Tag Archives: pakai

Kode Rahasia dari Orang PLN buat Matikan Bunyi Alat Token Listrik



Jakarta

Pengguna layanan listrik prabayar atau lebih dikenal istilah token listrik pasti tidak asing dengan bunyi dari KWH meter. Biasanya alat ini mengeluarkan bunyi untuk menandakan pulsa listrik mau habis.

Ketika mendengar suara itu, penghuni rumah perlu segera membeli token dan mengisi pulsa pada KWH meter. Jika tidak, alat akan terus berbunyi dan mengganggu ketenangan orang sekitar.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat Nurmalitasari mengatakan alat tersebut akan berbunyi ketika sisa pulsa sudah mencapai batas minimal KWH. Batasan tersebut dapat diatur oleh pelanggan.


Sistem ini bermaksud untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan. Bunyi alat menjadi peringatan agar listrik tidak tiba-tiba mati.

“Sebenarnya itu adalah fasilitas untuk kenyamanan pelanggan ya. Jangan sampai nanti (pulsa) habis di tengah malam, pelanggan nggak tahu,” ucap Nurmalita kepada detikProperti belum lama ini.

Selain mengisi pulsa, pelanggan PLN bisa mematikan bunyi KWH meter dengan memasukkan kode tertentu. Berikut ini kode yang bisa digunakan.

Cara Matikan Alat Token Listrik Pakai Kode

Inilah kode yang bisa digunakan untuk mematikan bunyi token listrik.

1. Kode 812 untuk Matikan Bunyi untuk Sementara

Pelanggan dapat mematikan bunyi token listrik dengan memasukkan kode ‘812’ lalu tekan enter. KWH meter akan berhenti mengeluarkan suara untuk beberapa menit, cukup untuk mengulur waktu buat mengisi pulsa sebelum alat kembali berbunyi.

“Kita bisa pake 812 untuk sementara ya. Cuma kan nanti pasti akan berbunyi lagi karena sudah di bawah batas limitnya,” katanya.

2. Kode 456XX untuk Mengatur Alarm

Selain itu, pelanggan juga bisa mematikan bunyi alat dengan mengubah pengaturan batas minimal KWH. Gunakan kode 456 untuk menunda bunyi hingga batas KWH yang ditentukan.

“Kalau mau diubah itu pakai kode 456 diikuti angka minimal KWH yang diinginkan,” tuturnya.

Misalnya pelanggan ingin alat berbunyi ketika tersisa 10 KWH, maka kode yang dimasukkan adalah ‘45610’. Jika mau batas pulsa menjadi 5 KWH, masukkan kode ‘45605’.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Khawatir Keramik Lantai Tergores saat Dipel? Coba 3 Cara Ini!


Jakarta

Mengepel lantai jadi salah satu cara agar rumah tetap bersih dan wangi. Namun, beberapa orang khawatir kain pel yang digunakan dapat menggores keramik.

Tentu, adanya goresan pada keramik lantai tidak dapat dihilangkan dengan mudah. Bahkan, goresan ini bisa bertambah lebar karena sering diinjak setiap hari.

Namun jangan khawatir. Ternyata ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah keramik lantai tergores saat mengepel. Penasaran? Simak dalam artikel ini.


Cara Mencegah Keramik Lantai Tergores saat Dipel

Tak semua kain pel ternyata cocok digunakan untuk keramik lantai. Ada beberapa kain pel yang justru membuat keramik jadi tergores.

Pakar kebersihan Nicole Jacques mengatakan kain pel yang punya harga mahal juga tidak menjamin keramik lantai tidak akan tergores. Berikut sejumlah cara agar keramik lantai tidak tergores saat dipel:

1. Pakai Air Suling

Cara yang pertama adalah dengan menggunakan air suling hangat untuk mengepel lantai. Hindari menggunakan air sadah karena mengandung mineral tinggi sehingga berisiko merusak keramik lantai.

2. Pakai Sabun Secukupnya

Penggunaan sabun lantai memang penting agar bersih, wangi, dan bebas kuman. Namun, bukan berarti kamu harus menuangkan sabun sebanyak-banyaknya. Cara itu bisa menyebabkan ada banyak bekas noda sabun yang menempel di lantai, sehingga dapat merusak keramik seiring waktu.

3. Keringkan Lantai Setelah Dipel

Kebanyakan orang terbiasa mengepel lantai lalu membiarkannya kering oleh angin. Sebenarnya cara tersebut tidak salah, tapi bisa saja menimbulkan bercak noda sabun atau goresan di keramik.

Cara yang terbaik adalah dengan mengeringkan lantai setelah dipel dengan kain kering yang bersih. Meski harus bekerja dua kali, tapi langkah ini dapat merawat keramik lantai tetap bersih dan kinclong.

“Saya menggunakan handuk bersih dan kering untuk mengeringkan lantai setelah mengepel. Meski harus bekerja dua kali, tapi hasilnya luar biasa,” kata Jacques.

Senada dengan Jacques, pakar kebersihan dari Service Master Jennie Holmes mengatakan pentingnya mengeringkan lantai setelah dipel dengan cepat. Cara ini dapat meminimalisir munculnya bercak air atau noda sabun yang menempel di keramik.

“Ingatlah untuk mengeringkan semua lantai setelah dipel, kalau tidak maka area yang terlewat akan mudah menimbulkan noda,” ujarnya.

“Kecepatan adalah kuncinya. Hal ini harus dilakukan dengan cepat, kalau tidak maka akan menciptakan bercak air yang sulit hilang,” pungkas Holmes.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Pakar Bagikan 5 Tips Aman Pakai Stopkontak Extension di Rumah


Jakarta

Setiap rumah yang dialiri listrik tentu memiliki stopkontak. Namun, jumlah stopkontak pada setiap rumah tidak terlalu banyak sehingga membutuhkan stopkontak extension.

Alat yang satu ini dapat mengubah satu colokan menjadi beberapa, mulai dari 2-6 lubang colokan. Dengan begitu, seluruh barang elektronik bisa menyala tanpa perlu bergantian mencolok ke stopkontak.

Namun, kamu juga perlu hati-hati saat menggunakan stopkontak extension. Menurut pakar, salah menempatkan atau menggunakannya bisa memicu kerusakan pada barang elektronik. Bahkan bisa memicu korsleting listrik dan terjadi kebakaran.


Penasaran, bagaimana tips aman menggunakan stopkontak extension untuk kebutuhan sehari-hari di rumah? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Tips Menggunakan Stopkontak Extension di Rumah

Adanya stopkontak extension dapat membantu penghuni rumah agar bisa menyalakan barang elektronik. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat ini.

Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut sejumlah tips menggunakan stopkontak extension:

1. Perhatikan Watt Perangkat Elektronik

Pemilik dan kepala teknisi listrik Ryan Gregor mengatakan tidak semua benda elektronik bisa dicolok ke stopkontak extension. Untuk perangkat yang memiliki watt besar dianjurkan tidak dicolok ke stopkontak extension, seperti AC, microwave, atau kulkas.

“Jangan pernah mencolokkan peralatan rumah tangga berdaya tinggi seperti pemanas ruangan, AC, microwave, pemanggang roti, kulkas, atau perkakas listrik ke stopkontak extension,” kata Gregor.

Ia menyarankan agar barang elektronik tersebut langsung dicolok ke stopkontak utama daripada ke stopkontak extension. Sebab, benda tersebut memiliki arus listrik yang besar. Jika dicolok ke stopkontak extension bisa menyebabkan kelebihan beban.

Sedangkan untuk perangkat elektronik seperti charger HP, lampu, TV, kipas angin, komputer, dan konsol game dinilai aman jika dicolok ke stopkontak extension.

2. Pilih Stopkontak yang Berkualitas

Ada banyak stopkontak extension yang dijual di pasaran dari berbagai merek dengan harga berbeda. Gregor menyarankan agar membeli stopkontak extension yang berkualitas. Memang agak mahal dari segi harga, tapi keamanannya sudah terjamin.

“Belilah stopkontak extension berkualitas karena yang murah itu berbahaya. Stopkontak extension yang sudah berlisensi resmi dapat memberikan proteksi lonjakan arus sehingga lebih aman,” ujarnya.

3. Jangan Terlalu Banyak Mencolok Kabel

Meski dapat mencolok banyak kabel, tetapi jangan seluruh lubang pada stopkontak extension terus digunakan. Soalnya, mencolok banyak perangkat ke stopkontak extension bisa berisiko mengalami panas berlebih dan memicu kebakaran.

“Stopkontak extension bukanlah perangkat ajaib, ia hanya mendistribusikan daya dari satu sumber. Jika Anda mencolokkan terlalu banyak perangkat berdaya tinggi, hal ini berisiko mengalami panas berlebih, melelehkan stopkontak, atau bahkan memicu kebakaran,” jelas Gregor.

4. Simpan di Tempat Terbuka

Meletakkan stopkontak extension juga tidak bisa sembarangan. Benda ini bisa menghasilkan panas jika seluruh lubang colokan digunakan secara terus-menerus.

Untuk itu, jangan meletakkan stopkontak extension di area tertutup, di belakang furnitur, atau di belakang benda elektronik. Hindari juga meletakkan stopkontak extension di dekat sumber air karena berisiko terkena cipratan dan menyebabkan korsleting listrik.

5. Cek Kondisi Stopkontak Extension

Seiring penggunaan, stopkontak extension bisa mengalami kerusakan. Entah itu kabelnya sudah mulai terkelupas, muncul retakan, atau salah satu lubang colokan sudah tidak berfungsi.

Apabila stopkontak extension di rumah sudah tua dan mulai rusak, sebaiknya segera beli yang baru agar lebih aman. Cara ini guna melindungi perangkat elektronik yang terhubung ke stopkontak sekaligus mencegah terjadinya arus pendek listrik.

Oh ya, pastikan juga kamu mengecek perangkat elektronik yang akan dicolok ke stopkontak. Jika kabelnya sudah rusak maka sebaiknya jangan dicolok karena berisiko menyebabkan kebakaran.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Alasan Rumah Sudah Dipel tapi Masih Tetap Kotor Menurut Ahli


Jakarta

Pernah ngalamin nggak setelah ngepel tapi rumah masih terasa kotor? Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal, salah satunya tetap menggunakan air yang kotor.

Mengepel lantai merupakan salah satu hal yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan rumah. Para ahli mengungkapkan seharusnya lantai dipel sesering mungkin, setidaknya seminggu sekali.

Walau demikian, kenapa setelah lantai dipel masih tetap kotor? Dilansir dari The Spruce, berikut ini alasannya.


Alasan Lantai Tetap Kotor Meski Sudah Dipel

Salah satu alasan lantai tetap kotor meski sudah dipel adalah tetap menggunakan air yang kotor untuk mengepel. Hal ini seperti memindahkan kotoran dengan kain pel saat membersihkan lantai.

“Hal ini biasanya terjadi ketika air pel menjadi kotor dan Anda terus menggunakannya, atau Anda menggunakan terlalu banyak pembersih karena mengira hasilnya akan lebih baik,” ujar ahli kebersihan Fabuloso, Rosa Picosa, dikutip dari The Spruce, Rabu (6/8/2025).

Sementara itu menurut quality lead cleaner di FreshSpace, Rhonda Wilson, alasan lantai tetap kotor meski sudah dipel terjadi karena lantai tidak dibiarkan kering sempurna setelah dipel. Residu dari pembersih lantai terasa lengket dan bisa menjadi magnet bagi debu, jejak kaki, serta bulu hewan peliharaan.

“Hari berikutnya, lantai terasa seperti sama sekali tidak dibersihkan,” katanya.

Cara Mengepel Lantai yang Benar

Berikut ini merupakan cara mengepel lantai agar hasilnya bersih.

Sapu Lantai Terlebih Dahulu

Sebelum dipel, lantai harus disapu terlebih dahulu untuk menghilangkan debu dan kotoran. Hal ini supaya hasil mengepel lantai lebih efektif.

Jangan Terlalu Banyak Pakai Pembersih Lantai

Saat mengepel, jangan sampai pakai terlalu banyak pakai pembersih lantai. Picosa menyarankan untuk menggunakan 1/8 cup pembersih lantai yang kuat sebelum dicampur ke air.

“Anda ingin (lantai) berkilau, bukan lengket,” kata Picosa.

Ganti Air Jika Dibutuhkan

Selanjutnya adalah mengganti air pel jika sudah kotor. Hal ini supaya hasil lantai yang dipel bisa sebersih mungkin.

Pel dengan Gerakan Angka 8

Menurut Wilson, cara ini efektif untuk membersihkan lantai dibandingkan dengan mengepel dengan gerakan lurus saja. Ia menilai, mengepel dengan gerakan angka 8 bisa menjangkau cakupan area lebih luas, bisa masuk ke sudut dengan mudah, dan tidak membuat tangan cepat lelah.

Biarkan Lantai Mengering

Penghuni rumah bisa membiarkan lantai mengering dengan sendirinya atau menggunakan kipas maupun membuka jendela untuk mempercepat proses tersebut.

Itulah alasan dan cara mengepel lantai dengan benar. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Tips Ampuh Hilangkan Bulu Hewan Peliharaan dari Perabotan hingga Pakaian


Jakarta

Memelihara hewan seperti kucing dan anjing di rumah bisa membuat penghuni merasa memiliki teman. Keberadaannya memang menyenangkan, namun terkadang bulu-bulunya menempel di perabotan rumah hingga pakaian.

Tentunya hal ini tidak diinginkan bagi pemilik hewan dan juga penghuni rumah lainnya, ‘kan? Nah, berikut ini ada beberapa tips untuk menghilangkan bulu hewan peliharaan dari perabotan rumah dan pakaian.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


Seprai hingga Handuk

Dilansir dari Martha Stewart, untuk membersihkan bulu hewan peliharaan dari seprai maupun handuk bisa menggunakan sarung tangan karet. Caranya, basahkan sarung tangan karet dengan air dan usapkan ke atas seprai maupun selimut.

“Bulu akan menempel di sarung tangan dan Anda bisa lebih mudah mengumpulkan bulu dan membuangnya,” kata Brian Sansoni dari American Cleaning Institute.

Setelah itu cuci barang-barang tersebut. Sebelum dicuci, masukkan barang ke dalam pengering dan gunakan siklus pengering tanpa panas selama 10 menit untuk melonggarkan bulu hewan peliharaan yang seringkali tersangkut.

“Masukkan juga lembaran pengering, karena penumpukan listrik statis dapat membuat bulu tetap menempel pada kain,” ujar Sansoni.

Keluarkan pakaian dari pengering, kibaskan sisa bulu hewan peliharaan (sebaiknya di luar ruangan), lalu masukkan ke dalam mesin cuci untuk dibersihkan secara menyeluruh.

Karpet

Untuk membersihkan bulu hewan peliharaan dari karpet bisa dengan penyedot debu atau vacuum cleaner. Sebaiknya, bersihkan karpet dengan vacuum cleaner setiap minggu.

“Setelah menyedot debu, Anda dapat menggulung [karpet] dengan lint roller atau sikat pembersih khusus bulu hewan peliharaan setiap satu atau dua hari, tergantung pada berapa banyak hewan peliharaan yang Anda miliki dan seberapa parah kerontokannya,” tutur direktur operasi franchise Two Maids, Kathy Cohoon.

Permukaan Meja

Bulu hewan peliharaan bisa terbang dan mendarat di berbagai permukaan, termasuk meja. Tentunya permukaan meja harus tetap dijaga kebersihannya karena terkadang dipakai untuk menaruh makanan.

Cohoon menyarankan untuk membersihkan bulu hewan peliharaan menggunakan sapu atau penyedot debu. Bisa juga bersihkan dengan lap basah pada area yang masih terdapat bulu hewan peliharaan. Selanjutnya, bersihkan area dengan pembersih serbaguna atau larutan khusus material.

“Jika hewan peliharaan berjalan di atas meja dapur, ingatlah untuk sering-sering mendisinfeksi area tersebut,” kata Cohoon.

Pakaian

Lint Roller

Bulu hewan terkadang suka menempel pada pakaian. Untuk menghilangkannya, bisa pakai lint roller. Caranya dengan meletakkan pakaian pada permukaan yang halus dan rata lalu roll lint roller ke atas dan ke bawah sampai bulu hilang.

Pakai Cuka

Dilansir dari Homes & Gardens, Co-Founder dari Stripped Down Laundry, Joshua dan Ashlie Waterman, menggunakan cuka saat mencuci pakaian bisa membantu menghilangkan bulu hewan peliharaan. Caranya, tambahkan 1/2 cangkir cuka ke dalam tumpukan cucian di dalam mesin cuci untuk membantu mengendurkan serat pakaian, mengurangi pH cucian sehingga mengurangi daya melekat statis pada pakaian.

Pakai Bola Pengering

Jika tidak ingin mencuci pakai cuka, penghuni rumah bisa menggunakan bola pengering untuk menghilangkan bulu hewan pada pakaian.

“Kami menyarankan untuk menambahkan lembaran pengering, atau lebih baik lagi menggunakan bola pengering, ke dalam mesin pengering untuk mengurangi listrik statis – bola pengering wol yang dibasahi sedikit dengan air sebelum ditambahkan adalah yang terbaik untuk ini. Dan merupakan salah satu yang terbaik. cara menghilangkan kerutan pada pakaian juga!” kata Joshua dan Ashlie Waterman.

Tak hanya itu, Joshua dan Ashlie menyarankan untuk memasukkan pakaian ke dalam mesin pengering dengan siklus ‘dry air cycle’ selama 10 menit sebelum dicuci.

“Siklus awal ini membantu mengendurkan dan menghilangkan bulu hewan peliharaan sehingga lebih mudah dihilangkan saat proses pencucian,” tuturnya.

Itulah beberapa cara menghilangkan bulu kucing dari perabotan hingga pakaian. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tips Merawat Bendera Merah Putih agar Warnanya Tak Kusam



Jakarta

Peringatan kemerdekaan Indonesia ke-80 tahun tinggal menghitung hari. Salah satu cara kita sebagai warga negara untuk merayakan hari penting ini adalah dengan mengibarkan bendera merah putih di depan rumah, kantor, atau tempat usaha.

Sebelum menggantung di luar, alangkah baiknya kondisi bendera tersebut bersih dan rapi sehingga tampak indah saat dilihat. Bahan bendera yang biasa dipakai adalah campuran katun dan polyester sehingga ketika bahan sudah dilipat terlalu lama muncul garis bekas pada permukaannya.

Agar tampilannya kembali rapi dan bersih, bendera tersebut harus dicuci. Dilansir CNET berikut cara mencuci bendera merah putih yang aman dan tidak luntur.


1. Pakai Air Dingin

Untuk menjaga kondisi kain termasuk warnanya, disarankan untuk memakai air dingin. Sebab, air hangat akan memecah serat kain dan membuat warnanya mudah pudar. Sebagai tambahan, pakai sabun yang khusus untuk mencuci kain dengan air dingin.

2. Jangan Campur dengan Pakaian Lain

Saat mencuci bendera sebaiknya tidak dicampur dengan pakaian lain. Begitu pula saat merendamnya. Hal ini untuk menghindari warna pada bendera luntur atau pudar.

3. Tambahkan Pelembut Pakaian

Tambahkan pelembut pakaian sebelum dijemur. Pelembut pakaian dapat menghaluskan serat kain selama pencucian sehingga tidak mudah rusak.

4. Tidak Perlu Dikeringkan dengan Mesin Cuci

Setelah dicuci, dibilas, dan direndam di pelembut pakaian, bendera sudah bisa dijemur. Hindari mengeringkan bendera dengan pengering karena dapat berpengaruh pada serat pakaian. Permukaannya bisa terasa kasar dan membuat warna tampak pudar.

Apabila bendera telah kering dijemur, setrika permukaannya agar terlihat rapi dan bisa berkibar indah ketika tertiup angin.

Itulah tahapan mencuci bendera merah putih yang aman dan tidak membuat luntur, semoga membantu.

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

3 Cara Mudah Hilangkan Lumut di Kamar Mandi, Bisa Pakai Cuka!


Jakarta

Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang sering terdapat lumut. Selain mengganggu penampilan, adanya lumut di kamar mandi juga membuat lantai licin sehingga membahayakan penghuni rumah.

Dikutip dari Bathroom City, lumut bisa muncul di kamar mandi karena suhu lembap yang sangat tinggi. Penyebab lainnya karena ventilasi udara yang buruk sehingga jadi tempat yang sempurna bagi lumut dan jamur untuk tumbuh.

Membersihkan lumut di kamar mandi ternyata tidak sulit. Ada sejumlah bahan yang diklaim ampuh membasmi lumut. Apa saja bahan tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Cara Bersihkan Lumut di Kamar Mandi

Membersihkan lumut di kamar mandi ternyata bisa menggunakan bahan sederhana dan mudah didapat. Dilansir situs Better Homes and Gardens, berikut cara-caranya:

1. Cuka Putih

Selain digunakan untuk memasak, cuka putih ternyata bisa digunakan untuk membersihkan lumut di kamar mandi, lho. Cuka putih dapat dipakai untuk membersihkan lumut yang menempel di lantai, pancuran air (shower), saluran pembuangan, atau kloset.

Cara pakainya juga mudah, cukup menuangkan cuka ke area yang terdapat lumut di kamar mandi, lalu diamkan selama 10-15 menit. Setelah itu, bersihkan lumut dengan spons atau kain lap.

Jika lumut sulit dihilangkan, kamu dapat menggosoknya dengan sikat berbulu. Jika sudah, bilas dengan air bersih agar sisa lumut bisa terbuang ke saluran air.

2. Cairan Pemutih

Tak hanya untuk mencuci pakaian, cairan pemutih bisa dimanfaatkan untuk membersihkan lumut. Cara pakainya cukup dengan mencampur larutan pemutih dan air bersih dengan perbandingan 50:50. Kemudian, siram ke area di kamar mandi yang terdapat lumut.

Tunggu sekitar 5-10 menit, kemudian bersihkan lumut menggunakan sikat berbulu secara perlahan. Jika lumut sudah hilang, bilas seluruh kamar mandi dengan air.

Penggunaan cairan pemutih dan air disebut sangat efektif untuk membersihkan lumut yang menempel di lantai dan dinding kamar mandi, wastafel, dan pancuran air. Perlu diingat, pastikan pintu dan jendela kamar mandi dalam posisi terbuka saat membersihkannya agar udara dapat mengalir lancar.

3. Boraks

Jika dua cara di atas masih belum efektif membasmi lumut di kamar mandi, kamu dapat menggunakan boraks. Bahan yang satu ini disebut ampuh membersihkan lumut.

Untuk cara penggunaannya, campur satu cangkir boraks ke dalam wadah berisi tiga liter air hangat, setelah itu aduk sampai merata. Lalu, larutan yang sudah tercampur bisa dituang ke dalam botol semprot.

Kemudian, semprot cairan boraks pada permukaan yang ingin dibersihkan atau terdapat lumut di kamar mandi. Gunakan sikat kawat, spons, atau kain lap untuk membersihkan lumut yang sulit hilang. Agar lebih aman, gunakan sarung tangan saat membersihkan lumut dengan cairan boraks bagi kulit yang sensitif.

Demikian tiga cara ampuh membersihkan lumut di kamar mandi dengan mudah dan cepat. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Ahli Ungkap 3 Kesalahan Membersihkan Rumah, Justru Bikin Makin Kotor


Jakarta

Membersihkan rumah perlu dilakukan agar rumah tetap terawat dan terjaga keindahannya. Akan tetapi, ada beberapa kebiasaan membersihkan rumah justru bisa membuatnya tampak kotor.

Salah satu contohnya adalah menggunakan terlalu banyak produk kebersihan. Banyak yang mengira menggunakan banyak produk kebersihan bisa meninggalkan residu yang akhirnya justru bisa membuatnya semakin kotor.

Selain itu, masih ada beberapa kesalahan lainnya saat membersihkan rumah yang justru bisa membuatnya tampak kotor. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


Menggunakan Alat Pembersih yang Salah

Penggunaan alat pembersih yang salah justru bisa meninggalkan noda tak diinginkan. Salah satu yang sering digunakan adalah paper towel atau tisu dapur untuk membersihkan cermin dan jendela. Disarankan untuk menggunakan kain mikrofiber yang bersih dan kering saat membersihkan cermin dan jendela.

“Tisu dapur meninggalkan serat dan goresan kecil, membuat cermin dan kaca tampak bergaris-garis dan kusam seiring waktu, dan pada akhirnya dapat merusak cermin/jendela Anda,” kata petugas kebersihan Brandon Pleshek, dikutip dari The Spruce, Selasa (26/8/2025).

Saat membersihkan cermin dan jendela, semprotkan larutan pembersih dan usap dari atas ke bawah. Gunakan lap mikrofiber kering dan bersih lainnya untuk menggosok permukaan hingga bersih agar tetap bersih lebih lama.

Langsung Membersihkan Pakai Lap Basah

Saat membersihkan permukaan, sebaiknya bersihkan dulu dengan lap kering atau kemoceng. Kalau langsung menggunakan lap basah, justru debu dan kotoran bisa menempel di lap dan membuat permukaan menjadi kotor.

Hal yang sama juga harus dilakukan saat membersihkan lantai. Sapu dulu debu dan kotoran baru kemudian dipel.

Saat mengepel pun harus dipastikan kalau kain lap dibilas dulu sebelum dipakai agar tidak membuat lantai kotor.

Pakai Lap yang Sama untuk Membersihkan Seluruh Rumah

Menggunakan satu kain lap saat berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain saat membersihkan dapat menyebarkan bakteri dan menyebabkan kontaminasi silang. Maka dari itu sebaiknya gunakan kain lap yang berbeda saat membersihkan ruangan.

“Beri kode warna pada kain lap Anda-satu warna untuk kamar mandi, satu untuk dapur, dan seterusnya,” saran pendiri Clean Mama Routine dan produk Clean Mama, Becky Rapinchuk.

Pastikan untuk mencuci kain lap ini sesering mungkin, idealnya setelah setiap penggunaan, tetapi minimal setelah kotoran terlihat di kain lap.

Itulah beberapa kesalahan yang justru bisa membuat rumah kotor.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Alternatif Keringkan Pakaian Saat Musim Hujan


Jakarta

Memasuki musim hujan, salah satu tantangannya adalah jemuran kemungkinan tidak akan kering dalam 24 jam. Sebab, saat menjemur pakaian panas matahari sangat diperlukan. Saat langit mendung udara akan terasa lembap dan pengap, bukan panas kering saat hari cerah.

Dilansir Lifestyle Clotheslines, berikut cara alternatif mengeringkan pakaian di tengah musim hujan.

1. Pakai Mesin Pengering

Saat cuaca tidak menentu seperti ini, kita membutuhkan alat-alat canggih yang bisa membantu pekerjaan sehari-hari. Salah satunya adalah membeli mesin cuci yang lengkap dengan mesin pengering cepat. Sebab, alat pengering benar-benar dapat mengurangi air pada pakaian cukup signifikan. Pakaian saat keluar dari mesin cuci hanya terasa lembap bukan basah. Dengan hanya terkena angin semalaman, pakaian akan kering keesokan harinya. Mencuci pakaian akan jauh lebih mudah dan bisa diselesaikan dalam waktu singkat.


2. Jemur Pakaian di Dalam Ruangan

Ini mungkin bukan cara yang baru, tetapi ada teknik tertentu yang dapat mempercepat pengeringan pakaian. Beberapa teknik efisien yang bisa kamu terapkan adalah sebagai berikut.

  • Gunakan Jemuran Portabel

    Jemuran portabel adalah jenis gantungan baju pada umumnya. Pakaian basah lebih baik digantung per helai agar pengeringannya lebih cepat daripada ditumpuk di tempat yang sempit.

  • Pastikan Pakaian Terkena Angin

    Walaupun tidak ada matahari, pakaian bisa kering jika terkena angin dalam waktu lama. Selain itu, pastikan ruangan tempat menjemur pakaian memiliki ventilasi yang cukup untuk keluar masuk udara.

  • Harus Langsung Dijemur

    Setelah pakaian selesai dikeringkan, pakaian harus langsung dijemur untuk mempercepat proses pengeringan. Terlalu di dalam mesin cuci justru membuat pakaian berbau tak sedap dan memicu pertumbuhan jamur.

3. Pakai Metode Pengeringan Alternatif

Sumber panas bukan hanya dari matahari, ada perangkat elektronik yang bisa menghasilkan panas, yakni pengering rambut atau setrika. Pastikan untuk memperhatikan jenis kain dan pengaturan suhu agar pakaian tetap aman dari kerusakan.

4. Gantung Pakaian Cukup Tinggi

Menurut professional cleaning expert di Letti & Co Bret Jackson ketika menjemur pakaian basah, ujung pakaian jangan sampai menyentuh lantai sampai seperti kain pel. Hal tersebut dapat karena akan memicu munculnya area lembap dan pakaian jadi lebih kering. Oleh karena itu, ketika menggantung pakaian basah di dalam dan luar, ujung pakaian jangan sampai menyentuh lantai.

“Jika kamu tidak memiliki tali untuk menjemur pakaian, kamu bisa menggantung pakaian di kursi atau di rak pengering,” tuturnya.

Itulah beberapa tips ampuh mengeringkan pakaian dengan cepat dan efisien di musim hujan. Mengeringkan pakaian di musim hujan memang bisa menjadi tantangan, tetapi dengan tips-tips di atas, kamu bisa mengatasi masalah ini dengan lebih mudah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Nggak Perlu Racun, Ini 5 Cara Aman Usir Tikus Pakai Bahan Alami


Jakarta

Penghuni rumah mungkin akan panik kalau melihat tikus berkeliaran di dalam rumah. Nggak heran, hewan pengerat itu sangat kotor dan suka menggerogoti benda-benda di rumah.

Berbagai cara pun dilakukan penghuni agar tikus pergi dari rumah. Salah satunya dengan menebar racun tikus di sudut-sudut rumah.

Namun, metode ini berisiko mencelakai penghuni rumah yang masih anak-anak. Mereka bisa saja mengonsumsi racun tikus karena belum paham bahayanya.


Nah, ada beberapa cara untuk membuat tikus nggak betah di rumah. Penghuni bisa memanfaatkan berbagai bahan alami buat mengusir tikus.

Bagaimana cara mengusir tikus tanpa racun ya? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Mengusir Tikus Pakai Bahan Alami

Inilah beberapa bahan alami yang bisa digunakan buat mengusir tikus dari rumah, dikutip dari arsip berita detikProperti.

1. Minyak Kayu Putih

Tikus sensitif dengan aroma yang menyengat. Untuk itu, penghuni dapat menggunakan minyak kayu putih karena baunya tak disukai tikus.

Larutkan minyak kayu putih dengan konsentrasi 5 persen. Kemudian, semprotkan cairan tersebut ke area rawan tikus atau sarangnya.

2. Lada Hitam

Lada hitam punya kandungan yang berbahaya bagi tikus. Mereka bisa mengalami iritasi dan merasa tidak nyaman kalau terkena lada hitam.

Penghuni dapat menggiling kasar lada hitam, lalu menyebarkannya ke area sarang tikus. Selain itu, penghuni bisa memakai lada putih sebagai alternatif.

3. Bawang Bombai

Aroma bawang bombai yang menyengat bisa menjadi bahan untuk mengusir tikus. Caranya dengan mengiris bawang tersebut dan menyebarkannya ke area yang sering dilalui tikus. Jika bawang sudah membusuk, penghuni dapat menggantinya dengan yang baru.

4. Minyak Esensial

Selain itu, minyak esensial dengan aroma kuat seperti peppermint dan cengkeh mampu mengusir tikus. Penghuni dapat merendam bola kapas ke dalam minyak esensial dan meletakkannya ke area tikus.

5. Cuka Apel

Terakhir, cuka apel punya bau menyengat yang bisa bikin tikus nggak betah di rumah. Campurkan cuka apel dengan air ke dalam botol semprot. Semprotkan cairan itu di sekitar rumah.

Itulah cara mengusir tikus tanpa racun dengan menggunakan bahan alami. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com