Tag: pakaian

  • Begini Cara Menghilangkan Noda Tinta di Baju, Mudah dan Cepat


    Jakarta

    Noda tinta yang menempel pada pakaian sering kali sulit dihilangkan dengan cara biasa. Misalnya, karena terkena spidol ataupun tinta pulpen.

    Hal tersebut bisa masalah menjengkelkan, karena baju bakal nggak enak dipandang. Namun, ada kok beberapa cara sederhana untuk menghilangkannya dengan efektif.

    Alasan Noda Tinta Baju Susah Dihapus

    Umumnya, ada 2 jenis tinta yakni yang berbasis air dan minyak. Tinta berbasis air biasanya ada pada pena gel, spidol, maupun jenis pulpen tertentu. Sementara itu, tinta berbasis minyak seperti yang ada pada tinta sablon.


    Menurut laman Better Homes & Gardens, tinta berbasis air akan lebih mudah dibersihkan dibandingkan dengan yang berbasis minyak.

    Noda tinta pulpen atau bolpoin memang agak sudah untuk dihilangkan. Pasalnya, tintanya berbasis minyak sehingga bersifat hidrofobik (tidak menyatu dengan air).

    Menghilangkan Noda Tinta di Pakaian

    Dikutip dari laman Good Housekeeping, berikut adalah cara menghilang kan bekas pulpen di baju agar hilang:

    1. Cara Hilangkan Noda Tinta Bekas Pulpen di Baju

    Menghapus tinta pulpen di baju bisa dengan alkohol. Berikut langkah-langkahnya:

    • Taruh handuk di bawah noda tinta, lalu teteskan alkohol dengan pipet.
    • Pakailah tisu bersih untuk menyerap tinta yang terangkat.
    • Kemudian bilas dengan air dingin, aplikasikan pembersih noda sebelum mencuci.
    • Cuci baju seperti biasa setelah memastikan noda tinta telah hilang.

    2. Cara Membersihkan Noda Tinta Spidol atau Felt-tip Pen di Baju

    • Bilas noda tinta spidol dengan air dingin. Tujuannya untuk menghilangkan sebanyak mungkin tinta.
    • Segera rendam pakaian dalam campuran air panas, detergen cair tanpa pemutih, dan amonia.
    • Gosok dengan lembut noda, lalu rendam sekitar 30 menit sampai 1 jam.
    • Cuci pakaian dengan detergen yang sama, lalu pastikan noda hilang sebelum mengeringkannya.

    3. Cara Menghilangkan Noda Spidol Permanen

    Tinta spidol permanen bisa dihilangkan, namun kita perlu usaha ekstra untuk melakukannya. Simak langkah-langkah untuk membersihkannya:

    • Taruh handuk di bawah noda, lalu gunakanlah pipet untuk mengoleskan alkohol.
    • Ganti handuk, apabila terlalu kotor sambil terus oleskan alkohol sampai tinta terangkat.
    • Bilas pakaian
    • Cek lagi apakah noda hilang. Jika masih ada, ulangi langkah sebelumnya jika perlu.
    • Cuci pakaian setelah memastikan noda benar-benar hilang.

    Sebagai informasi, menghilangkan noda tinta di kulit sebaiknya menggunakan kapas yang dicelupkan dalam alkohol. Jangan mencoba metode tersebut pada pakaian yang hanya boleh dicuci kering.

    Jika noda tinta di pakaian sudah mengering, pertimbangkan untuk menggunakan pembersih noda khusus. Semoga cara menghilangkan bekas pulpen hingga tinta spidol tadi bermanfaat. Selamat mencoba!

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Gantung atau Lipat? Ini Tips Menyimpan Pakaian dengan Rapi



    Jakarta

    Kita terkadang bingung tentang cara terbaik untuk menyimpan pakaian di lemari, antara menggantung atau melipat pakaian. Simak panduan ini yang akan membahas kelebihan dan kekurangan dari kedua metode tersebut, serta memberikan tips praktis untuk menyortir dan menyimpan semua pakaian kamu dengan efisien.

    Barang yang Harus Selalu Digantung

    Pertama-tama, mari kita lihat isi lemari kamu. Kemudian, jenis pakaian apa saja yang sebaiknya digantung di gantungan baju.

    Kain yang Ringan dan Lembut

    Melansir dari Martha Stewart, semua jenis pakaian yang terbuat dari kain yang mengalir perlu perlakuan khusus. Pakaian yang terbuat dari sutra, sifon, atau bahan ‘mengalir’ lainnya.


    Biasanya berupa gaun atau blus sebaiknya digantung. Kamu disarankan untuk membayangkan bagaimana kain tersebut bergerak saat tertiup angin, jika kain itu terlihat melayang atau menari, maka sebaiknya tidak dilipat dan disimpan dalam laci.

    Kain Linen

    Kain linen dikenal mudah kusut, sehingga lebih baik untuk menggantung semua pakaian berbahan linen di lemari. Menggantung kain linen membantu mencegah kerutan yang tidak perlu.

    Kain linen hampir selalu memerlukan setrika agar tampil optimal. Oleh karena itu, gantung semua pakaian linen kamu.

    Celana

    Meskipun celana jeans tidak selalu memerlukan ruang di lemari kamu, penting untuk menggantung semua celana lainnya, seperti celana panjang yang lebih formal.

    Celana formal dan kasual sebaiknya selalu digantung. Kamu bisa menggantungnya secara lurus atau melipatnya di gantungan.

    Blus

    Jika kamu ingin blus cantik kamu terhindar dari lipatan dan kerutan yang mengganggu, pastikan untuk menggantungnya. Blus sebaiknya selalu digantung, karena hal ini akan membantu mencegah kerutan yang lebih parah.

    Jaket

    Jaket adalah barang yang cukup besar, dan jika kamu mencoba melipatnya untuk disimpan di lemari, hal ini tidak hanya dapat menyebabkan kerutan serta berisiko merusak strukturnya, tetapi juga akan memakan banyak ruang.

    Semua jenis jaket sebaiknya digantung. Baik itu blazer, jaket jeans, atau pakaian luar lainnya, semua itu terlalu besar untuk dilipat.

    Gaun

    Sebagian besar gaun kamu, meski tidak semuanya, sebaiknya mendapatkan ruang vertikal di lemari kamu. Secara umum, gaun harus selalu digantung.

    Namun, pengecualiannya adalah gaun sweater tebal atau gaun berat lainnya. Jika digantung, gaun tersebut bisa melar. Sebaiknya lipat gaun ini untuk mencegah hal itu.

    Pakaian yang Harus Selalu Dilipat

    Setelah mengetahui pakaian mana yang sebaiknya digantung, kini saatnya membahas jenis pakaian yang harus dilipat, dimulai dengan sweater musim dingin kamu yang lebih tebal.

    Sweater Tebal

    Lipatlah untuk menjaga integritas strukturalnya sekaligus menghemat ruang di lemari kamu. Sweater yang sangat tebal sebaiknya dilipat, meskipun ada teknik khusus untuk menggantung sweater dengan lembut agar tidak meninggalkan bekas, metode ini biasanya tidak intuitif bagi banyak orang.

    Selain itu, sweater tebal dapat memakan ruang yang cukup besar, sering kali setara dengan enam blus yang digantung atau lebih.

    Pakaian Olahraga

    Celana yoga, atasan olahraga, dan pakaian olahraga apa pun yang akan kamu gunakan di gym, sebaiknya dilipat. Menggantung pakaian ini bisa membuatnya tidak nyaman dan melar.

    Celana Pendek

    Meskipun kamu tidak perlu melipat celana pendek, sebenarnya tidak ada alasan untuk menggantungnya, jadi lebih baik jika celana pendek dilipat dan disimpan di lemari kamu. Celana pendek sebaiknya selalu dilipat karena tidak praktis untuk menggantungnya.

    Pakaian yang Bisa Digantung atau Dilipat

    Di sisi lain, ada beberapa jenis pakaian yang dapat dilipat atau digantung, tergantung pada ruang yang tersedia dan preferensi pribadi.

    Kaos

    Kaos adalah salah satu jenis pakaian yang bisa diperlakukan seperti itu. Kaos dapat digantung, dilipat, atau ditumpuk, dan menggantungnya pasti mengurangi kemungkinan kerutan.

    Namun, sebagian besar kaos modern mengandung serat elastis seperti Lycra, sehingga mereka cenderung tidak mudah kusut, termasuk saat dilipat. Jika kamu memilih untuk menggantung kaos, pastikan menggunakan gantungan yang tepat.

    Kamu direkomendasikan untuk memakai gantungan yang empuk. Pilihan yang lebih lembut dan lebar dapat membantu mencegah distorsi yang mungkin terjadi akibat gantungan yang sempit.

    Jeans

    Jeans adalah salah satu pakaian paling fleksibel di lemari pakaian kamu, hal ini sangat relevan ketika harus menyimpannya. Jeans adalah celana yang paling mudah dilipat karena biasanya lebih tebal dan akan mempertahankan bentuknya.

    Tentu saja, beberapa orang lebih suka menggantungnya. Jika demikian, melipatkannya di gantungan adalah cara terbaik.

    Syal

    Jika kamu memiliki koleksi syal, kamu dapat melipat syal, menggulung, atau menggantungnya. Meskipun ada berbagai cara untuk menyimpan syal, ukuran syal sering kali menjadi faktor penentu apakah sebaiknya dilipat atau digantung.

    Syal yang lebih besar, yang berfungsi sebagai selendang, sebaiknya dilipat karena lebih praktis untuk barang sebesar itu. Syal yang lebih kecil, yang dikenakan di leher, dapat dilipat dan disimpan di laci atau wadah, serta bisa juga digantung di gantungan syal.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Orang Barat Ogah Pakai Kloset Jongkok!



    Jakarta

    Terdapat dua jenis kloset yakni kloset jongkok dan duduk. Namun jika kamu perhatikan, jenis kloset yang banyak dipakai adalah kloset duduk, terutama di negara-negara di Eropa dan Amerika. Lantas, apa alasan kloset jongkok jarang ditemui di sana?

    Dilansir situs Jialifu Cubicle, ada beberapa alasan mengapa orang barat jarang menggunakan kloset jongkok, begini penjelasannya.

    1. Kloset Jongkok Dinilai Tak Higienis

    Kloset jongkok yang tidak memiliki penutup di atasnya, membuat orang barat khawatir saat menyiram atau buang air, ada cipratan air yang mengenai pakaian atau lantai kamar mandi. Mereka melihat bentuk kloset jongkok tidak higienis.


    Selain itu, mereka melihat postur jongkok tidak nyaman. Mereka takut tergelincir saat menggunakannya, apalagi tubuh orang-orang barat rata-rata lebih besar dari orang-orang Asia.

    2. Khawatir Ada Barang Bawaan Jatuh

    Alasan selanjutnya mengapa jarang ditemui kloset jongkok di negara-negara Eropa dan Amerika adalah keamanannya. Biasanya mereka menyimpan barang-barang di kantong celana, seperti ponsel dan dompet. Mereka khawatir barang bawaan mereka bisa terjatuh ke dalam kloset ketika mereka jongkok.

    3. Sulit Berdiri Setelah Jongkok

    Selain posisinya yang sulit bagi mereka, ketika berdiri juga mereka merasa kesulitan. Mereka khawatir setelah berjongkok lama, kaki terasa mati rasa (kesemutan). Dengan memakai kloset duduk, mereka bisa melakukan aktivitas lainnya seperti membaca buku, bermain ponsel, dan lainnya dengan lebih aman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu PAM, 5 Solusi Bikin Air Keran yang Keruh Jadi Jernih



    Jakarta

    Persoalan air keran di rumah kotor dan keruh menjadi masalah yang kerap terjadi di rumah terutama untuk rumah yang baru dihuni. Air keran yang bersumber dari sumur bor atau pompa biasanya tidak sebersih air yang dipasok dari perusahaan air minum (PAM).

    Air keran yang keruh dan kotor yang dipakai untuk mandi dan mencuci tak hanya bisa menyebabkan gangguan pada kulit, bila air itu juga dipakai untuk memasak dan minum, penyakit lain pun akan mengintai.

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi air keran kotor dan keruh tanpa harus berlanggapan PAM.


    Berikut tips membuat air keran jernih dilansir dari Angi:

    Tips Bikin Air Keran Jernih

    1. Gunakan Pitcher Penyaring Air

    Tentunya cara termudah untuk meningkatkan kualitas air keran adalah dengan menggunakan pitcher penyaring air. Pitcher ini dilengkapi dengan filter yang bisa menghilangkan partikel-partikel kecil dan bahan kimia dari air. Cukup isi pitcher dengan air keran dan biarkan filternya bekerja. Hasilnya adalah air yang lebih jernih dan segar untuk diminum.

    2. Pasang Filter pada Keran

    Kalau kamu pengin solusi praktis, coba pertimbangkan untuk memasang filter langsung pada keran air di rumah. Filter keran ini bisa dengan mudah dipasang tanpa perlu alat khusus. Dengan filter tersebut, air akan disaring air saat kamu menggunakannya untuk minum atau memasak. Ini adalah cara yang efisien untuk mendapatkan air bersih kapan pun kamu membutuhkannya.

    3. Investasikan pada Sistem Filter Seluruh Rumah

    Selain itu, pertimbangkan untuk berinvestasi pada sistem filter seluruh rumah. Sistem ini akan membersihkan air pada titik masuk utama ke rumahmu, termasuk air yang digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, dan alat-alat rumah tangga lainnya. Dengan berbagai pilihan sistem yang tersedia, kamu bisa bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

    4. Rutin Ganti Filter

    Jika sudah menggunakan pitcher penyaring air atau filter keran, pastikan untuk mengganti filternya secara teratur sesuai dengan panduan produsen. Filter yang sudah terlalu lama digunakan mungkin tidak lagi efektif dalam menyaring air dengan baik. Penggantian filter secara berkala akan memastikan air yang kamu gunakan selalu bersih.

    5. Tes Kualitas Air

    Selanjutnya, pastikan air di rumah jernih dan aman dengan melakukan tes kualitas air. Kamu bisa menggunakan tes kit air rumah tangga atau bahkan menghubungi laboratorium profesional. Hasil tes ini akan memberi kamu gambaran tentang kualitas air di rumah dan apakah ada masalah tertentu yang perlu diatasi.

    Dengan menerapkan tips di atas, kamu bisa memastikan air keran di rumah tetap jernih dan aman untuk digunakan. Kesadaran akan kualitas air adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kamu di rumah. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Ini 7 Tips Bikin Baju Menguning Kembali Putih Tanpa Pemutih


    Jakarta

    Baju atau pakaian berwarna putih memang punya daya tarik sendiri, namun mudah kotor dan menguning. Untuk mengembalikannya jadi putih bersih, biasanya orang-orang menggunakan cairan pemutih.

    Namun, penggunaan produk pemutih yang kurang tepat justru bisa merusak pakaian, lho. Tapi tenang saja, ada cara lain untuk memutihkan baju putih yang menguning.

    Kamu bisa menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah atau di alam. Yuk, simak caranya di bawah ini.


    Cara Memutihkan Pakaian Tanpa Pemutih

    Dikutip dari The Spruce dan Real Simple, berikut sederet cara memutihkan pakaian putih yang kekuningan atau kusam tanpa cairan pemutih:

    1. Gunakan Perasan Lemon

    Air perasan lemon merupakan pemutih alami untuk pakaian. Kandungan asam sitratnya berguna untuk memutihkan pakaian berbahan katun, linen, dan poliester.

    • Siapkan 4 buah lemon, potong menjadi dua bagian dan peras untuk diambil airnya.
    • Campurkan perasan lemon ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas.
    • Rendam pakaian putih setidaknya 4 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    2. Rendam dengan Soda Kue

    Soda kue atau baking soda mengandung natrium bikarbonat yang bantu menghilangkan noda membandel pada kain. Bahan ini juga dapat menghempaskan bau yang menempel di pakaian, termasuk kaus kaki.

    • Campurkan 230 gram soda kue ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas, aduk hingga larut.
    • Rendam pakaian putih setidaknya 1 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    3. Tambahkan Cuka Putih

    Asam asetat dalam cuka putih bantu menghilangkan residu detergen penyebab pakaian menguning dan kusam.

    • Tambahkan 250 ml cuka putih suling ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas.
    • Masukkan pakaian putih menguning dan rendam semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    4. Gunakan Sabun Cuci Piring

    Sabun cuci piring ada yang mengandung natrium hipoklorit yang bisa memutihkan kain terbuat dari serat alami seperti katun atau linen.

    • Siapkan 3,5 liter air panas.
    • Tambahkan sedikit sabun cuci piring dengan detergen biasa, aduk merata.
    • Masukkan pakaian kusam dan rendam selama 30 menit.
    • Cuci pakaian seperti biasa.

    5. Gunakan Citric Acid

    Bubuk citric acid atau asam sitrat bekerja sebagai pemutih sama seperti lemon. Teksturnya yang bubuk cukup disimpan tempat kering dan tidak mudah rusak seperti perasan lemon.

    • Campurkan 3 sendok makan bubuk asam sitrat dalam 3,5 liter air panas.
    • Rendam pakaian setidaknya 4 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    6. Campurkan Boraks

    Boraks termasuk alternatif pemutih yang dapat menghilangkan noda dan residu yang mampu menempel pada kain.

    • Campurkan 115 gram bubuk boraks ke 3,5 liter air hangat, aduk hingga larut.
    • Masukkan pakaian putih dan rendam selama 30 menit atau lebih.
    • Cuci seperti biasa.

    7. Jemur di Bawah Sinar Matahari

    Cahaya matahari yang mengandung sinar ultraviolet (UV) bisa memudarkan warna pakaian tapi juga dapat mencerahkan baju putih. Tidak hanya memutihkan, cahaya ini bantu membunuh kuman yang mungkin bersarang di kain.

    Pakaian, seprai, maupun handuk putih dapat dijemur di bawah sinar matahari langsung dan biarkan hingga kering.

    Penting diperhatikan, sejumlah cara di atas dikhususkan untuk pakaian full putih. Pengulangan metode mungkin diperlukan untuk mendapatkan pakaian yang kembali putih dan bersih.

    Hindari penggunaannya pada pakaian berwarna atau motif. Lakukan metode sesuai petunjuk dan jangan mencampur-campur bahan yang dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang yang Tidak Boleh Sering Dicuci, Bisa Cepat Rusak


    Jakarta

    Mencuci termasuk kegiatan yang penting untuk menjaga kebersihan. Tapi ternyata tidak semua barang menjadi lebih baik jika terlalu sering dicuci. Simak artikel ini untuk mengetahui 5 barang yang tidak boleh sering dicuci, karena bisa membuatnya cepat rusak.

    Macam Barang yang Tidak Boleh Sering Dicuci

    Dilansir dari situs Real Simple, berikut ini 5 barang yang tidak boleh sering dicuci:

    1. Bra

    Menurut pendiri merek pakaian dalam Iteration, Bridget Moillner, kebanyakan wanita memakai bra sekali pakai. Setelah sehari menggunakan kemudian langsung ditumpuk di cucian. Terlalu sering mencuci bra akan merusak elastisitasnya.


    “Pertimbangkan untuk mengenakan bra Anda 2 hingga 3 kali sebelum dicuci untuk memperpanjang masa pakainya. Berikan waktu satu atau dua hari untuk mengistirahatkan bra Anda di sela-sela pemakaian. Hal ini akan membantu elastisitasnya mendapatkan kembali bentuknya.”

    2. Celana Jin

    Celana jin menjadi favorit kebanyakan orang untuk dipakai bepergian. Celana ini cocok untuk banyak kegiatan dan cocok dipadukan dengan berbagai jenis pakaian. Jika detikers sayang dengan celana jin kamu, jangan sering-sering dicuci.

    Terlalu sering mencuci celana jin akan memudarkan warnanya, melemahkan bahannya, membuat jeans kehilangan bentuknya, dan mengurangi masa pakainya. Direkomendasikan untuk mencuci celana jin setiap 4 hingga 6 kali pemakaian atau ketika kotor dan bau.

    3. Handuk

    Pada umumnya, orang tidak akan mencuci handuk ketika baru menggunakannya dalam sehari. Pandangan ini benar karena handuk yang terlalu sering dicuci akan cepat pudar dan semakin tipis.

    Ini juga membuat boros karena harga handuk tidak murah. Disarankan mencuci handuk 3 sampai 4 kali pemakaian, atau jika handuk kotor, berbau tidak sedap, atau ada anggota keluarga yang sakit.

    4. Pakaian Olahraga

    Pakaian olahraga memiliki bahan yang bisa cepat rusak jika sering dicuci. Tapi bukan berarti menjadi alasan untuk tidak mencucinya dalam jangka waktu lama.

    Namun hal ini berlaku untuk kegiatan olahraga yang tidak banyak mengeluarkan keringat. Dalam kondisi demikian, detikers bisa menggunakannya dua atau tiga kali pemakaian.

    5. Seprai

    Yang terakhir adalah seprai tempat tidur. Mencucinya setiap hari juga akan merusak bahannya. Sebaiknya cucilah seprai setiap satu atau dua minggu.

    Namun jika penggunanya sering berkeringat maka bisa mencucinya lebih sering karena berkaitan dengan masalah kesehatan. Ini juga termasuk ketika ada keluarga yang sakit, maka sebaiknya seprai selalu bersih.

    Nah, itulah 5 barang yang tidak boleh sering dicuci. Detikers bisa menyeimbangkan antara kebersihan dan keawetan barang agar tetap sehat, namun tidak cepat rusak.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Penghilang Lumut Kamar Mandi, Jadi Bersih dan Kesat


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan tempat yang sering lembap, sehingga lumut bisa muncul dengan mudah. Lumut bisa muncul di lantai, dinding, bahkan di dalam bak mandi.

    Selain membuat kotor, lumut yang muncul di lantai bisa membuat licin dan membahayakan penghuni rumah. Untuk itu, jika lumut sudah muncul, itu tandanya harus segera dibersihkan.

    Jika detikers masih bingung cara membersihkannya, simak dulu artikel ini. Ada 5 bahan yang bisa digunakan untuk menghilangkan lumut kamar mandi.


    Bahan-bahan Pembersih Lumut Kamar Mandi

    Dilansir dari Better Homes & Gardens dan Concrete Renovations, berikut ini 5 bahan yang dapat digunakan untuk menghilangkan lumut kamar mandi:

    1. Cuka Putih

    Bahan pertama adalah cuka putih yang ampuh menghilangkan berbagai jenis noda, termasuk lumut di kamar mandi. Bahkan ini cocok dipakai untuk bagian lantai, toilet, hingga saluran pembuangan.

    Caranya ialah dengan menyemprotkan cuka ke tempat yang berlumut. Diamkan sekitar 5-10 menit, lalu bersihkan dengan lap atau spons. Jika lumut membandel, gosoklah dengan sikat.

    2. Soda Kue (Baking Soda)

    Soda kue selain dipakai untuk bahan makanan, juga dikenal bisa untuk membersihkan berbagai noda, salah satunya untuk menghilangkan lumut.

    Caranya dengan menaburkan soda kue ke permukaan lantai atau dinding yang terkena lumut. Diamkan sejenak, lalu bersihkan lap atau sikat.

    3. Boraks

    Boraks dikenal sebagai bahan yang sering disalahgunakan untuk mengawetkan dan mengenyalkan makanan. Boraks sebetulnya adalah bahan pembersih. Bahan ini bisa digunakan untuk menghilangkan lumut di kamar mandi.

    Campurkan satu cangkir boraks dengan sekitar tiga liter air hangat. Setelah merata, masukkan ke botol semprot, lalu semprotkan ke titik yang berlumut atau sekaligus untuk membersihkan lantai. Kemudian bersihkan dengan kain lap bersih, sikat kawat, atau spons.

    4. Cairan Pemutih

    Cairan pemutih pakaian juga bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan lumut membandel di kamar mandi. Cairan ini cukup keras dan berbau menyengat, jadi harus hati-hati menggunakannya.

    Buat campuran bahan ini dan air dengan rasio 1:1. Semprotkan di area berlumut dan titik lain yang bernoda. Pastikan sirkulasi udara kamar mandi baik agar tidak menghirup bau menyengat dari cairan pemutih ini.

    5. Air Panas atau Mendidih

    Selain bahan-bahan di atas, detikers juga bisa mencoba membersihkan lumut dengan air panas atau air mendidih. Lumut akan semakin mudah terangkat setelah disiram air panas. Biasanya cukup dengan menggosok sedikit, maka lumut akan hilang.

    Itulah tadi 5 bahan yang bisa dicoba untuk menghilangkan lumut di kamar mandi. Untuk mencegah lumut membandel, biasakan menyikat kamar mandi secara berkala.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini Cara Efektif Bersihkan Alas Setrika yang Lengket dan Berkerak


    Jakarta

    Setrika adalah alat untuk menghilangkan bekas lipatan pada pakaian. Dengan menyeterika, tampilan pakaian akan kembali rapi dan layak dikenakan.

    Cara kerja setrika adalah dengan mengantarkan panas ke permukaan pakaian. Bagian alas setrika yang terbuat dari logam dapat menghasilkan panas saat terhubung ke listrik. Panas tersebut yang dapat menghilangkan lipatan yang sering kita sebut dengan area yang lecek.

    Saat menggunakan setrika, kamu harus mengatur panasnya dan jangan terlalu lama mendiamkan benda tersebut. Panas yang berlebih justru membuat kain pakaian dapat meleleh dan menempel pada alat setrika. Ketika ada bahan pakaian yang meleleh, nantinya bahan tersebut akan menempel di permukaan setrika dan tidak bisa dibersihkan hanya dengan diusap.


    Jika kamu menemukan kasus seperti itu, jangan coba-coba mencongkel dengan benda tajam saat setrika masih terhubung ke listrik atau masih panas. Dilansir Cleanipedia, berikut cara efektif bersihkan kerak pada alas setrika.

    Tips Bersihkan Kerak pada Alas Setrika

    1. Matikan Setrika

    Pastikan pada saat kamu ingin membersihkan kerak, setrika dalam keadaan dingin dan tidak terhubung dengan listrik. Hal ini untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terkena aliran listrik pendek, listrik terjatuh, atau tangan licin hingga mengenai bagian yang panas.

    2. Campurkan Cuka dengan Air

    Kemudian, campurkan setengah gelas cuka putih dan setengah gelas air dingin. Fungsi cuka di sini adalah untuk menghilangkan noda kerak pada alas setrika. Di dalam kandungan cuka terdapat asam asetat yang berfungsi mengangkat kotoran, noda, dan bakteri yang menempel pada suatu benda.

    3. Bersihkan Kerak Kapur Menggunakan Kapas

    Setelah itu ambil kapas atau kain mikrofiber. Semprotkan atau teteskan campuran air dan cuka ke alas setrika yang berkerak. usap permukaannya hingga kerak hilang. Jika noda susah hilang, tekan sedikit permukaannya dan tambahkan cairan cuka dan air.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Pembersih yang Ampuh Hilangkan Noda Jamur pada Pakaian


    Jakarta

    Jamur bukan hanya muncul pada makanan, perabotan, atau material bangunan saja, melainkan pada pakaian juga. Penyebabnya adalah bahan pakaian tersebut lembap atau basah tetapi tidak langsung dibersihkan atau dijemur. Alhasil bagian yang lembap pada pakaian tersebut menjadi tempat yang baik untuk jamur berkembang.

    Tanda pakaian kamu berjamur adalah munculnya bercak-bercak berwarna pada permukaan pakaian. Warnanya beragam, ada yang hitam, putih, abu-abu, dan lainnya. Bercak ini tidak bisa langsung hilang hanya dengan membilasnya dengan air biasa. Apalagi jika kamu asal memasukkan ke dalam mesin cuci.

    Kamu membutuhkan bahan pembersih tambahan untuk menghilangkan jamur pada pakaian. Dilansir Persil, berikut bahan-bahan yang aman untuk membersihkan jamur pada pakaian.


    1. Cuka putih

    Cuka merupakan bahan yang ampuh untuk menghilangkan noda membandel dan jamur. Bahan satu ini juga cukup mudah ditemukan di warung atau pusat perbelanjaan. Sebelum memakai cuka untuk membersihkan jamur, kamu perlu melihat keterangan cara membersihkan kain yang tertera pada bagian dalam baju. Apakah penggunaan cuka dapat merusak bahan atau tidak.

    Jika tidak ditemukan larangan seperti itu, kamu bisa langsung menyiapkannya. Caranya dengan campurkan satu cangkir cuka ke dalam air bersih yang sudah dituangkan ke dalam ember yang cukup untuk pakaian yang akan dibersihkan. Jika kamu ingin membersihkan menggunakan mesin cuci, tuangkan 1-2 cangkir cuka untuk dapat membunuh jamur dan mencerahkan pakaian putih.

    2. Pemutih Pakaian

    Jika tidak menemukan cuka, kamu bisa menggunakan pemutih pakaian. Meskipun namanya pemutih, bahan ini efektif membunuh jamur. Namun, hati-hati bahan ini juga bisa memudarkan warna pada pakaian.

    Sebelum memakai pemutih, kamu harus mengecek label cara membersihkan pakaian di dalam baju. 0astikan kamu memakai sarung tangan karet dan sirkulasi di ruangan tersebut baik karena bau pemutih pakaian cukup menyengat. Lalu, jauhkan dari jangkauan anak-anak di ruangan tersebut. Simpan pemutih di lemari yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan.

    3. Sabun mandi

    Alternatif lainnya adalah menggunakan sabun mandi baik yang batangan atau cair. Lebih baik juga sebelumnya kamu sudah merendam pakaian di air hangat. Setelah dioleskan sabun, gosok hingga noda jamur menghilang atau pudar. Kemudian jemur hingga kering.

    4. Boraks

    Boraks memang bahaya jika dicampurkan dalam makanan. Namun, keberadaan boraks bisa menghilangkan noda jamur pakaian lho. Kamu bisa membeli boraknya yang bentuknya bubuk. Takarannya adalah setengah cangkir boraks yang dimasukkan ke dalam air panas. Larutan ini juga bisa ditambahkan ke dalam mesin cuci, dan cuci seperti biasa.

    Namun, perlu diingat kamu harus membaca tata cara membersihkan pakaian yang tertera pada bagian dalam baju. Kemudian saat mencuci pakaian tersebut tangan kamu harus memakai sarung tangan lateks agar aman. Apabila setelah direndam nodanya tidak hilang, jangan lupa untuk disikat.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Mesin Cuci di Rumah Bergetar? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Mesin cuci bisa saja bergetar ketika digunakan. Kondisi itu sebenarnya wajar terjadi apabila getarannya masih dalam batas wajar.

    Apabila getaran sudah cukup keras, sebaiknya segera hentikan penggunaan mesin cuci. Lalu kenapa bisa sih mesin cuci bergetar saat digunakan?

    Dilansir dari The Spruce, penyebab getaran pada mesin cuci tidak melulu karena mesin, bisa saja dari faktor luar. Biasanya, mesin cuci dengan bukaan depan ternyata lebih rawan bergetar daripada bukaan atas. Berikut ini informasinya.


    Penyebab Mesin Cuci Bergetar Kencang

    1. Tidak Berada Pada Permukaan yang Rata

    Ternyata tempat peletakkan mesin cuci dapat mempengaruhi getarannya. Sebaiknya mesin cuci diletakkan di permukaan rata agar lebih aman. Bentuknya yang besar dan dengan bobot pakaian yang berputar di dalamnya, dapat berbahaya jika tempat meletakkannya miring atau tidak rata.

    2. Beban Cucian Tak Seimbang

    Mesin cuci bekerja sesuai dengan sistem yang telah dibuat. Mesin ini tidak bisa membantu kamu saat merapikan letak pakaian kotor yang masuk ke ‘keranjang’ di dalam mesin. Kamu harus tahu trik untuk memasukkan pakaian di dalamnya.

    Untuk jenis cucian yang punya ukuran besar seperti selimut atau seprai sebaiknya dimasukkan dengan posisi sama berat. Dengan begitu ketika berputar bebannya akan seimbang dan tidak bergetar hebat seperti terpelanting.

    3. Penyangga Lantai Tak Cukup Kuat

    Jika permukaan di rumah kamu tidak rata, kamu bisa menambahkan penyangga di bawahnya. Namun, pastikan penyangga tersebut cukup kuat karena bobot pakaian basah akan jauh lebih berat dari mesin cuci tersebut.

    Jika tidak memungkinkan untuk menambahkan penyangga, kamu dapat menaruh papan kayu lapis berukuran 2,5 cm di bawah kedua peralatan untuk meningkatkan stabilitas lantai. Cara lain yang bisa kamu coba adalah menggunakan bantalan anti-getaran ukuran kecil khusus untuk mesin cuci.

    Itulah beberapa penyebab yang bisa membuat mesin cuci bergetar saat digunakan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com