Tag: pakai

  • 5 Tips Ampuh Bersihkan Noda dan Debu di Sofa


    Jakarta

    Sofa kain banyak dipilih masyarakat karena dinilai lebih nyaman dan punya desain yang estetis. Namun, ada satu kekurangan pada sofa kain yang bikin pemilik jadi pusing, yakni ada noda dan debu yang menempel.

    Noda yang menempel di sofa kain memang bikin kesal. Selain bikin penampilan jadi terlihat jelek, noda tersebut juga sulit dihilangkan sehingga harus ekstra dibersihkan.

    Padahal, ada sejumlah tips ampuh untuk membersihkan noda di sofa. Bagaimana caranya? Simak dalam artikel ini.


    Tips Membersihkan Noda di Sofa

    Noda bercak di sofa kain masih bisa dibersihkan dengan mudah. Dilansir situs Snug Sofa, Minggu (8/6/2026), berikut sejumlah tips membersihkan noda di sofa:

    1. Sikat Dudukan Sofa

    Langkah yang pertama adalah dengan menyikat dudukan sofa menggunakan kain kering atau sikat. Jika ada noda yang sulit dihilangkan, sofa dapat disikat dengan sabun secara perlahan.

    Sebagai catatan, jangan disikat terlalu keras karena bisa merusak kain sofa. Selain itu, gunakan sikat yang lembut agar sofa tidak rusak.

    2. Vakum Debu di Sofa

    Jika ada debu tebal di sofa, cobalah untuk membersihkannya dengan cara disedot dengan vacuum cleaner. Pastikan kamu membersihkannya sampai ke sudut sudut sofa agar debu bisa hilang secara maksimal. Sedot juga bagian bawah dudukan sofa karena area tersebut sering ditemukan sisa makanan, rambut, hingga serangga.

    3. Pakai Uap untuk Bersihkan Sofa

    Selain dengan vacuum cleaner, kamu juga bisa membersihkan noda di sofa dengan alat pembersih uap. Jika tidak ada alatnya, kamu masih bisa menggunakan setrika uap.

    Saat dibersihkan, pastikan seluruh permukaan sofa terkena uap hingga cukup lembap. Cara ini dilakukan untuk mengangkat noda dan debu yang menempel.

    4. Keringkan Sofa

    Setelah sofa dibersihkan dengan uap atau disikat menggunakan sabun, keringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari. Langkah ini dilakukan untuk mencegah sofa jadi lembap dan akhirnya memicu tumbuhnya jamur serta bakteri. Kamu juga bisa mengeringkan sofa dengan kipas angin.

    5. Vacuum Sekali Lagi

    Setelah sofa kering, langkah terakhir adalah dengan melakukan vacuum ulang dengan alat penyedot debu. Hal ini agar sofa benar-benar bersih dan bebas dari debu.

    Demikian 5 tips membersihkan noda di sofa kain yang sulit hilang. Semoga bermanfaat

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini 6 Tips Membersihkan Sajadah dengan Benar


    Jakarta

    Sajadah merupakan alas yang digunakan untuk salat. Pada umumnya, sajadah menggunakan jenis bahan katun, beludru, taslan, sutera, hingga suede.

    Apabila digunakan terus-menerus maka sajadah akan cepat kotor dan bisa mengeluarkan bau tak sedap. Hal ini tentu dapat mengganggu konsentrasi kamu saat melaksanakan salat.

    Jika sajadah terlihat kotor, sudah saatnya untuk dicuci dan dibersihkan. Namun, mencuci sajadah juga tidak bisa dilakukan sembarangan.


    Lantas, bagaimana cara mencuci sajadah yang benar? Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Cara Mencuci Sajadah yang Baik dan Benar

    Sebagai umat muslim, tentu kamu harus menjaga alat salat dalam kondisi bersih dan wangi. Dilansir situs NU Online, Selasa (10/6/2025), Allah SWT juga menyukai tempat-tempat yang bersih. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ , نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ , كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ , جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ , فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ

    Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kekayaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR Tirmidzi)

    Nah, ada sejumlah tips untuk membersihkan sajadah dengan baik dan benar. Dikutip dari situs Saku Laundry, berikut langkah-langkahnya:

    1. Perhatikan Bahan Sajadah

    Tips yang pertama adalah memperhatikan bahan sajadah yang akan dicuci. Langkah ini dilakukan agar proses mencuci jadi lebih mudah dan meminimalisir kerusakan yang dipicu oleh cairan deterjen, pewangi, atau alat mesin cuci itu sendiri.

    Khusus sajadah berbahan sutera atau katun, kamu perlu hati-hati saat mencucinya karena lebih rentan rusak jika dicuci memakai deterjen biasa. Untuk sajadah dengan jenis kain itu sebaiknya dicuci dengan teknik dry cleaning.

    2. Pakai Cairan Pembersih Pakaian

    Agar noda yang menempel di sajadah bisa hilang, pastikan kamu menggunakan cairan pembersih khusus pakaian. Cairan tersebut bisa kamu beli di mini market dengan harga terjangkau.

    Dengan menggunakan cairan pembersih, maka kuman dan bakteri yang menempel di sajadah dapat terangkat. Selain itu, cairan pembersih juga bisa membuat sajadah jadi lebih wangi dan terasa segar.

    3. Jangan Dicampur dengan Pakaian Lain

    Saat mencuci sajadah, pastikan kamu tidak mencampurnya dengan pakaian lain ke dalam mesin cuci, seperti kaus, celana, atau pakaian dalam. Langkah ini dilakukan agar proses pencucian sajadah lebih maksimal sekaligus tidak bikin kotor pakaian lain.

    4. Bilas Sajadah dengan Air Bersih

    Setelah sejadah dicuci di mesin cuci, sebaiknya bilas dengan air bersih sebanyak 2-3 kali. Cara ini dilakukan agar sisa deterjen dan busa yang menempel di sela-sela sajadah dapat hilang secara menyeluruh.

    5. Keringkan Sajadah

    Tahap berikutnya adalah mengeringkan sajadah dengan cara digulung. Hal ini dapat mengeluarkan banyak air yang terkumpul di dalam sajadah.

    Disarankan untuk tidak memeras sajadah agar air cepat turun. Soalnya, cara tersebut dapat merusak bahan dan akhirnya tidak bisa digunakan lagi.

    Jika ingin cepat kering, kamu bisa menggunakan mesin cuci untuk mengeringkan sajadah. Gunakan mode sedang atau standar pada mesin cuci agar tidak merusak serat kain.

    6. Jangan Dijemur di Bawah Sinar Matahari

    Perlu diingat, hindari menjemur sajadah di bawah sinar matahari langsung karena dapat merusak bahan. Selain itu, sinar matahari juga dapat membuat warna kain jadi memudar sehingga terlihat jelek.

    Apabila ingin dikeringkan di luar rumah, pastikan tidak terpapar sinar matahari langsung. Letakkan sajadah di tempat terbuka atau bisa menggunakan kipas angin agar sajadah cepat kering.

    Itulah enam tips membersihkan sajadah dengan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Teknik Mudah Cek Kualitas Lantai Keramik Cuma Pakai Kelereng



    Jakarta

    Pernah dengar anjuran untuk membawa kelereng saat survei rumah? Mainan satu ini ternyata bermanfaat buat menemukan masalah lantai di rumah, lho.

    Trik kelereng bisa dilakukan pada rumah sudah jadi maupun dalam masa pembangunan. Dengan menemukan masalah tersebut, pemilik bisa segera mengatasinya.

    Lalu, bagaimana cara mengecek lantai rumah pakai kelereng? Simak penjelasannya berikut ini.


    Periksa Saluran Pembuangan Air

    Saluran pembuangan air di kamar mandi berfungsi untuk membuang sisa air ketika mandi. Namun, pemasangan keramik yang kurang tepat justru menimbulkan genangan air.

    Menurut Kontraktor Panggah Nuzhulrizky kelereng bisa digunakan untuk memastikan keramik sudah terpasang dengan benar. Jika sejumlah kelereng yang sudah disebar menggelinding menuju satu arah, yaitu pada floor drain, bisa dikatakan pemasangan lantai kamar mandi sudah benar.

    “Sebar kelereng di lantai kamar mandi. Nantinya kelereng akan menuju arah floor drain. Jika semua kelereng menuju titik yang sama, dapat disimpulkan bahwa aliran air sudah sesuai menuju titik yang dituju dan pemasangan keramik bisa dikatakan sudah benar,” ujar Panggah saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Apabila kelereng yang disebar tidak menuju ke titik floor drain, dipastikan pemasangan keramik tidak sesuai dan perlu perbaikan. Pemilik dapat mulai perbaikan dengan memeriksa leveling keramik.

    “Pertama yang harus dilakukan adalah pengecekan leveling keramik menggunakan alat waterpass, leveling laser. Jika ada bagian yang tidak sesuai, area tersebut dapat dibongkar dan dipasang kembali dengan menyesuaikan kemiringan area yang sudah benar,” jelasnya.

    Periksa Keramik Kopong

    Selain itu, Panggah mengatakan kelereng berguna untuk mengetahui keramik sudah terisi dengan adukan semen atau masih kosong. Bagian bawah keramik yang kopong atau tidak terisi dengan merata berisiko untuk rusak.

    “Tidak meratanya isian adukan di bawah keramik, hal ini dapat menyebabkan terjebaknya udara yang menimbulkan efek kopong dan dapat menimbulkan kerusakan pada keramik seperti pecah atau meledak yang biasa disebut popping,” tuturnya.

    Cara mengecek kondisi lantai adalah dengan menjatuhkan kelereng di atas keramik tersebut. Bunyi yang timbul pada keramik yang kopong biasanya lebih nyaring dan ringan. Sebaliknya, suara kelereng yang dijatuhkan ke keramik yang terisi semen penuh lebih berat seperti bertabrakan dengan benda yang keras dan penuh.

    Itulah beberapa trik kelereng untuk mengidentifikasi masalah pada keramik lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Bersihkan Noda Tinta pada Sofa Kain, Bisa Pakai Cuka


    Jakarta

    Noda tinta pada sofa kerap ditemukan. Noda tersebut bisa saja berasal dari pulpen yang yang bocor atau yang lainnya.

    Namun jangan khawatir, karena noda tersebut masih bisa dibersihkan. Salah satu bahan yang dipakai adalah cuka.

    Selain digunakan untuk masakan, cuka juga bisa dipakai untuk membersihkan noda tinta. Berikut ini caranya dilansir dari The Spruce.


    Cara Membersihkan Noda Tinta Pakai Cuka

    white vinegar on wood table topCuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Cuka yang digunakan merupakan cuka putih ya detikers, bukan cuka apel. Berikut ini caranya.

    – Bersihkan noda tinta dengan tisu bersih.

    – Dalam mangkuk kecil, campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama.

    – Celupkan kain mikrofiber ke dalam campuran cuka dan air, lalu bersihkan noda tinta. Ulangi proses hingga noda hilang. Ingat, jangan menggosok noda agar tidak menyebar atau menempel.

    – Ambil kain bersih lainnya, basahkan dengan air, lalu bersihkan noda untuk menghilangkan sisa cuka.

    – Gunakan kain kering untuk hilangkan sisa air dan biarkan kain mengering sepenuhnya.

    Pakai Sabun Cuci Piring

    macro shot of dish soap being squeezed onto green sponge in aluminum sinkIlustrasi sabun cuci piring. Foto: iStock

    Selain menggunakan cuka, bisa juga menghilangkan noda tinta pakai sabun cuci piring. Begini caranya.

    – Gunakan tisu untuk menyerap tinta sebanyak mungkin. Tepuk-tepuk noda tinta dengan lembut, tetapi jangan digosok karena akan menyebabkan noda menjadi menyebar atau menempel.

    – Ambil mangkuk kecil dan tambahkan sabun cuci piring cair secukupnya ke air hangat untuk menghasilkan busa saat kamu mengaduk campuran.

    – Ambil kain mikrofiber bersih dan celupkan ke dalam air sabun hangat, lalu tepuk-tepuk noda. Ulangi proses hingga noda hilang.

    – Ambil kain mikrofiber lain dan basahkan dengan air hangat, lalu tepuk-tepuk area yang terkena noda untuk menghilangkan sisa sabun.

    – Jika area yang terkena noda terlalu basah, ambil kain mikrofiber kering dan tekan untuk menyerap kelebihan air dan biarkan kain mengering sepenuhnya sebelum duduk atau menaruh bantal di sofa.

    Pakai Pembersih Kuteks

    Bisa juga lho membersihkan noda tinta pakai aseton alias pembersih kuteks. Berikut ini caranya.

    – Tepuk-tepuk noda dengan tisu untuk menghilangkan tinta.

    – Celupkan kain mikrofiber yang bersih dan kering ke dalam aseton dan tepuk-tepuk noda. Ulangi hingga noda hilang.

    – Ambil kain mikrofiber lain dan basahkan dengan air hangat lalu tepuk-tepuk area tersebut untuk menghilangkan sisa dan bau aseton.

    – Hilangkan sisa kelembapan pada sofa kain dengan kain bersih dan kering lalu biarkan kain mengering sepenuhnya.

    Itulah beberapa cara menghilangkan noda tinta pada sofa. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Trik Dekorasi Agar Ruangan Kecil Terasa Lega


    Jakarta

    Ruangan kecil di dalam rumah bisa dibuat terasa lebih lega. Penghuni rumah bisa melakukannya tanpa harus merombak bangunan.

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat ruangan kecil terasa lega. Salah satu caranya adalah dengan pencahayaan.

    Cahaya merupakan kunci untuk membantu ruangan terasa dan tampak lebih besar. Pemilik rumah bisa pertimbangkan untuk menggunakan lampu di plafon dengan lampu dinding atau lampu meja.


    Jika di ruangan tersebut ada jendela, jangan pakai gorden yang tebal. Cukup pakai yang tipis agar memungkinkan banyak cahaya yang masuk.

    Selain itu masih ada beberapa cara lainnya untuk membuat ruangan terasa lebih besar. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

    Pertimbangkan Permukaan yang Memantulkan Cahaya

    Agar ruangan kecil terasa luas bisa dengan memainkan peran cahaya. Kalau hanya ada jendela kecil di ruangan tersebut, penghuni rumah bisa mempertimbangkan permukaan yang memantulkan cahaya untuk menerangi ruangan, misalnya cermin.

    Posisi cermin bisa digantung di dinding, ditaruh di lantai, dan posisikan menghadap jendela atau lampu agar efeknya lebih maksimal. Selain itu, bisa juga dengan mengecat dinding dan langit-langit ruangan dengan warna putih untuk membantu memantulkan cahaya.

    Simpan Barang-barang

    Penghuni rumah bisa menyimpan barang-barang agar tidak terlihat berantakan, misalnya ditaruh di kursi yang memiliki ruang penyimpanan atau di laci meja.

    Pakai Perabotan yang Bisa Disimpan

    Hal ini tentunya bisa menghemat ruang karena perabotan yang ada bisa disimpan untuk menghemat ruang. Misalnya pada sebuah ruangan, tempat tidur yang ada bisa dinaik-turunkan dari dinding. Jadi ketika ada tamu, pemilik rumah bisa langsung menurunkan kasur yang disandarkan ke dinding.

    Bisa juga dengan menggunakan sofabed. Sofa bisa digunakan untuk duduk-duduk santai tapi bisa juga digunakan sebagai kasur apabila dibutuhkan.

    Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar ruangan kecil terasa lega. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Pakai Karpet di Ruang Tamu? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Ruang tamu merupakan salah satu area paling istimewa di dalam rumah. Maka dari itu, penting untuk menciptakan ruang tamu yang nyaman agar tamu merasa betah berlama-lama.

    Salah satu cara untuk menciptakan ruang tamu yang nyaman adalah dengan menggunakan karpet. Selain memberikan kenyamanan, hadirnya karpet di ruang tamu juga dapat memberikan kehangatan sekaligus menambah estetika.

    Meski begitu, tak semua orang mau menggunakan karpet pada ruang tamu. Adapun sejumlah alasan mulai dari harga karpet yang mahal atau kurang cocok dengan konsep ruang tamu.


    Lantas, apakah perlu menggunakan karpet di ruang tamu? Simak penjelasannya menurut para ahli desainer interior dalam artikel ini.

    Perlukah Pasang Karpet di Ruang Tamu?

    Memasang karpet atau tidak di ruang tamu sebenarnya tergantung dari selera dan keinginan masing-masing pemilik rumah. Namun jika detikers masih ragu apakah perlu menggunakan karpet atau tidak, berikut tipsnya:

    1. Iya, Jika Ruang Tamu Ingin Terlihat Estetis

    Alasan utama menggunakan karpet di ruang tamu adalah agar mempercantik ruangan sehingga terlihat estetis. Karpet dapat menarik perhatian dengan motif, warna, atau pola yang ciamik.

    “Saya selalu suka mengatakan bahwa tidak ada aturan yang kaku dan ketat dalam hal desain interior. Namun saya pikir sebagian besar ruang tamu benar-benar akan lebih baik jika ditambahkan karpet,” kata desainer interior Kathy Kuo, mengutip Homes and Gardens, Rabu (18/6/2025).

    Karpet dapat dipadukan dengan warna cat di ruang tamu. Cara ini mampu menciptakan tampilan yang penuh warna dan padu, serta menunjukkan elemen kontras yang unik.

    Sedangkan menurut kepala direktur desain Wilk Design Workshop Alison Wilkinson, penggunaan beberapa karpet di ruang tamu dapat menghasilkan tekstur berlapis yang menarik. Hal ini juga dapat menambah kenyamanan.

    “Jika ruang tamu terlalu panjang atau besar, pisahkan tempat duduk dengan karpet di bawahnya. Penggunaan dua karpet yang lebih kecil dinilai lebih nyaman daripada satu karpet berukuran besar. Sering kali keduanya sama persis, tetapi jika keduanya untuk saling melengkapi pastikan karpet punya skema warna yang sama,” jelasnya.

    2. Iya, Jika Ruang Tamu Ingin Terasa Nyaman dan Hangat

    Disarankan memasang karpet di ruang tamu jika ingin terasa nyaman dan hangat. Sebab, karpet umumnya terbuat dari bahan serat alami seperti wol atau katun yang tebal.

    “Karpet sering kali terbuat dari serat alami seperti wol atau katun yang dapat membantu mengisolasi ruangan dan membuatnya tetap hangat,” ujar desainer interior dan pendiri Arsight, Artem Kropovinsky.

    3. Iya, Jika Ingin Melindungi Lantai

    Apabila lantai di ruang tamu menggunakan bahan kayu vinyl, penggunaan karpet bisa melindungi lapisan lantai agar tidak cepat rusak. Terlebih ruang tamu merupakan area yang sering dilalui orang, baik itu oleh penghuni maupun tamu yang datang.

    Meski begitu, pastikan juga memilih karpet dengan bahan yang berkualitas tinggi. Cara ini dilakukan agar karpet tetap awet sehingga bisa digunakan selama bertahun-tahun.

    “Karpet bahan wol harganya memang lebih mahal, tetapi sepadan dengan investasinya jika Anda ingin karpet yang bertahan selama beberapa dekade,” kata Alice Chiu pendiri Miss Alice Designs.

    4. Tidak Harus, Jika Ruang Tamu Mengusung Minimalis

    Apabila detikers mengusung kosep hunian minimalis, maka sebaiknya tidak perlu memasang karpet di ruang tamu. Biarkan lantai keramik saling berpadu dengan furnitur seperti sofa, meja kecil, dekorasi di dinding, tanaman hias kecil, hingga warna cat interior.

    Hunian minimalis memang menerapkan konsep sederhana tapi tetap terlihat menarik. Meski begitu, sebenarnya memasang karpet sah-sah saja asalkan memperhatikan ukuran agar sesuai.

    “Pastikan Anda menentukan dimensi ruang tamu dengan pita pengukur. Langkah ini sangat penting. Buat garis besar di area tempat Anda ingin memasang karpet, lalu pertimbangkan lokasi pintu dan cara pintu akan dibuka agar tidak mengganggu,” papar Cyrus Loloi, seorang spesialis karpet.

    “Karpet yang terlalu kecil dapat membuat ruangan terlihat tampak terpisah. Jika ragu, pilih ukuran karpet yang besar. Ukuran tersebut dapat menyatukan furnitur dan membuat ruangan nampak lebih besar dari yang sebenarnya,” pungkasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Bersihkan Cermin Pakai Baking Soda, Ini Akibatnya


    Jakarta

    Baking soda merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk membuat kue dan bermanfaat juga untuk membersihkan benda di rumah. Namun, tidak semua benda boleh dibersihkan dengan baking soda.

    Salah satunya adalah peralatan yang terbuat kaca maupun cermin. Membersihkan peralatan yang terbuat dari kaca dan cermin pakai baking soda justru bisa menggores permukaan kaca. Hal ini akan membuat tampilan justru menjadi keruh.

    Jika ingin membersihkan cermin, para ahli menyarankan untuk menggunakan kain microfiber yang dipadukan dengan pembersih kaca komersial atau campuran air dan cuka.


    Selain cermin, masih ada benda-benda lain yang tidak boleh dibersihkan memakai baking soda. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

    Meja Dapur dari Marmer dan Granit

    marmer carrara.ilustrasi marmer. Foto: Getty Images/iStockphoto/IlyaAMT

    Jangan sekali-kali membersihkan meja dapur yang terbuat dari marmer dan granit dengan baking soda. Hal itu karena bisa menggores permukaan yang bisa membuatnya tampak kusam.

    Untuk membersihkannya, jangan pakai pembersih keras. Pemilik rumah bisa membuat larutan pembersih dari campuran air dan cairan pencuci piring.

    Perabotan Kayu

    perabotan kayuperabotan kayu Foto: Istimewa

    Selain permukaan marmer dan granit, jangan bersihkan perabotan kayu dengan baking soda. Baking soda bisa membuat permukaan kayu kusam dan menghilangkan minyak pelindung dan sealant lapisan penutup.

    Benda yang Terbuat dari Kulit

    Close-up the Fragment of expensive beige leather sofa to indoors.Sofa kulit. Foto: Getty Images/iStockphoto/yanik88

    Selanjutnya ada benda yang terbuat dari kulit, misalnya sofa kulit. Menurut founder dari Maid Brigade Robin Murphy, bahan kulit sangat sensitif terhadap abrasif. Jadi ketika mengapilkasikan baking soda ke sofa kulit, bisa berisiko menimbulkan goresan atau mengikis permukaan.

    Bubuk baking soda juga sulit untuk dihilangkan dari perabotan yang terbuat dari kulit. Jadi sebaiknya hindari membersihkan dengan campuran baking soda.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuma Pakai Timun Bisa Usir Lalat dari Dalam Rumah



    Jakarta

    Keberadaan lalat di Dalam rumah tentu akan angat mengganggu. Serangga ini bisa membawa penyakit dan menularkannya ke manusia dengan hinggap di makanan.

    Saat ini banyak produk pembasmi serangga yang bisa digunakan untuk mengusir lalat. Akan tetapi kebayakan produk tersebut mengandung bahan kimia yang kurang baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, untuk mengganti produk tersebut bisa menggunakan bahan alami.

    Dikutip dari situs Express, salah satu bahan alami yang ampuh usir lalat adalah timun. Hal ini karena lalat tidak suka bau timun. Bahkan, negara-negara panas seperti di Spanyol menggunakan timun untuk membasmi lalat.


    Menurut Pakar DIY di Saxton Blades, Glen Peskett, seperti dikutip dari situs Ideal Home, aroma timun menghasilkan bau tidak sedap dan pahit yang tidak disukai lalat.

    “Lalat rumah menjauh karena aroma mentimun, terutama yang lebih pahit. Alasan pastinya belum sepenuhnya dipahami, tetapi diyakini bahwa senyawa alami dalam kulit mentimun, seperti cucurbitacin menghasilkan bau yang tidak sedap dan secara naluriah dihindari lalat,” ujar Peskett.

    Sebab, lalat secara naluriah lebih menyukai buah atau makanan yang manis. Sehingga, mereka tidak suka aroma yang pahit seperti timun.

    Biasanya lalat akan tertarik ke tempat sampah sebagai tempat bertelur. Cara mudah yang dapat dilakukan adalah meletakkan irisan timun di atas tempat sampah. Selain itu, bisa juga menaruh irisan timun di dekat titik masuk rumah seperti pintu dan jendela.

    Namun, risiko dari menyimpan irisan timun di tempat-tempat tersebut adalah timun bisa membusuk. Oleh karena itu, disarankan mengganti irisan timun setiap satu atau dua hari sekali.

    Walau demikian, metode ini tidak bisa membasmi semua lalat, tetapi cukup untuk mengurangi jumlahnya secara signifikan. Oleh karena itu, langkah yang lebih ampuh adalah tetap menjaga kebersihan rumah agar lalat tidak mudah masuk ke dalam rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuma Pakai 2 Bahan Dapur, Gulma di Halaman Rumah Langsung Tumbang!


    Jakarta

    Gulma merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh di sekitar tanaman lain. Pada umumnya, gulma tumbuh secara liar sehingga cukup sulit untuk diatasi.

    Bagi pemilik tanaman, gulma jadi salah satu tumbuhan yang patut diwaspadai karena dapat mencuri ruang akar, cahaya, air, dan nutrisi tanaman lain. Bahkan, gulma juga jadi tempat berkembang biak bagi hama, penyakit, hingga bakteri bagi tanaman lho.

    Maka dari itu, jika menemukan gulma di halaman rumah sebaiknya segera diatasi sebelum tanaman hias milikmu rusak dan mati. Biasanya, gulma dapat dibasmi dengan herbisida, yaitu senyawa kimia yang dapat mengendalikan dan membunuh tumbuhan pengganggu, salah satunya gulma.


    Apabila kamu ragu jika menggunakan bahan kimia, sebenarnya ada cara mudah untuk membasmi gulma dengan menggunakan dua bahan sederhana. Apa saja bahan tersebut? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    2 Bahan Sederhana Ini Ampuh Atasi Gulma

    Mengatasi gulma di halaman ternyata dapat menggunakan dua bahan sederhana di rumah, yakni sabun cuci piring dan air. Bagaimana bisa?

    Dikutip dari The Spruce, Selasa (24/6/2025), kombinasi air dan sabun cuci piring disebut ampuh mengatasi gulma. Soalnya, kedua bahan ini dapat mengeringkan dan membunuh tanaman liar dengan cara merusak lapisan pelindung.

    Sabun cuci piring sendiri mengandung zat pelarut yang dapat memecah lapisan lilin yang menutupi daun tanaman. Setelah terurai maka gulma akan mengering dan akhirnya mati.

    Untuk cara penggunaannya juga mudah. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan 1 botol semprot berukuran besar
    • Tuang 1 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam botol semprot
    • Kemudian tuang air secukupnya sesuai ukuran botol semprot
    • Setelah itu kocok hingga merata
    • Lalu semprotkan cairan tersebut ke area yang terdapat gulma.

    Meskipun sabun cuci piring memiliki sifat herbisida, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakannya untuk membasmi gulma, yaitu:

    • Takaran sabun cuci piring yang tepat
    • Pemilihan sabun cuci piring yang punya kualitas baik
    • Faktor cuaca dapat memengaruhi efektivitas cairan untuk membasmi gulma
    • Tergantung jenis gulma karena ada beberapa gulma yang sulit mati.

    Sebagai informasi, karena cairan tersebut berfungsi untuk mengeringkan gulma hingga mati, maka sebaiknya cek kondisi cuaca saat akan menyemprotkannya. Sebaiknya pilih kondisi cuaca sedang panas dan cerah agar efektif membasmi gulma.

    Sebaiknya hindari menyemprot cairan tersebut ketika cuaca sedang mendung atau turun hujan. Selain itu, jangan menyemprot cairan saat kondisi cuaca sedang berangin karena dikhawatirkan cipratan airnya mengenai tanaman lain, sehingga jadi kering dan mati. Bila perlu, tutup tanaman di sekitar daun agar tidak terkena cairan untuk membasmi gulma.

    Demikian tips mengatasi gulma dengan dua bahan sederhana. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Mudah Cegah Kucing BAB di Halaman, Bisa Pakai Jeruk


    Jakarta

    Kucing terkadang suka buang air besar (BAB) sembarangan, salah satunya di halaman. Hal ini tentu bikin penghuni rumah geram karena bisa mengotori sekaligus membuat bau tak sedap di halaman.

    Jika ada kucing liar yang BAB, mungkin kamu bisa mengusirnya dari halaman rumah. Namun lain halnya jika yang sering BAB adalah kucing peliharaan kamu sendiri. Tentu tidak tega kan untuk mengusirnya?

    Nah, ada sejumlah cara mudah untuk mencegah kebiasaan kucing BAB di rumah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mencegah Kucing BAB di Halaman Rumah

    Memiliki anabul tentu sangat lucu dan menggemaskan. Namun, semua itu berubah ketika kucing mulai sering BAB di halaman rumah.

    “Jika Anda melihat kucing mulai menyukai halaman Anda, mungkin Anda secara tidak sengaja menciptakan lingkungan yang sempurna bagi kucing untuk buang air. Meski ini adalah perilaku alami kucing, tapi hal itu bisa bikin frustrasi,” kata Shauna Walsh, dokter hewan PDSA yang mengutip Country Living, Selasa (24/6/2025).

    Berikut tips mudah mencegah kucing agar tidak BAB di halaman rumah:

    1. Menyebarkan Aroma yang Tidak Disukai Kucing

    Tips yang pertama adalah menyebarkan aroma yang tidak disukai kucing, seperti lavender, pepermin, atau kayu manis. Ketiga tanaman itu diklaim ampuh mengusir kucing karena punya aroma menyengat.

    Kamu bisa menggunakan minyak atsiri dari ketiga aroma di atas, lalu dicampur dengan air, dan dimasukkan ke botol semprot. Setelah itu, semprotkan cairan tersebut ke seluruh halaman. Langkah ini terbilang hemat biaya sekaligus tidak membahayakan tanaman, tapi hanya efektif dalam hitungan jam saja.

    2. Kulit Jeruk

    Sisa kulit jeruk sebaiknya jangan langsung dibuang karena dapat dimanfaatkan untuk mengusir kucing dari halaman. Mirip dengan aroma lavender dan pepermin, kucing tidak menyukai aroma jeruk yang kuat.

    Cara pakainya juga mudah, cukup mencincang halus kulit jeruk dan menaruhnya di sekitar taman. Selain itu, kamu juga bisa membuat larutan semprot dengan cara memeras buah jeruk yang dicampur air, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    3. Pisang

    Masih terkait dengan aroma yang tidak disukai kucing, pisang bisa menjadi opsi alternatif untuk mengusir kucing dari halaman rumah. Kamu bisa memotong dan mencincang pisang sampai halus, lalu menebarkannya di sekitar halaman. Sebaiknya gunakan pisang yang sudah matang karena baunya tidak disukai oleh kucing.

    4. Bubuk Kopi

    Apabila buah-buahan kurang efektif untuk mengusir kucing, cobalah memakai bubuk kopi. Kamu bisa menaburkan bubuk kopi di sekitar halaman secara merata agar kucing tidak berani untuk BAB sembarangan.

    Bubuk kopi membuat kucing memilih ‘putar balik’ karena aromanya yang kuat. Di sisi lain, bubuk kopi juga disebut aman jika terkena rumput atau tanaman.

    5. Tutup Halaman dengan Ranting

    Tips berikutnya untuk mencegah kucing BAB di halaman adalah dengan menutupnya pakai ranting. Sebab, kucing tidak suka menginjak ranting karena punya duri tajam. Meski disebut efektif, tetapi cara ini bikin halaman rumah jadi terlihat tidak cantik karena ditutupi banyak ranting pohon.

    6. Cuka

    Aroma cuka yang kuat dan menyengat bisa menjadi cara alternatif agar kucing tidak BAB di rumah. Untuk cara pakainya, kamu dapat mencampur cuka dengan air, lalu dituangkan ke botol semprot. Setelah itu, kamu bisa menyemprotkan cairan cuka ke sekitar halaman.

    Namun perlu diingat, penggunaan cuka dalam jumlah banyak dapat membahayakan sejumlah tanaman. Jadi pakai secukupnya saja.

    7. Air Sabun

    Jika kucing masih sering BAB di halaman rumah, kamu bisa menggunakan air sabun. Aroma dari sabun yang wangi justru tidak disukai kucing sehingga memilih menjauh dari halaman.

    Sebaiknya siram air sabun ke halaman secara menyeluruh. Sebab, kucing bisa saja menemukan area di sudut halaman yang menurutnya aman untuk BAB.

    Itu dia tujuh cara mudah cegah kucing BAB di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com