Tag: pahatan

  • 5 Tips Dekorasi Ruangan Agar Terlihat Mewah



    Jakarta

    Mendekorasi ruangan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Mendekorasi bukan hanya tentang mempercantik rumah, tetapi juga memasukkan desain pribadi yang diinginkan ke ruangan.

    Mendekorasi ruangan apapun bisa menjadi tantangan ketika keinginan dan anggaran tidak sesuai dengan yang direncanakan.

    Melansir The Spruce, berikut beberapa cara untuk membuat ruangan apapun tampak dan terasa mewah tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.


    Tambahkan Dekorasi Jendela

    Jendela yang kosong mungkin terlihat kurang terawat, tetapi jendela yang dilengkapi gorden memiliki banyak kelebihan. Tidak hanya memberi privasi dan menyaring sinar matahari, tetapi membuat ruangan secara keseluruhan lebih mewah.

    “Hiasan jendela, dan khususnya gorden benar-benar menambahkan lapisan akhir yang membuat ruangan terasa lebih lengkap,” kata Julie Mitchiner, dari JAM Interior Design.

    Tekstur yang Lebih Banyak

    Pikirkan bantal beludru, selimut kasmir, dan karpet berbulu. Barang-barang aksen yang lebih kecil langsung memperindah ruangan dan memberikan kesan yang sangat canggih dan mewah.

    “Saya suka menambahkan berbagai tekstur mewah ke ruangan untuk mendapatkan tampilan yang terasa sangat mewah dan mahal.”kata Kathy Kuo.

    Singkirkan Kekacauan di Ruangan

    Tumpukan surat di meja dan gelas air minum yang tidak dibereskan akan membuat ruangan terasa berantakan, sehingga membuat ruangan jauh dari kata mewah.

    “Saat mendekorasi, lebih sedikit lebih baik. Kekacauan membuat ruangan tampak lebih kecil dan juga tidak menarik,” ujar Cassie Fruggiero, agen real estat.

    Untuk meningkatkan faktor kemewahan ruangan, luangkan waktu untuk sesi pembersihan yang serius. Pertimbangkan semua yang dipajang, mulai dari buku hingga peralatan di meja dapur. Hal ini akan membuat penghuni rumah tidak stres saat dilihat.

    Pencahayaan

    Pencahayaan bukan hanya kebutuhan fungsional, tetapi perlengkapan yang berfungsi ganda sebagai karya seni yang mencolok.

    “Lampu hias dapat memberikan dampak besar pada dinding yang kosong dan menciptakan kesan mewah di ruangan manapun atau lampu pahatan dapat berfungsi ganda sebagai karya seni,” kata Leslie Dapper, desainer utama di Rumor Designs.

    Pencahayaan seringkali menjadi titik fokus ruangan dan dapat menambah keanggunan, keunikan, dan gaya. Hal ini adalah cara cepat untuk mengubah tampilan dan dapat dilakukan dengan anggaran berapapun.

    Tambahkan Karpet

    Warna, pola, kehangatan, dan pijakan kaki yang lembut akan membuat ruangan terasa mewah. Manfaat menambahkan karpet ke ruangan manapun, seperti ruang tamu, lorong, atau kamar tidur membuat ruangan tampak mahal meskipun dengan karpet murah.

    “Karpet dapat membuat ruangan apapun tampak rapi, yang menciptakan ruang yang lebih bijaksana dan bermakna,” kata Sam Lund, dari Simply Sam.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Patung hingga Lukisan, Ini Aturan Pajang Karya Seni di Rumah Menurut Islam



    Jakarta

    Karya seni sering digunakan sebagai dekorasi interior rumah. Karya itu bisa berupa patung, lukisan, hingga foto.

    Hiasan tersebut bermaksud menambah estetika pada rumah. Namun, tak jarang benda-benda itu menggambarkan makhluk hidup, seperti manusia dan hewan.

    Lantas, bagaimana pandangan Islam terkait dekorasi rumah itu? Berikut ini penjelasannya.


    Hukum Memajang Karya Seni di Rumah

    Inilah sejumlah karya seni yang biasa di pajang di rumah beserta ketentuan hukumnya dalam Islam.

    1. Patung

    Patung suka disimpan di sudut-sudut rumah sebagai dekorasi. Nah, sebenarnya keberadaan patung di rumah menurut ajaran Islam tidak dianjurkan.

    Meski hanya pajangan sekali pun, patung dikhawatirkan akan mengurangi keberkahan dalam rumah tersebut.

    Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tarmidzi.

    “Sesungguhnya malaikat tidak memasuki suatu rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar timbul (relief).” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban)
    Relief atau patung yang dilarang dalam Islam adalah karya seni pahatan berbentuk makhluk hidup seperti manusia dan hewan yang menyerupai ciptaan Allah SWT. Rumah tersebut tidak akan mendapatkan keberkahan karena Malaikat enggan mengunjungi hunian tersebut.

    Anggota anggota Dewan Pengawas Syariah LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Mohamad Suharsono, mengatakan para ulama berpendapat keberadaan patung di dalam rumah seorang Muslim tidak dianjurkan karena dikhawatirkan akan mengurangi keberkahan rumah tersebut, malaikat rahmah enggan memasuki rumah tersebut.

    2. Lukisan

    Lukisan juga termasuk karya seni yang dilarang dalam Islam kalau menggambarkan manusia dan hewan yang terlalu detail. Sebab, karya tersebut menyerupai ciptaan Allah SWT.

    Hal ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan dalam Hadits Bukhari dan Muslim berikut.

    “Barangsiapa yang di dunia pernah menggambar gambar (bernyawa), ia akan dituntut untuk meniupkan ruh pada gambar tersebut di hari kiamat, dan ia tidak akan bisa melakukannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Namun untuk lukisan, terdapat beberapa keringanan dan pengecualian. Suharsono menjelaskan jika ingin melukis manusia atau hewan sebaiknya beberapa potongan saja dan tidak secara detail.

    “Kalau melukis hanya beberapa potong saja tidak seluruhnya boleh saja, tanpa kepalanya. Yang tidak boleh itu melukis yang utuh dari ujung kepala hingga kaki,” jelas Suharsono saat dihubungi oleh detikProperti beberapa waktu lalu.

    Sementara itu, lukisan yang menggambarkan pemandangan alam, pohon, dan tanaman masih diperbolehkan dalam Islam.

    “Banyak ulama yang menyarankan untuk menghindari makhluk hewan untuk dilukis. Untuk tumbuh-tumbuhan boleh saja,” lanjut Suharsono.

    Dalam situs NU Online, dijelaskan patung dan gambar semasa Nabi hidup bahkan hingga Rasulullah SAW wafat, banyak ditemukan masyarakat justru menyembah dan mengagung-agungkan dua benda tersebut.

    Imam Muslim meriwayatkan, bahwa Abu Dluha pernah berkata, “Saya dan Masruq berada di sebuah rumah yang di sana terdapat beberapa patung. Lalu Masruq berkata kepadaku, apakah ini patung Kaisar? Saya jawab, tidak. Ini adalah patung Maryam. Masruq bertanya demikian, karena menurut anggapannya bahwa lukisan itu buatan Majusi dimana mereka biasa melukis raja-raja mereka di bejana-bejana. Tetapi akhirnya ketahuan bahwa patung tersebut adalah buatan orang Nasrani.”

    Kemudian Masruq berkata, “Saya pernah mendengar Ibnu Mas’ud menceritakan apa yang ia dengar dari Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya nanti di hari kiamat ialah orang-orang yang menggambar.” (HR Muslim).

    Imam Thabari menjelaskan maksud orang yang menggambar adalah orang yang menciptakan sesuatu dan disembah selain Allah dalam keadaan dia mengetahui dan disengaja.

    Bahkan jika seseorang tidak ada maksud untuk menyembahnya, dia tetap tergolong orang yang berdosa karena menggambar menyerupai ciptaan Allah SWT. Hal ini hampir sama dengan persoalan orang yang melukis atau membuat patung terinspirasi dari makhluk yang bernyawa dengan tujuan menandingi ciptaan Allah.

    “Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya ialah orang-orang yang menandingi ciptaan Allah.” (HR Muslim).

    3. Foto

    Daripada memajang patung atau lukisan, kamu bisa menghias interior rumah dengan karya seni.

    Penulis buku Fatwa-Fatwa kontemporer Syekh Al-Qardhawi yang mengutip pendapat salah satu Mufti Mesir, Al-Allamah Asy-Syekh Muhammad Bakhit Almuthí mengatakan foto bukan kegiatan menciptakan makhluk baru.

    “Foto itu hukumnya boleh karena foto bukan termasuk menciptakan makhluk baru, tetapi foto itu bagian dari gambaran makhluk yang sudah ada, ibaratnya melihat cermin, seperti melihat bayangan. Sehingga foto ini hukumnya boleh, mau ditempel di dinding dan lain sebagainya,” sebutnya.

    Gambar dari hasil kamera seperti foto keluarga, foto pemandangan, foto hewan, hingga foto bangunan tidak ada larangan untuk ditempel di dalam rumah asalkan tidak mendatangkan fitnah.

    “Maksud fitnah di sini, ketertarikan untuk melakukan perbuatan zina dan mengundang orang memiliki komentar negatif. Misalnya foto tersebut mengumbar aurat sehingga adanya zina mata,” pungkas Suharsono.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com