Tag Archives: paparan

11 Barang di Rumah yang Tidak Boleh Dibersihkan dengan Air


Jakarta

Air adalah elemen utama dalam proses pembersihan, tapi tidak semua barang di rumah aman dicuci dengan air. Beberapa benda bahkan bisa rusak jika terkena air.

Sehingga, penting untuk mengetahui barang apa saja yang sebaiknya tidak dibersihkan dengan air. Simak penjelasannya berikut ini.

Barang di Rumah yang Tidak Boleh Dibersihkan dengan Air

Beberapa barang yang tidak boleh dibersihkan dengan air yaitu perabotan kayu, lantai kayu, hingga lampu. Mengutip laman Southern Living dan Martha Stewart berikut penjelasannya:


1. Perabotan Kayu

Kelembaban yang berlebihan bisa menyebabkan perabotan kayu melengkung dan terbelah. Air juga bisa merusak lapisan kayu yang dicat atau di-finishing. Jadi, sebaiknya bersihkan kayu dengan produk pembersih khusus kayu.

2. Lantai Kayu

Sama seperti perabotan kayu, lantai kayu juga bisa melengkung dan retak saat terkena air. Sehingga, jika ingin membersihkan lantai, gunakan kain pel yang diperas dengan benar. Setelah selesai mengepel, sebaiknya gunakan handuk microfiber untuk mengeringkan permukaan secara menyeluruh

3. Bahan Kulit

Seiring waktu, kelembaban yang berlebihan bisa merusak bahan kulit dan menghilangkan minyak alami yang dimilikinya. Sehingga bahan kulit menjadi kering dan rapuh. Boleh saja membersihkan noda pada kulit tapi hanya dengan sedikit air.

4. Beludru

Beludru sangat sensitif terhadap air. Air dapat meninggalkan bekas dan noda yang terlihat pada beludru. Selain itu, air juga bisa merusak tekstur beludru dan membuatnya terlihat kusut atau berubah warna.

5. Kulit Suede

Kulit suede sangat rentan dengan air. Ketika terkena suede, air akan meninggalkan bekas saat bahan tersebut mengering. Paparan air juga bisa menyebabkan warna suede menjadi luntur atau memudar, terutama bagi suede yang diwarnai.

6. Alat Elektronik

Membersihkan alat elektronik dengan air bisa berbahaya. Jika air mengenai beberapa komponen elektronik, maka korsleting bisa terjadi. Hal ini bisa menyebabkan malfungsi, kerusakan permainan seperti korosi, kerusakan komponen atau kebakaran listrik.

Untuk menghilangkan kotoran, debu, dan serpihan lainnya pada perangkat elektronik, gunakan kain lap microfiber. Penyedot debu kecil atau sikat gigi juga bisa membantu menghilangkan kotoran yang membandel atau menempel.

7. Kain Sutra

Air bisa melemahkan serat sutra dan menyebabkan tekstur bahan ini berubah. Selain itu, kelembaban yang berlebihan bisa meninggalkan noda dan menyebabkan warna pada sutra luntur dan memudar seiring waktu.

8. Kuningan

Kuningan yang terbuat dari campuran tembaga dan seng umumnya antikarat. Namun, pembersihan yang salah bisa menyebabkan beberapa masalah. Membersihkan perabot kuningan dengan air bisa menyebabkan bekas noda, kusam, hingga korosi.

9. Perak

Air juga bisa meninggalkan noda pada perak dan menyebabkan material tersebut lebih cepat memudar dan menyebabkan korosi. Air bisa meresap dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada perak.

10. Lampu

Membersihkan lampu dengan air bisa merusak bohlam dan juga soketnya. Paparan air bisa menyebabkan kerusakan pada kabel dan meningkatkan risiko kesalahan listrik. Hal ini bisa menimbulkan potensi bahaya kebakaran.

11. Marmer dan Granit

Marmer dan granit tidak cocok dibersihkan dengan air karena bisa mengikis lapisan pelindungnya. Setelah terkikis, material tersebut akan lebih rentan terhadap noda dan kerusakan lainnya. Jadi, gunakan larutan pembersih khusus untuk membersihkan marmer atau granit di rumah.

(row/row)



Sumber : www.detik.com

Ternyata Ini Alasan Toren Biru Lebih Banyak yang Beli



Jakarta

Toren atau tandon air memiliki beberapa jenis. Salah satu yang sering dibedakan dari segi warna.

Toren yang sering ditemukan warna oranye dan biru. Lalu apa perbedaan daru keduanya?

Sebenarnya selain berbeda dari segi warna dan kualitas, harga toren air warna oranye dan biru pun berbeda. Namun ternyata toren warna biru lebih banyak diminati.


Toren Biru Lebih Tahan Lumut

Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, mengatakan bahwa toren berwarna terang, seperti oranye atau kuning, lebih cepat pudar akibat paparan sinar matahari dibandingkan toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam.

Jika warnanya pudar, sinar matahari bisa tembus masuk ke dalam toren sehingga bisa memicu pertumbuhan lumut.

“Jadi, kena matahari itu dia lebih tembus gitu loh, jadi lumut itu lebih malah kena sinar matahari itu cepat lumutan gitu. Orange itu bukan memantul tapi malah nyerap, makin terang, orange itu malah nyerap jadi air di toren itu malah gampang lumutan,” tutur Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, kepada detikcom beberapa waktu lalu

Melansri detikEdu, lumut merupakan tumbuhan yang bisa memproduksi makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Bryophyta ini mudah tumbuh di daerah yang lembab, seperti toren yang memang digunakan untuk menampung air.

Berangkat dari hal tersebut, banyak konsumen yang lebih memilih toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam. Hal ini dituturkan pula oleh Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya.

“Kalau banyak orang ada yang bilang biru itu lebih tahan lumut, orange itu ya biasa gitu,” kata Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya, kepada detikcom, Kamis (26/10/2023).

“Beberapa langganan kita yang beli bahwa ‘kita mau yang warna biru, nih, lebih tahan lumut karena mataharinya nggak bisa nembus ke dalam’,” sambungnya.

Cuci dan Kuras Toren Berapa Kali?

Terlepas dari warnanya, toren pada akhirnya bisa kotor akibat lumut dan endapan kotoran dari sumber air rumah tangga yang kita gunakan. Maka, baik biru maupun oranye, sesuaikan kembali dengan preferensimu serta lakukan pencucian dan pengurasan toren jika kondisinya sudah kotor.

Mencuci dan menguras toren sebaiknya dilakukan rutin satu sampai dua kali dalam setahun.

“Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” kata Suratman.

Namun, hal ini bisa disesuaikan kembali dengan tingkat kebersihan sumber air di tempat tinggal masing-masing. Jika kamu merasa toren sudah kotor, lakukan pembersihan dan pengurasan sesegera mungkin.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Cek Atap Dak Beton Bocor dengan Teknik Perendaman Air



Jakarta

Atap dak beton biasanya memilik bentuk yang rata dan tidak menggunakan genteng. Meski tidak terlihat memiliki celah, dak beton juga bisa bocor atau rembes, lho.

Kebocoran dapat dipengaruhi dari bentuk atap yang datar, sehingga membuat air berkumpul di satu tempat seperti kolam. Oleh karena itu, kamu perlu membuat lubang dan pipa pembuangan air pada atap dak beton.

Kemudian, kamu perlu memastikan atap dak beton tidak rembes atau bocor pada saat pembangunan. Langkah ini penting untuk mencegah terjadi masalah nantinya.


Lantas, bagaimana cara cek atap dak beton tidak rembes atau bocor? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Cek Atap Dak Beton Bocor

Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky mengatakan salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk mengecek celah rembesan air adalah dengan teknik perendaman air. Hal ini dilakukan setelah fondasi atap dak di bagian atas telah selesai dan dilapisi water proofing.

Teknik ini harus dilakukan di awal sebelum pembangunan rumah selesai agar bisa segera diperbaiki. Selain memastikan tidak ada celah air masuk, teknik ini juga untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

Panggah mengungkapkan teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini dinilai efektif oleh para kontraktor guna memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.

“Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” kata Panggah saat dihubungi oleh detikProperti beberapa waktu lalu.

Kemudian, saat merendam air di dak beton tersebut, kamu bisa membiarkannya selama 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

Sembari menunggu, kamu bisa sesekali mengecek plafon atau dinding di bawah plafon. Panggah menjelaskan sifat air biasanya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Maka, apabila ditemui bocor atau rembes pada salah satu sisi, bagian yang perlu diperiksa adalah arah sebaliknya karena air datang dari sisi tersebut.

Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan pada atap dak beton, kontraktor atau pekerja bangunan memperbaikinya dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali. Setelah itu, baru bisa dilakukan water proofing ulang.

“Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

Panggah mengingatkan, kebocoran pada atap dek beton atas ini perlu diatasi segera. Risiko yang ditimbulkan bukan hanya membuat penghuni rumah tidak nyaman, melainkan dapat mempengaruhi kualitas fondasi bangunan. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air, mudah mengalami korosi.

Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Efektif Cegah Toren Air Berlumut Agar Selalu Bersih


Jakarta

Setiap rumah biasanya memiliki tangki atau toren air yang menyimpan cadangan air bersih. Kandungan air itu membuat kondisi tangki menjadi lembap, sehingga rawan ditumbuhi lumut.

Lumut juga bisa tumbuh di dalam toren air karena paparan sinar matahari. Oleh karena itu, perlu ada langkah pencegahan agar toren air tidak berlumut. Sebab, lumut di toren air bisa mengganggu kebersihan air di rumah.

Lantas, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini,dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr.


Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

Inilah cara mencegah pertumbuhan lumut di dalam toren.

1. Tutup Tangki dengan Rapat

Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

4. Rutin Kuras Toren Air

Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumbut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

Itulah cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

7 Cara Ampuh Membasmi Cacing di Kamar Mandi dan Saluran Air


Jakarta

Cacing bisa muncul di kamar mandi karena faktor tertentu. Misalnya, karena kelembapan tinggi maupun saluran air yang kotor.

Kehadiran cacing di kamar mandi bagi sebagian orang akan mengganggu kebersihan, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Untuk itu, ketahui apa saja cara untuk mengatasi cacing di kamar mandi di bawah ini.

Tips Menghilangkan Cacing di Kamar Mandi

Dikutip dari laman Discover Hubpages, berikut adalah cara untuk membasmi cacing di kamar mandi:


1. Pakai Boraks atau Pemutih ke Saluran Air

Biasanya cacing akan bertelur di permukaan dekat saluran pembuangan. Kamu bisa membersihkan permukaan saluran air tersebut dengan pemutih.

Pasalnya, zat kimia akan membunuh telur dan juga cacing-cacing yang bersembunyi di nat.

2. Gunakan Baking Soda dan Cuka Putih ke Saluran Air

Zat kimia dalam baking soda maupun cuka putih akan menghancurkan bahan organik. Hal ini akan sehingga memudahkan pembersihan saluran air, sekaligus membunuh cacing.

3. Tuangkan Air Panas ke Saluran Pembuangan

Air panas akan memecah bahan organik yang menempel di permukaan saluran pembuangan, termasuk cacing. Ini tentu akan menghambat perkembangan cacing dan bisa membunuh cacing secara langsung.

4. Bersihkan Filter Pembuangan

Filter saluran pembuangan menjadi salah satu area yang sering dihidupi cacing. Filter ini adalah tempat berkembang biaknya lalat dewasa, makannya kita harus membersihkannya secara teratur.

Bersihkan dan buanglah benda-benda seperti kotoran, debu, dan rambut dari filter ini.

5. Pakai Minyak Mineral untuk Mencegah Infestasi

Minyak mineral bekerja dengan baik untuk saluran pembuangan. Minyak ini akan melapisi permukaan saluran pembuangan untuk mengusir lalat dewasa, maupun cacing yang bertelur di permukaannya.

6. Bunuh Cacing dengan Insektisida

Sejumlah insektisida mampu membunuh organisme, termasuk cacing. Namun, disarankan pakai insektisida alami dan organik.

Untuk membasmi cacing di kamar mandi secara efektif dengan insektisida, kamu hanya perlu mengoleskannya di dalam saluran pembuangan dan di sekitar filter.

7.Pakai Pembersih Bio-Enzimatik

Pembersih ini akan memudahkan pembersihan saluran air. Ia akan membuat kotoran lebih mudah dibuang dan cacing pun hilang.

Penyebab Kamar Mandi Ada Cacingnya

Dari catatan detikProperti, berikut adalah beberapa alasan mengapa ada cacing di lantai kamar mandi:

  • Sumber air yang kemungkinan menjadi tempat pertumbuhan organisme.
  • Kondisi drainase, yang bisa menjadi jalur cacing masuk lewat saluran pembuangan.
  • Permukaan kamar mandi yang ada paparan permukaan tanahnya, sehingga cacing bisa menyusup ke celah-celah ubin.
  • Kondisi kamar mandi yang lembap dan basah, karena kondisi ini akan memungkinkan menjadi tempat cacing hidup hingga berkembangbiak.

Penting dicatat, agar tidak ada cacing di kamar mandi pastikan kamar mandi bersih, tidak lembap, tidak ada i wastafel atau bak mandi yang retak, dan pastikan saluran pembuangan dan semua sudut bersih.

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com

Catat! Ini 4 Hal yang Perlu Kamu Cek Setelah Rumah Kebanjiran


Jakarta

Banjir yang menggenangi rumah tentu membuat resah penghuninya. Tak cuma membasahi seisi rumah, banjir juga berpotensi merusak struktur bangunan.

Rumah yang terendam terlalu lama atau terkena arus air yang kencang bisa berdampak pada tampilan maupun konstruksi bangunan. Oleh karna itu, kamu perlu memeriksa kondisi rumah setelah banjir surut.

Lantas, apa saya yang perlu dicek setelah banjir? Simak penjelasannya berikut ini.


4 Hal Ini Perlu Diperiksa Setelah Rumah Kebanjiran

Inilah beberapa hal yang perlu kamu periksa di rumah setelah banjir surut.

1. Cat Dinding

CEO SobatBangun Taufiq pemilik rumah bisa mengecek kondisi cat dinding dengan melihat dan menilai langsung fisik dinding secara langsung. Jika dinding kotor terkena air kotor maupun lumpur, cukup dibersihkan dengan cara disiram dan disikat.

“Kalau ngeliat banjir cuma 3 jam udah surut cuma menyebabkan dinding itu kotor, ada lumpur disiram air, disikat, (hasilnya) masih bagus, yaudah dampak dari banjir tidak terlalu berpengaruh ke dinding dan kondisi catnya,” ujar Taufiq kepada detikProperti, Rabu (5/3/2025).

Apabila cat dinding terlihat memudar atau mengelupas, kamu bisa melakukan pengecatan ulang. Namun, pastikan dinding sudah benar-benar kering dari bekas air banjir sebelum diamplas dan dicat ulang.

2. Struktur Rumah

Menurut Taufiq, rumah yang hanya terpapar air tidak akan merusak struktur bangunan. Namun, banjir dengan arus air yang kencang bisa menggeser struktur bangunan. Jika benar ada pergeseran, maka perlu berkonsultasi dan melakukan perbaikan dengan bantuan insinyur atau arsitek.

“Apakah banjir atau aliran bikin gaya dinamis terhadap struktur, misalnya banjir ada aliran sungai, air bah bikin dinding bergerak itu perlu dicek,” ucapnya.

3. Rangka Atap

Selain itu, ia mengingatkan agar mengecek struktur atap kalau banjir sampai merendam atap. Sebab, rangka atap dari baja atau baja ringan berpotensi berkarat akibat paparan air yang terlalu lama.

“Atapnya baja ringan waktu terendam bikin baja ringan lapisan permukaannya rangka baja itu menimbulkan karat. Kalau iya mesti ada treatment dicat,” ungkapnya.

Taufiq menambahkan banjir yang menimbulkan gaya dinamis dapat menggerakkan struktur atap. Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan kalau ada pergeseran. Kamu bisa meminta bantuan dari ahli seperti tukang, insinyur, atau arsitek

4. Instalasi Listrik

Bukan cuma struktur bangunan, Taufiq mengatakan struktur mekanik, listrik, dan instalasi miniature circuit breaker (MCB) juga perlu dilihat lagi. Komponen seperti terminal, saklar, dan kabel tidak boleh dalam keadaan basah ketika listrik dinyalakan.

Kamu bisa membiarkannya kering sendiri atau keringkan secara manual saat listrik masih dimatikan. Jika ingin lebih aman kamu bisa meminta bantuan kepada teknisi listrik.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu periksa setelah rumah terendam banjir. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Cara Membasmi Tungau Kasur Tanpa Vacuum Cleaner



Jakarta

Tungau adalah salah satu serangga yang berukuran sangat kecil yang biasanya hidup dan berkembang biak di tempat tidur. Kasur yang terlihat bersih belum tentu bebas tungau yang bisa menimbulkan penyakit.

Mengganti seprai secara rutin bisa membasmi tungau di tempat tidur. Tungau juga biasanya bisa dibasmi menggunakan vacuum cleaner yang menggunakan sinar UV.

Namun, ada juga cara-cara lain yang bisa membasmi tungau tanpa vacuum cleaner. Apa saja?


Sebelum membahasnya, penting untuk diketahui apa bahaya dari tungau dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan.

Meski ukurannya kecil, tungau bisa menggigit berbagai bagian tubuh manusia, seperti leher, wajah, tangan, perut, hingga kaki.

Gigitan tungau bisa menimbulkan sejumlah gejala, di antaranya gatal pada area yang digigit, munculnya benjol kemerahan, serta iritasi kulit. Efek terburuknya, gigitan tungau bisa memicu gejala kesehatan, seperti scabies atau kudis, eksim, alergi kulit, asma, dan gangguan tidur.

Cara Membersihkan Tungau di Kasur Tanpa Vacuum Cleaner

1. Sesuaikan suhu ruangan

Tungau menyukai tempat lembab. Inilah mengapa penting untuk mengatur suhu ruangan agar hewan kecil ini tidak semakin nyaman dan berkembangbiak. Pastikan kamar tidur memiliki aliran udara yang baik, kamu juga bisa menggunakan dehumidifier.

2. Gunakan cara alami

Kamu juga bisa memanfaatkan garam sebagai solusi untuk membasmi tungau. Caranya cukup dengan menyemprotkan larutan garam ke bagian yang kira-kira dihinggapi tungau lalu tunggu beberapa saat. Alternatif lainnya bisa dengan menggunakan minyak lavender.

3. Cuci seprai dengan air panas

Hal yang bisa dilakukan untuk membasmi tungau adalah dengan rutin mencuci perlengkapan tidur seperti sprei dan sarung bantal guling dengan air panas. Kamu juga bisa menambahkan deterjen anti-bakteri agar tungau benar-benar mati total dan mencegah perkembangbiakannya muncul.

4. Jemur kasur

Sinar matahari bisa membuat tungau mati. Ini juga cara lain yang bisa kamu lakukan tanpa perlu menggunakan vacuum cleaner. Kamu bisa menjemur kasur di bawah paparan sinar matahari agar kelembaban kasur berkurang serta membunuh tungau. Sebelumnya, pastikan cuaca tidak terlalu panas sehingga tidak akan merusak kasur.

5. Semprot disinfektan

Cara terakhir membersihkan tungau di kasur tanpa vacuum cleaner adalah menggunakan cairan disinfektan di area kamar atau di area hewan ini bersarang. Kandungan zat kimia dalam cairan tersebut bisa efektif membunuh tungau serta mencegah serangga kecil ini muncul kembali.

Demikianlah beberapa cara yang bisa kamu diterapkan untuk membersihkan tungau di kasur tanpa vacuum cleaner. Semoga informasinya bermanfaat!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Cegah Toren Air Ditumbuhi Lumut Agar Selalu Bersih



Jakarta

Toren air adalah tangki atau tempat untuk menyimpan cadangan air bersih di rumah. Tangki yang berisi air ini bisa ditumbuhi lumut karena kondisinya yang lembap.

Belum lagi ada paparan sinar matahari yang menembus tangki, sehingga mendukung pertumbuhan lumut. Kalau sudah ditumbuhi lumut, air akan tercemar dan mempengaruhi kebersihannya.

Lalu, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

Inilah cara mencegah lumut tumbuh di atas toren, dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr.

1. Tutup Tangki dengan Rapat

Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

4. Rutin Kuras Toren Air

Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

Itulah cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal, tapi Juga Tempat Pemulihan Mental



Jakarta

Kesehatan mental perlu dijaga agar tidak terkena depresi. Untuk menjaganya ternyata juga bisa dengan membuat rumah senyaman mungkin.

Desain interior dan dekorasi sebuah rumah ternyata dapat mempengaruhi suasana hati, emosi, dan kesehatan mental penghuninya. Nah, berikut 10 tips buat rumah aman dan nyaman untuk menjaga kesehatan mental dikutip dari Real Simple.

Buat Rumah Aman

Tips pertama bikin rumah ramah dengan kesehatan mental adalah dengan membuat rumah Kamu aman. Kamu dapat memperhatikan keamanan rumah kamu dengan memastikan jendela dan pintu terkunci. Dan jangan lupa untuk jalur evakuasi bila ada keadaan darurat.


“Rasa keseluruhan sebuah ruangan-bagaimana penataannya, seberapa bersihnya, seberapa nyaman rasanya, seberapa pribadi Kamu membuatnya-semua hal ini dapat membuat Kamu merasa nyaman dan mempengaruhi seberapa aman Kamu merasa di suatu lingkungan,” kata desainer interior Kristen Fiore.

Pajang Foto Keluarga

Saat membahas kesehatan mental, Kamu dapat mengisi ruang Kamu dengan benda-benda dekoratif yang membuat Kamu merasa aman dan nyaman, Misal seperti foto keluarga.

Dengan melihat dan merasakan kehadiran keluarga di rumah, akan selalu membuat ruang nyaman untuk Kamu. Sewaktu Kamu mengalami depresi, Kamu dapat ambil istirahat sejenak dan memandangi foto keluargamu.

Pilih Warna Cat Sesuai Mood

Jika Kamu ingin menciptakan suasana rumah serasi dengan perasaan hati Kamu, Maka Kamu bisa pertimbangkan untuk memilih cat warna yang cocok dengan mood Kamu. Dengan hal berikut dapat membuat rumah Kamu jadi ruang aman dan nyaman.

Pemilihan warna juga erat dengan ruangan, misal untuk ruang terbatas, menggunakan warna-warna lebih sejuk. Lalu, jika Kamu ingin menciptakan kenyamanan di ruangan yang lebih besar, warna-warna hangat sangat bagus karena dapat menjaga kesehatan mental.

Menanam Tumbuhan di Rumah

Ternyata, menciptakan rumah yang bersahabat dengan alam dapat menjaga kesehatan mental. Kamu dapat menanam tanaman di sekeliling rumah. Mulai dari tanaman hias, herbal, dan rambat. Kamu juga dapat menanamnya di dalam atau luar ruangan.Menghadirkan alam di dalam ruangan adalah cara yang bagus dan murah untuk membantu ruangan terasa hangat dan nyaman.

Pelihara Hewan Peliharaan di Rumah

Tips selanjutnya adalah memelihara hewan peliharaan. Karena beberapa ahli juga menegaskan bahwa memiliki peliharaan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan mental.

Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing dapat memberikan ketenangan saat sedang menemani bekerja, beristirahat, atau menghabiskan waktu untuk membantu melepaskan stress.

Menata Furnitur Senyaman Mungkin

Kamu dapat memposisikan furnitur senyaman mungkin untuk menciptakan ruang untuk bergerak yang bebas.Kamu juga dapat mengelompokkan furnitur untuk dijadikan sebagai area kerja, bermain, dan istirahat yang fungsional di sebuah ruangan.

Biarkan Sinar Matahari Masuk ke Dalam Rumah

Kamu mungkin baru tahu bahwa paparan sinar matahari dapat berdampak besar pada suasana hati, kualitas tidur, dan kesehatan mental kita secara keseluruhan.

Cahaya alami seperti sinar matahari dapat membantu mengatur dan meningkatkan suasana hati Kamu, jadi buka seluruh jendela agar sinar matahari masuk ke dalam rumah.

Menambahkan Lampu untuk Ruangan Tertentu

Tidak semua ruangan di dalam rumah punya pencahayaan yang cukup, jadi Kamu dapat memanfaatkan lampu tambahan untuk ruangan tersebut. Dengan menambahkan cahaya akan membuat ruangan lebih nyaman digunakan. Pencahayaan cukup juga dapat membantu kesehatan mental Kamu.

Menambahkan Furnitur Bertekstur

Menambahkan berbagai tekstur di ruangan Kamu akan membantu untuk meredam suara seperti menambahkan selimut, bantal, permadani, tirai ke dalam ruangan akan membantunya terasa nyaman dan tenang.

Jika Kamu memiliki lantai kayu keras, kamu juga dapat menambahkan karpet dengan tekstur bulu lembut untuk menambahkan kenyamanan. Hal tersebut sangat membantu menjaga kesehatan mental Kamu.

Jangan Pikirkan Barang yang sudah Tidak Terpakai

Sedang marak di media sosial mengenai Hoarding Disorder. Sebuah gangguan mental dimana seseorang menyimpan barang-barang tak terpakai. Hal ini mereka lakukan karena menganggap barang tersebut masih berguna suatu saat nanti meskipun sebenarnya barang tersebut sudah jadi sampah. Nah, Kamu harus langsung membuang barang yang sudah tak terpakai agar Kamu tak terkena gangguan mental satu ini.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Jemur Baju di Depan Rumah, Ini 5 Risikonya


Jakarta

Kita mungkin sering melihat orang menjemur baju di depan rumah. Hal ini seringkali dianggap praktis, bukan?

Tapi, ada beberapa alasan mengapa kebiasaan ini sebaiknya dihindari. Tidak hanya mengganggu pemandangan hingga masalah kesehatan.

Alasan Tidak Boleh Baju Jemur Baju di Depan Rumah

Berikut adalah beberapa alasan untuk mempertimbangkan agar tidak menjemur baju di depan rumah:


1. Menganggu Estetika

Jemuran baju berdiri atau tali jemuran bagi sebagian orang bisa merusak pemandangan lingkungan. Karena biasanya terlihat tumpukan baju di halaman depan atau tergantung di pagar.

Hal ini memberikan kesan berantakan dan kurang teratur. Faktor ini juga tentu akan menurunkan nilai estetika dari rumah itu sendiri.

Di beberapa lingkungan atau area perumahan juga ada aturan mengenai menjemur baju di depan rumah yang ditetapkan oleh Asosiasi Pemilik Rumah (HOA) atau perhimpunan pemilik rumah di suatu komunitas atau kompleks perumahan.

Menjemur baju di depan rumah dapat dianggap mengganggu pemandangan atau merusak kesan visual. Umumnya, peraturan ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai properti di lingkungan tersebut.

Cara ini dilakukan untuk memastikan bahwa area publik tetap terlihat rapi dan teratur. Oleh karena itu, penghuni yang melanggar aturan ini bisa dikenakan sanksi, di mana ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan bersama.

2. Cuaca yang Bisa Berubah

Dilansir Homes and Gardens, pertimbangan cuaca juga termasuk alasan kenapa sebaiknya tidak menjemur pakaian di luar. Cuaca yang terlalu terik bisa membuat baju jadi luntur hingga membuat debu bisa mudah menempel.

Selain itu, hujan yang tiba-tiba juga terkadang membuat pakaian yang sudah kering jadi basah lagi. Hal ini seringnya membuat kita harus mencucinya lagi.

Cerah, sedikit berangin, dan kering adalah cuaca ideal untuk menjemur pakaian di luar ruangan.

3. Membuat Kotoran dan Debu Lebih Mudah Menempel

Masalah cuaca seperti hujan dan angin juga akan menerbangkan kotoran dan debu ke pakaian yang baru dicuci. Ini merupakan salah satu risiko jika kita menjemur pakaian di depan rumah.

Menjemur pakaian di depan rumah atau area yang benar-benar terbuka juga rentan terhadap serbuan serangga seperti burung dan kotorannya, lalat, nyamuk, hingga serangga lainnya.

4. Memungkinkan Muncul Masalah Kesehatan

COO dan Pakar kebersihan di The Maids, Ken Doty, mengatakan bahwa pada bulan-bulan musim panas dan musim semi, serbuk sari juga menyebabkan alergen.

Serbuk tersebut umumnya bisa tersangkut di baju, dan menularkannya ke seluruh rumah. Hal ini tidak hanya akan memperparah gejala alergi, namun bisa mengakibatkan kamu harus menghilangkan noda serbuk sari dari kain alias mencuci lagi.

5. Berisiko Membuat Baju Bau Apek dan Pertumbuhan Jamur

Baju yang dijemur di luar akan terpapar langsung dengan udara luar. Namun, udara di luar tidak selalu segar dan terkontrol,

Paparan sinar matahari yang intens atau pakaian yang tidak kering sempurna (lembap) bisa menyebabkan bau yang tidak sedap pada pakaian dan pertumbuhan jamur.

Selain itu, lingkungan luar yang kotor atau berdebu juga dapat menyebabkan baju menyerap bau yang tidak diinginkan.

Mengingat kita tidak punya kendali atas kelembapan di luar, mesin pengering pakaian terkadang bisa lebih baik mengeringkan pakaian di dalam ruangan.

Lalu, Jemur Baju Sebaiknya Di Mana?

Mengutip laman The National, jika ingin menjemur pakaian di dalam ruangan rumah maka pastikan ruangan tersebut memiliki ventilasi yang baik. Idealnya, area yang paling hangat dan berventilasi paling baik.

Hindari tempat yang lembap atau memiliki aliran udara yang sedikit, contohnya ruang bawah tanah (kecuali kamu telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan ventilasi dan mengurangi kelembapan di area tersebut).

Buka jendela, agar udara segar dapat bersirkulasi dan membantu keluarnya kelembapan. Hal ini bisa menghindari reaksi alergi, jamur atau lumut pada kain.

Apabila cuaca terlalu dingin atau tidak memungkinkan untuk membuka jendela, maka pertimbangkan untuk menggunakan kipas angin untuk memperlancar aliran udara. Cara ini juga membantu mempercepat proses pengeringan dan mengurangi risiko kelembapan.

Jika ingin menjemur di luar ruangan, pastikan areanya terlindung dengan aliran udara yang baik, seperti balkon atau teras.

Sinar matahari yang baik juga akan membantu baju lebih cepat kering dan membunuh bakteri dan jamur penyebab bau.

Selain itu, berinvestasilah pada jemuran pakaian yang kokoh, gantungan pakaian yang digantung di langit-langit, maupun rak yang dipasang di dinding.

Simak juga Video ‘Review Tren Pakaian Di Hari Lebaran:

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com