Tag: pasang kembali keran

  • Alasan Air Keran Terus Menetes dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Jika kamu mengalami masalah dengan air keran yang terus menetes, bahkan setelah menutupnya, tentu akan sangat mengganggu. Tidak hanya itu, masalah ini juga bisa bikin tagihan air membengkak.

    Untungnya, memperbaiki keran yang bocor atau mengalir terus tidak selalu sulit dan dapat dilakukan sendiri dengan beberapa alat sederhana. Simak panduan ini yang akan membahas langkah-langkah praktis untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan keran kamu ke kondisi normal.

    Penyebab Air Keran Mengalir Terus

    Melansir Mc Roberts Heating, terdapat beberapa kemungkinan penyebab keran bocor, dan mengidentifikasi penyebabnya dapat membantu kamu merencanakan apa yang harus dilakukan selanjutnya.


    Kamu mungkin dapat memperbaiki sendiri beberapa masalah, tetapi yang lain memerlukan layanan profesional. Tukang ledeng bisa menemukan cara baru untuk mengetahui keran bocor dan cara memperbaikinya.

    Kartrid Keran Rusak

    replacing defective ceramic disc cartridge covered with limescale in shower mixer using wrenchkartrid keran/tap cartridge Foto: Getty Images/iStockphoto/asadykov

    Kartrid keran berfungsi untuk mengatur aliran dan suhu air yang keluar, menjadikannya salah satu komponen terpenting. Meskipun kartrid sangat tahan lama, benda itu bisa aus seiring waktu atau kerusakan akibat penumpukan sedimen.

    Sedimen adalah material padat yang mengendap di dasar cairan, biasanya terdiri dari pasir, lanau, dan tanah liat. Sedimen ini dapat menyebabkan erosi, pelapukan, dan pengendapan partikel yang dibawa oleh air, angin, atau es seiring berjalannya waktu.

    Jika kamu mengetahui ukuran kartrid yang diperlukan, kamu mungkin bisa menggantinya sendiri, tetapi kamu akan memerlukan beberapa alat khusus dan pemahaman tentang cara kerja keran. Jika kamu ragu, disarankan untuk menghubungi profesional.

    Masalah Pipa

    Bocornya keran dapat dipicu oleh gangguan pada pipa, seperti retakan, korosi, atau kerusakan akibat akar pohon. Pipa yang rusak dapat menyebabkan fluktuasi tekanan air, yang pada gilirannya menyebabkan keran menetes.

    Namun, kerusakan pipa merupakan masalah serius, dan kurang kemungkinan bahwa itu sendiri akan menyebabkan keran menetes. Jika pipa kamu rusak, kamu mungkin akan mengalami masalah lain, seperti bau tak sedap, perubahan warna air, dan kebocoran yang lebih luas.

    Tekanan Air Tinggi

    Tekanan air yang terlalu tinggi dapat memengaruhi aliran air di pipa kamu. Jika tekanannya berlebihan, air tidak dapat mengalir dengan efektif.

    Kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan, dan jika air tidak menemukan jalan keluar, ia akan mulai menetes dari keran kamu. Seorang tukang ledeng dapat menguji tekanan air kamu dan memberikan solusi untuk menurunkannya jika diperlukan.

    Cara Memperbaiki Keran yang Bocor

    Mengutip dari Selleys, jika kamu mempertimbangkan untuk memperbaiki keran bocor sendiri, berikut adalah beberapa langkah sederhana dan alat yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

    Peralatan yang Diperlukan

    Kamu akan memerlukan kunci pas yang dapat disesuaikan, obeng kepala datar dan kepala silang, kunci L, dan komponen baru seperti kartrid keran atau cincin O, serta kain (opsional).

    Matikan Pasokan Air Utama

    Langkah pertama yang paling penting dalam proses ini adalah mematikan pasokan air ke rumah kamu, untuk mencegah terjadinya banjir di dapur atau kamar mandi secara tidak sengaja.

    Setelah air dimatikan, lakukan pemeriksaan dengan menyalakan keran. Jika tidak ada air yang mengalir, berarti kamu sudah siap untuk memulai.

    Lepas Pegangannya

    Setelah mematikan pasokan air, langkah selanjutnya adalah melepas gagang. Cara melepasnya akan tergantung pada jenis perlengkapan yang kamu miliki.

    Beberapa gagang keran memiliki tutup yang menyembunyikan sekrup di bawahnya dan dapat dibuka dengan obeng pipih.

    Sementara gagang yang menggunakan sekrup grub memerlukan kunci L untuk melonggarkan sekrup sebelum bisa ditarik, dan ada juga gagang dengan tuas yang dapat dibuka untuk mengakses sekrup lainnya.

    Serta gagang yang dapat dilepas tanpa sekrup yang mungkin memerlukan obeng pipih untuk mencungkilnya jika kamu mengalami kesulitan.

    Lepas Kartrid Keran

    Setelah pegangan dilepaskan, kamu akan menemukan kartrid atau batang keran. Sementara beberapa kartrid dapat dilepas dengan tangan, yang lainnya mungkin memerlukan kunci pas untuk membukanya.

    Sebelum mengeluarkan kartrid, disarankan untuk meletakkan kain di bawahnya karena kemungkinan akan ada sedikit air yang bocor.

    Periksa Bagian Penyebab Kebocoran

    Setelah semua komponen dilepas, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi penyebab kebocoran. Periksa setiap bagian dengan teliti untuk mencari tanda-tanda kerusakan atau korosi, serta perhatikan apakah ada komponen yang rusak. Jika semua dalam kondisi baik, kemungkinan penyebab kebocoran adalah tekanan air yang terlalu tinggi.

    Perbaiki Masalahnya

    Jika kamu menemukan komponen yang rusak, berkarat, atau pecah, sebaiknya ganti dengan yang baru. Untuk ring atau o-ring, penting untuk memastikan bahwa keduanya memiliki ukuran yang tepat untuk mencegah kebocoran.

    Jika kebocoran disebabkan oleh tekanan air yang tinggi, cari regulator tekanan air dan lakukan penyesuaian secara perlahan.

    Pasang Kembali Keran

    Setelah kamu mengganti komponen yang diperlukan, pasang kembali keran dengan cara memasukkan kartrid dan kemudian mengaitkan pegangannya.

    Hidupkan Pasokan Air Utama dan Periksa Adanya Kebocoran

    Setelah keran terpasang dengan sempurna, langkah terakhir adalah menyalakan kembali pasokan air dan memeriksa apakah ada kebocoran. Jika diperlukan, sesuaikan kembali pengatur tekanan air hingga mencapai tingkat yang optimal.

    Itulah penyebab air keran terus menetes dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Keran Bocor Bikin Kesal? Coba Cara Mudah Ini Sebelum Hubungi Tukang!



    Jakarta

    Masalah keran bocor sering terjadi di rumah, terutama pada keran yang sudah digunakan cukup lama. Meskipun terlihat bukan masalah yang besar, tetesan air yang keluar bisa menyebabkan pemborosan dan membuat area sekitar keran selalu basah. Jika diabaikan, masalah ini juga bisa mempercepat kerusakan pada komponen keran lainnya.

    Banyak orang langsung memanggil tukang ketika menghadapi permasalahan ini. Padahal sebagian besar, permasalahan ini dapat diatasi sendiri. Dengan memahami penyebabnya dan mengikuti langkah perbaikan sederhana, masalah ini dapat diselesaikan tanpa biaya besar.

    Penyebab Kran Air Bocor Meski Sudah Dimatikan

    Dilansir dari situs Roto Rooter, ada beberapa penyebab utama mengapa keran tetap menetes meski sudah dimatikan. Penyebab yang paling umum adalah karena washer atau O-ring yang aus. Komponen ini berfungsi menutup rapat aliran air, sehingga ketika kondisinya sudah tua ataupun rusak, air akan tetap menetes sedikit demi sedikit.


    Selain itu, kerak dan endapan mineral juga bisa menumpuk di dudukan katup. Endapan ini membuat sambungan antara washer dan katup tidak bisa menutup sempurna. Dalam jangka panjang, kerak dapat mempercepat kerusakan bagian dalam keran.

    Faktor lainnya adalah karena tekanan air yang terlalu tinggi di pipa rumah. Tekanan berlebih membuat air tetap terdorong keluar meskipun katup sudah tertutup rapat. Jika hal ini sering terjadi, kerusakan pada komponen penyegel keran bisa muncul lebih cepat.

    Cara Memperbaiki Keran Air yang Bocor

    Dilansir dari situs Roto Rooter, berikut langkah-langkah praktis untuk memperbaiki keran air bocor dan dapat dilakukan sendiri di rumah.

    1. Matikan Aliran Air

    Pastikan aliran air menuju keran sudah tertutup sepenuhnya sebelum mulai membongkar.Langkah ini bisa dilakukan dengan menutupnya melalui katup di bawah wastafel atau mematikan aliran air utama di dekat meteran rumah.

    2. Bongkar Bagian Tuas Keran

    Gunakan obeng kecil untuk membuka tutup tuas keran, lalu lepaskan sekrup pengikatnya. Setelah itu, keluarkan batang katup, washer, dan O-ring dengan hati-hati agar tidak merusak ulir atau komponen di dalamnya.

    3. Periksa dan Ganti Komponen yang Rusak

    Periksa kondisi washer dan O-ring setelah dilepas dari keran. Jika keduanya terlihat mengeras, retak, atau longgar, segera ganti dengan komponen baru yang memiliki ukuran dan tipe yang sama.

    4. Bersihkan Dudukan Katup

    Gunakan amplas halus atau kain lembut untuk membersihkan kerak dan kotoran pada duduk katup. Jika bagian ini sudah rusak berat, pertimbangkan untuk mengganti komponennya.

    5. Pasang Kembali Keran dengan Rapat

    Setelah semua bagian dibersihkan dan diganti, pasang kembali keran sesuai urutan. Kencangkan sekrup dengan hati-hati, lalu buka aliran air untuk memastikan tidak ada kebocoran.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi keran yang bocor. Semoga membantu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com