Tag: pakaian

  • Muncul Bau Tak Sedap di Rumah? Coba Cek 7 Tempat Ini


    Jakarta

    Rumah yang bersih dan harum bisa bikin penghuni merasa nyaman. Terkadang ada pemilik rumah yang sampai memasang pengharum ruangan agar udara terasa lebih segar.

    Namun, ada rumah yang mau diberi pengharum ruangan pun tetap muncul bau tak sedap. Kalau seperti ini, pemilik perlu mengatasi bau dari sumber masalahnya.

    Lalu, apa saja yang bikin rumah bau? Coba periksa tempat-tempat berikut ini di rumah.


    Sumber Bau Tak Sedap di Rumah

    Inilah beberapa titik di rumah yang bisa jadi penyebab rumah bau, dikutip dari Real Simple, Kamis (6/11/2025).

    1. Tempat Sampah

    Sumber bau tak sedap yang paling jelas di rumah adalah tempat sampah. Sisa makanan yang menumpuk menimbulkan bau di dapur. Mungkin penghuni rumah sudah rajin buang sampah ke luar rumah. Akan tetapi, kalau tempat sampahnya jarang dibersihkan, baunya masih bisa bertahan di dalam rumah.

    2. Kulkas

    Lalu, periksa kulkas jika mencium aroma enggak enak di dapur. Bau itu bisa saja muncul dari tumpahan minuman, makanan basi, dan wadah makanan yang tak ditutup di dalam kulkas.

    Suhu dingin di lemari es dapat memperlambat pertumbuhan bakteri, tetapi hal itu tidak menghentikannya sepenuhnya. Bau tak sedap pun bisa bertahan lama. Oleh karena itu, penghuni perlu membersihkan kulkas secara berkala.

    3. Kotak Kotoran Hewan Peliharaan

    Hewan peliharaan bisa mengeluarkan dan meninggalkan bau di rumah, apalagi di kotak kotorannya. Pastikan untuk rajin memandikan hewan peliharaan dan membersihkan rumah, terutama area kotak kotoran.

    4. Baju Basah

    Jangan meninggalkan pakaian kotor di kamar mandi. Pakaian itu bakal lembap gegara uap yang terbentuk setiap kali mandi. Hal ini memicu pertumbuhan bakteri sehingga muncul bau.

    5. Rak Sepatu

    Terkadang kaki bisa bau akibat kotoran dan keringat. Bau itu dapat menempel di sepatu. Nah, kalau penghuni menyimpan banyak sepatu dengan kondisi tersebut di rak sepatu, tentu akan terkumpul aroma tak sedap. Apalagi kalau rak sepatu tidak ada ventilasi yang baik, kelembapan dan bakteri akan terbentuk.

    Sebaiknya biarkan sepatu kering dulu dari keringat dan air hujan. Cuci dan lap sepatu secara berkala untuk menghilangkan kotoran. Lalu, simpan sepatu di tempat yang sirkulasi udaranya memadai.

    6. Tempat Tidur

    Tempat tidur bisa jadi sumber bau di rumah. Keringat dan kotoran dari tubuh bisa menumpuk pada seprai kasur. Nah, seprai ini perlu dicuci dan diganti secara berkala agar tidak timbul bau.

    Selain itu, matras juga bisa menyimpan kelembapan, tungau, kotoran, dan cairan. Semua itu dapat menyebabkan bau apak. Sebaiknya kasur dibersihkan secara menyeluruh setiap enam bulan sekali.

    7. Kamar Mandi

    Terakhir, sumber bau dapat berasal dari kamar mandi. Misalnya pada lubang pembuangan ada penumpukkan kotoran yang bikin bau. Penghuni perlu sekali-kali membersihkan lubang tersebut.

    Lalu, bau juga muncul dari lubang kloset. Kloset menjadi sarang bakteri dan jamur berkembang. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan dan mendesinfektan kloset secara rutin.

    Itulah beberapa sumber bau di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Simpan Handuk di Kamar Mandi agar Tidak Lembap dan Bebas Jamur


    Jakarta

    Kamar mandi kerap digunakan sebagai ruang penyimpanan handuk karena lebih mudah diambil ketika dibutuhkan. Bukan hanya di rumah, di hotel dan penginapan, handuk bersih dan basah juga disimpan di kamar mandi.

    Mungkin beberapa orang tidak sependapat dengan hal ini karena menyimpan kain di kamar mandi dapat berisiko. Sebab, kamar mandi merupakan ruangan yang lembap sehingga mudah sekali tumbuh jamur dan timbul bau apek.

    Ternyata ada caranya lho agar handuk yang disimpan di dalam kamar mandi tetap bersih dan tidak berjamur. Dilansir The Spruce, berikut tips menyimpan handuk yang benar di kamar mandi.


    1. Gantung di Rak

    Sebelum mengetahui teknik menjemur yang benar, pastikan di kamar mandi tersebut memiliki ruang dan tempat menjemur handuk. Selain tempat, harus ada juga alat atau benda untuk menggantung handuk basah.

    2. Pastikan Kamar Mandi Punya Ventilasi

    Selain itu, kamar mandi harus punya ventilasi, baik berupa jendela atau exhaust fan yang bisa mengurangi kelembapan di ruangan tersebut. Membiarkan pintu kamar mandi terbuka sembari menyalakan kipas angin juga ampuh untuk mengeringkan handuk.

    3. Pakai Dehumidifier

    Saat ini sudah ada perangkat yang dapat otomatis menyedot kelembapan udara di sebuah ruangan. Alat tersebut bernama dehumidifier. Sebenarnya tidak ada paksaan untuk membeli alat ini, tetapi keberadaannya pasti akan membantu terutama yang kamar mandinya kecil dan tidak memiliki ventilasi yang besar.

    Dehumidifier menyerap kelembapan dari udara dan menyimpannya dalam wadah air. Pastikan untuk mengosongkan wadah air secara teratur untuk mencegah pertumbuhan spora jamur.

    4. Gantung Handuk dengan Benar

    Handuk basah tidak boleh dibiarkan menumpuk di suatu wadah, digantung di sisi bak mandi, atau dilipat dua kali di atas gantungan handuk.

    Sebelum digantung, handuk basah harus dikibaskan agar tidak ada kerutan pada kain sehingga aliran udara di permukaannya baik. Ingat untuk selalu menggantung handuk dalam satu lapisan atau dibentangkan di atas gantungan handuk, atau gantungan di atas pancuran menggunakan klip pakaian untuk membantu kering lebih cepat.

    5. Pilih Bahan Handuk Mikrofiber

    Handuk mikrofiber sintetis cukup menyerap dan lebih cepat kering daripada handuk katun terrycloth. Serat mikro lebih ringan daripada serat katun sehingga lebih cepat kering.

    6. Pasang Lemari Penyimpanan Berventilasi

    Untuk penyimpanan handuk bersih usahakan lemari tersebut memiliki penutup dan berventilasi agar tidak lembap. Hindari menyimpan handuk yang belum benar-benar kering di lemari kamar mandi.

    Itulah tips menyimpan handuk di kamar mandi agar tidak mudah berjamur dan berbau apek, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Anti Ribet, Begini Cara Hilangkan Bau Apak pada Pakaian Pakai Soda Kue


    Jakarta

    Pakaian yang mengeluarkan bau apak tentu tidak nyaman untuk digunakan. Biasanya, bau apak yang menempel di baju disebabkan karena tidak kering saat dijemur.

    Untuk menghilangkan bau apak di pakaian bisa dilakukan pencucian ulang. Namun, butuh waktu dan tenaga untuk mencuci dan menjemur pakaian lagi.

    Solusi cepatnya adalah dengan menggunakan soda kue. Ternyata, bahan dapur ini disebut efektif untuk menghilangkan bau apak di pakaian, lho.


    Dilansir dari situs The Spruce, penggunaan detergen dan pewangi pakaian hanya menutupi bau apak secara sesaat. Jika pakaian sudah kering terkadang masih tercium aroma tidak sedap dari baju.

    Nah, soda kue diklaim dapat menghilangkan bau apak yang menempel di pakaian. Sebab, baking soda bersifat basa sehingga dapat menetralkan asam yang menghasilkan bau.

    Selain mengatasi bau apak, soda kue juga dapat menyerap minyak yang menyebabkan bau pada pakaian. Bahkan, bahan ini juga ampuh mengatasi bau asap yang menempel di baju.

    Cara Pakai Soda Kue untuk Atasi Bau Apak pada Pakaian

    Penggunaan soda kue untuk menghilangkan bau apak di pakaian terbilang sangat mudah. Simak langkah-langkahnya di bawah ini.

    1. Masukkan Pakaian ke Mesin Cuci

    Langkah pertama adalah memasukkan pakaian ke mesin cuci, terutama yang tercium bau apak. Masukkan seluruh baju secara merata di dalam mesin cuci.

    2. Tuang Soda Kue

    Untuk menghilangkan bau apak, cukup siapkan 1/2 cangkir soda kue. Langsung taburkan soda kue ke atas pakaian alih-alih menuangkannya ke dalam wadah atau kompartemen detergen di mesin cuci.

    3. Nyalakan Mesin Cuci

    Jika sudah menaburkan seluruh soda kue secara merata, langkah selanjutnya tinggal menyalakan mesin cuci. Biarkan baju, air, dan soda kue bercampur menjadi satu untuk mengatasi bau apak.

    4. Jemur Pakaian

    Jika pakaian sudah selesai dicuci, segera angkat dari dalam mesin cuci dan dijemur di bawah sinar matahari. Langkah ini dilakukan agar pakaian bisa cepat kering sekaligus menghilangkan bau apak.

    Saat mencuci pakaian dengan soda kue, sebaiknya jangan menambahkan detergen atau pewangi pakaian. Hal itu karena, bahan kimia pada detergen dan pewangi bisa mengurangi efektifitas soda kue untuk menghilangkan bau apak.

    Selain mengatasi bau apak, penggunaan soda kue juga dapat mengatasi pakaian yang bau keringat. Ingat, pastikan baju langsung dijemur agar tidak kembali bau apak akibat lembap.

    Itulah cara mudah mengatasi pakaian yang bau apak dengan menggunakan soda kue. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Baju Harus Dibalik saat Dicuci? Ini Kata Pakar



    Jakarta

    Saat mencuci baju, biasanya dilakukan dalam keadaan terbalik yaitu bagian dalamnya di luar. Hal ini ternyata ada manfaatnya lho.

    Membalik pakaian saat dicuci bisa menjaga warna agar tidak pudar. Selain itu, membalik bagian dalam jeans ke luar bisa mencegah iritasi bahan pakaian lain yang sensitif karena bergesekan dengan ritsleting, kancing, atau bahan berat lainnya.

    “Mencuci pakaian dan membaliknya akan membantu melindungi kain luar dari gesekan selama pencucian, yang sangat penting untuk mempertahankan warna dan membuat pakaian tampak baru,” kata Forrest Webber, pemilik Bear Brothers Cleaning dikutip dari Real Simple, Selasa (25/11/2025).


    Selain itu, cara ini juga bisa melindungi motif dan sulaman pakaian membersihkan bagian dalam pakaian hingga menghilangkan keringat.

    Walaupun membalik pakaian tidak bisa mencegah warna pudar, setidaknya bisa memperlambat proses itu.

    Walau demikian, tidak semua pakaian bisa dicuci dengan cara bagian dalamnya dibalik. Berikut ini beberapa pakaian yang bisa dicuci dengan bagian dalam yang ada di luar.

    – Jeans
    – Pakaian olahraga
    – Kemeja katun
    – Pakaian berwarna cerah
    – Pakaian berwarna gelap
    – Bahan halus dan bebas noda

    Kalau ada pakaian berwarna gelap atau cerah dan ingin mempertahankan kecerahan warnanya, balikkan pakaian tersebut sebelum dicuci.

    “Ini akan mencegah pudarnya pakaian berwarna gelap atau cerah dan akan mempertahankan sulaman atau sablon,” kata Webber.

    Kalau pakaian terkena noda, perlu mengatasinya terlebih dulu dan membersihkannya dengan sisi yang benar. Ini akan membantu menghilangkan noda sebaik mungkin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lelaki Menyerupai Perempuan, Apakah Dosa? Ini Pandangan Islam


    Jakarta

    Dalam dunia yang semakin berkembang dan terbuka ini semakin banyak ditemui fenomena laki-laki yang menyerupai perempuan dan juga sebaliknya. Apalagi media sosial dan juga perkembangan budaya membuat ekspresi gender semakin bebas.

    Islam benar-benar konsisten untuk menerima takdir yang telah digariskan Allah SWT, termasuk urusan jenis kelamin. Menyerupai salah satu jenis kelamin dengan jenis kelamin lain tidak dibenarkan dalam Islam, baik berhubungan dengan baju atau lainnya.

    Hukum Laki-laki Menyerupai Perempuan

    Manusia yang menyimpang dari fitrahnya adalah bagian dari usaha iblis untuk menyesatkan umat manusia. Allah SWT menceritakan sumpah iblis di dalam Al-Qur’an surah An-Nisa’ ayat 119, Allah SWT berfirman,


    وَّلَاُضِلَّنَّهُمْ وَلَاُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ اٰذَانَ الْاَنْعَامِ وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّتَّخِذِ الشَّيْطٰنَ وَلِيًّا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِيْنًا ۝١١٩

    Artinya: “Aku benar-benar akan menyesatkan mereka, membangkitkan angan-angan kosong mereka, menyuruh mereka (untuk memotong telinga-telinga binatang ternaknya) hingga mereka benar-benar memotongnya, dan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah) hingga benar-benar mengubahnya.” Siapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah sungguh telah menderita kerugian yang nyata.”

    Berdasarkan firman Allah di surah An-Nisa ayat 119 tersebut, upaya untuk membuat manusia menyimpang dari fitrahnya memang merupakan tujuan iblis. Hal ini dilakukan agar manusia menjauh dari Allah SWT.

    Rasulullah melarang hal tersebut bagi setiap lelaki dan perempuan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata,

    لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ.

    Artinya: “Rasulullah melaknati seorang laki-laki yang memakai pakaian perempuan dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki.”

    Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah melaknati perempuan yang bertingkah seperti lelaki dan lelaki yang bertingkah seperti perempuan.

    Rasulullah juga bersabda, “Keluarkan mereka dari rumah kalian.” Ibnu Abbas mengatakan, “Maka Rasulullah mengeluarkan seorang lelaki (yang menyerupai perempuan) dan Umar juga melakukan hal yang sama.

    Dari Ibnu Abbas, ia berkata,”Rasulullah melaknati lelaki yang menyamai perempuan, dan perempuan yang menyamai lelaki. “

    Begitu pula dalam hadits Abu Hurairah disebutkan,

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ

    Artinya: “Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, begitu pula wanita yang memakai pakaian laki-laki” (HR Ahmad no. 8309, 14: 61)

    Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim, perawinya tsiqoh termasuk perawi Bukhari Muslim selain Suhail bin Abi Sholih yang termasuk perawi Muslim saja). Dalam hadits terakhir ini yang dilaknat adalah gaya pakaiannya. Sedangkan hadits di atas adalah mode bergaya secara umum.

    Sehingga laki-laki yang berdandan menyerupai perempuan tidak diperbolehkan dalam Islam, begitu pun sebaliknya.

    (lus/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 9 Aturan Khusus untuk Jemaah Perempuan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi


    Jakarta

    Otoritas umum untuk perawatan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi, baru-baru ini telah menetapkan sejumlah pedoman untuk jemaah perempuan yang berkunjung ke kedua tempat tersebut.

    Aturan ini wajib dipatuhi demi menjaga kesucian tempat ibadah sekaligus memberikan kenyamanan bagi para jemaah. Simak selengkapnya berikut ini.

    Aturan Khusus untuk Jemaah Perempuan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

    Menurut laporan Gulf News, Jumat (6/12/2024), yang mengutip informasi Otoritas Umum untuk Perawatan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Arab Saudi, terdapat sembilan aturan yang diberlakukan khusus untuk jemaah perempuan, terutama di area salat, yaitu:


    1. Memakai pakaian yang sesuai dengan syariat Islam.
    2. Bersikap kooperatif terhadap petugas.
    3. Tidak tidur atau duduk di lantai.
    4. Menjaga kelurusan saf salat.
    5. Memelihara kebersihan area salat.
    6. Dilarang makan atau minum di area salat.
    7. Tidak membuat keributan di area salat.
    8. Dilarang berjalan di atas karpet dengan menggunakan sepatu.
    9. Tidak meninggalkan barang bawaan tanpa pengawasan.

    Otoritas setempat mengungkapkan bahwa tujuan disusunnya aturan ini adalah untuk menjaga kesucian tempat ibadah dan meningkatkan pengalaman ibadah bersama bagi seluruh jemaah.

    Selain itu, otoritas juga mengatur jadwal akses ke Raudah Asy-Syarifah untuk jemaah laki-laki dan perempuan.

    Perempuan dapat mengunjungi area tersebut setelah salat Subuh hingga pukul 11.00 waktu setempat, dan kembali mengaksesnya setelah salat Isya hingga pukul 02.00 dini hari.

    Sementara itu, jemaah laki-laki bisa mengakses Raudah Asy-Syarifah dari pukul 02.00 hingga Subuh, dan dari pukul 11.30 hingga Isya.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memakai Baju Baru, Amalkan Sebagai Tanda Syukur



    Yogyakarta

    Baju baru seringkali menjadi simbol kebahagiaan bagi banyak orang. Untuk itu, dianjurkan membaca doa sebagai ungkapan syukur.

    Namun sebagai muslim, hendaknya harus selalu mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas termasuk ketika memakai baju baru.

    Salah satu cara untuk mengingat Allah SWT ketika memakai baju baru adalah dengan membaca doa.


    Doa Mengenakan Baju Baru

    Dikutip dari Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi, bahwa terdapat dua doa yang Rasulullah SAW baca ketika memakai baju baru.

    Bacaan ketika Rasulullah SAW ketika memakai baju baru,

    اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَاصُنِعَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

    Bacaan latin: Allahumma lakal hamdu anta kasautaniih, as’aluka khairahu wa khaira ma suni’a lah, wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa suni’a lahu.

    Artinya: “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau kenakan pakaian ini kepadaku, aku memohon kepada-Mu kebaikannya, dan sesuatu baginya, dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukannya dan keburukan sesuatu baginya.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidi, dan An-Nasa’i)

    Rasulullah SAW bersabda bahwa doa ketika memakai baju baru yaitu,

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ مَا أُوَارِيْ بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي ثُمَّ عَمَدَ إِلَى التَّوْبِ الَّذِي أَخْلَقَ فَتَصَدَّقَ بِهِ كَانَ فِي حِفْظِا للَّهِ، وَفِي كَنَفِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَ فِي سَتْرِ اللهِ حَيّاً وَمَيّتاً

    Bacaan latin: Alhamdulillahil ladzii kasaanii maa uwarii bihi ‘aurati wa atajammalu bihi fii hayatii

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Yang telah menganugerahkan pakaian kepadaku, yang dengannya aku bisa menutup auratku, dan memperindah diriku dalam hidupku.” (HR At-Tirmidzi)

    Hikmah Membaca Doa Ketika Memakai Baju Baru

    Mengutip dari buku 354 Sunnah Nabi Sehari-hari karya Raghib As-Sirjani, bahwa terdapat beberapa hikmah ketika seorang muslim membaca doa ketika memakai baju baru.

    – Memohon kebaikan atas baju baru yang dipakainya

    Dalam doa tersebut, seorang muslim memohon kepada Allah SWT agar memberikan kebaikan dari pakaian tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai seorang muslim, harus selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT dalam setiap aktivitas.

    – Selalu mengingat Allah SWT

    Dengan membaca doa saat memakai baju baru, seorang muslim diingatkan untuk selalu mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas kita. Hal ini juga menjadi bentuk syukur atas nikmat yang diberikan-Nya.

    Agar dijauhkan dari keburukan ataupun kejahatan saat mengenakan baju baru yang dipakainya
    Dalam doa tersebut, seorang muslim juga berlindung kepada Allah SWT dari kejahatan yang mungkin terkandung pada pakaian tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai seorang muslim, hendaknya harus selalu waspada.

    Dari pemaparan di atas, doa saat memakai baju baru merupakan salah satu cara untuk mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas seorang muslim.

    Dalam doa tersebut, seorang muslim memohon kepada Allah SWT agar memberikan kebaikan dari pakaian tersebut dan melindungi diri dari kejahatan yang mungkin terkandung di dalamnya.

    Sebagai seorang muslim, kita harus selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT dalam setiap aktivitas. Semoga bermanfaat ya. Detikers!

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakaian yang Paling Disukai Rasulullah Menurut Hadits



    Jakarta

    Rasulullah SAW merupakan teladan dalam berbagai hal tak terkecuali dalam berpakaian. Menurut sejumlah hadits, ada satu jenis pakaian yang paling disukai Rasulullah SAW.

    Pakaian yang paling disukai Rasulullah SAW adalah gamis. Hal ini diterangkan dalam hadits yang dihimpun Imam at-Tirmidzi dalam kitab As-Syamail Al-Muhammadiyyah.

    Ummu Salamah berkata,


    كَانَ أَحَبُّ (أَحَبَّ ) القِيَابِ إِلَى رَسُولِ اللهِ الْقَمِيصَ (الْقَمِيصُ)

    Artinya: “Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah SAW adalah gamis.” (HR Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib)

    Gamis adalah baju berlengan panjang. Baju ini memiliki panjang labuh hingga betis.

    Menurut hadits yang berasal dari Asma’ binti Yazid, panjang lengan baju gamis Rasulullah SAW sampai pergelangan tangan. Dikatakan,

    كَانَ كُمُّ قَمِيصِ رَسُولِ اللهِ ﷺ إِلَى الرُّسْغِ

    Artinya: “Lengan baju gamis Rasulullah SAW sehingga pergelangan tangan.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi mengatakan hadits ini statusnya hasan gharib)

    Ada juga hadits yang menyebut bahwa Rasulullah SAW paling suka mengenakan hibarah. Hibarah adalah kain buatan Yaman berbahan kapas dan memiliki hiasan dan jalur-jalur merah–kadang juga hijau.

    Anas bin Malik mengatakan,

    كَانَ أَحَبُّ القِيَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ يَلْبَسُهُ الْحِبَرَةَ

    Artinya: “Pakaian yang paling disukai Rasulullah SAW untuk dipakai adalah hibarah.” (HR Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i. At-Tirmidzi menyebut hadits ini hasan shahih gharib)

    Jenis pakaian berwarna merah tersebut turut diriwayatkan Abu Juhaifah. Ia berkata,

    رَأَيْتُ النَّبِيِّ ﷺ وَعَلَيْهِ حُلَّةٌ حَمْرَاءُ، كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَرِيقِ سَاقَيْهِ. قَالَ سُفْيَانُ: أَرَاهَا حِبَرَةً

    Artinya: “Aku melihat Rasulullah SAW memakai pakaian berwarna merah. Aku seolah-olah melihat kilauan cahaya memancar dari kedua betis Baginda.”

    Menurut Sufian As-Tsauri, maksud pakaian berwarna merah dalam hadits tersebut adalah hibarah.

    Hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i dari Mahmud bin Ghailan, dari Abdul Razaq, dari Sufian As-Tsauri, dari Aun bin Abu Juhaifah yang berasal dari Abu Juhaifah. At-Tirmidzi mengatakan, status hadits ini hasan shahih.

    Al-Bara’ bin ‘Azib mengaku tidak pernah melihat seorang pun yang berpakaian lebih indah daripada Rasulullah SAW saat mengenakan pakaian berwarna merah. Ia juga mengatakan, rambut Rasulullah SAW hampir menyentuh kedua bahu beliau. Keterangan ini dikeluarkan oleh Al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan An-Nasa’i.

    Anjuran Rasulullah Kenakan Pakaian Putih

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengenakan pakaian berwarna putih. Beliau menyebut, pakaian dengan warna ini merupakan sebaik-baik pakaian bagi seorang mukmin. Rasulullah SAW bersabda,

    عَلَيْكُمْ بِالْبَيَاضِ مِنَ القِيَاب، لِيَلْبَسُهَا أَحْيَاؤُكُمْ، وَكَفَنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ، فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرٍ (خِيَارِ) ثِيَابِكُمْ

    Artinya: “Hendaklah kalian berpakaian putih. Kalian yang masih hidup, hendaklah memakai pakaian berwarna putih. Pakaikan kain kafan berwarna putih juga bagi mereka yang meninggal dunia dalam kalangan kalian. Sebab, pakaian berwarna putih adalah sebaik-baik pakaian bagi kalian.” (HR Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

    At-Tirmidzi mengatakan hadits anjuran mengenakan pakaian putih tersebut bertaraf shahih. Hadits tersebut diriwayatkan Qutaibah bin Said dari Basyar bin Al-Mufadhal, dari Abdullah bin Utsman Ibnu Khaitsam, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas.

    Sunnah Berdoa saat Mengenakan Pakaian

    Rasulullah SAW senantiasa berdoa ketika memakai pakaian baru. Menurut hadits yang berasal dari Abu Said Al-Khudri, apabila Rasulullah SAW memakai pakaian baru seperti serban, gamis, atau selendang, beliau berdoa:

    اللهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا كَسَوْتَنِيهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِهِ وَشَرِ مَا صُنِعَ لَهُ

    Artinya: “Ya Allah, seluruh pujian hanya untuk-Mu, sebagaimana Engkau memberikan aku pakaian, aku mohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini, juga kebaikan sesuatu yang diciptakan untuknya. Aku berlindung kepada-Mu daripada keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang diciptakan untuknya.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi dan ia menilainya hasan shahih gharib)

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Memakai Pakaian, Dibaca agar Mendapat Berkah


    Jakarta

    Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk selalu berdoa. Doa dapat dibaca oleh seorang muslim kapan saja dan dimana saja.

    Termaktub dalam surah Al Mu’min ayat 60, Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Ketika hendak memakai pakaian, seorang muslim juga dianjurkan untuk berdoa. Hal tersebut bertujuan untuk memohon berkah dan mengingat kehadiran Allah SWT.

    Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada umatnya tentang bacaan doa memakai pakian. Lantas, bagaimana bacaan doanya? Berikut doa memakai pakaian dan adabnya.

    Doa Memakai Pakaian Sesuai Ajaran Rasulullah

    Mengutip Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha, berikut beberapa doa memakai pakaian sesuai ajaran Rasulullah SAW.

    Doa Memakai Pakaian Pertama

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرَ مَاهُوَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا هُوَ لَهُ

    Bacaan latin: Allahumma inni as’aluka min khairihiiwa khairi ma huwa lahu, wa ‘audzu bika min syarrihi wa syarri ma huwalah

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, kebaikan dari pakaian ini, dan kebaikan baginya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini, dan keburukan baginya.”

    Doa Memakai Pakaian Kedua

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هُذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةَ

    Bacaan latin: Alhamdulillahil ladzii kasaanii haadzaa wa razaqaniihi min ghairi hawlin minnii wa laa quwwata

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku dan yang telah menganugerahiku tanpa daya dan kekuatan dariku.”

    Doa Memakai Pakaian Baru Pertama

    اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

    Bacaan latin: Allahumma lakal hamdu anta kasautaniih, as’aluka khairahu wa khaira ma suni’a lah, wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa suni’a lahu

    Artinya: “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau kenakan pakaian ini kepadaku, aku memohon kepada-Mu kebaikannya, dan kebaikan sesuatu baginya, dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukannya dan keburukan sesuatu baginya.”

    Doa Memakai Pakaian Baru Kedua

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي مَا أُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي

    Bacaan latin: Alhamdulillahil ladzii kasaanii maa uwari bihi ‘auratii wa atajammalu bihi fii hayatii

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Yang telah menganugerahkan pakaian kepadaku, yang degannya aku bisa menutup auratku, dan memperindah diriku dalam hidupku.”

    Adab Memakai Pakaian

    Merujuk pada buku 63 Adab Sunnah oleh Rachmat Morado Sugiarto, berikut beberapa adab berpakaian yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim.

    • Menutup aurat
    • Membaca doa ketika memakai pakaian
    • Memakai pakaian yang terbaik ketika melakukan ibadah
    • Tidak memakai baju yang tipis atau transparan
    • Tidak menampakkan lekukan tubuh
    • Memakai pakaian dari sebelah kanan
    • Tidak memakai pakaian yang menyerupai pakaian lain jenis
    • Tidak memakai pakaian yang berbahan sutera atau emas bagi laki-laki
    • Memakai pakaian yang putih
    • Memakai pakaian yang bersih
    • Memakai pakaian yang bagus, namun tidak berlebihan
    • Tidak memakai pakaian syuhrah/sombong
    • Memberikan pujian ketika melihat temannya memakai baju baru
    • Tidak memakai satu kain untuk seluruh tubuh

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com