Tag: paparan sinar

  • 5 Penyebab Ruangan Terasa Panas dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Udara panas dari luar dapat membuat ruangan di dalam rumah ikut terasa hawa panas. Alhasil, kamu akan kegerahan dan tidak nyaman berlama-lama di ruangan tersebut.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan ruangan terasa panas. Namun jangan khawatir, sebab ada beberapa cara untuk menghilangkan hawa panas di dalam ruangan.

    Lantas, apa saja penyebab ruangan terasa panas? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Ruangan Terasa Panas

    Ruangan yang terasa panas tentu bikin tidak nyaman penghuninya. Apabila rumah detikers terasa panas, berikut sejumlah penyebabnya yang dilansir situs Sansone Air Conditioning:

    1. Paparan Sinar Matahari Berlebih

    Penyebab yang pertama akibat paparan sinar matahari berlebih. Jika ruangan di dalam rumah terdapat banyak jendela, maka panas matahari dari luar akan terperangkap di dalam ruangan, sehingga menimbulkan efek rumah kaca.

    2. Ventilasi Udara Tertutup

    Jika ventilasi udara di rumah tertutup atau terhalang oleh furnitur atau kain pelapis, alhasil aliran udara akan terganggu. Kondisi itu menyebabkan beberapa ruangan jadi lebih panas dibandingkan ruangan lainnya.

    3. Tinggal di Rumah Bertingkat

    Apabila detikers tinggal di rumah bertingkat, maka lantai atas rumah cenderung lebih hangat saat musim panas dan lebih dingin ketika musim hujan. Hal itu disebabkan lantai paling atas lebih banyak bersentuhan langsung dengan elemen luar.

    4. Warna Tembok Gelap

    Mengutip laman Homes and Gardens, warna tembok gelap bersifat menyerap panas, sehingga dapat membuat ruangan terasa lebih hangat ketika cuaca sedang cerah. Untuk itu, sebaiknya pilih cat tembok dengan warna cerah atau pastel sehingga tidak menyerap panas sekaligus terlihat estetik.

    5. Lampu yang Terus Menyala

    Faktor lain yang menyebabkan ruangan terasa panas karena lampu yang terus menyala. Sebab, lampu dapat menghasilkan hawa panas jika dalam keadaan menyala terus menerus.

    Oleh sebab itu, sebaiknya batasi penggunaan lampu dan pastikan tidak selalu menyala. Misalnya, matikan lampu di siang hari dan ketika tidur di malam hari. Selain mengurangi hawa panas, langkah tersebut juga bisa menghemat listrik.

    Cara Mengatasi Ruangan yang Panas

    Ruangan yang terasa panas bisa bikin badmood dan kesal. Apalagi jika detikers kondisinya merasa lelah dan butuh istirahat, tentu semakin tidak nyaman.

    Tapi jangan khawatir, ada sejumlah cara mengatasi ruangan yang panas. Mengutip BBC, berikut sejumlah caranya:

    1. Cegah Sumber Panas Masuk ke Dalam Rumah

    Cara yang pertama adalah dengan mencegah sumber panas masuk ke dalam rumah. Saat siang hari, biasanya suhu udara di luar rumah akan terasa lebih panas daripada di dalam rumah.

    Ada cara mudah untuk mencegah hawa panas masuk ke dalam rumah, yakni dengan menutup jendela, pintu, dan ventilasi di siang hari. Selain itu, kamu juga perlu menutup akses masuk cahaya matahari dengan menggunakan gorden, tapi jangan terlalu tebal agar hawa panas tidak terperangkap.

    2. Buat Sirkulasi Udara

    Kamu juga bisa membuat sirkulasi udara di dalam rumah agar ruangan tetap terasa sejuk. Namun, pastikan bahwa udara di luar lebih sejuk dibandingkan di dalam rumah. Kondisi ini dapat terjadi saat pagi dan malam hari.

    Cara membuat sirkulasi adalah dengan membiarkan jendela yang searah dengan laju angin terbuka. Hal ini untuk membiarkan udara sejuk masuk sekaligus mengeluarkan panas.

    Apabila di rumah kamu tidak ada jendela yang searah dengan laju angin, detikers bisa mencoba menggunakan kipas untuk mendorong angin sejuk ke dalam rumah.

    Udara panas juga cenderung naik dan terperangkap di bagian atas rumah. Untuk itu, jika memiliki jendela atau ventilasi di loteng rumah, detikers bisa mencoba untuk membukanya. Apabila rumah terdiri dari dua lantai atau lebih, kamu bisa mencoba membuka jendela di lantai paling atas.

    Demikian penjelasan mengenai lima penyebab ruangan terasa panas dan cara mengatasinya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Gerah, Ini 6 Cara Jitu Tangkal Sinar Matahari Masuk Rumah


    Jakarta

    Indonesia telah memasuki musim kemarau yang artinya intensitas hujan akan menurun dan paparan sinar matahari semakin terik dan terasa panas. Cuaca panas bisa membuat ruangan yang ada di dalam rumah terasa panas.

    Posisi rumah penting untuk diperhitungkan, supaya rumah tidak terlalu terpapar sinar matahari yang menyengat. Bagi rumah yang menghadap timur atau barat bisa saja terpapar sinar matahari yang cukup intens pada pagi maupun sore hari.

    Lantas, bagaimana cara menangkal sinar matahari supaya rumah tidak terlalu panas?


    “Untuk mengoptimalkan kenyamanan, hadap rumah di Indonesia sebaiknya ke arah utara-selatan,” kata Direktur Home-Works Wahyu Achadi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    “Terpapar sinar matahari langsung cukup lama akan membuat suhu udara di dalam rumah panas,” lanjut Wahyu.

    Wahyu mengatakan bahwa ada beberapa rekayasa yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari paparan sinar matahari langsung ke dalam rumah. Berikut ini beberapa cara untuk menghalau sinar matahari masuk ke dalam rumah.

    Cara Tangkal Sinar Matahari Masuk Rumah

    1. Menanam Pohon

    Pohon bisa membantu untuk mengurangi pancaran sinar matahari yang masuk ke rumah. Biasanya, rumah yang menghadap ke arah barat akan sangat silau dari pukul 14.30 sampai 16.30.

    Jenis pohon yang disarankan adalah yang tumbuh meninggi dengan tajuk ranting tidak melebar, seperti palem, bambu, glodokan tiang, atau pucuk merah yang mudah dibentuk.

    “Fungsi pohon ini juga bukan hanya menahan sinar matahari, tapi juga menyerap polusi, penyedia oksigen, hingga buffer suara dari luar,” jelas Wahyu.

    2. Tanaman Rambat

    Tanaman rambat dapat menjadi alternatif jika menanam pohon tidak memungkinkan. Agar dapat mempercantik rumah, kamu harus memperhatikan estetika tanaman dengan rajin merapikan sudut-sudut rambatannya. Jika tidak, tanaman rambat malah akan memberikan kesan seperti rumah yang tidak terawat.

    “Selain bisa menahan sinar matahari yang masuk, tanaman rambat juga bisa mempercantik tampilan ataupun fasad rumah,” jelas Wahyu.

    3. Optimalkan Teras

    Untuk mengurangi dampak buruk sinar matahari, fungsi teras dapat dioptimalkan dengan meletakkan banyak tanaman di dalam pot. Dengan begitu, sinar matahari dapat tersaring sebelum masuk ke rumah.

    “Dengan banyak tanaman di teras juga membuat udara yang masuk ke dalam rumah lebih segar,” jelas Wahyu.

    4. Kisi-Kisi

    Rekayasa yang dapat dilakukan selanjutnya adalah dengan membuat kisi-kisi sebagai celah udara. Kisi-kisi ini dipasang di area teras atau dinding bagian depan rumah untuk menghambat cahaya matahari yang menyilaukan.

    “Cahaya yang silau bisa dihambat dengan keberadaan kisi-kisi sebagai secondary skin pada bagian dinding terluar yang akan menyaring sinar matahari,” kata Wahyu.

    5. Overstek atau Kanopi

    Kamu bisa juga memasang overstek atau kanopi untuk mengurangi cahaya matahari yang masuk.

    “Overstek atau kanopi bisa menjadi solusi dengan membuat semacam bidang transparan atau seunscreen dengan bentuk vertikal maupun horizontal,” kata Wahyu.

    Untuk rumah bergaya tropis, gunakan overstek atau kanopi yang lebar. Sementara itu, rumah minimalis sebaiknya menggunakan overstek atau kanopi di atas jendela.

    6. Kaca Film

    Sebagai solusi terakhir, kamu juga bisa memasang kaca film jika pancaran sinar matahari yang masuk terlalu kuat. Kaca film ini dipasang pada jendela besar di depan rumah. Di bagian dalam rumah, kamu juga bisa memasang gorden transparan (vitrase).

    Itulah beberapa rekayasa yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari paparan sinar matahari langsung ke dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Sederet Barang Ini Tak Boleh Ditaruh Dekat Jendela



    Jakarta

    Jendela menjadi bagian yang cukup penting bagi sebuah rumah. Selain agar masuknya pencahayaan dari luar, jendela juga berfungsi sebagai sirkulasi udara.

    Nah sering kali jeda di pinggir-pinggir jendela dimanfaatkan untuk menaruh barang, Seperti tanaman ataupun hiasan. Padahal tidak semua barang-barang bisa tahan terpapar sinar matahari. Banyak barang yang dapat menua lebih cepat, mengalami perubahan warna, dan bisa saja hancur karena paparan sinar UV sehingga sangat penting untuk memperhatikan hal itu.

    Melansir Better Homes & Gardens, Rabu (6/112024), berikut beberapa barang yang sebaiknya tidak diletakkan dekat dengan jendela agar mengurangi paparan sinar matahari.


    Karya Seni

    Sinar matahari dapat memberikan sorotan alami untuk karya seni, namun lebih baik memilih cahaya buatan yang tidak akan memudarkan atau mengubah warna karya seni kamu. Jika karya seni berada di dekat jendela, sebaiknya bingkai dengan kaca penyaring UV.

    Lilin Aromaterapi

    Aroma dan warna lilin akan rusak jika kamu menaruhnya di dekat jendela. Sinar matahari akan menyebabkan proses oksidasi yang merusak unsur-unsur wangi dan pewarna lili. Simpan lilin di tempat tersembunyi untuk memastikan aromanya tetap harum.

    Buku

    Sinar matahari dapat mempercepat kerusakan buka, sehingga kerusakan yang terjadi tidak dapat dibetulkan. Kerusakan seperti halaman buku yang menguning dan rapuh, perubahan warna pada sampul, dan jilidan buku yang longgar.

    Gunakan kotak untuk menyimpan buku-buku yang paling rapuh atau mudah rusak, dan menata ulang koleksi buku serta simpan di tempat yang sejuk dan gelap sehingga akan menjaga kondisi buku tetap bagus.

    Foto

    Sinar UV matahari dapat memudarkan warna lebih cepat daripada yang seharusnya, penting untuk menyimpannya dengan hati-hati. Hasil cetak harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering, pilih kaca pelindung UV untuk menjaga foto agar tidak rusak.

    Perlengkapan Pembersih

    Sinar matahari dapat menjadi pembersih alami, namun sinar matahari tidak akan membantu larutan pembersih karena panas dan kelembapan yang ditimbulkan. Perubahan ini dapat mempengaruhi kualitas perlengkapan pembersih kamu.

    Lebih baik menyimpan perlengkapan rumah tangga di bawah wastafel atau di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari jangkauan anak-anak.

    Elektronik

    Peralatan elektronik harus tetap dingin, oleh karena itu peralatan elektronik harus diletakkan di tempat yang mendapatkan ventilasi dan sirkulasi udara yang baik. Meletakkan peralatan ini di dekat jendela dapat menyebabkan peralatan menjadi panas dan rentan kerusakan.

    Jika kamu meletakkan peralatan elektronik di dekat jendela dan menyadari bahwa terlalu panas, pindahkan peralatan ke tempat yang teduh dan jangan gunakan lagi hingga peralatan tersebut dingin.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Cegah Toren Air Ditumbuhi Lumut Agar Selalu Bersih



    Jakarta

    Toren air adalah tangki atau tempat untuk menyimpan cadangan air bersih di rumah. Tangki yang berisi air ini bisa ditumbuhi lumut karena kondisinya yang lembap.

    Belum lagi ada paparan sinar matahari yang menembus tangki, sehingga mendukung pertumbuhan lumut. Kalau sudah ditumbuhi lumut, air akan tercemar dan mempengaruhi kebersihannya.

    Lalu, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


    Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah cara mencegah lumut tumbuh di atas toren, dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr.

    1. Tutup Tangki dengan Rapat

    Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

    2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

    Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    4. Rutin Kuras Toren Air

    Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

    Itulah cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 6 Benda Ini Mudah Rusak Jika Terkena Sinar Matahari Langsung


    Jakarta

    Konon elemen yang disebut berisiko merusak barang-barang di rumah adalah air. Sebab, air dapat mempengaruhi kualitas bahan dan membuat lembap sehingga banyak benda-benda di rumah diminta untuk diletakkan di tempat yang kering.

    Namun, ada lagi lho ancaman lain yang juga harus dijauhkan dari benda-benda di rumah, yakni sinar matahari. Hal berbahaya dari adanya sinar matahari adalah sinar UV. Sinar satu ini tidak terlihat secara kasat mata tetapi keberadaannya baru disadari setelah benda-benda di rumah banyak yang rusak.

    Dilansir Library of Congress, sinar UV dapat membuat warna pada beberapa benda memudar. Selain itu, radiasinya dapat merusak serat pakaian dan ikatan kimia pada bahan benda tersebut.


    Bahaya dari sinar UV ini membuat banyak produsen berlomba untuk membuat produk dengan bahan yang tahan terhadap sinar UV. Namun sayangnya, pasokannya tidak sebanyak dengan barang-barang yang memakai kualitas tambahan tersebut.

    Dilansir The Spruce, berikut beberapa benda yang tidak boleh terkena sinar matahari langsung.

    1. Furniture Kayu

    Banyak yang mengatakan kekurangan dari bahan kayu adalah mudah lapuk dan keropos karena rayap. Namun, jarang yang mengatakan sinar matahari dapat menjadi salah satu ancaman tersebut.

    Sinar UV dapat menyebabkan perubahan warna dan pemudaran pada kayu keras dan pelapis kayu. Bahkan kayu dapat melengkung dan retak jika kondisinya sudah parah.

    Cara untuk melindungi furniture kayu dari sinar UV adalah tidak meletakkan barang dari kayu di area yang terbuka. Untuk melindungi furniture kayu yang berada di dalam rumah, bisa dengan memasang tirai atau kaca film yang dapat menghalau paparan sinar matahari langsung. Akan tetapi hal itu berisiko membuat bagian dalam rumah memang akan terasa lebih gelap.

    Cara lain yang bisa dilakukan yaitu memindahkan furniture kayu ke area yang lebih dalam dan jauh dari paparan sinar matahari langsung.

    2. Bahan Tekstil

    Kepala Elaine Santos Design Elaine Santos memperingati agar bahan-bahan tekstil sebaiknya jauh dari paparan sinar matahari. Material ini paling rentan dan paling cepat rusak jika terkena sinar UV.

    Sinar UV dapat mempengaruhi warna dan daya tahan serat pada tekstil. Tekstil di sini bukan hanya pakaian, melainkan perabotan yang bahannya lembut dari kain, termasuk gorden jendela yang fungsinya untuk menghalau sinar matahari. Elaine menyarankan agar gorden juga dipasang yang memiliki daya tahan untuk menangkis sinar UV.

    3. Karpet

    Banyak karpet terbuat dari bahan kain atau tekstil. Letaknya yang berada di bawah, mudah sekali terpapar sinar matahari langsung. Hal ini dapat menyebabkan karpet berubah warna dan kualitasnya menurun. Cara untuk menjaga karpet dapat tahan lama dengan memakainya saat dibutuhkan saja dan simpan rapi saat tidak dipakai.

    4. Sarung Bantal dan Selimut

    Jenis tekstil lainnya yang juga harus dijauhkan dari sinar matahari langsung adalah kasur di rumah terutama yang memakai sarung bantal dan selimut dari bahan kain. Sarung bantal yang sering terpapar sinar matahari akan lebih pudar warnanya daripada sisi lainnya.

    5. Foto Cetak dan Lukisan

    Barang yang rentan rusak karena sinar UV adalah foto cetak dan lukisan. Menurut Presiden dan Direktur Kreatif Keita Turner Design, Keita Turner, kedua barang tersebut rentan pudar dan mengalami perubahan warna jika terkena sinar matahari langsung.

    “Sebaiknya simpan benda-benda berharga ini di tempat yang teduh agar tetap berkilau dan utuh selama bertahun-tahun mendatang. Namun, jika tidak memungkinkan, gunakan kaca pelindung UV atau akrilik saat membingkainya,” saran Turner seperti yang dikutip, Kamis (10/7/2025).

    6. Perabotan Kulit

    Bukan hanya tekstil dan perabotan kayu, barang-barang dari rumah yang berbahan kulit asli juga sebaiknya dijauhkan dari sinar matahari langsung. Paparan sinar UV yang terlalu lama dapat memudarkan dan mengeringkan kulit, serta yang paling parah adalah membuat permukaannya kaku dan retak.

    Cara mencegahnya dengan membuat penghalang agar sinar matahari tidak menyorot langsung ke barang-barang berbahan kulit. Bisa juga dengan memasang penutup pada perabotan tersebut.

    Itulah beberapa benda yang sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membuat Rumah Tetap Sejuk Tanpa AC



    Jakarta

    Cuaca belakangan ini terasa makin ekstrem. Siang hari begitu panas menyengat, sementara sore hari bisa tiba-tiba berubah menjadi mendung dan lembap. Akibatnya, kondisi dalam rumah pun kerap terasa gerah dan pengap.

    Mengandalkan pendingin ruangan (AC) memang menjadi solusi cepat untuk mengatasi panas, namun penggunaan AC terus-menerus bisa berdampak pada tagihan listrik yang membengkak. Tak hanya itu, sirkulasi udara yang terlalu tertutup akibat AC juga bisa berpengaruh pada kesehatan, seperti kulit kering atau iritasi saluran pernapasan.

    Lalu, bagaimana agar rumah tetap terasa sejuk tanpa harus bergantung pada AC? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan, dilansir berbagai sumber.


    1. Gunakan Kaca Film Surya

    Salah satu cara efektif mencegah panas masuk ke dalam rumah adalah dengan memasang kaca film surya pada jendela. Kaca film ini bekerja menghalau sinar matahari langsung, sehingga suhu di dalam rumah lebih terjaga.

    Meski sedikit mengurangi pencahayaan alami, kaca film modern saat ini tetap memungkinkan penghuni melihat jelas ke luar, hanya saja dari luar tampak lebih gelap.

    2. Sering Buka Jendela (di Waktu yang Tepat)

    Ventilasi alami tetap jadi kunci penting kenyamanan rumah. Namun, waktu membuka jendela juga perlu diperhatikan.

    Dilansir dari Real Simple, membuka jendela saat cuaca panas justru bisa membuat udara panas masuk. Sebaiknya, buka jendela di pagi hari atau menjelang malam saat udara mulai sejuk, agar aliran udara segar masuk dan sirkulasi di dalam rumah tetap lancar.

    3. Pasang Exhaust Fan

    Exhaust fan biasanya digunakan di dapur atau kamar mandi, tapi sebenarnya bisa dipasang di ruangan lain yang sering terasa pengap. Alat ini berfungsi menghisap udara panas dari dalam dan mengalirkannya ke luar ruangan, membantu udara sejuk masuk dan membuat ruangan lebih nyaman.

    4. Gunakan Tirai atau Gorden Cerah

    Selain kaca film, tirai juga bisa jadi pelindung tambahan dari paparan sinar matahari. Pilih tirai berwarna putih atau terang yang bisa memantulkan panas, bukan menyerapnya. Tirai juga bisa membantu menjaga privasi tanpa membuat ruangan jadi gelap total.

    5. Matikan Alat Elektronik yang Tidak Digunakan

    Tanpa disadari, alat elektronik seperti TV, lampu, komputer, hingga charger bisa menghasilkan panas yang menambah rasa gerah di dalam ruangan. Jadi, saat rumah terasa panas dan tidak nyaman, coba matikan peralatan yang tidak sedang digunakan.

    6. Letakkan Tanaman di Dalam Rumah

    Tanaman hias bukan hanya mempercantik ruangan, tapi juga membantu menyejukkan udara secara alami. Proses transpirasi tanaman-di mana air menguap lewat daun-dapat menurunkan suhu sekitar.

    Pilih tanaman dengan daun lebar seperti monstera, palem, atau peace lily. Letakkan di dekat jendela agar tetap mendapatkan sinar matahari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cahaya Alami Bisa Tekan Tagihan Listrik, Ini Triknya!



    Jakarta

    Matahari memberikan cahaya alami yang menerangi seluruh bumi. Cahaya alami ini seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik untuk rumah. Bahkan pemanfaatan cahaya alami ini bisa menekan tagihan listrik di rumah.

    Dengan pencahayaan alami yang optimal, kamu bisa mengurangi penggunaan lampu di siang hari sekaligus menciptakan suasana hunian yang lebih segar dan nyaman.

    Bukan cuma hemat listrik, paparan sinar matahari juga bisa meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh yang membuat mood jadi lebih baik. Kabar baiknya, memaksimalkan cahaya alami di rumah tidak harus renovasi besar-besaran.


    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

    Gunakan Cat Dinding dan Plafon Warna Terang

    Cat putih atau cerah memantulkan cahaya lebih baik sehingga ruangan terasa terang dan lapang.

    Pilih Cat Dinding Berkilau

    Cat dengan kilau tinggi bisa memantulkan cahaya seperti cermin sehingga ruangan lebih terang tanpa tambahan lampu.

    Manfaatkan Kaca atau Ubin Reflektif

    Material reflektif, terutama di dapur dan kamar mandi, mampu memantulkan cahaya hingga 100%.

    listrik

    Ganti Dinding dengan Blok Kaca

    Cocok untuk area yang biasanya gelap, blok kaca bisa membawa cahaya alami masuk ke dalam rumah.

    Pasang Skylight di Atap

    Skylight alias jendela atap memberikan cahaya konsisten langsung dari langit.

    Tambah Elemen Reflektif di Interior

    Cermin, lampu dinding, hingga pegangan kabinet berkilau dapat membantu cahaya menyebar ke seluruh ruangan.

    Gunakan Sun Tube

    Alternatif skylight yang lebih terjangkau ini bisa menyalurkan cahaya alami ke dalam rumah meski ruang terbatas.

    Dengan menerapkan trik-trik ini, rumah akan terasa lebih cerah, nyaman, sekaligus membantu menghemat tagihan listrik. Jadi, nggak ada salahnya mulai memanfaatkan sinar matahari sebaik mungkin mulai sekarang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com