Tag: paving block

  • Cara Merawat Paving Block Agar Awet dan Tahan Lama



    Jakarta

    Meski paving block merupakan material yang tidak mudah rusak walaupun jarang dirawat. Meski demikian, bukan berarti paving block tidak butuh perawatan.

    Karena jika tidak dirawat, paving block akan cepat rusak. Lalu, bagaimana cara merawat paving block dengan tepat? Kamu bisa simak artikel ini sampai habis untuk menemukan jawabannya.

    Apa itu Paving Block?

    Melansir dari Multicon Jaya Beton, Kamis (30/11/2023), Paving block merupakan produk turunan beton yang banyak memiliki fungsi dan sudah populer di masyarakat.


    Fungsi Paving Block

    Fungsi utamanya adalah menutup permukaan tanah sedangkan fungsi sekundernya adalah memperindah jalan, halaman dan taman. Produk ini memiliki ragam bentuk dan warna sehingga sangat cocok untuk memperindah taman, rumah maupun jalan.

    Cara Merawat Paving Block

    Setelah mengetahui apa itu paving block beserta kegunaanya. Sekarang, mari kita lanjut bahas cara merawat paving block agar awet dan tahan lama. Melansir dari Masterblock Indonesia, Kamis (30/11/2023), berikut perawatan paving block yang benar.

    Perawatan Reguler

    Dibawah merupakan cara perawatan rutin yang bisa kamu lakukan untuk menjaga tekstur dan kondisi paving block.

    Kamu dapat menyapu paving block menggunakan sapu lidi untuk menyingkirkan daun, ranting pohon, atau sampah lainnya agar tidak terjadi penumpukan kotoran dan debu.

    Kamu bisa menggunakan sikat berbulu kaku dan menggosoknya dengan air yang sudah dicampur oleh detergen untuk membuat permukaan bersih dari kotoran.

    Cabut rumput liar yang tumbuh di sela-sela paving. Rumput liar yang dibiarkan tumbuh tak terkendali lama-kelamaan dapat membuat paving kamu menjadi retak.

    Pasir pada sela-sela paving block dapat secara tidak sengaja terkikis ketika kamu sedang membersihkannya. Sayangnya, sela yang kosong dapat membuat rumput liar jadi lebih mudah tumbuh. Oleh karena itu, kamu perlu mengisinya kembali dengan pasir setelah proses pembersihan selesai.

    Perawatan Khusus

    Terkadang beberapa jenis kotoran pada paving block tidak bisa dibersihkan dengan perawatan reguler saja. Dalam beberapa kasus, kamu mungkin membutuhkan teknik perawatan khusus untuk menyingkirkan noda-noda berikut ini pada paving block kamu.

    1. Rumput

    Rumput dapat tumbuh pada sela-sela paving block. Dengan melakukan perawatan reguler yang sudah disebutkan sebelumnya, rumput biasanya bisa ditangani dengan mudah jika dicabut secara rutin. Namun pada area yang banyak rumput, kamu bisa menyiramnya dengan cuka atau cairan pemutih untuk menghentikan pertumbuhan rumput liar pada paving.

    2. Lumut

    Lumut dapat tumbuh subur pada paving block yang lembab dan basah. Untungnya sama seperti rumput, lumut juga dapat dibasmi menggunakan cuka atau cairan pemutih. Namun saat menyiramnya, kamu masih perlu menggosok permukaan paving block untuk mengikis lumut yang menempel sampai beberapa kali. Untuk mencegah pertumbuhan lebih lanjut, ulangi perawatan ini setiap beberapa bulan sekali.

    3. Minyak

    Tumpahan minyak dapat menembus ke dalam material paving block dengan cepat sehingga kamu harus mengatasinya sesegera mungkin. Pertama-tama, serap minyak menggunakan handuk atau kain yang kering. Setelah itu, gosok area tersebut dengan air sabun, kemudian bilas dengan air panas. Ulangi proses ini selama beberapa kali sampai paving block terlihat bersih kembali.

    4. Goresan Ban

    Bekas goresan ban cukup umum ditemui pada paving block karena banyak dipasang pada halaman rumah atau lahan parkir. Secara alami, noda ini akan menghilang dengan sendirinya melalui proses pelapukan. Namun menggosoknya dengan air sabun dan air panas secara berulang dapat membantu untuk mempercepat hilangnya noda.

    Demikian cara merawat paving block agar awet dan tahan lama. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tutorial Pasang Paving Block untuk Halaman Rumah



    Jakarta

    Memasang paving block dengan cara yang tepat dapat membuat halaman rumah lebih cantik dan estetik.Selain sebagai memberikan kesan yang estetik, paving block dapat berfungsi pula sebagai alas halaman yang kokoh dan tidak gampang retak. Paving block lebih tahan air dan tidak licin sehingga nyaman saat dilangkahi.

    Lalu bagaimana cara pasang paving block untuk halaman rumah? Simak penjelasan berikut.

    Apa itu Paving Block?

    Melansir dari Klopmart, Rabu (6/12/2023), Paving block atau lebih dikenal sebagai conblock merupakan material bangunan seperti batu-bata, tapi di desain dengan berbagai bentuk dan rupa serta memiliki variasi warna. Bahan penyusunnya tetap sama, yakni terbuat dari campuran semen, pasir, dan air.


    Cara Pasang Paving Block agar Rapi

    Konsep pemasangan paving block hampir mirip seperti memasang ubin atau keramik di lantai interior rumah. Perbedaannya terletak pada bahan bangunan pendukung serta peralatan yang digunakan.

    Bentuk paving block yang bervariasi membuat pekerjaan ini terlihat lebih rumit dibandingkan menyusun ubin yang lebih simetris. Agar pemasangan paving block rapi, kamu bisa ikuti langkah-langkahnya di bawah ini.

    1. Siapkan Material dan Peralatan

    Pastikan kamu sudah menyiapkan material dan peralatan yang dibutuhkan untuk membangun jalanan paving block. Setiap bahan bangunan dan peralatan tentu memiliki fungsinya masing-masing, jadi jangan sampai mengabaikannya.

    Jika kamu tidak tahu peralatan yang dibutuhkan untuk proyek ini, simaklah daftar di bawah ini serta fungsinya.

    Peralatan Kerja:

    • Stamper kuda
    • Cangkul atau sekop
    • Benang patok
    • Palu karet
    • Kayu kaso
    • Stamper kodok
    • Pemotong paving block

    Bahan Pendukung:

    • Abu Batu
    • Kanstin Beton
    • Pasir
    • Cat Batu Alam
    • Pengisi Nat

    2. Rapikan Lahan Pembangunan

    Kamu harus merapikan area yang hendak dibangun conblock terlebih dahulu agar hasil pemasangannya terlihat rata. Bersihkan area pembangunan dari hal-hal yang mengganggu, seperti daun, rumput liar, bebatuan, dan lain-lain. Gunakan cangkul agar kamu dapat membersihkan kotoran kecil yang bisa saja tertimbun di dalam tanah.

    3. Ratakan Tanah di Lahan Pembangunan

    Proses ini harus dilakukan agar conblock yang dipasang bisa bertahan lama dan tetap menempel pada tempatnya. Ya, selain kualitas paving block yang dipilih, kamu harus memperhatikan kepadatan tanahnya. Lahan yang dilapisi dengan paving block ini pasti akan dilintasi kendaraan seperti mobil, motor, atau hanya pejalan kaki di atasnya, jadi pertimbangkan beban tanahnya.

    Jika tanah masih lembek, lakukan pemadatan menggunakan stamper kuda. Untuk materialnya, kamu dapat memanfaatkan batu kapur. Pastikan tanah sudah cukup kuat untuk dipasangi paving block agar tidak terperosok ke dalam.

    4. Lakukan Pengukuran Tanah

    Pengukuran atau leveling tanah berguna untuk memastikan ketinggian dan kemiringan paving block yang akan dipasang. Tahap ini dilakukan agar struktur paving block tetap rata dan tidak bergelombang. Selain itu, leveling berguna untuk menghindari potensi munculnya genangan air saat hujan. Air hujan pun lebih mudah menyerap ke tanah apabila proses leveling dilakukan secara tepat.

    5. Pasang Kanstin Beton

    Kanstin merupakan pembatas sisi jalan yang menggunakan susunan paving block. Pemasangan kanstin beton ini bertujuan untuk menjaga posisi paving block agar tidak mudah bergeser saat dipasang. Setiap kepingan conblock yang disusun dapat saling menempel apabila dipasangi kanstin.

    Material ini dipasang dengan menempatkan alasnya terlebih dulu agar tanahnya tetap stabil dan kanstin tidak tenggelam. Setelah alasnya selesai dibangun, kanstin beton kemudian dipasang di atasnya. Pemasangan haunching dilakukan setelahnya untuk mengunci kanstin yang sudah dipasang agar tetap pada posisinya.

    6. Mulai Memasang Paving Block

    Sebelum memasang paving block, kamu harus menebarkan abu batu terlebih dulu di atas area pembangunannya. Sebagai informasi, pola paving block mirip seperti keramik di mana terdapat nat atau bahan pengisi keramik di antara materialnya. Abu batu ini berguna agar nat paving block mampu meresap air.

    Setelahnya, barulah kamu memasang paving block sesuai polanya. Begini teknik pemasangannya:

    Pasang paving block satu per satu sambil mengarah maju ke depan. Berikan celah 1 cm agar bisa diisi oleh nat. Gunakan palu karet agar susunan paving block tetap rapat.

    Pada area pinggir yang tidak bisa dipasang balok utuh, potong paving block terlebih dulu sesuai polanya. Sesuaikan juga ukuran lebar celahnya agar conblock tidak bergeser dari kanstin yang sudah dipasang.

    7. Lakukan Finishing

    Finishing ini bisa berupa pemadatan akhir menggunakan stamper kodok, mengisi celah paving block dengan nat, dan mengecat conblock. Pemasangan nat harus diperlukan agar paving block tetap stabil pada posisinya. Pemadatan pun harus dilakukan agar conblock tidak bergelombang dan tetap rata pada tempatnya.

    Demikian tutorial pasang paving block untuk halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Terlihat Mirip, Ternyata Ini 3 Perbedaan Paving Block dan Conblock


    Jakarta

    Paving block atau conblock adalah alas jalan yang bentuknya seperti bata dan kerap digunakan di trotoar atau daerah padat penduduk.

    Penggunaan paving block dan conblock semakin digandrungi karena memiliki estetika dari bentuk dan warnanya. Selain itu penggunaan paving block dan conblock yang memiliki pori-pori mempermudah untuk aliran air.

    Meski dari bentuk terlihat sama, ternyata paving block atau conblock adalah dua jenis bata berbeda meski sama-sama memiliki tekstur yang keras.


    Perbedaan tersebut paling jelas terlihat dari ketebalan, kekuatan, dan besar biaya pemasangannya, dan kegunaannya, berikut penjelasannya.

    Pengertian

    Pengertian paving block

    Mengutip dari Digilib Universitas Lampung, paving block adalah komposisi bahan bangunaan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya, air, dan agregat.

    Pengertian conblock

    Menurut situs Engineering Civil, Conblock adalah singkatan dari concrete block, bahan bangunan yang padat dan berongga yang terbuat dari semen dan agregat dengan perbandingan Semen-Agregat 1:6.

    Bahan Baku

    Paving block dan conblock sama-sama menggunakan bahan agregat dan semen yang membantu kedua bata ini solid sehingga cocok untuk menjadi alas jalan. Agregat adalah material kecil seperti batu-batuan dan pasir.

    Karakteristik

    Paving Block memiliki ketebalan bahan 8-10 cm dan memiliki kekuatan berkisar 250 kg/cm2 hingga 450 kg/cm2 dan tergantung dari lapisan pengerasnya.

    Lalu conblock memiliki ukuran memiliki ketebalan mulai dari 10-30 cm dan memiliki kekuatan sekitar 400 kg/cm2 hingga 500 kg/cm2.

    Pemasangan

    Pemasangan paving block jauh lebih mudah dibandingkan conblock. Paving block yang lebih kecil dibandingkan conblock bisa dipasang secara manual sehingga biaya pemasangannya pun lebih kecil.

    Berbeda dengan conblock yang ukurannya lebih besar beberapa diantaranya memerlukan alat berat sehingga pemasangannya jauh lebih mahal.

    Kegunaan

    Paving block lebih banyak digunakan untuk jalanan seperti trotoar, jalanan di perumahan, atau area yang minim dilalui kendaraan.

    Sementara itu, conblock juga kerap digunakan untuk bangunan rumah karena tidak mudah terbakar dan jalanan di area parkiran.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Membandingkan Aspal VS Paving Block untuk Jalan Akses ke Rumah


    Jakarta

    Ketika kamu membangun rumah, tentu kamu perlu membangun jalan masuk ke rumahmu. Khususnya untuk rumah yang memiliki garasi, pastinya kamu membutuhkan jalan untuk kendaraan mu.

    Saat kamu merencanakan untuk membangun jalan, kamu juga perlu menentukan bahan yang digunakan. Beberapa bahan yang bisa digunakan diantaranya yaitu aspal dan paving block. Lalu, diantara kedua bahan tersebut, mana yang lebih baik?

    Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan. Melansir dari build-review.com, ada beberapa hal yang perlu perhatikan saat memilih bahan antara paving block dan aspal. Berikut rangkumannya.


    Hal yang perlu Diperhatikan Saat Memilih Bahan Jalan Rumah

    1. Tampilan

    Selain untuk memberikan akses yang mudah, salah satu alasan membangun jalan masuk juga karena penampilan. Dengan adanya jalan masuk, rumah akan terlihat lebih bagus. Maka dari itu mempertimbangkan bahan jalan juga menjadi salah satu prioritas.

    Bahan aspal memiliki karakter gelap dan bertekstur. Menggunakan bahan aspal membatasi pilihan warna, karena pada umumnya aspal berwarna hitam dan semakin berjalannya waktu, warna aspal akan berubah menjadi abu-abu. Aspal juga cukup sulit untuk diwarnai, karena aspal memiliki daya serap warna yang kurang baik.

    Sebaliknya, paving block memiliki tekstur lebih mulus dan memiliki bentuk yang beragam, serta bisa diwarnai. Sehingga paving block memiliki fleksibilitas lebih baik sesuai dengan kebutuhan.

    2. Harga

    Dikutip dari masterblockindonesia.com dan kontraktorjalan.com, harga Aspal di Indonesia berkisar dari Rp 70.000 ~ Rp 150.000 per m² sedangkan paving block berkisar dari Rp 100.000 ~ Rp 200.000 per m². Maka dari itu, bila kamu memiliki budget yang sedikit, menggunakan bahan aspal bisa menjadi pilihan terbaikmu.

    Akan tetapi, bila kamu menghitungnya untuk jangka waktu panjang. Menggunakan paving block justru terhitung lebih murah. Mengapa demikian? Ayo kita simak alasannya pada poin selanjutnya.

    3. Daya Tahan dan Perawatan

    Aspal memiliki daya tahan hingga 20 tahun. Sedangkan paving block bisa bertahan hingga dua kali lipatnya. maka dari itu secara teknis, paving block bisa menjadi pilihan yang tepat bila kamu menginginkan bahan yang tahan lama.

    Untuk perawatannya, bahan aspal hanya perlu mengganti lapisan atasnya saja. Sedangkan paving block, kamu perlu menggantinya dengan yang baru.

    Mencari bentuk paving block yang sama juga bisa menjadi tantangan saat memperbaiki jalan berbahan paving block. Seburuk-buruknya, bila kamu tidak berhasil menemukan bentuk yang sama, kamu perlu mengganti semuanya. Sehingga biaya perawatan jalan berbahan paving block terhitung lebih mahal.

    4. Cuaca

    Cuaca juga menjadi faktor penting saat memilih bahan jalan. Jika rumahmu berada di lingkungan yang panas, sebaiknya kamu menggunakan paving block. Karena bahan aspal mudah meleleh saat cuaca panas, dan akan retak atau pecah ketika kembali dingin.

    5. Pemasangan

    Pemasangan aspal terhitung lebih cepat dibandingkan paving block. Aspal hanya memerlukan beberapa jam untuk mengeras dan bisa digunakan. Sedangkan paving block membutuhkan waktu berhari-hari sebelum semen mengeras dan bisa digunakan.

    6. Efek Terhadap Lingkungan

    Bahan aspal lebih ramah lingkungan karena bisa didaur ulang, sedangkan paving block memerlukan alat khusus untuk bisa diolah sebelum di daur ulang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pekarangan Sempit-Paving Block Masih Bisa Bikin Biopori? Begini Caranya



    Jakarta

    Lubang resapan biopori adalah lubang buatan untuk menimbun sampah organik dan menyerap air hujan. Biopori merupakan salah satu metode andalan untuk mengolah sampah rumah tangga.

    Dalam waktu beberapa hari saja, sampah organik yang tertimbun di dalam tanah akan terurai secara alami. Hal ini sudah diterapkan oleh Penggiat Lingkungan dan Pendiri Rumah SOPAN, Sony Teguh Trilaksono yang mempunyai 80 lubang biopori di lingkungan rumahnya.

    “Kita di rumah SOPAN ini punya 80 lubang biopori, kali 10 kilo (muatan sampah) per lubang itu sudah 800 kilogram. Kita bisa 800 kilogram (sampah organik) per hari kita bisa kelola. Dan itu dalam 4 hari langsung habis di lubang sampah biopori,” ujar Sony ke detikcom di Rumah SOPAN, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi belum lama ini.


    Mengisi lubang resapan biopori dengan sampah organikMengisi lubang resapan biopori dengan sampah organik Foto: 20detik

    Sony menyebut pembuatan lubang resapan biopori sangat mudah. Caranya dengan membuat lubang sedalam 1,2 meter berdiameter 4 inci atau sekitar 10 cm dengan bor khusus.

    “Biopori itu dibuat mudah sekali. Pertama dibor dengan bor buatan kami itu sedalam 1,2 meter. Setelah bor kita lubangi baru kita kasih casing,” katanya.

    Casing biopori berfungsi untuk menahan tanah di atas lubang agar tidak longsor. Untuk casing, bisa menggunakan pipa, kaleng, atau casing yang didesain khusus.

    Lalu, kamu bisa menutup bukaan biopori dengan tutup yang berlubang. Hal ini untuk mencegah tikus memakan atau mengacak sampah organik.

    Tak hanya satu, sebaiknya kamu membuat beberapa lubang biopori di rumah. Adapun jarak satu biopori dengan lainnya tergantung posisinya.

    Untuk tanah di bawah atap, sebaiknya antara biopori berjarak 1,5-2 meter. Sedangkan lahan terbuka yang tidak dekat atap, jarak biopori sekitar 3 meter.

    Biopori Rumah SOPANBiopori Rumah SOPAN Foto: 20detik

    Menurutnya, setiap rumah bisa membuat lubang biopori meski mempunyai lahan yang sempit, bahkan kalau tidak ada pekarangan sekalipun. Sebab, pemilik rumah bisa membuat biopori di garasi, carport, hingga selokan depan rumah.

    “Tidak punya tempat lahan? Bikin biopori di mana? Di garasi mobil (atau) di comberan. Bahkan kalau misalnya sampah-sampah dapur yang mau kita buang itu (di selokan) tidak ada masalah juga. Jadi itu menjadi busuk dan terkomposkan secara alami. Jadi sebenarnya rumah kecil bisa,” katanya.

    Selain itu, pekarangan yang tertutup paving block atau conblock masih dibuatkan lubang resapan biopori. Caranya dengan membiarkan sedikit area lahan tidak ditutup paving block.

    Area tersebut kemudian dijadikan biopori. Lalu, lubang biopori bisa ditutup besi berlubang berbentuk paving block. Sony juga menambahkan batu-batu koral agar lebih estetik.

    Biopori Rumah SOPANBiopori Rumah SOPAN Foto: 20detik

    “Paving block ini memang kita desain untuk meresap air juga. Contohnya di paving block ini ada namanya lubang resapan biopori (tapi) tetap kita pakai grass block,” pungkasnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Ampuh Membasmi Gulma dari Paving Block


    Jakarta

    Menyingkirkan gulma dari paving halaman rumah menjadi pekerjaan yang tidak ada habisnya. Namun tidak perlu khawatir karena ada cara untuk membasminya.

    Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh di sekitar tanaman lain, biasanya gulma tumbuh secara liar sehingga sulit untuk dikendalikan. Gulma taman yang ditakuti akan mencuri ruang akar, cahaya, air, dan nutrisi dari tanaman lain. Gulma juga menjadi tempat berkembang biaknya hama, penyakit, dan bakteri, sehingga bahaya apabila tidak disingkirkan.

    Melansir Homes & Gardens, berikut beberapa cara menghilangkan gulma dari paving block dengan mudah dan efektif.


    Gunakan Cangkul

    Membuang gulma dari paving block dengan cangkul cukup efektif dan ramah lingkungan. Sebelum mencangkul, pastikan permukaan tanah cukup kering sehingga gulma tercabut hingga akarnya.

    Gulma yang berakar dalam memerlukan pencabutan akar tunggangnya. Hal ini membuat pekerjaan lebih sulit saat dilakukan di celah atau retakan paving block.

    Tuangkan Air Panas ke Gulma

    Bukan hanya gulma yang perlu disingkirkan dari paving block, tetapi juga lumut dan alga yang menumpuk dapat membuat teras atau dek kamu licin serta berlendir. Kamu bisa menggunakan air panas.

    Air mendidih akan membunuh serangga, cukup tuangkan air panas langsung ke gulma yang membandel. Pastikan untuk mengenakan pelindung untuk mencegah luka bakar.

    Bakar Gulma di Antara Paving Block

    Penyembur api bisa menjadi alat pembasmi gulma yang tersedia secara luas yang dapat memancarkan api langsung ke gulma yang tidak diinginkan. Hal ini akan mengatasi masalah gulma yang tumbuh di celah-celah paving block.

    Namun, saat kamu menggunakan cara ini, panas dari udara dapat merusak tanaman di sekitarnya. Sehingga hal ini tidak dapat digunakan untuk rumput di halaman rumah.

    Gunakan Cuka untuk Membunuh Gulma

    Cuka bisa menjadi salah satu cara yang efektif untuk membunuh gulma dari paving block. Namun meskipun cara ini efektif, metode ini menyingkirkan gulma bersifat sementara.

    Sebaiknya hindari cuka dan garam di dekat hamparan bunga karena asamnya dapat mengubah kadar PH tanah dan dapat membunuh hewan di sekitarnya. Namun, menggunakannya di antara celah-celah paving bisa menjadi ide yang mudah dilakukan.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Cegah Banjir Masuk Rumah


    Jakarta

    Saat musim hujan tiba, rumah dengan dataran rendah sangat rentan mengalami banjir. Untuk menanggulangi banjir, kamu bisa membuat sebuah penghalang di halaman rumah agar air tidak masuk.

    Selain penahan, tentu akan diperlukan jalur pembuangan yang baik agar air tidak menggenang. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah banjir masuk rumah?

    Berikut beberapa cara memperbaiki halaman agar air tidak masuk rumah ketika hujan.


    Tips Cegah Banjir Masuk Rumah

    Inilah cara menangkal banjir masuk rumah seperti yang dikutip dari Home Hard Ware.

    1. Bangun Tembok Penahan

    Dinding penahan baik dibuat di halaman yang memiliki lanskap tanah rendah dan datar. Tambahkan pula aliran air yang mengarah ke selokan. Ini untuk menghindari genangan air di depan tembok tersebut.

    Dinding penahan ini bisa dibuat dari pasir atau kerikil yang cepat kering. Penggunaan kedua jauh lebih baik dibandingkan tanah liat.

    2. Gunakan Paving Block di Halaman

    Bagian halaman rumah bisa dipasang paving block agar air meresap atau mengalir melalui sela-selanya. Paving block ini memiliki beberapa macam, diantaranya sebagai berikut.

    • Pavers beton: Pemasangan beton bercelah yang bisa dimasukkan kerikil atau pasir yang memungkinkan drainase yang cepat.
    • Beton & aspal berpori: Jenis jalan yang memiliki kisi-kisi udara yang memungkinkan penyerapan air.
    • Plastic Grid: Sebuah plastik yang memiliki bolongan di setiap kotaknya. Plastic Grid kerap digunakan untuk media penanaman rumput di halaman, bisa pula dimasukkan batu kerikil hingga pasir. Garis kotak dari plastic grid itu cukup kuat untuk diinjak sehingga cocok digunakan di taman.

    3. Tambahkan Tanaman

    Selain memperbaiki bagian depan halaman, perlu ada tanaman atau pohon untuk penyerapan air dan mencegah struktur tanah semakin turun.

    Tetapi sebelum itu ketahui tempat yang tepat untuk menanam pohon agar tidak membahayakan rumah saat terjadi angin puting beliung.

    Jarak minimal penanaman pohon besar yang tingginya di bawah 8 meter harus berjarak minimal 3 meter dari bangunan. Untuk pohon 8-15 meter minimal penanaman 4-6 meter. Sementara untuk pohon lebih dari 15 meter jarak minimalnya 10-15 meter.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Bersihkan Lumut dan Rumput yang Tumbuh di Sela Paving Block


    Jakarta

    Paving block adalah solusi populer untuk menciptakan jalan setapak ataupun area parkir di halaman rumah. Banyak orang berekspektasi ketika halaman rumah dipasangi paving akan terlihat bersih dan rapi. Namun, pemasangan paving berpotensi ditumbuhi lumut dan rumput liar yang mengganggu kebersihan dan kenyamanan.

    Lumut dan rumput liar kerap tumbuh di sela-sela paving. Tumbuhan ini dapat membuat permukaan paving menjadi tampak kusam dan tidak rapi.

    Lantas, apa sebenarnya penyebab lumut dan rumput liar muncul di paving? Dilansir dari situs NY Pavers, berikut beberapa penyebab lumut bisa muncul di sela-sela paving dan langkah-langkah praktis membuat paving tetap rapi dan bebas gangguan.


    Penyebab Lumut dan Rumput Liar Tumbuh di Celah Paving

    1. Biji Gulma

    Rumput liar tidak muncul di bawah paving, melainkan bijinya dibawa oleh angin, burung, ataupun hal-hal lainnya. Biji gulma tersebut kemudian mendarat di sambungan pasir di antara batu paving. Jika ada kelembapan dan sinar matahari yang cukup, biji ini akan tumbuh menjadi rumput.

    2. Lembap

    Sementara itu, lumut lebih menyukai kondisi gelap dan lembap. Area paving yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari atau memiliki drainase yang buruk, sangat rentan menjadi tempat tumbuhnya lumut.

    Cara Efektif Mengatasi dan Mencegah Lumut dan Rumput Liar

    NY Pavers menyarankan beberapa langkah pencegahan dan perawatan praktis agar celah paving tetap bersih dan tidak mudah ditumbuhi lumut atau rumput. Berikut beberapa caranya.

    1. Gunakan Pasir Polimer untuk Mengisi Celah

    Pasir polimer adalah campuran pasir halus yang mengandung bahan pengikat. Setelah disemprot air, pasir ini akan mengeras dan menciptakan sambungan yang kokoh. Hal ini membuat biji gulma sulit menancapkan akar di sela batu paving.

    Cara menggunakannya adalah dengan menyapukan pasir polimer ke celah paving, padatkan permukaan, lalu semprot dengan sedikit air untuk mengaktifkan bahan pengikat. Biarkan pasir mengering selama 24-48 jam. Setelah mengering, struktur paving akan lebih tahan dari erosi, lebih sulit dimasuki biji gulma, dan membantu mengurangi pertumbuhan lumut.

    2. Rutin Menyapu dan Membersihkan Paving

    Debu, daun, kotoran burung, dan serpihan organik lainnya dapat menumpuk di permukaan, dan celah paving. Hal ini berpotensi menyediakan tempat bagi biji gulma atau spora lumut untuk tumbuh.

    Paving block harus sering disapu setidaknya tiga hari sekali. Gunakan sapu lidi ataupun sapu ijuk yang keras agar celah-celah paving juga terjaga bersih. Sesekali juga bersihkan dengan air, siram menggunakan selang untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

    3. Perbaiki Drainase dan Buka Akses Sinar Matahari

    Karena lumut tumbuh subur di tempat lembap dan teduh, memperbaiki kondisi fisik lingkungan dapat mengurangi risiko pertumbuhan. Pangkas tanaman atau ranting di sekitar paving agar sinar matahari dapat masuk dengan baik dan sirkulasi udara lebih lega. Jika ada genangan air setelah hujan, pertimbangkan untuk memperbaiki kemiringan paving agar air bisa mengalir dengan lebih baik.

    4. Lapisi Paving dengan Lapisan Pelindung

    Tambahkan lapisan pelindung paving atau sealer paving agar dapat mencegah air meresap lebih banyak ke dalam celah karena lumut kurang bisa tumbuh di area yang kering. Lapisan ini juga mampu melemahkan kemampuan biji gulma untuk menancap di sambungan. Sebaiknya, pilih lapisan pelindung yang sesuai dengan jenis paving, misalnya matte, wet-look, atau natural finish, dan ulangi aplikasi setiap 2-3 tahun agar tetap efektif.

    5. Gunakan Penghambat Alami untuk Lumut dan Rumput Liar

    Jika pertumbuhan lumut ataupun rumput liar masih ringan, penghambat alami dapat digunakan sebagai langkah awal untuk mencegahnya berkembang. Cara ini membantu menjaga area paving tetap bersih tanpa perlu menggunakan bahan kimia yang lebih kuat.

    6. Cuka Putih

    Campurkan cuka dengan air hingga merata. Setelah itu, semprotkan langsung pada gulma atau lumut saat cuaca kering dan cerah agar hasilnya lebih efektif

    7. Baking Soda

    Taburkan baking soda secara merata pada area yang ditumbuhi lumut. Biarkan selama beberapa hari hingga lumut mengering, lalu bersihkan dengan cara menyikat atau menyapu.

    8. Jadwalkan Pemeliharaan Awal dan Akhir Musim Hujan

    Sapu paving secara teratur untuk mencegah kotoran menumpuk dan menjadi media tumbuh lumut atau rumput liar. Periksa juga apakah ada celah yang longgar dan perlu diisi ulang, lalu pertimbangkan melakukan pelapisan ulang agar sambungan tetap rapat.

    Saat musim kemarau segera bersihkan daun, tanah, atau kotoran organik yang menumpuk. Pastikan saluran drainase tidak tersumbat, dan pangkas tanaman di sekitar paving agar area tetap mendapat cukup cahaya matahari dan sirkulasi udara yang baik.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lumut dan rumput liar yang tumbuh di celah paving. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com