Tag: pakai cat

  • Catat! Ini 8 Penyebab Cat Dinding Menggelembung dan Cara Mudah Mengatasinya


    Jakarta

    Cat rumah adalah pelindung terluar dinding. Selain melindungi, cat dinding juga mempercantik tampilan rumah. Sifatnya yang menempel pada dinding, ada beberapa risiko yang dapat merusak cat dinding, salah satunya adalah cat menggelembung.

    Cat menggelembung adalah keadaan cat yang semula rata dan mulus tiba-tiba membentuk bulatan besar seperti balon yang diisi udara. Biasanya cat menggelembung tidak langsung pecah terutama yang ukuran bulatannya masih kecil. Namun, ukuran apapun, cat menggelembung mengganggu estetika dinding di rumah. Lantas, apa yang harus dilakukan jika ada cat menggelembung pada dinding rumah?

    Penyebab Cat Menggelembung

    Dikutip dari House Beauty, Sabtu (6/7/2024) berikut beberapa penyebab cat dinding menggelembung.


    1. Cat yang Dipilih Tidak Sesuai

    Penyebab pertama cat dinding menggelembung adalah jenis cat yang digunakan tidak sesuai dengan dinding rumah. Misalnya jenis cat minyak dan lateks dipakai bersamaan. Alhasil keduanya tidak dapat menempel dan senyawanya tidak mengikat. Dengan demikian, setelah ditimpa permukaan dinding akan terlihat gelembung berisi udara.

    2. Tidak Membersihkan Sisa Cat Sebelumnya

    Sudah jadi rahasia umum, jika ingin mengecat dinding, kamu perlu membersihkan warna cat sebelumnya. Namun, biasanya langkah ini dilewati karena sulit dan membutuhkan waktu lama. Padahal cara ini bukan hanya membuat tampilan dinding lebih halus, melainkan menghilangkan kotoran yang menempel di dinding. Minyak atau kotoran bisa menjadi penyebab timbulnya gelembung sebab cat tidak dapat menempel sepenuhnya pada dinding yang berminyak.

    3. Tidak Pakai Cat Dasar

    Setelah cat sebelumnya terkelupas, kamu perlu melapisinya dengan cat dasar dahulu. Cat dasar penting untuk memperkuat lapisan warna pada tembok. Cat dasar ini juga perlu dipakai setelah cat selesai. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa cat dapat terkunci dan mencengkeram permukaan secara merata dan konsisten.

    4. Dinding yang Lembab

    Kemudian, ada kondisi lain yang bisa menyebabkan cat menggelembung yakni udara di sekitar dinding lembap, terutama pada saat hujan. Biasanya cat dinding luar sering mengalami cat menggelembung. Kelembapan berbentuk udara atau air terperangkap di lapisan cat dan membentuk kantong. Kamu perlu berhati-hati jika atap rumah mulai bocor karena potensi cat dinding menggelembung mungkin saja terjadi.

    5. Cat Terkena Suhu yang Terlalu Panas

    Selain lembap, cat menggelembung juga bisa timbul jika di sekitar dinding terlalu panas. Idealnya cat dinding berada dalam suhu 50-85 derajat. Jika berada di atas angka tersebut risikonya cat mengering secara tidak merata sehingga ada udara yang terperangkap di bawahnya.

    6. Menimpa Cat Lain yang Masih Basah

    Salah teknik pengecatan seperti menimpa cat yang masih basah juga merusak permukaan cat sebelumnya. Salah satu kerusakan tersebut terlihat dari terbentuknya gelembung. Oleh sebab itu, pastikan cat yang sudah dipoles dan dicat benar-benar kering sebelum mengaplikasikan lapisan berikutnya.

    7. Cat Diaduk Terlalu Lama

    Teknik pengecatan lainnya yang membuat cat menggelembung adalah cat diaduk terlalu lama sebelum dipakai. Mengaduk cat terlalu lama dan terlalu cepat secara berlebihan dapat menimbulkan masuknya gelembung udara ke dalam cat yang muncul di dinding.

    8. Salah Memilih Rol Cat

    Penyebab lainnya adalah salah memilih rol cat. Kuas dan cat dirancang berbeda-beda agar pada saat digunakan, cat bisa merata tanpa tercipta bertekstur. Maka dari itu, tanyakan kepada petugas toko bangunan atau tempat kamu membeli cat agar hasilnya sesuai harapan.

    Cara Mengatasi Cat Gelembung

    Jika mendapati cat di rumah menggelembung, kamu bisa memecah gelembung tersebut dengan mengikisnya. Gunakan ampelas agar lebih cepat. Jika di bawah cat menggelembung ada retakan, sebaiknya tambal dahulu. Setelah permukaan dinding kembali rata seperti semula, amplas kembali.

    Jangan lupa oleskan dengan cat dasar atau primer, pastikan cat benar-benar mengering dan tidak lembab. Lalu aplikasikan ulang cat dengan lapisan berikutnya. Tunggu sampai mengering, baru kamu bisa menimpa cat baru lagi jika dibutuhkan.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi cat dinding menggelembung. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Cat Tembok Rumah Lembap dan Mengelupas? Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Kondisi cat tembok rumah bisa bikin tampilan hunian kamu cantik dan estetik. Sebaliknya cat tembok yang sudah lembap dan mengelupas bisa bikin rumah kamu terlihat kumuh.

    Supaya hal itu nggak terjadi, sebaiknya kenali dulu penyebab cat tembok bisa lembap dan mengelupas. Cegah sebelum cat tembok lembap dan mengelupas serta atasi langsung dari sumber masalahnya.

    Lantas, apa yang bikin cat tembok lembap dan mengelupas? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Tembok Rumah Lembap dan Mengelupas

    Cat tembok yang mengelupas dan dinding lembap menjadi masalah yang banyak dialami pemilik rumah. Mengutip laman Home Building and Renovating, Senin (4/11/2024) ada sejumlah penyebab cat tembok lembab dan mengelupas, yakni sebagai berikut:

    1. Kondensasi

    Penyebab utama cat tembok lembab karena mengalami kondensasi. Sebagai informasi, kondensasi terbentuk saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam tembok bagian dalam yang dingin.

    Ketika udara mendadak dingin secara cepat, hal ini menyebabkan terjadinya embun yang lama kelamaan menjadi air. Lalu, lapisan dinding di dalamnya menjadi lembab.

    Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan masalah lain seperti cat tembok mengelupas dan menimbulkan jamur di dinding.

    2. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

    Masalah pada pipa air jangan dianggap sepele. Meski air yang menetes dalam jumlah kecil, namun hal tersebut dapat menimbulkan masalah besar, salah satunya cat tembok menjadi lembab.

    Tetesan air yang keluar dari pipa dan mengenai tembok dapat menyebabkan kelembapan yang sangat tinggi di area tersebut.

    3. Dinding Retak

    Faktor lainnya disebabkan oleh dinding yang mulai retak. Seiring berjalannya waktu, dinding rumah akan mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

    Nah, hal tersebut membuat kelembapan dapat masuk ke dinding melalui celah retakan. Air yang masuk ke dalam dinding tak bisa keluar lagi, sehingga mengakibatkan bercak lembab pada dinding bagian dalam.

    4. Perubahan Suhu Ekstrim

    Perubahan suhu yang berubah-ubah juga dapat merusak cat tembok rumah. Saat suhu udara panas bertemu dengan suhu dingin, hal ini menyebabkan cat yang awalnya menempel dengan erat perlahan akan kendur dan mudah terkelupas.

    Cara Mengatasi Tembok Lembap dan Mengelupas

    Apabila tembok rumah sudah lembab dan catnya mengelupas, sebaiknya segera diperbaiki sebelum akhirnya menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

    Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Mengutip laman New Line Painting, berikut cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas:

    1. Bersihkan Tembok dari Cat yang Terkelupas

    Langkah pertama adalah membersihkan tembok dari cat yang sudah terkelupas. Hal ini dilakukan agar mendapatkan permukaan dinding yang halus.

    Kamu bisa membersihkan tembok dari cat yang terkelupas dengan menggunakan alat pengikis khusus. Jika ditemukan ada noda atau minyak yang menempel, bersihkan dahulu dengan air, sabun, dan kain.

    2. Identifikasi Area Masalah

    Setelah mengikis cat tembok, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi masalahnya. Cari tahu apa yang menyebabkan tembok jadi lembab hingga menimbulkan jamur.

    Cari tahu juga apakah ada permukaan dinding yang retak halus atau cukup lebar. Dengan begitu, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan selanjutnya.

    3. Amplas Tembok

    Agar permukaan dinding kembali halus, lakukan pengamplasan pada tembok secara perlahan. Cara ini dilakukan jika muncul retakan halus pada tembok rumah milikmu.

    4. Pakai Cat Primer Berkualitas

    Setelah dinding dibersihkan dan diamplas sampai halus, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar atau primer yang berkualitas sebelum melakukan pengecatan.

    Cara ini dapat meminimalisir cat mengelupas yang disebabkan oleh jamur atau suhu lembab. Selain itu, permukaan tembok akan terasa lebih halus.

    5. Cat Ulang Dinding yang Sudah Dikelupas

    Langkah terakhir adalah dengan mengecat ulang tembok dengan memakai warna sesuai keinginan. Oh ya, pastikan juga pilih merek cat yang punya kualitas terbaik agar memberikan proteksi terbaik dan tahan lama.

    Itu dia penyebab cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Dinding Lembap dan Mengelupas? Ini Penyebab dan Cara Perbaikinya



    Jakarta

    Kondisi cat dinding rumah bisa berubah seiring berjalannya waktu. Terkadang cat dinding bisa lembap dan mengelupas, sehingga mengganggu estetika rumah.

    Nah, perlu kamu ketahui penyebab cat tembok lembap dan mengelupas agar bisa mencegahnya. Namun, kalau sudah terlanjur, kamu masih bisa memperbaikinya kok.

    Lantas, apa yang bikin cat tembok lembap dan mengelupas? Bagaimana cara memperbaikinya? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Dinding Lembap dan Mengelupas

    Mengutip laman Home Building and Renovating, ada sejumlah penyebab cat tembok lembab dan mengelupas, yakni sebagai berikut.

    1. Kondensasi

    Penyebab utama cat tembok lembab karena mengalami kondensasi. Sebagai informasi, kondensasi terbentuk saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam tembok bagian dalam yang dingin.

    Ketika udara mendadak dingin secara cepat, hal ini menyebabkan terjadinya embun yang lama kelamaan menjadi air. Lalu, lapisan dinding di dalamnya menjadi lembab.

    Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan masalah lain seperti cat tembok mengelupas dan menimbulkan jamur di dinding.

    2. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

    Masalah pada pipa air jangan dianggap sepele. Meski air yang menetes dalam jumlah kecil, namun hal tersebut dapat menimbulkan masalah besar, salah satunya cat tembok menjadi lembab.

    Tetesan air yang keluar dari pipa dan mengenai tembok dapat menyebabkan kelembapan yang sangat tinggi di area tersebut.

    3. Dinding Retak

    Faktor lainnya disebabkan oleh dinding yang mulai retak. Seiring berjalannya waktu, dinding rumah akan mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

    Nah, hal tersebut membuat kelembapan dapat masuk ke dinding melalui celah retakan. Air yang masuk ke dalam dinding tak bisa keluar lagi, sehingga mengakibatkan bercak lembab pada dinding bagian dalam.

    4. Perubahan Suhu Ekstrim

    Perubahan suhu yang berubah-ubah juga dapat merusak cat tembok rumah. Saat suhu udara panas bertemu dengan suhu dingin, hal ini menyebabkan cat yang awalnya menempel dengan erat perlahan akan kendur dan mudah terkelupas.

    Cara Mengatasi Dinding Lembap dan Mengelupas

    Apabila tembok rumah sudah lembab dan catnya mengelupas, sebaiknya segera diperbaiki sebelum akhirnya menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

    Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Mengutip laman New Line Painting, berikut cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas:

    1. Bersihkan Tembok dari Cat yang Terkelupas

    Langkah pertama adalah membersihkan tembok dari cat yang sudah terkelupas. Hal ini dilakukan agar mendapatkan permukaan dinding yang halus.

    Kamu bisa membersihkan tembok dari cat yang terkelupas dengan menggunakan alat pengikis khusus. Jika ditemukan ada noda atau minyak yang menempel, bersihkan dahulu dengan air, sabun, dan kain.

    2. Identifikasi Area Masalah

    Setelah mengikis cat tembok, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi masalahnya. Cari tahu apa yang menyebabkan tembok jadi lembab hingga menimbulkan jamur.

    Cari tahu juga apakah ada permukaan dinding yang retak halus atau cukup lebar. Dengan begitu, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan selanjutnya.

    3. Amplas Tembok

    Agar permukaan dinding kembali halus, lakukan pengamplasan pada tembok secara perlahan. Cara ini dilakukan jika muncul retakan halus pada tembok rumah milikmu.

    4. Pakai Cat Primer Berkualitas

    Setelah dinding dibersihkan dan diamplas sampai halus, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar atau primer yang berkualitas sebelum melakukan pengecatan.

    Cara ini dapat meminimalisir cat mengelupas yang disebabkan oleh jamur atau suhu lembab. Selain itu, permukaan tembok akan terasa lebih halus.

    5. Cat Ulang Dinding yang Sudah Dikelupas

    Langkah terakhir adalah dengan mengecat ulang tembok dengan memakai warna sesuai keinginan. Oh ya, pastikan juga pilih merek cat yang punya kualitas terbaik agar memberikan proteksi terbaik dan tahan lama.

    Itu dia penyebab cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Harus Pakai Cat Dasar Sebelum Ngecat Dinding? Ini Alasannya



    Jakarta

    Saat mengecat dinding, kalian harus mengaplikasikan cat beberapa kali hingga dinding tertutup sempurna dan rata. Untuk memastikan lapisan paling atas menempel dengan erat, dibutuhkan lapisan paling bawah yang kuat atau sering disebut cat dasar atau cat primer.

    Cat dasar atau cat primer merupakan jenis cat tersendiri dan berbeda dengan cat-cat untuk lapisan luar. Selain itu, cat primer biasanya berwarna putih atau abu-abu. Berbeda dengan cat lapisan atas yang memiliki berbagai warna.

    Selain untuk mengeratkan lapisan di atasnya, keberadaan cat dasar punya banyak manfaat. Menurut Achriano Toyang, Senior RD&I Manager PT ICI Paints Indonesia, cat dasar atau primer juga bisa untuk melindungi kelembapan, pengkristalan garam alkali, dan bisa untuk membuat cat lebih tahan lama.


    Ada pun pengkristalan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Penyebabnya biasanya dikarenakan indikasi masuknya kelembapan dan buruknya kualitas udara dalam ruangan tersebut. Hal ini dapat membuat cat mudah rusak.

    Head of Marketing PT ICI Paints Indonesia, Niluh Putu Ayu Setiawati menambahkan bahwa cat dasar dibutuhkan karena dapat melindungi dinding dari air dan kelembapan yang merupakan musuh terbesar dinding.

    “Musuh terbesar daripada tembok adalah air dan kelembapan. Apalagi di Indonesia, air itu sangat tinggi. Oleh karena itu, cat dasar itu sangat dibutuhkan,” ungkap Niluh saat ditemui dalam acara Press Conference Dulux Professional: 2-in-1 Evolution, Jakarta, Rabu (23/4/2025).

    Niluh membenarkan jika saat ini cat primer dengan cat pelapis atas adalah dua produk yang berbeda. Konsumen perlu membeli dua produk berbeda untuk mengecat dinding. Namun, saat ini sudah ada inovasi produk yang telah menyatukan dua jenis cat tersebut dalam satu produk yakni Dulux Professional Interior Express 2-in-1 A700 yang dapat dipakai di dalam ruangan.

    Produk ini diharapkan dapat membantu konsumen untuk mendapatkan produk yang lebih murah, pemakaiannya cepat, dan lebih ramah lingkungan. Sebab, ada satu step yang akan dilewatkan yakni pengecatan primer karena dalam produk tersebut sudah mencakup cat primer dan cat lapisan atas.

    “Tapi karena cat dasar itu membutuhkan dua bahan yang berbeda dengan top coat, jadi menyatukan menjadi satu. Jadi dia udah pelindung alkalinya, warnanya. Jadi dua menjadi satu,” jelas Niluh.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengecat Dinding yang Benar, Berapa Lama Cat Kering?


    Jakarta

    Mengecat dinding terlihat sebagai pekerjaan yang mudah dilakukan, padahal pada prakteknya dibutuhkan keterampilan dan teknik yang benar agar hasilnya tidak gagal.

    Ciri-ciri cat dinding yang gagal adalah hasil pengecatan yang mudah berubah dan cepat rusak. Bentuk kerusakan tersebut cukup beragam ada cat yang menggelembung, terkelupas, pudar warnanya, berkapur, dan lainnya.

    Untuk menghindari hasil cat dinding yang gagal, ketahui dahulu cara mengecat dinding yang benar. Berikut langkah-langkahnya.


    1. Pastikan Plasteran dan Acian Sudah Kering

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kunci cat dinding dapat merekat dengan sempurna terletak pada kondisi plesteran dan acian dinding.

    “Yang membuat hal itu terjadi adalah bata itu tidak mengering sempurna pada saat proses plesteran sehingga acian tidak menempel sempurna dengan plesteran. Hal itu berakibat jika acian itu dicat, catnya itu tidak akan menempel sempurna juga pada acian,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025) lalu.

    2. Melakukan Persiapan

    Dilansir Better Homes & Garden, saat mengecat dinding, pasti akan ada tetesan cat yang jatuh ke lantai. Sebaiknya, sebelum mengecat dinding lapisi dahulu lantai, perabotan, atau area yang tidak akan dicat agar tidak kotor.

    Kemudian, buka semua ventilasi di ruangan tersebut atau nyalakan kipas angin untuk mengurangi bau cat yang kuat.

    3. Pastikan Dinding Bersih

    Selain memastikan plesteran dan acian kering, dinding yang akan dilapisi cat juga harus bersih dari noda atau benda yang menempel. Dinding yang bersih dan rata, akan tampak halus setelah dicat.

    Cara untuk menghaluskan dinding sebelum dicat bisa dengan menggunakan amplas dan plamir. Apabila ada lubang pada dinding, bisa dilakukan penambalan terlebih dahulu.

    4. Pasang Selotip Pelukis

    Untuk melindungi kayu, langit-langit, dan permukaan non dinding yang tidak mau dicat, pasang selotip pelukis. Barang ini dapat dicabut dari permukaan tanpa menarik lapisan yang sudah menempel dan tidak akan meninggalkan bekas lengket.

    5. Pakai Ukuran Kuas yang Tepat

    Setiap ukuran kuas memiliki fungsi masing-masing. Sebagai contoh kuas miring untuk mengoleskan cat di sepanjang bagian atas dinding, di sekitar jendela dan lis, sudut-sudut, dan di atas papan pinggir. Lalu, kuas rol yang panjang bisa digunakan untuk mengecat bagian utama dan tengah.

    6. Pakai Cat Dasar atau Cat Primer

    Cat dasar atau cat primer merupakan jenis cat tersendiri dan berbeda dengan cat-cat untuk lapisan luar. Selain itu, cat primer biasanya berwarna putih atau abu-abu. Berbeda dengan cat lapisan atas yang memiliki banyak warna.

    Menurut Achriano Toyang, Senior RD&I Manager PT ICI Paints Indonesia, cat dasar atau primer juga bisa untuk melindungi kelembapan, pengkristalan garam alkali, dan bisa untuk membuat cat lebih tahan lama.

    7. Aplikasikan Cat dalam Beberapa Lapis

    Proses mengecat dinding membutuhkan beberapa lapis. Lapisan pertama adalah cat dasar atau cat primer. Lalu, lapisan kedua, ketiga, memakai cat pelapis atas.

    Cara pengecatannya dengan membentuk pola W, atas ke bawah atau bawah ke atas. Baru setelah itu mengisi bagian yang kosong atau tidak terlalu terkena cat. Kerjakan dengan teknik yang sama untuk lapisan berikutnya.

    Waktu tunggu untuk mengerjakan lapisan berikutnya sekitar 2 minggu ketika cat sudah mengering. Namun, saat ini ada beberapa produk cat yang mengklaim bisa langsung kering. Namun, sebaiknya jangan terlalu gegabah, lebih baik tunggu dan didiamkan beberapa hari untuk benar-benar memastikan cat tersebut kering.

    8. Periksa Ulang Cat

    Langkah selanjutnya untuk mendapatkan tampilan yang bersih adalah dengan memeriksa dinding yang dicat untuk mencari cacat, titik yang terlewat, cat bertekstur, atau tetesan. Perbaiki cat sebelum mengering.

    9. Bersihkan Bekas Pengecatan

    Setelah pengecatan selesai, segera lepas selotip pelukis dan buang. Selotip tersebut hanya bisa dipakai satu kali. Lalu, bersihkan bekas-bekas cat yang menempel di tempat lain dengan memakai benda tajam dan keras, bisa pula memakai cuka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mengecat Dinding yang Benar biar Nggak Gampang Ngelupas


    Jakarta

    Mengecat dinding tidak bisa asal-asalan karena dapat memengaruhi tampilan rumah. Mengecat dinding tidak susah, ada cara, teknik, dan perhitungan yang bisa diikuti agar hasil pengecatannya maksimal.

    Salah cara mengecat bisa menimbulkan beberapa masalah seperti cat mengelupas, cat menggelembung, dinding berkapur, dan cat dinding kusam.

    Tips Cara Mengecat Dinding yang Benar

    Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya memberikan beberapa tips berikut.


    1. Pilih Jenis Cat

    Rahman mengatakan, cat memiliki beberapa jenis yang disesuaikan dengan fungsinya. Cat untuk area di dalam rumah, harus pakai juga cat khusus untuk area dalam rumah. Sementara, untuk bagian luar rumah, jenis yang dipakai khusus untuk area luar rumah. Sebab, area luar rumah memiliki risiko rusak lebih besar daripada bagian dalam. Area luar rumah rentan terhadap kelembapan, panas, air, hingga kotoran.

    Rahman menambahkan beberapa produsen ada yang menyediakan produk yang terlihat sama tetapi harganya berbeda. Hal tersebut untuk mempermudah masyarakat dari berbagai golongan ekonomi dapat membeli produk tersebut.

    Selain harga yang berbeda, satuan beratnya pun berbeda. Rahman mengatakan satuan berat kilogram (kg) biasanya untuk produk yang harganya cukup murah. Sementara, satuan berat liter biasa digunakan untuk produk yang harganya cukup mahal atau produk premium. Faktor yang membedakan antara penyebutan satuan berat ini berdasarkan kandungan zat kapur di dalamnya.

    2. Ketahui Luas Ruangan

    Setiap konsumen harus mengetahui luas dinding atau permukaan yang akan dicat. Rahman mengatakan luas dinding tersebut akan dikurangi dengan luas kerangka pintu dan jendela. Untuk mempermudah perhitungan, konsumen bisa berkonsultasi dengan pihak penjual cat.

    3. Harus Pakai Cat Dasar

    Saat mengecat dinding, ada 2 jenis cat yang harus dibeli yakni cat dasar atau cat primer dan cat bagian luar atau disebut dengan top coat. Setiap pengecatan harus memakai cat dasar agar cat tidak mudah rusak dan menempel erat pada tembok. Selain itu, dengan memakai cat dasar juga mencegah adanya penggumpalan garam akrilik pada dinding.

    Cat dasar biasanya tidak memiliki berbagai warna, melainkan hanya putih. Cat dasar hanya perlu satu lapis, lalu ditimpa dengan cat coating.

    4. Tunggu Cat Sampai Kering

    Rahman mengatakan, cat dapat mengering dalam 1-2 jam saja. Tidak perlu menunggu hingga 24 jam. Meskipun sudah kering, ruangan akan tetap tercium bau cat.

    5. Lapiskan Top Coat Sebanyak Dua Kali

    Setelah cat dasar kering, bisa langsung melapisi dinding dengan cat top coat. Untuk jenis cat ini tersedia banyak warna dan jenis tampilan akhir dari cat tersebut. Lapisan top coat minimal dilapisi 2 kali. Setelah lapisan pertama dilapisi ke dinding, tunggu 1-2 jam, baru setelah itu ke lapisan kedua.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Perbaiki Cat Dinding Lembap dan Mengelupas Beserta Penyebabnya


    Jakarta

    Cat dinding di rumah bisa berubah dari waktu ke waktu. Faktornya bukan hanya karena lama pemakaian, tetapi bisa karena faktor lain.

    Masalah yang paling sering ditemui pada dinding adalah cat mengelupas dan dinding terasa lembap.

    Dilansir laman Home Building and Renovating, ada beberapa penyebab cat tembok lembab dan mengelupas, yakni sebagai berikut.


    1. Perubahan Suhu Ekstrim

    Dinding lembab disebabkan karena suhu. Ketika dinding lembap, cat tembok akan dengan mudah bereaksi, seperti mengelupas, menggelembung, hingga berkerut.
    Salah satu solusinya adalah cat yang terpasang harus tepat yakni dipasang cat dasar dahulu. Baru setelah itu cat atas atau top coat.

    2. Kondensasi

    Bukan hanya lembap, saat udara kering dan panas dapat memberikan efek pada dinding. Hal ini dinamakan kondensasi pada dinding. Kondensasi terbentuk saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam tembok bagian dalam yang dingin.

    Ketika udara mendadak dingin secara cepat, hal ini menyebabkan terjadinya embun yang lama kelamaan menjadi air. Lalu, lapisan dinding di dalamnya menjadi lembab. Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan masalah lain seperti cat tembok mengelupas dan menimbulkan jamur di dinding.

    3. Masalah Garam Alkali

    Menurut Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya banyak masalah pada kualitas cat dinding disebabkan karena penggumpalan garam alkali. Pengkristalan atau pengumpulan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk kapur ini merupakan kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar. Hal ini menyebabkan cat tidak erat menempel pada dinding.

    4. Dinding Retak

    Dinding yang retak masalahnya ada pada kualitas plesteran dan acian. Celah pada permukaan dapat berpengaruh pada kualitas cat tersebut. Seiring waktu, dinding rumah akan mengalami keretakan halus hingga retak lebar.

    Retakan ini menjadi celah kelembapan masuk ke dinding dan merusak cat dinding. Apabila retaknya lumayan besar air bisa masuk ke dinding dan menyebabkan dinding lembap.

    Cara Mengatasi Dinding Lembap dan Mengelupas

    Menurut kontraktor Wildan, apabila dinding lembap dan cat mengelupas solusinya adalah dengan diperbaiki dari awal.

    1. Lepas Semua Cat

    Langkah pertama adalah membersihkan tembok dari cat lama, baik yang masih menempel dan yang sudah mengelupas. Hal ini dilakukan agar mendapatkan permukaan dinding yang bersih dan cat dinding yang baru bisa menempel sempurna pada dinding tersebut.

    Cara membersihkan tembok bisa menggunakan alat pengikis atau disebut dengan kape. Jika ditemukan ada noda atau minyak yang menempel, bersihkan dahulu dengan air, sabun, dan kain.

    2. Cari Sumber Retakan

    Dinding yang lembap dan cat mengelupas perlu diperbaiki retak-retak yang menjadi celah udara dan kelembapan masuk. Mengampelas kembali seluruh dinding tentu menghabiskan biaya dan waktu yang banyak. Jadi lebih baik cari dahulu titik-titik yang perlu ditutup kembali.

    Wildan menyarankan cara mencegah cat dinding retak atau berkerut adalah dengan diplamir. Plamir adalah proses untuk menutup pori-pori dinding sehingga halus dan mudah dilapisi cat.

    “Kalau retak itu caranya diplamir ulang, plamir itu materal buat nutup lubang,” ungkap Wildan kepada detikcom, Rabu (9/7/2025).

    3. Pakai Cat Primer Berkualitas

    Setelah dinding diplamir, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar atau primer untuk mencegah adanya pengkristalan garam alkali. Cara ini dapat meminimalisir cat mengelupas yang disebabkan oleh jamur atau suhu lembab. Selain itu, permukaan tembok akan terasa lebih halus.

    4. Cat Ulang Dinding yang Sudah Dikelupas

    Setelah cat dasar kering, cat bagian permukaannya atau topcoat. Minimal bagian topcoat dicat dua kali. Namun, untuk cat putih perlu lebih dari 3 lapisan. Masing-masing lapisan harus ditunggu minimal 2 jam hingga kering.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Ampuh Biar Cat Dinding Awet dan Nggak Gampang Kusam


    Jakarta

    Salah satu masalah yang muncul pada dinding adalah warna cat yang memudar. Normalnya warna cat yang memudar terjadi setelah dipakai dalam jangka waktu lama, tetapi ditemukan pula ada yang memudar sebelum setahun diaplikasikan.

    Hal ini tentu merusak tampilan rumah karena jadi tampak kusam, tidak terurus, dan kotor. Selain itu dari segi biaya, pengecatan kembali pasti tidak murah karena cat yang lama harus dibersihkan dahulu baru kemudian dicat ulang.

    Penyebab paling umum cat dinding memudar adalah paparan sinar UV, perubahan suhu, hingga kualitas cat yang kurang bagus.


    Beruntungnya, masalah seperti ini bisa dicegah sehingga cat dinding dapat tahan lama. Dilansir A New Leaf Painting berikut caranya.

    1. Pakai Cat yang Sesuai

    Jenis cat ada beberapa macam, umumnya cat indoor dan outdoor. Kemudian, bisa dibedakan pula dengan hasil akhirnya, yakni matte dan glossy. Untuk bagian dalam rumah (indoor) bisa memakai cat dengan hasil akhir matte. Tampilannya halus dan tidak memantulkan cahaya. Sebaliknya untuk area outdoor memakai cat glossy yang permukaan kesat dan berkilau saat terkena cahaya.

    2. Pilih Cat Berkualitas

    Kunci kedua adalah pakai produk cat dinding yang berkualitas, jangan yang abal-abal. Meskipun mahal, pikirkan dampak ke depannya, kita tidak perlu sering mengecat ulang karena warnanya yang tahan lama dan minim perawatan. Keunggulan cat yang berkualitas adalah tahan terhadap sinar UV sehingga tak cepat pudar.

    3. Batasi Paparan Sinar Matahari ke Dalam Rumah

    Dinding bagian dalam rumah harus terlindungi dari sinar UV matahari baik. Caranya dengan membatasi paparan sinar matahari yang masuk ke dalam rumah dengan menutup jendela dengan gorden atau tirai.

    Semakin sedikit cahaya yang masuk ke ruangan, semakin kecil kemungkinan cat memudar. Penghuni rumah bisa menutup jendela saat meninggalkan ruangan.

    4. Hindari Warna Cat yang Cerah

    Ternyata pemilihan warna cat juga berpengaruh pada tingkat pemudarannya. Warna-warna yang cerah seperti kuning, oranye, dan merah disebut lebih cepat pudar dibandingkan warna netral.

    5. Cat Dinding Berlapis-lapis

    Trik terakhir adalah cat dinding lebih dari 2 lapis, terutama untuk warna yang cerah dan netral. Fungsinya bukan hanya membuat warna lebih kelihatan, bisa juga untuk mencegah pemudaran. Namun, jumlah lapisannya tetap harus sesuai dengan standar, jangan terlalu dilebih-lebihkan.

    Itulah cara mencegah warna cat dinding pudar akibat paparan sinar matahari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biang Kerok Cat Dinding Mengelupas dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Cat mengelupas merupakan salah satu permasalahan yang kerap muncul pada cat dinding. Penyebabnya adalah proses pengecatan yang tidak tepat.

    Banyak orang berpikir pengecatan adalah pekerjaan yang mudah, sederhana, dan cepat. Kelihatannya hanya mengaplikasikan cat dengan kuas dan memastikan warnanya rata. Padahal mengecat dinding juga memiliki teknik.

    Cat yang mengelupas biasanya disebabkan karena sejak lapisan awal pemasangannya tidak tepat. Perlu diketahui, saat mengecat dinding bukan hanya cat berwarna atau top coat saja yang dipakai, melainkan cat primer yang merupakan lapisan paling bawah sebelum mengecat juga harus digunakan. Selain melewatkan cat primer, berikut beberapa penyebab cat pengelupas.


    Penyebab Tembok Rumah Lembap dan Mengelupas

    Dilansir Home Building and Renovating, berikut beberapa penyebab cat tembok mengelupas.

    1. Kondensasi

    Kondensasi merupakan proses berubahnya uap menjadi zat cair. Jika ditemukan pada dinding, bentuknya adalah embun. Apabila cairan ini ditemukan pada lapisan bawah cat, bisa memicu kelembapan dan pertumbuhan jamur pada dinding.

    2. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

    Masalah pada pipa air seperti pipa bocor, air menetes, hingga area yang lembap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur pada dinding dan membuatnya mengelupas. Air yang berasal dari pipa meningkatkan kelembapan pada dinding.

    3. Dinding Retak

    Penyebab selanjutnya adalah dinding retak. Penyebabnya bukan karena kelembapan, melainkan ada kerusakan pada bagian pengacian atau plester. Cara memperbaikinya harus dicek pada acian dan plester dinding tersebut.

    4. Perubahan Suhu Ekstrim

    Cat yang mengelupas bisa disebabkan karena perubahan suhu yang ekstrem. Biasanya hal ini terjadi pada area outdoor.

    Cara Memperbaiki Tembok Lembap dan Mengelupas

    Dilansir New Line Painting, berikut cara memperbaiki mengelupas.

    1. Bersihkan Tembok dari Cat Lama

    Cat yang sudah mengelupas harus dibuang secara keseluruhan yakni dari ujung ke ujung, bukan hanya bagian yang sudah mengelupas. Cara membersihkannya bisa dengan menggunakan kikiran atau amplas khusus. Apabila ditemukan noda atau minyak yang menempel pada dinding harus dibersihkan memakai air, sabun, dan kain.

    2. Identifikasi Area Masalah

    Cari tahu apa yang menyebabkan tembok jadi lembab hingga menimbulkan jamur. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada banyak penyebab cat mengelupas. Apabila masalahnya adalah dinding retak, perbaiki bagian acian dan plester agar tidak muncul retakan lagi.

    3. Pakai Cat Primer Berkualitas

    Setelah dinding dibersihkan dan tidak ada retakan lagi, aplikasikan cat primer atau cat dasar. Lapisan cat dasar dapat mengikat agar top coat dapat menempel sempurna. Udara lembap, garam alkali, hingga air tidak dapat merusak cat tersebut.

    4. Cat Ulang Dinding

    Langkah terakhir adalah dengan mengecat ulang tembok dengan top coat yang warnanya disesuaikan dengan keinginan. Bedakan juga cat untuk indoor dan outdoor karena kualitasnya berbeda.

    Itulah penyebab cara mengatasi tembok lembap dan mengelupas. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com