Tag: pakaian

  • Waspada! Ngengat Kain Bisa Gerogoti Pakaian di Lemari



    Jakarta

    Sering menemukan lubang-lubang kecil pada pakaian? Bisa jadi itu tanda pakaian digigit oleh ngengat. Walau ada serangga lain yang bisa jadi pelakunya, yakni kumbang karpet, tetapi ia lebih mudah dibasmi daripada ngengat.

    Namun, tidak semua ngengat dapat menggerogoti pakaian karena sebetulnya mereka makan tanaman. Jadi, yang menggerogoti pakaian hanyalah ngengat kain atau clothes moth.

    Dilansir dari situs NY Times, ngengat kain berukuran sekitar 1 cm dan memiliki warna kuning atau keabu-abuan. Ngengat kain akan mencari tempat yang gelap, hangat, dan lembap untuk bertelur, seperti pakaian kotor apalagi jika ada noda keringat dan noda makanan.


    Clothes moths (T. bisselliella )/ngengat kainClothes moths (T. bisselliella )/ngengat kain Foto: via Michigan State University

    Larva ngengat berukuran sangat kecil dan tertutup oleh lapisan perekat. Larva-larva ini yang akan memakan kain. Mereka juga sangat menyukai serat yang berasal dari hewan, seperti wol, bulu halus, dan kasmir. Salah satu mengetahui adanya larva ngengat kain yaitu terdapat jaring seperti ingus kering.

    Hal yang Harus Dilakukan Jika Ada Ngengat Kain di Lemari

    Untuk menghindari adanya hewan pengganggu pakaian ini, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuang pakaian yang sudah rusak parah yang tidak bisa diperbaiki lagi. Tidak peduli jika itu adalah pakaian kesayangan karena bisa jadi dihinggapi ngengat.

    Kemudian, bersihkan lemari secara menyeluruh. Ngengat kain dan larvanya sangat menyukai sudut dan celah yang gelap. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan lemari untuk mencegah timbulnya sarang ngengat.

    Cara lain yang juga unik adalah panaskan atau dinginkan pakaian wol. Namun, pastikan pakaian wol tidak memiliki manik-manik atau plastik. Panaskan pakaian wol di dalam oven atau dinginkan pakaian wol di dalam freezer.

    Selain itu, bisa juga lindungi pakaian dengan kantong pakaian plastik yang tertutup rapat. Namun, penyimpanan kedap udara ini harus dibarengi dengan lemari yang harus sering dibuka juga. Membuka tutup lemari dapat mencegah ngengat berkeliaran karena mereka tidak menyukai cahaya dan gerakan.

    Produk pengharum lemari juga bisa mengusir ngengat asal terbuat dari bahan kayu cedar atau minyak cedar. Dikutip dari situs Good House Keeping, minyak cedar merupakan bahan pencegah yang paling umum digunakan dan tahan lama. Jika tidak suka aroma minyak cedar, bisa diganti dengan aroma lavender, cendana, atau eukaliptus.

    Dari semua yang telah disebutkan, hal terpenting adalah mencuci pakaian dengan bersih dan mengeringkannya. Jangan biarkan ada pakaian yang belum kering sepenuhnya karena dapat membuat lemari menjadi lembap. Pastikan lemari memiliki ventilasi agar sirkulasi udara berjalan dengan baik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 10 Tips Mencuci Pakaian yang Tak Banyak Orang Tahu



    Jakarta

    Mencuci merupakan aktivitas membersihkan pakaian dengan air dan sabun, kadang ditambah pewangi, lalu dijemur, dan setelah kering baru disetrika. Namun, pada kenyataannya ada kesalahan mencuci entah pakaian yang rusak, pakaian malah jadi bau, noda pakaian tidak hilang, atau bahkan bisa merusak mesin cuci.

    Dilansir dari situs Real Simple, pada Selasa (06/05/2025), berikut 10 tips mencuci yang harus diketahui agar mencegah kesalahan-kesalahan yang bisa menimbulkan kerugian.

    Jangan Pakai Pelembut Untuk Handuk

    Faktanya, handuk tidak perlu memakai pelembut pakaian. Hal ini dikarenakan pelembut pakaian dapat meninggalkan lapisan yang menahan bau dan menghambat penyerapan. Selain handuk, pakaian yang tidak perlu memakai pelembut adalah pakaian olahraga.


    Air Hangat dan Minyak Zaitun untuk Baju Wol

    Jika sweater atau baju rajutan mengalami penyusutan, sebetulnya pakaian tersebut bisa kembali ke bentuk semula setelah direndam pada wadah yang berisi air hangat serta ditambah satu sendok makan minyak zaitun. Rendam sweater selama dua hingga tiga jam, lalu letakkan di permukaan datar, kemudian tarik perlahan kembali ke ukuran semula.

    Suhu Air yang Tepat untuk Noda

    Ternyata suhu air adalah kunci untuk menghilangkan noda membandel pada pakaian. Gunakan air panas untuk noda yang sudah menempel karena air panas dapat melonggarkan serat pakaian.

    Cuci Jins Baru Supaya Tidak Luntur

    Jika punya pakaian berbahan denim atau jins yang baru saja dibeli, maka pakaian itu wajib dicuci terlebih dahulu. Cuci jins menggunakan air dingin agar warnanya tidak luntur dan mengotori pakaian lain. Untuk perlindungan ekstra, tambahkan ½ cangkir cuka putih pada pencucian pertama untuk menjaga warnanya tetap utuh.

    Pemanis Buatan untuk Noda Minyak

    Pakaian yang terkena noda minyak bisa hilang dengan pemanis buatan. Caranya cukup gosok pada noda, diamkan selama beberapa menit, lalu sikat dan bilas. Pemanis akan menyerap minyak sehingga ketika dicuci seperti biasa bisa dengan mudah hilang.

    Cuka dan Soda Kue untuk Bau pada Pakaian Olahraga

    Pakaian olahraga cenderung lebih beraroma tidak sedap karena banyak kuman dan bakteri akibat campuran kotoran dan keringat. Cara yang bisa dilakukan adalah siapkan ember berisi air dingin lalu tambah secangkir cuka dan secangkir soda kue. Kemudian, rendam pakaian semalaman. Pilihan lainnya adalah tambahkan cuka ke pelembut kain di mesin cuci.

    Sabun Cuci Piring untuk Noda Minyak

    Sama seperti pemanis buatan, sabun cuci piring juga bisa dipakai untuk menghilangkan noda minyak yang membandel pada pakaian. Sebelum dicuci seperti biasa, oleskan sabun cuci piring pada noda lalu biarkan selama 10 menit.

    Pakai Kantong Jaring

    Menggunakan kantong jaring untuk mencuci pada pakaian yang halus dan kecil, seperti kaus kaki dan topi akan sangat bermanfaat. Hal ini untuk mencegah serat halus kain yang terlepas dan dapat membuat saluran air mampet.

    Jangan Terlalu Banyak Memasukkan Cucian ke Pengering

    Memasukkan terlalu banyak pakaian ke dalam pengering dapat membuat pengering menjadi rusak. Drum pengering yang terlalu penuh menyebabkan pakaian tidak dapat bersirkulasi dengan baik. Sebaiknya cucian yang dimasukkan ke dalam pengering tidak lebih dari ⅔ muatan drum.

    (zlf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 4 Cara Memutihkan Pakaian Tanpa Pemutih, Bisa Pakai Lemon


    Jakarta

    Cairan pemutih biasa digunakan dalam siklus pencucian untuk memutihkan pakaian yang kusam. Biasanya, pakaian tersebut adalah kemeja putih atau kaus oblong putih yang warnanya sudah terlihat agak pudar atau keabu-abuan.

    Sebagian besar cairan pemutih dapat digunakan pada katun atau linen. Biasanya cairan pemutih dihindari pada bagian motif atau pinggiran yang kontras untuk menghindari pemudaran. Padahal, terdapat alternatif lain untuk memutihkan pakaian tanpa khawatir terhadap motif atau pinggiran kontras.

    Dikutip dari situs Real Simple, terdapat 4 bahan yang dapat digunakan memutihkan pakaian tanpa cairan pemutih.


    1. Cuka Putih Suling

    Tambahkan satu cangkir cuka putih suling ke dalam satu ember air panas. Kemudian, celupkan kain putih ke dalam campuran dan biarkan semalaman, lalu cuci seperti biasa. Menambahkan satu cangkir cuka putih ke siklus pembilasan saat mencuci pakaian putih atau bahkan pakaian berwarna akan membantu menghilangkan residu detergen yang membuat pakaian tampak kusam.

    2. Jeruk Lemon

    Asam sitrat dari lemon dapat memutihkan kain seperti katun, linen, atau polyester. Campuran ½ cangkir air perasan lemon ke dalam satu ember air panas. Masukkan cucian kain atau baju putih ke dalam air lemon dan rendam minimal satu jam. Bisa rendam lebih lama atau bahkan semalaman, kemudian cuci seperti biasa.

    3. Soda Kue

    Aduk satu cangkir soda kue ke dalam satu ember air mendidih, lalu masukkan pakaian putih yang kusam ke dalamnya. Biarkan terendam minimal satu jam atau semalaman. Lalu, cuci seperti biasa. Soda kue dapat membantu menghilangkan noda pada pakaian katun yang membuatnya kusam.

    Jika terdapat noda kuning di bagian ketiak baju atau kerah baju, maka bisa gunakan pasta yang terdiri dari campuran soda kue, air perasan lemon, dan air dengan perbandingan yang sama. Oleskan pasta tersebut ke noda pada pakaian lalu gosok dengan sikat gigi. Biarkan selama 30 menit kemudian cuci seperti biasa.

    4. Sabun Cuci Piring

    Sabun pencuci piring biasanya mengandung natrium hipoklorit (pemutih klorin) yang dapat memutihkan kain. Caranya tambahkan sabun cuci piring ke dalam satu ember air panas dan aduk hingga larut. Masukkan pakaian dan biarkan selama minimal 30 menit lalu cuci seperti biasa.

    Itulah beberapa bahan yang bisa kamu gunakan sebagai alternatif pengganti pemutih pada pakaian, tertarik mencoba?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Cara Ampuh Menghilangkan Bau Pipis Kucing di Rumah



    Jakarta

    Kucing merupakan salah satu hewan yang banyak dipelihara oleh sebagian orang di rumah. Tingkah laku kucing yang menggemaskan membuat orang yang menyukainya tak segan untuk tinggal besarsama di dalam rumahnya. Namun, kucing memiliki kebiasaan yang membuat jengkel penghuninya, salah satunya adalah suka pipis sembarangan.

    Pipis kucing menimbulkan bau yang menyengat dan tidak sedap. Dilansir dari situs Homemadesimple, jika mencium bau pipis kucing harus segera dibersihkan karena baunya akan semakin menyengat bila dibiarkan terlalu lama.

    Akan tetapi, tidak perlu khawatir karena sebetulnya bau pipis kucing dapat hilang. Berikut merupakan cara-cara yang bisa dilakukan pemilik rumah jika mencium bau pipis kucing.


    Bersihkan dengan Air Dingin

    Setelah menemukan area pipis kucing, maka gunakan tisu dapur atau kain lap lama yang sudah dibasahi dengan air dingin. Namun, jangan digosok karena hanya akan membuat nodanya membandel sehingga bau tidak hilang.

    Gunakan Cuka

    Buat larutan pembersih dari cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1. Cuka memiliki sifat asam yang dapat menetralkan bakteri serta menghilangkan bau.

    Gunakan Soda Kue

    Jika noda pipis kucing ditemukan pada karpet, kasur, atau soda maka taburkan soda kue sekitar satu jam sebelum dibersihkan dengan penyedot debu. Hal ini dapat membantu menetralkan bau.

    Pipis Kucing pada Baju

    Jika noda pipis kucing adanya di pakaian, maka tepuk-tepuk area noda pakai air dingin dan jangan digosok. Masukkan pakaian ke dalam ember yang berisi ½ cangkir pemutih oksigen selama 2-3 jam. Kemudian, aAngkat pakaian dan rendam dalam ember berisi cuka dan air dengan perbandingan 1:3. Tambahkan sedikit soda kue langsung ke area noda lalu biarkan di dalam campuran tersebut selama 10-15 menit. Setelah itu, masukkan pakaian ke dalam mesin cuci, atur ke suhu dingin, dan cuci tanpa deterjen. Jemur langsung pada sinar matahari.

    Demikian cara menghilangkan bau pipis kucing yang mengganggu, semoga membantu ya!

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Cara Merapikan Rumah Tanpa Takut Menyesal Buang Barang



    Jakarta

    Pernahkah kamu merasa “takut nyesel” kalau ingin membuang atau merapikan barang-barang di rumah? Hal ini karena barang-barang itu sudah terlalu banyak dan menumpuk, tetapi jika dibuang juga takut ada rasa menyesal karena tidak memilikinya lagi.

    Ternyata, proses membuang-buang barang yang tidak terpakai juga butuh keputusan emosional ya. Apalagi jika barang tersebut bersifat pribadi, seperti foto, kenangan, barang pemberian, dan sebagainya. Lalu, bagaimana cara mengatasi hal ini ya?

    Dikutip dari Martha Stewart, sebaiknya ini yang perlu dilakukan.


    Luangkan Waktu

    Pakar pengorganisasian Charlotte Berlin menjelaskan bahwa meluangkan waktu adalah kunci mencegah penyesalan. Luangkan waktu misalnya pada akhir pekan untuk merapikan barang-barang.

    Simpan di Kotak

    Barang-barang yang punya kedekatan emosional memang tidak dapat diganti tetapi bisa disimpan rapi dalam kotak. Namun, tidak semua bisa disimpan. Kartu ucapan, undangan pernikahan, bahkan strip photobooth yang mungkin terlihat kurang bagus bisa dibuang.

    Jujur pada Diri Sendiri

    Tanyakan pada diri sendiri seberapa mudah barang digantikan untuk menghindari penyesalan. Misalnya barang itu hanya berupa kaus hitam biasa atau buku yang bisa dibeli lagi, maka tidak masalah jika dibuang.

    Donasikan

    Fokus pada donasi daripada menumpuk barang-barang yang tidak juga digunakan.

    Pertimbangkan Penggunaan

    Jika memiliki barang yang dipakai seperti pakaian atau sepatu, coba seolah-olah bertanya pada barang tersebut. Apakah kamu menyukainya? Apakah pernah dipakai? Atau apakah disimpan hanya untuk jaga-jaga?

    Ingat Tujuan

    Jika masih merasa takut menyesal atau sedih membuang barang-barang. Ingatlah, bahwa membersihkan kekacauan fisik membantu seseorang menyingkirkan kekacauan mental.

    Aturan Dua Bulan

    Coba buat aturan dua bulan, jika dalam waktu dua bulan kamu tidak gunakan barang tersebut, maka pertimbangkan untuk membuangnya.

    Itulah beberapa tips untuk merapikan barang-barang tanpa rasa menyesal. Semoga membantu!

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Ternyata Ini Alasan Baju Harus Dibalik Saat Dicuci, Jangan Asal Cemplung!



    Jakarta

    Pernah nggak sih kamu refleks membalik baju sebelum dimasukkan ke mesin cuci? Meskipun terlihat sepele, ternyata kebiasaan ini punya manfaat penting, lho!

    Melansir Real Simple, membalikkan baju sebelum mencuci bisa membantu menjaga kualitas pakaian tetap bagus dan tahan lama. Apalagi untuk jenis pakaian tertentu seperti jins, pakaian olahraga, atau baju berwarna gelap, kebiasaan ini justru disarankan!

    Kenapa Harus Dibalik?

    Menurut Forrest Weber, pemilik Bear Brothers Cleaning di Huntsville, membalikkan baju saat dicuci bisa mengurangi risiko kerusakan dan memudarkan warna.


    “Cara ini juga bisa melindungi motif, sulaman, dan membersihkan bagian dalam baju yang terkena keringat dan minyak tubuh,” ujar Weber.

    Jenis Pakaian yang Sebaiknya Dibalik Saat Dicuci

    Tidak semua pakaian harus dibalik, tapi beberapa jenis ini sangat disarankan:

    • Bahan jin: menghindari gesekan ritsleting & kancing
    • Pakaian olahraga: bagian dalamnya bersentuhan langsung dengan tubuh, menyerap keringat dan deodoran
    • Kemeja katun dan pakaian berwarna gelap atau cerah: mencegah warna cepat pudar

    Pakaian olahraga khususnya, sering menyerap lotion, minyak, dan deodoran yang menumpuk di bagian dalam kain. Dengan membaliknya, proses pencucian jadi lebih efektif menyapu bersih kotoran tersebut.

    Kapan Nggak Perlu Dibalik?

    Kalau baju kamu punya noda membandel di bagian luar, sebaiknya jangan langsung dibalik ya. Bersihkan dulu noda tersebut, baru deh dibalik sebelum masuk mesin cuci.

    Jadi, membalikkan baju sebelum mencuci bukan cuma soal kebiasaan, tapi juga soal merawat pakaian. Warna tahan lama, motif tetap utuh, dan baju nggak gampang rusak, semuanya bisa dimulai dari kebiasaan kecil ini.

    Yuk, biasakan cek baju sebelum nyuci. Kecil effort-nya, besar manfaatnya!

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Barang Ini Jangan Dicuci Pakai Mesin Cuci, Bisa Cepat Rusak!


    Jakarta

    Mesin cuci berfungsi untuk mencuci pakaian agar lebih bersih dan wangi. Namun, beberapa orang mengandalkan mesin cuci untuk membersihkan segala barang yang ada di rumah.

    Padahal, tidak semua barang dapat dicuci dengan mesin cuci. Alih-alih jadi bersih dan wangi, barang tersebut malah cepat rusak dan akhirnya tidak bisa digunakan lagi.

    Ingin tahu apa saja barang-barang yang jangan dicuci menggunakan mesin cuci? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Barang-barang Ini Jangan Dicuci Pakai Mesin Cuci

    Walau berfungsi untuk mencuci pakaian, tetapi tidak semua pakaian ataupun barang di rumah dapat dicuci di mesin cuci. Dilansir situs Better Homes & Gardens, Senin (17/11/2025), berikut sejumlah barang yang jangan dicuci menggunakan mesin cuci.

    1. Sepatu Kulit dan Suede

    Tidak masalah jika mencuci sepatu di mesin cuci, tetapi ada beberapa jenis bahan sepatu yang dilarang, seperti sepatu kulit dan suede. Sebab, sepatu jenis ini bisa rusak jika direndam dalam air sehingga perlu metode yang tepat untuk mencucinya.

    Sedangkan jenis sepatu yang terbuat dari kanvas, katun, nilon, atau poliester masih aman dicuci pakai mesin cuci. Namun, tetap disarankan mencucinya secara manual menggunakan tangan.

    2. Sweater Kasmir

    Secara umum, banyak sweater yang aman dicuci dengan mesin cuci. Namun, sweater berbahan kasmir (bulu halus kambing) sebaiknya dicuci menggunakan tangan. Jika mencucinya pakai mesin cuci maka bisa merusak bahan sweater.

    3. Pakaian yang Hanya Bisa Dicuci Tangan

    Setiap pakaian memiliki care label atau label perawatan pakaian untuk mengetahui cara merawat baju dengan tepat. Nah, ada beberapa jenis pakaian yang tidak bisa dicuci menggunakan mesin cuci karena pakaian tersebut bisa mudah rusak.

    Agar pakaian lebih awet dan bisa digunakan dalam waktu lama, disarankan untuk mencucinya secara manual menggunakan tangan. Beberapa jenis pakaian juga disarankan untuk dicuci tanpa air atau dry cleaning.

    4. Pakaian Berbahan Sutra dan Satin

    Pakaian yang menggunakan bahan sutra, satin, renda, atau sifon akan cepat rusak jika dicuci menggunakan mesin cuci. Sebab, bahan pakaian ini rentan tersangkut di mesin cuci atau menyusut.

    Pertimbangkan untuk mencuci pakaian secara manual daripada berisiko merusak baju. Kalau ragu, pakaian bisa dibawa ke penatu (laundry).

    5. Pakaian Berukuran Sangat Kecil

    Beberapa pakaian berukuran sangat kecil seperti kaus kaki bayi tidak disarankan dicuci menggunakan mesin cuci. Sebab, pakaian yang terlalu kecil berisiko dapat menyumbat saluran pembuangan air.

    Solusinya, masukkan pakaian berukuran kecil ke dalam kantong jaring agar bisa dicuci di mesin cuci. Selain lebih aman, cara ini juga dapat mencegah pakaian mudah rusak.

    6. Selimut Tebal dan Besar

    Mencuci selimut yang tebal dan besar sebaiknya jangan menggunakan mesin cuci di rumah. Sebab, beban yang berat dapat menghambat motor mesin cuci untuk bekerja secara optimal sehingga lebih cepat panas dan berpotensi rusak.

    Selain itu, beban yang berat membuat mesin cuci tidak mampu berputar secara maksimal sehingga selimut akan tetap kotor. Disarankan membawa selimut tebal ke laundry agar bisa dicuci secara bersih.

    Demikian enam barang yang sebaiknya jangan dicuci di mesin cuci. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 4 Cara Hilangkan Bulu Hewan Peliharaan dari Pakaian Biar Makin Bersih


    Jakarta

    Banyak orang yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing dan kucing di rumah. Bulu hewan peliharaan di rumah tentu bisa menempel di mana saja, salah satunya pakaian.

    Tentunya detikers tidak ingin dong pakaiannya dipenuhi bulu-bulu hewan peliharaan? Nah, berikut ini tips mencuci pakaian untuk menghilangkan bulu peliharaan.

    Dilansir dari Homes and Gardens, Sabtu (13/1/2024), berikut ini caranya.


    1. Pastikan Mesin Cuci Bersih

    Sebelum mencuci pakaian, pastikan mesin cuci yang digunakan bersih. Memang, membersihkan bulu hewan peliharaan dari pakaian ada berbagai cara, namun jika mesin cuci yang digunakan kotor maka pakaian yang dicuci juga akan ikut kotor.

    “Membersihkan mesin cuci sesekali sangat bermanfaat, terutama jika kamu memiliki hewan peliharaan karena bulunya akan menempel di dalam drum selama beberapa kali pencucian, sehingga menambah bulu pada pakaian yang sebelumnya tidak ada bulu,” kata konsultan waralaba dan pakar peralatan di Mr. Appliance, Stuart Pyburn.

    Kamu bisa membersihkan mesin cuci dengan menuangkan setengah cangkir cuka ke dalam mesin cuci dan jalankan siklus pembilasan. Cuka adalah pelembut alami dan akan membuat bulu-bulu hewan yang menempel di mesin cuci mengalir ke saluran pembuangan.

    Sementara itu, untuk pengering cucian, jalankan pengering dengan mode ‘air only’ dengan 2 lembar pelembut kain pengering di dalamnya. Bahan ini akan melonggarkan cengkeraman bulu dan mengirimnya ke dalam filter serat. Kemudian, bersihkan ventilasi pengering dan filter serat.

    2. Cuci Baju dengan Cuka

    Co-Founder dari Stripped Down Laundry, Joshua dan Ashlie Waterman mengatakan, penggunaan cuka ketika mencuci pakaian bisa membantu menghilangkan bulu hewan peliharaan dari yang baju.

    Tambahkan 1/2 cangkir cuka ke dalam tumpukan cucian di dalam mesin cuci untuk membantu mengendurkan serat pakaian, mengurangi pH cucian sehingga mengurangi daya melekat statis pada pakaian.

    “Kemelekatan statis biasanya disebabkan oleh deterjen yang bersifat basa, dan pakaian bergesekan satu sama lain seiring siklus mesin,” kata mereka.

    “Menguranginya dengan cuka akan menghentikan rambut menempel pada pakaian kamu, sehingga memungkinkannya dicuci ke dalam perangkap serat agar mudah dihilangkan,” pungkasnya.

    3. Gunakan Bola Pengering

    Jika tidak ingin mencuci pakai cuka, kamu bisa menggunakan bola pengering untuk menghilangkan bulu hewan pada pakaian.

    “Kami menyarankan untuk menambahkan lembaran pengering, atau lebih baik lagi menggunakan bola pengering, ke dalam mesin pengering untuk mengurangi listrik statis – bola pengering wol yang dibasahi sedikit dengan air sebelum ditambahkan adalah yang terbaik untuk ini. Dan merupakan salah satu yang terbaik. cara menghilangkan kerutan pada pakaian juga!’ kata Joshua dan Ashlie Waterman.

    Tak hanya itu, Joshua dan Ashlie menyarankan untuk memasukkan pakaian ke dalam mesin pengering dengan siklus ‘dry air cycle’ selama 10 menit sebelum dicuci.

    “Siklus awal ini membantu mengendurkan dan menghilangkan bulu hewan peliharaan sehingga lebih mudah dihilangkan saat proses pencucian,” tuturnya.

    4. Gunakan Roller Lint

    Jika setelah dicuci masih ada sisa bulu hewan peliharaan pada pakaian, kamu bisa menghilangkannya dengan roller lint. Pemilik Muffeta’s Domestic Assistants, Muffeta’s Krueger menyebutkan, alternatif lainnya kamu juga bisa menggunakan sikat serat berbulu lembut untuk menghilangkan bulu hewan dari pakaian.

    “Ulangi proses ini sampai kamu berhasil menghilangkan semua bulu yang terlihat,” ujarnya.

    Itulah beberapa cara menghilangkan bulu hewan peliharaan dari cucian. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan yang Ampuh Hilangkan Bekas Cetakan Setrika pada Pakaian


    Jakarta

    Ketika menyetrika pakaian pasti kamu akan mengangkat permukaan logamnya. Lalu menggosokkannya kembali setelah permukaan baju yang kusut siap.

    Hal ini dikarenakan pakaian juga memiliki batas ketahanan terhadap panas. Apabila dalam beberapa menit terus ditekan panas di posisi yang sama, maka bahannya akan berubah teksturnya. Bahannya jika bahan pakaian yang digunakan tipis dan dari bahan sintetis bisa membuat bagian tersebut bolong.

    Namun jika bahan pakaian cukup tebal, hanya menyisakan cetakan permukaan logam setrika di tempat setrika yang tidak diangkat. Bekas cetakan setrika ini tidak bisa hilang hanya dengan membilasnya dengan air. Cetakan tersebut adalah bekas terbakar karena kain terlalu lama terkena panas.


    Permukaan setrika yang lebar tentu membuat cetakan tersebut terlihat jelas. Jika cetakan tersebut berada di permukaan pakaian yang mudah terlihat tentu mengganggu estetika. Alhasil kamu pasti enggan untuk memakainya kembali.

    Namun, sebenarnya cetakan dari setrika ini bisa dipudarkan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah. Sebelum menggunakan barang pembersih pada pakaian, perhatian label perawatan di dalam baju atau di bagian kerah. Hal ini untuk menghindari kerusakan lainnya pada pakaian.

    Mengutip dari laundryheap.com pada Rabu (21/2/2024), berikut beberapa bahan yang dapat membantu memudarkan cetakan setrika di baju.

    Pemutih noda

    Cairan ini mudah ditemukan di warung-warung dan bisa dibeli dengan harga dari Rp 1.000 saja. Pemutih noda biasa digunakan pada pakaian putih, tetapi ada pula yang menggunakannya untuk pakaian berwarna.

    Pastikan pula sebelum merendam pakaian cek label perawatan apakah pakaian bisa terkena cairan pemutih. Jika bahan pakaian memungkinkan, rendam baju tersebut di dalam air yang telah dicampur pemutih selama 15 menit. Setelah itu bilas dengan air bersih dan jemur.

    Lemon

    Buah yang memiliki rasa asam ini ternyata bisa menghilangkan noda cetakan setrika. Caranya dengan peras air lemon lalu campurkan dengan air panas. Setelah itu masukkan pakaian, rendam selama 15-30 menit dan jemur.

    Air Es

    Air Es dapat membantu untuk menghilangkan bekas cetakan setrika yang tipis atau tidak begitu jelas. Cara menghilangkan noda dengan air es ini cukup dengan merendamnya selama sejam. Setelah itu, coba sikat bagian bekas cetakan setrika.

    Cuka Putih

    Jenis cuka yang disarankan untuk memudarkan cetakan setrika pada pakaian adalah cuka putih saja. Cuka jenis lain justru akan menambah noda pada pakaian. Cara membersihkannya dengan membasahi noda cetakan setrika dengan cuka putih sembari menggosok nodanya. Setelah itu diamkan selama 10-15 menit baru bilas dengan air dingin.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Mencuci Baju Supaya Tetap Awet Nggak Cepat Rusak


    Jakarta

    Pengin baju kamu tahan lama? Sebaiknya perhatikan cara cuci baju yang benar supaya bahannya nggak cepat rusak. Sayang sekali kalau baju sampai rusak akan rugi uang, apalagi kalau itu pakaian favoritmu.

    Ada berbagai cara mencuci baju tergantung pada tipe bahan yang digunakan. Kalau sampai salah, baju bisa berubah bentuk atau warna.

    Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan saat mencuci baju agar tahan lebih lama, dilansir dari TCL, Minggu (19/5/2024).


    Tips Cuci Baju dengan Benar

    1. Cek Label Baju

    Pastikan membaca label pakaian untuk mengetahui cara cuci baju yang tepat. Kamu bisa menemukan informasi tentang metode pencucian, temperatur, sabun, hingga larangan.

    2. Mesin Cuci Jangan Kepenuhan

    Jika menggunakan mesin cuci, sebaiknya jangan mengisinya terlalu penuh. Banyak orang masih melakukan ini untuk menghemat waktu. Padahal mesin cuci yang kepenuhan lama-lama bisa merusak baju dan mesin cuci.

    Mesin cuci yang penuh berarti pakaian memiliki ruang gerak yang sempit, sehingga proses pencucian mungkin kurang maksimal. Lebih dari itu, baju akan akan cepat rusak karena lebih banyak gesekan.

    3. Pakai Deterjen Secukupnya

    Gunakan takaran deterjen yang tepat setiap kali cuci baju dengan membaca label pada kemasan. Terlalu banyak deterjen akan meninggalkan residu di pakaian dan mesin cuci. Sedangkan terlalu sedikit deterjen akan membuat baju masih kotor dan tidak awet.

    4. Pakai Air Dingin

    Terkadang orang-orang menggunakan air panas untuk mencuci baju dengan lebih higienis. Cara ini sebenarnya dapat membuat pakaian menyusut.

    Akan lebih baik kalau mencuci baju dengan air dingin yang tidak merusak kualitas pakaian. Namun, kamu bisa saja menggunakan air hangat untuk sebagian besar pakaian, tapi hindari air panas atau mendidih.

    5. Lindungi Pakaian Halus

    Saat mencuci baju berbahan halus, sebaiknya pisahkan dari pakaian lain menggunakan kantong jaring atau mesh bag. Hal ini bisa membantu melindungi baju agar tidak berubah bentuk.

    Pakaian halus itu seperti pakaian dalam, kaus kaki, dan stocking atau pakaian yang bahannya rawan rusak seperti sutra dan wol.

    6. Jemur Pakaian

    Meskipun sebagian orang tidak masalah menggunakan pengering, ada banyak manfaat menjemur pakaian. Selain hemat energi dan uang, kamu bisa mengurangi kerutan, mencegah pemudaran warna, dan menjaga umur pakaian. Namun, jangan menjemur baju yang berat seperti sweater hanya dengan satu gantungan ya.

    Itulah cara mencuci baju dengan benar agar bisa tahan lama. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com