Tag: pakaian

  • Boleh Nggak Sih Mencuci Baju di Mesin Cuci dengan Sembarang Detergen?


    Jakarta

    Mencuci baju dengan mesin cuci tentu tidak lengkap kalau nggak pakai detergen. Ada banyak produk detergen di pasaran yang hadir dengan berbagai jenis dan aroma.

    Saking banyaknya detergen, mungkin kamu bingung harus pilih yang mana. Lalu, apa boleh mencuci baju dengan detergen mana saja?

    Melansir dari Frigidaire Arabia, Selasa (28/5/2024) sebaiknya menggunakan detergen yang direkomendasikan oleh manufaktur mesin cuci. Gunakanlah jenis detergen yang sesuai dengan tipe mesin cuci yang digunakan.


    Ada dua jenis mesin cuci berdasarkan letak pintu bukaannya, yakni bukaan atas dan bukaan depan. Kedua jenis mesin cuci ini memiliki karakteristik dan proses mencuci yang berbeda.

    Mesin cuci bukaan atas dilengkapi dengan pengaduk di dalam drumnya, sehingga memerlukan lebih banyak air dan siklus pencuciannya juga lebih lama. Sedangkan, mesin cuci bukaan depan memiliki lebih sedikit agitasi dalam satu siklus dan membersihkan pakaian dengan cara digulingkan.

    Nah, kalau sampai asal pakai detergen, dikhawatirkan proses pencucian dan pembilasan bisa terganggu. Bahkan, jenis detergen yang salah bisa bikin busa sampai meluap.

    Setiap jenis detergen sudah diformulasikan sedemikian rupa supaya proses cuci baju maksimal. Maka, jenis detergen akan berdampak signifikan terhadap efisiensi mesin cuci.

    Misalkan kamu menggunakan detergen bukaan atas untuk mesin cuci bukaan depan, baju tidak akan bersih secara menyeluruh. Soalnya, sabun cuci bukaan atas menghasilkan lebih banyak busa dan meninggalkan lebih banyak residu. Alhasil pakaian mungkin terlihat gelap dan kotor karena sisa detergen masih menempel.

    Apalagi kalau kamu memakai sabun sembarangan seperti sabun cuci tangan yang memakan waktu lama untuk larut serta menghasilkan banyak busa. Sabun seperti ini justru bisa merusak mesin cuci dan pakaian.

    Detergen buat Mesin Cuci Bukaan Atas

    Kalau menggunakan mesin cuci bukaan atas, detergen terbaik adalah yang menghasilkan lebih banyak busa. Sebab, mesin cuci dilengkapi dengan agitator atau pulsator di dalam drum, sehingga membutuhkan lebih banyak air dan siklus pencucian untuk membersihkan baju.

    Detergen buat Mesin Cuci Bukaan Depan

    Sementara mesin cuci bukaan depan sebaiknya menggunakan detergen yang berefisiensi tinggi (HE). Soalnya, mesin cuci tersebut menggunakan lebih sedikit air dibandingkan mesin bukaan atas. Maka, formula detergen HE yang berbusa rendah dapat menghilangkan semua sisa detergen dan kotoran dengan lebih sedikit busa dan air.

    Penggunaan detergen selain HE pada mesin cuci bukaan depan dapat menghasilkan busa berlebih dan meninggalkan residu detergen pada pakaian dan mesin. Selain itu, hal ini juga dapat menyumbat sistem, sehingga menyebabkan mesin cuci mengeluarkan air dari mesin cuci dan menghasilkan lebih banyak busa.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Bersihkan Noda Darah pada Pakaian


    Jakarta

    Noda darah adalah salah satu noda yang paling sulit untuk dibersihkan. Ditambah lagi noda darah ini selalu datang secara tiba-tiba dan tidak sengaja, seperti ketika kita terjatuh, mimisan, atau menstruasi.

    Ketika darah ini jika dibiarkan mengering pada pakaian, cairan darah ini akan meresap pada bahan pakaian dan menimbulkan noda berwarna kecokelatan yang sangat sulit untuk dibersihkan. Maka dari itu kamu harus segera menanganinya ketika ada darah yang menempel pada pakaian kamu.


    Bagi kamu yang lagi sial karena pakaiannya nggak sengaja kecipratan darah, kamu bisa coba simak cara di bawah ini untuk membersihkannya supaya tidak meninggalkan noda membandel.

    Cara Membersihkan Noda Darah Pada Pakaian

    Dikutip dari rd.com, noda darah itu mengandung protein, oleh karena itu kamu harus menanganinya dengan cara khusus.

    Selain itu, noda darah pada pakaian juga terbagi menjadi 2, yaitu noda darah yang masih basah, dan noda darah yang sudah mengering. Kedua noda ini tentunya memiliki cara pembersihan yang berbeda. Berikut ringkasannya.

    Noda Darah yang Masih Basah

    Untuk membersihkan noda darah yang masih basah, ada 4 metode untuk membersihkannya. Berikut caranya.

    1. Metode Hidrogen Peroksida

    Alat dan Bahan:

    – Hidrogen peroksida 3%

    – Cotton swab atau korek kuping

    – Kain bersih

    Langkah-langkah:

    1. Lakukan tes pada pakaian yang terkena noda darah terlebih dahulu menggunakan korek kuping, untuk memastikan bahwa bahan baju tidak rusak ketika terkena hidrogen peroksida. Seharusnya cairan peroksida dengan kepekatan 3% tidak akan membuat warna baju kamu luntur.

    2. Setelah kamu yakin bahwa tidak ada reaksi buruk yang timbul pada baju, selanjutnya kamu bisa langsung membasahi bagian noda darah tersebut dengan hidrogen peroksida.

    3. Bila kamu melihat ada gelembung pada noda yang dibasahi, biarkanlah saja hingga beberapa saat. Gelembung tersebut artinya hidrogen peroksida sedang bekerja mengangkat noda, memecahnya, dan memunculkannya ke permukaan.

    4. Setelah menunggu beberapa saat, keringkan noda darah dengan menggunakan kain bersih, lalu bilas dengan air dingin. Lalu cek bekas noda, bila noda darah masih tersisa, kamu bisa coba mengganti metode pembersihan dengan bahan lain.

    5. Bila kamu yakin baju tersebut sudah bersih dari noda darah, kamu bisa langsung mencucinya di mesin cuci seperti biasa dengan air dingin dan detergen.

    6. Setelah selesai dicuci, pastikan lagi bahwa noda tersebut sudah hilang maksimal. Bila sudah bersih sempurna kamu bisa langsung menjemurnya.

    2. Metode Pembersih Enzimatik

    Alat dan bahan:

    – Cairan pembersih enzimatik

    – Kain bersih

    – Sikat gigi kecil

    Langkah-langkah:

    1. Gosok noda darah dengan kain bersih hingga sebersih mungkin, lalu bilas dengan air dingin yang mengalir.

    2. Setelah dibilas, semprotkan cairan pembersih langsung ke arah noda darah, lalu gosok perlahan menggunakan sikat gigi supaya cairan meresap ke bahan pakaian dengan baik.

    3. Bila kamu merasa cairan pembersih tersebut sudah menyerap, biarkan noda selama 10 menit. Pastikan noda selalu basah/lembap selama proses ini.

    4. Setelah 10 menit, cuci pakaian seperti biasa menggunakan air dingin dan detergen.

    5. Bila sudah selesai, pastikan noda darah sudah bersih maksimal, lalu kamu bisa mengeringkannya seperti biasa.

    3. Metode Air Liur/Ludah

    Bila kamu tidak memiliki hidrogen peroksida atau cairan pembersih enzimatik, kamu bisa coba gunakan air ludah kamu. Air ludah ini memiliki enzim pemecah yang bisa digunakan untuk memecah noda darah yang masih basah.

    Caranya mudah, cukup bilas noda dengan air dingin, lalu keringkan dengan kain bersih. Setelah itu, ludahi bagian noda pada pakaian lalu ratakan dengan jari supaya air ludah tersebut menyerap ke dalam bahan pakaian. Setelah itu, bilas kembali dengan air.

    Noda Darah yang Sudah Kering

    Noda darah yang sudah mengering kemungkinan besar tidak akan bisa hilang dari pakaian, apalagi yang sudah terekspos dengan suhu panas seperti pengering baju atau setrika.

    Namun kamu tidak perlu khawatir, di bawah ini ada satu metode yang bisa kamu coba untuk membersihkan noda darah yang sudah mengering.

    1. Metode Oxygen Bleach

    Alat dan bahan:

    – Oxygen bleach bubuk

    – Baskom atau ember

    Langkah-langkah:

    1. Masukkan oxygen bleach dan air panas ke baskom hingga membentuk busa. Pastikan jumlah yang digunakan sesuai dengan aturan penggunaan pada label produk.

    2. Rendam pakaian dengan noda darah tersebut ke dalam oxygen bleach yang sudah disiapkan tadi selama minimal 1 jam. Pastikan kamu terus menjaga air tersebut tetap panas selama proses berlangsung.

    3. Bila setelah 1 jam noda darah tersebut masih ada, kamu bisa mengulangi prosesnya terus-menerus hingga 8 sampai 24 jam. Karena noda darah yang sudah lama memang sangat sulit untuk hilang.

    4. Setelah noda hilang, cuci seperti biasa dengan air dingin.

    5. Bila sudah selesai, cek dan pastikan noda darah sudah bersih maksimal, lalu keringkan seperti biasa.

    Itu dia beberapa cara untuk membersihkan noda darah yang masih basah dan noda darah yang sudah mengering pada pakaian. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Manfaat Punya Walk-In Closet, Simpan Baju Jadi Lebih Praktis!


    Jakarta

    Menyimpan pakaian nggak mesti di dalam lemari yang sempit dan tertutup. Ada alternatif lain untuk menyimpan baju, yakni menggunakan walk-in closet.

    Kamu bisa membuat walk-in closet, ruangan khusus untuk menyimpan pakaian, sepatu, dan aksesoris. Ruangan ini bakal cocok banget buat kamu yang punya banyak pakaian yang bisa membludak kalau disimpan di lemari.

    Daripada lemari menjadi pengap dan berantakan, cobalah menyimpan baju di walk-in closet biar lebih praktis. Kalau kamu masih ragu, yuk cek manfaat walk-in closet berikut ini, dilansir dari Versa Robes, Kamis (20/6/2024).


    Manfaat Walk-in Closet

    1. Lebih Praktis

    Tidak jarang jika lemari pakaian kamu bisa tidak teratur karena baju yang terlalu banyak. Oleh karena itu, walk-in closet bisa menjadi akses mencari pakaian kamu dengan lebih mudah.

    Walk-in closet bisa memberikan kemudahan untuk solusi penyimpanan menjadi lebih teratur dan rapi setiap saat, karena ruangannya yang luas. Dengan begitu kamu bisa menambah bangku untuk melipat atau menyetrika pakaian.

    Jika kamu memiliki cukup ruangan ekstra, kamu bisa memanfaatkan sebagai area riasan atau ruang ganti serta menyimpan aksesoris. Kamu bisa menambahkan beberapa pencahayaan di sekitarnya serta cermin berukuran penuh sehingga ini akan memberikan daya tarik pada rumah kamu.

    2. Melindungi Pakaian

    Lemari pakaian membutuhkan aliran udara masuk ke dalam agar terhindar dari penumpukan jamur, lumut, dan bau tidak sedap dan apak karena disebabkan area terlalu pengap.

    Lemari pakaian dengan pintu penutup tidak memungkinkan udara masuk. Walk-in closet membantu kamu untuk mengalirkan kelembapan dari kamar tidur sehingga uap tidak terperangkap.

    Walk-in closet bisa membantu pakaian kamu berbau lebih segar dari sebelumnya. Ini bagus untuk banyak jenis-jenis kain, terutama jenis kulit yang perlu udara. Pakaian kamu juga tidak akan cepat kusut tanpa perlu disetrika.

    3. Hemat Biaya

    Walk-in closet sebenarnya terbilang cukup menghemat biaya dibanding lemari biasa. Ini tergantung dengan desainnya, tetapi salah satu aspek yang membuat walk-in lebih murah karena biasanya didesain tanpa adanya pintu, engsel, pegangan serta finishingnya. Hal ini justru membuat lebih sedikit pekerjaan pemasangan strukturalnya.

    4. Menghemat Ruang Lantai

    Walk-in closet tidak memakan tempat seperti lemari biasa sebab ini tidak ada pintu yang perlu dibuka ke luar serta tidak membutuhkan pintu geser. Lemari walk-in ini dapat memanfaatkan area yang tidak beraturan dan tidak perlu digunakan untuk hal lain sehingga tidak boros ruangan. Desain walk-in closet bisa berbentuk persegi, L atau miring. Menentukan desain lemari kamu dapat membantu menata kamar tidur menjadi lebih menarik, nyaman, dan kekinian.

    5. Membuat Tampilan Lebih Menarik

    Walk-in closet sangat diminati terutama bagi rumah baru karena tampilannya yang mewah, praktis, dan fungsional dibandingkan lemari biasa. Selain itu, jika kamu memiliki walk-in closet dan mempertimbangkan untuk menjual hunian kamu, ini akan menjadi daya tarik bagi calon pembeli rumah karena ini bisa menambah nilai pada desain rumah kamu.

    Itulah manfaat walk-in closet yang bisa kamu pertimbangkan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Bersihkan Noda Keringat dan Deodoran pada Pakaian


    Jakarta

    Cuaca yang panas belakangan ini tak jarang membuat tubuh berkeringat. Keringat tersebut bisa saja meninggalkan noda apabila pakaian tidak dicuci dengan bersih.

    Selain keringat, deodoran yang digunakan juga bisa meninggalkan noda pada pakaian. Tentunya akan menyebalkan jika ada noda keringat dan deodoran di baju kesayangan kamu kan?

    Nah, berikut ini adalah cara untuk membersihkan noda keringat dan deodoran pada pakaian. Simak informasinya di bawah ini.


    Menghilangkan Noda Keringat pada Pakaian

    Melansir dari martha Stewart, walaupun keringat pada dasarnya adalah air, perubahan warna terjadi saat keringat bercampur dengan kotoran, minyak, dan bakteri pada kulit. Keringat juga bisa menimbulkan noda jika tercampur dengan deodoran. Terlepas dari penyebabnya, noda keringat gampang dibersihkan dengan memakai bahan pembersih alami yang mungkin ada di rumahmu.

    Saat keringat bercampur dengan minyak pada kulitmu atau bahan yang terkandung dalam deodoranmu, keringat bisa menimbulkan noda. Berikut cara menghilangkannya

    Alat dan Bahan

    1. Cuka putih
    2. Mangkuk
    3. Air
    4. Kain mikrofiber atau spons
    5. Detergen cair ringan
    6. Soda kue

    Cara Menghilangkan Noda Keringat

    1. Campurkan air dan cuka putih dengan perbandingan yang sama ke dalam mangkuk
    2. Oleskan campuran tersebut di bagian yang terkena noda dengan kain atau spons bersih
    3. Gosok area yang terkena noda memakai kain secara perlahan dengan gerakan melingkar
    4. Biarkan campuran tersebut menempel pada noda
    5. Bilas area tersebut dengan air dingin untuk membersihkan campuran tadi
    6. Cuci pakaian tersebut seperti biasa menggunakan detergen cair lembut, dengan tetap memperhatikan petunjuk label perawatan
    7. Keluarkan pakaian dari mesin cuci dan periksa lagi untuk memastikan nodanya hilang
    8. Kalau masih ada, ulangi langkah-langkah di atas atau gunakan sesuatu yang lebih kuat

    Menghilangkan Noda Deodoran pada Pakaian

    Melansir Real Simple, noda tersebut biasanya datang dari hasil penumpukan bahan deodoran yang bereaksi dengan keringat, sehingga menyebabkan pudarnya warna baju atau timbulnya warna kuning pada baju putih.

    Noda ini sebenarnya bisa dihilangkan dengan beberapa cara khusus tergantung dengan warna pakaian kamu. Berikut ringkasannya.

    Alat dan Bahan

    Alat:
    – Sikat gosok nylon lembut
    – Mesin cuci baju
    – Mangkuk
    – Sarung tangan karet
    – Gelas takar/ukur
    – Sendok

    Bahan:
    – Baking soda
    – Cuka putih suling
    – Hidrogen peroksida
    – Detergen

    Cara Membersihkan Noda Deodoran Sesuai dengan Warna Baju

    1. Baju Berwarna

    Langkah-langkah:

    – Untuk satu buah baju, cukup campurkan 2 sendok makan cuka putih suling dengan 2 sendok air dingin ke dalam mangkuk atau gelas ukur.

    – Rentangkan baju di lantai dalam keadaan dibalik (bagian dalam baju menghadap keluar), lalu gunakan sikat lembut untuk menggosok noda dengan air cuka yang sudah disiapkan.

    – Setelah selesai digosok, selanjutnya siapkan campuran satu sendok makan cuka putih suling dengan air dingin secukupnya pada ember atau baskom. Lalu masukkan baju yang sudah di gosok tadi ke dalamnya, dan biarkan selama 30 menit.

    – Setelah direndam 30 menit, cuci baju tersebut menggunakan detergen di dalam mesin cuci seperti biasanya. Pastikan agar proses pencucian tersebut sesuai dengan arahan mencuci yang ada pada label di baju kamu.

    – Setelah selesai, keringkan dan jemur baju kamu.

    2. Baju Putih

    Langkah-langkah:

    – Campurkan 4 cup baking soda, 4 cup hidrogen peroksida, dan 4 cup air dingin ke dalam mangkuk atau gelas ukur.

    – Rentangkan baju di lantai dalam keadaan dibalik (bagian dalam baju menghadap keluar), lalu gunakan sikat lembut untuk menggosok noda dengan air campuran baking soda dan hidrogen peroksida yang sudah disiapkan. Lalu biarkan selama 30 menit.

    – Setelah 30 menit, cuci baju tersebut menggunakan detergen di dalam mesin cuci dengan pengaturan air paling hangat bila baju tersebut tidak memiliki arahan mencuci khusus. Bila baju tersebut memiliki arahan mencuci khusus, sebaiknya kamu ikuti aturan tersebut.

    – Ulangi proses bila noda masih tersisa hingga noda hilang sepenuhnya dari baju.

    – Setelah bersih, keringkan dan jemur baju tersebut.

    3. Baju Hitam

    Langkah-langkah:

    – Ambil sepotong karet busa, lalu gosok noda deodoran pada baju.

    – Coba untuk menggunakan lembaran pengering kain bekas untuk menghilangkan noda dengan cara menggosoknya secara cepat dengan jarak gosokan yang pendek.

    – Bila kamu tidak mempunyai lembaran pengering kain, kamu bisa mencoba untuk menggosokkan noda tersebut pada kain baju yang sama dengan cepat untuk merontokkan residu deodoran.

    – Bila noda putih deodoran sudah rontok, selanjutnya kamu bisa menyikatnya dengan sikat lembut

    Nah, setelah kamu tahu cara membersihkan noda deodoran, selanjutnya kamu juga perlu untuk mempelajari bagaimana cara untuk mencegah noda tersebut timbul lagi. Ayo kita simak bersama caranya di bawah ini.

    Cara Mencegah Timbul Noda Deodoran pada Bagian Ketiak Baju

    1. Pastikan deodoran yang kamu gunakan mengering sebelum kamu memakai baju. Bila kamu terburu-buru, kamu bisa coba untuk menggunakan pengering rambut untuk mempercepat proses pengeringannya.

    2. Ganti deodoranmu dengan deodoran yang memiliki rating tanpa aluminium (aluminum-free deodorant). Bahan aluminium pada deodoran adalah salah satu penyebab timbulnya noda pada bagian ketiak baju kamu.

    3. Hindari pemakaian deodoran berlebih. Bila kamu merasa masih bau ketika menggunakan deodoran, sebaiknya kamu coba merek lain, bukan dengan menggunakan deodoran tersebut dengan berlebih.

    4. Ganti produk deodoranmu dari deodoran tipe padat, menjadi deodoran tipe gel atau aerosol.

    5. Memakai pakaian dalam (kaos dalam), untuk mencegah noda deodoran tembus hingga baju luar kamu.

    Itu dia beberapa cara untuk menghilangkan noda keringat dan deodoran pada pakaian. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Taruh Barang-barang Ini di Kamar Mandi Ya, Pokoknya Jangan


    Jakarta

    Menaruh barang-barang di kamar mandi memang perlu, apalagi jika itu terkait dengan alat-alat mandi. Namun, ada juga barang-barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kamar mandi.

    Bagi kamu yang memiliki kamar mandi kecil, terkadang ingin ruangan yang luas agar bisa menaruh barang-barang yang diperlukan di sana. Akan tetapi, tidak semua barang bisa ditaruh di kamar mandi.

    Apa saja ya barang-barang yang tidak bisa ditaruh di kamar mandi? Dilansir dari The Spruce, Jumat (6/9/2024) berikut ini informasinya.


    1. Makeup

    Makeup atau riasan menjadi salah satu barang yang kerap disimpan di kamar mandi. Hal itu karena dinilai praktis agar bisa langsung dipakai setelah mandi. Akan tetapi, alat-alat makeup seharusnya ditaruh di tempat yang kering dan dingin.

    “Kebanyakan kamar mandi bisa menjadi panas dan lembap, terutama setelah mandi, dan dapat merusak tata rias,” kata Xiomara Romero dari Lilly’s Organizing, dikutip dari The Spruce.

    Ia menyarankan untuk menyimpan makeup sejauh mungkin dari kamar mandi dan menaruhnya di wadah kedap udara sebagai tindakan ekstra untuk mencegah kelembaban merusak produk tersebut.

    2. Obat dan Suplemen

    Obat-obatan dan suplemen kerap disimpan di lemari kecil yang ada di kamar mandi. Namun, sebaiknya obat-obatan tersebut tidak ditaruh di kamar mandi.

    Obat-obatan idealnya ditaruh di luar kamar mandi, di tempat tertutup dengan kelembaban yang rendah dan suhu yang tetap.

    3. Buku dan Majalah

    Buku dan majalah juga kerap ditemukan di kamar mandi. Namun, sebaiknya buku dan majalah jangan ditempatkan di kamar mandi karena lembap.

    “Tingkat kelembaban di kamar mandi bisa menyebabkan halaman buku menjadi lengket dan memudahkan jamur tumbuh di antaranya,” jelas Romero.

    4. Pakaian

    Jangan taruh pakaian di dalam kamar mandi karena keadaan di sana cukup lembap. Hal itu bisa memicu perkembangan jamur pada pakaian.

    Itulah barang-barang yang tidak boleh ditaruh di kamar mandi. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (abr/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah Pilih! Berikut Ukuran Ideal untuk Lemari di Rumah Kamu



    Jakarta

    Memilih lemari baju yang tepat sangat penting untuk menjaga kerapihan dan efisiensi ruang. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu kamu menentukan ukuran lemari baju yang ideal.

    Memilih lemari baju yang ideal adalah langkah penting dalam menciptakan ruang yang teratur dan fungsional. Pertama, evaluasi kebutuhan pakaian kamu dengan menghitung jumlah pakaian dan tipe pakaian yang dimiliki, ini akan membantu menentukan ukuran dan desain lemari yang tepat.

    Melansir bostonwardrobes.co.nz, ukuran baju yang ideal terbagi menjadi beberapa bagian, dengan panjang 1800mm per orang atau 2400mm, biasanya ukuran tersebut difungsikan untuk pakaian jalan-jalan dan dengan kedalaman internal 600mm jaket atau jas bisa dimasukkan disini, serta kedalaman dan lebar rak 400mm untuk pakaian sehari-hari, juga memiliki lebar atau kedalaman 350mm.


    Ukuran ruangan juga berperan krusial, pastikan untuk mengukur area tempat lemari akan diletakkan, sehingga ada cukup ruang untuk membuka pintu atau laci.

    Jika plafon tinggi, lemari yang lebih tinggi dapat memaksimalkan penyimpanan, atau kamu juga bisa memakai rak gantung atau ruang gantung agar desain kamu berbeda dan unik untuk menambah estetika pada ruangan.

    Desain lemari harus mempertimbangkan fungsionalitas. Pilih antara pintu geser atau pintu buka, dan pastikan ada berbagai kompartemen untuk menggantung dan menyimpan pakaian, material yang digunakan juga penting; pilih bahan yang tahan lama dan mudah dirawat, seperti kayu solid atau Medium Density Fiberboard (MDF).

    Estetika juga tak kalah penting, sesuaikan warna dan gaya lemari dengan interior ruangan agar terlihat padu dan harmonis, terakhir tetapkan anggaran yang sesuai dan bandingkan harga dari berbagai pilihan. Dengan panduan ini, kamu akan menemukan lemari baju yang ideal untuk kebutuhan ruangan kamu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Ampuh Memutihkan Pakaian yang Menguning Tanpa Pemutih


    Jakarta

    Baju, celana, hingga kain putih mudah kusam atau menguning jika terus digunakan. Cairan pemutih umumnya dipakai untuk membuat warna pakaian kinclong kembali.

    Sayangnya, penggunaan produk pemutih yang terlalu banyak bisa merusak bahan. Bukannya bersih, baju justru semakin kekuningan sehingga tidak layak lagi dipakai.

    Ada kok cara ampuh memutihkan pakaian tanpa pemutih. Temukan caranya di bawah ini.


    Cara Memutihkan Pakaian Tanpa Pemutih

    Mengutip The Spruce dan Real Simple, berikut sederet cara memutihkan pakaian putih yang kekuningan atau kusam tanpa cairan pemutih:

    1. Gunakan Perasan Lemon

    Air perasan lemon merupakan pemutih alami untuk pakaian. Kandungan asam sitratnya berguna untuk memutihkan pakaian berbahan katun, linen, dan poliester.

    • Siapkan 4 buah lemon, potong menjadi dua bagian dan peras untuk diambil airnya.
    • Campurkan perasan lemon ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas.
    • Rendam pakaian putih setidaknya 4 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    2. Rendam dengan Soda Kue

    Soda kue atau baking soda mengandung natrium bikarbonat yang bantu menghilangkan noda membandel pada kain. Bahan ini juga dapat menghempaskan bau yang menempel di pakaian, termasuk kaus kaki.

    • Campurkan 230 gram soda kue ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas, aduk hingga larut.
    • Rendam pakaian putih setidaknya 1 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    3. Tambahkan Cuka Putih

    Asam asetat dalam cuka putih bantu menghilangkan residu deterjen penyebab pakaian menguning dan kusam.

    • Tambahkan 250 ml cuka putih suling ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas.
    • Masukkan pakaian putih menguning dan rendam semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    4. Pakai Sabun Cuci Piring

    Sabun cuci piring ada yang mengandung natrium hipoklorit yang bisa memutihkan kain terbuat dari serat alami seperti katun atau linen.

    • Siapkan 3,5 liter air panas.
    • Tambahkan sedikit sabun cuci piring dengan deterjen biasa, aduk merata.
    • Masukkan pakaian kusam dan rendam selama 30 menit.
    • Cuci pakaian seperti biasa.

    5. Cobalah Citric Acid

    Bubuk citric acid atau asam sitrat bekerja sebagai pemutih sama seperti lemon. Teksturnya yang bubuk cukup disimpan tempat kering dan tidak mudah rusak seperti perasan lemon.

    • Campurkan 3 sdm bubuk asam sitrat dalam 3,5 liter air panas.
    • Rendam pakaian setidaknya 4 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    6. Campurkan Boraks

    Boraks termasuk alternatif pemutih yang dapat menghilangkan noda dan residu yang mampu menempel pada kain.

    • Campurkan 115 gram bubuk boraks ke 3,5 liter air hangat, aduk hingga larut.
    • Masukkan pakaian putih dan rendam selama 30 menit atau lebih.
    • Cuci seperti biasa.

    7. Jemur di Bawah Sinar Matahari

    Cahaya matahari yang mengandung sinar ultraviolet (UV) bisa memudarkan warna pakaian tapi juga dapat mencerahkan baju putih. Tidak hanya memutihkan, cahaya ini bantu membunuh kuman yang mungkin bersarang di kain.

    Pakaian, seprai, maupun handuk putih dapat dijemur di bawah sinar matahari langsung dan biarkan hingga kering.

    Penting diperhatikan, sejumlah cara di atas dikhususkan untuk pakaian full putih. Pengulangan metode mungkin diperlukan untuk mendapatkan pakaian yang kembali putih dan bersih.

    Hindari penggunaannya pada pakaian berwarna atau motif. Lakukan metode sesuai petunjuk dan jangan mencampur-campur bahan yang dipakai.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Cepat Mengeringkan Pakaian saat Musim Hujan


    Jakarta

    Mengeringkan pakaian saat musim hujan bisa menjadi tantangan tersendiri. Sebab, tidak adanya sinar matahari bisa membuat udara lembap ditambah lagi cipratan air hujan membuat cucian semakin lama keringnya.

    Pakaian yang lembap bisa memicu tumbuhnya jamur yang tidak baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengeringkan pakaian.

    Namun jangan khawatir! Kamu juga bisa tetap mengeringkan pakaian dengan cepat lho walaupun lagi musim hujan. Begini caranya.


    1. Maksimalkan Putaran Mesin Pengering

    Dilansir dari Lifestyle Clotheslines, langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk memastikan pakaian kering lebih cepat adalah dengan memaksimalkan putaran mesin pengering pakaian. Proses ini akan membantu menghilangkan sebanyak mungkin air dari pakaian sebelum kamu menjemurnya.

    Dikutip dari Homes & Gardens, untuk memaksimalkan putaran mesin pengering, pastikan beberapa hal berikut ini.

    – Jangan menambahkan pakaian basah ketika mesin pengering sedang bekerja

    – Jangan masukkan pakaian basah ke dalam mesin pengering hingga overload

    – Bersihkan ventilasi mesin pengering

    – Jangan mengeringkan pakaian dengan benda lain atau dengan bahan berbeda

    – Segera keluarkan pakaian yang sudah dikeringkan, jika tidak maka pakaian akan lembab dan bergumal

    2. Jemur Pakaian di Dalam Ruangan

    Selama musim hujan, menjemur pakaian di dalam ruangan menjadi pilihan yang lebih praktis. Beberapa teknik efisien yang bisa kamu terapkan adalah sebagai berikut.

    – Gunakan Jemuran Portabel

    Jemuran portabel adalah investasi yang tepat karena membantu mencegah bau apek pada pakaian dan meningkatkan sirkulasi udara. Jemuran portabel mudah dipindah-pindah, serta bisa dilipat sehingga bisa menghemat tempat saat tidak digunakan.

    Pastikan untuk meletakkan pakaian secara rapi di atas jemuran ini untuk memastikan udara bisa memiliki sirkulasi yang baik sehingga bisa mempercepat proses pengeringan.

    – Gunakan Hanger atau Gantungan Baju

    Menggunakan hanger atau gantungan baju juga bisa membantumu mempercepat proses pengeringan pakaian. Pastikan pakaian tersusun rapi di atas gantungan untuk hasil yang lebih baik.

    “Hindari meninggalkan pakaian di mesin cuci terlalu lama saat masih bahas. Hal ini bisa menyebabkan pakaian menjadi bau dan berkembangnya jamur,” kata Joyce French dari Home How, dikutip dari Homes & Gardens, Kamis (4/1/2024).

    Ia menyarankan untuk segera menggantung pakaian setelah dicuci agar bisa cepat kering.

    3. Gunakan Kipas dan Sirkulasi Udara

    Dalam cuaca yang lembap, penggunaan kipas, air purifier, atau jendela terbuka bisa membantu menghilangkan kelembaban dan mempercepat proses pengeringan. Jika memungkinkan, gunakan perabot-perabot tersebut yang hemat energi agar tidak boros listrik.

    “Pastikan setel kipas dengan kekuatan rendah agar pakaian tidak ‘beterbangan’,” kata professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, dikutip dari Homes & Gardens.

    4. Kelompokkan Pakaian

    Penting untuk mengelompokkan pakaian berdasarkan berat dan ketebalan. Prioritaskan pengeringan pakaian yang lebih ringan dan tipis terlebih dahulu untuk memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik.

    5. Gunakan Metode Pengeringan Alternatif

    Kamu juga bisa mencoba metode pengeringan alternatif, yaitu menggunakan alat-alat elektronik, seperti pengering rambut atau setrika. Pastikan untuk memperhatikan jenis kain dan pengaturan suhu agar pakaian tetap aman dari kerusakan.

    6. Jangan Sampai Pakaian Menyentuh Lantai

    Menurut professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, ketika menjemur pakaian basah jangan sampai menyentuh lantai karena akan menciptakan kelembaban dan membuat pakaian lebih lama keringnya. Ia menyarankan untuk menjemur pakaian di dekat jendela atau pintu agar terkena sirkulasi udara.

    “Jika kamu tidak memiliki tali untuk menjemur pakaian, kamu bisa menggantung pakaian di kursi atau di rak pengering,” tuturnya.

    Itulah beberapa tips ampuh mengeringkan pakaian dengan cepat dan efisien di musim hujan. Mengeringkan pakaian di musim hujan memang bisa menjadi tantangan, tetapi dengan tips-tips di atas, kamu bisa mengatasi masalah ini dengan lebih mudah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Riset Sebut Jangan Merapikan Tempat Tidur Setelah Bangun!


    Jakarta

    Banyak yang menyarankan setelah bangun tidur sebaiknya langsung merapikan kasur. Hal ini bertujuan agar kamar terlihat rapih. Namun, ternyata hasil penelitian justru mengatakan sebaliknya. Kasur sebaiknya tidak langsung dirapikan setelah bangun tidur. Lho kenapa?

    Tentu ini suatu fakta yang mengejutkan karena biasanya, sejak kecil kita diajarkan untuk merapikan tempat tidur setelah bangun.

    Melansir dari Real Simple, membiarkan kasur tidak rapikan setelah bangun tidur dapat mematikan sumber penyakit. Sebab, pada saat tidur manusia biasanya mengeluarkan keringat yang membuat kasur lembap. Tempat yang lembap disukai oleh tungau debu yang kerap memakan sel-sel kulit mati manusia.


    Dengan membiarkan kasur sekitar 30 menit dapat membantu mengurangi kelembapannya. Namun, perlu diingat pada saat membiarkan kasur, kamu jangan berada di atas kasur.

    “Mengingat rata-rata orang berkeringat 500 mililiter per malam, tentu saja, tempat tidur adalah tempat berkembang biak yang baik bagi tungau debu di pagi hari. Itulah mengapa penting untuk meninggalkan tempat tidur setidaknya selama 30 menit untuk memberikan ventilasi yang lebih baik untuk mengurangi kelembapan di tempat tidur,” jelas Martin Seeley, CEO di balik MattressNextDay seperti yang dikutip pada Kamis (5/12/2024).

    Anjuran ini juga telah dikaji dalam sebuah penelitian di Inggris pada tahun 2006. Hasilnya pun sama, dengan meninggalkan kasur dan tidak langsung merapikannya dapat mengurangi tungau.

    Bahaya dari Tungau Debu di Kasur

    Tungau debu atau kutu kecil berwarna merah memang tidak membahayakan secara langsung. Namun hewan ini dapat memicu gejala alergi, terutama bagi penderita asma. Menurut American Lung Association, kotoran dari tungau yang terhirup manusia, dapat memicu pilek, mata berair, dan bersin.

    Harus Rajin Ganti Seprai

    Selain memberikan waktu bagi kasur untuk ‘bernapas’, kamu juga perlu rutin mengganti seprai kasur.

    Mengutip dari The Spruce, seprai tidak boleh dipakai lebih dari dua minggu. Bahkan sebelum 2 minggu sudah diganti jauh lebih baik. Waktu penggantian seprai ini bisa disesuaikan dengan kegiatan penggunanya.

    Sebagai contoh pengguna kasur tersebut sering tidur dengan pakaian kotor atau tanpa mengganti pakaian setelah datang dari luar. Jika memiliki kebiasaan seperti ini, kamu perlu mengganti seprai sesering mungkin.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 6 Penyebab Timbulnya Bau Tidak Sedap pada Mesin Cuci


    Jakarta

    Saat mencuci baju dan merasakan bau yang tidak sedap, bisa jadi masalahnya berada pada mesin cuci. Mesin cuci yang bau merupakan masalah yang sangat umum dijumpai.

    Penyebab umum bau biasanya terdapat pada jamur atau sisa-sisa kotoran yang mungkin menempel pada pakaian, serta penumpukan detergen.

    Melansir The Spruce, berikut beberapa penyebab mesin cuci berbau tidak sedap sehingga mempengaruhi pakaian yang kamu cuci.


    Air yang Terperangkap

    Mendengar suara air berdesir setiap kali memutar tabung mesin cuci, hal ini wajar jika mesin cuci memiliki sedikit air di bawah tabungnya. Secara teknis, larutan air sengaja disegel untuk menjaga keseimbangan saat tabung berputar.

    Masalahnya adalah ketika mendapatkan air terperangkap di dalam drum. Air yang tergenang menyebabkan kadar air meningkat, dan biasanya jamur muncul yang menimbulkan bau apek.

    Filter Kotor

    Kebanyakan orang tidak membersihkan filter mesin cuci sesering yang seharusnya. Namun, filter tersebut mengumpulkan berbagai hal, mulai dari kotoran hingga bulu halus dan benda asing seperti koin dan jepit rambut.

    Kotoran yang menumpuk lama-kelamaan dan berubah menjadi lumpur yang menjijikan. Selain bau, filter yang terlalu kotor juga dapat mempengaruhi efisiensi mesin yang mengakibatkan pakaian tidak dicuci dengan baik.

    Saluran Tersumbat

    Kotoran dan debu dapat terkumpul di bagian saluran pembuangan mesin cuci. Bakteri akan berkembang biak dan mengeluarkan bau seperti limbah yang dikenal sebagai gas hidrogen sulfida.

    Selain baunya yang menyengat, tanda-tanda saluran air tersumbat cukup terlihat seperti genangan air di dalam tabung, drainase lambat, dan suara gemericik keras. Bisa jadi selang pembuangan tertekuk sehingga perlu diganti atau pipanya perlu dibersihkan.

    Mesin Cuci Kotor

    Tugas mesin cuci adalah membersihkan pakaian, sehingga akan terdapat kotoran bakteri yang menempel di dinding mesin cuci. Mesin cuci akan berbau tidak sedap jika tidak dibersihkan secara berkala.

    Ada yang Tersangkut

    Cincin karet di sekitar pintu mesin cuci bukaan depan adalah tempat rahasia untuk menyembunyikan pakaian kecil. Hal ini akan menyebabkan air cenderung menggenang di segel pintu.

    Jika dibiarkan, baunya akan menjadi sangat menyengat karena tidak ada yang lebih disukai kuman penyebab bau selain lingkungan yang lembap. Kotoran yang menyumbat lubang drainase juga menjadi risiko bau lainnya.

    Detergen yang Terlalu Banyak

    Detergen cucian yang beraroma harum bisa menjadi penyebab di balik mesin cuci kamu berbau busuk. Semakin banyak detergen yang digunakan, semakin banyak busa yang dihasilkan sehingga semakin sulit dibersihkan.

    Sisa sabun kemudian mengendap di bagian-bagian mesin cuci, memberikan jamur dan bakteri lain sumber makanan yang baik saat ia membusuk.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com