Tag Archives: paparan

Penyebab Bau Terbakar di Rumah dan Cara Mengatasinya



Jakarta

Pernah nggak mencium bau terbakar di rumah, padahal kalau keluar rumah tidak ada bau terbakar dari pembakaran sampah? Bau tersebut hanya tercium di dalam rumah saja.

Saat memeriksa semua stopkontak atau colokan listrik, tidak ada yang mengeluarkan api dan listrik juga tidak ada yang padam. Kira-kira dari mana ya asal baunya?

Penyebab Ada Bau Plastik Terbakar di Rumah

Dilansir The Spruce bau terbakar yang tercium di dalam ruangan atau rumah pertanda ada barang yang terbakar. Biasanya barang tersebut dari listrik. Namun, memang kebanyakan sumbernya tidak diketahui karena kemungkinan berada di area yang tak terlihat. Bisa juga bagian yang terbakar hanya meleleh karena paparan panas langsung.


Jika mencium bau terbakar tiba-tiba dan hanya berada di dalam rumah, segera cek area dapur terutama saat sedang memasak, cari barang yang terbakar. Jika tidak ada, bisa juga cek barang elektronik di kamar atau ruangan lain seperti catokan, setrika, atau kipas angin.

Apabila bukan dari dapur dan perangkat elektronik, coba cek kabel listrik yang sedang tersambung ke stopkontak atau yang kondisinya rusak. Biasanya kabel tersebut terbakar karena menerima panas berlebih sehingga ada komponen yang terbakar. Mencari kerusakan pada kabel lebih sulit daripada di area lain. Jadi ketika mengecek harus hati-hati dan menggunakan sarung tangan khusus.

Penyebab lainnya bisa dikarenakan penggunaan stopkontak yang terlalu banyak, seperti penggunaan untuk 4 perangkat elektronik atau lebih.

Cara Menghilangkan Bau Plastik Terbakar

Jika kamu mengalami hal tersebut, hal yang harus penghuni rumah lakukan adalah menemukan sumber bau tersebut agar bisa melihat kondisi barang yang terbakar tersebut. Kemudian singkirkan benda tersebut dan buka semua jendela agar sirkulasi udara lancar atau menyalakan kipas angin. Selain itu, bisa juga menghilangkan bau tersebut dengan menaruh mangkuk berisi cuka putih pada ruangan yang bau plastik terbakar.

Apabila sumber bau plastik terbakar berasal dari sistem kelistrikan, segera matikan atau cabut semua peralatan yang ada di rumah. Hubungi PLN atau teknisi kelistrikan untuk dilakukan pengecekan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Tips Mudah Cegah Lumut di Toren Air, Nggak Perlu Ribet!



Jakarta

Toren air atau tandon air merupakan penampungan cadangan air yang biasa diletakkan di atap rumah. Fungsinya sangat vital, yaitu menyimpan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan memasak.

Namun, karena toren selalu terisi air, kondisi di dalamnya menjadi lembap dan rentan ditumbuhi lumut. Jika dibiarkan, pertumbuhan lumut ini bisa membuat air menjadi keruh, berbau, dan tidak layak pakai.

Kondisi lembap, paparan sinar matahari langsung, hingga kualitas air baku yang buruk menjadi penyebab utama toren cepat ditumbuhi lumut. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?


Dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), berikut ini tips mencegah pertumbuhan lumut di toren air rumah:

1. Pastikan Tangki Air Tertutup Rapat

Lumut tumbuh subur saat air terkena cahaya matahari. Oleh karena itu, pastikan toren air selalu dalam kondisi tertutup rapat. Penutup yang baik akan menghalangi sinar matahari masuk dan menjaga kualitas air tetap bersih.

2. Pasang Pelindung atau Atap di Atas Toren

Banyak toren berbahan plastik dan berwarna cerah yang memungkinkan cahaya menembus ke dalam. Solusinya, pasang pelindung atau kanopi di atas toren agar tidak terpapar sinar matahari langsung. Dengan begitu, suhu dan kelembapan di dalam toren bisa lebih terkontrol.

3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

Alternatif lain untuk meminimalisir masuknya cahaya adalah dengan mengecat toren menggunakan warna gelap. Warna gelap seperti hitam atau biru tua mampu menghalangi penetrasi cahaya, sehingga menekan pertumbuhan lumut di dalam toren.

4. Kuras Toren Secara Rutin

Langkah terakhir yang tak kalah penting adalah menguras toren secara berkala. Idealnya, toren air dikuras setiap 6 bulan sekali. Namun, jika lumut tumbuh lebih cepat, lakukan pengurasan setiap 3-4 bulan sekali agar air tetap higienis dan sehat digunakan.

Menjaga kebersihan toren air adalah bagian penting dari upaya menjaga kesehatan keluarga. Jangan tunggu sampai air berubah warna atau berbau! Lakukan perawatan sederhana namun rutin agar toren bebas lumut dan air tetap bersih.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

4 Tips Ampuh Cegah Toren Air Berlumut biar Selalu Bersih


Jakarta

Toren air adalah tempat penyimpanan cadangan air bersih untuk rumah. Tangki ini bisa ditumbuhi lumut yang mengganggu kebersihan air.

Pertumbuhan lumut biasanya dipicu oleh kondisi tangki yang lembap, mengingat ada kandungan air di dalamnya. Lalu, paparan sinar matahari ke toren air juga memicu lumut untuk tumbuh.

Jika ingin menjaga air tetap bersih, pemilik perlu mencegah lumut di toren air. Simak caranya berikut ini.


Tips Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

Inilah beberapa cara mencegah lumut tumbuh di toren air, dikutip dari arsip berita detikProperti.

1. Rutin Kuras Toren Air

Penghuni bisa menghambat pertumbuhan lumut dengan menguras toren air secara rutin. Sebaiknya kuras tangki air minimal 6 bulan sekali. Kalau lumut cepat tumbuh, pemilik bisa lebih sering menguras air, misalnya 3-4 bulan sekali.

2. Tutup Tangki dengan Rapat

Pastikan tangki air tertutup dengar rapat agar sinar matahari tidak masuk. Lumut dapat tumbuh saat air terkena sinar matahari.

3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

Sinar matahari dapat menembus dinding tangki yang berwarna cerah. Untuk mencegah hal ini, pemilik bisa mengecat toren air berbahan plastik menggunakan warna gelap. Pastikan pengecatan dilakukan secara merata dan tebal.

4. Pasang Atap di Atas Toren Air

Selain itu, pemilik bisa memasang atap di atas toren air. Atap tersebut akan melindungi toren dari cahaya matahari, sehingga tidak menembus masuk dan memicu pertumbuhan lumut.

Itulah cara untuk menghindari pertumbuhan lumut di toren air. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Cegah Lumut Tumbuh di Toren Biar Air Tak Tercemar



Jakarta

Toren air alias tangki penyimpanan air bersih jadi komponen penting di rumah. Namun, toren yang jarang diperhatikan kebersihannya bisa ditumbuhi lumut, loh!

Kondisi toren yang lembap serta paparan sinar matahari langsung bisa memicu tumbuhnya lumut. Jika dibiarkan, air cadangan bisa tercemar dan membahayakan kesehatan penghuni rumah.

Nah, supaya air tetap bersih dan aman digunakan, penting untuk mencegah lumut tumbuh di dalam toren. Dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian PUPR, berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:


1. Pastikan Tangki Tertutup Rapat

Lumut tumbuh karena adanya sinar matahari yang menembus ke dalam air. Untuk mencegah hal itu, pastikan tutup toren selalu dalam kondisi rapat dan tidak terbuka. Jangan biarkan sinar matahari menyelinap ke dalam tangki, ya!

2. Pasang Pelindung atau Atap

Kalau toren terbuat dari bahan plastik dan berwarna cerah, cahaya bisa dengan mudah menembus ke dalam. Solusinya, kamu bisa menambahkan pelindung seperti atap atau kanopi di atas toren agar tidak langsung terkena sinar matahari.

3. Cat Toren dengan Warna Gelap

Alternatif lain untuk menghalangi cahaya masuk ke dalam toren adalah dengan mengecat dinding luar toren menggunakan warna gelap. Warna hitam atau biru tua bisa membantu menyerap cahaya dan mencegah penetrasi sinar ke dalam air.

4. Kuras Toren Secara Berkala

Meski sudah dilindungi, kamu tetap harus rutin menguras toren. Idealnya, lakukan pengurasan minimal 6 bulan sekali. Kalau lumut sudah mulai muncul lebih cepat, tingkatkan frekuensi jadi 3-4 bulan sekali agar kualitas air tetap terjaga.

Dengan menjaga kebersihan toren air, kamu tak hanya mencegah lumut tapi juga memastikan air cadangan di rumah tetap higienis dan aman digunakan. Yuk, mulai jadwalkan perawatan toren secara rutin!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Mencegah Warna Cat Dinding Cepat Pudar Akibat Sinar Matahari


Jakarta

Warna cat dinding yang pudar membuat rumah terlihat kurang estetik. Salah satu penyebabnya adalah paparan sinar matahari.

Sinar UV dari matahari membuat cat memudar, baik di eksterior maupun di interior rumah. Kemungkinan besar, cat eksterior rumah akan memudar lebih cepat daripada cat interior.

Nah, ada cara untuk mencegah warna cat dinding cepat pudar akibat sinar matahari. Simak tipsnya berikut ini.


Cara Mencegah Warna Cat Dinding Pudar

Inilah cara membuat warna cat dinding tahan lama meski terpapar sinar matahari, dikutip dari A New Leaf Painting.

1. Pilih Cat yang Berkilau

Cat dengan finish berkilau biasanya lebih tahan lama daripada yang matte. Sebaiknya pilih cat dengan finish semi-glossy atau satin karena dapat memantulkan sinar matahari, sehingga mempertahankan warna aslinya.

2. Pilih Cat Berkualitas

Pilihlah cat dengan kualitas terbaik yang bisa dijangkau harganya. Cat yang berkualitas terbuat dari bahan yang lebih berkualitas. Bahkan, cat yang lebih mahal dirancang agar lebih tahan terhadap sinar UV, sehingga tak cepat pudar.

3. Batasi Paparan Sinar Matahari ke Dalam Rumah

Sinar matahari baik untuk menerangi rumah, tapi sebaiknya batasi paparannya. Batasi paparan sinar matahari yang masuk ke dalam rumah dengan menutup jendela dengan gorden atau tirai.

Semakin sedikit cahaya yang masuk ke ruangan, semakin kecil kemungkinan cat memudar. Penghuni rumah bisa menutup jendela saat meninggalkan ruangan.

4. Hindari Warna Cat yang Cerah

Cat dinding eksterior sering terpapar sinar matahari. Untuk itu, pemilik harus cermat memilih warna yang tidak cepat pudar. Biasanya warna-warna yang cerah seperti kuning, oranye, dan merah lebih cepat pudar dibandingkan warna netral.

5. Cat Dinding Berlapis-lapis

Sebaiknya mengecat dinding berlapis-lapis agar warnanya tahan lama. Sebab, cat yang sedikit lebih tebal lebih sulit pudar. Pemilik rumah tidak perlu berlebihan dan menggunakan banyak cat, cukup mengecat dua atau tiga lapis untuk mencegah cat pudar.

Itulah cara mencegah warna cat dinding pudar akibat paparan sinar matahari. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Tips Membuat Rumah Tetap Sejuk Tanpa AC



Jakarta

Cuaca belakangan ini terasa makin ekstrem. Siang hari begitu panas menyengat, sementara sore hari bisa tiba-tiba berubah menjadi mendung dan lembap. Akibatnya, kondisi dalam rumah pun kerap terasa gerah dan pengap.

Mengandalkan pendingin ruangan (AC) memang menjadi solusi cepat untuk mengatasi panas, namun penggunaan AC terus-menerus bisa berdampak pada tagihan listrik yang membengkak. Tak hanya itu, sirkulasi udara yang terlalu tertutup akibat AC juga bisa berpengaruh pada kesehatan, seperti kulit kering atau iritasi saluran pernapasan.

Lalu, bagaimana agar rumah tetap terasa sejuk tanpa harus bergantung pada AC? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan, dilansir berbagai sumber.


1. Gunakan Kaca Film Surya

Salah satu cara efektif mencegah panas masuk ke dalam rumah adalah dengan memasang kaca film surya pada jendela. Kaca film ini bekerja menghalau sinar matahari langsung, sehingga suhu di dalam rumah lebih terjaga.

Meski sedikit mengurangi pencahayaan alami, kaca film modern saat ini tetap memungkinkan penghuni melihat jelas ke luar, hanya saja dari luar tampak lebih gelap.

2. Sering Buka Jendela (di Waktu yang Tepat)

Ventilasi alami tetap jadi kunci penting kenyamanan rumah. Namun, waktu membuka jendela juga perlu diperhatikan.

Dilansir dari Real Simple, membuka jendela saat cuaca panas justru bisa membuat udara panas masuk. Sebaiknya, buka jendela di pagi hari atau menjelang malam saat udara mulai sejuk, agar aliran udara segar masuk dan sirkulasi di dalam rumah tetap lancar.

3. Pasang Exhaust Fan

Exhaust fan biasanya digunakan di dapur atau kamar mandi, tapi sebenarnya bisa dipasang di ruangan lain yang sering terasa pengap. Alat ini berfungsi menghisap udara panas dari dalam dan mengalirkannya ke luar ruangan, membantu udara sejuk masuk dan membuat ruangan lebih nyaman.

4. Gunakan Tirai atau Gorden Cerah

Selain kaca film, tirai juga bisa jadi pelindung tambahan dari paparan sinar matahari. Pilih tirai berwarna putih atau terang yang bisa memantulkan panas, bukan menyerapnya. Tirai juga bisa membantu menjaga privasi tanpa membuat ruangan jadi gelap total.

5. Matikan Alat Elektronik yang Tidak Digunakan

Tanpa disadari, alat elektronik seperti TV, lampu, komputer, hingga charger bisa menghasilkan panas yang menambah rasa gerah di dalam ruangan. Jadi, saat rumah terasa panas dan tidak nyaman, coba matikan peralatan yang tidak sedang digunakan.

6. Letakkan Tanaman di Dalam Rumah

Tanaman hias bukan hanya mempercantik ruangan, tapi juga membantu menyejukkan udara secara alami. Proses transpirasi tanaman-di mana air menguap lewat daun-dapat menurunkan suhu sekitar.

Pilih tanaman dengan daun lebar seperti monstera, palem, atau peace lily. Letakkan di dekat jendela agar tetap mendapatkan sinar matahari.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Cat Dinding Baunya Menyengat? Ini Alasannya



Jakarta

Bau cat dinding yang baru diaplikasikan ke dinding cukup kuat dan tajam. Bagi yang tidak biasa dengan itu pasti akan mudah merasa tidak nyaman, mual, hingga pusing.

Dilansir laman House Beautiful bau tersebut berasal dari aktivitas VOC (volatile organic compounds), yakni bahan kimia yang menguap dari cat ke udara. Seperti pengertiannya, VOC ini bentuknya adalah uap. Semakin rendah persentase VOC, semakin kecil kemungkinan cat mengeluarkan bau menyengat.

Dilansir dari How Stuff Works, fungsi dari senyawa ini adalah membuat cat lebih tahan lama dan membantu dinding lebih cepat kering.


Menurut Healthline, beberapa contoh VOC di antaranya adalah toluene, xilena, aseton, metilen klorida, formaldehida, hingga benzene.

Paparan VOC tersebut bisa memicu efek samping pada kesehatan, baik jangka pendek atau jangka panjang. Untuk jangka pendek seperti pusing, sesak napas, merasakan perih pada mata, hidung, dan tenggorokan, hingga mual. Sementara, untuk jangka panjang bisa merusak sistem saraf, hati, dan ginjal. Dampak tersebut tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing individu.

Kontraktor Wildan mengingatkan ruangan yang baru saja dicat sebaiknya tidak langsung ditempati. Ruangan tersebut lebih baik dibiarkan terbuka tanpa ada barang atau penghuni di dalamnya selama 2-3 hari. Dengan begitu, pemilik rumah bisa memberikan waktu untuk VOC tersebut aktif dan tidak berefek pada siapa pun.

Apabila tidak bisa dalam keadaan terbuka, minimal di ruangan tersebut terdapat ventilasi yang cukup untuk udara segar masuk dan keluar.

“Biasanya 2-3 hari bau catnya sudah hilang. Amannya semingguan,” ujarnya kepada detikcom, Rabu, (9/7/2025).

Di sisi lain, bagi yang masih harus bolak-balik mengecat, sebaiknya gunakan masker khusus atau masker biasa untuk menyaring udara yang terhirup. Sesekali keluar dari ruangan tersebut dan menghirup udara segar. Jangan lupa untuk selalu minum air putih dan beristirahat agar tidak merasa pusing dan mual.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Cahaya Alami Bisa Tekan Tagihan Listrik, Ini Triknya!



Jakarta

Matahari memberikan cahaya alami yang menerangi seluruh bumi. Cahaya alami ini seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik untuk rumah. Bahkan pemanfaatan cahaya alami ini bisa menekan tagihan listrik di rumah.

Dengan pencahayaan alami yang optimal, kamu bisa mengurangi penggunaan lampu di siang hari sekaligus menciptakan suasana hunian yang lebih segar dan nyaman.

Bukan cuma hemat listrik, paparan sinar matahari juga bisa meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh yang membuat mood jadi lebih baik. Kabar baiknya, memaksimalkan cahaya alami di rumah tidak harus renovasi besar-besaran.


Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

Gunakan Cat Dinding dan Plafon Warna Terang

Cat putih atau cerah memantulkan cahaya lebih baik sehingga ruangan terasa terang dan lapang.

Pilih Cat Dinding Berkilau

Cat dengan kilau tinggi bisa memantulkan cahaya seperti cermin sehingga ruangan lebih terang tanpa tambahan lampu.

Manfaatkan Kaca atau Ubin Reflektif

Material reflektif, terutama di dapur dan kamar mandi, mampu memantulkan cahaya hingga 100%.

listrik

Ganti Dinding dengan Blok Kaca

Cocok untuk area yang biasanya gelap, blok kaca bisa membawa cahaya alami masuk ke dalam rumah.

Pasang Skylight di Atap

Skylight alias jendela atap memberikan cahaya konsisten langsung dari langit.

Tambah Elemen Reflektif di Interior

Cermin, lampu dinding, hingga pegangan kabinet berkilau dapat membantu cahaya menyebar ke seluruh ruangan.

Gunakan Sun Tube

Alternatif skylight yang lebih terjangkau ini bisa menyalurkan cahaya alami ke dalam rumah meski ruang terbatas.

Dengan menerapkan trik-trik ini, rumah akan terasa lebih cerah, nyaman, sekaligus membantu menghemat tagihan listrik. Jadi, nggak ada salahnya mulai memanfaatkan sinar matahari sebaik mungkin mulai sekarang.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Perlukah Cabut Charger Ponsel Nganggur dari Stopkontak? Ini Kata Ahli


Jakarta

Pengisi daya atau charger sudah menjadi perangkat sehari-hari karena orang-orang sering menggunakan ponsel. Namun, masih banyak orang punya kebiasaan tidak mencabut charger dari stopkontak setelah selesai digunakan.

Lantas, apa boleh membiarkan charger ponsel tercolok terus menerus ke stopkontak? Begini kata ahlinya.

Risiko Charger Terus Tercolok ke Stopkontak

Dilansir dari Better Homes and Gardens, tidak mencabut charger sekali atau dua kali mungkin tidak akan menunjukkan dampak yang signifikan. Akan tetapi, kebiasaan tersebut bisa merugikan rumah, perangkat, charger, bahkan dompet pemiliknya.


Boros Listrik

Teknisi listrik berlisensi dan pendiri Grounded Electric, Barret Abramow, menyarankan untuk mencabut charger saat tidak digunakan. Meski charger tidak terhubung ke ponsel atau perangkat, ada sedikit daya yang tersedot selama terhubung ke stopkontak.

“Mungkin tidak terlalu banyak, tetapi jika dikalikan dengan semua pengisi daya dan perangkat elektronik di rumah Anda, daya yang disedot akan terus bertambah seiring waktu,” ujar Abramow, dikutip dari Better Homes and Gardens, Rabu (20/8/2025).

Mencabut charger nganggur dari stopkontak membantu menghemat tagihan listrik. Dengan begitu, pemilik tidak perlu bayar tagihan listrik berlebih.

Perangkat Rusak

Selain itu, membiarkan charger terus tercolok ke stopkontak berisiko menimbulkan kerusakan perangkat, korsleting listrik, dan kebakaran. Hal ini terutama kalau kabel berkualitas buruk atau rusak seiring waktu.

“Saya pernah melihat stopkontak hangus atau korsleting akibat pengisi daya murah dari pihak ketiga yang terlalu panas. Bahkan pengisi daya berkualitas tinggi pun dapat terlalu panas dalam kondisi tertentu, jadi mencabutnya saat tidak digunakan adalah tindakan yang bijaksana,” katanya.

Manfaat Cabut Charger Nganggur dari Stopkontak

Sebenarnya, membiarkan charger tetap terpasang ke stopkontak hanya memiliki satu manfaat, yaitu penghuni rumah tidak perlu mencolokkannya lagi saat perlu menggunakannya. Namun, ada beberapa manfaat mencabut charger, lho.

Dengan mencabut charger yang nganggur, penghuni telah menghemat energi, menghemat biaya, mencegah kebakaran, dan bahkan meningkatkan umur perangkat.

“Anda memang menghemat energi-meskipun hanya sedikit per perangkat, itu kumulatif. Selain itu, mencabut kabel membantu memperpanjang umur pengisi daya Anda,” ucap Abramow.

Ia menjelaskan bahwa paparan daya yang konstan, terutama di rumah dengan fluktuasi tegangan dapat merusak komponen internal charger secara perlahan. Kebiasaan sederhana seperti mencabut charger dari stopkontak membantu perangkat elektronik menjadi lebih awet.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Toren Air Suka Ditumbuhi Lumut, Begini Cara Cegahnya


Jakarta

Setiap rumah harus punya cadangan air bersih, caranya dengan menampungnya di toren air. Namun, kondisi tangki yang lembap karena berisi air rawan ditumbuhi lumut.

Selain lembap, paparan sinar matahari mendukung pertumbuhan lumut. Meski tidak berbahaya, lumut tersebut dapat mempengaruhi kebersihan air.

Oleh karena itu, penghuni rumah perlu menjaga kondisi toren air agar senantiasa bersih dan tidak ditumbuhi lumut. Simak caranya dalam artikel ini.


Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

Inilah beberapa langkah untuk merawat toren air agar tidak ditumbuhi lumut, dikutip dari arsip berita detikProperti.

1. Rutin Kuras Air Toren

Penghuni rumah bisa mencegah pertumbuhan lumut dengan menguras airnya secara rutin. Sebaiknya kuras air tangki minimal 6 bulan sekali. Jika lumut cepat tumbuh, penghuni perlu lebih sering menguras air sekitar 3-4 bulan sekali.

2. Cat Tangki dengan Warna Gelap

Paparan sinar matahari yang menembus lapisan toren air memicu pertumbuhan lumut. Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam.

Penghuni dapat menghalangi paparan cahaya tersebut dengan mengecat tangki berbahan plastik dengan warna gelap. Pastikan lapisan cat tebal dan merata agar tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

3. Pastikan Tangki Tertutup Rapat

Selain itu, sinar matahari bisa menembus tutup tangki yang tidak tertutup rapat. Tutup tangki dengan benar agar tidak ada cahaya yang masuk.

4. Pasang Pelindung di Atas Toren Air

Terakhir, penghuni rumah bisa memberi perlindungan tambahan pada toren air dengan memasang atap. Pasang pelindung di atas tangki untuk menghindari paparan matahari.

Itulah beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut di toren air. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com