semakin kesulitan untuk memanjat pagar tersebut.

    Tidak hanya itu, memasang terali di atas pagar rumahmu juga bisa meningkatkan nilai estetik dan privasi rumah kamu.

    3. Pagar Berputar (Spinning Fence Toppers)

    Bila kamu ingin menggunakan cara yang lebih ramah, kamu bisa menggunakan pagar berputar (Spinning fence toppers). Atau kamu bisa membuatnya berduri juga bila kamu menginginkan keamanan yang lebih ekstra.

    Pagar berputar adalah sistem berupa silinder yang dipasang pada atas pagar dengan kemiringan tertentu. Cara kerjanya yaitu bagian silinder ini akan berputar ketika ada yang hendak menggunakannya sebagai pegangan. Sehingga maling akan kesulitan untuk mencari tempat berpegangan ketika memanjat.

    4. Cat Anti Panjat

    Cara yang terakhir yaitu dengan melapisi pagar dengan cat anti panjat. Cat ini berupa ‘non-drying paint’ yang bisa membuat pagar menjadi licin sehingga maling akan kesulitan untuk memanjatnya.

    Itu dia beberapa tips untuk membuat pagar rumahmu jadi dibenci oleh para maling. Semoga bermanfaat!

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Manfaat Pasang Pagar di Halaman Rumah buat Keamanan-Estetika


    Jakarta

    Rumah adalah properti yang perlu dilindungi pemilik rumah, salah satunya dengan memasang pagar rumah. Banyak rumah dibatasi dengan pagar umumnya untuk meningkatkan keamanan rumah.

    Pagar bisa memberikan proteksi tambahan dengan menghalangi apapun untuk keluar dan masuk halaman rumah. Selain untuk keamanan, pagar juga bisa menambah nilai estetika rumah.

    Kalau kamu masih bingung atau mempertimbangkan untuk memasang pagar rumah, bisa cek penjelasan berikut ini, dikutip dari Lynx Fence, Kamis (20/6/2024).


    Manfaat Pagar Rumah

    1. Memproteksi Rumah

    Mempunyai pagar rumah menjadi langkah preventif untuk memastikan anak kecil yang berkeliaran di jalan atau halaman tetangga. Pagar juga akan mencegah hewan liar dan hewan peliharaan tersesat masuk ke halaman dan menjaga rumah kamu terlindung dari rencana jahat maling atau penyusup.

    2. Hewan Peliharaan Tidak Akan Lari

    Pagar rumah bisa mengamankan hewan supaya tidak kabur. Hewan peliharaan yang penurut seperti anjing bisa kabur apalagi memelihara kelinci maka memasang pagar akan memastikan hewan peliharaan nggak akan berkeliaran di jalan sehingga bisa tertabrak kendaraan.

    Ini juga akan menjauhkan hewan liar dari halaman. Hal ini sangat penting terutama di area di mana hewan liar cenderung berkeliaran di halaman belakang rumah, karena mereka bisa berbahaya.

    3. Harga Properti Naik

    Beberapa calon pembeli memiliki kriteria membeli rumah yang memiliki pagar, terutama mereka yang memiliki anak-anak atau hewan peliharaan, seringkali menganggap pagar yang ada sebagai hal yang penting.

    Oleh karena itu, calon pembeli tak perlu repot memasang pagar lagi. Lalu, pagar hias akan meningkatkan daya tarik dari tepi jalan.

    4. Menghindari Sengketa Jalur Properti

    Memasang pagar adalah cara yang dapat diandalkan untuk menyelesaikan sengketa batas properti. Bahkan jika tetanggamu kini bukan tipe orang yang punya sengketa lahan pagar akan mencegah masalah serupa terjadi di masa depan.

    Pastikan untuk bekerja sama dengan surveyor dan pemerintah kota untuk mengetahui secara pasti di mana garis properti berada.

    Itulah beberapa manfaat yang didapat kalau mempunyai pagar rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Pilih Pagar yang Cocok buat Kebutuhan dan Kondisi Rumah Kamu


    Jakarta

    Memasang pagar rumah adalah salah satu cara untuk melindungi hunian beserta isinya dari orang luar. Pagar juga berfungsi untuk menjaga privasi penghuni dengan menghalangi pandangan mata.

    Ada banyak jenis dan bentuk pagar yang tersedia di pasaran. Kalau kamu bingung mau pilih yang mana, kamu bisa tentukan yang paling cocok dengan kondisi rumah dan kebutuhanmu.

    Lalu, bagaimana cara memilih pagar yang cocok ya? Yuk simak caranya berikut ini dikutip dari Jacksons Fencing, Selasa (20/8/2024).


    Tips Pilih Pagar yang Cocok buat Rumahmu

    1. Privasi

    Pagar Tembok dengan Variasi Bambu.Tips Pilih Pagar Foto: lingkarwarna.com/Pinterest

    Salah satu aspek utama dari pagar adalah privasi. Kalau mau mendapatkan privasi maksimal di luar rumah, maka tinggikan panel pagar. Panel yang tinggi dan tertutup akan menghalangi tatapan tetangga.

    2. Keamanan

    Pagar menjadi pertahanan pertama yang kita miliki untuk menghalau serangan dari luar rumah. Sering kali, pagar menjadi keamanan sering kali menjadi prioritas tinggi bagi pemilik rumah.

    Pagar Tembok dari Batu Alam.Tips Pilih Pagar Foto: Ide Desain Rumah/Pinterest

    Sangat penting untuk memilih pagar yang menawarkan batas yang aman. Pilih panel pagar vertikal sehingga tidak ada pegangan kaki atau tangan yang dapat digunakan untuk memanjat.

    3. Lokasi

    Kamu harus menentukan lokasi yang tepat memasang pagar rumah. Pertimbangkan medan pekarangan rumah kamu, mungkin ada penghalang seperti pohon atau batu yang perlu kamu akali.

    4. Lingkungan

    Pagar Tembok dengan Kayu Berwarna Hitam.Tips Pilih Pagar Foto: Rose/Pinterest

    Kalau rumah kamu berada di daerah yang rawan angin, kamu harus pertimbangkan pagar mana yang kuat menahan kondisi berangin. Panel semi-solid selalu paling cocok karena masih memungkinkan angin melewati lubang di sela-sela panel, sehingga tidak membebani tiang penahan pagar.

    5. Kualitas

    Kualitas pagar sangat menentukan berapa lama pagar akan bertahan. Selalu cari pagar dengan material kokoh dan bisa tahan lama.

    Itulah beberapa tips memilih pagar yang cocok buat rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Perbaiki Pagar Geser Seret Saat Dibuka


    Jakarta

    Pagar menjadi tambahan yang cukup penting untuk menjaga keamanan dan privasi rumah. Salah satu model pagar yang banyak dipakai orang-orang adalah pagar geser.

    Model ini cukup praktis dan tidak memakan tempat saat dibuka dan ditutup. Namun, pagar ini terkadang bisa seret dan berat saat dibuka-tutup. Kok bisa ya?

    Melansir dari Bay Area Lions Gate, Selasa (20/8/2024), salah satu masalah yang sering dialami pada pagar geser adalah masalah rel. Pagar tidak bisa digeser dengan lancar sebenarnya karena ada yang nggak beres dengan rel maupun rodanya.


    Kalau dibiarkan, masalah ini bisa bikin penghuni frustasi karena kesulitan menggeser pagar. Lalu, pagar maupun relnya juga lama-lama bisa rusak.

    Yuk, simak apa saja penyebab pagar geser seret dan cara memperbaiki berikut ini.

    Penyebab Pagar Geser Seret

    1. Rel Kotor

    Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah membersihkan rel. Kotoran, serpihan, dan daun dapat terkumpul di rel, sehingga membuat pagar bergeser tidak rata.

    Gunakan sapu atau peniup daun untuk membersihkan kotoran pada rel. Kamu juga bisa pakai sikat untuk menggosok rel dengan air dan sabun. Pastikan untuk membilas rel dan membiarkannya kering sebelum dipakai ya.

    2. Pagar Tidak Sejajar dengan Rel

    Lalu, periksa juga kesejajaran pagar dengan rel. Kalau tidak sejajar dengan benar, roda akan keluar dari jalur rel. Hal ini yang membuat pagar sulit digeser.

    Untuk memeriksa kesejajaran, tutup pagar dan ukur jarak antara pintu pagar dan tiang di kedua sisi. Pengukurannya harus sama. Bila perlu, sesuaikan pintu gerbang hingga sejajar dengan benar.

    3. Roda Aus atau Rusak

    Kondisi roda pagar sangat penting untuk bisa meluncur dengan mulus. Jika roda aus atau rusak, pagar akan bergeser dengan tidak rata atau keluar dari lintasan.

    Maka, pastikan roda dalam kondisi baik ya. Kalau aus atau rusak, segera ganti dengan yang baru.

    4. Kurang Pelumas

    Melumasi rel dapat membantu pagar meluncur dengan mulus. Gunakan pelumas berbasis silikon untuk menyemprot rel.

    Pastikan untuk mengoleskan pelumas secara merata dan hindari menyemprotkannya pada roda atau pagar. Lumasi rel secara teratur agar tetap dalam kondisi baik.

    5. Baut dan Sekrup Longgar

    Kemungkinan ada baut dan sekrup yang longgar, sehingga pagar bergoyang dan tidak stabil. Periksa semua baut dan sekrup pada pagar dan kencangkan jika perlu.

    Pastikan untuk menggunakan kunci pas dengan ukuran yang tepat untuk menghindari baut atau sekrup terlepas.

    Itulah beberapa penyebab pagar geser seret dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Tinggi Pagar Rumah yang Ideal agar Terlihat Estetik


    Jakarta

    Hampir setiap rumah memiliki pagar yang berfungsi sebagai pembatas antara area hunian dengan jalan raya. Pagar juga berfungsi untuk memberikan rasa aman bagi penghuninya dari lingkungan luar.

    Oleh sebab itu, beberapa hunian seperti rumah mewah dan besar sengaja membangun pagar yang tinggi. Cara ini dilakukan untuk memberikan keamanan ekstra dari orang yang berniat jahat, binatang liar, hingga suara bising dari luar.

    Namun bagi sebagian orang, membangun pagar rumah yang tinggi memberikan kesan seperti ‘penjara’, kaku, dan terlihat tidak estetik. Lantas, berapa tinggi pagar rumah yang ideal? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Segini Tinggi Pagar Rumah yang Ideal

    Fungsi utama pagar adalah untuk memberikan keamanan bagi para penghuni rumah. Namun, haruskah pagar dibangun setinggi mungkin?

    Mengutip laman Bisesa Contractor, rata-rata tinggi pagar rumah yang ideal adalah 1,8 meter. Ukuran tersebut dinilai sudah cukup untuk memberikan perlindungan dari bahaya tindak kejahatan, suara bising, hingga binatang liar.

    Namun, ada beberapa rumah yang memasang pagar hingga setinggi 2,5 meter. Biasanya, rumah tersebut merupakan hunian mewah yang dihuni pejabat, artis ternama, hingga orang penting yang membutuhkan keamanan dan kenyamanan.

    Pada intinya, kamu bisa menyesuaikan tinggi pagar rumah dengan luas bangunan. Apabila rumah kamu mengusung konsep minimalis sederhana, pagar setinggi 1,8 meter dirasa sudah cukup. Namun jika memiliki rumah mewah dan luas, pagar setinggi 2,5 meter dapat memberikan perlindungan ekstra.

    Tips Memilih Pagar yang Cocok dengan Rumah Kamu

    Saat ini, ada banyak jenis dan bentuk pagar yang tersedia di pasaran. Jika kamu bingung ingin pilih yang mana, detikers bisa menentukan yang paling cocok dengan kondisi dan kebutuhan rumahmu.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut tips memilih pagar yang cocok dengan rumah kamu:

    1. Privasi

    Tips yang pertama terkait dengan privasi. Jika ingin menjaga privasi secara maksimal, maka disarankan untuk meninggikan panel pagar. Panel yang tinggi dan tertutup akan menghalangi tatapan tetangga.

    2. Keamanan

    Kamu juga harus memperhatikan soal keamanan sebelum memilih jenis atau bentuk pagar. Jika ingin mencegah maling, pilih panel pagar vertikal sehingga tidak ada pegangan kaki atau tangan yang dapat digunakan untuk memanjat.

    3. Lokasi Pemasangan

    Lokasi pemasangan pagar juga harus diperhatikan, lho. Kamu harus menentukan lokasi yang tepat memasang pagar rumah. Lalu, pertimbangkan medan pekarangan rumah kamu dan cek apakah ada penghalang seperti pohon atau batu yang perlu kamu akali.

    4. Faktor Lingkungan

    Jika detikers tinggal di daerah yang berangin, sebaiknya pertimbangkan pagar apa yang kuat menahan kondisi saat berangin. Panel semi-solid diklaim paling cocok karena masih memungkinkan angin melewati lubang di sela-sela panel, sehingga tidak membebani tiang penahan pagar.

    5. Kualitas Material

    Tips yang terakhir adalah memperhatikan kualitas material. Sebaiknya, selalu mencari pagar yang menggunakan bahan material kokoh sehingga bisa bertahan lama.

    Demikian pembahasan mengenai tinggi pagar rumah yang ideal. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Masuk Musim Hujan, Ini 3 Alat yang Ampuh Cegah Pagar Besi Berkarat


    Jakarta

    Besi dikenal sebagai salah satu jenis material yang mudah berkarat. Pemicunya biasanya karena air atau lingkungan yang lembap. Mengingat akhir-akhir ini beberapa wilayah sering diguyur hujan deras, kamu perlu melindungi barang di rumah dari karat, seperti pagar besi.

    Pagar adalah penutup akses masuk ke rumah agar lebih aman, tertutup, dan rapih bila dilihat dari luar. Biasanya material yang sering digunakan adalah besi. Sebab, besi cukup tahan lama, harganya lebih terjangkau, dan mudah diolah. Di satu sisi, memang ada kekurangannya yakni pagar besi mudah berkarat.

    Agar pagar besi bisa lebih tahan lama dan tidak mudah berkarat kamu perlu mencegahnya dan merawatnya. Mengutip Aberdeen Gate, Rabu (16/10/2024), kamu bisa memakai 3 alat ini untuk mengatasi masalah karat pada pagar besi.


    1. Sikat Kawat, Kikir, Bor Listrik

    Sikat kawat dan kikir dapat digunakan untuk pagar besi yang permukaannya menunjukkan tanda-tanda mengelupas. Apabila sudah seperti itu, kamu perlu mengikisnya dahulu baru ditutupi dengan cat atau lapisan yang baru.

    Sementara itu, roda kawat yang dipasang pada mata bor juga dapat mengampelas, mengikis area yang sulit dijangkau. Lalu, ada sandblaster yang dapat digunakan untuk menghilangkan pembentukan karat.

    2. Kuas Pembersih Lubang

    Untuk area pagar besi yang sudah terlihat berkarat dan lebih sulit dibersihkan, kamu bisa menggunakan cairan kimia seperti asam fosfat. Dalam 24 jam, karat tersebut akan berubah menjadi serpihan hitam.

    Serpihan ini dapat dengan mudah dihilangkan dengan sikat pembersih. Jangan lupa untuk memakai masker debu untuk mencegah kamu menghirup uap cat yang mungkin mengandung timbal.

    3. Kuas Cat

    Tahap selanjutnya adalah memberikan cat primer berbahan dasar minyak pada pagar besi yang telah dibersihkan. Tahap ini untuk melindungi besi dari reaksi karat setelah ini. Pastikan kamu memakai sarung tangan dan penutup mulut dan hidung saat mengecat. Setelah cat primer benar-benar kering, gunakan kuas cat baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Sebagai catatan tambahan, jangan gunakan cat eksterior dinding untuk gerbang besi karena produk jenis ini tidak mengandung komponen penghambat karat yang diperlukan seperti cat DTM (direct-to-metal).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pagar Rumah Seret saat Dibuka? Nih Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Pagar banyak digunakan di rumah orang Indonesia untuk menambah keamanan dan privasi. Salah satu model pagar andalan dan praktis digunakan adalah pagar geser.

    Namun, pagar ini terkadang bisa seret dan berat saat dibuka-tutup. Nah, ternyata pagar geser bisa seret atau susah dibuka karena bermasalah pada roda atau relnya, lho.

    Lantas, kenapa pagar geser susah seret ketika dibuka? Yuk, simak penyebab dan cara memperbaiki pagar geser yang seret di sini, dikutip dari Bay Area Lions Gate.


    Penyebab Pagar Geser Seret

    Inilah alasan pagar geser kamu seret saat di buka. Segera atasi dengan cara ini.

    1. Roda Aus atau Rusak

    Kondisi roda pagar sangat penting untuk bisa meluncur dengan mulus. Jika roda aus atau rusak, pagar akan bergeser dengan tidak rata atau keluar dari lintasan.

    Maka, pastikan roda dalam kondisi baik ya. Kalau aus atau rusak, segera ganti dengan yang baru.

    2. Kurang Pelumas

    Melumasi rel dapat membantu pagar meluncur dengan mulus. Gunakan pelumas berbasis silikon untuk menyemprot rel.

    Pastikan untuk mengoleskan pelumas secara merata dan hindari menyemprotkannya pada roda atau pagar. Lumasi rel secara teratur agar tetap dalam kondisi baik.

    3. Rel Kotor

    Selain itu, kamu perlu memastikan kebersihan rel. Kotoran, serpihan, dan daun dapat terkumpul di rel, sehingga membuat pagar bergeser tidak rata.

    Gunakan sapu atau peniup daun untuk membersihkan kotoran pada rel. Kamu juga bisa pakai sikat untuk menggosok rel dengan air dan sabun. Pastikan untuk membilas rel dan membiarkannya kering sebelum dipakai ya.

    4. Pagar Tidak Sejajar dengan Rel

    Lalu, periksa juga kesejajaran pagar dengan rel. Kalau tidak sejajar dengan benar, roda akan keluar dari jalur rel. Hal ini yang membuat pagar sulit digeser.

    Untuk memeriksa kesejajaran, tutup pagar dan ukur jarak antara pintu pagar dan tiang di kedua sisi. Pengukurannya harus sama. Bila perlu, sesuaikan pintu gerbang hingga sejajar dengan benar.

    5. Baut dan Sekrup Longgar

    Kemungkinan ada baut dan sekrup yang longgar, sehingga pagar bergoyang dan tidak stabil. Periksa semua baut dan sekrup pada pagar dan kencangkan jika perlu.

    Pastikan untuk menggunakan kunci pas dengan ukuran yang tepat untuk menghindari baut atau sekrup terlepas.

    Itulah beberapa penyebab pagar geser seret dan cara memperbaikinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Warna Cat Pagar yang Sebaiknya Dihindari!



    Jakarta

    Pagar merupakan salah satu bagian rumah yang terlihat dari luar. Untuk itu, pagar harus terselihat cantik dan menarik. Memilih warna yang menarik adalah suatu keharusan, faktanya halaman depan adalah pemandangan pertama saat ke rumah.

    Pagar yang cantik dan menarik dapat memperindah halaman rumah kamu. Namun, harus diketahui tidak semua warna cocok untuk pagar halaman rumah.

    Melansir Livingetc, berikut beberapa warna pagar halaman rumah yang sebaiknya dihindari agar tetap terlihat menarik dan cantik.


    Warna Hitam

    Jika material pagar yang digunakan adalah pagar logam, hitam menjadi warna yang populer. Namun, untuk pagar kayu menggunakan warna hitam dapat membuat pembatas yang berlebihan dan menyesakkan terutama jika memiliki halaman belakang yang kecil.

    Warna hitam dapat menyerap panas yang dapat membuat ruang luar terasa lebih panas di musim panas. Sebaiknya gunakan warna abu-abu yang sedikit lebih lembut, yang menjadi latar belakang yang bagus di antara hijaunya dedaunan taman.

    “Jika kamu ingin mendapatkan tampilan hutan atau ingin memamerkan tanaman kamu, warna yang lebih gelap seperti abu-abu antrasit yang sedang tren dapat memberikan ilusi kedalaman dan membuat tanaman serta bunga kamu menonjol,” kata Michael Rolland, pakar cat di The Paint Shed.

    Warna Hijau Tua

    Warna hijau tua tampak menjadi pilihan yang alami karena menyatu dengan lingkungan sekitar, sehingga mencegah pagar kamu terlihat tidak serasi. Namun, pagar taman yang menyatu dengan lingkungan sekitarnya menjadi pilihan yang praktis maupun estetis.

    “Meskipun penting untuk mempertimbangkan estetika dan gaya keseluruhan yang ingin kamu capai, sebaiknya hindari warna yang terlalu menyatu dengan elemen di sekitarnya,” jelas Tash Bradley, direktur desain interior di Lick.

    Untuk alternatif yang terlihat jelas, hijau sage adalah pilihan yang aman. Warna yang menenangkan membantu menciptakan ruang luar yang ramah saat digunakan sebagai pagar. Hal ini sekaligus membuat taman tampak lebih besar.

    Warna Merah Muda

    Warna merah muda cerah cocok untuk interior rumah, tetapi jika menggunakannya dalam ruangan yang luas warna ini bisa terlihat terlalu mencolok. Sebagai warna pagar, warna ini bisa menciptakan tampilan yang tidak wajar dan mencolok.

    “Warna ini tidak akan menyatu dengan baik dengan lingkungan luar dan bisa membuat taman kamu terasa kurang tentram dan damai. Selain itu, warna cerah ini bisa menarik serangga yang mengganggu,” jelas Tash.

    Kamu bisa memilih warna krem atau kelabu kecoklatan yang lembut. Warna yang lebih hangat, namun bersahaja adalah salah satu pilihan terbaik untuk ruang luar.

    Pagar yang dicat dengan salah satu warna ini akan memaksimalkan warna hangat yang menerangi taman.

    Warna Ungu Berpigmen

    Warna ungu berpigmen memiliki alasan yang jauh lebih praktis daripada alasan estetika. Hal ini karena mengecat pagar dengan warna ungu dapat menandakan kepemilikan pribadi.

    Ungu tua juga bisa menjadi warna yang mencolok dan tidak alami jika digunakan di luar ruangan. Disarankan untuk menggunakan biru tua yang merupakan warna yang lebih disukai.

    Namun, jika pagar terlalu tinggi, sebaiknya hindari warna biru langit atau biru kehijauan yang terang karena dapat menyatu terlalu sempurna dengan langit di hari cerah dan membuat pagar terlihat kusam.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 3 Alat Wajib untuk Mengatasi Pagar Besi yang Berkarat


    Jakarta

    Pagar besi sering dipilih oleh banyak pemilik rumah karena lebih praktis saat membuka atau menutup pagar. Lalu, pagar besi juga dinilai awet dan punya tampilan yang membuat rumah terlihat lebih mewah.

    Meski terbilang awet, tetapi pagar besi tetap membutuhkan perawatan khusus. Soalnya, pagar besi berisiko mengalami karatan akibat terkena air, terutama air hujan.

    Kalau pagar besi sudah berkarat, tampilannya akan terlihat jelek dan tidak estetik lagi. Namun jangan khawatir, masalah pagar besi berkarat dapat diatasi dengan menggunakan sejumlah alat.


    Lantas, apa saja alat untuk mengatasi pagar besi yang berkarat? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Alat Wajib untuk Mengatasi Pagar Besi Berkarat

    Dilansir situs Aberdeen Gate, sedikitnya ada tiga alat yang wajib dimiliki untuk mengatasi karat di pagar besi. Berikut alat-alatnya:

    1. Sikat Kawat, Kikir, dan/atau Bor Listrik

    Apabila pagar rumah detikers sudah mulai berkarat, sikat kawat bisa menjadi solusi tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

    Bulu baja pada sikat kawat berfungsi untuk menghilangkan cat atau kotoran yang lepas, terutama pada area yang sulit dijangkau seperti area yang tergulung, batang yang terpuntir, dan area yang membulat.

    Lalu, roda kawat yang dipasang pada mata bor dapat digunakan untuk mengamplas, mengikis, dan menggilir. Kemudian ada sandblaster yang bisa dipakai untuk menghilangkan pembentukan karat.

    2. Kuas Pembersih Lubang

    Apabila ada karat yang sulit dihilangkan, cobalah menggunakan asam fosfat yang disemprot ke area tersebut. Nantinya karat yang membandel akan berubah menjadi serpihan hitam dalam waktu 24 jam.

    Serpihan tersebut akan lebih mudah dibersihkan dengan sikat pembersih lubang kawat baja tahan karat. Alat ini dirancang khusus untuk membersihkan permukaan tersembunyi secara efektif.

    3. Kuas Cat

    Untuk mencegah karat dapat terjadi lagi, kamu perlu melapisi pagar dengan cat primer berbahan dasar minyak yang telah dibersihkan sebelumnya. Untuk mengaplikasikan cat primer hanya dibutuhkan kuas cat yang kualitasnya baik.

    Jika cat primer benar-benar sudah kering, pakai kuas cat yang baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Sebagai catatan, jangan menggunakan cat eksterior biasa atau cat tembok untuk pagar besi. Sebab, cat jenis ini tidak mengandung komponen penghambat karat yang diperlukan seperti cat DTM atau direct-to-metal.

    Tanda-tanda Pagar Besi sudah Karatan

    Dilansir BBC, karat pada besi diakibatkan hasil dari reaksi reduksi dan oksidasi (redoks) yang tidak diinginkan. Jadi, besi akan bereaksi dengan air dan oksigen, lalu membentuk besi (III) oksida terhidrasi yang dikenal sebagai karat.

    Selain disebabkan oleh cuaca, terutama akibat air hujan, pagar besi dapat berkarat karena kotor, terdapat tumbuhan yang tumbuh di dekatnya, hingga caat pelindung yang mulai mengelupas.

    Untuk mengetahui apakah pagar besi di rumah sudah mulai berkarat atau tidak, simak tanda-tandanya di bawah ini:

    1. Terdapat noda kehitaman yang kasar dan timbul pada permukaan pagar.
    2. Bentuk pagar melengkung dan terdapat permukaan yang rusak atau bolong. Hal ini karena karat bisa melemahkan struktur besi.
    3. Pagar sulit saat ditarik dan didorong serta terdengar suara berderit.

    Apabila pagar rumah sudah mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya lakukan proses pembersihan pagar dari karat dengan pengecatan ulang. Namun jika pagar mengalami karat yang cukup parah, sebaiknya mengganti pagar tersebut dengan yang baru.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com