Tag: pakaian

  • Kapan Harus Ganti dan Cuci Seprai Kasur? Ini Waktu Idealnya Menurut Ahli



    Jakarta

    Setiap hari penghuni rumah tidur di atas kasur yang sudah dilapisi seprai. Meski penghuni dalam keadaan bersih ketika naik ke atas tempat tidur, seprai lama-lama bisa kotor sehingga perlu diganti dan dicuci.

    Berbagai kotoran terus menumpuk serta kuman berkembangbiak di tempat tidur. Untuk itu, penghuni harus rutin mengganti dan mencuci seprai kasur. Kebiasaan ini membantu menciptakan lingkungan lebih sehat dan nyaman bagi penghuninya.

    Namun, kapan dan sesering apa seprai perlu diganti? Simak penjelasannya berikut ini,


    Dikutip dari Homes and Gardens, para ahli menyarankan agar mencuci seprai setidaknya dua minggu sekali. Tentunya frekuensi mengganti seprai tergantung dari keadaan penghuninya.

    “Beberapa orang menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur dibandingkan saat mengenakan pakaian, sehingga masuk akal untuk mencuci seprai lebih teratur,” kata Nick Drewe, pakar rumah tangga di WeThift dilansir dari Homes and Gardens, Sabtu (23/8/2025).

    Penghuni dapat lebih sering mengganti seprai ketika cuaca lebih panas, penghuni berkeringat, ataupun penghuni sakit. Namun, jangan berlebihan karena terlalu sering mencuci seprai akan memperpendek masa pakainya.

    Sementara itu, dilansir dari The Spruce, seprai dapat diganti setiap minggu atau dua minggu sekali kalau penghuni mengenakan piyama di tempat tidur. Namun, jangan tunggu lebih dari dua minggu untuk mencuci seprai.

    Penghuni bisa lebih sering mencuci seprai kalau makan dan minum, berkeringat, atau terdapat hewan naik tempat tidur. Sebaiknya ganti seprai seminggu sekali kalau kondisinya seperti itu.

    Kemudian, penghuni dianjurkan untuk mengganti seprai setiap hari kalau ada yang sakit seperti pilek, flu, atau bahkan ada serangan kutu rambut maupun kutu busuk di rumah. Gunakan air panas untuk mencuci seprai tersebut.

    Selain itu, jika penghuni punya masalah jerawat atau kulit lainnya, sarung bantal harus lebih sering diganti dan dibersihkan dibandingkan seprai. Langkah ini buat mencegah peradangan dan perpindahan bakteri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Alasan Kloset Duduk Lebih Populer Ketimbang Jongkok di Negara Barat


    Jakarta

    Indonesia terdapat 2 jenis kloset yang biasa dipakai, yakni kloset duduk dan jongkok. Hal ini berbeda dengan bentuk kloset di negara barat di mana kloset jongkok ternyata tidak banyak dipakai di negara-negara Eropa.

    Sebagai contoh di Prancis, kloset baru masuk pada abad ke-19 atau sekitar tahun 1800-an. Sebelum itu, kebanyakan dari mereka memakai bidet, yakni alat seperti cangkir dengan mulut yang lebar untuk menampung tinja. Bidet tersebut diletakkan di bawah kursi yang dudukannya bolong. Saat kloset masuk, bentuknya pun seperti kloset duduk, tetapi lebih lebar seperti meja yang tengah terdapat lobang.

    Lantas, apa alasan kloset duduk lebih populer daripada kloset jongkok di negara barat?


    Dilansir situs Jialifu Cubicle, berikut beberapa alasan orang barat lebih banyak memakai kloset duduk daripada kloset jongkok.

    1. Sulit Berdiri Setelah Jongkok

    Kloset jongkok dinilai lebih sulit dipakai. Beberapa ada yang khawatir akan kesulitan berdiri setelah jongkok lama dan kaki bisa terasa mati rasa (kesemutan). Kloset duduk dinilai efisien di mana mereka bisa membaca buku, bermain ponsel, dan kegiatan lainnya saat buang kotoran.

    2. Kloset Jongkok Dinilai Tak Higienis

    Kemudian, dari sisi kebersihan kloset jongkok yang tidak memiliki penutup di atasnya dinilai tidak higienis dibanding kloset duduk. Mereka khawatir saat menyiram dan buang kotoran, ada cipratan air yang mengenai pakaian atau lantai kamar mandi.

    3. Posturnya Tak Nyaman

    Saat memakai kloset duduk, penggunanya tidak perlu banyak berfikir karena bentuknya yang mirip dengan kursi biasa. Jika memakai kloset jongkok tubuh harus memiliki keseimbangan agar tidak jatuh ke depan atau belakang. Belum lagi risiko tergelincir. Selain itu, postur tubuh orang barat berbeda dengan orang Asia yang lebih kecil.

    4. Khawatir Ada Barang Bawaan Jatuh

    Alasan lainnya adalah soal keamanannya. Biasanya mereka menyimpan barang-barang di kantong celana, seperti ponsel dan dompet. Mereka khawatir barang bawaan mereka bisa terjatuh ke dalam kloset ketika mereka jongkok.

    Itulah beberapa alasan kloset duduk banyak dipakai di negara barat dibandingkan kloset jongkok. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lagi Jemur Baju di Depan Rumah, Ini 4 Alasannya!


    Jakarta

    Pakaian yang telah dicuci wajib dijemur agar cepat kering dan tidak lembap. Namun, masih banyak masyarakat yang memilih menjemur pakaian di depan rumah.

    Beberapa orang menganggap menjemur di depan rumah membuat pakaian cepat kering. Sebab, area tersebut yang paling banyak terpapar sinar matahari. Meski begitu, menjemur pakaian di depan rumah tidak dianjurkan karena membawa banyak kerugian.

    Ingin tahu alasan mengapa jangan menjemur pakaian di depan rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Alasan Jangan Jemur Baju di Depan Rumah

    Dilansir situs The Spruce, berikut sejumlah alasan mengapa sebaiknya jangan menjemur pakaian di depan rumah:

    1. Bikin Baju Jadi Bau

    Alasan yang pertama adalah membuat baju yang telah dicuci menjadi bau. Sebab, pakaian langsung terpapar dengan udara luar yang tidak selalu bersih. Apalagi jika kamu tinggal di lingkungan yang kotor, maka pakaian bisa cepat bau saat dijemur.

    Baju juga bisa bau karena terpapar asap dari pembakaran sampah, asap kendaraan bermotor, atau debu dari material bangunan. Selain bikin tidak nyaman, menggunakan pakaian yang penuh debu dan kotor juga berbahaya bagi kesehatan.

    2. Rawan Terkena Serangga dan Kotoran

    Menjemur pakaian di depan rumah sangat rentan terhadap serbuan serangga seperti nyamuk, lalat, dan semut. Apabila ada semut yang masuk ke dalam pakaian tanpa disadari, maka kulit bisa mengalami gatal-gatal saat memakai baju tersebut.

    Selain itu, menjemur baju di depan rumah juga rentan terkena kotoran dari hewan, sehingga membuat baju jadi kotor dan bau. Mau tak mau pakaian yang awalnya bersih harus dicuci ulang.

    3. Kondisi Cuaca yang Tidak Menentu

    Belakangan ini kondisi cuaca di beberapa daerah sedang tidak menentu. Saat pagi hari cuaca tampak cerah, tapi ketika siang menjelang sore bisa terjadi hujan.

    Apabila kamu menjemur pakaian di depan rumah saat cuaca tidak menentu, bisa saja pakaian yang sudah kering akhirnya basah dan kotor lagi karena terkena air hujan.

    Perlu diingat, segera cuci kembali pakaian yang basah karena terkena hujan. Meski sebenarnya bisa dikeringkan, tapi air hujan yang kotor dan menempel di pakaian bisa membuat kulit gatal-gatal.

    4. Merusak Estetika Rumah

    Menjemur pakaian di depan rumah juga dapat merusak estetika hunian. Sebab, adanya tali jemuran dan pakaian yang digantung di halaman depan bisa memberikan kesan berantakan dan sumpek.

    Menjemur pakaian di depan rumah juga memberikan kesan tidak nyaman bagi tamu atau tetangga yang datang. Bahkan, baju yang digantung bisa menghalangi jalan masuk bagi orang saat bertamu ke rumah kamu.

    Maka dari itu, sebaiknya jemur pakaian yang telah dicuci di halaman belakang agar tidak terlihat oleh tamu atau tetangga yang datang. Selain itu, pakaian jadi lebih bersih dan tetap wangi karena tidak terkena debu atau kotoran yang terbang di udara.

    Itulah empat alasan mengapa jangan menjemur pakaian di depan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Alternatif Keringkan Pakaian Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, salah satu tantangannya adalah jemuran kemungkinan tidak akan kering dalam 24 jam. Sebab, saat menjemur pakaian panas matahari sangat diperlukan. Saat langit mendung udara akan terasa lembap dan pengap, bukan panas kering saat hari cerah.

    Dilansir Lifestyle Clotheslines, berikut cara alternatif mengeringkan pakaian di tengah musim hujan.

    1. Pakai Mesin Pengering

    Saat cuaca tidak menentu seperti ini, kita membutuhkan alat-alat canggih yang bisa membantu pekerjaan sehari-hari. Salah satunya adalah membeli mesin cuci yang lengkap dengan mesin pengering cepat. Sebab, alat pengering benar-benar dapat mengurangi air pada pakaian cukup signifikan. Pakaian saat keluar dari mesin cuci hanya terasa lembap bukan basah. Dengan hanya terkena angin semalaman, pakaian akan kering keesokan harinya. Mencuci pakaian akan jauh lebih mudah dan bisa diselesaikan dalam waktu singkat.


    2. Jemur Pakaian di Dalam Ruangan

    Ini mungkin bukan cara yang baru, tetapi ada teknik tertentu yang dapat mempercepat pengeringan pakaian. Beberapa teknik efisien yang bisa kamu terapkan adalah sebagai berikut.

    • Gunakan Jemuran Portabel

      Jemuran portabel adalah jenis gantungan baju pada umumnya. Pakaian basah lebih baik digantung per helai agar pengeringannya lebih cepat daripada ditumpuk di tempat yang sempit.

    • Pastikan Pakaian Terkena Angin

      Walaupun tidak ada matahari, pakaian bisa kering jika terkena angin dalam waktu lama. Selain itu, pastikan ruangan tempat menjemur pakaian memiliki ventilasi yang cukup untuk keluar masuk udara.

    • Harus Langsung Dijemur

      Setelah pakaian selesai dikeringkan, pakaian harus langsung dijemur untuk mempercepat proses pengeringan. Terlalu di dalam mesin cuci justru membuat pakaian berbau tak sedap dan memicu pertumbuhan jamur.

    3. Pakai Metode Pengeringan Alternatif

    Sumber panas bukan hanya dari matahari, ada perangkat elektronik yang bisa menghasilkan panas, yakni pengering rambut atau setrika. Pastikan untuk memperhatikan jenis kain dan pengaturan suhu agar pakaian tetap aman dari kerusakan.

    4. Gantung Pakaian Cukup Tinggi

    Menurut professional cleaning expert di Letti & Co Bret Jackson ketika menjemur pakaian basah, ujung pakaian jangan sampai menyentuh lantai sampai seperti kain pel. Hal tersebut dapat karena akan memicu munculnya area lembap dan pakaian jadi lebih kering. Oleh karena itu, ketika menggantung pakaian basah di dalam dan luar, ujung pakaian jangan sampai menyentuh lantai.

    “Jika kamu tidak memiliki tali untuk menjemur pakaian, kamu bisa menggantung pakaian di kursi atau di rak pengering,” tuturnya.

    Itulah beberapa tips ampuh mengeringkan pakaian dengan cepat dan efisien di musim hujan. Mengeringkan pakaian di musim hujan memang bisa menjadi tantangan, tetapi dengan tips-tips di atas, kamu bisa mengatasi masalah ini dengan lebih mudah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Basmi Belatung di Tempat Sampah Bisa Pakai Pemutih, Ini Caranya!


    Jakarta

    Belatung adalah salah satu hewan yang sering ditemukan di tempat kotor. Belatung biasanya muncul di luar ruangan, tetapi juga bisa ada di dalam rumah seperti di tempat sampah.

    Kehadiran belatung di tempat sampah bikin sebagian orang merasa jijik. Selain itu, kemunculan belatung juga menandakan kalau rumah kamu sangat jorok karena tempat sampah tidak segera dibuang dan dibiarkan menumpuk.

    Bagi kamu yang sedang pusing mencari cara membasmi belatung, jangan khawatir. Sebab, hewan ini dapat dibasmi dengan hanya menggunakan pemutih. Bagaimana caranya? Simak dalam artikel ini.


    Cara Basmi Belatung dengan Pemutih

    Sebagai informasi, belatung adalah lalat muda alias larva lalat. Hewan ini tidak memiliki kaki dan warnanya putih. Dilihat secara sekilas belatung mirip seperti cacing. Hewan ini memiliki 1-2 bintik hitam pada salah satu ujungnya yang berfungsi sebagai lubang pernapasan.

    Pada umumnya belatung dapat ditemukan dalam jumlah banyak pada satu tempat tertentu. Mereka akan berubah menjadi kepompong, lalu akhirnya menjadi lalat.

    Belatung dapat hilang dengan sendirinya jika sudah menjadi lalat dan memakan semua sumber makanan, sehingga area tersebut tak bisa lagi menjadi tempat bertelur. Faktor cuaca juga dapat membunuh belatung karena tidak dapat bertahan hidup di kondisi terlalu dingin atau panas

    Jika kamu menemukan ada banyak belatung di rumah, terutama di tempat sampah dapur, sebaiknya segera dibasmi sebelum jumlahnya semakin banyak. Cara basmi belatung bisa menggunakan cairan pemutih saja, lho.

    Dilansir situs The Spruce, berikut cara basmi belatung dengan menggunakan pemutih pakaian:

    1. Tuang cairan pemutih ke tisu dapur, jangan terlalu banyak karena membuat tisu hancur
    2. Oleskan tisu yang berisi cairan pemutih ke area yang banyak ditemukan belatung, khususnya di tempat sampah. Jika merasa jijik, gunakan sarung tangan karet saat mengoleskan tisu
    3. Buang tisu yang sudah berisi belatung tersebut ke tempat sampah
    4. Diamkan selama beberapa saat, kemudian cek kembali apakah belatung sudah mati atau belum.

    Selain mengoleskan tisu yang sudah dibasahi cairan pemutih ke tempat sampah, kamu juga dapat membuat obat semprot dari pemutih. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Tuang sekitar 50-100 ml cairan pemutih ke dalam botol semprot, lalu campurkan dengan air secukupnya
    2. Kocok botol hingga pemutih dan air tercampur rata
    3. Semprotkan cairan pemutih ke area yang terdapat belatung di tempat sampah
    4. Tunggu sesaat sampai cairan pemutih bereaksi untuk membunuh belatung.

    Perlu diingat, jauhkan hewan peliharaan dan anak kecil saat menggunakan obat semprot pemutih agar tidak terpapar kandungan zat di dalamnya.

    Demikian cara membasmi belatung hanya dengan cairan pemutih. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Efektif Atasi Bau Apek di Lemari Pakaian, Bisa Pakai Soda Kue


    Jakarta

    Lemari pakaian merupakan salah satu furnitur yang terkadang luput dari perhatian. Padahal, jika jarang dirawat bisa menimbulkan bau apek.

    Aroma tersebut membuat pakaian yang disimpan di dalam lemari juga ikut bau. Hal ini tentu bikin jengkel apalagi banyak pakaian bagus dan mahal yang disimpan di dalam lemari.

    Jika lemari pakaian kamu mengeluarkan bau apek, jangan panik dan khawatir. Sebab, ada sejumlah cara mudah dan efektif untuk mengatasinya. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Lemari Pakaian Bau Apek

    Penyebab utama muncul bau apek setiap kali membuka lemari pakaian karena dipicu oleh kelembapan tinggi yang terperangkap di serat kayu, sehingga tidak dapat mengering.

    “Banyak hal yang dapat menyebabkan bau apek di dalam lemari Anda, tapi penyebab utamanya karena kelembapan tinggi,” kata pemilik Resurrect Wood Refinishing Erine Laine, dikutip Southern Living.

    Erine menyebut material kayu pada lemari pakaian bersifat organik dan memiliki serat-serat yang akan bereaksi terhadap kelembapan. Maka dari itu, kayu dapat memuai dan menyusut seiring perubahan suhu dan kelembapan.

    Kelembapan tinggi yang terperangkap di serat kayu membuatnya sulit mengering. Hal itu bisa menyebabkan tumbuhnya bakteri, lumut, atau jamur di dalam lemari baju.

    Menurut Erine, faktor usia lemari tidak memengaruhi penyebab bau apek. Meski lemari kayu sudah berusia tua, namun bukan berarti jadi mudah lembap dan mengeluarkan bau tidak sedap.

    “Usia lemari hampir tidak berpengaruh terhadap bau. Jika kayu tersebut benar-benar kering, seharusnya tidak tercium bau apek yang menyengat,” ujarnya.

    Cara Hilangkan Bau Apek di Lemari

    Ada sejumlah cara mudah dan efektif untuk menghilangkan bau apek di lemari pakaian. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Keluarkan Isi Lemari

    Keluarkan seluruh isi di dalam lemari pakaian. Langkah ini dilakukan agar lebih mudah untuk mengecek sumber bau apek.

    Jika ternyata bau apek berasal dari pakaian, maka segera cuci ulang pakaian tersebut dan jemur di bawah sinar matahari. Kalau masalahnya dari dalam lemari, sebaiknya cari sumber baunya.

    2. Cek Bagian Dalam Lemari

    Erine menyarankan agar mengecek bagian dalam lemari secara detail untuk mencari tahu apa penyebab muncul bau apek. Bisa jadi ada jamur yang tumbuh di dalam lemari sehingga memicu bau apek.

    “Saya sarankan menggunakan senter saat mengecek bagian dalam lemari sehingga lebih mudah mencari spora atau menyewa ahli untuk memeriksanya,” papar Erine.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Apabila setelah dicek ternyata tidak ada jamur, Erine menyarankan untuk mengeluarkan bau apek terlebih dulu dari dalam lemari. Caranya adalah dengan menggunakan kipas angin agar mengalirkan udara sekaligus membawa keluar bau apek.

    “Gunakan kipas angin untuk mengalirkan udara selama yang dibutuhkan untuk mengeringkan lemari. Proses ini bisa memakan waktu beberapa hari, jadi Anda harus memastikan agar pintu lemari tetap terbuka,” jelasnya.

    4. Pakai Soda Kue

    Setelah dibiarkan terbuka, coba cek kembali bagian dalam lemari apakah masih tercium bau apek atau tidak. Jika masih ada sisa aroma tidak sedap, kamu bisa menggunakan soda kue untuk menyerap bau.

    Caranya mudah, cukup tuang baking soda secukupnya ke dalam wadah, lalu letakkan wadah tersebut ke dalam lemari. Tutup pintu lemari dan biarkan soda kue bekerja semalaman untuk menyerap bau apek. Ulangi langkah tersebut jika masih tercium bau apek di lemari.

    Setelah bau apek hilang, Erine mengingatkan agar tidak menggunakan semprotan pengharum ruangan ke dalam lemari pakaian. Hal tersebut bisa menambah kelembapan sehingga muncul bau apek lagi.

    “Apa pun yang Anda lakukan, pokoknya jangan semprotkan pengharum ruangan atau produk beraroma lainnya ke dalam lemari. Hal itu dapat menambah tingkat kelembapan dan akan semakin memperburuk bau apek yang keluar,” pungkasnya.

    Itulah cara mudah dan efektif untuk membasmi bau apek di lemari pakaian. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui 7 Tanda Handuk Sudah Harus Diganti yang Baru


    Jakarta

    Handuk memiliki fungsi penting agar seluruh badan bisa kering setelah mandi. Handuk yang umumnya terbuat dari bahan katun juga perlu diganti dengan yang baru agar tetap nyaman saat dipakai.

    Kain handuk yang sudah tipis, kotor, dan bolong tentu kurang efektif dalam menyerap air sehingga tubuh akan tetap basah walau sudah dikeringkan. Namun, masih banyak yang tidak tahu tanda-tanda kalau handuk sudah perlu diganti.

    Agar tetap nyaman dan efektif menyerap air, ketahui ciri-ciri handuk yang harus diganti dengan yang baru dalam artikel ini.


    Tanda-tanda Handuk Perlu Diganti

    Ada beberapa tanda handuk perlu diganti dengan yang baru. Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut penjelasannya.

    1. Handuk Tidak Mampu Menyerap Air

    Tanda yang pertama dan mudah diketahui adalah handuk tidak dapat menyerap air secara optimal. Jika penghuni rumah merasa badan masih tetap basah meski sudah dikeringkan dengan handuk, itu tandanya handuk sudah perlu diganti.

    “Tanda-tanda yang menunjukkan sudah waktunya mengganti handuk Anda adalah ketika handuk tersebut sudah kehilangan sifat lembut dan kurang menyerap air,” kata pendiri dan CEO Weezie Towels Lindsey Johnson.

    2. Mengeluarkan Bau Tidak Sedap

    Handuk dapat mengeluarkan bau tak sedap seiring penggunaan. Bau tersebut bisa muncul karena handuk terlalu lembap akibat tidak dijemur di bawah matahari.

    Namun jika handuk sudah dicuci sampai bersih dan masih tercium aroma tidak sedap, itu tandanya sudah harus diganti dengan yang baru.

    3. Sudah Dipakai Selama Bertahun-tahun

    Handuk yang tidak diganti selama bertahun-tahun akan lebih cepat kotor dan bau. Lindsey menyebut batas waktu penggunaan handuk maksimal selama dua tahun setelah dibeli.

    “Jika dirawat dengan baik dan benar, handuk berkualitas tinggi dapat bertahan hingga dua tahun, tapi semua itu tergantung dari penggunaan,” ucapnya.

    4. Handuk Terasa Kasar

    Jika kain handuk sudah terasa kasar saat menyentuh kulit, bisa menandakan kalau handuk sudah perlu diganti dengan yang baru. Selain faktor penggunaan, handuk bisa terasa kasar akibat residu minyak tubuh.

    “Handuk bisa terasa kasar akibat residu minyak tubuh dan detergen yang menumpuk di dalam kain. Penumpukan ini dapat menyebabkan rasa kasar yang bikin tidak nyaman,” ujar Daelin Arney dan Cozy Earth.

    5. Warna Handuk Memudar

    Selain kain yang terasa kasar di kulit, tanda lainnya adalah warna handuk sudah mulai pudar. Jika handuk warnanya tidak secerah dulu, mungkin saatnya untuk membeli handuk baru.

    Namun jika handuk berwarna putih dan terlihat sudah kusam, cobalah untuk mengembalikan warnanya lagi dengan pemutih pakaian. Perlu diingat, cara ini akan berhasil jika handuk belum terlalu pudar dan kotor.

    6. Ada Bercak Jamur

    Beberapa orang terkadang tidak sadar jika ada jamur pada handuk yang digunakan setiap hari. Kalau menemukan ada bercak jamur yang cukup banyak, segera buang handuk tersebut dan beli yang baru.

    Jamur bisa muncul karena handuk sudah terlalu lembap. Cobalah menjemur handuk di bawah matahari setelah digunakan untuk mengeringkan badan.

    7. Handuk Sudah Robek

    Ciri-ciri terakhir adalah muncul sobekan atau lubang pada kain handuk. Pada dasarnya, handuk memang tidak dirancang untuk waktu yang lama sehingga cepat atau lambat bisa muncul lubang di beberapa sisi.

    Itulah tanda-tanda handuk sudah harus diganti dengan yang baru. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kutu Busuk Bisa Muncul di Sofa dan Kasur? Ini Penyebabnya



    Jakarta

    Kutu busuk adalah serangga yang suka menggigit dan bikin gatal kulit manusia. Serangga ini biasanya muncul pada bahan kain di rumah seperti sofa dan kasur.

    Pemilik rumah sering kali tidak menyadari kehadiran kutu busuk karena ukurannya yang sangat kecil. Mereka juga tidak tahu bagaimana bisa ada kutu busuk di sofa dan kasurnya.

    Memang, kenapa kutu busuk bisa muncul di sofa dan kasur ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Kutu Busuk Muncul di Sofa dan Kasur

    Dikutip dari Healthline, Selasa (9/9/2025), kutu busuk biasanya tinggal di tempat yang banyak dihuni manusia. Serangga ini menyukai manusia karena merupakan sumber darah yang dapat diisap.

    Sejumlah ahli mengatakan kutu busuk bisa melompat ke barang atau pakaian yang dikenakan manusia. Kutu busuk itu pun ikut pulang sampai rumah manusia. Biasanya kutu busuk ditemukan di berbagai tempat seperti hotel, apartemen, angkutan umum, dan alam bebas.

    Setelah sampai di rumah, orang yang dihinggapi kutu busuk bakal duduk di sofa atau tempat tidur. Momen itu menjadi kesempatan buat kutu busuk berpindah dengan cepat untuk membuat sarang dan berkembang biak di sana.

    Di sisi lain, kutu busuk bisa bertahan hidup meski satu tahun tidak makan. Oleh karena itu, penghuni perlu rutin membersihkan rumah dan membasmi serangga ini.

    Selain sofa dan kasur, ada tempat lain yang sering menjadi sarang kutu busuk di rumah. Sebaiknya penghuni lebih memperhatikan benda-benda yang rawan dihinggapi kutu busuk ini:

    • Seprai dan selimut
    • Bagian kepala tempat tidur
    • Tumpukan pakaian yang tidak dicuci selama berminggu-minggu
    • Di sela-sela kertas dinding yang mengelupas
    • Di bawah dan tepi karpet
    • Pakaian di dalam lemari
    • Koper
    • Kotak kardus
    • Tas yang jarang dipakai

    Itulah penyebab kutu busuk bisa berada di sofa dan kasur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ajaib! 4 Bahan Dapur Ini Bisa Hilangkan Noda di Pakaian


    Jakarta

    Saus sambal atau kecap manis yang tumpah ke baju dan celana rasanya bikin kesal. Terutama jika pakaian tersebut berwarna putih, tentu sangat terlihat jelas bekas noda yang menempel.

    Noda yang menempel di baju sebenarnya bisa dibersihkan menggunakan detergen. Namun, cara ini belum tentu efektif karena ada beberapa noda membandel yang sulit dihilangkan.

    Daripada kamu harus membeli baju baru, cobalah membersihkan noda di pakaian dengan sejumlah bahan dapur yang mudah didapat. Penasaran apa saja bahan tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Bahan Dapur Ini Bisa Atasi Noda di Baju

    Sejumlah pakar membagikan tips membersihkan noda di baju dengan menggunakan bahan dapur saja. Dilansir situs The Spruce, berikut bahan-bahannya:

    1. Cuka

    Bahan dapur yang pertama ada cuka putih. Kandungan asam asetat pada cuka disebut efektif untuk menghilangkan noda membandel di pakaian.

    Cara pakainya juga mudah, campur cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama, lalu aduk hingga merata. Setelah itu, oleskan cairan cuka pada noda di pakaian, lalu tunggu selama 10-15 menit, dan bilas dengan air bersih.

    2. Air Jeruk

    Selain cuka, kamu juga bisa menggunakan air jeruk untuk membasmi noda membandel di baju. Selain noda saus dan kecap, air jeruk juga bisa mengatasi noda keringat yang menempel di kerah baju.

    Cara pakainya cukup dengan mengoleskan air jeruk ke noda di pakaian, lalu jemur di bawah sinar matahari selama 30 menit. Jika sudah, bilas noda dengan air bersih.

    Air jeruk tak hanya efektif untuk mengatasi noda, tapi juga membantu menyegarkan pakaian. Kamu bisa menambahkan perasan air jeruk ke dalam mesin cuci agar baju terasa lebih wangi.

    “Air jeruk memang efektif mengatasi noda, tapi hindari penggunaannya pada kain halus atau berwarna karena dapat membuat warna jadi pudar,” kata pakar kebersihan Alicia Sokolowski.

    3. Soda Kue

    Tak hanya efektif mengatasi noda membandel di pakaian, soda kue juga dapat mencerahkan pakaian dan seprai putih, melembutkan kain handuk, dan menghilangkan bau pada pakaian. Soda kue dinilai efektif untuk menyerap cairan dan menetralkan zat asam.

    Agar efektif membasmi noda, para ahli menyarankan untuk membuat pasta dengan mencampur soda kue dan air dengan perbandingan 2:1. Lalu, oleskan pasta soda kue pada noda dan diamkan selama 10-30 menit. Jika sudah, bilas dengan air bersih.

    4. Garam

    Garam juga bisa dipakai untuk mengatasi noda, asalkan noda tersebut baru saja tumpah dan mengenai pakaian. Alicia menyarankan untuk segera menaburkan garam pada noda di baju untuk membantu menyerap cairan.

    Diamkan sekitar 5 menit agar garam bereaksi. Setelah itu, bersihkan garam dengan air dingin dan cuci baju tersebut segera mungkin sebelum noda sulit dihilangkan.

    Itulah empat bahan dapur yang ampuh mengatasi noda kotor di baju. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Mesin Cuci Tetap Awet? Hindari 5 Kebiasaan Buruk Ini


    Jakarta

    Cukup jarang ditemukan penyebab kerusakan mesin cuci karena digunakan setiap hari. Sebagai perangkat kebersihan tentu mesin cuci diproduksi agar mampu digunakan setiap hari. Lantas, apa yang menyebabkan mesin cuci rusak?

    Setiap perangkat elektronik sebenarnya berpotensi mengalami kerusakan. Penyebabnya beragam, bisa karena kerusakan pada mesin, usia penggunaan yang sudah lama, dampak dari bencana alam, dan yang paling sering disebabkan karena salah penggunaan.

    Dilansir Good House Keeping, berikut beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat memakai mesin cuci.


    1. Memasukkan Pakaian Berlebihan

    Sebelum memakai mesin cuci, ketahui dulu bagaimana cara kerjanya. Salah satunya adalah mengetahui seberapa banyak pakaian yang bisa dimasukkan ke dalam wadah. Ada yang mengatakan hanya setengah dari kapasitas tabung dan ada yang 3/4. Berat maksimal ini berguna agar ketika mencuci pakaian tidak sulit memutar dan setiap sisi pakaian dapat bersih merata.

    Mesin cuci yang terlalu penuh bisa menyebabkan proses pencuciannya macet dan selesai lebih lama. Semakin sedikit pakaian yang ada di dalam, proses pencucian akan lebih maksimal dan bersih.

    2. Menggunakan Jenis Detergen yang Salah

    Umumnya mesin cuci menggunakan jenis detergen cair. Produsen juga lebih banyak mengeluarkan detergen cair dengan fungsi ganda agar dapat menghilangkan noda, melembutkan pakaian, hingga memberikan wangi pada pakaian dalam satu produk.

    Beberapa mesin cuci juga ada yang kurang cocok menggunakan detergen bubuk karena bisa meninggalkan kotoran dan menyumbat sistem di dalamnya. Jika ingin menggunakan detergen bubuk sebaiknya dilarutkan dahulu dengan air agar tidak ada bubuk yang tertinggal di dalam wadah.

    3. Lupa Mengeluarkan Benda yang Tertinggal di Pakaian

    Peraturan yang tak kalah penting saat mencuci baju menggunakan mesin cuci adalah keluarkan semua benda yang tidak bisa dicuci. Dengan kata lain, cek dahulu semua kantong di pakaian jangan sampai ada barang yang tidak bisa dicuci. Banyak kejadian, tisu, uang, gelang, jam tangan, hingga ponsel ikut tercuci. Benda-benda tersebut akan berbahaya karena bisa merusak mesin cuci.

    Selain itu, bulu hewan peliharaan atau daun-daunan juga berbahaya jika tertinggal di mesin cuci. Kotoran-kotoran tersebut bisa menyumbat drainase mesin cuci.

    4. Sering Memakai Mesin Cuci Hingga Bergetar

    Mesin cuci yang bergetar biasanya dikarenakan kelebihan muatan atau posisi meletakkannya tidak seimbang. Mesin cuci yang sering bergetar dapat memicu kerusakan pada sistem di dalamnya.

    5. Jarang Membersihkan Mesin Cuci

    Ketika memakai mesin cuci, kebanyakan penggunanya lupa jika mesin cuci juga harus rutin dibersihkan. Meskipun air bisa keluar masuk secara otomatis ketika digunakan, tetapi kotoran akan sulit keluar karena terhalang pakaian.

    Cara membersihkan mesin cuci adalah dengan air hangat, kemudian tuangkan cairan pembersih khusus mesin cuci ke dalamnya. Operasikan mesin cuci seperti biasa. Ketika air berputar, biasanya kotoran yang mengendap akan naik ke atas. Ulangi cara ini sampai tidak terlihat ada kotoran yang mengambang. Setelah itu ambil filter mesin cuci dan sikat hingga bersih.

    Itulah 5 kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com